CAP'BLOODS

RATE : T

DISCLAIMER : Naruto milik Masashi Kishimoto, sedangkan cerita ini milik saya, dan saya sudah ijin kok ke Pak Masashinya..

GENRE : Romance and Friendship, maybe Angst.

WARNING : ide pasaran, abal abal, gaje, (miss) typo,OOC dan masih banyak lagi... (-.-)

SUMMARY : lalu, bagaimanakah kehidupan selanjutnya dari kedua grup setelah persaingan di mulai? Akankah tumbuh cinta di antara mereka?


Chapter 13

.

Pukul 07.45 pm.

15 menit lagi, acara Konferensi Pers yang diadakan oleh Ice Bloods mengenai album barunya akan segera dimulai. Yah, dengan begitu seharusnya seluruh anggota dari Boy Band yang kini sedang naik daun itu harusnya sudah lengkap.

Seharusnya..

Tapi sayangnya Uchiha Sasuke kini belum tampak batang hidungnya. Padahal 15 menit lagi acara akan dimulai. Yah, Kiba sudah menjelaskan panjang lebar mengenai Sasuke dan keberangkatannya menuju Paris secara mendadak kemarin. Jadi ke-tiga temannya hanya bisa menghela nafas bersamaan.

"Jadi..-"

"Sasuke berangkat ke Paris.. itu-"

"Untuk menemui Naruto?"

Ucapan Neji diteruskan oleh Gaara dan diteruskan oleh Shikamaru. Kiba hanya manggut-manggut dengan wajah sok serius. Bibirnya mengerucut ke depan dengan alis bertaut. "Yah, semacam itulah.. intinya Sasuke pergi ke Paris menemui Naruto. Dan pulang entah kapan.. seharusnya sih besok karena dia berangkat semalam, jadi kemungkinan dia tidak ikut menghadiri konferensi pers ini."

Ruangan kembali hening.. yang terdengar hanyalah suara detik jam dinding dan deru nafas masing masing.

Karena saking heningnya keadaan ruangan itu, pintu yang tiba-tiba terjembab terbuka, mengagetkan mereka semua. Membuat mereka berempat menoleh cepat ke arah pintu. Tampak seorang Laki-laki dengan pakaian yang sangat lusuh, dan tentunya berantakan. Matanya yang biasanya Tajam kini nampak sedikit sayu namun tetap dingin.

"Lho? Kok.." Ucapan Kiba terputus ketika Laki-laki itu masuk tanpa dipersilahkan dan segera merebahkan diri di sofa lain yang kosong. Dan tanpa memperdulikan tatapan bingung dari teman-temannya dia segera menutupi matanya dengan lengan kanannya.

"Bangunkan aku jika acaranya akan dimulai.." Ucap laki-laki itu sangat datar dan rendah. Tampak sekali dari wajahnya dan suaranya dia terlihat sangat lelah. Kini mereka berempat saling berpandangan bingung. Ini aneh! Belum sempat mereka membuka mulut pintu terjembab lagi, menampakan sang Uchiha Sulung dengan nafas yang ter-engah-engah.

"Sial! Sasuke, dia- Hah?"

Ucapan Itachi kini ganti terputus ketika melihat orang yang dicari-carinya mulai sehari semalam tidak ditemukannya, kini dengan santainya dia tidur diatas sofa merah itu.

"Sasuke? Sejak kapan kau..?" tanya Itachi bingung, dan menoleh ke arah 4 orang yang kini juga menatap balik dengan pandangan yang sama.

"Ano.. aku sendiri juga bingung, dia barusan tiba disini. Lalu tiba-tiba masuk dan tidur disitu." Jelas Kiba singkat lengkap dengan raut wajahnya yang bingung. Tanpa disadari semua orang, Shikamaru sedikit merapat ke arah Kiba.

"Bukankah harusnya dia ada di luar negeri sekarang?" bisik Shikamaru terhadap Kiba. Dia mengerti sekali akan sifat Sasuke yang tidak ingin mengumbar-umbar rahasianya di depan keluarganya. Terutama masalah Gadis, dia hanya akan memberitahukan kepada teman-temannya walaupun sangat-sangat singkat.

"Aku juga berpikir begitu.. Jarak Paris dan Jepang itu sangat jauh! Dan pasti butuh waktu lama. Bagaimana dia bisa sampai disini bahkan 15 menit sebelum Konferensi Pers? Atau dia tidak pergi ke Paris? " Kiba balik tanya ke arah Shikamaru. Shikamaru hanya mendengus tidak menjawab pertanyaan Kiba.

"Hh... untunglah kalau begitu, kukira anak ini akan menghilang. Baiklah, kalau begitu aku akan pergi dulu mengurus hal lainnya." Dan dengan begitu Itachi pergi setelah menemukan Sasuke yang kini sedang tertidur di atas Sofa.

Dan kini 4-sekawan itu kembali bertatapan bingung, lalu menoleh ke arah Sasuke. 1 yang ada dipikiran mereka.. 'Kenapa cepat sekali?'

.

.

JEPREET

FLASH

Suara camera dan cahaya-nya segera membahana ketika anggota Ice Bloods berjalan di podium tempat untuk diwawancarai. Para fans yang menggila segera di hadang oleh petugas agar tidak bisa menerobos masuk melewati pembatas. Kiba, Shikamaru, Neji dan Gaara berpenampilan dengan pakaian yang sangat kasual dan trendy.

Berbeda dengan Sasuke yang kini mengenakan kemeja putih polos yang sangat berantakan dan keluar dari celananya, celana Jean's biru tua yang warnanya mulai memudar, lengkap dengan rambut yang berantakan serta dasi yang hanya dikalungkan tidak diikat sama sekali, serta sepatu kerja orang kantoran.

Walaupun tampilannya sangat berantakan, yang ada malah penampilan tersebut menambah nilai plus-plus di mata para gadis remaja yang kini memekik keras melihat penampilan Sasuke yang-sungguh-amat COOL!

Wajahnya tetap datar dan dingin, serta bola mata Obsidiannya menatap lurus kedepan. Dengan rapi mereka duduk di belakang Meja yang kini dipenuhi Microfon. Semua tersenyum tipis, kecuali Uchiha itu yang kini malah menautkan tangannya menutupi mulutnya. Membuat para gadis memekik tambah keras.

"Baiklah.. sesi wawancara tanya jawab telah dimulai." Ucap sang pembawa acara disana.

Dengan cepat seluruh anggota wartawan yang ada disitu, mengacungkan tangan semua untuk menanyakan sesuatu. Dan yang pasti semuanya berhubungan dengan Lagu dan Musik yang akan di terbitkan oleh pihak Media Ice Bloods. Belasan pertanyaan sudah dijawab oleh anggota Ice Bloods lainnya kecuali Uchiha Sasuke yang memilih bungkam dan menatap lurus ke depan. Tidak terfokus memang, tapi sangat lurus dan tajam. Hingga sebuah pertanyaan membuyarkan pandangan Uchiha Sasuke.

"Apakah lagu ini ditulis oleh Neji-san, ataukah anggota lainnya?"

"Ah, itu kali ini bukan aku yang mengerjakan lagu ini, tapi.." mata Neji mengerling jahil ke arah Sasuke, yang tidak di tanggapi sama sekali oleh Sasuke.

"..Yah, pangeran Es itu. Uchiha Sasuke yang menuliskan lagu ini. Lagu seseorang yang sedang jatuh cinta pada seorang gadis yang bertemu di Bar. Berjudul 'Beautiful'." Jawabnya sambil tersenyum tipis ke arah Wartawan tersebut.

"Kalau begitu, kali ini pertanyaan untuk Uchiha-san.."

"Hn."

"Bukankah kau tidak pernah menuliskan lagu R&B yang bertemakan Jatuh cinta, kecuali anggota Ice Bloods yang lain. Apakah di lagu ini, anda menceritakan seseorang di dalamnya?"

Seketika semua keadaan sunyi. Mereka menantikan jawaban yang akan dikeluarkan dari Bibir sang pangeran Es itu. Memang ini lagu karyanya.. dan inspirasi dari lagu tesebut adalah Gadis aneh yang kini mengisi otaknya selama beberapa hari. Dan dia menulis lagu ini, ketika Naruto menghilang ke Paris. Hanya teman dan Kakaknya saja yang tahu siapa inspirator dari Uchiha ini. Sayangnya dia memilih untuk menjawab..

"Tidak. Tidak ada seorangpun di lagu itu. Aku hanya menuliskan lagu itu sesuai instingku saja." Bohongnya lancar dan datar.

Seluruh anggota Ice Bloods, tertegun mengenai jawaban Uchiha Sasuke itu. serentak mereka menolehkan kepalanya. Terkecuali Gaara yang hanya melirik ke arah Uchiha itu. Sasuke tau semua memandang nya dengan tatapan 'Kenapa kau berbohong?' namun dia lebih memilih untuk mengacuhkannya.

"Benarkah itu Uchiha-san? Tapi terlihat sekali kau menceritakan seseorang didalamnya." Bantah wartawan tersebut.

"Ya, itu benar." Jawabnya singkat dan datar.

Acara Konferensi pers tersebut pun berakhir dengan lancar, Itachi yang melihat Sasuke dari belakang panggung hanya bisa diam. Kali ini, biarkan adiknya itu menyelesaikan masalah nya dengan gadis pertama yang benar-benar membuat dirinya tergila gila.

Untuk kali ini, dia tidak akan ikut campur seperti dihari sebelumnya.

.

.

Selesai sesi wawancara, Uchiha bungsu ini segera digiring temannya menuju ruang ganti. Uchiha Sasuke kini tidak bisa kabur dari ke-empat temannya yang siap menerjang dirinya dengan pertanyaan.

"Jadi, intinya semalam kau kemana?" tanya Shikamaru.

"Bukan urusanmu."

"Kau tidak ke Paris kemarin siang?" tanya Kiba.

"Hn."

"'Hn' mu itu iya atau tidak?" tanya Neji.

"Terserah."

"Lalu kenapa kau berbohong tadi?" tanya Gaara datar.

"..."

Sasuke kini bungkam. Bukan, bukan karena dia tidak punya jawaban.. hanya saja ini berhubungan langsung dengan inspiratornya. Dan dia malas mengungkit ungkit tentang hal-hal yang berbau 'Kuning' atau apalah yang berhubungan dengan gadis itu.

"Kau tidak menjawab?" tanya Kiba.

"Apa itu urusanmu?" tanya Sasuke balik, dengan suara yang sangat dingin.

"Tentu saja, kau menulis lagu ini juga untuk kami. Dan Kau! Tidak usah berkelit, kenapa kau berbohong? Dan semalam apa kau berangkat ke Paris atau tidak? Jawab Jujur!" perintah Kiba jengkel.

Sasuke mendengus, "Pertama, kenapa aku berbohong? Itu bukan urusanmu! Yang kedua, apa aku ke-Paris atau tidak, menurutmu?" tanya Sasuke sambil menyeringai angkuh.

Semua teman-teman Sasuke mnegernyitkan alis. Tidak biasanya, dia menggunakan nada angkuh seperti ini. Mereka ber-4 pun saling berpandangan lagi.

"Kau.. sangat berantakan, dan kau juga tidak membawa Travelling bag.. kemungkinan kau tidak pergi Ke Paris. Benar dugaanku?" tanya Neji dengan raut wajah yang serius.

Sasuke hanya menyeringai, tidak menjawab 'Ya' atau 'Tidak' dia hanya menyeringai. Seringai angkuh.
Tapi seringai tersebut hanya bertahan selang beberapa detik, sebelum kembali ke raut wajahnya yang dingin dan datar. Dia meluruskan kembali kakinya, lalu beranjak berdiri membuat kedua temannya yang mengurungnya tadi otomatis menjauh memberi ruang gerak untuk Sasuke.

Dan kesempatan itu, otomatis dibuat Sasuke untuk berjalan menjauh meninggalkan ke-4 temannya yang kini menatap punggungnya menjauh, dan menghilang dibalik pintu tanpa jawaban yang pasti, membiarkan mereka tenggelam dalam kebingungan, serta dugaan-dugaan mereka yang belum dijelaskan secara pasti dari sang empunya.

.

.

Sasuke segera menekan tombol buka otomatis pintu mobilnya, lalu segera membuka dan masuk ke dalam mobilnya. Dan menutup pintu mobilnya dengan keras alias di banting. Tangannya mencengkram setir mobil dengan erat hingga kulit di tangannya memucat. Alisnya mengernyit kesal. Matanya berkilat tajam.

"Kuso!" umpatnya. Dengan segera dia menyalakan mesin mobil, lalu segera tancap Gas dengan kecepatan tinggi dan menghilang entah kemana. Intinya, meninggalkan Gedung Enterteimentnya.

Dia hanya ingin menyegarkan diri, menjauh dari anak perempuan yang bernama Namikaze Naruto yang kini sedang –entahlah apa, mungkin bersenang-senang, atau apa di rumah sakit itu.

.

.

Pukul 08.45 pm. Di Kota Paris, sehari sebelum Konferensi Pers.

Kini, Naruto tengah bersiap melipat pakaiannya untuk segera pulang ke Jepang. sudah hampir sebulan kakaknya menahan dirinya disini. Entah bagaimana kabar sekolahnya sekarang, para fansnya serta 2 anggota Capwave yang tidak pernah menjenguknya sekalipun -dengan terang-terangan mereka beralasan Malas untuk menjenguk Naruto. Dan juga, anggota Ice Bloods.. dan yang pasti laki-laki terdingin yang pernah dia kenal selain kakaknya. Uchiha Sasuke.

"Hh.. bagaimana kabarnya ya? Aku hampir tidak pernah menghubungi mereka kecuali, 2 orang bodoh itu." gumamnya pelan.

Dia melipat baju dengan pikiran melayang-layang ke arah Uchiha Sasuke. Hingga sebuah tepukan di pundaknya membuat dirinya terlonjak kaget.

"Hei.. kau kenapa?" ucap Menma dengan suara beratnya, dia melihat Naruto dengan tatapan bingung. Beberapa detik kemudian dia menyadari siapa yang ada di pikiran Naruto itu.

"Ah, pasti laki-laki itu kan?" tebak Menma tepat sasaran. Membuat perlahan pipi Naruto merona merah, dan salah tingkah.

"T-tidak kok.. aku tidak memikirkan siapapun." Jawabnya berusaha menyibukkan diri lagi dengan lipatan-lipatan pakaiannya. Menma terkekeh pelan, "Kau tidak bisa berbohong anak bodoh." Ucapnya sambil mengacak rambut pirang Naruto.

Membuat empunya memekik tidak terima. "Kau ini, berhentilah mengacak rambutku! Dan aku bukan anak bodoh kau tau itu!" ucapnya dengan mulut mengerucut.

Menma menaikan kedua alisnya, "Wah.. benarkah kau tidak bodoh? Bagiku kau tetap anak perempuan yang bodoh dan ingusan seperti beberapa tahun yang lalu." Ucapnya dengan nada mengejek.

"Sialan kau Menma! Jangan mengejekku terus MenMaho!" ucapnya dengan nada geram. Menma seketika mengernyit tidak terima. "Kau bilang apa tadi? MenMaho?!" ucapnya dengan nada tersinggung. Kini balik Naruto yang menyeringai puas.

"Memang kenapa? Kau memang Maho kok! Kau kan memiliki kelainan dengan ka –Akh! Ittai!" teriak Naruto ketika mendapat jitakan keras dari Menma.

"Kau masih kecil, berani berkata seperti itu. Awas kau jika berani berkata seperti itu." dan dengan begitu, tangan Menma menggelitik pinggul Naruto hingga sang empunya meminta ampun memohon jangan diteruskan.

Tanpa mereka sadar, sepasang mata onyx mengintai mereka dari kaca pintu kamar Naruto. Tangannya terkepal erat, matanya berkilat tajam, namun wajahnya tetaplah datar.

Uchiha Sasuke, menyaksikan dengan mata kepala sendiri! Melihat Gadis pujaan hatinya sedang bercanda dengan lelaki yang tak dikenalnya hingga seperti itu. Hatinya terasa panas! Ingin sekali dia memukul laki-laki yang secara fisik hampir mirip dengannya itu, hanya berbeda warna mata saja dan mengatakan bahwa 'Namikaze Naruto adalah milikku dan kau! Tidak boleh menggodanya! Hanya aku yang boleh!'

Hanya saja apadaya. Dia hanya mampu diam membeku, melihat pemandangan yang membuat dirinya terbakar api cemburu itu berlalu. Toh dirinya juga bukan siapa-siapanya Naruto. Dan fakta itu, serasa menusuk jantungnya berkali-kali.

Sasori yang saat itu sedang ada di lobi, berjalan sambil membawa 2 cup Ice Coffee melihat Sasuke berdiri didepan pintu kamar adiknya mengernyit heran. Dia melihat Sasuke berdiri mematung, melihat ke dalam. 'Kenapa dia tidak masuk?' pikir Sasori.

Hampir saja dia menyapa Sasuke, ketika Sasuke segera berlalu tanpa memasuki kamar adiknya. Terlihat dari langkahnya yang tergolong cepat dan penuh emosi itu membuat Sasori mengernyit heran. Dengan segera dia mendekati pintu kamar Naruto dan mengintip di baliknya. Sasuke pergi tanpa mengetahui Sasori yang balik mengintai dirinya.

Terpampanglah Naruto yang memang sedang bercanda dengan Menma. Sasori menyeringai, ah.. pemandangan yang bagus bukan? Uchiha Sasuke..

'Sepertinya akan menarik..'

.

.

"Fuaaaah! Lama sekali aku tidak menghirup udara di Jepang! rasanya rindu." Ucap Menma setengah bertariak. Memang ini pertama kalinya dia pulang setelah 5 tahun tidak menjejakan kaki di tanah kelahirannya. Sibuk menata hati dan pikirannya.

"Ck! Salahmu yang tiba-tiba menghilang." Ucap Naruto sambil memutar mata bosan. Menma menoleh dan tersenyum. "Sejak di pesawat tadi, wajahmu muram.. ada apa?" tanyanya dengan senyuman lembut. Banyak gadis yang tidak sengaja menoleh ke Menma langsung kagum melihat ketampanannya. Berbeda dengan Sasori dan Naruto yang kini tengah menyamar.

Bisa mati mereka, jika seseorang mengetahui identitas mereka sebagai seorang Artis yang sangat Populer.

Naruto mendengus, "Bukan urusanmu." Jawabnya ketus, lalu segera berlalu dari hadapan Menma yang kini hanya cengo menatap punggung Naruto yang menjauh. Lalu menggeleng kepalanya pelan. Sasori menepuk pelan pundak Menma.

"Ayo.." ajaknya sambil menatap Menma lewat kaca mata Hitamnya.

.

.

Besoknya..

Seluruh warga KHS gempar!

Bagaimana tidak? Naruto datang dengan 2 orang lelaki sekaligus! Oke tidak masalah dengan Sasori, karena mereka semua tau bahwa Sasori dan Naruto bersaudara (kembar). Sedangkan pria yang satu lagi? Itulah yang mereka tanyakan. Hal yang sama pun kembali terjadi, bisik-bisik tidak jelas. Mulai dari dugaan 'Laki-laki itu adalah Kekasih baru Naruto', lalu 'Bagaimana dengan Sasuke-kun?' Dll..

Dan dugaan yang paling kuat ternyata adalah 'Laki-laki tersebut merupakan Kekasih baru Naruto! Si vokalis dari grub Band CAPWAVE.'

Kenapa? Karena dengan santainya, Naruto mencium pipi kanan Menma, tanpa rasa bersalah di depan gerbang sekolah yang notabene sedang banyak siswa-siswi yang sedang berlalu lalang. Mulut mereka ternganga lebar. Ada juga yang iri dengan Naruto karena Menma juga tak kalah keren dari Uchiha Sasuke.

Menma juga, dia malah tersenyum lembut dam balas mencium pipi kanan Naruto. Ah, Dugaan yang sebenarnya sangat-salah itu malah semakin menggemparkan Seluruh Siswa-siswi KHS. Apalagi, muncul semburat merah di wajah Naruto. Terlihat sekali bahwa mereka seorang sepasang kekasih yang baru saja dimabuk Asmara.

Semua melihat itu! Tak terkecuali anggota Ice Bloods, Dan Uchiha Sasuke. Ah, jangan lupakan Haruno Sakura yang pertama kali melihat adegan itu dengan raut wajah bingung berubah menjadi seringaian kejam. Bukankah ini bagus untuknya? Sasuke cemburu.. dan dia harus memanfaatkan kesempatan ini. Kini Sakura sedang berdiri di lantai 2 dan dia melihat semuanya.

Sasuke sendiri sebenarnya masih ada di lapangan parkir, hendak masuk menuju kelasnya. Baru saja dia keluar dari mobilnya, matanya langsung mendapatkan oleh-oleh manis dari Naruto dan –entah siapa itu yang membuat dirinya kian tambah panas. 'Sial!'

Karena terbawa emosi, dengan sengaja dia membanting pintunya yang suaranya sangat keras. Hingga menarik perhatian semua orang yang ada di sekitarnya. 'Presetan dengan mereka!' batin Sasuke panas, dan tanpa peduli lagi dengan semua orang juga teman-temannya. Dia pergi meninggalkan lapangan parkir dengan penuh emosi.

.

.

TBC

Huahahahaha.. ngaret lagi ya? #garukkepala. #ditendang.

Gomeeeeen! Aku telat lagi apdetnya, malah lebih dari sebulan dan chap nya tetep aja pendek! Dan tiba tiba, di sampul nya aku tulis Hiatus tanpa pamitan. (=A=)

Sebenernya, jujur aku lagi kehabisan ide. Gimana buat Sasuke cemburu, dll. Dan terpampanglah ide ini. Bentar lagi Sasuke akan jadi Sasuke yang dulu.. tidak ada kejahilan atau apapun. ._.
Dan Sakura, mungkin akan segera beraksi. Ah ya, Hiatusku masih belum selesai. Ini ngerjain nya aja nyolong waktu biar bisa apdet. Soalnya aku mau ujian kenaikan kelas.

Dan juga, Nilai Matematika ku bener-bener KO! Jadilah, Laptopku sementara disita biar gak keasikan bikin ffn. #curhat.

Baiklah, pada intinya aku bener-bener minta maaf, jika chap ini mengecewakan, pendek, typo dan sebagainya. Terimakasih bagi kalian yang udah setia nunggu FFn abal ini. Aku gak nyangka klo cerita yang berawal dari iseng mikir aja banyak yang suka. #nangisbombay.

Dan juga, semoga cerita ini segera tamat ya? banyak yang ngarep klo Naruto sm Sasuke jangan di pisahin di akhir cerita. Maunya sih gitu.. tapi karena dulu habis baca novel tentang persahabatan dan sad ending, dapet dah bayangan gimana sad endingnya. Klo Happy endingnya belum dapet sama sekali. Jadi intinya, kalian berdoalah apakah ini Sad ending atau Happy ending. Karena aku tidak akan memberitahukan kalian gimana.. soalnya kan masih MUNGKIN... ._. jadi masih bisa Happy Ending.

Oke oke, Gomeen kepanjangan. See you latter.. g bisa nulis Riviewers karena kepanjangan curhat. Thanks ya..

Mind to review? Thanks before... :3