CAP'BLOODS

RATE : T

DISCLAIMER : Naruto milik Masashi Kishimoto, sedangkan cerita ini milik saya, dan saya sudah ijin kok ke Pak Masashinya..

GENRE : Romance and Friendship, maybe Angst.

WARNING : ide pasaran, abal abal, gaje, (miss) typo,OOC dan masih banyak lagi... (-.-)

SUMMARY : lalu, bagaimanakah kehidupan selanjutnya dari kedua grup setelah persaingan di mulai? Akankah tumbuh cinta di antara mereka?


Chapter 14

.

Berantakan? Urakan? Terlalu Santai? Tidak peduli? Tidak Peka? Terlalu Polos.. atau mungkin terlalu Bodoh?

Yah, itu semua yang dimiliki oleh Namikaze Naruto. Atau Uzumaki Ryu..
Gadis yang dulunya sangatlah culun dan tidak mempunyai teman itu, kini dalam sekejap berubah menjadi Gadis yang Populer, namun tetap saja.. sifat ceroboh dan Blak-blak-annya itu tidak bisa hilang.

Dan semua karena siapa? Oh.. berikan tepuk tangan yang meriah untuk sang kembaran, Namikaze Sasori. Kakak sekaligus Kembaran dari Namikaze Naruto. Jika bukan karena dia, mungkin Namikaze Kuning itu masih mendekam di balik kacamatanya yang setebal sepuluh cm itu. Dan rambut yang selalu dikepang longgar itu. Kemana-mana selalu membawa buku –yang entah apa itu.

Dan selalu menjadi bahan ejekan yang paling empuk dari semua anggota di KHS ini.

Ah.. sayangnya itu dulu. Mungkin kita sedikit flashback mengenai Naruto dan Sasuke. Taruhan bodoh.. hingga saling memperbudak selama sebulan, yang kini tidak jelas nasibnya bagaimana. Dan sekarang? Uchiha Tampan nan Angkuh tersebut.. jatuh cinta kepada Gadis Yang terlalu polos.. atau mungkin bisa disebut bodoh.

Dan membuat dirinya terbakar api cemburu.. karena kebodohannya itu.

.

.

Ne, Sasuke terbakar api cemburu? Siapa yang percaya.. tapi itu kenyataan nya sekarang. Dilihat dari dirinya yang berbeda dari biasanya –mungkin. Untuk orang yang peka.

Sasuke semakin dingin sikapnya, saat dia menuju kelasnya. Bahkan panggilan dari temannya pun tidak di hiraukannya sama sekali. Bodo amat! Batin Sasuke, "Anak itu kapan pekanya sih?" makinya pelan. Kenapa pula dia harus melihat ciuman itu?!

Ah, pelajaran sudah hampir dimulai. Dan Sasuke malas mengikuti palajaran hari ini. Toh otaknya sudah jenius bukan? Sekali lihat langsung mengerti. Jadilah, beberapa jam dia menghilang entah kemana.

Tanpa mengabari teman-temannya sedikitpun.

.

.

Naruto sedang berjalan menuju kelasnya dengan santai. Terlalu santai, untuk orang yang sekarang sedang di gosipkan oleh seluruh penduduk KHS.

"Ne, Namikaze-san.." –hingga panggilan seseorang menghentikan langkahnya.

Naruto menoleh, dan mendapati seorang gadis berambut Pink tersenyum kepadanya. Atau mungkin menyeringai? Entahlah.. terlalu bodoh untuk menyadarinya bagi Naruto.

"Ya?" Jawabnya dengan bingung. "Maaf.. Kau.. siapa?" ucapnya perlahan. Takut membuat gadis itu tersinggung. Seingatnya dia pernah bertemu dengan gadis ini, tapi dia lupa. Entah dimana.

Wajah gadis itu berubah sedikit muram. "Ah, kau tidak mengingatku ya.. mungkin karena kita belum berkenalan secara resmi." Ucapnya pelan. "Ah, maaf, mungkin aku lupa siapa kau." Ucap Naruto cepat takut membuat perasaan gadis itu terluka.

Gadis itu hanya tersenyum simpul, "Tidak masalah Namikaze-san. Perkenalkan namaku Haruno Sakura. aku TEMAN masa kecil Sasuke-KUN."

'Sasuke.. –kun?' entah kenapa, Naruto mendengar Sasuke dipanggil seperti itu oleh gadis lain, hatinya terasa panas.

"Teme? Kau temannya Teme?" ulang Naruto dengan nada ambigu. Entahlah, perasaannya mengatakan, jangan berbicara dengannya. Tapi sungguh sangat tidak sopan meninggalkan orang yang baru kita kenal ini dengan cepat. Ah, mungkin jika dirinya Sasuke, dia akan pergi tanpa menanggapi gadis berambut pink ini.

Tapi, sayangnya dirinya bukan Sasuke!

Beberapa detik dia terdiam, sebelum dia mengeluarkan suara,

"Ah." Naruto tersentak ketika merasa pipinya sedikit di tampar oleh seseorang, karena kebanyakan melamun. "Apa yang kalian lakukan disini?" ucap orang itu dengan datar.

DEG

Suara ini, Naruto segera mendongak dan mendapati kepalanya terbentur dagu seseorang yang lebih tinggi darinya.

"Aw!" pekiknya pelan.

"Bodoh." Ejek seseorang menanggapi kecerobohannya.

"Hei apa Mak-!"

"Sasuke-kuuun~~" teriak Sakura langsung memeluk Sasuke yang sedari tadi berdiri di hadapan Naruto. Layaknya slow motion, Mata Naruto melihat semua dan terus berulang. Mulai dari adegan dimana Sakura berlari sampai memeluk Sasuke. Entah kenapa,

'Mataku terasa panas?' tanya Naruto dalam hati.

"Ck! Sakura lepaskan." Ucap Sasuke kasar. Sakura bukannya malah menjauh, tapi malah semakin mengeratkan pelukannya. "Tidak mau~" ucapnya manja. Naruto semakin bingung dengan perasaannya.

'Ada apa sih ini?' tanyanya dalam hati. Dia bingung dengan perasaannya yang merasa tidak terima jika Sasuke dipeluk oleh gadis lain, dia juga bingung kenapa matanya terasa panas. Dia juga bingung, kenapa dia merasa Sasuke itu miliknya. Ah! Sial! Perasaan apa ini?

Tanpa dia sadari, mata kirinya mengeluarkan air mata yang bahkan tidak dia rasakan.

Naruto menunduk karena tidak mau melihat adegan itu, tangan kirinya terangkat menutup mata kirinya, yang sudah keluar air mata itu. Seluruh poninya terjatuh menutupi matanya. Tangan kanannya meraih dada sebelah kirinya.

'Kenapa.. dadaku terasa sesak? Kenapa Sasuke harus dipeluk gadis itu?' ucap Naruto semakin bingung. Sasuke yang menyadari gelagat aneh dari Naruto segera berhenti memberontak dari Sakura, dan bertanya dengan nada khawatir ke arah Naruto.

"Hei, kenapa? Kau tidak apa-apa Dobe?" tanya Sasuke khawatir. Sakura hanya menoleh dan menatap bingung Naruto.

Naruto hanya menggeleng pelan tanpa menatap mata Sasuke sedikitpun.

Sasuke hanya mengernyitkan alisnya bingung. Dia berjalan mendekat tanpa melepaskan pelukan Sakura di tangannya. "Naruto..?"

Tangannya mencoba menggapai wajah Naruto yang terus menunduk. Tapi segera terhenti setelah melihat kilapan di pipi kiri Naruto. Namun itu hanya terjadi beberapa detik, segera Sasuke mempercepat tangannya dan menarik wajah Naruto dengan lembut.

Disaat itu lah, mata mereka bertatapan. Di saat itu juga air mata Naruto di mata kanannya yang berusaha dia tahan keluar. Karena di saat itu juga Naruto melihat tangan Sasuke di peluk erat oleh Sakura.

Sasuke yang menyadari arah pandang Naruto, mencoba melepaskan tangan Sakura, namun tidak bisa karena Sakura menahannya. 'Sial!' batin Sasuke, menyadari kalau Sakura sengaja melakukan ini.

Reflek Naruto menepis kasar tangan Sasuke di wajahnya, dia tersenyum walau matanya menangis.

"Ne Sasuke.."

Ucapnya terbata.

"Ada kekasihmu.. tidak baik tau!" ucapnya pelan sambil melangkah mundur.

"Selamat ya.." Ucap Naruto dengan sejuta sakit di dadanya, namun dengan sebuah senyuman di wajahnya. Sasuke hanya bisa bengong sekaligus kaget melihat tanggapan Naruto.

Naruto berbalik, dengan cepat dia pergi meninggalkan lorong yang sepi itu.

'Bodohnya!' batin Naruto sambil mengusap matanya kasar.

Dan kini Naruto tau mengapa dia merasa sakit di dadanya ketika melihat Sasuke dipeluk Sakura sedemikian eratnya.

Dia.. telah jatuh cinta. Untuk pertama kalinya.

Cinta pertamanya.

.

.

"Brengsek!" umpat Sasuke pelan. Sakura hanya menoleh dan menatap polos Sasuke seolah dia tidak melakukan kesalahan sebelumnya. "Kau berbicara apa Sasuke-kun?" tanyanya dengan senyum manis, dan semakin mengeratkan pelukan-nya hingga Sasuke merasakan dada Sakura yang kenyal.

Sungguh, Sasuke sangat merasa jijik dengan Sakura yang sekarang.

"Sakura.. lepaskan aku." Ucap Sasuke dalam. "Untuk apa?" tanya Sakura tanpa merubah nada bicaranya yang terkesan ceria, namun terdengar menjijikan di telinga Sasuke.

"Kubilang..-

Ucap Sasuke sambil menggerakan lengannya

-Lepaskan aku Brengsek!"

Dengan cepat Sakura terbanting ke arah lantai. Yah, Sasuke baru saja membanting Sakura ke arah lantai. Kali ini tidak ada Sasuke yang berusaha menjaga perasaan sahabatnya. Yang ada Sasuke yang selalu dingin dengan orang asing.

Dan sekarang, Sakura termasuk jajaran orang asing di mata Sasuke.

"Kenapa Sasuke-kun?" ucap Sakura pelan sambil menahan tangis di wajahnya. Ini menyakitkan, Sasuke tidak pernah berusaha menolaknya hingga ini yang terparah.

"KAU YANG KENAPA HAH?!" Bentak Sasuke. Karena mendengar benturan dan suara gaduh, kelas menjadi ricuh dan saling mengintip di jendela kelas mereka.

Sakura hanya bisa menatap terkejut Sasuke yang barusan membentaknya.

"Dengar!" Ucap Sasuke dingin. "Aku hanya mengatakan sekali." Tambah Sasuke. Sakura hanya bisa terpaku mendengar kelanjutan ucapan Sasuke.

"Aku tidak pernah menerimamu. Aku tidak mencintaimu. Hentikan semua ini. Dan kali ini kita bukan sahabat. Kita orang asing! Puas?! Berpura-pura saja kita tidak ada hubungan, kita tidak pernah mengenal. Kau bukan Sakura yang dulu, kau bukan Sakura yang kukenal. Begitu pula aku.."

Sasuke diam sesaat.

"Aku bukan Sasuke yang dulu kau kenal. Kita orang asing, jauhi aku! Jauhi Naruto." Setelah mengucapkan hal itu Sasuke pergi berlari meninggalkan lorong, mengejar Naruto.

Tangan Sakura terkepal erat. Pipinya memerah menahan tangis dan perasaan kecewa juga marah.

Seluruh anggota Ice Bloods hanya bisa terpaku melihat Sasuke yang berani membanting Sakura. untuk pertama kali, dia menolak Sakura sekasar itu.

Mereka melihat semuanya. Mulai dari Sakura yang menyapa Naruto. Gara-gara mereka juga Sasuke ada disitu. Shikamaru segera menelepon Sasuke ketika melihat Sakura bercakapan dengan Naruto. Dan seperti yang diduga, Naruto langsung blank ketika mendengar Sakura memanggil Sasuke dengan embel-embel Kun.

Sasuke segera berlari ketika mendengar pemberitahuan dari Shikamaru, berlari sekencang mungkin.

Mereka kini keluar dari tempat persembunyiannya.

"Sakura.." ucap Neji pelan.

Sakura hanya bisa menatap kosong mereka ber-empat. "Kali ini kau sudah keterlaluan.." lanjutnya.

Hanya itu. Setelah itu mereka ber-empat –ralat mereka bertiga pergi. Hanya Gaara-lah yang tinggal. Dia hanya menatap datar Sakura.

Benar dia mencintainya, benar dia ingin melindungi Sakura. membuat Sakura menatap dirinya yang selama ini selalu menunggunya. Membuat Sakura berpaling dari Sasuke ke arahnya. Tapi apa daya, Sakura telah buta akan Sasuke. Dia hanya bisa menanti –terus menanti hingga entah kapan..

"Sakura.." suara berat Gaara tidak membuat Sakura bergeming. Gaara membiarkan angin membawa suaranya pergi tanpa dihiraukan oleh Sakura. dia berjongkok tepat di depan Sakura. Menatap mata Sakura yang kini hanya menatap dirinya dengan tatapan kosong.

"Maaf.." ucapnya pelan sambil mengusap pipi Sakura perlahan. Sakura kini mulai membalas tatapan gaara dengan tatapan bingung, juga takut. "M-maksudmu?" tanya Sakura bingung.

Gaara hanya tersenyum tipis.

"Aku memang mencintaimu, tapi aku juga Sahabat Sasuke." Ucap Gaara ambigu. Sakura hanya diam, ekspresi wajahnya tetaplah beku. "Jadi.. kau sudah memilih?" tanya Sakura. Gaara hanya mengangguk.

"Aku akan melindungi Sasuke apapun yang terjadi. Bahkan jika itu melawan kau sendiri Sakura." Lanjut Gaara tegas. Setelah itu dia berdiri, tanpa menatap Sakura lagi dia berbalik meninggalkan Sakura.

Satu.. lagi?

Satu persatu meninggalkanku?

Sakura tersenyum, perlahan-lahan dia tertawa, semakin keras. Dia tertawa dengan keras tanpa alasan yang jelas. Pupil mata Sakura mengecil. Pandangan matanya kosong

"Ne, Sasuke kun!" ucapnya ceria. "Kalau aku tidak bisa memilikimu.. maka Semua pun tidak bisa!" tambahnya lagi, dengan nada kekanakkan. Senyumnya terpatri dengan jelas dibibirnya. Tetapi yang ada hanyalah senyuman kosong.

"Tapi kalau sekarang sepertinya terlalu mendadak.. ne, Sasuke-kun?" tanya Sakura pada dirinya sendiri. Nadanya masih tidak berubah. "Mungkin, aku harus memberi kalian waktu dulu?" tanyanya lagi. Wajahnya, mirip anak kecil yang bingung ketika di tanyai disuruh memilih antara Es Krim, atau Permen.

"Ah, baiklah.. 2 hari atau 3 hari, mungkin cukup. Atau mungkin 1 jam saja? 5 menit? AHAHAHAHA..! sepertinya aku terlalu terburu-buru." Ucap Sakura lantang. dia tertawa dengan pandangan mata yang kosong.

"Naruto, kau juga.. sebentar lagi kita bermain ya?" ucapnya dengan senyum lagi. "Tapi mainnya, sampai nangis. Nanti kalau tidak menangis tidak seru.." ucapnya sambil mengatupkan kedua tangannya. Beberapa saat, keadaan menjadi hening. "Baiklah!" Seolah-olah mendapatkan jawaban, Sakura berseru sendirian.

Dia berjalan setengah melompat-lompat senang, menuju kelasnya.

Disanalah, satu kelas melihat Sakura yang berbeda. "Ne, sensei.. gomenasai saya terlambat. Boleh saya duduk?" ucapnya dengan senyum yang kosong. Ah, lebih tepatnya seluruh penduduk KHS telah melihat Sakura yang berubah itu. sejak, pertengkarannya dengan Sasuke. Uchiha Sasuke.

.

.

Sasuke berlari mengelilingi KHS. Sudah 4 jam dia menghilang dari pelajaran, dan selama itu pula dia sudah mengitari gedung KHS yang luasnya lumayan itu hanya untuk mencari gadis berambut blonde. 'Sial! Sial! Sial!' Sasuke terus mengumpat dalam hati.

Kenapa dia tidak lebih keras lagi melepas pelukan Sakura?

Kenapa dia tidak bisa tegas ke Sakura?

'Cih!' Sasuke hanya bisa berdecih sambil terus berlari. Dia sudah mendobrak pintu kelas Naruto seperti kejadian lalu, namun nihil yang ada dia hanya di jejali dengan pertanyaan sensei Naruto yang saat itu mengajar. Tanpa menjawab dia malah menunduk lalu menutup pintu kelas Naruto dengan kasar lalu pergi.

"Yo!" sapa seseorang sok akrab dengan Sasuke. Sasuke berhenti, lalu menoleh dengan tatapan dingin khas Uchiha-nya itu. "Kau mencari bocah itu?" tanya seseorang tanpa berbasa-basi. Tentu saja dia tau siapa bocah yang dimaksud nya itu. Tapi, siapa laki-laki ini?

"Siapa kau?" tanyanya tanpa basa-basi. Sasuke juga ingat Laki-Laki ini yang mencium pipi Naruto di depan gerbang Sekolah tadi pagi. Dan sialnya, orang ini malah datang di saat Sasuke sedang ingin menonjok orang ini.

"Santai saja.." ucap laki-laki yang memiliki rambut jabrik berwarna hitam itu. "Naruto, barusan dia menelepon ku. Meminta menjemputnya di sekolah." Ucapnya datar. Tatapan mereka saling beradu. Sasuke semakin gencar ingin membunuh orang ini!

"..." ah, sayangnya Gengsi menahan Sasuke untuk bertindak lebih lanjut. Dia hanya dia menatap laki-laki itu dengan datar. Walau dalam hati panas. Menma dengan santainya mengeluarkan seputung rokok dari sakunya. Menyulutnya dengan tenang, lalu menghisapnya perlahan.

Sasuke hanya diam memperhatikan gerak-gerik orang ini. "Kau tau dimana dia?" ucap Sasuke akhirnya. Menma hanya tersenyum tipis. Akhirnya bocah ini bertanya juga. Batin Menma.

"Perkenalkan dulu aku Menma. Kau pasti Uchiha itu kan? Sasuke, si artis dari Ice Bloods." Lanjut Menma tanpa jeda.

"Kau sudah tau. Dimana Naruto?" tandas Sasuke. Dia benci basa-basi! Dan orang ini malah mengulur waktunya. Menma hanya tertawa kecil. "Well.. kau sangat berbanding jauh dengan Naruto." Ucap Menma ambigu.

"Dimana Naruto?" tanya Sasuke sekali lagi. Tanpa membalas ucapan Menma.

"Coba kau tebak. Sekarang Naruto di mana?" Tanya Menma balik. Sasuke hanya bengong, "..hah?" ucapnya bingung. "Aku bilang, coba tebak dimana Naruto sekarang?" ulang Menma santai. Mereka kini ada di halaman depan Sekolah. Jadi Menma bisa tenang merokok tanpa menganggu pelajaran.

"Apa maksudmu?" tanya Sasuke tambah bingung. Menma hanya bisa melirik malas Sasuke, 'ternyata Uchiha bisa bodoh juga.' Ucapnya malas dalam hati.

"Kau tau kesukaan Naruto?" tanya Menma. "Ramen." Jawab Sasuke cepat.

"Selain itu?" tanya Menma lagi. Sasuke berpikir sesaat, lalu menjawab, "Angin." Ucapnya datar. Menma kembali menghisap rokoknya sebelum bertanya lagi. "Kau tau dari mana? Apa dia pernah mengatakannya pada mu?" tanya Menma langsung.

"Tidak. Tapi aku tau, dari kebiasaannya memanjat pohon Sakura di halaman belakang sekolah saat sore hari. Jadi, sekarang dimana Naruto?" ucap Sasuke jengah. Menma kembali tersenyum tipis.

"Coba tebak, selain di atas pohon, tempat yang banyak anginnya di mana hm?" tambah Menma. Otak jenius Sasuke segera berpikir cepat. Angin?

"Pan..tai?" ucapnya pelan. Menma hanya menatap malas Sasuke. "Baru sadar, heh? Ternyata Uchiha tidak sejenius itu." Ucap Menma menyindir Sasuke. Kali ini Sasuke tidak peduli dengan ejekan Menma. Untuk pertama kalinya, seseorang bisa mengejeknya tanpa dia balas dengan bogem mentah.

"Dia ada di pantai. 2 jam kau berlari mengelilingi sekolah. Dan sekarang jam 10 pagi. Kira-kira pantai terdekat disini jaraknya 2 jam jika di tempuh dengan mobil. Tapi, karena Naruto bukan gadis tulen. Jadi dia menggunakan sepeda motor, dan mungkin dia hanya menempuh waktu satu jam saja." Jelas Menma, tanpa memperdulikan Sasuke memperhatikan dirinya atau tidak.

"Jemput dia. Aku malas." Lanjut Menma. Sasuke hanya melirik sekilas ke arah Menma. Tidak ada senyuman karena dia masih jengkel dengan laki-laki ini.

Bodohnya dia masuk ke dalam permainan pria ini. Sampai-sampai tidak sadar kalau Naruto juga suka angin!

"Hn." Sasuke berbalik, menuju lapangan parkir. Oh, benar-benar untuk kali ini saja. Dia membiarkan nama Uchihanya tercoreng hanya gara-gara gadis bodoh itu.

Tapi setelah beberapa langkah, dia berhenti lalu berbalik menghadap Menma lagi. Beberapa detik mereka berpandangan, mata Sasuke menajam menatap Menma. "Ciuman mu tadi pagi..-

Menma hanya bisa membalakan matanya terkejut.

-akan kubalas hingga bibirmu membiru." Ucap Sasuke dingin lalu benar-benar meninggalkan Menma.

Ah, sepertinya ada yang cemburu ternyata?

Ucap Menma dalam hati. Menma menyeringai, "Kau pikir aku siapanya?!" teriak Menma cepat. Sasuke berhenti melangkah lalu menoleh ke arah Menma. Beberapa detik dia diam hanya menatap Menma, "..Entahlah, hanya saja Naruto bukan milikmu. Dia gadisku." ucap Sasuke sambil menyeringai. "..sebentar lagi." Lanjut Sasuke bergumam. Tanpa didengar Menma.

Menma hanya bisa membeku mendengar Sasuke berucap seperti itu.

.

.

Naruto kini sedang duduk di pasir sambil menikmati angin yang berhembus meniup rambut nya. 2 jam yang lalu, Naruto menelepon Menma, tapi yang ada malah 2 jam itu juga dia menunggu Menma. Dan hasilnya, Nihil. Menma sama sekali tidak datang.

Tapi toh, Naruto juga tidak peduli lagi. Mungkin, dia hanya mengabari Menma –lebih tepatnya. Dia sama sekali tidak meminta untuk dijemput. Tapi dia tau tafsiran pikiran Menma, pasti menyangka dirinya untuk meminta dijemput di lokasi sekarang ini.

"Terserah.." gumam Naruto.

Mau datang terserah, tidak datang tambah untung.

Dari tadi di pikirannya terus melayang-layang pelukan Sakura ke Sasuke. Naruto semakin menenggelamkan wajahna kelipatan tangannya. 'Kenapa jadi begini?' tanya Naruto dalam hati.

Dulu dia selalu mengejek Sasori dan Ayame jika mereka saling cemburu lalu balikan. Hingga akhirnya, kini dia yang kena batunya. 'Jadi begini yang dirasakan Ayame-nee ketika melihat Sasori didekati gadis lain?' ungkap Naruto.

Di sisi lainnya, Sasuke ngebut habis-habisan dengan mobil sportnya. Presetan dengan kendaraan lainnya, berkali-kali dia hampir menabrak truk, dan mobil lainnya. Berkali-kali pula dia mendapat cemooh yang tidak sedap di telinga.

Hingga, 1 jam dia berhasil sampai di pantai itu. Mobilnya berhenti ketika melihat motor sport yang dulu pernah digunakannya oleh Naruto. Dia teridam sesaat, lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru pantai.

Rambut Naruto yang cukup mencolok, di tambah seragamnya membuat Sasuke mudah mengenali Naruto. Dia hanya tersenyum kecil sebelum keluar dari mobil tersebut. Dari kejauhan, Naruto tampak seperti gadis kecil berumur 5 tahun yang tersesat. Karena postur tubuhnya yang lumayan kecil dan kurus.

Sasuke melihat jam tangannya, '11.10' gumam Sasuke dalam hati. Sudah hampir makan siang rupanya. Dan dia yakin Naruto belum makan seharian, jadi dia mampir dulu ke sebuah toko kecil di dekat pantai untuk membeli roti.

Bel berbunyi, otomatis sang pramusaji mengucapkan salam untuk si pelanggan. "Selamat datang di toko kami a-" matanya membulat ketika menyadari siapa yang datang ke toko kecilnya.

UCHIHA SASUKE!

"S-Sasuke?" gumam pelayan itu pelan. Sasuke menoleh, lalu segera menghampiri pramusaji itu. semakin dekat, semakin jelas wajah Sasuke. Dengan seragam SMA khas nya itu, membuat Sasuke tampak lebih mempesona. Dan hampir membuat pramusaji itu pingsan.

"Uchiha S-sasuke?" panggil pramusaji itu pelan. Sasuke, hanya menatap pelayan itu, lalu tersenyum tipis sambil mengarahkan telunjuknya kearah bibirnya. 'Ssst' desisnya.

Di tempat Naruto, perut gadis itu sudah melilit ingin minta makan. Naruto hanya bisa menyentuh perutnya perlahan sambil meringis. Ah, dia lupa kalau dia belum sarapan. Karena tadi pagi, kakinya di tarik Menma secara tidak manusiawi, dan di buang ke bak mandi, sebelum diguyur dengan air dingin. Membuat rumah Namikaze itu ramai lagi, karena selama beberapa hari kembaran Namikaze itu menghilang.

Naruto menoleh ke belakang, dan melihat ada mobil di belakang motornya. Sayangnya Naruto lupa kalau itu adalah mobil Sasuke, dia sudah tidak peduli karena di belakang mobil itu terdapat toko kecil yang menyediakan makanan.

"Mungkin roti dengan teh tidak masalah." Gumam Naruto.

Dia segera berdiri, menepuk-nepuk roknya perlahan, lalu melenggang dengan santai ke arah toko tersebut.

Dan saat itulah mereka berdua hampir bertemu.

Sasuke masih berdesis, pelan lalu menurunkan tangannya. Wajah sang pramusaji sudah memerah bak kepiting rebus sekarang ini. "A-ada yang bisa kubantu ng- U- ah, Tuan?" hampir saja dia keceplosan memanggil nama keluarga Uchiha.

Sasuke tersenyum tipis lagi, "Kau panggil Sasuke juga tidak apa-apa." Hampir saja, nyawa sang pramusaji itu melayang ke langit ke-tujuh, mendengar Sasuke menyuruh dirinya memanggil dengan nama kecilnya, lalu senyumnya yang –yang, ah... susah menjelaskannya.

"B-baik, S-s-s-Sasuke, a-ada yang bisa ku bantu?" ucapnya gagap setengah mati. Sasuke merubah raut wajahnya menjadi biasa, "Tolong bisa kau ambilkan roti, dan sebotol air putih." ucap Sasuke tanpa bisa di bantah. Sang pramusaji hanya bisa mengangguk tanpa sanggup menjawab.

Terdengar suara gemerincing bel lagi, namun tidak ada sambutan dari penjual toko. Membuat sang pelanggan mengernyit heran. "Kemana Pramusaji nya?" tanya pelanggan itu dalam hati. Karena mungkin tidak sadar, dan tidak peka dengan aura Sasuke. Pelanggan itu masuk, dan berdiri tepat di samping Sasuke.

"Permisi.." panggilnya sambil celingukan mencari sang pelayan. Sasuke hanya melirik sebentar ke arah pelanggan di sampingnya, dan dia hanya bisa diam dalam terkejut, melihat siapa di sebelahnya. Naruto!

Tapi sepertinya dia tidak mennyadari ku. Batin Sasuke, jadi dia hanya memilih diam saja, sambil memperhatikan Naruto diam-diam.

Pramusaji itu menghampiri Sasuke –dan disampingnya Naruto, dengan wajah yang masih bersemu merah. Atau mungkin masih sangat merah. "I-ini." Ucapnya pelan sambil memberikan pesanan Sasuke. Naruto hanya bisa mengernyit heran melihat pelayan tersebut.

Wajahnya sangat merah, dan cara bicaranya sangat pelan. Mungkinkah dia sakit? Pikir Naruto. "Hei, Nona, wajahmu sangat merah." Ucap Naruto blak-blakan. Seketika, membuat si pelayan terkejut setengah mati. Dan membuat si Pelayan tambah salah tingkah.

Ah, si Pramusaji tidak mengenali wajah Naruto, karena Naruto menggunakan kacamata tebalnya itu. hanya saja, rambutnya dibiarkan tergerai. "Ah, maaf nona. Saya tidak menyadari kehadiran anda." Ucap Pramusaji itu sopan. Naruto hanya tersenyum memaklumi.

"Tidak masalah, ngomong-ngomong bisa kau ambilkan 2 buah roti kasur, dan 1 botol air mineral?" tanya Naruto santai. Pramusaji tersebut mengangguk, sambil mencuri pandang ke arah Sasuke. Saat, pramusaji itu pergi Sasuke dengan santainya menyahut.

"Banyak juga makanmu heh?" ucapnya dengan nada datar. Mata Naruto yang ada di dalam kacamata segera melebar, mendengar suara itu. suara yang dikenalinya. Dengan cepat dia menoleh ke sampingnya, lalu mendongak ke atas, Sasuke melihatnya dengan pandangan yang tidak bisa di artikan, namun juga senyuman mautnya tidak hilang dari mulutnya.

Seketika, wajah Naruto merona merah melihat senyuman Sasuke. Hell! Siapa yang kuat dengan senyuman itu?! batin Naruto dalam hati. Pantas saja, pelayan tadi sangat merah wajahnya. Naruto langsung buang muka, karena tidak kuat memandang Sasuke yang seperti itu.

'Sial!' rutuknya dalam hati. 'Kenapa aku tidak menyadari Teme ada di sini?' lanjutnya menyadari kebodohannya dan kebebalannya itu.

"Kenapa? Kau salah tingkah? Oh, lalu siapa yang kau tangisi tadi itu?" ucap Sasuke berbisik di telinga Naruto. Niatnya Sasuke mau jahil ke Naruto, dan tentu saja itu sangat sukses. Wajah Naruto bertambah merah, matanya membulat lebar mendengar pernyataan Sasuke dan merasakan deru nafas Sasuke di telinganya. Reflek Naruto menjauh dai Sasuke.

"Apa-apaan kau Bodoh?!" pekik Naruto tidak terima, "Ng-Nona, maaf menganggu." Ucapnya sopan, ketika menyadari Sasuke lebih 'sedikit' berbeda dengan gadis di sebelahnya. Naruto tersentak dan menoleh ke arah pramusaji itu. "Ah, tidak masalah. Berapa semuanya?" tanya Naruto. "Semuanya, 2200 Yen."

Naruto segera merogoh sakunya, 'Tidak ada!' lalu merogoh ke saku rok nya, 'Tidak ada juga!' ukh, hari ini benar-benar sial! Pikir Naruto. Sudah, melihat adegan menyakitkan, dan sekarang uangnya hilang. Sasuke yang menyadari gelagat Naruto yang seperti kehilangan uang itu, hanya menghela nafas besar.

"Sekalian saja, hitung dengan punyaku." Sahut Sasuke, membuat kedua gadis muda itu menoleh ke arahnya. Si pramusaji kembali memerah wajahnya ketika melihat mata Sasuke. Naruto yang melihat hal itu, sedikit merasakan cemburu juga.

'Sial! Lagi-lagi perasaan ini!' rutuknya dalam hati. Dengan cepat Naruto membuang wajahnya, sambil cemberut. "Ng, itu.. 3200 yen jika dengan punyamu S-sasuke." Ucap pelayan itu sangat canggung. Lagi-lagi mata Naruto melebar, 'Sasuke?' apa dia tidak salah dengar?

"Maaf, kau tadi panggil dia apa?" tanya Naruto spontan. Sasuke dan pelayan itu menoleh ke arah Naruto bersamaan. Pelayang tersebut, hanya menatap bingung Naruto, sedangkan Sasuke menyeringai jahil ketika menyadari gelagat Naruto yang tidak suka dengan panggilan pelayan itu.

"Sasuke." Sahut Sasuke sendiri. Naruto melirik sekilas ke arah Sasuke. Lalu mebuang mukanya lagi. "Oh." Dingin sekali? Pikir pelayan itu. karena merasa bersalah, si pelayan akhirnya membungkuk membuat Sasuke dan Naruto melihat bingung ke arahnya.

"Maafkan saya nona, saya tidak tau jika ada mengenal dia atau bukan, atau anda mungkin kekasihnya atau bukan, tapi jika anda merasa kurang nyaman dengan pelayanan saya silahkan anda protes."

Tentu sajamendapat pernyataan itu membuat Naruto terkejut bukan main. 'Kekasih?!'

"A-aku bukan-"/"Tidak masalah." Potong Sasuke cepat. Dengan segera Sasuke merangkul pinggang Naruto, membuat Naruto terkejut lagi, "He-Hei!"

Sasuke tidak menghiraukan protes Naruto. "Kekasihku ini memang cemburuan kok."

'A-apa!?' ucap Naruto dalam hati. Kami-sama, aku harap aku salah dengar! Doa Naruto. Wajahnya memerah sempurna mendengar ucapan Sasuke barusan. "Teme! Lepaskan aku! Dengar ya, nona, aku bukan pacarnya si Teme. Jadi terserah kalau kau panggil dia apa bukan urusanku. Lagi pula pelayanan mu cukup memuaskan kok!" cerocos Naruto cepat. Si pelayan hanya menatap terkejut Naruto.

"Kenapa kau tidak bilang saja kalau kita sepasang kekasih?" sela Sasuke datar, tanpa menghiraukan si pelayan yang sekarang menjelma menjadi obat nyamuk. Naruto menatap tajam Sasuke dari balik kacamatanya. "Aku-Bukan-Kekasihmu-Teme!" tekan Naruto.

Sasuke menyeringai, "Oh ya?" 'Sial!' batin Naruto. Lalu siapa tadi yang peluk-pelukan di depan ku hah?! Teriak Naruto kesal dalam hati. "Ya." jawab Naruto dingin. "Lagi pula kau juga sudah memiliki kekasih, berambut pink dan cukup manis." Ucap Naruto dingin.

'Hah?'si pelayan tambah bingung dengan arah pembicaraan mereka. "Rambut pink?" gumam pelayan itu.

Aha, Sasuke berhasil memancing Naruto. Ternyata Naruto benar-benar cemburu. Sasuke menyeringai puas dalam hati.

"Oh, jadi kau cemburu?" tandas Sasuke to the point. Naruto semakin gelagapan menjawabnya. 'Gila! Kenapa anak ini semakin frontal?' teriaknya dalam hati. "Apa hakku?" tanya nya tambah dingin. Sasuke menyeringai lagi. Lalu dia menoleh ke arah pelayan itu, "Dengar ya, kau Saksi! Dengar dan lihat!" ucap Sasuke tak terbantahkan.

Sang pelayan hanya mengangguk cepat karena bingung.

Sasuke segera berbalik kearah Naruto yang kini mengernyitkan alisnya bingung. "Apa maumu sekarang hah?" ucapnya setengah membentak. Sasuke hanya diam. Tangannya masih setia di pinggang Naruto. Sedangkan Anruto masih bergerak-gerak gelisah karena tidak nyaman dengan pelukan Naruto.

"Dengar!" ucap Sasuke dalam, membuat gerakan Naruto berhenti seketika di tempat. Naruto mendongak, dan seketika itu pula, kacamata yang menempel di wajahnya menghilang seketika.

Si pramusaji shock melihat siapa gadis di depannya.

NAMIKAZE NARUTO!

Belum sempat selesai terkejut, Sasuke melanjutkan kata-katanya. "Sakura bukan kekasihku, dan aku menyukaimu. Dan aku akan membuktikannya sekarang."

CUP

Mata Naruto membulat lebar, sang pelayan yang menyaksikan adegan LIVE! Itu hanya bisa terpaku dengan wajah yang memerah sempurnya.

Naruto di kecup, tepat di bibirnya! Dan itu adalah ciuman pertamanya di bibirnya. Saksi berdiri tepat di depan mereka. Tapi itu hanya terjadi beberapa detik, Sasuke langsung melepaskan bibirnya, dan menatap tajam mata Naruto. "Kau puas? Atau masih kurang heh?" tanya Sasuke dengan seringai nakalnya.

Wajah Naruto memerah sempurnya, dia tidak bisa berkata-kata. Tadi terlalu cepat baginya, dan di perutnya serasa banyak kupu-kupu yang berterbangan. Tenggorokannya tercekat. Semua kata-katanya menggatung tepat di tenggoroaknnya.

"Nah, 100.000 yen. Kembaliannya simpan saja, hitung-hitung bayaranmu sebagai saksi kami. Dan.."

Sasuke menoleh ke arah Naruto.

"Mulai hari ini kau kekasihku! Mengerti?! Jika Menma menciummu seperti itu lagi, aku tidak segan jika menonjok bibir nya hingga membiru!"

Siang itu, Uchiha Sasuke baru saja mendeklarasikan kemenangan dirinya atas Namikaze Naruto. Mungkin, sebentar lagi berita akan heboh akan hubungan si Leader dari Ice Bloods, dan Vokalis dan Capwave.

Cinta mereka baru saja dimulai.. tapi kita tidak tau, seperti apa endingnya, dan kapankah itu? benar bukan?

.

.

"Kau menyuruh Sasuke untuk menjemput Naruto?" tanya Sasori. kini mereka berada di Studio musik Sekolah. Kelas sedang istirahat, jadi Sasori memutuskan untuk masuk ke raung club musik. Dan didalamnya ada Menma.

Dan, pada akhirnya Menma menceritakan semuanya. Sampai 'Bibir Membiru'.

"Gila!" hanya itu yang keluar dari mulut Sasori. "Yah, aku tau. Tapi sepertinya dia serisu dengan Naruto." Ucap Menma setengah melayang. "Mungkin." Jawab Sasori cuek. Toh, dia sudah tau bagaimana sifat Sasuke dan perasaan Naruto. Jika nanti Naruto pulang dengan membawa status baru, maka dia tidak akan terkejut dengan berita itu.

.

.

TBC

A/N:

AKHIRNYA! SETELAH LAMA SAYA TIDAK APDET, BISA JUGA!

MA-AAAAAAAAAF!

Kata maaf mungkin tidak cukup untuk menggantikan perasaan kesal para readers karena saya apdet terlalu lama. Saya juga manusia, saya sendiri sudah lama kehabisan ide masalah Cap'Bloods ini. (:

Tolong harap di maklumi.

Lagi pula, laptop saya juga sedikit trouble -_- #banyak alasan.

Wkwkwkwk.. sy nggak tau deh gimana ceritanya, semoga dapet Feel nya aja deh ._.)b. Oh ya! Ending cerita ini banyak yang minta happy end ya? wkakakakak, klo endingnya sih tergantung Sakura-nya. Mau diapain mereka sm sakura. sono, suruh dia mikir-mikir dulu mau diapain SasuFemNAru nya. wkwkwkwk XD #dishanaro.

Mungkin jika masih banyak typo saya minta maaf, masalah itu sudah paten (?) di diri saya. Tapi saya sudah cek balik, dan insyallah nggak beres #eh. Ini juga sudah saya panjagin lho~~ 4.558 word! Biasanya nggak lebih dari 2000 word. m(_._)m

Nah, SasuNaru udah jadian kan?! Saksinya juga ada lho~~ pelayannya! Wkwkwkwkw.. saya nggak bisa bayangin, perasaan Naruto gimana! XD #lah lu kan yang buat cerita? -_- yah, maklumlah saya kan belum pernah –yah.. gitu deh. ._.

well, seperti biasa kritik saran saya tunggu, klo kritik masalah apdet..

Saya pikir-pikir dulu deh.. :3 wkwkwkwk.. becanda! XD soalnya sy udah tahun terakhir nih sekolahnya. Terkahirnya rahasia, tapi mungkin beberapa readers sudah tau sy sekolah apa :3 jadi tambah sibuk, ditambah kurikulum 13 ini buat kepala sy pusing. Susah ngejarnya -_- matematika pula! Ipa, juga Fisika. Angkat tangan deh.. #curhat. ._.

Oke, deh sekian.. makasih semuanya. Sudah malam. Sy tidak bisa menulis satu-persatu readersnya. Ngantuk berat besok sekolah. Maaf, klo banyak yang lupa ceritanya gara-gara sy terlalu lama apdetnya.

Oh, bentar lagi FFN ini tamat, diikutin terus ya walau molor apdetnya! XD

Mind to riview? Thx before.. :3