Name: The Birth of Human Faction

Author: FCI. Arcana-paisen

Genre: Romance and Adventure

Rating: M

.

.

Pair: Naruto Uzumaki x Arturia Pendragon, Shirou Emiya x Rin Tohsaka, Kurama Otsutsuki x Yasaka x Tamamo, Erza Belserion x Jellal Fernandez, Natsu Dragneel x Lucy Heartfillia x Ultear Milkovich, Gray Fullbuster x Juvia Lockser.

.

.

AN: Buat pembaca The Birth of Human Faction yang terhormat. Mohon maaf kalau fic ini akan saya remake. Kenapa? Apa karena stuck di The Rise of Human Faction? Bisa dibilang gitu tapi pas ane baca, jujur ada banyak scene yang mengganjal. Kaya di fic ini si Eileen gabung sama Alvarez karena dia di cuci otaknya sama si August, padahal di fic one-shot yang ane buat, dia ngelakuin itu karena kebencian dia sama Ishgar yang udah ngerebut orang-orang tersayang di dalam hidupnya.

.

.

Chapter 8: I Choose My Humanity

.

.

Issei Hyoudou, pemuda biasa saja yang kebetulan terpilih menjadi Red Dragon Emperor saat ini sedang berjalan menuju ke rumahnya setelah berlatih di rumah guru berpedangnya yang bernama Kazuto Kirigaya terlihat menghentikan langkahnya saat di hadapannya terdapat manusia yang akan dimakan oleh sosok mengerikan seperti iblis dan sosok manusia itu tidak bisa kabur atau berbuat apapun karena ketakutan telah menguasai dirinya. Issei yang melihat itu menggertakkan giginya dan membuatnya teringat pada dirinya yang hampir terbunuh oleh makhluk supernatural yang mengincar dirinya karena Sacred Gear miliknya kalau saja tidak dihentikan oleh sang guru.

Issei dengan cepat berlari dan berhasil menjauhkan sosok berbahaya itu dari manusia malang itu dengan pedang pemberian gurunya yang masih tertutup oleh sarungnya itu. Setelah berhasil menyelamatkan sosok itu, dia pun menampar sosok manusia malang itu dan berkata "Cepat larilah, kalau kau mau selamat."

Sosok itu pun sadar karena tamparan Issei dan langsung lari terbirit-birit tanpa sadar kalau sosok monster yang menyerangnya bukan hanya satu-satunya sosok yang mengincar sosok manusia malang itu dan membuat Issei akan menolongnya tapi tidak jadi karena kedatangan sosok gadis cantik berambut hitam panjang dengan gaun berwarna hitam "Kau fokus saja pada sosok dihadapanmu itu, Issei. Aku yang akan melindunginya dan mengurus bagian disini."

"Arigatou Sa-chan. Bantuanmu ini sangat aku apresiasi." Balas Issei yang akhirnya mengeluarkan pedangnya dari sarungnya "Kalau begitu mari kita berdansa, iblis liar."

.

.

- Time Skip -

.

.

Pertarungan berat sebelah itu akhirnya dimenangkan oleh Issei dan juga Sachi Kirigaya, putri dari gurunya dan istrinya yang bernama Asuna Yuuki. Sosok manusia malang itu yang bernama Makoto Yuuji pun berterima kasih atas bantuan mereka dan langsung kembali ke rumahnya.

Saat Issei berjalan pulang ke rumahnya, alis-nya pun berkedut kesal karena Sachi atau yang dikenal di game yang suka mereka mainkan bernama Kuroyukihime / Black Lotus bukannya pulang ke rumahnya malah terlihat mengikutinya.

"Oy, Sa-chan kenapa kau mengikutiku?"

"Ayah dan ibuku bilang mereka ada urusan di luar kota. Jadi aku diminta untuk tinggal di rumahmu Issei, hehehe."

Mendengar itu, Issei terlihat kesal pada senseinya itu dan membatin 'Apa-apaan sensei itu? Aku kan baru saja berlatih dengannya barusan. Kenapa dia tidak membicarakannya denganku dari tadi.'

"Kau tidak ada masalah dengan itu kan, Issei?"

Saat mendengar pertanyaan Sachi, dia pun berkata "Itu semua terserah ibu dan ayahku. Rumah itu milik mereka lagipula bukan rumahku."

Melihat Sachi terlihat senang, dalam hati Issei terlihat merinding disko dan membayangkan seberapa marahnya sang pacar Irina Shidou kalau dia tahu kalau dirinya harus tinggal dengan anak dari senseinya itu yang dianggapnya sebagai love rival itu selama beberapa hari 'Irina-chan pasti akan marah padaku karena hal ini.'

Saat sampai di rumah, Issei cukup terkejut saat melihat rumahnya dalam keadaan sepi dan dia pun menemukan surat kalau kedua orang tuanya pergi ke rumah kakek dan neneknya, membuatnya harus berduaan dengan Sachi selama sehari penuh di rumahnya tanpa pengawasan kedua orang tuanya. Issei kemudian meremas kertas dari orang tuanya dan membuangnya ke tempat sampah.

"Kalau begitu kau bisa tinggal di kamar lama kakakku dan memakai pakaiannya kalau kau mau." Ucap Issei yang pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya "Setelah dia sekolah di universitas ibukota, dia jarang pulang kemari lagipula."

Setelah Issei selesai mandi dan giliran Sachi untuk membersihkan dirinya kali ini. Issei terlihat sedang memasak di dapur karena dia memang diajarkan untuk memasak oleh sang kakak dan ibu dulu jika saja mereka berdua tidak ada di rumah, jadi dirinya tidak kelaparan di rumah.

Saat menyelesaikan makanan buatannya dan menaruhnya di atas meja, Issei harus dibuat meneguk ludah karena Sachi memakai baju dari kakaknya yang memperlihatkan sedikit lekak-lekuk tubuhnya. Kalau saja kakaknya yang mengenakan pakaian itu, dia tidak akan peduli tapi kali ini berbeda karena orang lain yang memakai baju yang dia rasa terlalu menantang untuk dipakai 'Tahan nafsumu Issei. Dia adalah murid dari gurumu dan juga kau sudah memiliki Irina."

"Hmm, aromanya enak sekali." Ucap Sachi yang dengan sembarang membuang handuk yang dipakai di kepalanya ke lantai seolah-olah rumah Issei adalah rumah-nya sendiri "Aku tidak tahu kau bisa memasak, Issei."

"Aku diajari oleh ibu dan kakakku supaya jika kejadian seperti ini terjadi. Maka aku tidak akan kelaparan di rumah." Ucap Issei yang langsung memakan makanan buatannya "Makanlah. Nanti makanannya dingin."

.

.

- Time Skip -

.

.

Setelah acara makan malam mereka, mereka pun memutuskan untuk menonton TV bersama. Sachi pun bertanya pada Issei hal yang terus mengganggunya selama dia menjadi murid dari ayahnya.

"Issei, aku boleh tanya sesuatu padamu?"

"Tentu saja." Balas Issei yang kemudian melanjutkan "Kau ingin bertanya apa?"

"Kenapa kau masih bersekolah di Kuoh ?" Tanya Sachi yang kemudian melanjutkan dengan nada serius "Kau tahu kan kalau sekolah itu merupakan markas dari iblis keluarga Sitri dan Gremory."

"Aku tahu. Tapi aku punya teman disana, Sa-chan." Balas Issei yang kemudian melanjutkan "Temanku memang tidak ideal, bahkan aku dulu menjadi mesum karena mereka... Tapi membayangkan mereka terlibat dalam urusan ketiga fraksi, membuang jati diri mereka sebagai manusia hanya karena iming-iming nafsu duniawi dan kekayaan karena mulut manis mereka... Aku tidak bisa membiarkannya."

"Kau benar-benar teman yang baik, Issei-kun. Aku jadi iri dengan Irina-san." Ucap Sachi yang pergi ke kamarnya tanpa memperdulikan kebingungan di wajah Issei.

"Kenapa dia harus iri dengan Irina-chan?" Tanya Issei meskipun dia sebenarnya tahu apa yang membuat Sachi berkata seperti itu, tapi dia berusaha untuk membuang jauh-jauh pemikirannya itu 'Mana mungkin kan kalau seorang ojou-sama seperti Sa-chan yang kedua orang tuanya merupakan survivor dari Sword Art Online dan juga pembuat game terkenal seperti sensei akan menyukai sosok biasa-biasa saja sepertiku.'

Mendengar perkataan batin sang partner, Ddraig terlihat kecewa dan berkata [ Tetaplah berfikiran seperti itu, aibo. Kau dan aku tahu betul kalau yang kau pikirkan itu tidaklah benar.]

.

.

- Time Skip -

.

.

Sedangkan disisi lain kota, terlihat sosok pemuda berambut pirang sedang berada di depan restoran milik Arturia dan Naruto. Saat masuk ke dalam dan melihat sosok yang meminta jasanya sebagai iblis, dia pun menghampirinya dan dia dibuat terkejut saat dia melihat sosok ayah dari gadis yang dia sukai sebelum dia meninggal dan dijadikan iblis oleh King -nya. Dia adalah Yuuto Kiba, Knight dari Rias Gremory yang dulu dikenal orang dihadapannya saat ini dengan nama Isaiah dulu.

"Lama tidak bertemu, Isaiah-kun."

"Naruto-san..."

Yuuto pun menjalankan kontraknya sebagai iblis yang ternyata diminta oleh Naruto dan Arturia untuk menjadi salah satu waiter disana karena mereka kekurangan staff. Saat jam istirahat tiba, dia pun disuguhkan makanan oleh Arturia dan dia pun langsung memakannya dengan lahap karena dia memang sudah lapar dan dia rindu dengan masakan Arturia yang biasa dia rasakan sebelum dirinya menjadi seorang iblis.

"Bagaimana rasanya, Isaiah-kun?"

"Rasanya masih enak seperti dulu, Arturia-san. Terima kasih..." Balas sosok Yuuto yang kemudian menaruh alat makannya di atas meja dan dia pun berkata "Tapi boleh aku tanya kenapa kalian berdua ada disini sekarang? Apa kalian pindah ke sini karena disini adalah tempat kelahiran Naruto-san dan Mo-chan dan Asia-chan menjadi Exorcist disana?"

Sebenarnya Isaiah membenci Exorcist dan pedang suci seperti Excalibur karena penderitaan yang dia alami saat dia masih menjadi kelinci percobaan Valper Galilei. Tapi dia tidak bisa membenci keluarga Naruto dan Arturia walaupun keluarga Pendragon merupakan pewaris asli dari pedang yang sangat dibencinya itu. Karena keluarga mereka memperlakukannya dan sahabatnya yang bernama Tosca sekaligus teman-temannya yang telah mati tidak sebagai kelinci percobaan eksperimen seperti yang dilakukan Valper. Mereka memperlakukannya dan Tosca seperti manusia. Jika mereka lapar, maka Arturia akan memberikan makanan yang lezat pada mereka. Jika baju mereka terlihat tidak layak, maka mereka akan membelikan baju yang bagus dan layak pada mereka. Asia pun walau memiliki beberapa adik kandung tapi dia juga memperlakukannya seperti adik kandung-nya sendiri. Bahkan dia sering mengajaknya berlatih dengan sosok yang dia cintai yaitu Mordred saat dia tahu kalau dirinya mempunyai bakat dalam teknik berpedang. Jadi bagaimana bisa dirinya membenci keluarga Naruto dan Arturia?

"Tidak. Kami disini karena Asia-chan diusir dari gereja."

Yuuto terlihat terkejut dan dia pun berkata "Tunggu dulu... Aku pasti salah dengar. Asia-nee di usir dari Vatikan . Bagaimana bisa?"

"Putriku menyembuhkan seorang iblis yang terluka saat kami masih berada di Vatikan ." Balas Naruto dan hal itu membuat Yuuto semakin terkejut.

"Tapi itu mustahil kan? Bukannya pengamanan di Vatikan sangat ketat. Mana bisa seorang iblis masuk ke kota Vatikan tanpa diketahui oleh petinggi gereja terutama para Seraphim ."

"Kau bisa bilang ada sosok yang membiarkan iblis bajingan itu untuk membuat Asia dibuang dari gereja karena sosok itu tidak ingin membiarkan keluarga Pendragon memegang Excalibur ." Balas Naruto yang kemudian melanjutkan "Tapi aku tidak akan memberitahukan siapa orangnya. Aku tidak ingin kau terlibat dan hal itu membuatmu dan teman-temanmu dalam bahaya karena kami. Biarkan kami yang menyelesaikan masalah ini sendiri."

Yuuto yang mendengar itu mengerti alasan Naruto. Kalau dia tahu siapa sosok yang membuat sosok yang dia anggap kakak itu dibuang dari gereja, pasti dia akan membuat pelajaran dengan sosok itu. Tapi dirinya sekarang adalah iblis dibawah naungan keluarga Gremory. Jika dia terlibat, dia bisa membahayakan King dan juga rekan-rekannya.

"Jadi apa Mo-chan masih tinggal disana dan mewujudkan cita-citanya sebagai salah satu Exorcist terkuat di Vatikan seperti dirimu, bibi?"

Belum Arturia menjawab, Mordred yang sudah selesai berlatih dan berduel lagi dengan kakaknya yang lagi-lagi berakhir dengan kekalahan terlihat memasuki restoran sang ibu pun membalas "Mana mungkin aku sudi bekerja pada sosok yang telah membuang kakakku seperti sampah seperti para pastur di Vatikan , Isaiah-kun?"

Saat Yuuto melihat sosok Mordred, wajahnya pun memerah dengan seketika. Hilang sudah baby face yang dimiliki Mordred dulu dan juga pakaian yang membuatnya terlihat seperti cewek tomboy saat dia masih hidup di Vatikan dulu. Saat ini dia terlihat cantik dan anggun dengan pakaian yang dia kenakan. Dia juga melihat payudara Mordred yang juga telah berisi sedikit, membuat wajahnya semakin memerah.

Melihat ekspresi Yuuto, Mordred pun tersenyum dan berkata "Lama tidak bertemu ya, Isaiah-kun?"

.

.

- Time Skip -

.

.

Yuuto yang memutuskan untuk tinggal sedikit lebih lama pun memilih untuk berlatih dengan Mordred. Dan ternyata bukan hanya penampilan saja yang berubah dari Mordred. Tapi dia juga bertambah kuat dan cepat. Bahkan dia meragukan kalau dirinya itu seorang Knight atau bukan karena saking cepatnya pergerakan Mordred.

"Bagaimana, Isaiah-kun? Kau menyerah?"

Saat ujung bokken kayu Mordred mendekati lehernya, dia pun menggangkat kedua tangannya ke udara dan berkata "Baik, baik. Aku menyerah Mo-chan."

Setelah mereka menghentikan latihan mereka, Yuuto pun meminum minuman yang disediakan Arturia dan berkata "Ternyata bukan hanya penampilanmu saja yang berubah, Mo-chan. Tapi kemampuan berpedangmu juga sudah meningkat secara signifikan. Aku yakin kau pasti sudah mengalahkan Asia-nee setidaknya sekali, iya kan?"

"Hehehe, sebenarnya aku masih belum bisa mengalahkan onee-chan. Bahkan setelah aku kira kemampuannya menurun setelah dirinya dibuang dari Vatikan ." Balas Mordred dengan nada malu tidak mau Yuuto mengetahui dia sudah kalah 100 kali lebih dari sang kakak.

Yuuto terlihat tidak mau tahu sudah berapa kali sosok yang dia sukai itu dikalahkan dari sang kakak karena dia tidak ingin membuatnya marah. Tapi ada sesuatu yang janggal di pikirannya.

"Oh ya, Mo-chan. Bisa aku tanya sesuatu."

"Kau ingin menanyakan apa, Isaiah-kun?"

"Tidakkah kau pikir Asia-nee lebih diam dari biasanya. Aku tahu dia itu pendiam. Tapi dia tidak mengatakan satu dua patah kata pun sedari tadi."

"Oh ya, maaf. Aku tidak tahu kalau belum mengetahui tentang apa yang terjadi pada kakakku setelah dia di usir dari Vatikan ." Balas Mordred yang melanjutkan "Kakakku menjadi bisu setelah apa yang terjadi padanya di Vatikan . Onee-chan masih bisa berkomunikasi dengan kami tapi dengan bantuan alat seperti smartphone dan buku catatan miliknya."

Mendengar itu terlihat Yuuto menahan marah karena sosok yang dia anggap kakak diperlakukan seperti itu. Ingin sekali dia membalas dendam atas apa yang terjadi dengan dirinya dan juga Asia, tapi dia sadar betul kalau dirinya masih terlalu lemah. Dia kemudian teringat sesuatu dan berlari menuju ke tempat Naruto dan Arturia berada. Saat disana, wajahnya pun memerah karena melihat adegan mesra dari kedua orang tua sosok yang dia sukai itu.

Naruto dan Arturia pun terkejut akan keberadaan Yuuto dan Naruto pun berkata dengan ekspresi malu karena adegan mesra dia dan istrinya dilihat oleh Yuuto "Jadi, ada yang bisa aku bantu Isaiah-kun?"

"Arturia-san... Tolong latih aku sekali lagi." Ucap Yuuto yang kemudian melanjutkan "Aku ingin menjadi lebih kuat. King -ku akan dijodohkan dengan pemuda brengsek yang tidak pernah menghargai wanita dan kalau kemampuan peerage kami berhasil dikalahkan oleh mereka, maka teman-temanku akan dijadikan budak seks oleh dia. Dan juga aku akan membuat perhitungan pada sosok yang telah membuat hidup Asia-nee menderita."

Mendengar itu, Arturia pun menghela nafas dan berkata "Isaiah-kun... Aku sudah bilang padamu kan? Kau tidak perlu terlibat dengan masalah ini. Biar kami sebagai keluarga dari Asia-chan sendiri yang akan mengurus-nya."

"Tapi bukannya aku juga salah satu anggota keluarga kalian?" Tanya Yuuto yang kemudian melanjutkan "Kau memberiku, Tosca dan yang lain makanan dan pakaian yang layak. Kau juga melatihku sampai aku bisa seperti ini dan juga Asia-nee juga memperlakukanku seperti adiknya sendiri walaupun dia mempunyai adik-adik sendiri seperti Mo-chan, Menma-kun dan Morgan-chan. Sebagai sosok yang mengganggap Asia-nee sebagai kakakku sendiri, aku tidak bisa membiarkannya begitu saja."

"Baiklah. Kami berdua akan membantumu memenangkan pertarungan Rating Games itu sampai kau benar-benar lebih kuat dari sekarang Isaiah-kun." Balas Naruto dan hal itu membuatnya senang bukan main "Tapi ada syaratnya..."

"Apa syaratnya, Naruto-san?"

"Lupakan dendam-mu pada Excalibur dan Valper Galilei."

Mendengar itu, Yuuto terlihat terkejut dan berkata "Kenapa kau meminta itu Naruto-san? Kau tahu apa yang mereka lakukan pada kami kan? Bisa-bisanya kau meminta hal itu!!!"

"Aku tahu apa yang terjadi pada-mu dan teman-temanmu yang menjadi korban eksperimen ilmuwan gila itu Yuuto. Dan aku bersimpati dengan kalian tentang hal itu." Balas Naruto dengan tenang saat melihat kemarahan terpancar di wajah Yuuto "Tapi apa kau pikir dendammu itu akan membawa semua orang yang telah meninggal karena Valper itu hidup kembali? Salah satu temanku sangat terobsesi dengan dendamnya karena sang kakak membunuh semua anggota klannya Yuuto. Dan saat dia berhasil mewujudkan dendamnya, apa yang dia dapatkan? Tidak ada. Yang ada hanya kehampaan dan hal itu membuatnya gampang di eksploitasi oleh musuh kami dan membuatnya menyerang rekan-rekannya yang berharga. Aku tidak mau ada resiko mengajarkanmu jika rasa dendam-mu itu muncul dan malah membuatmu menyakiti teman-temanmu sendiri."

Melihat kepergian suaminya, Arturia pun menatap Yuuto dan berkata "Suamiku hanya ingin yang terbaik untukmu Isaiah-kun. Kau memang berhak mempunyai dendam pada dia tapi bagaimana kalau kau dikuasai dendam-mu dan kau malah menyakiti semua orang yang kau sayangi? Bagaimana kalau kau bahkan melukai kedua putriku kalau mereka tidak setuju dengan dendam-mu ini? Kalau begitu aku permisi dulu. Kau bisa datang kapanpun, Isaiah-kun."

Mendengar perkataan Arturia, tubuh Yuuto serasa bergetar dan berasa akan muntah saat dia membayangkan kalau dirinya yang sedang dikuasai dendam melukai sosok yang dia anggap kakak dan sosok yang dia cintai itu 'Apa yang aku harus lakukan, minna?'

.

.

- Time Skip -

.

.

Keesokan harinya setelah jam pulang sekolah, Issei terlihat sedang berjalan menuju ke ruang klub dari Rias Gremory karena dia mendapatkan pesan dari salah satu teman sekelasnya, Yuuto Kiba kalau presiden dari klub yang dia masuki mempunyai urusan dengannya. Issei tahu sebenarnya apa yang menyebabkan Rias memanggilnya bahkan Sachi pun melarangnya untuk menerima panggilan Rias karena dia cemas kalau Rias akan merekrutnya menjadi anggota peeragenya tapi Issei menenangkan Sachi dan berkata kalau latihan dari sang ayah sudah membuatnya cukup kuat kalau dirinya terpaksa untuk bertarung disana.

Saat melihat Rias terlihat sedang duduk di sofa-nya dengan memakai sebuah handuk yang memperlihatkan sedikit payudaranya yang terlihat besar, dia pun duduk dan berkata "Tidak sopan sekali. Kau memanggilku tapi kau malah menyambutku dengan penampilan seperti itu, senpai."

Rias yang melihat itu menaikkan alisnya karena seingat dia kalau Issei terkenal karena dia termasuk salah satu dari Perverted Trio of Kuoh yang terdiri dari dirinya, Matsuda dan Motohama "Ah, maaf. Aku pikir kau akan menyukai mengingat rumor tentang dirimu itu, Hyoudou-kun."

Mendengar itu, Issei terlihat kesal karena masih banyak orang yang mengganggapnya mesum padahal dia sudah seperti itu lagi karena ajaran sang sensei untuk terus menghargai wanita "Bisa kau langsung saja ke intinya kenapa kau memanggilku kemari, Gremory-senpai?"

"Langsung ke intinya. Aku suka itu, Hyoudou-kun." Balas Rias dengan senyuman yang sulit diartikan. Dan saat dia ingin mengatakan apa tujuannya memanggilnya ke ruangan klubnya, bisa dilihat kalau ternyata Issei sudah bangkit dari bangku-nya dan sudah memegang knob pintu masuk ruang klub-nya "Hei!!! Kau mau kemana, Hyoudou-kun? Aku belum selesai bicara!!!"

"Aku sudah tahu apa yang kau ingin katakan dan jawabannya adalah tidak."

Mendengar itu, Rias terlihat menatap tajam Issei dan berkata dengan sinis "Memangnya aku ingin apa darimu, Hyoudou-kun?"

"Kau ingin aku menjadi anggota peerage-mu kan?" Tanya Issei dan hal itu membuat Rias terkejut "Maaf saja tapi aku tidak tertarik."

"Tapi aku bisa memberikan semua hal padamu jika kau menjadi anggota peerage-ku."

"Kau ingin memberikan apa, nona Gremory?" Tanya Issei dengan tatapan tajam pada Rias "Uang? Keluargaku tidak miskin-miskin amat sampai-sampai aku harus membutuhkan uang dari iblis penggoda sepertimu. Wanita? Aku sudah puas dengan pacarku, aku tidak perlu wanita lagi di hidupku dan membuat drama ke depannya. Popularitas? Aku tidak masalah tidak populer di sekolah daripada populer tapi kehidupanku malah jadi drama yang penuh intrik yang membosankan. Aku mohon maaf Gremory-senpai. Aku adalah manusia dan aku ingin tetap menjadi manusia sampai aku mati. Mohon mengertilah..."

Melihat Issei yang pergi, Rias pun menghela nafas kecewa dan langsung pergi ke kamarnya dan memakai baju-nya.

"Jadi bagaimana Rias?"

Mendengar suara yang ternyata adalah sahabatnya yang bernama Akeno itu, Rias hanya berkata "Dia menolak. Bahkan setelah aku mempermalukan diriku sendiri untuk merekrutnya, huft."

Akeno yang mendengar itu hanya menghela nafas saja dan berkata "Aku sudah bilang padamu kalau Hyoudou-san sudah tidak sama seperti dulu lagi, tapi kau masih saja memutuskan untuk mempermalukan dirimu sendiri. Kalau Lucifer-sama tahu, dia bisa membuat keributan nanti."

Rias terlihat tertawa saat membayangkan sifat siscon sang kakak kumat dan mempeributkan masalah ini. Tapi kemudian amarah menguasai dirinya dan membuatnya berkata "Apa peduliku tentang apa yang dia pikirkan? Dia tidak bisa membantuku lepas dari Raiser lagipula."

'Rias...' Batin Akeno yang menatap sahabatnya itu dengan sedih "Jadi apa yang harus kita lakukan? Waktu kita tidak banyak lagi, kau tahu."

"Mau tidak mau kita harus memakai dia."

Tahu siapa yang Rias maksud, Akeno pun berkata "Tapi apa kau yakin ini keputusan yang bijak Rias? Kau tahu kan sekuat apa dia? Saat aku dan kau terluka. Kekuatan kematiannya aktif dan menghabisi banyak iblis liar yang melukai kita bertiga."

"Aku tahu itu Akeno..." Balas Rias yang melanjutkan "Tapi kau bilang sendiri kan? Kita tidak punya waktu lagi. Kau masih belum bisa menggunakan setengah kemampuanmu, kemampuan Yuuto sedikit membaik tapi itu belum cukup untuk melawan Raiser dan Gasper masih belum bisa mengendalikan kekuatannya. Kita tidak punya pilihan lain. Kita membutuhkan Percival."

.

.

- To Be Continued -

.

.

AN: Buat yang nanya siapa Percival... Dia adalah char dari manga sekuel Nanatsu no Taizai yang bakal ane pakai sebagai penggantinya Issei. Backstory-nya dia adalah manusia eksperimen dengan kemampuan unik yang di trade Sirzech ke Rias tapi karena dia masih belom bisa ngendaliin kemampuan full powernya, makanya dia disegel kayak si Gasper. Kemampuan Percy disini sama kayak di manga Four Knights of the Apocalypse. Yang udah baca pasti tahu.

Ada saran buat pengganti Asia sama Koneko? Soalnya disini Asia gak bakalan mungkin jadi iblis dan Koneko di story ini berhasil dibawa lari Kuroka pas dia ngebunuh Former King-nya dan terus mereka berdua di adopsi sama Matatabi.