NOTES:
Side Mission ini merupakan chapter yang isinya menggunakan sudut pandang utama dari OC-ku. Karakter asli dari SpyxFamily bakalan jarang muncul atau bahkan nggak muncul sama sekali.
Jadi jika judulnya 'Side Mission', siap-siap aja Papa Loid, Mama Yor, sama keponakan-gepeng-kita-bersama Anya bakalan nggak muncul.
Tapi tetap aja chapter ini bukan filter maupun side chapter! Isinya cuman world building, tapi aku berusaha untuk membuatnya tetap menarik biar ngga diskip hehehe :)
Terakhir, latar waktu pada chapter side mission itu terkadang tidak sesuai dengan cerita utama. Terkadang flashback, terkadang sama, terkadang entah kapan(?). Nah, pada chapter ini, kita ๐ข๐ช๐ฃ๐๐ช๐ง ๐๐๐๐๐ง๐๐ฅ๐ ๐๐๐ข sebelum chapter 1. Semoga nggak bingung!
Keterangan Tambahan:
"AaBbCc" โ Ucapan biasa (Kutip dua biasa)
'๐๐ข๐๐ฃ๐๐ค' โ Pikiran (kutip tunggal dengan huruf miring)
Pada chapter ini:
"AaBbCc" โ Ucapan yang terdengar dari alat elektronik seperti radio, pengeras suara, telpon atau suara seseorang yang terdengar sangat pelan. (Kutip dua dan huruf miring)
{{๐ฐ๐๐ฑ๐๐ฒ๐}} โ Isyarat atau kode rahasia, seperti morse, simbol, anagram, dll. (Kurung kurawal dengan huruf miring)
โโยทโซโซแตแดผแตโซโโโซแตแดผแตโซโโโซแตแดผแต แตแดผแตโซโโโซแตแดผแตโซโโโซแตแดผแตโซโซยทโโ
๏ผก๏ผฌ๏ผฌ๏ผฉ๏ผก๏ผฎ๏ผบ
Fanfiction by LittlePeanutz
Spy x Family ยฉ Endล Tatsuya
๐๐ก๐๐ฉ๐ญ๐๐ซ ๐: ๐๐ข๐๐ ๐๐ข๐ฌ๐ฌ๐ข๐จ๐ง ๐
๐๐ข๐ฅ๐๐
Singkatnya, di dunia ini tidak ada yang namanya tidak mungkin.
๐ถ๐๐๐๐
(KBBI) n tidak berhasil; tidak tercapai (maksudnya).
โ แดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ ยณ: หขโฑแตแต แดนโฑหขหขโฑแตโฟ แถ แตโฑหกแตแต โ
Kemarin, Kamis, 16 Maret
Malam hari, pukul 23.45 waktu setempat.
330 Maint Road, South Ruddow.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
"Gimana dengan Lab yang ada di Runnith? Apa di sana juga ada kekurangan?"
"Gak ada. Lab di Runnith udah aman. Justru aku lebih khawatir dengan Lab di Zethen yang ada di tengah-tengah kota."
"Jangan khawatir. Justru Zethen selalu dapat kiriman dari Ruwen setiap bulannya melalui jalur bawah."
"Oke kalau begituโฆ Ini berarti nggak ada masalah untuk keseluruhan lab. Lalu gimana dengan kondisi jalur bawah?"
"Sejauh ini sih masih aman, sejam yang lalu ada kiriman yang tiba tanpa gangguan di sini, dari Lab yang ada di Ruwen."
"Oh? Uji lapangan untuk eksperimen udah mulai dilakukan?"
Lima orang berkumpul mengelilingi meja bundar di ruangan redup yang hanya disinari oleh cahaya lilin. Suara mereka begitu pelan, namun bergema di bangunan tua itu. [Umbra] yang berada di ruangan lain yang jauh dari ruangan itu berhasil mendengar suara mereka dengan jelas dari alat penyadap yang sebelumnya sudah ia diletakkan di ruangan itu.
_
ใ ๏ผฃ๏ฝ๏ฝ๏ฝ
๏ฝ๏ฝ๏ฝ๏ฝ
๏ผ๐๐ผ๐ฑ๐๐ฐ ใ
ใ ๐.๐ธ.๐.๐ด.'๐ Agent ใ
_
'๐๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐๐ข๐ฃ ๐ฅ๐ช ๐ฅ๐ข๐ฆ๐ณ๐ข๐ฉ ๐ก๐ฆ๐ต๐ฉ๐ฆ๐ฏ.' Umbra menulis informasi yang ia dapat di dalam buku catatannya. '๐๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐ญ๐ข๐ฃ ๐ด๐ช๐ฉ?!'
Kemudian alat penyadap suaranya kembali menangkap suara.
"Pengeluaran tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya. Terutama Lab yang ada di Runnith."
"Anggaran serahkan saja ke para atasan ๐บ๐ธ๐ฝ๐ณ. Biar mereka yang urus."
"Hei! Ini udah 3 bulan uangnya belum turun juga! Gimana?!"
"Itu karenaโ"
Belum sempat Umbra mendengar kelanjutannya, tiba-tiba ia merasakan hawa membunuh mendekatinya dari belakang.
Tanpa pikir panjang ia langsung menghindarโ
BRAAK!
"Coba kita lihatโฆ ada kecoa yang menghindarโฆ nyelinap sembarangan ke tempat iniโฆ"
Laki-laki bertubuh tinggi dan besar, sangat jauh lebih besar dari Umbra, tiba-tiba sudah berdiri di belakangnya. Pria itu baru saja menghancurkan meja kayu yang baru saja ada di belakang Umbra dengan tangan kosong. Untung saja Umbra sudah menghindar lebih dulu ke arah yang benar. Jika tidak, nasib meja itulah yang akan menjadi nasibnya.
'๐๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จโ'
Belum sempat Umbra mencerna apa yang terjadi, Pria besar itu langsung melemparkan patahan meja ke arahnya. Untung dengan tubuh yang lebih kecil dan ramping, Umbra dengan mudahnya menghindari serangan itu. Pria besar itu langsung melempari Umbra dengan berbagai macam benda yang ada di dekatnya. Perbedaan kelincahan antara Umbra dan Pria itu menyebabkan Pria itu lebih memilih melempar daripada menangkap.
'๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐บ๐ช๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ?!'
Sebenarnya Agen Umbra bukanlah agen W.I.S.E. sembarangan. Meski tidak sehebat seperti Agen Twilight, agen terbaik yang dimiliki oleh W.I.S.E., namun kemampuan Agen Umbra tak boleh diremehkan. Ia bahkan jauh lebih hebat bersembunyi dan menyembunyikan diri daripada Twilight (sesuatu yang Umbra sering banggakan) akibat ukuran tubuhnya yang lebih kecil dan ramping. Kelebihan ini tidak diragukan lagi, jadi kenapa pria besar ini dapat menemukannya?!
"Kep*r*t sialan! Mati kau!"
Pria besar itu mulai naik darah. Ia mulai melempar barang asal-asalan.
'๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฎ๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ด๐ข๐ฃ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ. ๐๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ณ๐ฐ๐ง๐ฆ๐ด๐ช๐ฐ๐ฏ๐ข๐ญ. ๐๐ข๐ฎ๐ถ๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ณ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฎ๐ช๐ด๐ช๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ช ๐ฅ๐ช ๐ด๐ช๐ฏ๐ช.'
Di antara amukan dari pria besar itu, Agen Umbra melihat sedikit adanya celah. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan yang ada, dengan cepat Umbra langsung menyelinap lari meninggalkan Pria itu melalui celah tersebut.
Saat ini fokus utamanya adalah menyelamatkan diri. Ia tak boleh sampai tertangkap. Apalagi saat ini ia sedang membawa informasi penting yang ia peroleh selama sebulan menyelidiki di tempat ini. Jika penyamarannya terbongkar, semua usahanya selama ini akan sia-sia. Ia tidak boleh tertangkap, apapun itu!
"Cih, kabur! Dasar kep#$#t!"
'๐๐ฌ๐ฆ, ๐ฎ๐ช๐ด๐ช ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ข๐ต๐ข๐ญ๐ฌ๐ข๐ฏ! ๐๐ฐ๐ฌ๐ถ๐ด ๐ถ๐ต๐ข๐ฎ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ณ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ต!'
Agen Umbra langsung berlari keluar dan menjauhi ruangan itu. Gedung yang menjadi tempat misinya sekarang ini berada merupakan gedung yang seharusnya terbengkalai berlantai 6 dan memiliki struktur bangunan berliku-liku serta terdapat sangat sedikit jendela yang mengarah ke luar gedung. Sebagai seorang mata-mata, tentu ia sudah menghafal denah lantai demi lantai dari gedung ini di luar kepala.
Kini ia berada di lantai 2, ruangan tempat 5 orang berdiskusi tadi berada di lantai 6. Orang-orang ini menyimpan 'barang-barang' mereka di beberapa ruangan di lantai 4. Tempat berkumpul mereka selain di lantai 6 adalah di seluruh lantai 5.
Mereka mulai berkeliling gedung untuk patroli setiap 3 jam sekali dan seharusnya mereka sedang tidak berpatroli pada saat ini! Tidak, seharusnya mereka tidak ada di lantai 2 sama sekali! Mereka tak pernah sekalipun berkeliling di lantai 2 berdasarkan pengamatannya pada tempat ini selama sebulan terakhir ini.
Apakah ia keliru? Apakah ada sesuatu yang ia lewatkan? Apakahโ
tapโฆ tapโฆ
Sial, Agen Umbra kembali mendengar suara langkah kaki tak jauh di depannya. Ia harus lewat jalan lainโ
tapโฆ tapโฆ
tapโฆ tapโฆ
Sial, lagi. '๐๐ช๐ข๐ญ ๐ด๐ช๐ข๐ญ ๐ด๐ช๐ข๐ญ!'
Ia terkepung.
Umbra dapat mendengar suara langkah kaki dari 3 arah yang berbeda dan menyadari ia tak memiliki jalan keluar. Tidak ada jendela tidak ada ventilasi. Sangat beresiko untuk menghampiri mereka. Hanya tersisa satu. Ia langsung memasuki ruangan yang ada di dekatnya dan memilih untuk bersembunyi.
Menyerang bukanlah keahliannya, apalagi bela diri! Umbra hanya ahli dalam bersembunyi, dan ini pertama kalinya dalam seumur hidup ia ketahuan!
"B*ngsat itu seharusnya masih berada di lantai ini."
Umbra dapat mendengar suara seorang pria melalui alat penyadap suara yang sempat ia letakkan di dekat pintu, tersembunyi di balik perabotan yang sudah berdebu, sesaat sebelum ia memasuki ruangan tersebut (untung saja bangunan ini tidak kosong dengan perabotan sehingga alat penyadap itu dapat tersembunyi dengan baik. Ia hanya berharap alat penyadap itu tak ketahuan). Itu suara pria besar tadi.
"Sial sekali."
Lalu Umbra mendengar suara pria lain. Sial, ada berapa banyak orang yang mengejarnya?!
"Pokoknya cepetan selesaiin urusan yang ada di sini. Gedung ini semua berliku-liku, membingungkan, bau, dan pengap. Untung aja gajinya lumayan."
Umbra tak dapat menebak secara pasti berapa orang yang ada di dekatnya. Beberapa orang tersebut memiliki langkah kaki yang samar yang sulit didengar oleh alat penyadap. Empat? Lima? Mungkin paling banyak enam orang dan paling sedikit empat orang.
"Heh, pertama kali kesini?"
"Sial sekali kita disuruh ke tempat yang bau seperti ini."
"Udahlah diem aja! Cepet bantu nemuin cec**guk itu!"
"Lagian sih kenapa gitu doang cec**guk itu bisa kabur? Benar-benar payah."
"Yah, dia emang payah dalam segala halโ"
"Bisa diem gak kalian semua?!"
Sial.
Dari seluruh tempat yang ada di lantai ini, kenapa orang-orang itu malah berbicara santai tepat di dekatnya?!
Instingnya hanya satu. Jika ia tak selamat, ia harus melaporkan diri pada rekannya yang sedang menunggu di mobil jauh dari gedung ini. Umbra mengeluarkan sebuah alat dari salah satu saku bajunya. Kotak hitam kecil itu merupakan alat pengirim pesan satu arah.
Tak tak tak tak
Umbra mulai mengirim pesan sepelan mungkin dengan menggunakan kode rahasia. Pada saat itu juga, ia kembali mendengar suara dari pria-pria yang mengejarnya.
"Hei, apakah bocah ini benar-benar berfungsi?"
Umbra tertegun mendengarnya, '๐๐ฐ๐ค๐ข๐ฉ?! ๐๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ฆ๐ค๐ช๐ญ ๐ฌ๐ฆ ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ฌ๐ฆ๐ซ๐ช ๐ช๐ฏ๐ช?!'
Apa yang akan mereka lakukan dengan anak kecil di tempat seperti ini?!
"Tentu! Bocah ini yang tadi ngasih tahu dimana cec**guk itu sembunyi. Nah, coba lihat ini. Hei, di mana cec**guk tadi sembunyi sekarang? Harusnya cec**guk itu masih berada di sekitar sini."
โ แดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ ยณ: หขโฑแตแต แดนโฑหขหขโฑแตโฟ แถ แตโฑหกแตแต โ
Hari yang sama, Kamis, 16 Maret.
Malam hari, pukul 23.50 waktu setempat.
Di suatu tempat di South Ruddow.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
BIP! BIP! BIP!
Seorang pria berkacamata yang sedang menunggu di sebuah mobil van berwarna abu-abu hampir saja tersedak kopi ketika kotak hitam di meja yang ada di dekatnya mulai berbunyi nyaring. Bajunya basah terkena cipratan kopi panas, tapi ia tak peduli. Jika kotak hitam itu sudah berbunyi seperti itu, berarti rekannya berada di dalam masalah, dan itu sama sekali tidak bagus.
"Uhuk! Pe-pesan darurat dari Agen Umbra?!"
Dengan cepat pria itu langsung menerjemahkan pesan morse itu.
{{๐๐ผ๐ฑ๐๐ฐ. ๐ฑ๐ฐ๐๐ฐ๐ป๐บ๐ฐ๐ฝ ๐ผ๐ธ๐๐ธ. ๐บ๐ด๐๐ฐ๐ท๐๐ฐ๐ฝ. ๐บ๐ด๐ผ๐ฑ๐ฐ๐ป๐ธ ๐บ๐ด ๐ผ๐ฐ๐๐บ๐ฐ๐ }}
Pria itu hampir tersedak lagi setelah mendengar terjemahan kata [ketahuan] yang ada di pesan rahasia tersebut.
'๐๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ฃ๐ช๐ด๐ข?! ๐๐จ๐ฆ๐ฏ ๐๐ฎ๐ฃ๐ณ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ๐ฏ๐บ๐ข!'
Alat berbentuk kotak hitam itu digunakan sebagai penerima laporan misi pemantauan dari Umbra dan hanya berfungsi secara satu arah, sehingga Pria itu tak bisa membalas pesan dari rekannya (hal ini dilakukan untuk mencegah orang lain mengirim pesan di saat yang tidak tepat pada misi pengintaian). Padahal belum ada 10 menit sejak terakhir kali Agen Umbra mengirim pesan berisi laporan melalui kotak hitam itu dan kini misi harus dibatalkan.
Insting pertama yang dilakukan Pria itu adalah pergi menolong rekannya. Ia tak mungkin meninggalkan rekannya di dalam sarang musuh yang berbahaya dan pergi begitu saja. Pria berkacamata itu mengecek alat besar yang ada di sebelahnya. Satu set yang berisikan radio, penguat sinyal, jammer sinyal, alat komunikasi, bahkan sampai alat pemantau nadi, yang kini alat tersebut terhubung dengan detak jantung Agen Umbra. Detak jantung Umbra masih terhubung, denyut nadi yang sangat cepat menandakan agen tersebut sedang berlari atau cemas, atau mungkin keduanya. Setidaknya Agen Umbra masih hidup, untuk saat ini, ia masih sempat jika datang untuk menolongnya.
Pria itu langsung mengenakan perlengkapannya sambil duduk di kursi sopir dan menyalakan kendaraan. Namun belum sempat mobil van itu bergerak, pria itu mendengar kotak hitam yang ada di belakang kembali berbunyi.
BIP! BIP! BIP!
{{๐๐ผ๐ฑ๐๐ฐ. ๐ณ๐ธ๐๐ป๐ฐ๐ฝ๐ถ๐ธ. ๐ฑ๐ฐ๐๐ฐ๐ป๐บ๐ฐ๐ฝ ๐ผ๐ธ๐๐ธ. ๐บ๐ด๐ผ๐ฑ๐ฐ๐ป๐ธ ๐บ๐ด ๐ผ๐ฐ๐๐บ๐ฐ๐. ๐บ๐ด๐๐ฐ๐ท๐๐ฐ๐ฝ. ๐๐ด๐๐ฟ๐พ๐น๐พ๐บ.}}
Suara nyaring itu kembali berbunyi. Pria itu kembali menerjemahkan pesan itu.
BIP! BIP! BIP!
{{๐๐ผ๐ฑ๐๐ฐ. ๐ฑ๐ฐ๐๐ฐ๐ป๐บ๐ฐ๐ฝ ๐ผ๐ธ๐๐ธ. ๐บ๐ด๐ผ๐ฑ๐ฐ๐ป๐ธ ๐บ๐ด ๐ผ๐ฐ๐๐บ๐ฐ๐. ๐ฑ๐ฐ๐ท๐ฐ๐๐ฐ. ๐น๐ฐ๐ฝ๐ถ๐ฐ๐ฝ ๐บ๐ธ๐๐ธ๐ผ ๐ฑ๐ฐ๐ฝ๐๐๐ฐ๐ฝ. ๐๐ธ๐๐๐ฐ๐๐ธ ๐๐ธ๐ณ๐ฐ๐บ ๐ฐ๐ผ๐ฐ๐ฝ.}}
Napas pria itu tercekat. Apa maksudnya dengan [๐น๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐?]
Jangan bilangโฆ
โ แดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ ยณ: หขโฑแตแต แดนโฑหขหขโฑแตโฟ แถ แตโฑหกแตแต โ
Hari yang sama, Kamis, 16 Maret.
Malam hari, pukul 23.58 waktu setempat.
330 Maint Road, South Ruddow.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
'๐๐ช๐ข๐ญ. ๐๐ช๐ข๐ญ. ๐๐ช๐ข๐ญ. ๐๐ช๐ข๐ญ.'
Jika hari ini adalah hari memaki sedunia, dengan senang hati Agen Umbra akan melakukannya. Ini sudah ketiga kalinya ia ketahuan bersembunyi dalam waktu kurang dari 10 menit, sesuatu yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Seharusnya bersembunyi di gedung terbengkalai (yang masih lengkap dengan perabotannya) seperti ini merupakan hal yang mudah bagi Agen Umbra.
Dengan tubuh kecil nan ramping, Agen Umbra dapat menyelinap atau bersembunyi hampir di mana saja. Selama 10 tahun kariernya sebagai mata-mata yang ahli bersembunyi, ia tak pernah sekalipun ketahuan. Bahkan skenario untuk kabur saat ketahuan saja sudah menghilang dalam memori.
Dan kini ia ketahuan! Tiga kali dalam sehari! Oleh orang-orang amatiran seperti mereka!
'๐๐ข๐ต๐ข-๐ฎ๐ข๐ต๐ข ๐ฎ๐ข๐ค๐ข๐ฎ ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐จ๐ข๐ฌ ๐ฏ๐บ๐ช๐ข๐ฑ๐ช๐ฏ ๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ข๐ฏ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ณ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ซ๐ถ๐ด๐ต๐ณ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐๐ฎ๐ฃ๐ณ๐ข!?'
Sial.
"Sekarang cec**guk itu pergi ke mana lagi?!"
Umbra sekali lagi dapat mendengar suara pria-pria yang sedang mengejarnya. Bahkan tanpa alat penyadap sekalipun, suara teriakan pria itu dapat ia dengar. Umbra kembali memvisualisasikan posisinya sekarang. Ia harus segera menemukan tempat untuk keluar dari gedung ini.
'๐๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ญ๐ฐ๐ณ๐ฐ๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฅ๐ข ๐ซ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ญ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ข๐ณ, ๐ค๐ถ๐ฌ๐ถ๐ฑ ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ข๐ณ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ๐ฌ๐ถ ๐ญ๐ฆ๐ธ๐ข๐ต. ๐๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ด๐ข๐ฏ๐ขโ'
"Di jendela besar ituโฆ"
"Hei! Bocah ini ngomong di jendela besar itu!"
Napas Umbra tercekat. '๐๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐๐๐๐?!'
Bocah itu! Mereka selalu mengatakan bahwa [Bocah] itu yang mengetahui posisinya. Seakan-akan bocah itu dapat membaca pikirannyaโ
Umbra mulai menyadari sesuatu. Apakah anak kecil itu merupakan salah satu hasil dari eksperimen di lab seperti kata mereka? Apakah eksperimen mereka benar-benar sukses?
'๐๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ฆ๐ค๐ช๐ญ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ค๐ข ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ๐ข๐ฏ?!'
Tidak, tidak. Membaca pikiran itu tidaklah mungkin. Mustahil. Tidak masuk akal. Sangat tidak nyata.
Tapi [bocah] itu berhasil menemukannya berkali-kaliโฆ
Mungkin saja Agen Umbra sedang tidak berkompeten hari ini. Hari ini ia melakukan berbagai macam kesalahan berkali-kali sehingga ia terus saja ketahuan. Ya, ini merupakan kesalahannya dan bukan karena kemampuan supranatural yang tidak masuk akal yang sepertinya dimiliki oleh anak kecil ituโฆ
"Saya mendengar pikirannya. Suaranya dari arah sana."
Oke, persetan dengan kemustahilan. '๐๐ฐ๐ค๐ข๐ฉ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ค๐ข ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ๐ข๐ฏ.'
โ แดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ ยณ: หขโฑแตแต แดนโฑหขหขโฑแตโฟ แถ แตโฑหกแตแต โ
Hari baru, Jumat, 17 Maret.
Tengah Malam, pukul 00.00 waktu setempat.
330 Maint Road, South Ruddow, Pintu masuk.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
Sepasang kaki pria mengenakan sepatu hitam baru saja turun dari sebuah mobil van dengan warna senada, tepat di depan pintu masuk bangunan tua yang seharusnya terbengkalai. Bangunan besar yang sudah tak terawat itu terdiri dari 6 lantai dan memiliki pintu masuk yang sudah dipenuhi oleh mobil-mobil van hitam lainnya yang terparkir di depannya.
Beberapa orang ada yang berlalu lalang keluar masuk dari bangunan dan mobil van itu, tak memperhatikan sosok yang baru saja tiba di tempat itu. Di tangan mereka terdapat kotak-kotak berbagai ukuran yang terlihat sangat penting bagi mereka, dilihat dari cara mereka membawa kotak-kotak tersebut.
"Selamat malam, Tuan-tuan. Oh, dan juga selamat malam untuk Nona-nona yang di sebelah sana."
Pria pemilik sepatu hitam itu memberi salam, mencoba menarik perhatian orang-orang yang ada di sana. Percobaan dari pria itu berhasil. Seketika seluruh pandangan orang-orang yang ada di sana tertuju padanya.
"Siapa kau!?"
"Sejak kapan dia ada di sana!?"
Pria berpakaian serba hitam dari ujung kepala hingga ujung kaki yang baru saja tiba itu tak bergeming. Kedua tangannya masih tersimpan di dalam saku. Wajahnya tak terlihat karena cahaya bulan terhalangi oleh topi yang ia kenakan. Cukup untuk menjadikan Pria itu sebagai pria mencurigakan yang datang malam-malam ke tempat yang juga mencurigakan.
"Kudengar seharusnya gedung ini terbengkalai." Pria itu mulai berjalan menuju orang-orang yang ada di depannya. "Namun ternyata tempat ini dipenuhi oleh bangs*t-bangs*t yang tak tahu diri."
Orang-orang yang di sana sama sekali tak tahu menahu atas kemunculan Pria itu dan mulai bersikap waspada. Berbagai senjata yang entah dari mana sudah berada di tangan masing-masing. Beberapa orang mulai menodongkan pistol ke arahnya. Beberapa orang lagi ada yang langsung berlari ke dalam gedung seperti hendak melaporkan pada seseorang. Lalu beberapa orang lainnya mengamankan kotak-kotak yang sedang mereka bawa ke dalam mobil dan hendak pergi meninggalkan tempat ini.
"Sambutan yang hangat," sahut Pria itu. Laluโ
CTAK! TRAK!
Dalam sepersekian detik, pistol-pistol yang berada di tangan orang-orang itu sudah menghilang entah kemana. Ban-ban mobil van yang terparkir di depan pintu masuk sudah pecah semua. Kini di tangan Pria misterius itu terdapat untaian rantai panjang yang menjulur dari lengan bajunya yang panjang.
"Sayangnya, sulurku lebih cepat dari senjata biasa dan kalian tidak bisa lari dariku."
_
[๏ผฃ๏ฝ๏ฝ๏ฝ
๏ฝ๏ฝ๏ฝ๏ฝ
๏ผ ๐
๐ธ๐ฝ๐ด]
Assassin
_
Tak butuh waktu lama [Vine] sudah memasuki bangunan tua itu, meninggalkan orang-orang yang sudah terkapar bersimbah darah di pintu masuk.
"Oke, sekarangโฆ Apakah di sini aku dapat menemukan [๐๐๐]?"
โ แดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ ยณ: หขโฑแตแต แดนโฑหขหขโฑแตโฟ แถ แตโฑหกแตแต โ
Hari yang sama, Jumat, 17 Maret.
Tengah malam, pukul 00.20 waktu setempat.
Di suatu tempat di South Ruddow, di sebuah mobil van.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
Pria berkacamata itu tak mempercayai apa yang ia lihat. Napasnya seakan-akan berhenti.
Rekannyaโฆ
detak jantung Agen Umbraโฆ
Berhenti.
Alat pemantau nadi rekannya itu kini hanya menampilkan garis lurus. Suatu hal yang ia harap tak pernah ia saksikan.
'๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ. ๐๐จ๐ฆ๐ฏ ๐๐ฎ๐ฃ๐ณ๐ขโฆ'
Tidak! Jangan memikirkan situasi terburuk dulu! Masih ada kemungkinan rekannya masih hidup, `kan? Iya, `kan?
Agen Umbra bilang untuk tidak mengirimkan back-up, tapi ia tak bisa meninggalkan rekannya sendirian. Tapi jika ia datang membantu Agen Umbra, kemungkinan terburuknya ia akan memperparah keadaan.
Agen Umbra, seorang agen W.I.S.E. yang memiliki keahlian bersembunyi yang hampir tidak masuk di akal, ketahuan. Jika agen yang sudah profesional di bidang keahliannya saja sudah ketahuan, bagaimana dengan dirinya yang hanya merupakan agen di atas rata-rata?!
Tapi ia tak bisa meninggalkan Agen Umbra sendirian!
Hati dan logika Pria itu saling beradu, suatu hal yang seharusnya tidak boleh mata-mata lakukan dalam misi. Pria itu meragukan dirinya sebagai mata-mata.
'๐๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ค๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐จ๐ฆ๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐.๐.๐.๐. ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ช๐ฌ๐ข๐ฑ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ด๐ช๐ต๐ถ๐ข๐ด๐ช ๐ช๐ฏ๐ช? ๐๐ฌ๐ฆ, ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ. ๐๐ฆ๐ฎ๐ช ๐ฎ๐ช๐ด๐ช.'
Misi ini seharusnya sederhana, namun juga berbahaya. Ia dan rekannya diminta untuk mengawasi sebuah organisasi ilegal yang baru-baru ini sepertinya terlibat dalam peristiwa pengeboman 5 bulan yang lalu yang mengakibatkan ketegangan antara Ostania dan Westalis kembali meningkat.
Awalnya sederhana. Awasi dan kumpulkan informasi. Misi yang sederhana ini kemudian berubah menjadi misi berbahaya ketika setelah mengawasi cukup lama, mereka mendapati organisasi ini memiliki suatu koneksi dengan salah satu orang penting di pemerintahan Ostania. Koneksi itu juga bukan main-main.
Lebih mengejutkannya lagi, organisasi ilegal ini sudah ada sejak lama. Bahkan mungkin saja memiliki kontribusi dalam pencetusan perang antar kedua negara ini, dan orang-orang di kedua negara tersebut tidak ada yang tahu menahu mengenai hal ini.
Bahkan mereka tidak tahu organisasi ini sesungguhnya berada di pihak mana.
Misi ini cukup berbahaya. Sebaiknya hindari tindakan yang dapat menimbulkan kekacauan atau konflik. Belum ada yang tahu pasti apa rencana organisasi ilegal itu dan seberapa besar kemampuan mereka sebenarnya.
Jadi seperti yang Agen Umbra katakan, tidak mengirim bantuan. Ia tak pergi, ia tak meminta bantuan.
Pria itu mengambil alat komunikasi mata-matanya. Dengan napas yang masih tercekat, Pria itu mulai menghubungi kantor pusat.
"Tim Shadow ke kantor pusat." Pria itu menelan ludah, berusaha menghilangkan rasa mengganjal di tenggorokan. Ia mengulangi panggilannya, "Tim Shadow ke kantor pusat. C5-3R."
Ia menghubungi kantor pusat dan memberikan kodenya. Tak butuh waktu lama, muncul suara menjawab panggilannya.
"Kantor pusat ke Tim Shadow diterima. Silahkan laporkan situasi."
"Misi dibatalkan."
Rasa mengganjal di tenggorokan tak kunjung menghilang, "Saya ulangi, misi dibatalkan. Seorang agen tewas dalam misi. Meminta izin untuk kembali."
Pria itu hanya berharap rekannya masih hidup, entah bagaimana caranya. Pria itu bahkan tidak tahu yang ia lakukan sekarang adalah hal yang tepat atau bukan.
โ แดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ ยณ: หขโฑแตแต แดนโฑหขหขโฑแตโฟ แถ แตโฑหกแตแต โ
Hari yang sama, Jumat, 17 Maret.
Tengah malam, pukul 00.40 waktu setempat.
330 Maint Road, South Ruddow, Lantai 3.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
Jalan keluar yang telah ia jumpai antara tertutup atau dihalangi oleh mereka. Ia tak bisa kemana-mana. Terpaksa ia harus masuk semakin dalam di gedung ini. Kini ia berada di lantai 3, sangat jauh berbeda dengan rencana awalnya, yaitu keluar dari gedung laknat ini. Tak ada perkembangan dari usahanya untuk melarikan diri, justru terjadi kemerosotan. Semua terjadi begitu cepat, ia bahkan belum sempat memproses apa saja yang sudah terjadi di otaknya.
Tidak, jangan berpikir!
Mereka memiliki seseorang yang dapat membaca pikiran. Namun tetap saja ia tak bisa menghindarinya. Bahkan bagi mata-mata se-profesional apapun itu, pikiran mereka terus berjalan dan bekerja setiap saat. Sulit untuk tidak berpikir dalam situasi seperti ini. Benar-benar menyusahkan.
Napasnya mulai tersendat. Darah mulai mengalir dari sudut bibirnya. Dari sekian banyak senjata di luar sana yang digunakan untuk membunuhnya, Agen Umbra terkena panah dari crossbow tepat di perut bagian kiri.
Ia memang sudah menduga dirinya akan mati dibunuh menggunakan pistol, atau senapan besar lainnya, atau pisau, atau palu besar, atau mungkin ia akan mati tertimpa lemari. Apapun itu, ia sudah dapat membayangkan ia akan mati hari ini dengan salah satu senjata tersebut. Namun apakah Agen Umbra bakal menduga mereka memiliki crossbow? Tentu tidak!
Lebih parahnya lagi, alat yang berfungsi untuk memonitor detak jantungnya itu rusak parah akibat terkena crossbow. Alat itu sudah berhenti berfungsi, ditambah lagi alat untuk mengirim pesan ke rekannya itu juga terjatuh entah di mana di tengah-tengah pelariannya, ia yakin rekannya akan mengira ia sudah mati. Lagi pula dengan kondisi dan luka seperti ini, ia memang merasa ia akan segera mati. Memang hari ini adalah hari terburuknya.
Agen Umbra berharap rekannya yang ada di mobil tidak menyusul ke tempat ini. Berhadapan dengan seseorang yang dapat membaca pikiran merupakan mimpi buruk bagi semua orang, tak terkecuali mata-mata. Semua tindakan dan rencana sudah terbaca, hampir sudah tak ada yang bisa dilakukan lagi.
Ia terus berusaha mengatur napasnya yang semakin sulit. Tak tahu seberapa lama ia akan bertahan, tapi selama ia masih bernapas, ia akan terus bergerak.
Walau ia tahu itu akan memperburuk kondisinya saat ini.
"Pintu depan! Pintu depan! Ada seorang pria yang membobol masuk di pintu depan!"
Kemudian Agen Umbra mendengar suara pria lain yang jelas-jelas bukan bagian dari sekelompok orang yang sedang bermain petak umpet mematikan dengannya.
"Penyusup lain?"
"Ya!"
"Kau yakin itu bukan cec**guk yang lagi kita kejar?"
"Bukan! Pria ini menyerang menggunakan rantai! Dia udah nguasain lantai satu!"
'๐๐ฅ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ ๐ญ๐ข๐จ๐ช?' batinnya.
Apakah itu rekannya yang berada di mobil? Atau orang dari W.I.S.E.? Tapi ia sudah mengatakan ke rekannya untuk tidak mengirim bantuan! Lalu rekannya maupun orang-orang yang ada di W.I.S.E. juga tidak ada yang menyerang menggunakan rantai!
Siapa dia? Pihak ketiga? Dari mana? Berpihak pada siapa? Apakah mereka berada di sisi yang sama? (Karena orang misterius itu menyerang orang-orang yang ada di bangunan ini, sepertinya mereka tidak berada di pihak yang sama).
"Mungkin orang itu dan cec**guk ini bekerja sama."
Ingin sekali Umbra mengatakan bahwa ia sama sekali tidak mengenal pria misterius itu. Tapi ia berharap pria misterius itu dapat membantunya keluar dari situasi sulit ini.
"Terus kita harus ngapain?"
"Sembunyiin seluruh barang bukti, G*blok! Jelas-jelas kita berkali-kali kedatangan penyusup karena kita selalu ninggalin jejak!"
"Terus cec**guk ini gimana?"
"Biarin aja. Toh, selama ada bocah ini, kita dapat menemukannya lagi. Lagi pula cec**guk itu bentar lagi bakal mati dengan luka kayak itu."
Umbra terus mengatur napas. Kehilangan banyak darah membuat pandangannya mulai kabur. Apakah ini kesempatannya untuk kabur? Tapi ia tidak begitu yakin apakah orang-orang yang mengejarnya sudah pergi. Ia juga tidak begitu yakin apakah semua ini sungguhan atau sebuah rekayasa untuk membuatnya lengah dan keluar dari tempat persembunyian.
Lima puluh detik telah berlalu, Umbra sudah tidak mendengarkan suara seorangpun di dekatnya. Apakah semua orang sudah pergi? Apakah terlalu cepat jika ia keluar dari lemari tempat ia bersembunyi sekarang? Sialnya, lemari tempat persembunyiannya saat ini tak memiliki celah satupun untuk mengintip keluar, jadi ia tak tahu apakah ada orang yang lewat di dekatnya.
Dengan keadaan terluka dan kekurangan darah, bersembunyi di lemari tua penuh jamur tentu bukanlah hal yang menyenangkan. Napasnya mulai sesak, ia butuh udara. Ia tak mendengar suara seorangpun, harusnya sekarang ia sendirian, `kan?
Jikalau ia ketahuan, sepertinya ia masih punya energi untuk lolos dari tangkapan mereka, semogaโฆ
KREAKโฆ
Pintu lemari terbuka. Baru saja Umbra ingin melihat keadaan di luar lemari, ia dikejutkan dengan keberadaan seorang anak kecil yang berdiri persis di depan pintu lemari tempat ia bersembunyi.
BRUK!
Refleks Umbra langsung melompat keluar dari lemari dan menjauhi anak kecil itu. Namun dengan luka yang cukup parah dan sakit yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, seketika ia terjatuh ketika ingin mengambil langkah lainnya.
'๐๐ฌ๐ฆ, ๐ต๐ข๐ฎ๐ข๐ต ๐ณ๐ช๐ธ๐ข๐บ๐ข๐ต๐ฌ๐ถ. ๐๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ต ๐ต๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ ๐๐จ๐ฆ๐ฏ ๐๐ฎ๐ฃ๐ณ๐ข, ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด. ๐๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ๐จ๐ข๐ต๐ฎ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช ๐ฎ๐ข๐ต๐ข-๐ฎ๐ข๐ต๐ข ๐ฃ๐ฐ๐ฅ๐ฐ๐ฉ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ข๐ต๐ช ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฌ ๐ค๐ณ๐ฐ๐ด๐ด๐ฃ๐ฐ๐ธ. ๐ ๐ข, ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ๐จ๐ข๐ต๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ช๐ต๐ถโฆ'
Dengan pikiran yang kacau balau, ia bahkan hanya bisa memikirkan kata-kata terakhirnya. Kematian sudah siap menyambutnya. Ia akan pergiโ
"Tapi menurut saya Paman tidak bodohโฆ"
Anak kecil itu bersuara. Mendengar suara anak kecil itu, tiba-tiba Agen Umbra teringat sesuatu. Ia langsung menolehkan wajahnya untuk melihat anak kecil itu. Seorang bocah laki-laki, kira-kira berumur 7 atau 8 tahun. Berambut pendek kemerahan, kurus, kotor, memakai baju kebesaran danโฆ terdapat luka-luka di kulitnya yang tak tertutupi pakaian. Tunggu, anak kecil?!
'๐๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ฆ๐ค๐ช๐ญ? ๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ-๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฐ๐ค๐ข๐ฉ ๐ช๐ฏ๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ?!'
"Ya, saya yang menemukan Paman."
Tiba-tiba anak kecil itu kembali berbicara, langsung menjawab pertanyaan retorikanya yang seakan-akan dapat membaca pikirannyaโ
'๐๐ช๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ค๐ข ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ๐ข๐ฏโ!'
"Ya, saya juga bisa membaca pikiran Paman."
'๐๐ข๐ฉ? ๐๐ฑ๐ข? ๐๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข? ๐๐ฐ๐ฌ?! ๐๐ช๐ด๐ข?! ๐๐ข๐ฉ?!'
Umbra bahkan tidak tahu ekspresi apa yang ia tampilkan sekarang.
"Paman."
Anak kecil itu tiba-tiba berbicara serius, "Maaf membuat Paman terluka seperti ini. Tapi tolong keluarkan kami dari tempat ini."
Agen Umbra menatap anak kecil itu dengan wajah tak percaya dengan mulut terbuka lebar.
'๐๐ข๐ฉ?'
Tunggu, tunggu, tunggu! Ia benar-benar belum bisa mencerna semua ini. Apakah ada sesuatu yang ia lewatkan? Apakah ia tak salah dengar? Apakah ia berhalusinasi?
Apakah ia sudah mati?!
Seorang anak kecil yang sepertinya berperan besar dalam menciptakan luka menyakitkan di perutnya ituโฆ meminta tolong padanya?
โ แดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ ยณ: หขโฑแตแต แดนโฑหขหขโฑแตโฟ แถ แตโฑหกแตแต โ
Hari yang sama, Jumat, 17 Maret.
Tengah malam, pukul 00.30 waktu setempat.
330 Maint Road, South Ruddow, Lantai 6.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
"Kita udah ketahuan. Ada penyusup. Sepertinya ada yang ngirim pembunuh bayaran untuk menghabisi kita," geram salah seorang pria sambil membereskan berkas-berkas yang ada di depannya.
"Secepat ini?" seru seorang wanita tak percaya.
"Ini kesalahan kita karena nggak sengaja ninggalin selembar catatan di gedung yang di bom 5 bulan yang lalu. Wajar aja udah ada seseorang yang curiga dengan kita."
"Segera evakuasi. Pastikan nggak ada yang tertinggal satupun kali ini. Jangan sampai membuat ๐ฐ๐๐๐๐๐๐ marah lagi," perintah pria lainnya, "Kita kabur gunain pintu rahasia"
โ แดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ ยณ: หขโฑแตแต แดนโฑหขหขโฑแตโฟ แถ แตโฑหกแตแต โ
Hari yang sama, Jumat, 17 Maret.
Dini hari, pukul 00.50 waktu setempat.
330 Maint Road, South Ruddow, Lantai 3.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
Vine, seorang pembunuh bayaran profesional, tak dapat mempercayai apa yang baru saja ia temukan di salah satu ruangan di gedung yang seharusnya terbengkalai itu.
'๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฅ๐ข ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ-๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ฆ๐ค๐ช๐ญ ๐ฅ๐ช ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ช๐ฏ๐ช?!'
Ada dua anak kecil, laki-laki dan perempuan. Sepertinya mereka berdua berumur sekitar 7 sampai 8 tahun. Mereka duduk saling berdekatan, tubuh mereka sedikit kurus, rambut berantakan, dan menatapnya dengan tatapan sayu.
'๐๐ฅ๐ข ๐ข๐ฑ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช? ๐๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ*๐ณ๐ข๐ต- ๐ฌ๐ฆ๐ฑ*๐ณ๐ข๐ต ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ-๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ช๐ฏ๐ช?!'
Ia merasakan amarahnya mulai mendidih.
"Si-siapa kalian? Apa yang kalian lakukan disini?"
Ugh, berbicara dengan anak kecil bukanlah keahlian Vine. Namun tetap saja ia tak akan tinggal diam melihat anak-anak ini berada di tempat laknat seperti ini.
'๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข? ๐๐ฅ๐ข ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข?'
Kedua anak itu tak menjawab. Mereka bahkan tak saling tukar pandang. Mereka berdua hanya menatap Vine dengan tatapan sayu.
"A-apakah orang-orang ini melukai kalian?" tanya Vine sambil menunjuk ke arah orang-orang yang sudah tak bernyawa terkapar di luar ruangan yang baru saja ia basmi. Namun tetap tidak ada jawaban dari mereka. Vine mulai takut.
'๐๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ถ๐ด๐ช๐ข ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ฃ๐ฐ๐ฏ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ด๐ช๐ฉ?'
Tap tapโฆ
Kemudian Vine mendengar suara langkah kaki yang mengarah ke arahnya dari lorong yang di ujung. Vine langsung bersiaga. Apakah orang-orang itu datang lagi? Mereka tidak ada habis-habisnya. Tapi Vine tidak peduli, ia bisa membunuh mereka lagi. Lalu apa yang harus ia lakukan dengan anak-anak ini?
"Jangan bunuh mereka. Mereka orang baik," kata salah satu dari mereka. Seorang anak perempuan berambut pirang pucat.
'๐๐ฉ, ๐ข๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฅ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ถ๐ข๐ณ๐ข,' pikir Vine, "Siapa mereka?"
"Ada kakak kami," Anak laki-laki berambut hitam kini yang berbicara, "Kakak kami bukan orang jahat."
"Okeโฆ baiklahโฆ" Kakak? Apakah mereka bersaudara? Tapi mereka sama sekali tidak saling mirip satu sama lain.
"Apakah Paman orang jahat?" tanya Sang Anak Perempuan.
Vine panik. "Tidak! Tidak! Aku bukan orang jahat! Aku hanya membuโmelukai orang-orang jahat! A-aku tidak melukai orang-orang baik!" jelasnya sedikit berantakan. Inilah alasannya ia tak pandai berinteraksi dengan anak kecil, apalagi bertemu anak kecil di tengah-tengah tugas seperti ini.
'๐๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ-๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ต๐ข๐ฌ๐ถ๐ต ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ถ. ๐๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ถ. ๐๐ข๐ซ๐ข๐ณ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ซ๐ข๐ฉ๐ข๐ต. ๐๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ณ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข! ๐๐ฆ๐ด๐ฌ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉ ๐ฃ๐ข๐บ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉ ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ฆ๐ค๐ช๐ญ!'
"Kami percaya dengan Paman."
Kemudian muncul suara lainnya dari arah lorong. Vine segera menoleh. Untung saja anak-anak ini mengatakan bahwa orang yang mendatangi mereka adalah orang baik. Jika tidak, secara refleks senjata pisau yang terikat dengan rantai miliknya ini akan mengenai kepala anak kecil yang baru saja datang.
Anak laki-laki berambut kemerahan itu berdiri tak jauh darinya. Di sebelahnya terdapat seorang pria pendek mengenakan pakaian serba hitam sama seperti dirinya. Pria itu memegang perut bagian kirinya. Vine dapat mencium bau darah dari arah pria itu. Sepertinya pria itu terluka cukup parah.
Pria itu terlihat normal. Namun ada suatu hal lain yang membuatnya tidak begitu percaya dengan pria yang berada di sebelah anak laki-laki itu.
'๐๐ช๐ข๐ฑ๐ข ๐๐ณ๐ช๐ข ๐ช๐ฏ๐ช? ๐๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ข๐ต๐ถ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ-๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ข๐ฌ๐ข๐ช๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข... ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ฆ๐ฅ๐ข,' Ia memperhatikan pakaian yang dikenakan pria misterius itu dari atas sampai bawah, '๐๐ฆ๐ณ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต... ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ด๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ช. ๐๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ฎ๐ข๐ต๐ข-๐ฎ๐ข๐ต๐ขโฆ'
"Paman ini memang seorang mata-mata," celetuk anak rambut merah itu yang langsung diprotes oleh pria di sebelah, "Hei! Kenapa kau kasih tahu?!"
"Soalnya paman itu pembunuh bayaran," kata anak itu lagi ke pria yang ada di sebelahnya sambil menunjuk Vine. Vine hampir tersedak air liurnya sendiri.
'๐๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ?! ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ? ๐๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข?!'
"Woah! Benarkah?" seru Pria yang ada di sebelah Anak itu, "jika dia adalah pembunuh bayaran, apakah dia berasal dari suatu organisasi gitu?"
'๐๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ณ๐ช๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ช ๐๐ข๐ณ๐ฅ๐ฆ๐ฏ?' pikir Vine sedikit waspada.
Jika pria itu adalah mata-mata, terutama mata-mata dari Westalis, berarti Pria ini merupakan orang yang harus Garden bersihkan karena merupakan pengkhianat negaraโ
"Paman itu dari Garden."
Vine langsung melotot. '๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ญ๐ข๐จ๐ช?!'
Kenapa bisa?! Apakah hari ini Vine lagi pakai tanda pengenal? Tapi tidak mungkin `kan pembunuh bayaran memiliki tanda pengenal?!
"Garden?" Pria itu terkejut. "Kupikir keberadaannya hanyalah mitosโฆ"
'๐๐ช๐ข๐ญ. ๐๐ข๐ณ๐ถ๐ด๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉ ๐๐ณ๐ช๐ข ๐ช๐ฏ๐ช?'
"Jangan bunuh Paman ini. Paman ini dari waiss," Anak kecil itu kembali berujar.
'๐๐ข๐ช๐ด๐ด? ๐๐ฑ๐ข ๐ช๐ต๐ถ? ๐๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถโฆ ๐ฎ๐ข๐ต๐ข-๐ฎ๐ข๐ต๐ข ๐ธ๐ข๐ช๐ด๐ด? ๐๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ด๐ถ๐ฅ๐ฏ๐บ๐ข ๐.๐.๐.๐.?'
"Bisakah kau berhenti mendengarkan pikirankuโtidak, bisakah kau tidak selalu mengatakan apapun yang aku pikirkan?! Oke, aku harus berhenti berpikir sekarang," Pria itu itu mengomel ke anak kecil berambut merah, kemudian terjatuh terduduk meringis sambil tetap memegang perut bagian kirinya. "Sial."
Tampak raut kesakitan terukir di wajahnya. Orang yang disebut sebagai mata-mata dari W.I.S.E. oleh anak kecil ini tampaknya terluka parah.
'๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช. ๐๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช? ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ฆ๐ค๐ช๐ญ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ? ๐๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ณ๐ช๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ-๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ฎ๐ข๐ต๐ข-๐ฎ๐ข๐ต๐ข ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐.๐.๐.๐.? ๐๐ช๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ-๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ช๐ฏ๐ช?!' Vine dapat merasakan otaknya sebentar lagi akan meledak akibat kebingungan ini.
"Mustahil bukan?" tutur Pria itu yang sedang mengatur napasnya. "Awalnya aku juga berpikir hal sama. Hei, mustahil orang dapat membaca pikiran! Lalu apa? Anak ini benar-benar bisa membaca pikiran. Sepertinya ada anak lainnya di sini yang juga bisa melakukan hal yang sama."
Tunggu tunggu tunggu. '๐๐ฑ๐ข?! ๐๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ค๐ข ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ๐ข๐ฏ?!'
Vine langsung melihat ke arah anak laki-laki berambut merah, kemudian ke Pria itu, kemudian ke anak laki-laki itu lagi, kemudian melihat ke anak-anak yang berada di dalam ruangan. Ia sama sekali tidak mengerti.
"Paman itu tidak mengerti," Anak laki-laki berambut merah itu memberitahu pria mata-mata sambil menunjuk ke arah Vine, "Paman itu tidak percaya."
"Tentu saja! Lagi pula orang waras mana yang bakal percaya kalau kalian bisa membaca pikiran karena hasil eksperimen?" timpal pria itu. Anak laki-laki itu terdiam memikirkannya.
"Berarti Paman tidak waras? Tadi Paman bilang percaya pada saya."
Kini giliran pria itu terdiam.
"Kau benar, aku sudah gila. Aku mulai berhalusinasi karena mau mati."
"Paman jangan mati!"
"Apa maksud dariโฆ kamu bisa membaca pikiran?" Akhirnya Vine kembali menemukan suaranya yang sedari tadi hilang dalam kebingungan. Ia mulai bertanya ke anak laki-laki itu.
Alih-alih pertanyaannya dijawab langsung oleh anak kecil itu, justru Pria itu langsung berkomentar, "Maksudnya, anak ini bisa mengetahui apa yang kau pikirkan sekarang. Dia mengatakan yang sebenarnya. Memang benar aku mata-mata dari W.I.S.E. dan sepertinya memang benar kau pembunuh bayaran dari Garden, melihat dari ekspresimu."
Pria itu kembali mengatur napas, ekspresi menahan rasa sakit benar-benar terlihat jelas di wajahnya.
"Aku tahu semua ini sangat tidak masuk akal dan juga aku tahu kau seharusnya membunuhku saat ini, mengingat aku adalah mata-mata dari Westalis. Tapi, hey, aku hampir mati, dan anak ini bilang ia punya permintaan. Jadi bagaimana untuk saat ini kita gencatan senjata terlebih dahulu?"
โ แดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ ยณ: หขโฑแตแต แดนโฑหขหขโฑแตโฟ แถ แตโฑหกแตแต โ
Hari yang sama, Jumat, 17 Maret.
Dini hari, pukul 01.00 waktu setempat.
Gedung Markas Pusat W.I.S.E., Westalis
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
"Pak! Kita mendapat laporan dari kantor yang ada di Ostania!"
Tanpa memutar kursinya, pria yang mengenakan topi hitam itu menjawab, "Laporkan."
"Salah satu agen yang bertugas melakukan pemantauan di daerah Ruddow diperkirakan telah gugur dalam misi pagi ini."
"Diperkirakan?"
"Kontak dengan agen lapangan, Umbra, tidak dapat dijangkau. Juga alat pantau detak jantung telah terputus," jelas salah satu agen tersebut.
'๐๐ข๐จ๐ช-๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐จ๐ฆ๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ธ๐ข๐ด. ๐๐ช๐ด๐ช ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐บ๐ข.'
"Lalu keadaan rekannya?"
"Masih selamat. Meminta izin untuk kembali."
"Izin dipersilahkan," ucap Pria bertopi itu sambil memijat pangkal hidungnya. Pekerjaan tengah malam memang tidak pernah menyenangkan, apalagi akhir-akhir ini ketegangan antara Westalis dan Ostania semakin meningkat. Konspirasi-konspirasi di tengah-tengah masyarakat semakin menjadi-jadi. Kemudian aksi-aksi teroris yang terjadi akhir-akhir ini juga memperparah keadaan.
Banyak yang harus dipikirkanโฆ
Terlebih lagi ini sudah kedua kalinya seorang agen terbunuh dalam misi lapangan ini.
"Bagaimana dengan informasi yang telah diperoleh oleh Agen Umbra?" tanyanya.
Agen yang melapor sebelumnya langsung menjawab, "Sebagian besar telah disampaikan ke rekannya yang sedang menunggu jauh dari lokasi. Namun mengetahui Agen Umbra, beliau selalu menyimpan seluruh informasi yang telah diperoleh di buku catatannya."
'๐ ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ณ๐ต๐ช ๐ด๐ฆ๐ญ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฉ ๐ฅ๐ฆ๐ต๐ข๐ช๐ญ ๐ฎ๐ช๐ด๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ง๐ฐ๐ณ๐ฎ๐ข๐ด๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ๐บ๐ข, ๐ต๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ ๐ฅ๐ช ๐ญ๐ฐ๐ฌ๐ข๐ด๐ช ๐ต๐ฆ๐ณ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ต.'
"Tapi Agen Umbra bukanlah sembarang agen. Pasti beliau tidak sembarangan menulisnya dalam buku catatannya," agen itu menambahkan lagi.
"Berarti buku tersebut bernilai sangat penting untuk misi ini," gumam Pria bertopi itu, "dan kita harus mendapatkannya."
Tapi bagaimana caranya? Sudah dua agen yang gugur dalam misi ini. Ia tak bisa membahayakan nyawa agen lain dalam misi ini.
Apakah agen-agen tersebut merupakan agen yang tidak berkompeten? Tidak, sama sekali tidak. Apakah semua rencana ini kurang persiapan? Tidak juga. Apakah ada yang salah dalam misi ini? Mungkin saja. Apakah ia salah memperhitungkan semuanya? Sepertinya. Apakah orang-orang di organisasi itu mempunyai senjata rahasia? Bisa saja.
Apa yang salah? Apa yang ia lewatkan?
~ ๐๐จ ๐๐ ๐๐จ๐ง๐ญ๐ข๐ง๐ฎ๐ ๐ข๐ง ๐ญ๐ก๐ ๐๐๐ฑ๐ญ ๐๐ข๐๐ ๐๐ข๐ฌ๐ฌ๐ข๐จ๐ง ~
Preview Next Chapter : Side Mission Notes
Singkatnya, gencatan senjata tahap pertama...(?)
NOTES:
Alasan aku milih nama 'Umbra' dan 'Vine'? Nggak ada!
Apakah aku nulis chapter ini sesuai ekspektasiku? Ya. Apakah aku puas? Mungkinโฆ
Tipe senjata yang digunain sama Vine di sini (kusarigama) memang mirip dengan yang digunain sama salah satu penjahat yang dilawan Mama Yor waktu di kapal persiar (maybe chapter 48?)
[Last Edits : 13/03/2023]
Terima kasih sudah membaca dan me-review!
