NOTES:
Welp, chapter ini seharusnya jadi satu dengan chapter sebelumnya, tapi ya sudahlah. Nggak banyak cattaan penting pada chapter ini... jadi selamat membaca!
Tambahan:
"AaBbCc" โ Ucapan biasa (Kutip dua biasa)
'๐๐ข๐๐ฃ๐๐ค' โ Pikiran (kutip tunggal dengan huruf miring)
๐ฒ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ข๐...
Tidak, tidak. Membaca pikiran itu tidaklah mungkin. Mustahil. Tidak masuk akal. Sangat tidak nyata.
"Paman ini memang mata-mata," celetuk anak berambut merah dengan polos sambil menunjuk ke arah Agen Umbra. Lalu tangannya menunjuk ke arah Vine, "Soalnya paman yang itu adalah pembunuh bayaran."
Tanpa ragu, anak laki-laki berambut merah itu kembali berujar, "Ya, saya juga membaca pikiran."
Oke, persetan dengan kemustahilan. Bocah ini dapat membaca pikiran.
โโยทโซโซแตแดผแตโซโโโซแตแดผแตโซโโโซแตแดผแต แตแดผแตโซโโโซแตแดผแตโซโโโซแตแดผแตโซโซยทโโ
๏ผก๏ผฌ๏ผฌ๏ผฉ๏ผก๏ผฎ๏ผบ
Fanfiction by LittlePeanutz
Spy x Family ยฉ Endล Tatsuya
๐๐ก๐๐ฉ๐ญ๐๐ซ ๐: ๐๐ข๐๐ ๐๐ข๐ฌ๐ฌ๐ข๐จ๐ง ๐๐จ๐ญ๐๐ฌ
Singkatnya, gencatan senjata tahap pertama...(?)
๐ฒ๐๐๐๐๐๐
(KBBI) n hasil mencatat
n peringatan; syarat
โ แดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ โด: หขโฑแตแต แดนโฑหขหขโฑแตโฟ แดบแตแตแตหข โ
Hari yang sama, Jumat, 17 Maret.
Dini hari, pukul 01.20 waktu setempat.
Rumah Persembunyian D, W.I.S.E., Ostania.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
"Handler, markas pusat baru saja mengirim pesan."
Sylvia Sherwood yang baru saja tiba di ruang kerjanya langsung disambut dengan pesan dari markas pusat. Salah seorang rekan agennya, seorang pria paruh baya, memanggilnya dari meja komunikasi yang lengkap dengan alat-alat canggih mata-mata dan lainnya. Sepertinya keputusannya untuk datang tengah malam tidak begitu sia-sia.
"Tengah malam seperti ini? Ada apa?" tanya Sylvia. '๐๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ถ๐ณ๐ข๐ต? ๐๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐บ๐ข? ๐๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฅ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ต๐ฐ๐ณ ๐ฑ๐ถ๐ด๐ข๐ต?'
Agen itu langsung menjelaskan, "Mereka ingin tahu apakah Agen Twilight memiliki misi untuk besok."
Sylvia sedikit bingung mendengarnya, '๐๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐๐ธ๐ช๐ญ๐ช๐จ๐ฉ๐ต? ๐๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ฎ๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ด ๐ฑ๐ถ๐ด๐ข๐ต ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ช ๐ธ๐ข๐ฌ๐ต๐ถ ๐ฌ๐ฐ๐ด๐ฐ๐ฏ๐จ ๐๐ธ๐ช๐ญ๐ช๐จ๐ฉ๐ต. ๐๐ช๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ข๐ฏ๐ฑ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช.'
"Sebenarnya ada. Detailnya akan aku sampaikan padanya nanti siang," jelas Sylvia, "Ada apa? Apakah markas pusat memerlukan bantuan Twilight?"
Kemudian agen itu langsung mengirimkan pesan morse ke markas pusat menggunakan alat komunikasi itu sesuai dengan jawaban dari Sylvia. Selang beberapa menit, sebuah jawaban mereka terima.
"Mereka bertanya bisakah misi itu diundur besok lusa? Markas pusat memerlukan bantuan kemampuan Agen Twilight besok."
'๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ข๐ฏ ๐๐ธ๐ช๐ญ๐ช๐จ๐ฉ๐ตโฆ ๐๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ต๐ข ๐ฎ๐ช๐ด๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ฐ๐ฌ ๐ฅ๐ช๐ถ๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ณ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ถ๐ต๐ข๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ช๐ด๐ช ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฎ๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ด ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ข๐ณ. ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ณ๐ต๐ช ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ช๐ต๐ถ๐ข๐ด๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ค๐ถ๐ฌ๐ถ๐ฑ ๐ด๐ฆ๐ณ๐ช๐ถ๐ด. ๐๐ข๐ฑ๐ช ๐ฎ๐ช๐ด๐ช ๐๐ธ๐ช๐ญ๐ช๐จ๐ฉ๐ต ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ฐ๐ฌ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ข๐ซ๐ข. ๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ช๐ญ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ด๐ข๐ธ๐ข๐ต ๐ฌ๐ข๐ณ๐จ๐ฐ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ต ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ฐ๐ฌ ๐ด๐ช๐ข๐ฏ๐จ. ๐๐ช๐ด๐ช ๐ช๐ต๐ถ ๐จ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฅ๐ช๐ถ๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ณ ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ฐ๐ฌ ๐ญ๐ถ๐ด๐ข ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ด๐ข๐ธ๐ข๐ต๐ฏ๐บ๐ข ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ต ๐ซ๐ข๐ถ๐ฉ.'
"Jika mereka membutuhkan Twilight, hari ini dia tidak memiliki misi penting yang dijalankan. Misi Twilight besok adalah misi yang memiliki batas waktu dan hanya bisa dilakukan besok, tidak bisa dilakukan di hari setelahnya," jelas Sylvia berusaha memberikan pilihan lainnya, "atau jika misi besok selesai lebih cepat, kemungkinan Agen Twilight dapat melakukannya."
Meski Agen Twilight tidak pernah protes jika ia diberi misi secara beruntun berkali-kali, tapi Sylvia dapat merasakan aura tidak menyenangkan di balik senyum palsu profesional milik Twilight saat mereka bertemu. Tidak ada pilihan lain.
'๐๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐ญ๐ช๐ฃ๐ถ๐ณ๐ข๐ฏ ๐ฏ๐ข๐ฏ๐ต๐ช ๐ธ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ต๐ข, ๐๐ธ๐ช๐ญ๐ช๐จ๐ฉ๐ต,' gumamnya.
Agen itu meneruskan jawaban tersebut ke markas pusat, lalu mereka mendapat balasan beberapa menit kemudian.
"Tidak bisa hari ini. Informasi harus dikumpulkan terlebih dahulu. Rencana harus dibuat. Persiapan harus matang. Tidak boleh tergesa-gesa."
Seperti yang sudah diketahui, Agen Twilight merupakan agen terbaik yang dimiliki oleh W.I.S.E.. Meski ada beberapa agen lainnya yang juga berkompeten dan sangat berpengalaman, tetap saja kemampuan mereka tak bisa menandingi Agen Twilight. Oleh karena itu Agen Twilight sering diberikan misi-misi yang memiliki kesulitan yang tinggi dan tak jarang kemampuannya diperebutkan seperti ini.
'๐๐ช๐ด๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ด๐ข๐ธ๐ข๐ต ๐ฌ๐ข๐ณ๐จ๐ฐ ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ช๐ด๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ช๐ฏ๐จ. ๐๐ข๐ฑ๐ช ๐ฎ๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ด ๐ฑ๐ถ๐ด๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ต๐ข ๐ฃ๐ข๐ฏ๐ต๐ถ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ข๐ฏ ๐๐จ๐ฆ๐ฏ ๐๐ธ๐ช๐ญ๐ช๐จ๐ฉ๐ต, ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ณ๐ต๐ช ๐ฎ๐ช๐ด๐ช ๐ช๐ต๐ถ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ช๐ฏ๐จ. ๐๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ช๐ด๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ฐ๐ฌ ๐ฌ๐ฆ ๐ข๐จ๐ฆ๐ฏ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ? ๐๐จ๐ฆ๐ฏ ๐๐ช๐จ๐ฉ๐ต๐ง๐ข๐ญ๐ญ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐จ๐ฆ๐ฏ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ซ๐ถ๐ฏ ๐ฌ๐ฆ ๐ญ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ. ๐๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ณ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ ๐ด๐ช๐ข๐ฑ๐ข?'
"Anu, apakah misi besok bisa dilakukan hari ini saja? Baru saja ada perubahan jadwal dari informan, pesawat kargo sudah ada di lapangan terbang sejak hari ini," saran agen lainnya yang sedang berada di ruangannya dan juga ikut mendengarkan. Jika misi pesawat kargo tidak bisa dimundurkan, kenapa tidak dimajukan saja?
'๐๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฌ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฃ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฌ. ๐๐ข๐ฑ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐๐ธ๐ช๐ญ๐ช๐จ๐ฉ๐ต ๐จ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช,' pikir Sylvia. "Itu dapat dilakukan. Aku akan mengirim detail misi pesawat kargo pagi ini ke kediaman Twilight. Katakan pada markas pusat bahwa kฬถiฬถtฬถaฬถ (Twilight) dapat menyanggupinya."
"Baik."
โ แดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ โด: หขโฑแตแต แดนโฑหขหขโฑแตโฟ แดบแตแตแตหข โ
Jumat, 17 Maret.
Dini hari, pukul 01.30 waktu setempat.
330 Maint Road, Lantai 3. South Ruddow, Ostania.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
"Berdasarkan pengalamanku, aku tahu ekspresi seseorang yang bentar lagi mau mati. Kau terlihat seperti itu."
Agen Umbra berusaha tertawa pelan, namun ekspresinya tak lagi dapat menutupi rasa sakit yang semakin menderita, "Hahaโฆ terima kasih."
Pandangannya kabur, napasnya semakin sesak, tangan dan kakinya kesemutan, kepalanya pusing, dan hal-hal lainnya yang tak dapat ia ceritakan lagi. Siapa yang menyangka jika panah crossbow yang menusuk perutnya itu dilumuri oleh racun? Sangat tidak terduga. Sebegitu rahasiakah organisasi ini sehingga tidak boleh menyisakan saksi mata? Bukan main-main.
"Itu bukan pujian," sindir Vine datar melihat Agen Umbra yang sudah pucat, "kau memang terlihat seperti itu."
Agen Umbra mendengus, "Ya, aku tahu, aku tahu."
Sepertinya orang ini sulit untuk diajak bercanda. Yah, lagi pula gencatan senjata yang hanya sebentar ini bersifat tidak resmi dan tidak diketahui oleh masing-masing atasan. Tidak boleh ada waktu yang terbuang dan semua harus dilakukan serius.
Kini mereka berada di lantai 3, masih di ruangan yang sama ketika Vine menemukan anak-anak lainnya. Ketiga anak yang katanya bisa membaca pikiran itu duduk melingkar di tengah-tengah ruangan. Tak ada suara yang dilontarkan dari mereka bertiga, hanya saling tatap menatap satu sama lain.
'๐๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ด๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ต๐ชโฆ' batin Agen Umbra memperhatikan ketiga anak itu.
Jika dilihat-lihat lagi, selain penampilan mereka yang sedikit kurus dan rambut berantakan, sikap dan gaya bicara mereka sangatlah berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Mereka berbicara sangat formal dan pelan. Postur tubuh tegap, bahkan mereka duduk dengan tegak. Sangat jelas mereka telah mengalami hal yang seharusnya tidak dialami oleh anak-anak seumuran mereka.
Setelah dilakukan gencatan senjata sementara, mata-mata dan pembunuh bayaran itu saling berbagi informasi satu sama lain mengenai tempat ini (tentu saja tidak semua, mereka hanya bekerja sama sebentar untuk memenuhi permintaan anak-anak itu karena sepertinya hanya itu cara terbaik yang dapat dilakukan dan bukan berarti mereka saling percaya).
Menurut Agen Umbra, organisasi ilegal ini memiliki suatu hubungan dengan peristiwa pengeboman 5 bulan yang lalu di pangkalan udara milik Ostania. Pihak Ostania mengatakan ledakan itu akibat dari kebocoran bahan bakar pesawat. Namun menurut mata-mata W.I.S.E. yang menyelidiki informasi secara langsung (tentu saja dengan cara menyelinap masuk), ledakan tersebut berasal dari sebuah bom karena ditemukan bukti-bukti sisa bom rakitan. Tapi masyarakat sekitar lebih mempercayai bahwa ledakan itu merupakan ulah pihak Westalis, mengingat sehari sebelum kejadian terdapat sebuah helikopter yang baru tiba dari daerah Westalis, meski tidak ada yang bukti kuat untuk mengkonfirmasi konspirasi ini.
Menurut Vine, organisasi ilegal ini bernama KIND, tidak tahu apakah ini merupakan akronim, singkatan, atau memang hanyalah sebuah nama. Vine mendapatkan seorang klien yang memberinya tugas untuk membunuh seseorang yang merupakan salah satu anggota dari KIND yang kabarnya adalah pelaku utama dibalik impor senjata ilegal yang digunakan untuk melakukan tindakan terorisme di Ostania.
Jika kedua informasi tersebut ditarik garis merah, mereka dapat menemukan sedikit keterkaitannya. Impor senjata ilegal, tindakan teroris, pengeboman, apakah suatu kebetulan? Terlebih lagi mereka baru mendapatkan informasi bahwa KIND, organisasi yang tujuan sebenarnya belum diketahui, melakukan berbagai macam eksperimen. Entah eksperimen tentang apa dengan objek eksperimen apa.
Jika saja tidak ditemukan selembar catatan yang tertinggal mengenai [KIND] pada lokasi pengeboman 5 bulan yang lalu, Agen Umbra mungkin tidak akan pernah berada di tempat ini sekarang. Organisasi ini benar-benar organisasi yang dipenuhi oleh misteri, rahasia dan kegelapan.
Lalu kini, Umbra dan Vine mengetahui apa [hasil] dari salah satu eksperimen tersebut.
Anak-anak yang dapat membaca pikiran.
Cocok sekali jika dikirimkan ke wilayah musuh. Tak akan ada yang menyadari [bahaya] dari seorang anak kecil lugu, polos, dan tidak bersalah yang datang menghampiri mereka. Cocok untuk menurunkan kewaspadaan musuh, menggali dan mencuri informasi dari mereka.
'๐๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐ช๐ข ๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ ๐จ๐ช๐ญ๐ข,' batin Umbra.
Hal keji apalagi yang dapat manusia buat? Menggunakan anak-anak sebagai uji eksperimen, sangat sangat tidak manusiawi.
"Jadi bagaimana?" tanya Agen Umbra.
Sebelumnya Agen Umbra memberitahu ke Vine bahwa sepertinya orang-orang yang berada di lantai 6 masih berada di lantai tersebut atau mungkin sudah melarikan diri sesaat setelah Vine datang dan menimbulkan kekacauan.
Berdasarkan ingatannya mengenai layout bangunan ini, gedung yang berliku-liku ini hanya memiliki satu pintu keluar. Jika mereka dari lantai 6 ingin kabur dari gedung ini, setidaknya mereka harus melewati lorong yang berada di depan ruangan tempat Vine dan Agen Umbra berada.
Namun belum ada satupun orang-orang yang melewatinya. Jadi antara orang-orang itu masih berada di lantai tersebut tanpa mengetahui kekacauan yang terjadi di lantai bawah, atau kabur melalui jendela, atau mungkin mereka kabur melalui jalan rahasia yang tak ada di peta yang diberikan oleh informan.
Vine melemparkan buku note kecil ke Agen Umbra dan langsung ditangkapnya dengan mudah. Buku note berwarna hitam itu milik Agen Umbra yang sebelumnya Umbra berikan pada Vine saat pembunuh bayaran itu memeriksa lantai atas.
"Tidak ada orang sama sekali di lantai atas, bahkan di setiap sudut ruangan," terang Vine.
Umbra kemudian membuka buku catatannya ke bagian halaman yang masih terselip oleh pena. Umbra sedikit kagum melihat hasil coretan yang menggambarkan denah ruangan di lantai 6 dengan baik, tentu sesuai ingatannya, ditambah dengan sebuah ruangan kecil yang tak ada di dalam ingatannya.
"Dugaanmu benar. Mereka kabur lewat pintu rahasia. Aku menemukan satu pintu rahasia di balik lemari. Jelas-jelas nggak tertutup rapat, mungkin akibat buru-buru kabur. Kecerobohan yang fatal," sambung Vine.
"Tentu saja mereka kabur melalui pintu rahasiaโฆ" gumam Umbra, "dan rupanya gambarmu bagus juga."
Bahkan di halaman berikutnya Vine menggambarkan sebuah ruangan lengkap dengan perabotannya serta pintu rahasia di balik lemari. Umbra tahu mengenai ruangan ini, ia mengingatnya. Ia tak menyangka ada sebuah pintu di balik lemari itu.
Kenapa ia tak menyadari sebelumnya?
"Itu pintu mengarah ke mana?"
"Parkiran belakang gedung. Intinya, mereka udah lama pergi. Kali ini nggak ada jejak dokumen yang ditinggalkan," Vine menambahkan.
"Begitu yaโฆ Pintu rahasia yang langsung menuju ke luar gedungโฆ"
'๐๐ฉ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ค๐ฆ๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ต๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช. ๐๐ข๐ฑ๐ช ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฐ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ด๐ช ๐ช๐ฏ๐ชโฆ' gerutu Umbra dalam hati. Suatu keajaiban ia masih dapat berpikir jernih di tengah rasa sakit ini. Bahkan Vine, seorang pembunuh bayaran yang sudah familiar dengan racun, ikut merasa takjub dengan daya tahan agen mata-mata tersebut.
"Sekarang bagaimana?" kini giliran Vine bertanya, sambil mengarahkan pandangannya ke anak-anak yang masih berkumpul di tengah-tengah ruangan.
Dengan perginya orang-orang KIND, seharusnya anak-anak itu sudah dapat melarikan diri dari tempat ini. Tapi setelah itu, apa yang harus dilakukan? Tidak mungkin mereka berdua membiarkan anak-anak tersebut di kota berbahaya seperti ini. Sepertinya kerja samaโgencatan senjataโini akan memakan waktu yang sedikit lebih lama dari yang mereka duga.
"I-informasi yang kupegang saat ini sepertinya bernilai setara dengan tingkat SS. Aku yakin W.I.S.E. akan mengirim agen lainnya untuk mengambil informasi yang kutinggalkan di sini, mengingat sepertinya a-aku udah dinyatakan mati akibat putusnya komunikasi," lirih Umbra, kemudian berusaha mengambil napas yang panjang. Bibirnya mulai membiru, keringat mulai mengalir di keningnya, pandangannya sudah kabur.
'๐๐ข๐จ๐ช ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ณ ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ต๐ช. ๐๐ญ๐ข๐ต ๐ฌ๐ฐ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐ช๐ฌ๐ข๐ด๐ช๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ซ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ ๐ต๐ข๐ฅ๐ชโฆ ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ ๐ด๐ช๐ข๐ญ.'
"Informasi?"
"Se-semua kutulis di buku catatan ini." Umbra kembali menunjukkan buku note miliknya, "Selamat, kau sudah memegang benda milik W.I.S.E. seharga misi tingkat SS."
Vine mendengus, tak peduli dengan candaan itu, "Kamu gak takut jika aku ngambil buku itu saat kamu mati nanti?"
"Coba aja kalau bisa," tantang Umbra, "Lagi pula kamu gak bakal ngerti satupun isi dari catatan ini karena semuanya tertulis menggunakan kode. Aku nggak sebodoh itu menulis seluruh informasi ini tanpa disembunyikan."
Sejujurnya Vine menginginkan buku catatan itu. Keberadaan target utamanya yang merupakan salah satu anggota KIND, yaitu '๐ฐ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐ฐ๐๐๐๐๐ข' sedikit sulit untuk dilacak, meski ia sudah menggunakan semua informasi dari para informan Garden, ia masih belum menemukannya. Bahkan tempat ini yang diperkirakan sosoknya ada di sini nyatanya tidak ada.
Jika ada informasi yang merujuk ke '๐ฐ๐๐๐๐๐๐' berada di dalam catatan itu, mungkin itu akan sedikit membantunya dalam menyelesaikan pekerjaan ini. Tapi ia tak mau memutar otak untuk dekode, kode, atau apapun itu yang biasa digunakan oleh mata-mata. Ia lebih senang beraksi daripada berpikir.
Vine menghela napas, "Gak akan kuambil," lalu kembali melihat ke anak-anak yang berada di tengah ruangan, "Aku tahu ini gencatan senjata sementara, tapi sepertinya kita memiliki tujuan yang sama mengenai anak-anak itu. Jadi, gak akan kuambil."
"Aku nggak akan membantahnya," Umbra menyetujuinya.
Vine benar, anak-anak ini harus dikeluarkan dari tempat ini segera. Tapi kemana? Kota Ruddow bukanlah tempat yang aman untuk meninggalkan anak kecil seperti ini. Andai ada suatu tempat yang aman untuk anak-anak tinggal sementaraโ
Tiba-tiba saja ia kepikiran sesuatu. Segera Agen Umbra membuka buku notenya lagi dan menuliskan sesuatu di dalamnya. Terlihat sekali Agen Umbra sudah mulai kesulitan menulis, tangannya tak berhenti bergetar.
"Ji-jika aku gak salah tebakโฆ sepertinya W.I.S.E. akan mengirimkan agen terbaiknya untuk mengambil buku ini, aku harapโฆ"
"Agen terbaik? Siapa?"
Umbra selesai menulis di buku catatannya itu. Ia menyimpan penanya di dalam saku dan langsung melemparkan buku catatan itu lagi ke Vine. Dengan mudahnya Vine menangkapnya, lalu memasang wajah bingung. '๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฌ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ญ๐ข๐จ๐ช? ๐๐ฌ๐ถ `๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ ๐จ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ข๐ฌ๐ข๐ญ ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ช๐ญ!'
"๐๐ ๐๐๐๐๐๐. Manusia d-dengan seratus wajah," ujar Umbra, "kau pegang buku itu. Ji-jika aku beneran mati, serahkan buku itu pada Twilight. Aku yakin pihak W.I.S.E. bisa mengurus anak-anak ini untuk sementara waktu. Selamat, kau telah memegang rahasia penting W.I.S.E. sebanyak dua kali."
Ingin sekali Vine mengatakan '๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ข๐ด๐ช๐ฉ?!' tapi melihat kondisi Umbra yang seperti itu, membuatnya hanya terdiam dan tak menjawab. Sepertinya mata-mata itu amat sangat yakin ia tak dapat keluar dari tempat ini hidup-hidup. Vine lalu menyimpan buku kecil itu di dalam sakunya.
'๐๐ณ๐ช๐ข ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐๐ณ๐ช๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ต๐ข-๐ฎ๐ข๐ต๐ข? ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ? ๐๐ฆ๐ณ๐ถ๐ต๐ข๐ฎ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉ ๐ฃ๐ข๐บ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ? ๐๐ฆ๐ฑ๐ถ๐ต๐ถ๐ด ๐ข๐ด๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐ช?!'
"Agen terbaik ituโTwailait, atau apapun ituโseperti apa dia?" tanya Vine. '๐๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐จ๐ข๐ณ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ต๐ถ๐ฌ๐ข๐ณ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ-๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐๐๐๐.'
Umbra menarik napas dan mulai berpikir, "D-dia pandai menyamarโฆ Memiliki kharismaโฆ Oh ya, dia punya ingatan yang sangat bagus. Dia dapat mengingat wajah, nama, umur, dan pekerjaan orang-orang. Ji-jika kau pernah bertemu dengannya sebelumnya, aku yakin dia langsung mengenalimu," jelas Umbra.
'๐๐ฐ๐ต๐ฐ๐จ๐ณ๐ข๐ง๐ช๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฐ๐ณ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฉ?' Vine mendengus, "Memangnya dia bisa mengingat ratusan wajah orang?"
"Heh, jangan remehkan kemampuan mata-mata W.I.S.E., kami dilatih untuk itu. Jaga-jaga saja sembunyikan wajahmu. Topi hitam itu tak banyak membantu tauโฆ"
"Tapi tetap aja penjelasanmu tuh gak membantu menjelaskan seperti apa dia. Jika aku gak sengaja ngebunuhnya, entah apa yang akan terjadiโฆ"
Mengingat tubuh-tubuh yang sudah terkapar bersimbah darah dari lantai 1 hingga 3, Umbra yakin pembunuh itu tidak main-main dengan ucapannya. Ia bisa membunuh siapa saja yang ia dianggap mencurigakan di sarang musuh.
"Kamu bakalan tau jika bilang kata sandinya."
"Memangnya ini permainan?!" gerutu Vine. Berbicara dengan orang yang sudah sekarat membuatnya sangat frustasi.
'๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ-๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฌ๐ถ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ฎ๐ข๐ต๐ข-๐ฎ๐ข๐ต๐ข ๐ช๐ฏ๐ช.'
Bunuh...
Sekali lagi, sungguh suatu keajaiban agen itu masih dapat berbicara dengan jelas di kondisinya yang seperti itu. "Luka pendarahan sudah berhenti, tapi racunnya sudah menyebar. Meski aku sepertinya tahu racun apa yang mereka gunakan, kamu beneran lagi nggak beruntung karena hari ini aku hanya membawa penangkal racun untuk racun yang berbeda. Jikapun rekan-rekanmu sampai saat ini, aku nggak yakin nyawamu akan masih bersamamu."
"Te-terima kasih atas informasi yang udah kuketahui."
Vine menghela napas.
"Karena mau bagaimanapun kau akan mati sebentar lagi, mau kuhabisi saja nyawamu sekarang?" tawar Vine singkat.
Umbra bahkan tak tahu apakah Vine sedang bercanda atau tidak. Ia hanya menatapnya tidak percaya. Menawarkan diri untuk membunuhnya di tengah-tengah gencatan senjata?
โ แดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ โด: หขโฑแตแต แดนโฑหขหขโฑแตโฟ แดบแตแตแตหข โ
Hari yang sama, Jumat, 17 Maret.
Dini hari di waktu yang bersamaan, pukul 01.30 waktu setempat.
Di suatu tempat di South Ruddow, Ostania.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
"GOBL*K!"
Wanita bermake-up tebal, berambut pirang tertata rapi, baru saja melemparkan sebuah benda yang sepertinya terbuat dari besi ke kepala seorang pria bertubuh besar.
"KENAPA KALIAN NINGGALIN MEREKA DI GEDUNG ITU?!"
Wanita itu kembali melempar barang lainnya, dengan caci makian yang terus keluar dari bibir berlipstik merah tuanya.
"Pria rantai itu udah ada di lantai 3 saatโ"
"BANYAK ALASAN!" Wanita itu meraung. Pria besar itu hanya terdiam menerima semua lemparan yang mengenainya.
"Udah dibilangin jangan ninggalin barang bukti! Mereka itu juga barang bukti, gobl*k! Kamu mau Antoine marah lagi?! Bocah-bocah itu lagi uji lapangan dan kalian tinggalin gitu aja?!"
Wajah wanita itu memerah karena marah. Urat-urat nadi sampai terlihat di pelipisnya. Wanita itu benar-benar mengamuk.
"Jika Antoine marah, aku duluan yang bakal dimarahin oleh mereโ!"
"Hei, Gracie, kayaknya para penyusup itu belum meninggalkan gedung," salah seorang pria lain yang memakai setelan rapi mencoba memotong amarah dari wanita itu, "Gak ada yang ngeliat mereka keluar meninggalkan gedung."
Sudah satu jam wanita itu terus mengamuk dan belum ada satupun orang-orang di sana yang berani menghentikannya. Tidak ada perkembangan, justru banyak sekali waktu terbuang. '๐๐ช๐ฌ๐ข ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฌ ๐ด๐ฆ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข ๐ฅ๐ช๐ฉ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ, ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐ธ๐ข๐ฌ๐ต๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ถ๐ข๐ฏ๐จ.'
"Aku tau kau marah pada anj*ng-anj*ng gobl*k b*ngsat ini. Tapi kita udah kehilangan banyak waktu. Kita juga harus membereskan barang bukti yang lain dan pergi dari sini."
Lalu wanita pemarah tadi langsung berteriak dan menendang pria besar itu, "Lalu tunggu apa lagi kamu?! Denger kan?! Cepat kamu suruh kawan-kawan g*blokmu itu buat balik lagi dan ambil bocah-bocah itu! Jika gak berhasil lagi, kalian mati!"
โ แดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ โด: หขโฑแตแต แดนโฑหขหขโฑแตโฟ แดบแตแตแตหข โ
Hari yang sama, Jumat, 17 Maret.
Dini hari, pukul 01.35 waktu setempat.
330 Maint Road, Lantai 3. South Ruddow, Ostania.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
"Aku tahu kita lagi gencatan senjata, jadi jangan salah paham," tutur Vine setelah mengutarakan pertanyaan yang entah datang dari mana. Kini ia duduk tak jauh dari Umbra, tangannya sedang membersihkan pisau rantai miliknya dari darah. "Kami menghargai nyawa. Kami bukanlah mesin pembunuh sadis berhati dingin yang membunuh secara membabi buta. Tapi sepertinya kau sangat kesakitan. Bahkan kemampuan menjaga ekspresi ala mata-matamu gak dapat menutupinya. Aku hanya menawarkan untuk membuatnya jadi lebih cepat."
'๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ. ๐๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ข๐ฌ๐ช๐ต ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช. ๐๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ข๐ต๐ช ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ซ๐ข.'
"Juga ingat, aku gak akan menawarkan opsi ini jika nyawamu masih bisa diselamatkan. Lima belas tahun aku jadi pembunuh bayaran, aku tahu mana orang yang masih bisa hidup dan mana yang tidak," lanjut Vine, "meski aku tetap berharap kalau kau tetap hidup. Karena aku nggak tahu apa yang harus aku lakukan pada anak-anak itu."
"Memangnya kau pikir a-aku juga tahu?" timpal Umbra.
Tawaran Vine terdengar sedikit menggiurkan. Umbra juga tahu bahwa dirinya sudah tak tertolong lagi. Kondisinya yang masih bisa bernapas sampai detik ini saja juga merupakan sebuah keajaiban, namun diiringi rasa sakit yang menderita. '๐๐ข๐ค๐ถ๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ช๐ฏ-๐ฎ๐ข๐ช๐ฏ. ๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ๐ช๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ.' Haruskah ia akhiri hidupnyโ
Tidak. Kau adalah mata-mata Umbra! Rasa sakit ini tidak seberapa bagi agen mata-mata. Seorang mata-mata profesional tidak akan menyerah dengan rasa sakit seperti ini!
"Aku a-akan mengatakan tidak," Umbra menjawab tawaran Vine, "lebih baik aku mati seperti ini daripada kau membunuhku. W.I.S.E. nggak a-akan semudah itu mempercayaimu. K-kita nggak mau membuat konflik antar organisasi kita dalam waktu dekat, `kan?"
Jika Vine membunuh Umbra pada saat ini dan mengatakan bahwa ini semua merupakan keinginan dari Agen Umbra, ia yakin W.I.S.E. tidak akan semudah itu untuk mempercayainya. Lagi pula tidak ada barang bukti yang dapat membela aksi Vine. Mungkin ada, di buku catatan itu, tapi apakah semuanya akan berjalan lancar nanti?
"Baiklah, meski kau ada benarnya juga. Aku mempercayai keputusanmu. Setidaknya aku sudah menawarkan. Kalau kamu berubah pikiran, aku masih menerimanya," ujar Vine.
Kemudian keheningan kembali muncul di ruangan redup itu. Anak-anak masih terdiam saling menatap satu sama lain di tengah-tengah ruangan, Vine masih membersihkan senjatanya, dan Umbra masih berkonsentrasi mengatur napasnya yang sudah kacau. Sejujurnya mereka seharusnya tidak berdiam diri seperti ini, tapi apa yang harus mereka lakukan sekarang?
"Ji-jika dugaanku benar, orang-orang itu akan kembali ke tempat ini." Umbra mulai merasakan kesulitan dalam berbicara, "Ha-habisnya ini sedikit aneh. Kenapa mereka meninggalkan anak-anak hasil eksperimen mereka di sini. Sepertinya orang-orang di tempat ini sebagian besar adalah amatiranโฆ"
"Dan kau terluka oleh para amatirโ"
"Diam. Itu nggak ada hubungannya karena mereka menggunakan kemampuan anak-anak ini!"
Vine tak peduli dengan protes dari Umbra. "Pantas aja aku juga ngerasa ada yang ganjal. Apa ini perangkap?"
Napas Umbra semakin berat. "E-entahlahโฆ Aku udah gak bisa mikir lagiโฆ"
Lalu Vine menoleh ke anak-anak kecil yang ada di tengah ruangan dan memanggilnya, "Hei, kalian!"
Akhirnya mereka bertiga yang sedari tadi melihat satu sama lain kini mengalihkan pandangannya ke Vine secara serentak. Vine langsung bertanya, "Apa yang akan kalian lakukan sekarang?"
Tanpa saling memandang seperti sebelumnya, laki-laki berambut merah langsung menjawab, "Pergi. Pulang."
"Pulang ke m-mana?" tanya Umbra.
Kini anak perempuan berambut pirang yang menjawab, "Tidak ada rumah, tapi kami ingin pulang."
Lalu anak laki-laki berambut hitam juga bersuara, "Rumah tempat kami tinggal dahulu bukanlah rumah. Kami tidak ingin pulang ke sana."
'๐๐ถ๐ฎ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ณ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฉ? ๐๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ต๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ ๐ฅ๐ช ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ต๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ ๐ฎ๐ข๐ค๐ข๐ฎ ๐ข๐ฑ๐ข ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช?!' Umbra mencoba untuk menggali informasi tempat anak-anak itu berasal. '๐๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ญ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ข๐ต๐ถ ๐ญ๐ข๐ฃ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ-๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ข๐ฅ๐ช?'
"Apakah kalian tahu di mana kalian tinggal dulu? Atau di mana rumah yang bukan rumah yang kalian maksud itu?"
"Ituโ"
Kemudian ketiga anak itu terdiam, wajah mereka mulai memucat. Belum sempat Vine maupun Umbra menanyakan ada apa, mereka bertiga langsung mengatakan perkataan yang sama. Satu kalimat yang tak ingin mereka dengar dalam keadaan seperti ini.
"Saya mendengar mereka. Di lantai bawah. Mereka mencari kami," Anak-anak itu berkata secara bersamaan. Kemudian ekspresi ketakutan terlihat di wajah anak-anak itu.
"Mereka ingin membawa kami kembali ke rumah yang bukanlah rumah itu!"
~ ๐๐ง๐ ๐จ๐ ๐๐ข๐๐ ๐๐ข๐ฌ๐ฌ๐ข๐จ๐ง ~
Preview Next Chapter : Rumah
Singkatnya, Loid dan Yor hanya ingin minum teh bersama di malam hari.
NOTES:
[Last edit: 13/09/2022]
Terima kasih sudah membaca.
