NOTES:

Aku, menulis domestik? Heh. Biasanya aku hanya menulis drama dan angst, jadi jangan berharap terlalu banyak denganku.

Akhirnya juga chapter yang sebagian besar menggunakan sudut pandang Yor! Mama favoritku sekaligus karakter yang paling sulit buat kutulis...

Tambahan:
"AaBbCc" โ€“ Ucapan biasa (Kutip dua biasa)
'๐˜ˆ๐˜ข๐˜‰๐˜ฃ๐˜Š๐˜ค' โ€“ Pikiran (kutip tunggal dengan huruf miring)

Pada chapter ini:
"AaBbCc" โ€“ Ucapan yang terdengar dari alat elektronik seperti radio, pengeras suara, telpon atau suara seseorang yang terdengar sangat pelan. (Kutip dua dan huruf miring)


๐™ฒ๐šŽ๐š›๐š’๐š๐šŠ ๐š‚๐šŽ๐š‹๐šŽ๐š•๐šž๐š–๐š—๐šข๐šŠ...

"Markas pusat memerlukan bantuan kemampuan Agen Twilight besok. Tidak bisa hari lain selain besok."

Sylvia dapat membayangkan aura tidak menyenangkan di balik senyuman palsu profesional milik Twilight jika nanti mereka bertemu. "Katakan pada markas pusat bahwa Twilight kita dapat menyanggupinya."

๐™ท๐šŠ๐š•๐š˜, ๐šŠ๐š๐šŠ๐šž ๐šœ๐šŽ๐š•๐šŠ๐š–๐šŠ๐š ๐š–๐šŠ๐š•๐šŠ๐š–, ๐šƒ๐š ๐š’๐š•๐š’๐š๐š‘๐š.
๐š‚๐šŽ๐š˜๐š›๐šŠ๐š—๐š ๐šŠ๐š—๐š๐š๐š˜๐š๐šŠ ๐š”๐š’๐š๐šŠ ๐š๐šŽ๐š•๐šŠ๐š‘ ๐š๐šŽ๐š›๐š‹๐šž๐š—๐šž๐š‘, ๐š–๐šŽ๐š—๐š’๐š—๐š๐š๐šŠ๐š•๐š”๐šŠ๐š— ๐š’๐š—๐š๐š˜๐š›๐š–๐šŠ๐šœ๐š’ ๐š™๐šŽ๐š—๐š๐š’๐š—๐š ๐š๐š’ ๐š๐šŽ๐š›๐š’๐š๐š˜๐š›๐š’ ๐š•๐šŠ๐š ๐šŠ๐š—. ๐™ผ๐š’๐šœ๐š’๐š–๐šž ๐š–๐šŽ๐š—๐š๐šŠ๐š–๐š‹๐š’๐š• ๐š๐šŠ๐š— ๐š–๐šŽ๐š—๐š๐šŠ๐š–๐šŠ๐š—๐š”๐šŠ๐š— ๐š’๐š—๐š๐š˜๐š›๐š–๐šŠ๐šœ๐š’ ๐š™๐šŽ๐š—๐š๐š’๐š—๐š ๐š๐šŽ๐š›๐šœ๐šŽ๐š‹๐šž๐š.

Loid mendengus. Hebat. Misi ke-8 di minggu ini. Betapa menyenangkannyaโ€ฆ Tapi sepertinya menghabiskan waktu sebentar dengan istrinya sambil minum teh tidaklah begitu buruk.


โˆ™โˆ™ยทโ–ซโ–ซแต’แดผแต’โ–ซโ‚’โ‚’โ–ซแต’แดผแต’โ–ซโ‚’โ‚’โ–ซแต’แดผแต’ แต’แดผแต’โ–ซโ‚’โ‚’โ–ซแต’แดผแต’โ–ซโ‚’โ‚’โ–ซแต’แดผแต’โ–ซโ–ซยทโˆ™โˆ™

๏ผก๏ผฌ๏ผฌ๏ผฉ๏ผก๏ผฎ๏ผบ

Fanfiction by LittlePeanutz
Spy x Family ยฉ Endล Tatsuya

๐‚๐ก๐š๐ฉ๐ญ๐ž๐ซ ๐Ÿ“: ๐‘๐ฎ๐ฆ๐š๐ก
Singkatnya, Loid dan Yor hanya ingin minum teh bersama di malam hari.


๐š๐šž๐š–๐šŠ๐š‘
(KBBI) n bangunan untuk tempat tinggal


โ€” แดฌหกหกโฑแตƒโฟแถป แถœสฐแตƒแต–แต—แต‰สณ โต: แดฟแต˜แตแตƒสฐ โ€”

Hari yang sama, Jumat, 17 Maret.
Pagi hari, pukul 06.10 waktu setempat.
128 Park Avenue, West Berlint, Ostania.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=

"Permisi, surat!"

Loid yang sedang membalikkan pancake yang sedang ia buat langsung menoleh ke arah pintu. '๐˜š๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช?'

"Biar aku yang ambil," ucap Yor yang berada di sebelah Loid, baru saja selesai mencuci piring, langsung beranjak menuju pintu depan. Padahal mereka berdua sedang berada di tengah-tengah obrolan pagi yang santai. Sudah lama mereka berdua tak saling bertukar sapa akibat kesibukan masing-masing. Juga jarang pula Yor sudah bangun jam segini dan menemani Loid yang sedang memasak sarapan di dapur. Terpaksa obrolan kecil itu harus dihentikan terlebih dahulu.

"Tidak, tunggu Yor. Biar aku saja. Kau lanjutkan," dengan cepat Loid langsung menyerahkan wajan berisi pancake ke tangan Yor. "Tinggal lakukan seperti apa yang waktu itu aku udah ajarkan ke kamu. Aku yang akan mengambil suratnya."

Yor panik karena tiba-tiba diberi wajan berisi pancake, "Eh, tapiโ€”Loid!"

Memang benar selama dua tahun terakhir ini Loid terkadang mengajarkan memasak masakan sederhana, tapi tidak tanpa pengawasan! (walau hanya sebentar). Jika pancake ini hฬถaฬถnฬถcฬถuฬถrฬถ gagal, keluarga ini tak bisa sarapan pagi! Lebih buruk, keluarganya akan mati keracunan! Loid tak bisa bekerja dan Anya tak bisa sekolah!

"Tenang. Aku percaya padamu, Yor."

"Ta-tapiโ€ฆ"

Mau tidak mau, dengan air mata yang sedikit menggenang, Yor menggigit bibir bawahnya, menerima apa yang telah diberikan. Berusaha melanjutkan apa yang baru saja Loid lakukan. '๐˜ˆ๐˜บ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ ๐˜ฐ๐˜ณ! ๐˜’๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข! ๐˜‘๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜“๐˜ฐ๐˜ช๐˜ฅ! ๐˜๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ค๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฆ! ๐˜’๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ต๐˜ถ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ!'

Loid segera berjalan menuju pintu depan, '๐˜š๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ต ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜จ๐˜ช-๐˜ฑ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ซ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ. ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ณ๐˜ข๐˜ซ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ถโ€”'

KREAK!

Loid membuka pintu depan. Sosok lelaki muda mengenakan seragam pengantar surat berdiri di depannya. Lelaki itu tersenyum dan menyapanya.

"Selamat pagi, atau lebih tepatnya, selamat malam. Tuan Forger?"

'๐˜š๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข.' Loid menjawabnya, "Ya, saya sendiri. Selamat pagi."

Laki-laki itu mengeluarkan selembar amplop cokelat dari tas yang berisi penuh dengan surat maupun paket kecil lainnya. Laki-laki itu langsung menyerahkan amplop tersebut ke Loid.

"Ada surat untuk Anda, kukkuโ€ฆ"

"Terima kasih." Loid langsung menerima amplop itu. '๐˜‹๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ช๐˜ญ ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ด๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ. ๐˜’๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฆ ๐˜—? ๐˜›๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ, ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฆ ๐˜– ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.'

"Semoga hari Anda menyenangkan, Tuan Forger! Kukkuโ€ฆ"

Setelah menerima amplop itu Loid langsung menutup pintu. Ia menghela napas, untung saja ia yang membukakan pintu. Pagi harinya disambut dengan detail misi. Betapa menyenangkannya.

"Loid! Loid! Apakah ini sudah benar? Aku tidak merusaknya `kan?!" terdengar seruan panik Yor dari arah dapur.

'๐˜–๐˜ฉ ๐˜บ๐˜ข! ๐˜ ๐˜ฐ๐˜ณ!'

Hampir saja Loid melupakan istri (palsu)-nya yang sedang menggantikannya memasak di dapur. Semoga makanannya baik-baik saja.

[ แต€โฑแตแต‰ หขแตโฑแต– ]
|โ€” แดฌหกหกโฑแตƒโฟแถป แถœสฐแตƒแต–แต—แต‰สณ โต: แดฟแต˜แตแตƒสฐ โ€”|

Untung saja sarapan mereka baik-baik saja. Loid maupun Anya tidak akan memulai hari dengan sakit perut. Ini menandakan perkembangan masakan Yor sudah lebih baik, meski pancake tersebut sedikit gosong. Tapi setidaknya ia tak akan mati keracunan bila memakan masakan istri (palsu)-nya.

"Surat untuk siapa?" tanya Yor yang sedang menata piring dan gelas di atas meja makan.

"Untukku. Sepertinya dari atasanku," jawab Loid sambil meletakkan pancake di atas piring.

"Kepala rumah sakit kah? Ada apa?" Yor merasa takut. Kata rekan-rekan kantornya, biasanya surat yang dikirim langsung ke rumah oleh atasan itu tidak lain dan tidak bukan adalah surat pemecatโ€”

"Belum kubuka. Biasanya mengenai adanya pasien khusus yang harus aku tangani." Dengan mudahnya Loid mulai mengarang cerita, tak peduli apakah cerita itu dapat dipercaya atau tidak. Ia dapat melihat ekspresi kekhawatiran di wajah Yor, mungkinkah ia berpikir ini adalah surat pemecatan? "Jadi sepertinya aku akan pulang telat lagi hari ini."

"Begitukah?" Yor hanya berharap surat itu bukan pertanda buruk atau semacamnya, "Ngomong-ngomong, sepertinya hari ini aku akan pulang lebih cepat," ungkapnya sambil meletakkan sekotak karton berisi jus jeruk di atas meja.

"Kalau gitu kau dan Anya bisa pesan makanan sesuai yang kalian suka."

Aneh, Twilight benar-benar merasa sudah terbiasa dengan kehidupan rumah tangga Keluarga Forger. Dari menyiapkan sarapan, saling menyapa dan berbincang, saling mengucapkan 'hati-hati di jalan' dan 'selamat datang', hingga hiburan canda tawa, tak peduli seberapa keras Twilight menyangkal bahwa ini semua untuk kepentingan misi, rasanya aneh jika menyebutkan semua ini adalah sandiwara belaka. Selama hampir 2 tahun, tidakโ€”lebih tepatnya 605 hari sejak menjalani kehidupan keluarga Forger, Twilight berusaha menyangkalnya, namun tetap saja.

'๐˜š๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช.'

Karena jika sudah terlanjur perasaan ini muncul, akan sulit untuk melepaskan mereka setelah misi ini berakhir.

Tapi apakah ia benar-benar mau melepaskan mereka? Ugh.

Setelah meja makan sudah tertata dengan rapi lengkap dengan sarapan pagi, Yor pergi untuk membangunkan Anya. Sementara Loid langsung mengambil amplop tadi dan segera membukanya sesaat Yor meninggalkan meja makan. Surat tersebut berisikan detail misi baru, tentu tersembunyi sebagai surat mengenai pekerjaan di mata orang awam.


{{๐š‚๐šŽ๐š•๐šŠ๐š–๐šŠ๐š ๐™ฟ๐šŠ๐š๐š’, ๐šŠ๐š๐šŠ๐šž ๐š–๐šž๐š—๐š๐š”๐š’๐š— ๐šœ๐šŽ๐š•๐šŠ๐š–๐šŠ๐š ๐š–๐šŠ๐š•๐šŠ๐š–, ๐šƒ๐š ๐š’๐š•๐š’๐š๐š‘๐š.

๐™ป๐šŠ๐š—๐š๐šŠ๐šœ๐šŠ๐š— ๐š„๐š๐šŠ๐š›๐šŠ ๐™ฝ๐šŠ๐šœ๐š’๐š˜๐š—๐šŠ๐š• ๐™พ๐šœ๐š๐šŠ๐š—๐š’๐šŠ, ๐™ฒ๐šŽ๐š—๐š๐š›๐šŠ๐š• ๐™ฑ๐šŽ๐š›๐š•๐š’๐š—๐š. ๐™ฟ๐šž๐š”๐šž๐š• ๐Ÿถ๐Ÿพ๐Ÿถ๐Ÿถ
๐™ฟ๐šŽ๐šœ๐šŠ๐š ๐šŠ๐š ๐š”๐šŠ๐š›๐š๐š˜ ๐š๐šŽ๐š—๐š๐šŠ๐š— ๐š—๐š˜๐š–๐š˜๐š› ๐š™๐šŽ๐š—๐šŽ๐š›๐š‹๐šŠ๐š—๐š๐šŠ๐š— ๐š‡๐š‡-๐š‡๐š‡๐š‡๐š‡

๐™บ๐š˜๐š๐šŠ๐š” ๐™ผ๐šŽ๐š›๐šŠ๐š‘ ๐š‹๐šŽ๐š›๐š•๐š˜๐š๐š˜ ๐š๐šŠ๐š๐šŠ๐š” ๐š‘๐š’๐š๐šŠ๐š– ๐š๐šŽ๐š—๐š๐šŠ๐š— ๐š–๐šŠ๐š๐šŠ ๐šŽ๐š–๐šŠ๐šœ.
๐™ฐ๐š–๐š‹๐š’๐š•. ๐™ฐ๐š–๐šŠ๐š—๐š”๐šŠ๐š—. ๐š๐šž๐š–๐šŠ๐š‘ ๐™ฟ๐šŽ๐š›๐šœ๐šŽ๐š–๐š‹๐šž๐š—๐šข๐š’๐šŠ๐š— ๐™ถ.}}


Loid menghela napas sembari memasukkan surat itu ke dalam amplop. '๐˜“๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ขโ€ฆ ๐˜—๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ต ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ-๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ 5 ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ. ๐˜๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต ๐˜ด๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ต.'

Loid hanya berharap ia tak pulang terlalu larut hari ini.

โ€” แดฌหกหกโฑแตƒโฟแถป แถœสฐแตƒแต–แต—แต‰สณ โต: แดฟแต˜แตแตƒสฐ โ€”


Hari yang sama, Jumat, 17 Maret.
Siang hari, pukul 11.20 waktu setempat.
Berlint City Hall, Ostania.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=

Siang itu pekerjaan Yor Forger tidak begitu banyak. Setelah tiga hari berturut-turut bekerja sampai larut (a.k.a. tugas pembunuhan), Yor diizinkan untuk pulang sedikit lebih cepat. Ia berterima kasih pada Tenchล karena memberinya kesempatan untuk beristirahat sebentar bersama keluarganya. Pekerjaan (pembunuhan) yang akhir-akhir ini lebih sering daripada sebelumnya benar-benar menyita waktunya. Kenapa banyak sekali orang jahat di negara iniโ€ฆ

'๐˜š๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ข ๐˜“๐˜ฐ๐˜ช๐˜ฅ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ค๐˜ถ๐˜ณ๐˜ช๐˜จ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ต ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด,' gumam Yor. Akibat pekerjaannya yang sangat banyak akhir-akhir ini, mereka jarang sekali menghabiskan waktu keluarga. Berbincang sepulang kerja saja hanya sebentar, setelah itu ia langsung pergi tidur karena kelelahan.

'๐˜“๐˜ฐ๐˜ช๐˜ฅ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ-๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ต. ๐˜—๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ. ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ฆโ€”'

"Nyonya Forger!"

Lamunan Yor langsung terputus dan ia menghentikan aktivitasnya. Yor menoleh ke seseorang yang memanggil namanya.

"Ah, halo Direktur. Selamat siang. Ada apa?"

"Ada telepon untukmu, dengan nomor spesial," ujar Direktur. Seketika wajah Yor berubah menjadi serius. '๐˜—๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช.'

"Baik, terima kasih. Saya akan segera ke sana." Yor segera bangkit dari kursinya.

โ€” แดฌหกหกโฑแตƒโฟแถป แถœสฐแตƒแต–แต—แต‰สณ โต: แดฟแต˜แตแตƒสฐ โ€”


โ€”สŸษชแด›แด›สŸแด‡แด˜แด‡แด€ษดแดœแด›แดขโ€”

Sore harinya, pukul 15.20 waktu setempat.
128 Park Avenue, West Berlint, Ostania.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=

Yor pulang lebih cepat dari biasanya seperti yang ia katakan. Sesampainya di apartemen, Bond langsung menyambutnya. Masih ada beberapa waktu sebelum Anya pulang. Setelah memberi makan Bond (tentunya dengan makanan anjing yang terpercaya, bukan hasil dari masakan Yor), Yor mulai melakukan aktivitas yang ia sukai yaitu beres-beres rumah.

Waktu terus bergulir. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Itu Nyonya Rische yang tinggal di lantai atas. Ia membagikan sup hangat dan beberapa makanan lainnya untuk makan malam. Sepertinya hari ini Yor tak perlu memesan makanan di luar. Makanan yang diberikan oleh Nyonya Rische sudah cukup banyak, mungkin masih akan tersisa ketika Loid pulang nanti. Ia dapat memanaskannya kembali untuk loid.

'๐˜•๐˜จ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ-๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜“๐˜ฐ๐˜ช๐˜ฅ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ-๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜จ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข?' Biasanya orang-orang yang bekerja hingga larut mulai jarang memperhatikan kesehatan dirinya. Semoga Loid tidak seperti itu, Yor berharap.

[ แต€โฑแตแต‰ หขแตโฑแต– ]
|โ€” แดฌหกหกโฑแตƒโฟแถป แถœสฐแตƒแต–แต—แต‰สณ โต: แดฟแต˜แตแตƒสฐ โ€”|

Beberapa saat kemudian pintu depan kembali terbuka. Langkah kaki kecil memasuki apartemen tersebut. Putri kecil keluarga itu baru saja pulang.

"Anya pulangโ€ฆ eh, Mama!"

Anya terkejut seketika melihat keberadaan mamanya di dalam rumah. Akhir-akhir ini mama dan papa selalu pulang larut sehingga Anya selalu ditemani oleh Kribo sampai mama atau papa pulang. Hari ini Anya benar-benar tidak menyangka mamanya akan menyambutnya di rumah dan bukanlah Kribo.

"Mama pulang cepat!" seru Anya riang sambil melompat-lompat. "Apa Papa juga pulang cepat?"

"Tidak, maaf Anya. Loid bilang akan pulang larut lagi," kata Mama. Sedikit perasaan kecewa terlintas di benak Anya. Tapi setidaknya Mama sudah ada di rumah!

Anya langsung berlari ke arah sofa, bahkan belum sempat melepaskan seragam sekolah. Anya langsung membuka tas dan mencoba mencari sesuatu.

"Anya, ganti pakaian duluโ€”"

"Mama! Hari ini Becky ngasih Anya pensil warna baru!" seru Anya sambil mengeluarkan sekotak besar pensil dengan berbagai warna, "Lihat! Lihat! Ada banyak sekali warnanya! Bahkan lebih banyak dari yang Papa belikan!"

"Wah! Itu bagus, Anya! Banyak sekali!"

"Lalu, lalu, lalu! Bondman sudah ada di bioskop milik Becky! Terus Becky ajak Anya nonton besok! Anya mau nonton Bondman!"

Tak henti-hentinya Anya bercerita tentang hari itu. Anya terlalu bersemangat sampai-sampai Mama sedikit kesulitan menanggapi Anya.

"Lalu Anya lihat banyak banget helikopter di langit hari ini! Mereka terbang tinggi sekali! Anya juga ingin naik helikopter!" Anya mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi, melambangkan helikopter yang dilihat oleh Anya tadi siang berada di langit yang tinggi. "Anya mau gambar helikopter aja deh! Pakai pensil warna dari Becky!"

"Baiklah, Anya. Setelah ini kita menggambar bersama. Tapi sebelum itu pergi mandi dan ganti baju dulu. Mama akan membuat minuman. Cokelat hangat?"

"Anya suka cokelat!"

Anya berseru riang. Akhir-akhir ini setelah Mama pulang dari kerja, Mama selalu kelelahan dan biasanya langsung tertidur di kamar. Terkadang pula Mama pulang ketika Anya sudah tertidur. Waktu yang dihabiskan oleh Anya dan Mama menjadi lebih sedikit. Papa juga begitu. Namun Anya tidak sedih karena Anya tahu Mama dan Papa bekerja dengan sangat giat dan keren, tapi hanya saja Anya sedikit kesepianโ€ฆ

Oleh karena itu kali ini Anya tidak membuang-buang kesempatan bercerita panjang lebar ke mama, apalagi mama tidak terlihat kelelahan. Sudah banyak hal yang ingin Anya ceritakan pada mama hari ini.

[ แต€โฑแตแต‰ หขแตโฑแต– ]
|โ€” แดฌหกหกโฑแตƒโฟแถป แถœสฐแตƒแต–แต—แต‰สณ โต: แดฟแต˜แตแตƒสฐ โ€”|

"Lihat ini Bond! Bond juga ikut naik helikopter bareng Anya! Lalu ini papa. Papa juga naik helikopter bareng mama. Nanti kita semua bakal keliling dunia bareng-bareng!"

Yor memperhatikan Anya yang sibuk menggambar di meja ruang keluarga. Anya selalu menunjukkan hasil yang ia gambar pada Bond sambil bercerita, sesekali memperlihatkan hasil karyanya pada Yor. Bond hanya menggonggong kecil menanggapi ocehan Anya.

Senyuman kecil itu begitu manis, Yor benar-benar tak ingin merusak senyuman itu. Kebahagiaan Anya yang menunjukkan pensil warna tadi mengingatkan Yor pada Yuri ketika ia membelikannya suatu barang dengan uang yang ia peroleh dari pekerjaannya waktu kecil dulu. Kegembiraan mereka sama. Celotehan penuh kegembiraan itu seakan-akan dapat menghilangkan rasa lelah akibat pekerjaannya. Yor ingin melindungi semua itu.

Namun ia memiliki pekerjaan besok. Sepertinya ia akan pulang larut lagi dan ia yakin Anya akan sedih.

"Mama akan pulang malam lagi besok?" celetuk Anya tiba-tiba. Gadis kecil itu menghentikan gambarnya dan menatap Yor dengan ekspresi sedikit sedih. "Tapi besok hari Sabtuโ€ฆ"

'๐˜Œ๐˜ฉ? ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ด๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฐ๐˜ฌ?!'

Yor berusaha mencari kata-kata untuk menjawab pertanyaan putrinya. Ia takut jika ia salah ucap akan membuat Anya sedih.

"I-ituโ€ฆ M-mama ada pekerjaan dinas besok. Anya akan di rumah bersama Loid. T-tapi Mama akan berusaha pulang tepat waktu! Besok Anya akan pergi ke bioskop sama Nona Becky kan? Mama pasti sudah pulang saat Anya pulang!"

Anya tidak langsung menjawab, membuat Yor sedikit cemas. Apakah Anya marah? Oh tidak. Dia benar-benar ibu yang buruk. Dia benar-benar ibu yang buโ€”

"Baiklah. Hati-hati Mama"

Anya kembali melanjutkan gambarnya. Sedikit terlihat gadis kecil itu berusaha menyembunyikan kesedihannya. Pikiran Yor langsung bergejolak bertanya-tanya apakah Anya marah? Sedih? Kecewa dengan dirinya?

"Mama," Anya kembali memotong rentetan pikiran cemasnya dan mengusap salah satu lengan Yor, "Anya sayang mama, benar-benar sayang. Jadi, mama semangat bekerja ya!"

Ucapan semangat yang sederhana itu, entah kenapa membuat Yor menjadi sedikit lebih percaya diri.

Kemudian pintu depan kembali terbuka. Yor benar-benar tidak menduga seseorang akan datang ke rumahnya pada jam ini. Mengingat Loid akan pulang larut hari iniโ€ฆ

"Aku pulang."

"Pa!"

"Borf!"

Anya berseru riang. Bond ikut menggonggong. Yor terkejut. Bukankah Loid bilang hari ini akan pulang telat?

"Selamat datang, Loid," Yor segera berdiri dan menghampiri suami (samaran)-nya itu. "Kau tidak bilang akan pulang secepat ini."

Di tangan suami (samaran)-nya itu terdapat sebuah buket bunga kecil. Sangat cantik, benar-benar mengingatkannya pada bunga-bunga yang berada di kebun milik Tenchล, bosnya. Sekali lagi Yor teringat mengenai tugasnya. Bagaimana ia menceritakan ke Loid bahwa besok ia tiba-tiba dinas? Oh, tunggu, ia pernah melakukan ini sebelumnya. Memangnya apa yang susah?

Ia akan memberitahunya nanti saat setelah makan malam.

โ€” แดฌหกหกโฑแตƒโฟแถป แถœสฐแตƒแต–แต—แต‰สณ โต: แดฟแต˜แตแตƒสฐ โ€”


Malam harinya, pukul 22.35 waktu setempat.
128 Park Avenue, West Berlint, Ostania.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=

Sudah pukul setengah sebelas malam lebih dan Yor masih belum bisa tidur. Tadi setelah makan malam, Yor memberitahu Loid mengenai kegiatannya besok. Seperti biasa, Loid sangat pengertian terhadapnya setelah ia memberitahu bahwa besok ia akan pergi dinas agak jauh dari Berlint (a.k.a. pekerjaan pembunuh bayaran, tapi tentu saja ia tak beritahu Loid tentang itu). Loid bahkan mendukung dan menyemangatinya.

Duh, benar-benar pria yang sangat baik.

Loid selalu bersikap baik padanya, selalu memberikan kenyamanan selama tinggal di sini. Benar-benar membuatnya merasa di terima di tengah-tengah masyarakat. Loid benar-benar orang yang sangat pengertian. Yor sangat bersyukur mengenai semua itu. Lalu hal apa yang telah ia lakukan untuk Loid untuk membalasnya?

Akhir-akhir ini saja ia terus pulang larut, hampir tidak pernah menghabiskan waktu bersama Anya, keluarga satu-satunya yang dimiliki oleh Loid. Ia benar-benar merasa gagal.

Yor tahu bahwa Loid selalu mengatakan bahwa ia telah menjadi ibu yang baik bagi Anya. Yor telah menjadi ibu yang dibutuhkan untuk keluarga Forger. Tapi di dalam situasi seperti ini, tidak mungkin tidak ada keraguan yang kembali muncul di dalam dirinya.

Yor, kenapa kau selalu meragukan dirimu sendiri?

'๐˜›๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ ๐˜ฐ๐˜ณ! ๐˜—๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ค๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช! ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฐ๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ต๐˜ถ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜“๐˜ฐ๐˜ช๐˜ฅ! ๐˜’๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข, ๐˜ ๐˜ฐ๐˜ณ!' Yor menyemangati dirinya.

Ia harus segera tidur agar besok dapat bekerja lebih baik. Namun sekarang ia merasa sedikit haus, keraguan di malam hari benar-benar membuatnya lelah. Ia mengambil selimut tipis dan beranjak turun dari tempat tidur, berniat untuk mengambil air minum di dapur.

Namun sesaat ia keluar dari kamar, ia merasakan hembusan angin dingin mengalir dari arah ruang keluarga. Apakah jendela terbuka? Apakah ada penyusup? Yor langsung bergegas berjalan menuju ruang keluarga.

'๐˜‘๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ถ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฑ, ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข? ๐˜›๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ, ๐˜ ๐˜ฐ๐˜ณ! ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜“๐˜ฐ๐˜ช๐˜ฅ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ค๐˜ถ๐˜ณ๐˜ช๐˜จ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ซ๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ! ๐˜›๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ถ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฑ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ? ๐˜ ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช.'

Ketegangan yang dirasakan Yor langsung hilang begitu saja setelah mendapati bahwa suami-(samaran)nyalah yang sedang membuka jendela ruang keluarga. Pria itu sedang berdiri di beranda, melihat ke arah luar sendirian. Angin malam yang berhembus sedikit menggerakkan rambut pirangnya. Wajah pria itu tak terlihat karena membelakanginya, namun Yor tahu bahwa ia adalah Loid, suami-(samaran)nya.

"Loid?" panggil Yor perlahan, berusaha untuk tidak begitu mengagetkan pria itu. Loid langsung menoleh ke belakang dan kedua mata mereka bertemu. "Apa yang sedang kau lakukan, Loid?"

Sejak pulang tadi, Loid tampak kelelahan. Yor tahu Loid berusaha untuk menutupinya. Namun setelah 2 tahun hidup bersama dengan selalu tatap muka setiap hari, ekspresi kelelahan itu kini terlihat jelas di matanya. Mungkinkah Loid tak bisa tidur dan ingin mencari angin segar?

"Ah, Yor," Pria itu langsung memasang senyumannya. Setelah sekian lama tinggal bersama, Yor mulai memahami arti kecil dibalik senyuman itu. Senyuman yang selalu Loid gunakan untuk menutupi sesuatu agar dirinya tak perlu khawatir.

Pada awalnya Yor tidak menyadarinya, namun lama kelamaan senyum itu semakin terlihat jelas. Walau Yor sama sekali tidak tahu apa yang Loid tutupi, tapi Yor akan mempercayai Loid. Sampai Loid percaya dengan dirinya untuk menceritakan apapun itu padanya, Yor akan menunggu. Karena Yor juga punya sesuatu yang tak bisa ia ceritakan pada Loid untuk saat ini.

Pria itu berujar pelan sambil menunjuk ke arah balkon, "Ada sesuatu yang mirip serangga terbang di sini. Jendela kubuka supaya serangga itu cepat keluar."

Tunggu, serangga?!

Ada serangga di rumah ini? Serangga yang bisa terbang?!

"Se-serangga?!" Yor mundur beberapa langkah. Niatnya untuk berjalan mendekati Loid langsung hilang begitu saja.

Tapi `kan tadi Yor sudah membereskan setiap sudut rumah! Apa ia kurang bersih dalam membersihkan rumah? Apakah Loid akan mengatakan bahwa ini semua gara-gara dirinya karena tidak pandai membersihkan rumah sehingga serangga itu masih tertinggal di sini?

Tunggu, Loid tidak mungkin pernah mengatakan hal itu.

Tapi tetap saja! Yor benci serangga! Pikirannya terus melayang kemana-mana jika ia berurusan dengan serangga! Ia selalu panik dan memikirkan hal-hal yang tidak-tidak.

"Lalu, kau sendiri sedang apa Yor? Tak bisa tidur?" Loid berbalik bertanya padanya. Iris biru pria itu sedikit bersinar, mungkin akibat terkena cahaya lampu.

Apakah ia benar-benar terlihat jelas bahwa ia sedang tidak bisa tidur? Memang sih ia tak bisa tidur, tapi alasannya ia keluar dari kamar saat ini karena ia merasa haus.

"Aku hanya ingin mengambil segelas air," jawabnya. Tak tahu kenapa ia tak dapat mengalihkan pandangannya dari iris biru itu.

Ingin sekali Yor berjalan mendekati Loid dan melihat apa yang sedang Loid lihat di luar sana. Namun keberadaan serangga mengurungkan seluruh niatnya. Ugh.

"Apakah serangganya sudah hilang?" tanya Yor ragu-ragu. '๐˜š๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ข ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ! ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ข ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ!'

"Ya, Sudah hilang. Serangganya sudah hilang dari tadi," Loid tertawa pelan dan Yor langsung menghela napas lega. Syukurlah. "Maaf, aku tidak mengganggu tidurmu, `kan?"

Yor menggeleng, "Tentu saja tidak!"

Setelah pembicaraan singkat itu, Yor langsung menuju ke dapur dan mengambil air untuk minum. Ingin sekali ia kembali menghampiri Loid dan menanyakan bagaimana keadaannya. Loid tampak sangat kelelahan, mungkin pekerjaan yang membuatnya terus pulang larut benar-benar berefek pada tubuhnya, sama seperti dirinya.

Seharusnya sekali-kali Loid meminta izin untuk libur. Jika tidak, Yor bersedia datang ke rumah sakit dan bertemu atasan Loid untuk meminta izin libur. Tapi ia tidak tahu apakah Loid akan senang dengan hal itu.

Mungkinkah Loid juga tidak bisa tidur? Lalu udara malam hari ini begitu dingin! Kenapa kau tidak mengenakan pakaian yang sedikit lebih tebal Loid?! Kau bisa terkena flu jika lama berdiri di tempat itu! Seorang dokter tidak boleh kena flu!

Ia berusaha menawarkan sesuatu yang hangat, yaitu selimut Anya yang berada di atas sofa (karena ia tak dapat menemukan selimut lain) untuk dikenakan karena terlihat sepertinya Loid masih ingin melihat-lihat keluar. Nyatanya pria itu menolaknya dan menutup jendela beranda.

Keheningan mulai terjadi, suasana mulai sedikit canggung. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Apakah Yor harus masuk ke kamar? Atau menunggu Loid terlebih dahulu masuk ke kamar? Atauโ€ฆ atauโ€ฆ menemaninya sebentar? Sudah lama `kan mereka tidak saling menghabiskan waktu berdua saja dengan mengobrol?

Mengobrol sebentar sepertinya tidak begitu burukโ€ฆ Tapi ini sudah malam! Yor tahu kalau Loid tidak pernah menolak ajakannya untuk berbincang sebentar dengannya. Oleh karena itu jika ia membuka obrolan sekarang, ia takut jika Loid akan terpaksa terbangun deminya!

Tapi entah kenapa, ia malah berusaha untuk membuka suara.

"Apakah kau sedang mengalami kesulitan tidur, Loid?"

"Jadi, apakah kau tidak bisa tidur?"

Mereka berdua berucap secara bersamaan. Mata mereka berdua bertemu, tak ada sepatah kata terucap dalam beberapa saat. Kebetulan yang sangat tidak terduga membuat Yor sedikit malu. Akhirnya suara tawa kecil dari keduanya pun memecahkan keheningan.

"Sepertinya kita sama-sama tidak bisa tidur," Loid tertawa pelan.

'๐˜“๐˜ฐ๐˜ช๐˜ฅ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ณ. ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜“๐˜ฐ๐˜ช๐˜ฅ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข? ๐˜—๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ.'

Yor memperhatikan Loid yang mulai melangkah menuju kamar, sepertinya Loid akan berpamitan selamat malam. '๐˜”๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฌ๐˜ช ๐˜“๐˜ฐ๐˜ช๐˜ฅ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ, ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜“๐˜ฐ๐˜ช๐˜ฅ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ณ. ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ณ?'

Tiba-tiba saja ia teringat sesuatu yang ia dapat kemarin dari rekan kantornya. Sepertinya tidak ada salahnya untuk menawarkan. "Mau kubuatkan teh?"

Yor melihat Loid terdiam sejenak, seperti memikirkan sesuatu. Yor merasa sedikit menyesal menawarkan hal tersebut. Apakah Loid tidak suka? Apakah ia mengganggunya yang hendak pergi ke kamar untuk tidur? Apakah terlalu berlebihan menawarkan teh untuk suami (samaran)-nya di tengah malam? Tapi perannya memang menjadi istri yang baik, `kan?

Sebelum kata-kata yang ada di pikirannya tidak sengaja keluar melalui mulutnya, Loid menjawab tawarannya, dengan senyum terukir di wajahnya. Kali ini bukanlah senyum yang sama seperti tadi.

"Tentu, jika kau tak keberatan, Yor."

Senyum Yor langsung mengembang. Tentu saja tidak! Justru ia merasa senang dan langsung berjalan menuju dapur. "Tentu saja tidak. Baiklah, tunggu sebentar Loid!" Setidaknya menghabiskan waktu minum teh dengan suami-(samaran)nya itu tidak begitu buruk.

Yor mengambil sekotak daun teh yang merupakan pemberian dari salah satu rekannya di lemari kabinet. Ia memanaskan teko untuk merebus air lalu mengambil gelas dari kabinet.

Loid kemudian menghampirinya di dapur. "Ada yang perlu kubantu?"

"Tidak, tidak ada. Hanya tinggal menunggu air itu mendidih."

Loid menyandarkan tubuhnya pada meja kabinet yang ada di dekatnya laluโ€”tanpa Yor dugaโ€”membuka obrolan, "Jadi, Yor, kenapa tidak bisa tidur? Apakah ada sesuatu yang mengganjalmu?"

Wah! Langsung to the point sekali! Sebenarnya Yor juga ingin menanyakan hal yang sama ke Loid. Tapi, apakah wajah Yor saat ini benar-benar sedang terlihat bermasalah? Huh, kenapa semakin lama ia tinggal dengan pria ini, semakin sulit dirinya untuk menyembunyikan ekspresi dari pria ini.

"Tidak adaโ€ฆ hanya sajaโ€ฆ pekerjaanku kali ini membuatku kepikiranโ€ฆ"

"Masalah pada pekerjaan?" Yor dapat mendengar nada khawatir dari suara pria itu. Yor benar-benar menghargai Loid yang begitu peduli dengan pekerjaannya.

"Tidak, tentu saja tidak," Yor langsung menyangkal. Apakah ia harus menceritakan hal yang sedang mengganggunya saat ini kepada suami-(samaran)nya? Tapi rasanya sedikit aneh mengingat pernikahan ini hanya pura-pura semata. Tapi mereka sudah menjalani kehidupan kepura-puraan ini selama hampir 2 tahun lamanya. Lagi pula ini juga bukan pertama kalinya ia bercerita tentang keluh kesah.

"Ini mungkin terdengar sepeleโ€ฆ" Yor mulai bercerita, "Tapi, aku hanya berpikir, apakah aku sudah melakukan yang terbaik pada pekerjaankuโ€ฆ"

Pekerjaan membunuh, pekerjaan kantoran, dan pekerjaan sebagai seorang ibu. Semua itu. Terlebih lagi akhir-akhir ini pekerjaan membunuhnya benar-benar menggeser hal-hal lainnya. '๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ-๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ช๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช?'

"Aku tahu kau selalu mengatakan padaku bahwa aku sudah melakukan semuanya dengan baik, Loid. Hanya sajaโ€ฆ maksudkuโ€ฆ terkadang di situasi yang sangat melelahkan seperti ini, apalagi akhir-akhir ini pekerjaanku lebih berat dari biasanya, terkadang sulit bagiku untuk mengatakan [aku sudah cukup baik] pada diriku sendiri," Yor bercerita pelan, ia memainkan gelas kosong yang ada di tangannya dengan ibu jarinya, "Entah kenapa aku selalu merasa belum cukup baik melakukan semuanya, terutama menjadi ibu bagi Anya. Apalagi sepertinya akhir-akhir ini aku sering membuatnya kecewa."

Pekerjaan utamanya adalah membunuh untuk menjaga kedamaian antar dua negara. Tapi kenapa ia dilema dengan pekerjaan sampingannya? Kenapa fokusnya teralihkan?

Apakah seharusnya ia tak perlu terlalu fokus menjadi sosok istri maupun ibu yang baik? Lagi pula sosok [Nyonya Forger] adalah salah satu kedoknya untuk menutupi pekerjaannya yang sebenarnya. Jika ia merasa ini terlalu berat untuk dilakukan, ia bisa saja mencari kedok lain yang tak perlu membuatnya terus kepikiran seperti iniโ€”Ia bisa saja meminta bantuan Direktur untuk mencari kedok lain.

Lagi pula, kenapa ia tetap ingin berada di dalam keluarga kecil ini? Apa yang membuatnya berusaha keras untuk memberikan yang terbaik pada keluarga palsu ini yang entah kapan dapat bubar kapan saja?

Sampai kapan lagi ia harus menjaga rahasia dari keluarga ini? Apakah sampai Anya lulus sekolah? Atau sampai Loid menemukan istri baru? Atau sampai pekerjaannya memisahkan mereka?

"Maaf jika ini terdengar sedikit konyol. Padahal bukan hanya aku yang sibuk akhir-akhir ini." Yor menghela napas. Teko air sudah mendidih, ia lalu mematikannya. "Aku tahu kamu juga sibuk dengan pekerjaanmu. Aku bukanlah satu-satunya yang merasa lelah."

Suasana menjadi hening sesaat. Yor sempat berpikir apakah Loid mendengarkannya atau tidak. Ia mengambil teko dan mulai menuangkan teh pada gelas kosong.

"Yor," Loid mulai bersuara, kemudian terdiam sejenak sebelum kembali berujar pelan, "Kau sudah melakukan semuanya dengan sangat baik."

Yah, Yor tahu itu. "Ya aku tahu, tapiโ€”"

"Jika kau sulit mengatakan itu pada dirimu sendiri, biar aku yang mengatakannya."

Loid menatapnya, menundukkan sedikit wajahnya supaya sejajar dengan Yor. Kedua mata mereka bertemu. "Aku akan mengatakannya sekali lagi. Kau sudah melakukan yang terbaik Yor, sungguh. Kau juga sudah menjadi sosok ibu yang sangat baik bagi Anya, dan aku akan terus mengatakannya."

Wajah Yor memerah malu. Memang terkadang Loid selalu mengatakan sesuatu yang membuatnya malu, namun ia tak keberatan. Tapi tetap saja ia masih belum terbiasaโ€ฆ

"Aku mengatakan hal ini bukan semata-mata untuk menghiburmu atau sekadar omongan belaka, tapi kau memang sudah melakukan yang terbaik. Tidak ada yang sempurna, aku juga tidak sempurna. Tapi kita sudah berusaha."

"..."

"Merasa bahwa apa yang kita lakukan belum cukup baik itu wajar. Meragukan diri sendiri juga wajar. Semua orang pernah melakukannya," Kini Loid tak lagi menatapnya, pandangannya justru menatap ke bawah. Yor tak dapat melihat wajah Loid.

"Tapi jangan sampai kamu tenggelam dalam keraguan itu, Yor. Seperti yang aku bilang sebelumnya, kau sudah melakukan yang terbaik. Kau harus mengatakan pada dirimu sendiri kalau kau sudah berusaha. Kau harus percaya diri, Yor. Jika kau sulit melakukannya, aku akan terus mengatakannya padamu."

Sungguh, Loid terlalu baik dan pengertian padanya. Seakan-akan ia memang tak pantas menjadi istri dari pria ini. Ia hanya istri palsu, Loid membutuhkan istri yang sebenarnya yang lebih pantas bersanding dengannya. Bukan dirinya yang selalu merasa tidak percaya diri seperti ini.

Apalagi saat ini banyak rahasia yang ia sembunyikan (mengenai pekerjaannya) padanya. Entah kenapa ia merasa telah mengkhianati pria baik iniโ€ฆ

"Terima kasih, Loidโ€ฆ" ucap Yor, kemudian menyerahkan secangkir teh hangat yang sudah ia tuang kepada Loid. "Sungguh. Terima kasih." Mungkin aku memang perlu mendengarnya dari orang lain.

Loid menerima cangkir teh tersebut, "Terima kasih." Tanpa beranjak dari dapur, Loid meminum tehnya di tempat ia bersandar sebelumnya, menunggu Yor yang sedang menuangkan teh untuk dirinya sendiri.

"Lagi pulaโ€ฆ" Loid kembali berujar, namun kali ini terdengar sedikit lebih pelan. Ia menatap cangkir yang ada di tangannya, "Kau tidak sendiri, Yor."

"Hm?"

"Seluruh perasaan lelahmu yang mengganggumu hari ini? Ya, kau tidak sendiri Yor, dan itu bukanlah suatu hal yang konyol." Loid meminum tehnya lagi, menikmati rasa khas yang ada di dalam teh tersebut.

"Aku tahuโ€ฆ" Yor yang sudah menuang teh untuk dirinya berdiri di depan Loid, ikut bersandar pada kabinet yang ada di seberangnya. Kini mereka berbincang sambil berhadap-hadapan, "Terkadang aku merasa sedikit egois, hanya memikirkan diriku sendiri."

"Itu tidakโ€”"

"Padahal bukan hanya aku yang bekerja terlalu keras beberapa waktu belakangan ini. Kau bahkan bekerja lebih keras dariku. Kau kelihatan lelah, Loid. Sungguh. Aku tadi juga ingin menanyakan hal yang sama padamu. Kau terlihat sangat kelelahan. Kenapa belum tidur?" Yor membalikkan pertanyaan yang sebelumnya Loid berikan padanya. "Ji-jika kau tidak keberatan aku bertanya padamuโ€ฆ"

Loid tersenyum kecil, kemudian menghela napas pelan. Pandangannya masih tertuju pada lantai apartemen mereka. "Tentu saja tidak apa-apa, Yor. Hanya saja, banyak sekali yang harus kukerjakan dan kupikirkan akhir-akhir ini, mungkin sama sepertimu."

"Apakah kamu istirahat yang cukup di rumah sakit? Menjaga pola makanmu? Tidak telat makan?"

"Ya, Yor. Aku tetap menjaga kesehatanku."

Entah kenapa Yor tidak terlalu mempercayai ucapan itu.

Terjadi keheningan sesaat. Yor meragukan jawaban Loid barusan. Pria itu tersenyum menggunakan [senyuman itu].

"Loid," panggil Yor perlahan, "Kau tahu? Kau juga telah melakukan yang terbaik, kini giliranku yang mengatakannya."

Yor tersenyum, lalu menyeruput teh miliknya. "Kau bekerja hingga larut akhir-akhir ini. Kau tampak kelelahan dan itu terlihat di wajahmu. Tapi kau selalu berusaha untuk tetap tersenyum padaku dan Anya."

Jam besar di ruang tamu berbunyi, entah menunjukkan jam berapa. Waktu terus berlalu selama mereka berdua berbincang. Loid hanya terdiam mendengarkan.

"Maksudku, yang ingin aku katakan, tidak apa-apa jika kamu merasa kelelahan. Tak apa kamu menunjukkan rasa lelahmu di depan kami, Loid," ujar Yor. Pandangannya menatap bayangan dirinya yang terdapat di permukaan teh. "Seperti yang kamu bilang, tak ada yang sempurna. Aku penuh dengan kekurangan, Loid juga. Jadi, kamu juga tidak perlu bersikap sempurna di depanku dan Anya."

Loid menatapnya lembut, lalu tertawa kecil, "Sepertinya aku termakan oleh ucapanku sendiri."

"Tapi, sungguh Loid. Terima kasih sudah mau mendengarkanku dan mengatakan kata-kata itu," ujar Yor. Itu sungguh berarti untukku.

Loid melembutkan ekspresinya. Ia tersenyum dan berujar pelan, "Ternyata, sepertinya aku perlu mendengar itu dari orang lain juga."

"Hm?"

Loid menggeleng, berusaha melanjutkan pembicaraan. "Lagi pula, Yor, bukankah memang tugas suami istri yaitu untuk saling menyemangati dan mendukung satu sama lain? Tentu saja aku akan mengatakan kata-kata itu padamu setiap hari, kau pantas mendapatkannya."

"Te-terima kasih," Yor sedikit tersipu mendengar kata-kata manis yang terucap dari suami-(samaran)nya itu, "d-dan aku juga akan terus mengatakannya padamu, Loid."

"Terima kasih juga, Yor," ucap Loid. Pria itu kembali meminum tehnya. "Ngomong-ngomong ini teh chamomile `kan? Enak sekali. Aku dengar teh ini dapat membantu orang yang mengalami kesulitan tidur. Sekali lagi, terima kasih."

"Sama-samaโ€ฆ" Yor berusaha menghilangkan rasa tersipunya. "Karena kau terlihat kelelahan, aku hanya ingin membantu walau sedikit."

"Kau sudah banyak sekali membantu, Yor." Loid kembali meminum tehnya, "Oh ya, karena hari ini aku tidak jadi pulang larut, sepertinya justru malah besok pulang larutnya. Aku akan meminta Frankie untuk jaga Anya."

"Kalau begitu, apa tidak masalah kalau kau masih bangun jam segini, Loid?"

"Kau sendiri? Tadi sore kau bilang akan ada dinas besok. Tidak masalah masih terbangun jam segini?"

"Ah, um." Yor meminum tehnya. Ia ingin bilang ia tak apa-apa. Ia sedang menikmati suasana santai ini bersama Loid, saat-saat di mana ia tidak disibukkan dengan tugas pembunuhan yang akhir-akhir ini seperti membabi-buta. Ia tak mau mengakhiri kegiatan minum teh dan perbincangan santai pada malam ini. "Tidak apa-apa, ini membantuku menenangkan pikiranku."

Tapi apakah Loid keberatan? Apakah ia ingin cepat-cepat tidur? Apakah aku mengganggunya? Apakah ia terpaksa menemaninya minum teh?

"Apakah aku mengganggumu?" tanya Yor perlahan. '๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต?'

"Ka-kalau kau ingin beristirahat, kau bisa masuk kamarmu duluan! Aku yang akan mencuci gelas kotor! Kau `kan seorang dokter dan besok kau pulang larutโ€”"

"Yor, tidak apa," Loid langsung memotongnya, "Sama sepertimu, ini juga menenangkan pikiranku. Sepertinya kita perlu sesekali minum teh seperti ini."

"Ituโ€ฆ ide yang bagusโ€ฆ"

Loid tersenyum lagi, "Sekali lagi, terima kasih atas ajakan minum tehnya, Yor. Ini sangat berarti."

~ ๐„๐ง๐ ๐จ๐Ÿ ๐‚๐ก๐š๐ฉ๐ญ๐ž๐ซ ~


Preview Next Chapter : Tinggal
Singkatnya, Twilight dan Thorn Princess mulai menjalankan tugas mereka.


NOTES:

Sebenernya chapter ini intinya hanya pengulangan dari ๐‚๐ก๐š๐ฉ๐ญ๐ž๐ซ ๐Ÿ: ๐๐ฎ๐ฅ๐š๐ง๐  dari sudut pandang Yor. Jujur, aku masih agak kurang sreg sama chapter ini hahaha... Makanya chapter ini paling sering diedit karna ya gitu... Apalagi aku ngga biasa nulis interaksi karakter yang kayak gini, makanya masih agak canggung.

Pengumuman singkat, aku mau hiatus sebentar. Kemungkinan sekitar 4 atau 5 bulan (kayaknya itu bukan sebentar deh) soalnya bakalan sibuk mengurus persiapan, pelaksanaan, dan pasca KKN. Doakan semoga aku baik-baik saja dan sehat selalu (dan nggak ada kejadian seperti KKN desa penari) selama kegiatan KKN :"D

[Last Edit : 13/09/2022]

Terima kasih sudah membaca. See you soon!