NOTES:
Yes, Aku tahu aku bilang bakal hiatusโฆ Aku beneran bakal hiatus, tapi menurutku masih nanggung jika hiatus di chapter 5. Jadi sebelum ngebolang selama beberapa bulan ke depan, update chapter dulu. Chapter ini juga chapter terpanjang sejauh ini! Awalnya mau dibagi jadi 2 chapter, tapi ternyata jadi nanggung.
Catatan lainnya, aku nggak tahu apakah Forger punya mobil apa nggak. Kita pernah liat Twilight menggunakan mobil, atau official art Loid menggunakan mobil. Tapi mobilnya taro di mana ya? Jadi kupikir apakah mobilnya di rental (karena leboh cocok dalam dunia spy menurutku). Tapi, aku sama sekali tak tahu menahu soal mobil, jadi aku ngga bisa mendeskripsikan seluruh jenis mobil yang digunakan dalam cerita ini (karena menurutku selama namanya mobil, apapun bentuknya selama roda 4 dan bisa jalan, merknya mobil).
Tambahan:
"AaBbCc" โ Ucapan biasa (Kutip dua biasa)
'๐๐ข๐๐ฃ๐๐ค' โ Pikiran (kutip tunggal dengan huruf miring)
Pada chapter ini:
"AaBbCc" โ Ucapan yang terdengar dari alat elektronik seperti radio, pengeras suara, telpon atau suara seseorang yang terdengar sangat pelan. Atau ucapan yang mempertegas sesuatu. (Kutip dua dan huruf miring)
{{๐ฐ๐๐ฑ๐๐ฒ๐}} โ Isyarat atau kode rahasia, seperti morse dll. (Kurung kurawal dengan huruf miring).
๐ฒ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ข๐...
Di pagi hari, Laki-laki pengantar surat mengeluarkan selembar amplop cokelat dari tas yang berisi penuh dengan surat maupun paket kecil lainnya. "Ada surat untuk Anda, kukkuโฆ" Loid Forger menerima surat itu dengan pasrah. Pagi harinya disambut dengan detail misi. Betapa menyenangkannya. Misi yang seharusnya dilaksanakan esok hari akhirnya dimajukan menjadi hari ini.
Di siang hari, pekerjaan Yor Forger tidak begitu banyak. Ia bahkan diiizinkan untuk pulang lebih cepat pada hari itu. Di tengah lamunannya, Direktur memanggilnya. "Ada telepon untukmu, dari nomor spesial," ujar Direktur. Seketika wajahnya berubah menjadi serius. 'Pekerjaan lagi.'
Di sore hari, akhirnya mereka dapat berkumpul sekeluarga setelah sekian lama akibat pekerjaan yang tiada akhir.
Di malam hari, Loid dan Yor saling bercengkrama dengan segelas teh hangat di tangan keduanya.
โโยทโซโซแตแดผแตโซโโโซแตแดผแตโซโโโซแตแดผแต แตแดผแตโซโโโซแตแดผแตโซโโโซแตแดผแตโซโซยทโโ
๏ผก๏ผฌ๏ผฌ๏ผฉ๏ผก๏ผฎ๏ผบ
Fanfiction by LittlePeanutz
Spy x Family ยฉ Endล Tatsuya
๐๐ก๐๐ฉ๐ญ๐๐ซ ๐: ๐๐ข๐ง๐ ๐ ๐๐ฅ
Singkatnya, Twilight dan Thorn Princess mulai menjalankan tugas mereka.
๐๐๐๐๐๐๐
(KBBI) v masih tetap di tempatnya dan sebagainya; masih selalu ada.
v diam (di).
a (sebagai keterangan pada kata majemuk) yang didiami.
dsb.
โ แดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ โถ: แตโฑโฟแตแตแตหก โ
Sabtu, 18 Maret.
Pagi hari, pukul 07.10 waktu setempat.
128 Park Avenue, West Berlint, Ostania.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
"Setelah ini kau langsung mengambil mobil?"
"Ya, tak jauh dari sini. Jadi, yakin tak mau kuantar, Yor?"
"Sudah kubilang tidak perlu, Loid. Aku nanti berangkat dengan orang-orang kantor."
"Oke, baiklah."
Kemudian obrolan berganti dengan suara dentingan alat makan. Tak ada yang berbicara. Anya mengambil sesuap omurice lagi dan memakannya. '๐๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฑ๐ข๐ฑ๐ข ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ข ๐ฌ๐ฆ ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ต๐ฐ๐ณ.'
Anya melirik ke arah mama dan papa yang juga sedang menyantap sarapan. Pagi ini papa yang memasak, jadinya sarapan kali ini tidak gosong seperti kemarin.
"Kau kira-kira pulang jam berapa? Atau mau kujemput saja?"
"Tidak perlu repot-repot, Loid! Sungguh. Aku akan langsung diantar pulang ke sini."
"Kalau begitu kalian bisa pesan makan malam jika aku belum pulang nanti."
"Oke."
Suara dentingan alat makan kembali mengambil alih. Anya memakan sesuap lainnya. '๐๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ซ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ต ๐ฑ๐ข๐ฑ๐ข, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ถ ๐ฃ๐ช๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ฑ๐ข ๐ณ๐ฆ๐ฑ๐ฐ๐ต.'
Tak ada suara selain suara alat makan beradu yang memenuhi ruangan itu. Mama dan papa makan dengan tenang, hanya obrolan kecil yang sesekali dilontarkan
Tentu bagi Anya suasana saat ini tidaklah benar-benar tenang. Meski tak ada suara yang keluar dari mulut mama dan papa, tapi suara dari isi pikiran mama dan papa benar-benar memenuhi kepala Anya saat ini. Anya kembali menyantap omurice, berusaha tidak terlalu memedulikan suara-suara pikiran dari mama dan papa. Suara hari ini terdengar lebih banyak dari biasanya.
Lagi pula ini bukan pertama kalinya mama dan papa seperti ini. Mama dan papa akan seperti ini (memikirkan banyak hal dalam waktu yang singkat) jika akan melakukan pekerjaan yang harus meninggalkan Anya sendirian di rumah (tentu Anya ditemani sama Kribo dan Bond). Anya ingin bilang kalau kepala Anya sedikit pusing mendengar pikiran mama dan papa, tapi Anya tidak mau mama dan papa tahu kalau Anya bisa membaca pikiran. Jadi Anya memutuskan untuk diam saja.
"โAnya? Halo?"
"Um?"
Anya tidak sadar jika papa sedang memanggil Anya. Rentetan suara yang terus melintas di pikiran Anya membuat Anya sedikit kesulitan membedakan yang mana suara pikiran dan mana yang bukan pikiran. Anya lalu menoleh ke arah mama dan papa secara bergantian.
"Kamu kenapa Anya?"
"Anya sakit?"
Suara mama dan papa langsung berubah menjadi khawatir. Bahkan Mama langsung meletakkan tangan di kening Anya.
"Kamu diam saja dari tadi, ada apa?"
Ingin sekali Anya bilang kepalanya sakit, tapi Anya tidak mau membuat mama dan papa yang akan melakukan pekerjaan mata-mata dan pembunuhan menjadi khawatir padanya.
Anya berusaha mencari jawaban lain. "Anya mau ikutโฆ"
"Anyaโฆ kita udah bahas tentang ini sebelumnya."
"Loid benar, Anya. Bukankah Anya menantikan menonton Bondman di bioskop bersama Nona Becky?"
Sejujurnya Anya tidak masalah jika mama dan papa akan pergi melakukan [๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐] masing-masing. Kali ini Anya lebih tertarik menonton anime Spy Wars di bioskop yang sudah Anya nantikan selama lebih dari sebulan. Tapiโฆ Anya sempat mendengar dari pikiran mama dan papa kalau tempat dilaksanakan [๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐] yang akan mama dan papa lakukan berada di tempat yang sama.
Yaitu Kota Ruddow daerah bagian Selatan.
Anya sama sekali tidak tahu di mana Kota Ruddow itu berada.
Tapi mama dan papa akan bertemu di daerah yang sama. Bagaimana jika mama dan papa tidak sengaja bertemu nanti? Bagaimana jika papa tidak sengaja melihat mama melakukan pekerjaan membunuh atau mama melihat papa melakukan pekerjaan mata-mata?
Bagaimana jika mama dan papa saling tahu satu sama lain lalu mama dan papa bertengkar? Pisah? Marah? Pergi? Anya ditinggalkan?!
Pokoknya, Anya ingin ikut untuk mencegah hal itu terjadi.
"Tapi Anya mau ikutโฆ" Anya memainkan sendoknya, "Anya janji nggak bakal ganggu."
'๐๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ข๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ด๐ช๐ฏ๐ช, ๐๐ฏ๐บ๐ขโฆ'
'๐๐ถ๐จ๐ข๐ด๐ฌ๐ถ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐บ๐ข, ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ ๐๐ฏ๐บ๐ข ๐ช๐ฌ๐ถ๐ต.'
Anya dapat mendengar pikiran mama dan papa yang memikirkan hal yang sama, skenario terburuk yang akan terjadi jika Anya ikut.
"Ini bukan jalan-jalan, Anya. Lagi pula aku dan Yor nggak pergi ke tempat yang sama." Papa nggak tahu kalau mama juga pergi ke daerah yang sama.
"Loid benar. Aku tidak bisa membawamu karena akan pergi dengan teman-teman kantorku. Loid juga tidak bisa menjagamu di sana karena sibuk dengan pasiennya!" Mama nggak tahu kalau papa bukan bekerja di rumah sakit.
"Bagaimana kalau besok kita pergi jalan-jalan? Udah lama `kan kita nggak pergi sekeluarga?" usul papa. '๐๐ฆ๐ฎ๐ฐ๐จ๐ข ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฎ๐ช๐ด๐ช ๐ข๐ฑ๐ข๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ฐ๐ฌ.'
"Ide yang bagus Loid! Anya mau pergi ke mana kira-kira?" seru mama sambil menepuk tangannya. '๐๐ฆ๐ฎ๐ฐ๐จ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ต๐ถ๐จ๐ข๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ฐ๐ฌ.'
Anya memerhatikan mama dan papa. Di balik senyuman itu, Anya tahu mama dan papa berharap kalau Anya mau menerima tawaran dari papa dan melupakan keinginan untuk ikut pergi bersama.
"Okeโฆ" Anya akhirnya menyerah, kemudian memakan sesuap omurice lagi.
Sudah hampir dua tahun Anya, Mama, Papa, dan Bond tinggal bersama dan tidak terjadi apa-apa. Ini juga bukan pertama kali mama dan papa bekerja di tempat yang berdekatan. Seharusnya kali ini semua juga akan baik-baik saja, `kan? Mama dan papa tidak akan bertengkar dan Anya tidak akan ditinggalkan. Lagi pula mama dan papa terlihat saling menyayangiโฆ
"Tapi, kalau gituโฆ hari ini Anya akan tinggal di rumah Becky."
"Eh?" Mama dan papa sedikit terkejut. "Maksudnya menginap?"
"Iya. Anya bosen sama Kriboโฆ Anya inget Becky ingin menonton episod lain dari Berlint in Love," ujar Anya, bohong. "Laluโฆ Bond juga kangen Wieselโฆ Ya `kan Bond?"
"Borf?"
Bond hanya menggonggong dengan nada bingung, memasang ekspresi sejak-kapan-aku-bilang-gitu. Mama dan papa sempat bertukar pandangan dan menatap Anya dengan tatapan bingung.
Di salah satu pikiran membingungkan dari papa yang sempat Anya dengar sebelumnya, papa kebingungan ingin menitipkan Anya kepada siapa. Soalnya tiba-tiba tadi pagi sekali, papa baru saja dapat kabar dari Kribo kalau sore ini Kribo tidak bisa datang menjaga Anya di rumah (karena sesuatu yang berhubungan dengan para informan atau semacamnya, Anya juga tidak terlalu paham). Setidaknya jika Anya menginap di rumah Becky, papa tidak perlu mengkhawatirkan Anya dan dapat fokus melakukan pekerjaan mata-mata.
"Itu tiba-tiba sekali Anya. Memangnya Blackbell sudah diberitahu?"
Oh ya! "Belumโฆ"
Semoga saja Becky tidak keberatan dengan kunjungan dadakan Anya. Lagi pula Becky selalu menanti-nanti Anya untuk menginap di rumah Becky.
'๐๐ฆ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ข๐จ๐ถ๐ด ๐ข๐ฅ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐จ๐ข ๐๐ฏ๐บ๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ต๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐๐ณ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ช๐ฆ ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ. ๐๐ข๐ฑ๐ชโฆ'
'๐๐ฏ๐ช ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช. ๐๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ฃ๐ฐ๐ด๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด ๐ฅ๐ช๐ต๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ๐ฌ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ฐ๐ช๐ฅ ๐ข๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ-๐ข๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ ๐ช๐ฏ๐ชโฆ'
Memang Anya kesepian dan bosan karena terus ditinggalkan mama dan papa. Tapi Anya tahu pekerjaan mama dan papa dilakukan untuk perdamaian dunia, jadi Anya tidak akan sedih (Anya berusaha). Lagi pula tadi papa bilang akan mengajak Anya jalan-jalan besok!
"Ya sudah, cepat habiskan sarapanmu, setelah itu hubungi kediaman Blackbell terlebih dahulu."
โ แดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ โถ: แตโฑโฟแตแตแตหก โ
Hari yang sama, Sabtu, 18 Maret.
Pagi hari, pukul 08.20 waktu setempat.
Di suatu tempat di West Berlint, Ostania.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
Setelah berpamitan dengan istri-(palsu)nya dan putri-(angkat)nya, tentunya juga dengan anjing keluarganya, Twilight segera berjalan menuju tempat rental mobil yang berada dekat dengan tempat tinggalnya. Seharusnya jaraknya tidak begitu jauh, sekitar 3 menit dari apartemen. Twilight melirik ke arah jam tangannya, pukul delapan. Ia sedikit telat dari perkiraan.
Putri-(angkat)nya yang tiba-tiba meminta untuk menginap di kediaman Blackbell itu sedikit memakan waktunya. Mau bagaimana lagi, permintaan itu sungguh tiba-tiba yang mana pakaian maupun kebutuhan untuk menginap saja belum disiapkan sama sekali. Terpaksa sempat terjadi kekacauan pagi di keluarga Forger karena tiba-tiba saja putri Keluarga Blackbell itu sudah berada di depan apartemen lebih cepat dari yang diperkirakan untuk menjemput Anya.
Namun Twilight bersyukur karena beban pikirannya berkurang satu. Tadi pagi-pagi sekali Twilight mendapat pesan rahasia dari Frankie kalau ia tak bisa menjaga Anya di rumah saat sore hari. Twilight juga tak mungkin membawa Anya ikut misi dengannya (misi ini sungguh berbahaya, dengar-dengar sudah memakan 2 agen dalam pelaksanaannya).
Dengan Anya yang dijaga oleh Blackbell, rasa khawatirnya sedikit berkurang. Loid hanya berharap Anya tidak membuat kerusakan di Rumah Blackbellโฆ
KLING!
"Selamat datang!"
Suara bel yang berada di atas pintu berbunyi. Sapaan selamat datang langsung menyambut Twilight ketika memasuki toko. Twilight langsung berjalan menuju ke seorang pria paruh baya yang berada di meja resepsionis.
"Selamat siang, atau mungkin, selamat malam! Pelanggan tetap rupanya!" sambut pria itu.
"Selamat siang, Pak Talbott. Rental mobil untuk satu hari. Yang biasa."
Pria pemilik rental mobil itu langsung menyerahkan kunci mobil tersebut pada Twilight. "Ini dia, mobilnya ada di parkiran 3A. Ngomong-ngomong, kudengar hari ini ada gosip berita tentang penyanyi cantik asal Berlint di radio jam setengah 9, di frekuensi XX.X. Cocok untuk pria muda sepertimu, ssstttsssโฆ"
Twilight mengambil kunci mobil itu. "Terima kasih. Akan aku dengar dalam perjalanan."
'๐๐ข๐ญ๐ช ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฌ๐ฐ๐ฅ๐ฆ ๐.'
โ แดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ โถ: แตโฑโฟแตแตแตหก โ
Pagi hari, pukul 08.35 waktu setempat.
Di suatu tempat di Central Berlint, Ostania.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
"Maaf saya sedikit terlambat, Direktur!" ujar Thorn Princess saat melihat Direkturnya, Matthew McMahon, yang sudah menunggu di dalam mobil di kursi pengemudi.
"Tidak apa-apa. Silahkan duduk, Thorn Princess." Direktur langsung mempersilahkan Thorn Princess duduk di kursi penumpang yang ada di sebelahnya. Setelah menyuruh wanita tersebut untuk mengenakan sabuk pengaman, pria itu langsung menjalankan mobilnya.
"Perjalanan ini cukup panjang, jadi akan aku sampaikan detail tugas yang kemarin belum sempat disampaikan selama perjalanan nanti."
Thorn Princess mengangguk. "Baik." Ia memasang wajah serius.
"Oke, yang pertama, terjadi sebuah kejadian yang tak terduga dalam tugas ini. Sepertinya terjadi sedikit miskomunikasi dengan salah satu anggota kita."
"Miskomunikasi?" Jarang sekali Garden mengalami miskomunikasi antar anggota. Apa yang terjadi?
"Sebelum itu, kau ingat [Vine]?"
Butuh waktu beberapa detik bagi Thorn Princess untuk memahami pertanyaan yang diberikan oleh Direktur. Vine? Sepertinya pernah dengarโฆ Ah!
"Ya, saya tahu," ucap Thorn Princess, "Vine adalah salah satu anggota Garden yang sering bekerja di daerah Runnith, Ruddow, dan sekitarnya. Saya pernah bertemu dengan beliau bertahun-tahun yang lalu. Beliau merupakan wanita yang saya hormati. Namun dua tahun yang lalu beliau tewas di tengah pekerjaannya yang kemudian nama [Vine] diwariskan pada adik laki-lakinya yang memiliki kemampuan yang hampir sama dengan beliau," terangThorn Princess.
"Oke, jadi seperti yang kau tahu, [Vine] ini masih tergolong anggota baru di Garden. Bukan berarti dia tidak profesional, dia hanya sedikit sulit untuk dihubungi saja." Pandangan Direktur masih berfokus pada jalan yang ada di depannya. "Kemungkinan kau akan bertemu dengan [Vine] secara tidak sengaja pada tugas kali ini."
โ แดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ โถ: แตโฑโฟแตแตแตหก โ
Hari yang sama, Sabtu, 18 Maret.
Pagi hari, pukul 08.40 waktu setempat.
Di suatu tempat dalam perjalanan menuju South Ruddow.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
Jalanan pagi hari ini tidak begitu banyak kendaraan. Twilight melihat ke arah indikator kecepatan mobil, sepertinya dengan kecepatan ini dan tanpa halangan dalam perjalanan ia dapat tiba di tempat tujuan beberapa menit lebih cepat.
Twilight lalu memutar frekuensi radio mobil menuju saluran frekuensi XX.X. Kemudian tak lama suara muncul dari radio tersebut.
"Selamat pagi semuanya, Wahai Penduduk Ostania! Jumpa lagi dengan saya, Kamerunโ"
Seperti yang dikatakan oleh pria pemilik rental mobil tadi, isinya mengenai gosip-gosip kalangan orang-orang atas di Berlint. '๐๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ, ๐ต๐ข๐ฅ๐ช ๐ฌ๐ฐ๐ฅ๐ฆ ๐.' Dengan cepat, Twilight menerjemahkan pesan demi pesan yang disiarkan oleh radio tersebut.
{{๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐, ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐, ๐๐ ๐๐๐๐๐๐.}}
"โMembahas lanjutan kemarin, dikabarkan Nyonya Gildsik selalu bertemu denganโ"
{{๐ธ๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐ข๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐ธ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ข๐. ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐.}}
"โApakah suaminya ketahuan selingkuh? Mari kita sambut bintang tamu hari ini, putrinya sendiriโ"
{{๐ผ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐ข๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ข๐. ๐น๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐. ๐ณ๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐ข๐๐๐ ๐๐๐๐.}}
"โLanjut ke sesi berita selanjutnya, apakah seniman Garry berhasil memikat hatiโ"
{{๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐ฐ๐๐๐ ๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐ข๐๐๐ ๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐.}}
Twilight mendengus. '๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฏ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ต๐ข ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช ๐ค๐ฐ๐ท๐ฆ๐ณ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ช๐ด๐ช ๐ช๐ฏ๐ช?'
โ แดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ โถ: แตโฑโฟแตแตแตหก โ
Pukul 08.45 waktu setempat.
Di suatu tempat dalam perjalanan menuju South Ruddow.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
"Rupanya Vine sedikit sulit untuk dihubungiโฆ" ujar Thorn Princess setelah mendengar penjelasan dari Direktur.
"Seharusnya tidak masalah jika ia sulit dihubungi atau tidak, biasanya Vine selalu menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Namun kali ini Vine belum memberikan laporan apa-apa pada tugas terakhirnya yang seharusnya diperkirakan akan selesai setelah 2 minggu. Ini sudah dua hari sejak perkiraan tanggal selesainya."
"Jadi Vine tidak ada kontak selama 16 hari?" tanya Thorn Princess.
"Jangan ragukan kemampuan Vine, dia akan baik-baik saja meski tidak ada kabar selama sebulan. Tapi yang jadi permasalahannya di sini adalah tempat Vine menjalankan tugasnya berada di dekat tempatmu akan bertugas, Thorn Princess. Kita tak tahu apa yang terjadi dengan Vine, kemungkinan tugasmu akan bersinggungan dengannya, mengingat klienmu dan kliennya merupakan orang yang sama."
โ แดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ โถ: แตโฑโฟแตแตแตหก โ
Pukul 09.00 waktu setempat.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
Twilight menyalip beberapa mobil yang ada di depannya. Sepertinya perkiraan akan tiba lebih cepat tidak sesuai dengan harapan. Mobil-mobil mulai memenuhi jalanan, tapi setidaknya Twilight masih bisa bergerak. Ia melirik ke arah jam yang ada di mobil, jika perjalanan ini lancar ia akan tiba sekitar pukul 3 sore.
Sudah lama ia tak menjalankan misi yang sangat jauh dari rumahnya. Padahal sebelum Operasi Strix dimulai, ia selalu bepergian ke sana kemari tanpa memiliki tempat untuk kembali. Sekarang ia memiliki keluarga (palsu) yang menunggunya untuk pulang di Berlint, jadi mau tak mau ia harus kembali ke rumah setelah misi ini selesai.
Twilight kembali memutar frekuensi radionya. Pengarahan tentang misi ini sudah selesai dan ia tak mau mendengar berita-berita gosip aneh selama perjalanan. Ia lebih baik mendengarkan berita tentang hubungan antara Westalis dan Ostania daripada mendengarkan itu.
Berdasarkan pengarahan singkat tadi, Twilight mengetahui bahwa dua agen yang gugur sebelumnya bukanlah agen-agen baru, melainkan agen-agen yang sudah profesional. Tapi kenapa mereka bisa gugur? (Meski Twilight tahu kedua agen tersebut merupakan manusia biasa sama seperti dirinya yang tidak dapat menghindari kematian.) Tapi misi ini hanyalah misi pengintaian biasa, tak perlu mencuri, mengambil, mengamankan, menyamar, atau apapun itu yang beresiko dapat bertatap muka dengan para musuh.
'๐๐ฅ๐ข ๐ด๐ฆ๐ด๐ถ๐ข๐ต๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ด ๐ฅ๐ช ๐ด๐ช๐ฏ๐ชโฆ'
Apakah organisasi yang W.I.S.E. intai kali ini memiliki teknologi terbaru yang dapat mendeteksi mata-mata? Tunggu, rasanya sedikit tidak masuk akalโฆ
Twilight kemudian berbelok ke arah kiri, ke jalan menuju Kota Ruddow. Mobil-mobil yang ada di sekitarnya sedikit demi sedikit mulai berkurang. Kemungkinan Kota Ruddow yang terkenal berbahaya menyebabkan orang-orang enggan untuk pergi ke sana. Twilight memperhatikan satu demi satu plat mobil yang ia lewati, siapa tahu akan berguna nanti.
โ แดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ โถ: แตโฑโฟแตแตแตหก โ
Pukul 09.30 waktu setempat.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
"Nathanael Elber?" tanya Thorn Princess, "Tidak, saya tidak pernah mendengar nama itu sebelumnya. Apakah ada fotonya?"
"Tidak ada foto yang benar-benar jelas, hanya ada foto dari tampak belakang," Sembari menyetir, Direktur menyerahkan selembar foto yang ia ambil dari saku jasnya dan menyerahkannya pada Thorn Princess.
Thorn Princess menerimanya dan langsung memeriksanya. Tampak foto tersebut berisi gambar buram seorang pria yang sedang membelakangi kamera. Tidak banyak yang dapat diperoleh pada foto tersebut selain pria ini memiliki rambut berwarna hitam (yang merupakan warna rambut yang sangat umum) dan perkiraan tinggi dari pria itu.
"Lalu, apakah tugas sekarang saya adalah pria ini?"
"Bukan, tugasmu masih wanita ini," Direktur kembali memberikan foto lainnya. Tidak seperti foto sebelumnya, foto ini terlihat lebih jelas. Seorang wanita berusia awal 50, berambut pirang yang tertata rapi dan bermake-up sangat, sangat, tebal. Wanita ini menggunakan lipstik dengan warna merah terang, seharusnya sedikit mudah untuk dikenali.
"Oh, inikah Gracie yang Manajer Toko katakan kemarin?" Thorn Princess memastikan. Tadi ia sempat sedikit bingung ketika ia diberi sebuah foto seorang pria oleh Direktur. Seingatnya, kata Tenchล kemarin, orang yang menjadi targetnya hari ini adalah seorang wanita.
"Ya, Gracie. Tak ada catatan kriminal di kepolisian karena ia telah menyuap seluruh polisi yang ada di kota. Ia bekerja di bawah Nathanael Elber. Gracie ini merupakan salah satu dari orang-orang yang mengatur lalu lintas jalur bawah."
"Lalu, Nathanael Elber?"
"Sejauh ini informasi yang didapat adalah Elber merupakan anggota dari [KIND]. Tak banyak informasi dari [KIND] karena informan kita selalu terbunuh ketika sedang menyelidikinya. Sepertinya mereka mempunyai para pembunuh bayaran milik pribadi," lanjut Direktur, "yang jelas, kau memiliki klien yang sama dengan Vine. Kamu ditugaskan untuk mencari Gracie dan Elber, sementara Vine mencari orang lain. Namun karena informasi mengenai Elber baru terkumpul sekitar 5% saja, klienmu hanya memintamu untuk fokus pada Gracie terlebih dahulu."
โ แดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ โถ: แตโฑโฟแตแตแตหก โ
Hari yang sama, Sabtu, 18 Maret.
Sore hari, pukul 14.20 waktu setempat.
Di suatu tempat di South Ruddow.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
Twilight memarkirkan mobilnya di belakang sebuah mobil van yang berwarna abu-abu, ia tak menyangka akan tiba lebih cepat dari perkiraannya. Ia berada di sebuah daerah yang cukup sepi, namun tidak begitu sepi karena masih ada beberapa mobil yang melintas di jalanan tersebut. Ia turun dari mobilnya dan berjalan menuju mobil van tersebut, lalu mengetuk jendela hitam tak tembus pandang mobil itu beberapa kali.
Tokโฆ Tok Tokโฆ Tokโฆ
"๏ผข๏ฝ๏ฝ๏ฝ๏ฝ๏ฝ๏ฝ๏ฝ ๏ฝ๏ฝ ๏ฝ๏ฝ๏ฝ๏ฝ๏ฝ๏ผ"
Twilight dengan pelan mengucapkan kata sandinya. Beberapa detik kemudian pintu mobil van itu terbuka. "Selamat siang, atau mungkin, selamat malam, Twilight." Seorang pria berkacamata yang ada di dalam mobil van itu membukakan pintu. "Silahkan masuk."
Tak seperti tampak luar, kendaraan ini terlihat cukup luas karena kursi-kursi penumpang yang ada di belakang telah dikeluarkan dan digantikan dengan meja-meja kecil lengkap dengan peralatan canggih mata-mata.
Di dalam kendaraan itu, Twilight diberi pengarahan singkat lainnya sekaligus dipasangkan alat pantau detak jantung pada dadanya. Pria yang ada di depannya itu langsung memberitahu informasi-informasi apa saja yang telah diperoleh oleh rekannya yang telah gugur. Pria itu juga memberikan Twilight beberapa perlengkapan mata-mata.
Twilight kemudian berganti pakaian menjadi pakaian berwarna gelap dan lebih ringan sehingga memudahkannya dalam menyusup masuk. Ia mengenakan rompi anti peluru untuk berjaga-jaga dan memakai masker ski yang menutupi wajah kecuali kedua matanya. Ia menggunakan sarung tangan yang tidak licin agar tidak meninggalkan sidik jari.
"Aku belum melaporkan ini pada atasan, tapi sekitar 5 jam yang lalu gedung itu meledak," lapor pria berkacamata itu.
"Hah?" Meledak?
Tunggu, kenapa ia baru dengar ini? Kenapa tidak disebutkan satupun menangani berita gedung yang meledak di radio? Kalau gedung itu meledak, apakah itu akan mempengaruhi rencana awal yang telah ia buat selama 5 jam perjalanan tadi.
"Sepertinya dari bom yang berada di lantai 3. Tapi ledakan itu tak sampai menghancurkan keseluruhan gedung, masih ada beberapa bagian yang masih berdiri. Tapi aku tak menjamin struktur bangunannya," jelas pria berkacamata sambil memberikan blueprint mengenai layout bangunan yang akan dimasuki oleh Twilight.
"Bisa dilihat di sini, gedung itu tersusun atas 6 lantai dengan struktur yang lumayan buruk, sehingga ditinggalkan sebelum ditempati lagi oleh orang-orang dari organisasi ini. Tidak ada listrik yang mengalir di gedung itu, ditambah lagi pepohonan lebat mengelilingi gedung itu," papar Pria berkacamata.
"Apakah orang-orang itu yang meledakkannya? Untuk menghilangkan bukti?"
Kenapa orang-orang itu ceroboh sekali meledakkan gedung? Bukankah gedung terbengkalai yang meledak tiba-tiba adalah suatu hal yang mencurigakan? Memang sih Twilight dengar akhir-akhir ini banyak gedung kosong di daerah selatan Ruddow yang diledakkan untuk membuka tempat baru, tapi jika orang-orang itu meledakkannya tanpa berpikir panjang (terutama tidak sampai hancur lebur), bukankah akan menimbulkan kecurigaan S.S.S.?
Twilight sedang tidak mau berurusan dengan S.S.S. akhir-akhir ini.
"Intinya, Tuan Twilight, misi Anda hanya mengambil buku catatan milik Agen Umbra. Tidak lebih, tidak kurang. Jika buku catatan itu tidak ditemukan di manapun, berarti misi ini sudah berbeda arah dan harus dibatalkan. Jangan sampai bertemu dengan salah satu dari mereka," pesan pria itu sambil menyerahkan alat komunikasi pada Twilight, kali ini alat komunikasi tersebut tidak satu arah seperti yang digunakan Agen Umbra sebelumnya.
"Jadi sekali lagi, kumohon Agen Twilight, jangan sampai bertemu dengan mereka. Jangan sampai Anda berakhir seperti teman saya."
Twilight menerima alat komunikasi yang diberikan oleh pria itu yang berupa mic dan speaker kecil. Ia memasangkan speaker pada telinga sebelah kanan dan mic pada bagian kerah bajunya.
"Sepertinya Agen Umbra merupakan teman yang baik dan juga hebat."
Pria itu tersenyum kecil sambil menyerahkan night vision goggle pada Twilight, "Ya, dia benar-benar teman yang baik. Saya menghormatinya."
โ แดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ โถ: แตโฑโฟแตแตแตหก โ
Sore hari, pukul 15.20 waktu setempat.
330 Maint Road, South Ruddow, Ostania.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
"Sepertinya kita kalah cepat," ucap Twilight setelah melihat tubuh-tubuh yang sudah berserakan di depan bangunan yang terbengkalai dari dalam mobil.
"Tidak, kita tidak telat, sepertinya. Tubuh-tubuh itu sudah ada sejak kemarin, sejak terputusnya kontak dengan Agen Umbra," jelas Pria berkacamata.
"Lalu tak ada satupun yang membersihkannya? Berita yang meliput?"
"Ini Kota Ruddow, terutama bagian Selatan, terkenal dengan keburukannya. Tempat terpencil untuk orang-orang yang melakukan tindakan tergelap di sini. Hal seperti ini sudah biasa, apalagi sekarang kita berada di sudut terpencil kota yang berada di pinggir hutan. Bahkan di seberang hutan merupakan perbatasan negara. Tinggal menunggu mayat-mayat itu dimakan oleh hewan-hewan liar dari hutan."
Pria itu benar. Memangnya apa yang Twilight harapkan? Daerah Ruddow bagian selatan seperti bagian yang terbuang dari Ostania. Sudah berada di ujung negara, tempatnya berupa hutan pula. Seperti sebuah daerah yang terlupakan, cocok untuk para kriminal beraksi di sini. Tempat tergelap dan berbahaya di Ostania.
Twilight melihat ke arah langit, terlihat awan hitam sudah memenuhi angkasa. Meski masih jam segini, dengan adanya awan hitam lebat yang menutupi matahari dan pohon-pohon yang lebat mengitari gedung, seakan-akan tempat ini sudah seperti malam hari.
"Berdasarkan pengamatan selama 24 jam terakhir, terdapat beberapa pergerakan. Selain adanya ledakan 5 jam yang lalu yang menghancurkan sisi gedung itu, ada empat orangโsepertinya merupakan anggota KINDโmemasuki gedung sekitar 20 jam yang lalu. Namun sampai saat ini mereka berempat belum ada satupun yang keluar. Mobil-mobil itu masih terparkir di depan gedung. Belum ada pergerakan lainnya yang terlihat mengingat jendela gedung ini sangatlah sedikit," jelas pria berkacamata.
"Baiklah, aku akan masuk. Jika sesuatu yang buruk terjadi, tinggalkan aku."
Pria berkacamata itu menggigit bibir, sedikit teringat dengan rekannya. "Hati-hati."
โ แดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ โถ: แตโฑโฟแตแตแตหก โ
Sore hari, pukul 15.30 waktu setempat.
Suatu tempat di South Ruddow, Ostania.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
"Direktur, saya sudah membereskan semuanya," ucap Thorn Princess usai keluar dari sebuah pondok kecil yang terbuat dari kayu. Ia merapikan hiasan rambutnya yang sempat terlepas dari kepalanya saat sedang menjalankan tugasnya.
"Kau menemukan Elber?" tanya Direktur sambil memberikannya handuk untuk membersihkan diri. Thorn Princess menggeleng dan menerima handuk tersebut.
"Tidak. Gracie tidak menyebutkan apa-apa mengenai Nathanael Elber sama sekali." Thorn Princess berjalan menuju sumur yang kebetulan berada di depan pondok tersebut untuk membersihkan darah yang ada di tubuhnya. "Namun Gracie selalu mengatakan bahwa ia hanya menjalankan perintah dari [Antoine]. Apakah Gracie tidak bersalah karena ia menjalankan tugas dari seseorang?"
"Jika ia tak bersalah, tidak mungkin ia bergabung dengan organisasi gelap di kota yang keji ini tanpa tahu apa-apa."
"Benar jugaโฆ"
Thorn Princess memperhatikan kedua lengannya, berharap tidak menemukan luka yang dapat menyebabkan keluarga-(samaran)nya khawatir. Sejauh ini seluruh tubuhnya tidak terdapat luka apa-apa.
Ia membetulkan hiasan rambutnya yang kembali terlepas. Direktur menyadari bahwa Thorn Princess berkali-kali membetulkan hiasan kepalanya itu.
"Hiasan rambut baru?" tanyanya.
Hiasan kupu-kupu emas di kepala wanita itu, sungguh tidak seperti biasanya. Wanita yang selalu melambangkan dirinya sebagai bunga mawar itu tidak mengenakan hiasan bunga mawar yang biasa ia kenakan.
"Ah? Ya," jawab Thorn Princess menyadari kelalaiannya. Ia seharusnya fokus dengan misi ini, tidak membetulkan hiasan rambut! "Hiasan bunga yang biasa saya pakai patah di salah satu misi terakhir. Lalu rasanya aneh jika saya tidak menggunakan hiasan kepala, namun saya belum menemukan penjual yang menjual sama persis seperti sebelumnya. Jadi saya memakai apa yang bisa saya temukan, tapi ternyata ini mudah sekali lepas."
"Hati-hati terjatuh ketika misi."
"Ya, maafkan saya."
"Ngomong-ngomong, apakah tadi kau kesulitan mengurus Gracie dan anak-anak buahnya?" tanya Direktur.
Thorn Princess yang mendengarnya pun sedikit bingung. "Eh? Tidak. Sama sekali tidak. Tidak ada yang berbeda. Sama seperti tugas-tugas lainnya," seru Thorn Princess.
"Begitu yaโฆ"
"Memangnya kenapa?"
"Jika ini hanya tugas pembunuhan biasa, kenapa klienmu repot-repot memintamu untuk jauh-jauh datang dari Berlint ke Ruddow? Seharusnya ada anggota Garden yang berada lebih dekat dengan kota ini, seperti misalnya Vine. Apakah karena Vine tidak dapat dihubungi? Atau klienmu memiliki maksud tersembunyi?"
"Apa kita perlu mencari Vine? Seharusnya Vine berada di daerah ini juga `kan?"
"Kita coba lihat-lihat sebentar saja, tempat ini sangat luas. Kau juga harus segera pulang ke keluargamu."
โ แดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ โถ: แตโฑโฟแตแตแตหก โ
Hari yang sama, Sabtu, 18 Maret.
Sore hari, pukul 16.20 waktu setempat.
330 Maint Road, South Ruddow, Ostania.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
Twilight sudah mengelilingi gedung ini sebanyak dua kaliโmungkin lebih, tapi ia belum menemukan buku catatan itu di manapun. Benar-benar seperti mencari jarum dalam jerami! Jika seperti ini ia tak akan menemukannya hingga besok! Bahkan langit sudah malam dan memperburuk penerangannya saat ini. Ia tak mau mencari sebuah buku kecil di gedung sebesar ini dalam keadaan gelap gulita. Ditambah lagi suara gemuruh tanda-tanda hujan sebentar lagi akan turun.
Twilight melihat ke arah puing-puing bangunan yang sepertinya merupakan akibat dari ledakan bom pada gedung ini. Apakah buku catatan itu tertimbun di dalam puing-puing bangunan? Apakah jasad Agen Umbra tertimbun dalam puing bangunan?
Sebenarnya selain berharap dapat menemukan buku catatan tersebut, Twilight sedikit berharap ia dapat menemukan tubuh agen yang gugur tersebut. Setidaknya dengan dilakukan pemakaman yang layak dapat menghormati agen tersebut. Tapi ia juga tidak bisa melakukan apa-apa jika ternyata tubuh agen tersebut sudah dibawa oleh orang-orang dari organisasi ini entah untuk apa, atau lebih parah, sudah benar-benar dihilangkan jejaknya.
"Apakah masih belum ditemukan?" Terdengar suara dari alat komunikasinya. Rekan Umbra yang menunggu di mobil bertanya padanya.
"Negatif. Jika seperti ini, kurasa buku itu tertimbun di bawah reruntuhan bangunan," jawab Twilight. '๐๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ต ๐ฑ๐ถ๐ช๐ฏ๐จ-๐ฑ๐ถ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ข๐ณ ๐ช๐ฏ๐ช?'
"Bagaimana dengan orang-orang di dalam gedung? Apakah ada tanda-tanda dari organisasi itu?"
"Sejauh ini sama sekali tidak ada pergerakan," ungkap Twilight. Ia kembali melihat sekeliling. Selain melihat tumpukan tubuh-tubuh yang sudah tak bernyawa, ia tak menemukan tanda-tanda kehidupan lain di seluruh lantai. Perasaan terancam maupun berbahaya juga tak ia rasakan. "Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi seperti orang-orang ini habis terkena serangan dari pihak lain yang sepertinya sangat berbahaya."
'๐๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ๐ฏ๐บ๐ข?'
Dari lantai satu hingga tiga, hampir di setiap lorong yang dilewati oleh Twilight dipenuhi oleh tubuh-tubuh yang berserakan bersimbah darah (meski darah pada tubuh-tubuh itu sudah mengering, yang berarti kejadian ini terjadi sudah agak lama). Tentu saja bau yang dihasilkan sangat tidak bersahabat, ditambah lagi dengan suasana gedung yang lembab dan kotor. Sangatโฆ ugh.
Twilight sempat memeriksa tubuh-tubuh itu. Orang-orang ini dibunuh seperti dari jarak jauh, tapi menggunakan pisau yang kira-kira panjangnya antara 20 sampai 30cm, Twilight masih belum mengetahui jenis senjata apa yang digunakan untuk membunuh.
Orang yang melakukan pembunuhan ini sepertinya merupakan orang yang sangat kuat, melihat dari luka-luka yang dihasilkan pada para mayat, dan sangat cepat. Siapapun itu, Twilight berharap tidak bertemu dengannya. Apakah jangan-jangan Agen Umbra juga terbunuh oleh orang yang melakukan ini?'
"Haruskah aku ke sana untuk membantu?"
Twilight kembali melihat sekeliling. Memang benar ia tak dapat merasakan perasaan terancam maupun berbahaya, tapi sejak tadi ia terus merasa ada seseorang yang sedang memperhatikannya. Tatapan ini tak memiliki hasrat membunuh maupun mengancam, sebuah tatapan biasa yang begituโฆ aneh. Twilight sedikit kesulitan menentukan dari mana arah tatapan tersebut. Antara orang ini sangat berpengalaman atau kemampuan Twilight yang semakin memburuk.
"Tidak, tidak perlu. Aku tahu aku sedang tidak sendirian di gedung ini, mungkin salah satu dari empat orang yang kamu lihat kemarin masih ada di sini. Tetap di posisi saja. Lalu, coba cari informasi lain mengenai tempat yang kira-kira orang-orang yang selamat di tempat ini bakal tuju."
"Baiklah."
Kini Twilight berdiri di lantai 3. Salah satu sisi bangunan itu sudah hancur akibat ledakan, dinding dan lantai sebagian besar hancur menyisakan lubang yang cukup besar untuk dilewati oleh dua orang dewasa, membuat Twilight dapat melihat langsung ke arah hutan yang ada di luar maupun keadaan lantai satu dari tempat ia berdiri.
'๐๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ญ๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ญ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ด๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ข๐ฑ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ช๐ญ๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฌ๐ฌ๐ข๐ฏ? ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ญ๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฉ ๐จ๐ฆ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐จ? ๐๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ช๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ด๐ถ๐ข๐ต๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ด๐ช๐ฏ๐ชโ'
Sekelebat Twilight melihat sesosok anak kecil yang baru saja lewat di lantai satu saat ia baru saja melihat dari lubang besar yang berada di lantai 3. Anak kecil, sepertinya laki-laki, kira-kira berusia antara 7 sampai 8 tahun. Anak kecil? Di tempat ini? Apakah tatapan yang sejak tadi ia rasakan justru berasal dari anak kecil ini?
'๐๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ฆ๐ค๐ช๐ญ ๐ฅ๐ช ๐ด๐ช๐ฏ๐ช?'
Twilight kemudian mencoba turun ke lantai 1 menggunakan tangga gedung. Ia melihat sekeliling mencari bukti-bukti keberadaan seseorang lainnya, namun ia tak menemukan apapun selain tubuh-tubuh yang sudah tak bernyawa.
'๐๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฉ๐ข๐ญ๐ถ๐ด๐ช๐ฏ๐ข๐ด๐ช? ๐๐ต๐ข๐ถ ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฑ? ๐๐ฆ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ฆ๐ค๐ช๐ญ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช?'
Kemudian Twilight merasakan tatapan lain yang mengarah padanya dari berbagai arah. Ada orang lain. Sekali lagi Twilight melihat seorang anak kecil lain yang melewati ujung lorong yang ada di depannya. Ia yakin itu merupakan anak yang berbeda, kali ini ia yakin itu adalah anak perempuan. Twilight mengikuti anak kecil itu diam-diam. Sesaat setelah ia merasa telah kehilangan jejak anak kecil tersebut, sosok anak kecil lainnya (sepertinya yang ia lihat pertama kali tadi) kembali muncul dan hilang begitu saja.
Anak-anak itu seperti hilang-muncul-hilang-muncul begitu saja. Siapa anak-anak ini?
'๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ-๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ฌ๐ฆ ๐ด๐ฆ๐ด๐ถ๐ข๐ต๐ถ? ๐๐ฑ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฑ?'
Twilight mengeluarkan pistolnya dari sarung, berjaga-jaga jika semua ini adalah perangkap. Ia mulai mengikuti ke mana anak kecil itu pergi.
โ แดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ โถ: แตโฑโฟแตแตแตหก โ
Sore hari, pukul 16.50 waktu setempat.
Di suatu tempat di South Ruddow, Ostania.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
"Jika dilihat dari tipe luka pada tubuh mereka, sepertinya Vine habis dari tempat ini."
Direktur dan Thorn Princess memasuki sebuah pondok lainnya yang tak jauh dari tempat sebelumnya. Mereka mendapati sekiranya empat tubuh yang sudah tak bernyawa bersimbah darah tergeletak di seluruh lantai. Kemudian Direktur melihat sebuah catatan-catatan yang terkena cipratan darah yang berada di salah satu meja.
"Lihat ini, jadwal pengiriman senjata ilegal melalui jalur bawah. Sepertinya orang-orang ini ada hubungannya dengan target dari Vine."
Thorn Princess ikut melihat berkas-berkas lainnya yang berada di meja yang berbeda. Semuanya sungguh berantakan, tapi meski begitu tak terlihat satupun tanda-tanda yang tertinggal dari Sang 'Pelaku Pembunuhan'. Tentu saja pembunuh dari Garden sangat ahli dalam menyembunyikan hal tersebut.
"Tapi sepertinya tidak ada satupun dari mereka yang merupakan target utama Vine." Kemudian ia mendapati sesuatu, "Lihat ini, Direktur! Ada catatan mengenai tempat kumpul rahasiaโฆ di 330 Maint Roadโฆ Uji coba lapangan KIND."
"Itu berada dekat dengan tempat kita sebelumnya."
~A.~
Sore hari, pukul 17.10 waktu setempat.
Di suatu tempat tak jauh dari 330 Maint Road, South Ruddow, Ostania.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
Twilight merasa bahwa ini benar-benar perangkap. Ia merasa bahwa ia sedang berjalan masuk ke dalam perangkap. Tapi sejak tadi ia tidak merasakan adanya tanda-tanda bahaya apapun yang menghampirinya. Apakah instingnya sudah menurun? Atau ia hanya terlalu paranoid?
Twilight benar-benar mengikuti ke mana anak-anak kecil itu menuntunnya, bahkan sampai keluar dari gedung. Ingin sekali ia melaporkan anak-anak ini pada agen yang menunggu di mobil, tapi ia merasa bahwa [mencari buku catatan] tak ada hubungannya dengan semua ini. Ia diberitahu bahwa misinya hanya mengambil buku catatan, tidak kurang dan tidak lebih. Tapi instingnya merasa ia harus mengikuti anak-anak ini.
Langit benar-benar mendung, matahari akan terbenam sebentar lagi, tak ada lampu yang menyala di sekitar, pepohonan yang begitu rimbun benar-benar membuat sekelilingnya begitu gelap, namun night vision goggle juga belum dapat digunakan karena langit masih sedikit cerah. Twilight berusaha memfokuskan segalanya pada pendengarannya, memang di jam segini dengan cuaca dan suasana seperti ini membuat penglihatan dapat menjadi lebih buruk dari biasanya.
SRAK!
Sesaat Twilight merasa kehilangan jejak dari anak-anak tersebut, ia mendengar sesuatu dari arah semak-semak.'๐๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ถ๐ฅ๐ถ๐จ๐ข, ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฑ.' Twilight langsung mengarahkan pistolnya ke arah semak-semak tersebut. Ia benar-benar sudah siap untuk menembak.
"Woah! Woahโฆ Tunggu!"
Seorang pria berpakaian serba hitamโTwilight tak dapat memperkirakan usianya, 30? 40?โkeluar dari semak-semak dengan tangan terangkat. Pria itu menunjukkan dirinya secara perlahan. Twilight dapat melihat kedua tangan pria itu tidak memegang apa-apa, tapi ia dapat melihat ada sesuatu yang tersimpan di balik lengan bajunya yang panjang. Mungkinkah senjata? Pria itu mengenakan topi hitam, menutupi sebagian wajahnya. Bayangan pepohonan benar-benar tidak membantunya untuk mengenali pria itu. Twilight hanya dapat melihat mulut dari pria itu.
"Siapa kau sebelum kutembak."
"Tunggu! Tunggu! Sabar! Er, selamat sore, atau mungkinโฆ selamat malam?" Pria itu langsung memberi salam dengan nada sedikit ragu walau sudah berusaha untuk menutupinya. Apakah Twilight mengenal pria ini sebelumnya?
"Siapa. Kau."
Twilight kembali mengulang pertanyaannya. Ia merasa bahwa ini benar-benar sebuah jebakan yang bertujuan untuk melumpuhkannya. Ia tak pernah melihat pria ini di dalam W.I.S.E. dan sekarang dia mengucapkan salam rahasia padanya? Apakah dia agen yang sedang menyamar? Tapi tak ada agen lain yang dikirim ke Ruddow selain Twilight dan Umbra beserta rekannya! Yang jelas pria ini bukanlah Agen Umbra jika dilihat dari postur tubuhnya yang jauh lebih tinggi dari Umbra.
"Aku memiliki catatan yang ditinggalkan oleh salah satu agenmu."
Bagai permainan sulap yang pernah Twilight lihat, tiba-tiba saja pria ini mengeluarkan sesuatu dari gerakan tangannya. Benda yang sudah Twilight cari-cari hampir setengah mati. Sebuah buku catatan berwarna hitam sudah berada di tangan kanan pria itu.
'๐๐ฏ๐ช. ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ-๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ. ๐๐ฆ๐ณ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต. ๐๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช. ๐๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฑ.'
Twilight tidak bisa mempercayainya begitu saja, ia tetap mengarahkan pistolnya pada kepala pria tersebut.
"Siapa. Kau."
Pria itu langsung menoleh ke beberapa anak kecil yang berada tak jauh darinya. Twilight bahkan tak sadar sudah terdapat tiga anak kecil yang berdiri di dekat sini. "Hei, kalian yakin orang ini adalah mata-mata yang dimaksud itu?!" seru Pria itu.
Perasaan aneh seakan-akan menggelitiknya ketika pria di depannya ini menyebutnya sebagai [mata-mata]. Kenapa pria ini bisa tahu?! Pikirannya terus bergejolak. Twilight berusaha menyembunyikan ekspresinya meski ia tahu setengah wajahnya sudah tertutup oleh masker.
"Ya! Paman itu selalu menyebut dirinya sendiri dengan [Twilight] berkali-kali!"
Seketika insting mata-mata milik Twilight hampir membuatnya menodongkan pistol ke seseorang yang mengetahui identitasnya, yaitu ke seorang anak perempuan yang berambut pirang. Untung saja nuraninya dapat mencegahnya melakukan hal itu. Ia tak mungkin menembak anak kecil, tapi kenapa anak kecil ini bisa tahu bahwa dirinya adalah Twilight?!
"Eits! Tenang! Tenang dulu! Aku tahu kau bingung, sama sepertiku. Tapi aku tidak akan menyerang, janji. Aku tidak akan menarik senjataku, jadi kau bisa menurunkan pistol itu... Kau menakuti anak-anak iniโฆ"
Anak-anak?
"Twilight, mata-mata terbaik W.I.S.E., apakah aku benar?" ujar pria itu memastikan. Twilight tidak menjawab. Selama ia masih belum mengetahui situasi apa yang sebenarnya terjadi saat ini, kenapa anak itu bisa tahu tentang dirinya, dan kenapa buku catatan itu berada di tangan pria itu, Twilight tidak akan menurunkan kewaspadaannya. Ujung pistolnya masih mengarah ke kepala pria misterius yang ada di depannya.
"Uh, okeโฆ profesional sekali."
Pria itu berusaha menghilangkan rasa canggung akibat tak mendapatkan jawaban apa-apa dari Twilight. "Aku tahu ini sangat mencurigakan. Wajar kau tak percaya padaku, jadi silahkan terus todongkan pistol itu ke wajahku, aku tidak akan tersinggung. Tapi aku sedang melakukan gencatan senjata sementara dengan salah satu agenmu, Agen Umbra jika aku tak salah ingat. Aku tahu gencatan senjata ini tidak resmi dan tidak ada bukti. Tapi pada saat itu kami memiliki tujuan yang sama."
"Apa tujuanmu?" Twilight akhirnya bersuara, namun ia menggunakan suara yang berbeda. Twilight dapat melihat sedikit gestur terkejut dari pria itu saat ia mengubah suaranya, namun pria itu langsung mengesampingkan hal itu.
"Anak-anak ini. Aku yakin kau sudah lihat mereka saat mereka menuntunmu kemari. Kami ingin membawa anak-anak ini pergi dari kota ini, tapi aku tidak bisa melakukannya. Namun rekanmu, Agen Umbra, berpikir kalau W.I.S.E. dapat melakukannya. Sampai anak-anak ini berada di tempat yang selamat, aku tidak akan melakukan penyerangan dalam bentuk apapun."
"Kenapa W.I.S.E.?"
"Tidak tahu. Kami hanya merasa itu jalan keluar terbaik."
"Hal apa yang dapat membuatku benar-benar yakin kalau ini bukanlah tipu muslihat yang digunakan untuk menjebakku?"
Twilight kembali mengubah suaranya. Sekali lagi ia dapat melihat sekilas gestur terkejut pria itu ketika ia mengubah suaranya lagi. Twilight akan terus mengubah suaranya seperti ini supaya pria itu tak bisa mengenalinya nanti. Lagi pula, mengubah suara adalah hal yang mudah bagi Twilight.
"Aku akan memberikan buku catatan ini padamu sekarang juga."
"Bagaimana jika buku catatan itu palsu? Apakah kau punya bukti kalau itu buku asli?"
Kali ini Twilight dapat melihat gestur pria itu yang mulai menunjukkan tanda-tanda frustasi (ia benar-benar tak bisa melihat setengah wajahnya karena tertutup oleh topi). Jika pria ini benar-benar bertujuan untuk menolong anak-anak ini, seharusnya pria ini dapat dipercaya. Tapi akhir-akhir ini banyak sekali penipuan yang menggunakan anak-anak sebagai perantara. Dunia sudah semakin kacau, sulit untuk mempercayai siapapun.
'๐๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ณ๐ช๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ง๐ข๐ข๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ-๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ต? ๐๐ข๐ฑ๐ช ๐ฆ๐ฌ๐ด๐ฑ๐ณ๐ฆ๐ด๐ช ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ-๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ฏ๐ซ๐ถ๐ฌ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ข๐ฌ๐ถ๐ต๐ข๐ฏ, ๐จ๐ฆ๐ญ๐ช๐ด๐ข๐ฉ, ๐ฎ๐ข๐ถ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ณ๐ช๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฅ๐ช๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข? ๐๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ฑ๐ณ๐ช๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฃ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ถ๐ฃ๐ถ๐ฉ-๐ต๐ถ๐ฃ๐ถ๐ฉ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐จ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐จ๐ฆ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ๐ฏ๐บ๐ข? ๐๐ข๐ณ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐จ๐ฆ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐จ ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฅ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ต. ๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ฑ๐ณ๐ช๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฌ๐ช ๐ฉ๐ถ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฑ๐ข-๐ข๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐จ๐ฆ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐จ ๐ช๐ต๐ถ!'
Pria berpakaian serba hitam itu masih terdiam, sepertinya sedang memikirkan jawaban yang benar-benar tepat. Pria ini benar-benar berusaha untuk membuat Twilight percaya, entah dalam arti baik atau buruk.
"Aku sendiri yang akan memeriksa buku catatan itu asli atau palsu. Namun aku tidak akan menurunkan senjataku," seru Twilight, dengan suara yang berbeda lagi.
"Aku tidak akan menolaknya."
Belum sempat pria itu melemparkan buku catatan itu ke arah Twilight. Tiba-tiba muncul seorang anak kecil lainnya dari balik pohon dan segera berteriak.
"Paman! Ada orang lain di siโ!"
SREK!
Twilight mendengarkan suara semak-semak bergerak dari arah sebelah kanan. Dalam sepersekian detik ia langsung mengarahkan senjatanya ke arah sanaโ
"Tunggโ!"
Butuh waktu sepersekian detik bagi Twilight untuk mencerna apa yang sedang terjadi. Ia hanya mendengar teriakan.
"Thorn PrinโJANGANโ!"
DOR!
KLANG!
Dalam waktu sepersekian detik saja, begitu banyak kejadian yang terjadi yang perlu Twilight proses. Ia melihat sosok lain yang datang dari sebelah kanannya, seorang wanita, melemparkan sebuah benda panjang yang runcing ke arahnya. Refleks Twilight menembakkan pelurunya ke arah sosok itu. Ia juga dapat mendengar suara rantai bergemericik dari arah pria berpakaian hitam.
Ia merasa yakin bahwa pelurunya mengenai tamu yang tiba-tiba datang itu, namun benda runcing panjang itu juga menusuk bahunya. Twilight terjatuh ke tanah. Rasa sakit langsung menjalar dari arah bahunya.
'๐๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ-๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฑ?! ๐ ๐ข๐ฑ. ๐๐ฏ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ-๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฑ.'
~ ๐๐ง๐ ๐จ๐ ๐๐ก๐๐ฉ๐ญ๐๐ซ ~
Preview Next Chapter : Side Mission Survive
Singkatnya, anak-anak ini tak lagi mempunyai mimpi.
NOTES:
Chapter ini yang seharusnya menjadi chapter pertama di cerita ini, tapi karena aku suka ngelantur ke mana-mana dan rasanya sedikit kurang cocok untuk dijadiin chapter pertama, jadinya kuundur di chapter 6.
Aku suka cliffhanger, jadi aku update chapter ini dan see you soon!
Kali ini aku beneran akan hiatus! Sungguh!
[Last Edit : 20/03/2023]
Terima kasih sudah membaca. See you soon!
