NOTES:

Sorry update yang tertunda! Ini dia chapter berikutnya!
Aku lumayan enjoy menulis chapter ini karena menurutku menulis dari sudut pandang Franky ternyata cukup seru dan menarik.

Tambahan:
"AaBbCc" โ€“ Ucapan biasa (Kutip dua biasa)
'๐˜ˆ๐˜ข๐˜‰๐˜ฃ๐˜Š๐˜ค' โ€“ Pikiran (kutip tunggal dengan huruf miring)

Pada chapter ini:
"AaBbCc" โ€“ Ucapan yang terdengar dari alat elektronik seperti radio, pengeras suara, telpon atau suara seseorang yang terdengar sangat pelan. Atau ucapan yang mempertegas sesuatu. (Kutip dua dan huruf miring)
/./AaBbCc\.\ โ€“ Flashback, atau mungkin flash-foward untuk Bond. (Titik diapit dua kurung siku tebal dengan tulisan huruf miring)


๐™ฒ๐šŽ๐š›๐š’๐š๐šŠ ๐š‚๐šŽ๐š‹๐šŽ๐š•๐šž๐š–๐š—๐šข๐šŠ...

Entah kenapa nada panggilan ini terasa begitu lama. Ia bahkan dapat mendengar suara jantungnya sendiri. Tunggu dulu, kenapa dia menelpon? Jika ia mencurigai wanita itu, harusnya ia tak perlu menelpโ€”

| "H-halo. Kediaman Forger." |

"Yor," panggilnya pelan, "Ini aku."

| "Oh, L-Loid?!" |

Suara wanita itu sedikit bergetar, Twilight dapat mendengarnya. Apakah ia harus curiga? Bolehkah ia menaruh curiga?

Di tengah keraguan itu, Hans Grey hampir kehabisan kesabaran. "Sisi baiknya, Lady menyetujui ideku tentang melibatkan Westalis melalui W.I.S.E.. Sisi buruknya, ide gilaku yang satunya lagi tidak diterima," gerutu Hans setelah keluar dari ruangan kerja tempat Lady berada.


โˆ™โˆ™ยทโ–ซโ–ซแต’แดผแต’โ–ซโ‚’โ‚’โ–ซแต’แดผแต’โ–ซโ‚’โ‚’โ–ซแต’แดผแต’ แต’แดผแต’โ–ซโ‚’โ‚’โ–ซแต’แดผแต’โ–ซโ‚’โ‚’โ–ซแต’แดผแต’โ–ซโ–ซยทโˆ™โˆ™

๏ผก๏ผฌ๏ผฌ๏ผฉ๏ผก๏ผฎ๏ผบ

Fanfiction by LittlePeanutz
Spy x Family ยฉ Endล Tatsuya

๐‚๐ก๐š๐ฉ๐ญ๐ž๐ซ ๐Ÿ๐ŸŽ: ๐“๐ž๐ฆ๐ฉ๐š๐ญ
Singkatnya, Franky kedatangan tamu yang mengganggu tidurnya.


๐šƒ๐šŽ๐š–๐š™๐šŠ๐š
(KBBI) n sesuatu yang dipakai untuk menaruh (menyimpan, meletakkan, dsb.);
n ruang (bidang, rumah, daerah, dsb.) yang didiami (ditinggali) atau ditempati;
n sesuatu yang dapat (dipercaya) menampung (tentang isi hati, keluhan, pertanyaan, dsb.);
n kedudukan; keadaan; letak (sesuatu);
dsb.


โ€” แดฌหกหกโฑแตƒโฟแถป แถœสฐแตƒแต–แต—แต‰สณ ยนโฐ: แต€แต‰แตแต–แตƒแต— โ€”

Minggu, 19 Maret.
Dini hari, pukul 02.40 waktu setempat.
Di suatu tempat di Central Berlint, Ostania.
Tempat tinggal Franky Franklin.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=

Franky terbangun dari tidurnya. Rasanya barusan ia mendengar suaraโ€ฆ

โ€ฆ

โ€ฆ

Ah, mungkin hanya perasaannya saja. Oke, kembali tidurโ€”

SRAK!

Oke, kali ini ia benar-benar mendengar suara. Ini bukan imajinasi atau perasaannya saja. Suara itu berasal dari ruang tengah. Apakah ada penyusup? Bagaimana bisa masuk?

SREK!

Dalam keadaan setengah sadar Franky berusaha mencari kacamata yang seharusnya berada di atas meja yang ada di sebelah kasurnya. Ia langsung memakainya dan segera mengambil pistol dari balik bantalnya. Sudah lama ia tak menggunakan pistol. Semoga saja semuanya akan baik-baik saja.

SREK!

Franky mendengar suara lagi. Ia langsung bergerak menuju pintu dan mengatur napas serta senjatanya. Sudah lama ada penyusup yang memasuki tempat tinggalnya. Siapa orang ini?

Apakah penyusup ini memiliki hubungan dengan 'pelanggan' yang mendatanginya kemarin pagi? Franky hanya berharap kalau suara itu adalah suara kucing yang masuk entah dari mana.

Ia memegang gagang pintu, bersiap untuk pertahanan diri. Dengan cepat, ia membuka pintu kamarnya.

KREAK!

Lampu ruangan tengah menyala, padahal sebelumnya ia yakin telah mematikannya. Franky yakin ada penyusup yang masuk ke tempat tinggalnya. Dengan pistol di tangannya, ia langsung menoleh ke segala arah mencari penyusup tersebut laluโ€”

"Yo."

Franky membatu, berusaha memproses apa yang terjadi. Seorang pria yang sangat ia kenal sedang duduk di sofanya sambil membaca koran, menyapanya.

"Twilight?!" pekik Franky yang langsung menurunkan senjatanya. Ekspresi terkejut, kesal, marah, dan bingung menjadi satu. Pria tak diundang itu melambaikan tangannya.

"Maaf membangunkanmu," ucap pria ituโ€”Twilightโ€”dengan santai.

Franky langsung menepisnya. "Apa yangโ€”Twilight! Kamu ngapain di sini diโ€”" Franky melirik ke arah jam dinding "โ€”jam 3 pagi?!" omelnya. '๐˜‹๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ถ?!'

"Aku tidur di sini hari ini."

"Hah?!"

Franky tidak mempercayai apa yang ia dengar. Tunggu, apa ia masih mengigau? "Kau `kan punya rumah sendiri! Kamu lagi bertengkar sama istrimu? Istrimu mengusirmu atau gimana?!"

"Bukan, bodoh," Twilight mendengus, "Aku terluka. Gak mungkin aku pulang dalam keadaan seperti ini. Yor akan curiga." Ia menunjukkan bahunya yang diperban, terlihat darah sedikit merembes di baliknya.

"Ya, ya, terserahlah alasanmu itu," Franky tetap kurang mempercayai alasan itu, "Aku hampir nembak kepalamu tahu!" serunya sambil menunjukkan pistol yang ada di tangannya.

"Pistolmu `kan selalu gak beramunisi," ujar Twilight tenang, seperti sudah menduganya. Ia melipat koran yang baru ia baca dan meletakkannya di atas meja.

"Oh, kali ini ada pelurunya," Franky membuka isi pistolnya dan memperlihatkan tempat peluru yang sudah terisi penuh pada Twilight, "Aku baru aja mengisinya tadi pagi. Sekali lagi terima kasih telah mengganggu tidurku yang indah pagi-pagi sekali," sarkasnya.

Twilight menatap Franky dengan terkejut, sepertinya mata-mata itu tak menduga hal itu. "Oh, berarti aku memang hampir mati untuk kedua kalinya hari ini," ujarnya datar, "Tapi kenapa diisi? Biasanya `kan nggak pernah diisi karena hanya kamu pakai buat menakuti. Yah, kecuali kamu ngerasa hidupmu dalam bahaya kali ini."

Franky meringis. Memang ya mata-mata yang satu ini selalu dapat menebak tepat sasaran.

"Cuman buat jaga-jaga aja. Kemarin aku baru aja dapat pelanggan baru yang membuatku sedikit gak nyaman. Bukan 'orang'-nya yang bikin gak nyaman, tapi 'keterlibatan' orang itu dengan suatu 'organisasi' yang membuatku gak nyaman."

"Terus kenapa diterima?"

Franky menghela napas, "Yahโ€ฆ anggap aja pelanggan yang 'itu' terlalu gigih. Aku udah nyoba buat menolaknya berkali-kali, tapi tetap sajaโ€ฆ"

"Apa gara-gara kamu masih lemah sama uangโ€ฆ"

"ENAK AJA!" protes Franky, "Aku masih punya harga diri tau! Aku gak serendah itu!"

Twilight mengangkat tangan, menyerah. Tak ingin melanjutkan perdebatan di pagi buta ini. "Ya, yaโ€ฆ maaf. Maafโ€ฆ"

"Terserahlah! Terserah kamu mau ngapain di sini! Aku mau lanjut tidur! Jangan ganggu!" Lalu Franky membanting pintu kamarnya dan bergegas melanjutkan tidurnya, meninggalkan mata-mata yang tak diundang di tempat tinggalnya.

Apakah hari ini bisa lebih buruk lagi?!

โ€” แดฌหกหกโฑแตƒโฟแถป แถœสฐแตƒแต–แต—แต‰สณ ยนโฐ: แต€แต‰แตแต–แตƒแต— โ€”|

Twilight menghela napas panjang, ia merebahkan dirinya di sofa milik Franky. Memang sih ini salahnya sembarangan masuk ke tempat tinggal temannya tanpa pemberitahuan di tengah malam begini. Tapi ia juga punya alasan kenapa ia memilih untuk tidak beristirahat di Rumah Persembunyian K milik W.I.S.E.โ€”tempat yang baru saja ia datangi tadiโ€”maupun di tempat tinggal Loid Forger. Satu-satunya tempat lain yang ia pikirkan sekarang adalah tempat ini.

Lagi pula ini bukan pertama kalinya ia menerobos masuk ke tempat tinggal informan itu seperti ini. Dulu Twilight sering melakukannya sebelum ia memainkan peran Loid Forgerโ€”karena dulu ia tak punya tempat untuk kembali.

Bahkan dengan sengaja mata-mata itu membuat duplikat kunci rumah temannya itu tanpa sepengetahuan orang yang bersangkutan. Tapi sepertinya temannya itu sudah mengetahuinyaโ€ฆ

Tapi apapun itu, kembali ke kejadian tadi, padahal Twilight yakin kalau aktivitas yang ia lakukan barusan tidak begitu berisik untuk orang normal. Tak mungkin ia membangunkan Sang Informan yang biasanya tidur layaknya orang mati.

Kecuali informan itu sedang tidur dalam keadaan sangat waspada, sampai-sampai suara kecil pun dapat membuatnya terjaga.

'๐˜—๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜บ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช-๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ช๐˜ข ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ธ๐˜ข๐˜ด๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜จ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ?' gumam Twilight. '๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ซ๐˜ข๐˜จ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ? ๐˜–๐˜ฉ ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜‰๐˜ญ๐˜ข๐˜ค๐˜ฌ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ญโ€ฆ'

Twilight melihat ke arah jam dinding, waktu menunjukkan pukul 02.55โ€”hampir pukul 3โ€”dini hari. Sebenarnya ada sesuatu yang ingin Twilight tanyakan pada Sang Informan, tapi entah kenapa Twilight tak dapat menunggunya hingga matahari terbit. Oleh karena itu ia berakhir disini dan disambut dengan kejengkelan dari Sang Informan.

Twilight memejamkan matanya lalu memposisikan tubuhnya untuk mencari posisi yang nyaman bagi bahunya yang terluka. Sepertinya ia memang harus menunggu hingga matahari terbit untuk bertanya. Sekarang lebih baik ia beristirahat terlebih dahulu.

โ€” แดฌหกหกโฑแตƒโฟแถป แถœสฐแตƒแต–แต—แต‰สณ ยนโฐ: แต€แต‰แตแต–แตƒแต— โ€”


Flashback ke beberapa jam sebelumnya.
Sabtu 18 Maret, pukul 08.10 waktu setempat.
Di suatu tempat di Central Berlint, Ostania.
Toko Tembakau Franklin.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=

/./
BAAK!

Pria yang ada di depannya itu mengeluarkan amplop cokelat lainnya, kali ini lebih tebal dan terdengar cukup berat. Franky tahu persis apa isi dari amplop itu.

"Apa segini cukup?" tanya pria itu datar.

Franky menelan ludah. Pria ini cukup gigih. "Tapi saya tak bisa menjamin kalau W.I.S.E. akan menerima surat ini meski saya yang memberikannya, Pak. Lagi pula W.I.S.E. tidak mengenal saya."

Pria itu mencondongkan sedikit badannya dan berbisik, "Tapi kau adalah informan, pasti kau mengenal setidaknya salah satu dari mereka. Tolong katakan saja pada mereka kalau ini juga menyangkut mengenai perdamaian timur dan barat. Dan organisasi gelap yang bernama [KIND]."

Franky terdiam, tak sanggup menyentuh kedua amplop cokelat yang sudah tergeletak di depannya itu. Ayolah Franky! Jangan kalah dengan uang!

"Sekali lagi, maaf Pak. Tetap saya tidak menjual hal seperti itu."

"Oke, baik," Lalu pria misterius di depannya itu mengeluarkan pena dan buku catatan dari balik sakunya dan akan menulis sesuatu di dalam buku itu. "Baiklah, jadi apa yang kamu inginkan?"

Astaga, benar-benar gigih. "Bukan itu maksud saโ€”"

"Kau menolak uang yang kuberikan, antara uang itu gak cukup atau kau memang gak peduli dengan uang. Baik, jadi, mungkin kau mau peralatan canggih? Sebenarnya aku ingin menawarkan koneksi dan informasi, tapi kau adalah informan, pasti informasimu melebihi informasiku, jadi itu gak akan berguna. Oke, katakan apa yang kau mau."

Sungguhโ€ฆ cobaan apa lagi ini? Memang sih seluruh tawaran itu begitu menggoda, tapi Franky tetap tak ingin melakukan itu.

"Yang saya mau, Pak, yaitu tak mengirim ini," Franky mendorong kembali amplop cokelat tipis ke arah pria itu. "Sekali lagi saya informan, bukan pengantar surat."

Pria itu langsung menahannya dan mendorong balik amplop itu ke arah Franky. "Bagaimana dengan liburan? Informan sepertimu perlu jalan-jalan juga kan? Atau komputer canggih terbaru? Kudengar komputer terbaru itu lebih ringan dari model sebelumnya."

Franky bisa saja menerima salah satu dari tawarannya tapi ia kembali mendorong balik amplop itu. "Maaf Pak, jawabannya tetap tidak." Franky tak ingin melibatkan teman mata-matanya ke dalam masalah ini karena ia tahu apapun yang berhubungan dengan [KIND], pasti bukanlah masalah yang biasa.

Pria itu tetap tak menyerah, ia menahan amplop cokelat itu tepat di depan Franky dengan kedua tangannya. "Kumohon, aku akan berikan apapun, tapi tolong kirim ini ke W.I.S.E.. Kumohon."

"Bapak tau sendiri `kan KIND itu bukanlah organisasi biasa. Kenapa tak minta bantuan ke S.S.S.?" tanya Franky.

"Tidak, S.S.S. kini sudah nggak aman. Beberapa anggota KIND berhasil menyamar sebagai S.S.S.. Kita gak tahu siapa yang bisa kita percaya sekarang. Sudah tidak ada lagi tempat yang aman."

Franky terkejut, baru pertama kalinya ia mendengar informasi ini. Jika benar S.S.S. sebagai pertahanan terakhir negara sudah terinvasi seperti itu, bagaimana dengan nasib Ostania? Tapi ia tak tahu apakah pria itu berkata jujur atau tidak

"Tapi bagaimana saya bisa mempercayai Anda, Pak? Bagaimana jika Bapak adalah orang KIND itu sendiri?" tanya Franky.

"Saya hanyalah seorang ayah yang putus asa yang berusaha untuk menyelamatkan putranya setengah mati."
\.\

โ€” แดฌหกหกโฑแตƒโฟแถป แถœสฐแตƒแต–แต—แต‰สณ ยนโฐ: แต€แต‰แตแต–แตƒแต— โ€”


Pagi harinya, Pukul 07.50 waktu setempat.
Tempat tinggal Franky Franklin.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=

Franky membuka pintu kamarnya sambil menguap lebar. Ia menyadari lampu ruangan tengah menyala. Kenapa menyala? Matanya yang masih mengantuk langsung tertuju pada sosok pria yang tertidur dan tengah mendiami sofa miliknya. Lalu Franky teringat apa yang baru saja terjadi di dini hari tadi.

'๐˜–๐˜ฉ ๐˜บ๐˜ข, ๐˜”๐˜ข๐˜ต๐˜ข-๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜ชโ€ฆ'

Franky mendengus sebal, '๐˜‹๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ข-๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ข, ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.' Ia berjalan menuju bagian dapur di ruangan tengah itu, mengambil gelas dan sekotak bubuk kopi dari lemari.

"Buatkan aku satu juga."

Franky mendengar suara, ia langsung menoleh ke sosok pria di atas sofa.

"Aku pikir kamu tidur," ujar Franky, sedikit ada nada kesal di dalamnya.

"Aku memang tidur barusan," Mata-mata itu membuka matanya dan perlahan mengambil posisi duduk, "Aku terbangun ketika kamu buka pintu."

"Gak bisa tidur?"

"Nggak juga. Aku memang udah terlatih untuk langsung terjaga jika mendengar suara pintu terbuka," jelas Twilight, "Kau gak bakal tahu siapa saja yang bakalan membunuhmu ketika tidur."

"Aku amat setuju dengan itu," ucap Franky menuangkan bubuk kopi ke dalam gelas. Twilight menyadari bahwa Franky hanya akan membuat secangkir kopi. Ia kembali mengulang permintaannya, "Hei, juga buatkan aku satuโ€”"

"Aku harus ngomong berapa kali sih?! Aku tuh informan! Bukan pembuat kopi! Bukan pengantar surat! Bukan babysitter! Akuโ€”"

"โ€”tolong."

"Hanya kali ini!" Franky mengambil gelas lainnya dari dalam lemari. "Hanya kali ini aku buatin kopi! Dasar mata-mata! Cepat pulang sana biar kau bisa nyuruh istrimu bikinin!"

"Terima kasih," seru Twilight tak terlalu peduli dengan deretan protes dari informan itu. Meski kesal, Franky tetap membuatkan kopi untuk tamu menyebalkan yang kebetulan adalah teman mata-matanya itu.

"Jadi, misi gila apa kali ini yang bikin kamu gak mau pulang ke istri tercintamu?" Franky meletakkan kopi yang baru saja ia buat di atas meja dan langsung melontarkan pertanyaan, dengan sedikit sindiran di dalamnya. Kemudian ia duduk di kursi lainnya yang berada di seberang sofa yang diduduki oleh Twilight.

"Cuman diminta untuk mengambil buku catatan," jelas Twilight mengambil secangkir kopi yang dihidangkan padanya. "Kemudian gak sengaja bertemu dengan pihak ketiga, yang ternyata merupakan pembunuh bayaran. Lalu aku tertusuk di bahu," lanjut Twilight lalu menyeruput kopinya.

'๐˜ˆ๐˜ฉ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ฎโ€ฆ'

"Tertusuk? Tertusuk pisau? Panah?"

Twilight menggeleng dan meletakkan cangkir tersebut di atas meja. "Bukan, tertusuk jarum."

Franky tidak tahu apakah pria di depannya itu sedang bercanda atau tidak. Tertusuk jarum hingga terluka seperti itu? Jarum macam apa yang mengenainya?! Gak mungkin jarum akupuntur kan? "Jarum macam apa itu? Jarum raksasa?"

TAK.

"Benar."

Twilight meletakkan sebuah jarum raksasa berwarna emas di atas meja yang ada di depannya. Franky benar-benar tidak menduganya, ia bahkan hampir tersedak kopi ketika melihatnya.

"Uhuk! Hah?!"

"Hei, Franky," Mata-mata itu mulai bersuara serius, "Apa yang kamu ketahui tentang seorang wanita pembunuh bayaran dari Garden yang bersenjata seperti ini?" tanya Twilight.

"Tunggu! Tunggu! Tunggu!" Franky tak tahu sudah berapa kali ia mendengar ucapan-ucapan tak masuk akal belakangan ini, "Kau bertemu dengan anggota Garden?!"

Twilight mengangguk, "Ya. Seorang pria bersenjata seperti kusarigama dan seorang wanita bersenjata jarum raksasa ini."

"Dua orang sekaligus?! Bagaimana kau bisa keluar hidup-hidup?! Tunggu, apa kau hantu?!"

"Entahlah," Twilight hanya mengangkat bahu, "Makanya seperti yang kubilang tadi pagi, aku baru aja hampir mati untuk kedua kalinya hari ini. Pertama oleh wanita ini dan kedua olehmu. Oke, kembali ke pertanyaanku sebelumnya."

Franky lalu mengambil jarum raksasa itu, memeriksanya sekilas. "Nggak banyak informasi yang kudapat tentang Garden, kau udah tahu itu. Tapi yang aku tahuโ€”seperti yang pernah kuceritakan sebelumnyaโ€”kalau ada salah satu anggotanya yang katanya mampu melenyapkan satu pasukan militer seorang diri. Lalu yang katanya lagi, anggota itu bersenjata jarum raksasaโ€”sepertinya seperti ini deskripsi senjatanya. Kau benar-benar nyaris mati, Twilight."

"Berarti anggota yang dimaksud itu bukan pria dengan rantai itu?" tanya Twilight memastikan, "Karena menurut informasi dari catatan yang kuambil ini, Pria kusarigama ini telah menghabisi satu gedung dalam semalam."

Franky meletakkan kembali senjata itu di atas meja. "Aku rasa bukan. Tapi sekali lagi, ini masih berdasarkan 'katanya'. Anggota dari Garden merupakan orang-orang yang luar biasa kuat. Sejauh ini nggak ada korban yang selamat dari anggota terhebat ini dan sangat sedikit saksi mata yang ada. Aku juga yakin kalau anggota terkuat itu adalah seorang wanita karena berdasarkan informasi yang kudapat nama julukannya adalahโ€”"

"Thorn Princess," sambung Twilight memotong ucapan Franky. "Aku mendengar pria bersenjata kusarigama ini memanggil wanita itu dengan [Thorn Princess]."

"Ya, ya, kau benar. Thorn Princess, Putri Duri. Karena katanya dia adalah wanita cantik jelita nan berbahaya yang membunuh dengan menusuk layaknya duri. Hanya itu informasi yang kutahu saat ini, yang bisa saja [Thorn Princess] ini masih jauh lebih kuat dari pria kusarigama yang kau maksud itu."

"Gak ada informasi lain lagi? Seperti daerah kerjanya? Tempat lahir? Umur? Nama asli? Ciri-cirinya? atau apapun itu?" Twilight terus bertanya, Franky dapat mendengar nada frustasi disana. Informan itu merasa kalau mata-mata ini sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu terkait pemilik senjata jarum raksasa ini. Ia juga merasa bahwa pertanyaan mata-mata itu sepertinya sedang berusaha untuk membuktikan sesuatuโ€ฆ entah apa itu.

"Nggak, nggak ada. Misterius, sama sepertimu." Lalu Franky menyadari sesuatu dan mulai tertawa, "Tunggu, jika dipikir-pikir lagi, kalian berdua mungkin serasi! Sama-sama misterius! Punya nama samaran dan bekerja dalam bayangan! Jika benar kalau anggota ini adalah wanita, siapa tahu kalian jodoh!"

Twilight menatap tajam Franky.

Franky menghentikan tawanya, "Hei, aku cuman bercanda. Gak perlu menatapku kayak gitu. Aku tahu kau setia pada istri (palsu) tercintamu itu."

Twilight menatap tajam Franky untuk kedua kalinya.

"Oke, oke. Aku tahu, aku tahu. Kau melakukan itu semua demi misi, bla bla blaโ€ฆ" Franky mengangkat tangan menyerah, tak jadi melanjutkan candaannya lebih jauh, "Kamu gak diperbolehkan untuk terikat maupun memiliki perasaan pada keluarga palsumu itu. Itu bakalan sangat nggak menguntungkan untuk Operasi Srixโ€”"

"โ€”Strix."

"โ€”yah apapun namanya misimu itu. Oh ya, waktu itu kau bilang, udah berapa persen kemajuan misimu itu?"

"Delapan puluh persenโ€”bisa dibilang segitu," jawab Twilight, kemudian menghela napas panjang, "Butuh perjuangan yang sangat keras selama hampir dua tahun untuk mencapai angka sebesar itu."

Franky takjub mendengarnya, "Melihat seperti apa putri tersayangmu itu, aku beneran takjub kau bisa berhasil sampai sejauh itu, sungguh. Dua tahun juga bukanlah waktu yang lama maupun sebentar. Lagi pula, terlihat sekali loh kalau kamu jelas-jelas makin menyayangi keluarga palsโ€”"

"Jadi, kau nggak punya info lain tentang [Thorn Princess] ini?" Twilight kembali mengarahkan pembicaraan ke topik utama. Hari ini ia sedang tak ingin membahas tentang Operasi Strix terlebih dahulu. Ada sesuatu yang lebih penting di sini.

Franky mengernyitkan dahi dan mendengus kesal karena ucapannya baru saja dipotong. Memang ya mata-mata ini lama-kelamaan semakin sensitif jika sedang membahas yang berhubungan dengan keluarga palsunya itu. Mau sampai kapan pria itu akan terus menyangkal perasaan yang sebenarnya pada keluarga palsunya itu?

"Udah kubilang nggak ada. Apa mau kucarikan? Tapi yah bakalan memerlukan waktu yang lumayan lama dan lebih berbahaya tentunya. Kita ini sedang membicarakan pembunuh bayaran profesional yang rahasia!" jelasnya.

Twilight tidak langsung menjawab, bahkan tatapannya tak lagi mengarah ke informan itu. Franky menyadari ada sesuatu yang aneh mengenai sikap Twilight hari ini.

"Kau kenapa? Kepalamu terbentur? Abis makan masakan istrimu?"

Tak seperti sosok Twilight yang Franky kenal, mata-mata itu mulai berbicara dengan nada sedikit ragu. "Frankyโ€ฆ Kauโ€ฆ benar-benar nggak menemukan apa-apa tentang Yor Briarโ€ฆ `kan?"

Franky menatap Twilight bingung, sangat bingung. Kenapa pria itu tiba-tiba menyebutkan nama istri palsunya dalam pembicaraan ini? Padahal baru saja mata-mata itu mengalihkan pembicaraan yang membahas keluarga palsu itu.

"Kamu mau memintaku mencari lagi latar belakang istrimu? `kan udah kubilang nggak ada apa-apa. Bersih sekali, layaknya penduduk normal di Ostania," jelas Franky. Kemudian terdengar sesuatu seperti suara 'klik' di kepalanya. "Tunggu, tunggu! Jangan-jangan kamu pikir kalau istrimu ituโ€ฆ ada hubungannya dengan Thorn Princess ini? Bagaimana mungkin! Emang kau liat wajahnya?!"

Untuk kedua kalinya Twilight tidak langsung menjawab, membuat Franky semakin yakin dengan dugaannya. Mata-mata itu terdiam, tapi Franky yakin kalau sepertinya otak mata-mata itu sedang bekerja amat sangat keras mencerna sesuatu. Lalu samar-samar Franky mendengar gumaman kecil dari Twilight.

"Suaranyaโ€ฆ"

"Hah?"

"Tidak. tidak ada. Aku hanya terlalu paranoid seperti biasa. Nggak mungkin saling berhubungan. Aku hanya kelelahan."

Franky benar-benar sudah habis pikir mengenai mata-mata yang satu ini. Sudah jelas dia meragukan istri palsunya lagi lalu nanti rasa bersalah muncul lagi. Begitu saja terus sampai sapi benar-benar bisa melompati bulan! Sudah berkali-kali mata-mata itu meragukan istri palsunya itu selama dua tahun ini. Franky sudah lelah melihatnya! Lebih tepatnya, Franky sudah capek diminta tolong berkali-kali untuk mencari background lainโ€”padahal informasi yang didapat masih sama saja!โ€”dari 'Yor Briar' oleh mata-mata itu!

Memang benar isi kepala mata-mata sangatlah rumit. Padahal menurut Franky, jika istri palsunya itu terus menerus membuat mata-mata itu ragu, setidaknya mata-mata itu bisa mencari pengganti lainnya! Twilight adalah mata-mata yang berbakat, mencari pengganti dan mengurus keperluan lainnya dalam waktu dua tahun terakhir ini bukanlah hal yang sulit. Mata-mata itu sudah berkali-kali melakukannya pada hubungan palsu di masa lalu, sejauh yang Franky tahu.

Kecuali mata-mata itu memang sudah peduliโ€”di atas ambang batas profesionalitas mata-mataโ€”pada wanita itu.

Hidup sebagai mata-mata memang sulit ya...

"Aku udah ngecek latar belakang istrimu sebanyak sepuluh kaliโ€”"

"โ€”sembilanโ€”"

"โ€”Terserahlah. Intinya, masih belum puas juga dengan informasi yang kukasih?!"

Twilight menjawab cepat, "Tidak, nggak. Aku kesini nggak minta informasi tentang itu, aku gak akan minta kau selidiki tentang Yor Briar lagi. Itu udah cukup." Nada bicaranya sedikit berbeda dari biasanya. Franky benar-benar takjub dengan kemampuan mata-mata itu dalam menyembunyikan emosinya saat ini.

"Terus apa? Sembarangan masuk ke rumahku pagi-pagi buta dan mengganggu tidurku?!"

Twilight mengeluarkan buku catatan miliknya dari saku dan membukanya. "Aku kesini memang ingin bertanya tentang [Thorn Princess], tapi kau gak perlu mencari informasinya sekarang. Aku akan menanyakannya di lain hariโ€ฆ" Twilight kemudian membalikkan halaman per halaman di buku kecil itu dengan sebelah tangannya yang tak terluka. "Tapi W.I.S.E. memerlukan informasi lain."

"Hah? Informasi apa lagi?"

"[KIND]"

Franky tersedak kopi, "KIND?! Kenapa sih banyak sekali orang-orang yang terlibat dengan mereka?!"

Twilight terkejut, "Kau tahu [KIND]? Tunggu, apa maksudmu dengan orang-orang?"

Franky meletakkan cangkir kopinya di meja dan berdiri dari kursinya lalu berjalan menuju loker yang berada di sudut ruangan. "Maksudku kau dan 'pelanggan' baruku yang sempat kubilang tadi pagi. Ngomong-ngomong tentang KIND, 'pelanggan' itu memintaku untuk memberikan surat pada salah satu anggota W.I.S.E.. Karena kau adalah salah satunya, aku kasih ke kamu aja." Ia membuka loker itu dan mencari surat yang dimaksud.

"Surat apa?"

"Entahlah. Oh, ini dia," Franky mengambil amplop kecil berwarna cokelat itu dan menyerahkannya pada Twilight. "Orang itu bilang kalau ini menyangkut mengenai perdamaian timur dan barat, juga organisasi [KIND] itu."

Twilight menerima amplop itu, lalu menginspeksinya sebentar. Terdapat logo yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

"Perdamaian timur dan barat?"

"Yap, spesialismu," canda Franky. "Perang dingin yang katanya udah menuju akhir, tapi tetap aja gak ada yang berubah sampai saat ini. Ketegangan masih sama. Fitnahnya masih sama. Semuanya masih sama."

Twilight membuka segel amplop itu dan mengeluarkan isinya. Mata-mata itu membaca isi surat tersebut dalam diam, cukup lama sampai-sampai Franky menduga kalau isinya adalah sesuatu yang buruk. Untuk ukuran seseorang yang memiliki kemampuan membaca yang sangat cepat, pria di depannya ini menghabiskan waktu yang cukup lama untuk membacanya.

"Aku nggak mau ikut campur dengan urusan mata-mata kalian, tapiโ€ฆ apa isinya?" tanya Franky tak nyaman melihat wajah Twilight yang begitu serius.

Sang Mata-mata menghela napas panjang lalu memasukkan kembali surat tersebut dalam amplop. "Aku nggak tau apa yang terjadi, tapi pengirim surat ini berasal dari suatu kelompok kecil dan mereka meminta bantuan dari W.I.S.E. untuk mencari informasi di [KIND]. Mereka juga saat ini sedang mempekerjakan pembunuh bayaran dari Garden, sehingga kemungkinan akan terjadi kerjasama... dengan Garden."

"..."

"..."

Kemudian keheningan terjadi di ruangan itu, tak ada yang berbicara. Sampai-sampai suara air menetes dari wastafel yang ada di sudut ruangan terdengar cukup nyaring. Franky mendelik ke arah Twilight sampai-sampai pria itu merasa kalau mata informan itu akan keluar.

"A-apa?" Franky masih mencerna apa yang barusan ia dengar. "I-itu bakalan menjadi a-aliansi tergila yang pernah kudengarโ€ฆ"

"Pastinyaโ€ฆ"

Twilight menyimpan amplop tersebut ke dalam saku jasnya. Ia melanjutkan pertanyaanya, "Baiklah. Memangnya, apa itu [KIND]? Jujur, aku memang pernah mendengar nama itu beberapa kali, tapi aku nggak tahu kalau nama itu punya hubungan dengan perdamaian barat dan timur, entah dalam sisi positif atau negatif."

"Tentu kamu nggak tau!" seru Franky, "Nama organisasi ini tuh nggak pernah disangkutpautkan dengan konflik Timur dan Barat sampai saat ini! Wajar aja nama organisasi ini mungkin nggak pernah muncul dalam radar W.I.S.E.!"

Sejenak Franky melihat sekelilingโ€”padahal tidak ada orang lain selain mereka berdua di ruangan ituโ€”sebelum mencondongkan badannya ke arah Twilight. Ia memelankan suaranya dan berbisik, "Sampai lima bulan lalu, tepatnya pada saat kejadian bom di pangkal udara Kota Berlint, nama organisasi ini sempat muncul, walau hanya sekilas, tapi berhasil menarik perhatian Polisi Nasional. Sepertinya W.I.S.E. juga ikut tertarik dalam hal ini."

Twilight ingat kejadian pengeboman lima bulan lalu. Itu merupakan 3 minggu tersibuk yang pernah ia lakukan sebagai mata-mata untuk mencegah terjadinya perang yang sudah ada di ujung tanduk. Untung saja tidak ada korban jiwa dari kedua pihak pada peristiwa itu sehingga konspirasi masih bisa sedikit tertangani. Meski akibatnya hubungan antara Ostania dan Westali semakin tegang hingga saat ini.

"Lalu, [KIND] ini sebenarnya kelompok macam apa?"

"Abu-abu," jawab Franky.

"Abu-abu?"

"Kau ingat kelompok yang bernama [Ost Merdeka]? Atau [Merallium]? Atau teror [Haller Bersaudara]?"

Twilight mengangguk di setiap nama yang disebutkan oleh Franky. Nama-nama itu adalah kelompok maupun organisasi kecil yang pernah melakukan serangkaian kejahatan cukup serius di Ostania dan beberapa di antaranya sempat mengganggu hubungan pihak Timur dan Barat. Twilight pernah melakukan misi menyelinap masuk ke dalam salah satu organisasi itu untuk menghentikan mereka.

"Informasi yang baru terkuak akhir-akhir ini, mereka tuh sebenarnya dapat berbagai macam supply senjata dari KIND! Baru pertama kali dengar `kan? Eits, tapi tunggu! Nggak cuman sampai di situ aja! Kau tahu [Kegiatan Amal Olivia]? Atau politikus Olga Harper? Atau kelompok yang bernama [Merpati Damai]?"

Twilight kembali mengangguk. Nama-nama itu sangat berpengaruh di Ostania karena mereka mendukung perdamaian antara pihak Timur dan Barat dalam berbagai aspek, seperti kegiatan amal, demonstrasi, pertunjukan, pameran, dan lain-lain. Sama sekali bukan kumpulan orang yang berbahaya menurut catatan yang ada sehingga hampir tidak pernah dilirik oleh W.I.S.E..

"Oke, kudengar mereka semua disokong oleh KIND sejak dulu! Dana mereka mengalir kuat karena memiliki hubungan dengan KIND!" seru Franky. "Orang-orang yang mendukung perdamaian dan perang sama-sama terhubung dengan KIND!"

Organisasi macam apa [KIND] ini? Twilight berusaha mencerna informasi yang baru ia dengar. "[KIND] tidak memihak siapapun?" Jadi, KIND ini adalah lawan atau kawan? "Terus, kenapa kau tahu banyak tapi Polisi Nasional baru tahu tentang mereka akhir-akhir ini?"

"Karenaโ€ฆ" Franky sedikit ragu untuk menjawab pertanyaan itu, "Hampir seluruh informan di Ostania juga diawasi ketat oleh KIND, itu sebabnya kebanyakan informan enggan untuk menjual informasi mengenai KIND ke pemerintah. Bisa dibilang, KIND lebih menyeramkan daripada polisi rahasia bagi para informan," lanjutnya, "Lagipula yang melakukan kejahatan maupun kebajikan di permukaan itu bukan KIND, tapi nama-nama yang baru saja kusebut tadi. KIND hanyalah sebagai tempat sumber daya, hebatnya mereka selalu berhasil menutup jejak mereka."

"Lalu kamu sendiri? Bagaimana denganmu? Kamu diawasi juga?"

"Sejauh ini seharusnya baik-baik aja karena aku selalu menghindari pekerjaan yang berhubungan dengan mereka, makanya informasiku mengenai mereka juga bisa dibilang sangat dangkal. Namun kemudian gara-gara 'pelanggan' baruku yang sangat gigih ini, sepertinya aku hampir masuk ke dalam radar mereka. KIND selalu mengawasi ketat orang-orang yang bakalan mengancamnya dan aku nggak tahu apakah pelangganku yang tadi itu termasuk di dalamnya apa nggak. Aku sampai membawa pistol saat tidur tahu! Udah lama aku gak melakukannya!"

"Jadi, [KIND] ini berbahaya?" Twilight memastikan.

"Sebenarnya sih nggak berbahaya jika kamu gak melibatkan namanya dalam publik. Mereka cukup tenang dan nggak menonjol, tapi jika sekalinya kamu membocorkan apapun tentang KIND ke publik, mereka akan memburumu sampai ke ujung dunia hingga kamu benar-benar lenyap. Beserta informasi yang bocor tersebut, entah gimana, juga ikut dilenyapkan. KIND gak suka muncul ke permukaan dan juga gak suka diusik," jelas Franky.

"Lalu sampai tepat lima bulan yang lalu ketika pengeboman itu terjadi, dikabarkan ada seseorang yang berani sekali membocorkan informasi KIND dan menarik perhatian S.S.S.. Lalu seperti yang terlihat sekarang, pelangganku yang tadi, polisi nasional, dan bahkan kau juga ingin mencari tahu tentang KIND. Aku yakin KIND nggak bakal diam saja. Mungkin kau juga bakalan masuk ke dalam radar mereka jika kamu terus mencari informasi tentangnya."

"Baiklah, ceritakan padaku apa saja yang kamu ketahui tentang mereka," pinta Twilight yang sudah bersiap menulis di dalam buku catatannya.

~ ๐„๐ง๐ ๐จ๐Ÿ ๐‚๐ก๐š๐ฉ๐ญ๐ž๐ซ ~


Preview Next Chapter : Side Mission Escape
Singkatnya, anak-anak ini berharap mereka memiliki kesempatan untuk kabur.


NOTES :

Apakah Chapter ini ditulis sesuai ekspektasiku? Yap.
Apakah aku menulisnya sesuai seperti yang aku inginkan? Maybe.
Apakah aku puas dengan Chapter ini? Nope.

Ntahlah, kek ada rasa mengganjal di chapter ini... Paling suatu saat nanti ada yang kuedit lagi seperti Chapter 5: Rumah kemarin.

Side Mission berikutnya adalah lanjutan dari Chapter 7!

Pengingat lainnya, jadwal update bakalan bener-bener gak beraturan. Mungkin bisa nyampe sebulan sekali. Atau mungkin lebih D:
Sebenernya udah ada chapter tabungan, tapi belum di edit aja karna masih sibuk bergembira dengan perkomedian semester tua :"

Jadi motivasiku sekarang adalah 1 tugas kuliah selesai = 1 update hahahaa
(Aku update chapter ini juga karena baru nyelesaiin 1 tugas hahaha)

[Last Edit : 02/04/2023]

Terima kasih sudah membaca!