NOTES:
AKU MASIH BERTAHAN AHAHAHAHAA
Sesuai dengan notes sebelumnya, 1 update setelah 1 tugas selesai.
Aku menyelesaikan DUA! Yeay! Jadi chapter berikutnya tetap update minggu depan (udah ada kepastian). Chapter berikutnya lagi? Entah kapan... D:
Kenapa ya aku suka banget kembali ke side mission...
Baiklah untuk chapter ini dan chapter depan masih side mission.
Tambahan:
"AaBbCc" โ Ucapan biasa (Kutip dua biasa)
'AaBbCc' โ Pikiran (kutip tunggal dengan huruf miring)
Pada chapter ini:
"AaBbCc" โ Ucapan yang terdengar dari alat elektronik seperti radio, pengeras suara, telpon atau suara seseorang yang terdengar sangat pelan. Atau ucapan yang mempertegas sesuatu. (Kutip dua dan huruf miring)
๐ฒ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ข๐...
Nyatanya, Artur bukanlah anak pertama yang dapat membaca pikiran. Ada seorang anak kecil lain yang katanya dapat membaca pikiran, tercipta secara tidak sengaja dari suatu eksperimen. Namun anak kecil itu bukan berasal dari organisasi yang sama dengan Artur, melainkan berasal dari sebuah organisasi lain yang menjadi saingan dari organisasi ini.
"Artur, kamu sama Bella dan Carlo akan ikut dengan Neel pergi ke Ruddow," perintah Bunda. "Ini Noah, dia akan menemani kalian nanti." Bunda memperkenalkan laki-laki remaja berambut cokelat yang baru saja memasuki ruangan.
"Halo, Noah," sapa Artur.
Noah tersenyum menanggapi sapaan Artur. "Halo Artur," jawabnya, "Senang akhirnya bisa bertemu denganmu." Kemudian Artur dapat mendengar suara pikiran dari laki-laki itu. 'Apakah kamu mau keluar dari tempat ini?'
โโยทโซโซแตแดผแตโซโโโซแตแดผแตโซโโโซแตแดผแต แตแดผแตโซโโโซแตแดผแตโซโโโซแตแดผแตโซโซยทโโ
๏ผก๏ผฌ๏ผฌ๏ผฉ๏ผก๏ผฎ๏ผบ
Fanfiction by LittlePeanutz
Spy x Family ยฉ Endล Tatsuya
๐๐ก๐๐ฉ๐ญ๐๐ซ ๐๐: ๐๐ข๐๐ ๐๐ข๐ฌ๐ฌ๐ข๐จ๐ง ๐๐ฌ๐๐๐ฉ๐
Singkatnya, anak-anak ini berharap mereka memiliki kesempatan untuk kabur.
๐ผ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐
(KBBI) v berlari cepat-cepat; melarikan diri
โ แดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ ยนยน: หขโฑแตแต แดนโฑหขหขโฑแตโฟ แดฑหขแถแตแตแต โ
Di suatu hari.
Di suatu tempat yang benar-benar tidak diketahui keberadaannya...
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
"S-senang bertemu d-dengan Noah juga."
Suaranya terbata karena terkejut. Siapa laki-laki di depannya ini? Apakah Artur pernah mengenalnya? Ini pertama kalinya ada seseorangโselain adik-adiknyaโyang bertanya padanya dalam pikiran. Ia berusaha untuk mengingatโฆ Laki-laki iniโฆ siapa? Ini pertama kalinya Artur melihat laki-laki itu di tempat ini!
"Ayo kemari, kita harus mengecek kesehatanmu dulu sebelum kita pergi dalam tiga hari."
Laki-laki ituโNoah namanyaโmemanggilnya. Tak seperti orang-orang dewasa lainnya yang langsung menarik paksa tangannya, Noah menunggunya di depan pintu, menunggu Artur untuk menghampiri Noah dengan kedua kakinya sendiri. Artur menuruti Noah dan berjalan menuju pintu.
'๐๐ข๐ฌ๐ข๐ฌ ๐ด๐ช๐ข๐ฑ๐ข?' giliran Artur bertanya dalam pikiran. Kenapa barusan Noah bertanya padanya dalam pikiran? Apakah Noah juga bisa membaca pikiran seperti Artur dan adik-adik Artur?
Kemudian tanpa diduga Noah mengulurkan sebelah tangannya ke arah Artur. Artur yang kebingungan hanya melihat tangan Noah dan wajahnya yang tersenyum padanya secara bergantian. Tangan ini buat apa?
"Tanganmu," ucap Noah sambil mengisyaratkan Artur untuk memberikan tangannya juga.
Dengan ragu dan sedikit kebingungan, Artur meletakkan tangan kirinya di atas Noah. Noah dengan perlahan menggenggam tangan Artur dan mulai mengajaknya pergi. Artur dengan mudahnya dapat mengikuti langkah Noah, tidak terburu-buru ataupun berlari. Noah menggennggam tangannya, tidak menarik ataupun mencengkram dengan kuat seperti orang-orang dewasa yang disini lakukan.
Artur semakin bingung. Noah ini siapa? Kenapa Noah tidak membalas pertanyaan yang barusan Artur lontarkanโdalam hati? Noah tidak bisa membaca pikiran? Terus kenapa tadi Noah bertanya padanya dalam pikiran? Lalu kenapa Noah bersikap baik padanya?
'๐๐ฐ๐ข๐ฉ?'
Artur mulai mencoba memanggil laki-laki itu sekali lagi dalam pikirannya. Namun tetap tidak ada jawaban. Noah dengan tenang tetap menuntun Artur menyusuri lorong-lorong yang ada di sana menuju ke ruang kesehatan.
"Tenang, ini hanya pemeriksaan kesehatan biasa," jelas Noah setelah melihat Artur yang mulai gelisah, namun tetap tak membalas pertanyaan dalam pikiran Artur.
Artur sedikit mencuri pandangan pada laki-laki yang di sebelahnya. Ia menatapnya dari atas kepala hingga ujung kaki sambil berusaha untuk tetap tidak ketahuan. Sepertinya Noah bukanlah orang dewasa yang jahat seperti orang-orang dewasa lain yang ada di tempat ini. Tak terdengar suara menyeramkan dari pikiran Noah, malah, Noah sedang tidak memikirkan apapun. Umur Noah juga terlihat jauh lebih muda dari orang-orang dewasa yang ada di sini.
Artur semakin penasaran. Kenapa tadi Noah bertanya seperti itu padanya? "Noah. Yang tadi, apa maksud Noah denganโ"
"Sssst!" Dengan cepat Noah langsung menutup mulut Artur dengan jari telunjuk, "Jangan berisik!" serunya.
Artur langsung menutup mulutnya rapat-rapat. Itu adalah ucapan yang sering diteriakkan oleh orang-orang dewasa di sini sesaat sebelum mereka memukul Artur jika ia bersikap nakal.
Tapiโฆ Noah tidak terdengar seperti itu tadi. Tak ada nada marah.
Apakah Noah tidak marah padanya?
Kenapa?
'๐๐จ๐จ๐ข๐ฌ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ณ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฅ๐ช๐ฌ๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด-๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด, ๐๐ณ๐ต๐ถ๐ณ.'
Artur kembali mendengar suara pikiran Noah. Perlahan ia menoleh untuk melihat wajah laki-laki itu.
'๐๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ณ ๐ด๐ถ๐ข๐ณ๐ข ๐๐ณ๐ต๐ถ๐ณ, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐บ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ ๐๐ณ๐ต๐ถ๐ณ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ณ ๐ด๐ถ๐ข๐ณ๐ข๐ฌ๐ถ. ๐๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ช๐ฏ๐ช ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ฆ๐ธ๐ข๐ด๐ข ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ข๐ฅ๐ช, ๐ฐ๐ฌ๐ฆ?'
Noah lalu mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum ke arahnya. Artur sama sekali tidak tahu maksud dari kedipan mata itu. Apakah itu sebuah kode rahasia?
'๐๐ข๐ธ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ-๐ฃ๐ข๐ธ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐๐ฏ๐ฏ๐ข ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข-๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฌ ๐ต๐ข๐ถ ๐ด๐ช๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ซ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ธ๐ข๐ด๐ช ๐ฌ๐ช๐ต๐ข. ๐๐ช๐ต๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฉ๐ข๐ต๐ช-๐ฉ๐ข๐ต๐ช. ๐๐ข๐ฅ๐ช, ๐ต๐ฐ๐ญ๐ฐ๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ-๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ, ๐๐ณ๐ต๐ถ๐ณ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐จ๐ข๐ณ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ช๐ฏ๐ช.'
โ แดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ ยนยน: หขโฑแตแต แดนโฑหขหขโฑแตโฟ แดฑหขแถแตแตแต โ
Beberapa saat kemudian.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
Artur akhirnya kembali ke kamarnya dan langsung disambut oleh adik-adiknya yang ternyata telah menunggunya sejak tadi.
"Kakak abis dari mana?! Kok lama sekali?!" seruโhampir menjeritโBella. Ia langsung mengecek dari ujung kepala hingga kaki. '๐๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฆ๐ฌ๐ด๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฎ๐ฆ๐ฏ ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฌ๐ฆ ๐ฌ๐ข๐ฌ๐ข๐ฌ?! ๐๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ณ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ-๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ฆ๐ธ๐ข๐ด๐ข ๐ฃ๐ข๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ด๐ถ๐ข๐ต๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฏ๐ฆ๐ฉ ๐ญ๐ข๐จ๐ช!'
Adiknya yang lain, Erla, langsung ikut meraih tangannya dan memeriksanya, '๐๐ถ๐ฏ๐ฅ๐ข ๐ต๐ข๐ฅ๐ช ๐ฃ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฑ๐ข? ๐๐ข๐ฌ๐ข๐ฌ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ช๐ฑ๐ถ๐ฌ๐ถ๐ญ ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฏ?'
Dengan perlahan Artur melepaskan genggaman tangan adiknya. "Maaf ya aku pergi agak lama. Tadi Bunda menyuruhku untuk melakukan pemeriksaan karena aku akan pergi ke luar," Artur berusaha menenangkan adik-adiknya. Ia menepuk kepala adiknya secara bergantian. '๐๐ข๐จ๐ช๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข ๐๐ถ๐ฏ๐ฅ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ฌ๐ถ๐ญ๐ฌ๐ถ, ๐๐ณ๐ญ๐ข.'
"Pergi ke luar?!" seru keempat adiknya hampir bersamaan. Wajah mereka tampak sangat terkejut. "Kemana?! Kakak mau pergi ke mana?!"
'๐๐ข๐ฌ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ช๐ฏ๐ช?!'
"Apakah kakak bakal pergi lama?"
'๐๐ข๐ฌ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ-๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฏ๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ๐ช๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช?!'
"Apakah kakak akan kembali?"
'๐๐ข๐ฌ๐ข๐ฌ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ถ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ-๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ฆ๐ธ๐ข๐ด๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ฌ๐ข๐ฏ?!'
Terlalu banyak pertanyaan yang menyerang pendengaran serta pikirannya membuat Artur sedikit pusing. Ia harus segera menenangkan adik-adiknya yang khawatir padanya. Artur langsung memeluk adik-adiknya, berusaha meraih semuanya dalam satu pelukan besar.
"Aku akan pergi, tapi aku pasti akan kembali ke kalian." Pelukannya semakin erat. Adik-adiknya lalu mulai membalas pelukannya.
'๐๐ฌ๐ถ ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ถ๐ฃ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ข๐ฏ.'
Mereka semua saling berpelukan, cukup lama sampai Artur sebagai orang pertama yang melepaskan pelukan bersaudara itu. "Ada lagi yang ingin aku bilang ke kalian," ucap Artur, "Bunda bilang, Bella dan Carlo akan ikut bersamaku pergi ke luar."
Bella dan Carlo yang mendengarnya langsung terkejut, terutama Bella. Mereka saling melihat satu sama lain. Kenapa harus Bella dan Carlo? Bagaimana dengan Erla dan Dion?
"Memangnya kenapa? Bagaimana dengan Erla dan Dion?"
"Ituโฆ akan aku jelaskan nanti. Yang jelasโฆ" Artur mulai berbicara pelan dan melanjutkan ucapannya dalam pikiran. '๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ฅ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ข ๐๐ฐ๐ข๐ฉ. ๐๐ฐ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฏ๐ต๐ถ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ด๐ช๐ฏ๐ช, ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข. ๐๐ฐ๐ข๐ฉ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฑ๐ข ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ.'
Artur melihat kedua mata adik-adiknya secara bergantian. Tatapan mereka menatapnya dengan penuh ekspresi bingung dan tidak percaya.
'๐๐ข๐ฌ๐ด๐ถ๐ฅ ๐ฌ๐ข๐ฌ๐ข๐ฌ, ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ด๐ช๐ฏ๐ช?' tanya salah satu adiknya. Memang [pergi dari tempat ini] adalah suatu hal yang sangat mustahil bagi mereka. Namun, apakah ini merupakan suatu kesempatan?
'๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ข๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ด๐ช๐ญ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ช๐ฏ๐ช ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ,' Ekspresi Artur mulai ragu. Ia benar-benar ingin pergi dari tempat ini bersama adik-adiknya. Tapi akankah mereka berhasil? Bagaimana jika semua ini adalah jebakan? Atau tidak berhasil?
'๐๐ข๐ฅ๐ช, ๐ข๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฎ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ข๐บ๐ข๐ช ๐๐ฐ๐ข๐ฉ ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ?'
โ แดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ ยนยน: หขโฑแตแต แดนโฑหขหขโฑแตโฟ แดฑหขแถแตแตแต โ
Beberapa hari kemudian.
Hari keberangkatan menuju Kota Ruddow.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
Hari yang dimaksud telah tiba. Saat ini Artur sedang dalam perjalanan menuju suatu kota yang bernama Ruddow dengan menaiki mobil berwarna hitam. Ia tak bersama Bella maupun Carlo di mobil ini, mereka naik mobil yang berbeda.
Berdasarkan apa yang Artur dengar dari orang-orang dewasa yang ikut dalam perjalanan ini, mereka bertiga ditempatkan di tiga mobil berbeda untuk menghindari kejadian yang tak terduga selama perjalanan. Entah apa itu.
Memang ia tidak satu mobil dengan Bella dan Carlo, tapi mobilnya ini berisikan 4 orang dewasa ditambah dirinya, cukup sempit untuk perjalanan yang panjang. Mungkin di mobilnya Bella dan Carlo juga seperti ini. Ia diapit oleh dua orang dewasa, salah satunya adalah Noahโyang sebenarnya masih termasuk remaja dan bukan orang dewasaโyang duduk di sebelah kanannya.
Artur melirik ke arah jendela di sebelah kanan, ini pertama kalinya ia melihat langit di luar tempat tinggalnya. Menurut buku yang ia baca, langit siang seharusnya berwarna biru. Artur tidak tahu sekarang jam berapa dan jendela mobil yang sedikit gelap membuat langit tak tampak seperti warna biru. Ada banyak yang ingin Artur lihat, tapi kondisinya sangat tak mungkin untuk melakukannya. Jika Artur membuat keributan sekarang, pasti orang dewasa yang duduk di sebelah kirinya akan memukulnya.
Perjalanan itu terasa amat sangat lama. Seluruh badannya pegal semua. Artur bahkan tak bisa tidur, pikiran orang-orang dewasa yang ada di mobil itu benar-benar berisik. Padahal mereka tidak saling berbicara satu sama lain! Bahkan kali ini pikiran Noah juga berisik! Artur sama sekali tidak bisa menangkap rentetan panjang pikiran Noah!
Kepala Artur sakit. Ia benar-benar ingin cepat pergi dari sini.
"Sudah sampai."
Sepatah kata yang sudah Artur tunggu-tunggu sejak tadi akhirnya muncul. Perjalanan pertamanya menggunakan mobil setelah sekian lama tidak begitu menyenangkan. Seluruh badannya sakit dan pegal karena duduk terlalu lama. Kepalanya sedikit berdenyut akibat menerima suara-suara pikiran di sepanjang perjalanan. Ia langsung menuruni mobil tanpa disuruh dan ingin segera meregangkan badan dan menjernihkan pikirannya.
"Cepat! Masuk ke sana!"
Artur yang bahkan belum sempat meregangkan seluruh tubuhnya dengan benar langsung mendapatkan perintah. Ia berjalan cepat menuruti perintah itu dengan perasaan sedikit jengkel. Tapi ia tidak boleh menunjukkan kejengkelannya atau ia bisa kena pukul.
Ia melihat sekeliling, begitu banyak pohon yang sangat lebat dan menyeramkan. Apakah ini di hutan? Mobil-mobil hitam lainnya juga memenuhi tempat itu. Lalu terdapat gedung tinggi menjulang yang sepertinya agak menyeramkan. Terlihat sedikit retakan dan beberapa tanaman merambat yang ada di gedung tua itu. Banyak sekali orang-orang yang berkumpul di depan gedung itu.
Kemudian ia melihat ke atas. Langit begitu gelap, namun Artur dapat melihat beberapa titik kecil berwarna putih di angkasa. Apakah seperti ini yang dinamakan langit pada malam hari? Apakah titik putih di atas sana disebut bintang? Sayangnya lampu-lampu mobil yang terang mengalahkan cahaya dari titik-titik yang ada di langit sehingga Artur kesulitan untuk melihatnya dengan jelas.
Jika di langit malam ada bintang, seharusnya ada bulan. Artur menoleh ke sana kemari untuk mencari bulan di langit. Di mana bulannya? Apakah bulan tertutup oleh awan? Atau pepohonan?
"Hei 011! Lihat apa sih?! Cepet masuk!"
Artur tersentak kaget. Terlalu lama melihat sekeliling, akhirnya tangan Artur ditarik paksa memasuki gedung tua yang ada di depannya. Cengkramannya kuat sekali, tangannya terasa sakit.
Ia melihat Noah yang mengikutinya dari belakang. Tanpa ekspresi, tapi Artur dapat mendengar suara pikiran Noah yang menyuruhnya untuk fokus.
'๐๐ฐ๐ฌ๐ถ๐ด, ๐๐ณ๐ต๐ถ๐ณ. ๐๐ข๐ถ ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ฌ๐ข๐ญ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ-๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฌ ๐ต๐ถ๐ณ๐ถ๐ต๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข.'
"M-maaf!" seru Artur. Ia mempercepat langkahnya untuk menyamakan langkah kaki orang dewasa yang menyeret tangannya, juga bermaksud mengurangi rasa sakit pada tangannya. Noah tetap mengikuti di belakangnya tanpa berbicara lagi.
'๐๐ฐ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฅ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ต ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐๐ฐ๐ข๐ฉ ๐ด๐ถ๐ฑ๐ข๐บ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ-๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ฆ๐ธ๐ข๐ด๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ค๐ถ๐ณ๐ช๐จ๐ข. ๐๐ฐ๐ข๐ฉ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฅ๐ช ๐ฅ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข. ๐๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข, ๐๐ฐ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฎ๐ข๐ณ.'
Orang dewasa itu terus menyeretnya sampai mereka bertemu dengan beberapa orang dewasa lainnya yang belum pernah Artur lihat, salah satunya adalah laki-laki dewasa yang memiliki tubuh yang sangat besar.
"Nih, bocahnya," seru orang dewasa yang baru saja menyeretnya. Ia mendorong tubuh Artur ke depan 4 laki-laki dewasa yang ada di depannya.
4 laki-laki dewasa yang sama sekali Artur tak kenal dan belum pernah lihat sebelumnya berdiri di depannya. Ada yang memiliki tubuh yang sangat tinggi dan mengenakan masker, ada yang bertubuh sangat besar dan di tangannya terdapat banyak sekali gambar yang menyeramkan, ada yang bertubuh kurus dan memakai kacamata, dan terakhir ada yang memakai banyak sekali anting di hidung dan telinganya.
Orang dewasa bermasker itu menatap Artur dari atas sampai bawah berkali-kali. Rasanya memang terasa tak nyaman, tapi Artur sudah terbiasa dengan tatapan itu.
"Ini beneran berfungsi?" tanya orang dewasa itu. Wajahnya begitu menyeramkan walau Artur hanya bisa melihat matanya saja. '๐๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฐ๐ค๐ข๐ฉ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ค๐ข ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ๐ข๐ฏ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ?'
"Katanya sih bisa. Ini pertama kalinya bocah ini dibawa keluar dari lab. Aku juga baru pertama kali melihatnya," jelas orang dewasa yang memakai kacamata. Ia sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah Artur. '๐๐ข๐จ๐ช๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฌ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ ๐ฌ๐ฆ ๐ญ๐ข๐ฃ ๐ช๐ต๐ถ.'
"Cara kerjanya?"
"Perintahkan aja. Dia udah dilatih buat ngomong kata demi kata dari pikiran yang dia dengar," jelas orang dewasa yang tadi menyeretnya.
"Langsung dipake aja nih?"
"Katanya dia yang terbaik dari tiga bocah yang dibawa ke sini. Dua anak lainnya udah ada di ruang empat lantai tiga."
Artur terkejut mendengarnya, '๐๐ฆ๐ญ๐ญ๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ณ๐ญ๐ฐ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ฅ๐ช ๐ด๐ช๐ฏ๐ช?' Ia benar-benar ingin bertemu dengan adik-adiknya! Apakah mereka baik-baik saja? Artur mencoba menoleh ke kanan dan ke kiri entah mencari apa, tapi ia hanya berharap dapat melihat kedua adiknya segera.
'๐๐ณ๐ต๐ถ๐ณ, ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ญ๐ข๐ฉ. ๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐ต๐ช๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฉ.'
Artur kembali mendengar suara Noah yang memperingatinya. Ia tersadar bahwa orang-orang disini adalah orang yang baru pertama kali ia temui. Ia belum tahu bakalan seperti apa orang-orang ini akan memperlakukannya. Apakah lebih parah dari orang-orang yang ada di rumahnya atau justru tidak separah itu.
Artur segera menjaga sikapnya kembali. Ia tidak boleh gegabah. Ia sudah dewasa, bukan masih anak kecil. Ia harus melindungi adik-adiknya di sini. Jika ia mati, tidak ada yang bisa melindungi adik-adiknya.
"Ya udah mau tunggu apa lagi? Mulai aja sekarang."
Kali ini giliran orang dewasa bertubuh besar menarik tangannya yang seakan-akan mau menyeretnya dengan paksa lagi. Padahal Artur punya kaki, tidak perlu diseret-seret seperti ini. Ia bisa berjalan sendiri kalau disuruh! Tangannya jadi sakit kalau ditarik-tarik terus.
"Sekarang? Kupikir uji coba lapangannya di Berlint besok," tanya laki-laki dewasa yang lain.
"Baru aja dapet perintah dari Antoine, mereka ngerasa sepertinya akhir-akhir ini banyak sekali kecoak yang menyusup kemari. Untuk jaga-jaga, bocah ini dipake buat nyari kecoak itu saat patroli."
"Perintah langsung dari Antoine?" tanya orang dewasa yang datang bersama Artur tadi dengan nada terkejut. "Mereka ada di sini? Sekarang?"
"Tentu aja nggak, tadi Nyonya Gracie yang bilang."
"Di mana Nyonya Gracie sekarang? Apa Nyonya tau paketnya udah sampai?"
"Udah. Sekarang Nyonya ada di lantai enam, lagi rapat dengan yang lain."
Artur sama sekali tidak tahu menahu apa yang orang-orang dewasa ini katakan atau apa yang sedang terjadi. Ia hanya ingin bertemu dengan Bella dan Carlo, tapi sepertinya itu harus menunggu sedikit lebih lama. Ia harus menuruti orang-orang ini agar tidak kena pukul terlebih dahulu.
"Ya udah kalian mulai patroli sana, aku harus ngecek barang-barang bongkar muatan lainnya," ucap orang dewasa yang sebelumnya menyeret Artur. "Ayo, Noah. Kamu juga ikut." Kemudian berbalik dan pergi.
Sekilas Noah menatap mata Artur dengan tatapan ragu, seperti tak ingin berpisah dengannya. Noah berusaha untuk mengatakan sesuatu, namun langsung mengurungkan niatnya. Lalu Artur dapat mendengar suaranya.
'๐๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช, ๐๐ณ๐ต๐ถ๐ณ.'
Artur hanya menatap kedua mata Noah tanpa bersuara. Ia tersadar, bola mata Noah berwarna cokelat, sama seperti warna matanya yang selalu ia lihat di cermin.
Noah berbalik sebelum namanya dipanggil untuk ketiga kalinya dan langsung mengikuti orang dewasa tadi, meninggalkan Artur dengan 4 orang dewasa lain yang sama sekali belum pernah Artur lihat. Artur menggigit bibir, ia ingin berteriak ke Noah untuk jangan meninggalkan Artur, tapi ia tidak ingin membuat Noah berada di dalam masalah.
Kemudian orang-orang dewasa itu kembali saling berbicara, "Terus? Mulai patroli sekarang? Sekarang kam bukan lagi jam untuk patroli."
"Sekarang aja. Aku beneran penasaran dengan kemampuan bocah ini. Memangnya kamu nggak penasaran?"
"Penasaran sihโฆ"
"Hei, bocah!" Laki-laki yang memiliki banyak gambar menyeramkan di tangannya mulai meneriakinya, "Apapun yang kamu dengar nanti, langsung ngomong aja! Awas jika kamu gak nurut!"
Lalu laki-laki besar itu menyeret Artur untuk pergi entah kemana lagi. Artur tak punya pilihan lain selain menuruti perintah dari para orang dewasa itu.
|โแดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ ยนยน: หขโฑแตแต แดนโฑหขหขโฑแตโฟ แดฑหขแถแตแตแตโ|
Setelah dipaksa berkeliling satu gedung dalam waktu yang lama, Artur sama sekali tidak menyangka ia bertemuโlebih tepatnya mendengar suara pikiranโseorang mata-mata yang sedang bersembunyi di tempat ini. Suatu kebetulan? Entahlah. Lalu [mata-mata]! Artur mempelajari kosakata baru lainnya! Tapi apakah mata-mata adalah orang jahat?
Awalnya ia ragu untuk memberitahu tempat persembunyian mata-mata itu karena ia mendengar pikiran mata-mata itu dan merasa kalau dia bukanlah orang jahat. Tapi orang-orang dewasa itu terus memaksanya dan tetap saja ia masih takut terkena pukulan, terutama dari orang yang sama sekali belum pernah Artur lihat di tempat tinggalnya dulu.
Ia memang sudah tidak takut untuk dimarahi, ia juga sudah tidak setakut dulu jika dipukul. Tapi pukulan itu sakit, dia tidak suka sakit. Tubuhnya sudah sakit terkena eksperimen ini itu, ia tidak mau merasa lebih sakit lagi. Oleh karena itu Artur secara naluri berusaha untuk menghindari sesuatu yang berakhir menjadi pukulan.
Ia memberitahu keberadaan mata-mata itu, lalu laki-laki bertubuh besar itu berhasil menemukannya. Pikirannya dipenuhi oleh keinginan membunuh. Artur juga mendengar suara pikiran mata-mata itu. Pikirannya dipenuhi oleh kepanikan yang teramat sangat.
Artur takut. Apakah ia sudah melakukan kesalahan? Tapi ia tidak ingin dipukul lagi. Luka beberapa waktu lalu masih belum sembuh. Apa yang harus Artur lakukan sekarang? Apa yang harus Artur lakukan sekarang?!
Artur tahu kalau orang-orang dewasa ini membawa senjata yang berbahaya. Artur tahu orang-orang dewasa ini benar-benar ingin membunuh mata-mata itu. Tapi mata-mata itu bukan orang jahatโฆ kan? Apakah Artur harus membantu mata-mata itu?
Kini mata-mata itu terluka parah, ini semua gara-gara Artur. Apakah Artur membunuh mata-mata itu? Setelah mengikuti orang-orang dewasa ini mencari mata-mata itu dan berakhir kehilangan jejak, suara pikiran dari mata-mata itu kembali Artur dengar. Suaranya masih terdengar panik dan tidak stabil. Artur merasa bersalah.
'๐๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ญ๐ฐ๐ณ๐ฐ๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ซ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ญ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ข๐ณ.'
Dengan cepat Artur langsung menoleh ke arah jendela besar yang ada di ujung lorong. Tunggu, jendela besar itu! Artur ingat salah satu orang dewasa ini sempat berkataโdalam pikiranโtentang jendela itu!
'๐๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ด๐ข๐ฏ๐ขโ'
Tunggu! Jangan keluar lewat sana! "Di jendela besar ituโฆ" ada perangkap tersembunyi yang terpasang di sana!
"Hei, Bocah ini ngomong jendela besar itu!"
Salah satu orang dewasa mendengar suaranya. Lalu langsung disahut oleh yang lainnya. "Di mana dia sekarang?!"
Artur langsung menutup mulut, kali ini ia benar-benar tak bermaksud membocorkan keberadaan mata-mata itu! Kenapa ia bisa keceplosan?!
'๐๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐๐๐๐?!'
Artur mendengar jeritan pikiran mata-mata itu. Suaranya semakin panik dan frustrasi. Ini salahnya. Ini salahnya. Ini salahnya. Ia tak ingin melukai mata-mata itu lebih jauh lagi dan kini ia malah semakin melukainya. Ia merasa kalau mata-mata itu bukanlah orang jahat, ia tak ingin melukai orang jahat. Ia harus berbuat sesuatu.
"Saya mendengar pikirannya. Suaranya dari arah sana," serunya menunjuk ke arah yang berlawanan dengan mata-mata itu. Ia hanya berharap orang-orang dewasa itu juga mendengar suaranya kali ini.
Namun orang-orang dewasa itu tak mendengarnya karena telah menemukan mata-mata itu lagi.
Artur tidak bisa menyelamatkan mata-mata itu.
|โแดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ ยนยน: หขโฑแตแต แดนโฑหขหขโฑแตโฟ แดฑหขแถแตแตแตโ|
"PINTU DEPAN! Pintu depan! Ada seseorang yang membobol masuk di pintu depan!"
Artur benar-benar lelah hari ini. Ada orang lain lagi? Kali ini apa yang harus ia lakukan? Artur hanya ingin duduk dan bertemu Bella dan Carlo, tak ingin mengejar orang lain dan hampir membunuhnya lagi.
Sekarang saja mata-mata itu sedang bersembunyi di dalam lemari di dekatnya. Ia berusaha untuk tidak memberitahukan keberadaan mata-mata itu, tapi orang-orang dewasa ini sepertinya mulai tidak mempercayai kebohongan yang Artur buat. Bahkan sepertinya mereka ingin melaporkan ini pada Bundaโฆ
Artur memang tidak pandai berbohong, ia lebih memilih untuk diam. Tapi orang-orang dewasa ini akan memukulnyaโterutama yang bertubuh besar ituโjika ia tidak mengatakan apa-apa. Kepalanya kembali berdenyut akibat dipenuhi oleh suara pikiran dan tamparan keras dari orang-orang dewasa ini.
"Terus kita harus ngapain?"
"Sembunyiin seluruh barang buktinya, G*blok! Jangan sampai ninggalin jejak!"
Entah apa yang terjadi, dengan begitu orang-orang dewasa tadi pergiโdan sepertinya tanpa sadarโmeninggalkan Artur sendirian di lorong itu. Mereka sibuk berurusan dengan 'penyusup' lain yang memasuki gedung ini. Kini Artur benar-benar tidak tahu harus melakukan apa lagi. Ia lelah.
Ini sama sekali tidak seperti apa yang ia bayangkan mengenai keluar dari rumah yang bukanlah rumahnya itu. Ia hanya membayangkan dapat melihat langit warna biru. Sekarang sudah malam di gedung tua yang dipenuhi orang-orang jahat yang jauh lebih banyak dari yang ada di rumah dan ia hampir membunuh seseorang.
Apakah harapannya terlalu tinggi untuk sekedar melihat langit biru?
Artur masih mendengar suara pikiran mata-mata itu dari dalam lemari. Ia berjalan menuju lemari itu dan menunggu mata-mata itu keluar dari sana. Mata-mata itu terluka parah, gara-gara Artur. Pikirannya sangat kacau, bahkan Artur yang mendengarnya malah membuatnya semakin pusing.
KREAKโฆ
Pintu lemari terbuka. Tatapannya sempat bertemu dengan mata-mata itu. Mata-mata itu melonjak kaget ketika melihatnya lalu terjatuh tersungkur ke tanah..
BRUK!
Pikiran mata-mata kembali dipenuhi oleh rentetan penyesalan dalam hidupโฆ Tapi Artur tak peduli. Ini memang tidak ada di dalam rencana Noah, tapi Artur tak punya pilihan lain.
"Paman, maaf membuat Paman terluka seperti ini. Tapi tolong keluarkan kami dari tempat ini. Aku dan juga adik-adikku."
โ แดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ ยนยน: หขโฑแตแต แดนโฑหขหขโฑแตโฟ แดฑหขแถแตแตแต โ
Cerita kembali dilanjutkan ke sudut pandang Umbra dan Vine di Chapter 3 dan 4.
โ แดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ ยนยน: หขโฑแตแต แดนโฑหขหขโฑแตโฟ แดฑหขแถแตแตแต โ
Kemudian setelah ituโฆ
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
Artur meringkuk bersama adik-adiknya. Ia akhirnya berhasil bertemu kembali dengan Bella dan Carlo. Akan tetapiโฆ
'๐๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ฃ๐ฐ๐ค๐ข๐ฉ-๐ฃ๐ฐ๐ค๐ข๐ฉ ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ช๐ฉ?!'
'๐๐ฉ, ๐๐ณ๐ข๐ค๐ช๐ฆ ๐ด๐ช๐ข๐ญ๐ข๐ฏ ๐ค๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ธ๐ฆ๐ต ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ช๐ฏ๐ช.'
'๐๐ข๐ด๐ข๐ณ ๐๐ณ๐ฆ๐ฅ ๐จ*๐ฃ๐ญ๐ฐ๐ฌ, ๐ฃ๐ช๐ด๐ข-๐ฃ๐ช๐ด๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฏ๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ๐ช๐ฏ ๐ฃ๐ฐ๐ค๐ข๐ฉ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฅ๐ช ๐ญ๐ฐ๐ณ๐ฐ๐ฏ๐จ ๐ต๐ข๐ฅ๐ช.'
'๐๐ช๐ข๐ญ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ข๐ต๐ช. ๐๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฐ๐ค๐ข๐ฉ-๐ฃ๐ฐ๐ค๐ข๐ฉ ๐ช๐ต๐ถ ๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฎ๐ข๐บ๐ข๐ต.'
Mereka datang lagi. Orang-orang dewasa yang menyeramkan itu datang lagi. Mereka mencari Artur dan adik-adiknya.
"S-saya mendengar mereka, di lantai bawah." Tangan Artur gemetar, tatapannya tak menentu.
"M-mereka mencari kami. Mereka ingin membawa kami pergi!" Suara pikiran orang-orang dewasa penuh amarah semakin terdengar jelas. Mereka sangat banyak. Artur takut.
"Apa?!" seru Paman Umbraโmata-mata tadi yang terluka gara-gara Arturโdan Paman Vineโpenyusup lain yang ternyata adalah pembunuh bayaranโhampir bersamaan.
"Bagaimana ini?!" Bella mulai panik, terlihat jelas Bella sangat ketakutan. Kami tidak ingin kembali.
Artur langsung menoleh ke arah Paman Umbra dan Paman Vine. Air matanya sedikit terbendung, padahal ia sudah lama tidak menangis akibat menahan rasa sakit. Kenapa kali ini ia menangis? Ini bukanlah waktunya untuk menangis!
"Tolongโฆ kamiโฆ kumohonโฆ" seru Artur lirih. Bibirnya bergetar, tangannya apa lagi. Ketakukan memenuhi dirinya. '๐๐ฐ๐ญ๐ฐ๐ฏ๐จ, ๐ข๐ฑ๐ข๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ, ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ช๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช. ๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช. ๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช. ๐๐ถ๐ฎ๐ฐ๐ฉ๐ฐ๐ฏโฆ'
Artur mendengar Paman Vine menghela la napas panjang, "Sepertinya mereka nggak ada habis-habisnya," ia berdiri lalu merenggangkan otot tangannya, "Baiklah, tinggal kubunuh lagi, masalah selesai."
Artur menatap Paman Vine lekat lekat. Paman Vine akan membunuh mereka lagi? '๐๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ ๐๐ช๐ฏ๐ฆ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ข๐ฏ๐ฑ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ?' pikirnya. Padahal Artur barusan merasa bersalah setengah mati gara-gara Paman Umbra yang terluka akibat Artur memberitahu lokasinya pada orang-orang dewasa itu.
Apakah suatu saat Artur akan seperti itu? Apakah orang dewasa tidak merasa bersalah ketika membunuh orang?
"Kau tahu ada berapa orang yang kesini?" tanya Paman Vine yang tengah mempersiapkan diri.
Artur kemudian terdiam, berusaha mendengar suara pikiran yang ada di lantai bawah. "Ti-tidak begitu. Saya hanya mendengar suara yang banyak sekaliโฆ Saya mendengar tujuhโฆ mungkin delapan suara berbeda," Artur berusaha menjelaskan. Paman Vine lalu mengangguk mengerti. Belum sempat Paman Vine berjalan keluar, tiba-tiba Artur mendengar suara pikiran yang ia kenal di antaranya.
'๐๐ฆ๐ฎ๐ฐ๐จ๐ข ๐๐ณ๐ต๐ถ๐ณ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ-๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ด๐ข๐ซ๐ข! ๐๐ฆ๐ฎ๐ฐ๐จ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ถ๐ด๐ถ๐ฑ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฌ๐ข๐ช ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ-๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ!'
Itu suara Noah! Noah masih hidup! Jangan sampai Paman Vine membunuh Noah! Noah bukan orang jahat!
"T-tunggu!" teriak Artur dengan cepat, "J-jangan bunuh semuanya!"
"Hah?" Paman Vine menatapnya bingung. Ia menghentikan langkahnya yang ingin meninggalkan ruangan.
Kini giliran Bella yang berseru, mengerti apa yang dimaksud oleh Artur. "Ada orang yang tidak jahat di sana! Ada Noah! Noah harus berpura-pura menjadi orang jahat agar tidak ketahuan oleh Bunda!"
Lalu langsung dilanjutkan oleh Carlo dengan suara yang lebih nyaring, "Noah bukan orang jahat! Dia sudah janji akan menolong kami!"
Paman Vine masih membatu memproses apa yang ia dengar sebelum berujar pelan dengan nada sedikit bingung, "Kalian yakin 'Noah' ini bukan orang jahat? Kalian mungkin lagi ditipu atauโ"
"Kami yakin! Sudah kami bilang kami bisa membaca pikiran!"
'๐๐ถ๐ข๐ณ๐ข ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ๐ข๐ฏ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ฐ๐ฉ๐ฐ๐ฏ๐จ!'
Paman Vine tersentak, "Oke, oke, baiklah." Lalu ia mengeluarkan senjatanya dari balik lengan bajunya yang panjang, "Coba jelaskan ciri-ciri 'Noah' ini supaya dia bisa terhindar dari senjataku."
"A-ahโฆ" Artur dan adik-adiknya berusaha untuk mengingatnya dengan panik. Jika mereka salah mendeskripsikan, Noah bisa mati!
"N-Noah ituโฆ matanyaโฆ warna matanya cokelat mirip sepertikuโฆ" Artur menunjukkan warna matanya, "t-tapi rambutnya warna cokelat, tidak merah sepertiku. L-laluโฆ"
Ayolah Artur! Ayo ingat! Tadi Noah pakai baju apa!
"T-terus baju yang dipakaiโฆ Noah pakai baju hijau tua! Aku ingat aku melihatnya! Lengan panjang dan jugaโฆ umhโฆ berkancing!"
"Iya! Berkancing! Ada gambar kuda kecil di atas sakunya!"
"Noah juga pakai celana hitam!"
"Itu benar!"
"Noah itu tidak besar! Tapi juga tidak kurusโฆ"
"Pokoknya Noah masih muda!"
Paman Vine menatap anak-anak yang di depannya yang mulai saling sahut menyahut menjelaskan ciri-ciri Noah. Ia mulai merangkai sahutan-sahutan itu menjadi satu kalimat yang lebih jelas, "Baiklah. Penjelasan yang sedikit kurang membantu, tapi akan aku usahakan. Tunggu disini."
|โแดฌหกหกโฑแตโฟแถป แถสฐแตแตแตแตสณ ยนยน: หขโฑแตแต แดนโฑหขหขโฑแตโฟ แดฑหขแถแตแตแตโ|
Cukup lama Artur menunggu kembalinya Paman Vine. Beberapa kali ia dapat mendengar suaraโpikiranโrintihan yang berasal dari lantai bawah. Sedikit mengganggunya namun ia masih bisa menahannya meski kepalanya menjadi sangat sakit.
Paman Umbra yang terluka parah, gara-gara Artur, masih beristirahat di sudut ruangan. Matanya terpejam dan tubuhnya tidak bergerak sama sekali. Satu hal yang membuat Artur yakin kalau Paman Umbra masih hidup adalah suara pikirannya yang masih terdengar.
Apakah ada hal yang bisa dilakukan oleh Artur untuk menolong Paman Umbra? Ini semua salahnya Paman Umbra terluka seperti itu. Ini semua salahnya.
"Kak, mereka kembali!" seru Bella menepuk pundak Artur, memotong keresahan panjangnya. Artur yang mendengarnya langsung berlari menuju pintu. Ia langsung melihat Paman Vine yang ada di lorong sedang berjalan ke arahnya, di sebelahnya terdapat sosok lainโฆ
Itu Noah! Noah selamat! Paman Vine tidak membunuh Noah!
"Noah!" pekik Artur dan kedua adiknya bersamaan.
Noah langsung menoleh ke arahnya. Wajahnya langsung menunjukkan kelegaan yang luar biasa. Terlihat sedikit genangan air mata di kedua mata Noah.
"EtโArtur! Bella! Carlo! Astaga!" pekiknya. Noah langsung berlari ke arah Artur, Bella, dan Carlo untuk memeluk mereka dalam satu pelukan besar. Artur dan adik-adiknya yang juga langsung berlari dan melompat ke dalam pelukan Noah.
"Kalian nggak apa-apa? Ada yang terluka?! Maaf aku ninggalin kalian barusan!" Noah terus menerus meminta maaf dalam pelukan itu. Pelukannya semakin erat, kemudian Noah melepaskan perlukannya begitu saja. Dengan panik Noah langsung memeriksa kondisi mereka semua. "Bella, Carlo, kalian disuruh apa di ruangan tadi? Lalu Artur! Apa orang-orang dewasa tadi memukulmu?!"
Artur terbata, "Ti-tidakโฆ" Terlihat jelas ia sedang berbohong.
Belum sempat Noah menanggapi jawaban Artur, tiba-tiba saja Paman Vine menarik kerah belakang baju milik Noah dan mengangkat Noah ke atas.
"Woah!" pekik Noah kaget. Ia sedikit meronta-ronta di tangan Paman Vine.
Sekarang Artur yakin kalau Paman Vine benar-benar kuat. Paman itu bisa mengangkat Noah yang meronta-ronta dengan satu tangan dengan begitu mudah!
"Oke, cukup reuni kecilnya, tapi kita butuh kamu untuk ngejelasin apa yang sebenarnya sedang terjadi di tempat ini sebelum aku datang," ucap Paman Vine tanpa menurunkan Noah lalu berjalan memasuki ruangan tempat Paman Umbra masih berada. Artur dan kedua adiknya mengikuti Paman Vine dari belakang layaknya anak ayam mengikuti induknya yang sedang dibawa pergi.
"Baik! Baiklah! Turunkan aku! Aku bakal jelasin semuanya tapi turunkan aku! Leherku sakit! Ampun!" rintih Noah. Lalu Paman Vine menurunkan Noah di dekat dengan Paman Umbra. Noah langsung memegangi lehernya yang sakit dan menarik napas panjang.
"Oke, sekarang jelaskan," perintah Paman Vine cepat.
"Oke, baik! Sabar! Akan aku jelasin dari awalโTunggu, Paman nggak apa-apa?" Noah langsung menyadari keberadaan Paman Umbra yang sedang tidak baik-baik saja sesaat Paman Vine menurunkannya. Napas Paman Umbra semakin berat langsung membuah Noah khawatir.
"Paman terluka? Siapa yang melukai paman?" tanya Noah.
"Dia terkena panah beracun," jelas Paman Vine. '๐๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ช๐ณ ๐ฎ๐ข๐ต๐ช.'
"Panah beracun? Jangan bilang panah yang dari crossbow itu?" Noah terkejut. '๐๐ฑ๐ข ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ-๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ถ๐ญ๐ข๐ฉ ๐๐ช ๐๐ฆ๐ด๐ข๐ณ ๐๐ณ๐ฆ๐ฅ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ-๐ต๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข? ๐ ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ถ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ข๐ต๐ถ-๐ด๐ข๐ต๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ต๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ค๐ถ๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช ๐จ๐ฆ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐ช.'
"Ya. Lukanya nggak terlalu parah, udah ditangani. Tapi efek dari racunnya yang bikin parah. Sebenarnya jika nggak segera ditolong, racun itu bakalan membunuhโ"
"Nah, minum ini," Noah langsung mengeluarkan botol kecil dari saku celananya dan menyodorkannya ke Paman Umbra. Sebuah botol kecil dengan cairan berwana ungu di dalamnya. "Ini penangkalnya. Tolong percaya padaku."
"Kamuโฆ bawa penangkal racunnya?" Paman Vine terkejut, sama sekali tidak menyangka. "Setahuku itu termasuk racun yang lumayan berbahaya."
"Tidak, tidak. Ini tidak mematikan. Mungkin yang dimaksud itu racun yang satunya lagi. Efek racun ini sama seperti racun mematikan itu, bedanya yang ini tidak membunuh. Hanya menyebabkan rasa sakit yang sama dan lama," jelas Noah membuka tutup botol kecil itu dan menyerahkannya pada Paman Umbra.
"Racun ini digunakan disini untuk menangkap penyusup dan menginterogasinya. Rasa sakitnya bisa bertahan sampai seharian tergantung dosisnya. Bisa dibilang, ini sebagai alat penyiksaan saat interogasi. Tapi jika ada racun, pasti ada penangkalnya di suatu tempat. KIND menyimpannya di lantai lima. Aku mengambilnya untuk jaga-jaga jika ternyata aku ketahuan berkhianat dan mereka malah menyerangku dengan racun itu. Penangkalnya ini bisa mengurangi rasa sakit akibat racun itu," lanjut Noah. '๐๐ฏ๐ต๐ถ๐ฏ๐จ ๐ข๐ซ๐ข ๐ต๐ข๐ฅ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฅ๐ช๐ด๐ถ๐ณ๐ถ๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฐ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ณ ๐ฎ๐ถ๐ข๐ต๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฎ๐ฐ๐ฃ๐ช๐ญ, ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ช๐ฌ๐ช๐ต ๐ข๐ฌ๐ด๐ฆ๐ด ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฌ๐ฆ ๐ญ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ช ๐ช๐ต๐ถ. ๐๐ฏ๐ต๐ถ๐ฏ๐จ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ช๐ญ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ญ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข๐ฎ-๐ฅ๐ช๐ข๐ฎ.'
"B-baiklah, akan aku m-minum," Paman Umbra mengambil botol kecil itu dari tangan Noah dan langsung menenggaknya tanpa berpikir dua kali. '๐๐ข๐จ๐ช ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข, ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ญ๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ต๐ข๐ถ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ซ๐ถ๐ด๐ต๐ณ๐ถ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ณ๐ข๐ค๐ถ๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ต๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ฃ๐ข๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ต๐ช ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ณ ๐ญ๐ข๐จ๐ช.'
"Paman Umbra tidak akan mati kan Noah?" tanya Artur berjalan mendekati Noah. Jangan sampai Paman Umbra mati. Ini salahnya yang membuat Paman Umbra sekarat seperti itu. "Ini salah saya sehingga Paman Umbra terluka. Saya yang memberitahu tentang Paman Umbra ke orang-orang dewasa itu tadi."
Noah langsung menoleh ke Artur lalu menepuk kepalanya perlahan. "Hei, hei. Ini bukan salahmu, Artur. Ini salahku yang ninggalin kamu tadi. Paman ini akan baik-baik saja, obatnya akan bekerja sebentar lagi dan paman ini tidak akan merasakan sakit lagi."
Kemudian tangan Noah meraih tangan Artur dan memeriksanya dengan seksama, "Apa kamu dipukul lagi?" Tentu saja memar bekas cengkraman dari orang-orang dewasa ini masih terlihat dengan jelas di tangannya.
Artur mengangguk kecil, sangat kecil. Ingin berbohong tetapi tak berani. Ia memang sempat beberapa kali kena pukul oleh orang-orang dewasa tadi. Tapi itu bukan masalah besar, ia sudah terbiasa.
"Oke, c-cukup. Cukup main siapa yang salah di sini. Ini b-bukan salah kalian berdua," Paman Umbra kembali bersuara. "Kamu m-melakukan itu hanya untuk bertahan hidup, jadi aku mengerti. A-aku nggak menyalahkan kalian sama sekali, aku aja yang lagi sial hari ini." Lalu Paman Umbra mengubah posisi duduknya supaya lebih nyaman.
"Jangan banyak bergerak! Paman juga terluka akibat tertusuk panah kan?" seru Noah khawatir.
"Aku nggak akan kemana-mana, a-aku cuman pegal duduk terlalu lama," protes Paman Umbra yang berusaha meluruskan kakinya. Noah mundur beberapa langkah untuk memberi ruang pada Paman Umbra.
"Oke, sekarang tolong segera jawab pertanyaan dari pembunuh bayaran itu, apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan t-tempat ini sebelum semua ini terjadi karena a-aku juga penasaran," tanya Paman Umbra yang menatap tajam Noah, "dan juga, s-siapa kau sebenarnya. Karena aku merasa kalau [kecoak penyusup] yang sempat dimaksud oleh mereka bukanlah aku, tapi k-kamu. Cuman kebetulan aja mereka menemukanku lebih dulu. Jadinya justru aku yang diserang dan bukan kamu."
Noah langsung membatu, ekspresinya memucat. Ia menggigit bibir dan memainkan jemarinya. Kini rasa bersalah terlihat di wajah Noah.
"B-benar, aku rasa merekaโ๐บ๐ธ๐ฝ๐ณโmemburuku. Akulah kecoak pengkhianat yang dimaksud itu, akulah yang mereka cari. Maafkan aku, aku nggak memikirkan seluruh rencanaku dengan matang."
Paman Vine sedikit terkekeh, "Yah, harusnya kamu bersyukur tempatmu digantikan oleh mata-mata itu. Jika tidak, kamu nggak akan bertahan lebih dari lima menit. Suatu keajaiban mata-mata ini bisa bertahan selama sejam lebih dengan racun itu." Mendengar kekehan itu, Paman Umbra langsung melempar tatapan tajam pada Paman Vine.
"Maafkan akuโTunggu, mata-mata?!" seru Noah kaget. Sepertinya Noah sama sekali tidak menduganya. Ia menoleh ke arah Artur untuk memastikan. Artur dan anak-anak lainnya mengangguk membenarkan.
"Yap, mata-mata dari W.I.S.E., kapan lagi mata-mata terbaik bisa menggantikan tempatmu seperti ini," canda Paman Vine.
"Oke, cukup. Penjelasan. Sekarang."
"Baik. Oke, jadi pertamaโฆ" Noah menarik napas panjang dan mengatur ekspresinya. Ia duduk tegak di dekat Paman Umbra dan memasang wajah yang cukup serius. Ini pertama kalinya Artur melihat wajah Noah yang sangat serius seperti itu.
"Perkenalkan, namaku Noah. Lebih tepatnya, itu adalah nama samaranku di ๐บ๐ธ๐ฝ๐ณ. Sekalian meluruskan, organisasi ini bernama ๐บ๐ธ๐ฝ๐ณ dan diucapkan seperti itu," Noah mulai menjelaskan. "Nama asliku sebenarnya adalah ๐๐ฅ๐ข๐๐ฌ ๐๐ซ๐๐ฒ. Aku menyusup masuk di ๐บ๐ธ๐ฝ๐ณ sejak dua tahun yang lalu untuk bisa bertemu anak-anak ini. Tujuanku hanya ingin menyelamatkan anak-anak ini. Tapi sepertinya aku nggak memikirkan seluruh rencana penyelamatan ini dengan matang."
Ini akan menjadi malam yang cukup panjangโฆ
~ ๐๐ง๐ ๐จ๐ ๐๐ก๐๐ฉ๐ญ๐๐ซ ~
Preview Next Chapter : Side Mission Report
Singkatnya, siapakah Antoine von Augony.
NOTES:
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan!
Chapter minggu depan, siapakah sebenernya Antoine von Augony k*mpret ini?!
Oh ya, bagaimana kalian membaca nama [๐บ๐ธ๐ฝ๐ณ] di sini? Apakah seperti kaind (dengan 'i' dibaca ai) atau kint (dengan 'i' tetap dibaca i)?
[Last Edit : 02/04/2023]
Terima kasih sudah membaca!
