NOTES:

AKU MASIH BERTAHAN AHAHAHAHAA
Sesuai dengan notes sebelumnya, 1 update setelah 1 tugas selesai.
Aku menyelesaikan DUA! Yeay! Jadi chapter berikutnya tetap update minggu depan (udah ada kepastian). Chapter berikutnya lagi? Entah kapan... D:

Kenapa ya aku suka banget kembali ke side mission...
Baiklah untuk chapter ini dan chapter depan masih side mission.

Tambahan:
"AaBbCc" โ€“ Ucapan biasa (Kutip dua biasa)
'AaBbCc' โ€“ Pikiran (kutip tunggal dengan huruf miring)

Pada chapter ini:
"AaBbCc" โ€“ Ucapan yang terdengar dari alat elektronik seperti radio, pengeras suara, telpon atau suara seseorang yang terdengar sangat pelan. Atau ucapan yang mempertegas sesuatu. (Kutip dua dan huruf miring)


๐™ฒ๐šŽ๐š›๐š’๐š๐šŠ ๐š‚๐šŽ๐š‹๐šŽ๐š•๐šž๐š–๐š—๐šข๐šŠ...

Nyatanya, Artur bukanlah anak pertama yang dapat membaca pikiran. Ada seorang anak kecil lain yang katanya dapat membaca pikiran, tercipta secara tidak sengaja dari suatu eksperimen. Namun anak kecil itu bukan berasal dari organisasi yang sama dengan Artur, melainkan berasal dari sebuah organisasi lain yang menjadi saingan dari organisasi ini.

"Artur, kamu sama Bella dan Carlo akan ikut dengan Neel pergi ke Ruddow," perintah Bunda. "Ini Noah, dia akan menemani kalian nanti." Bunda memperkenalkan laki-laki remaja berambut cokelat yang baru saja memasuki ruangan.

"Halo, Noah," sapa Artur.

Noah tersenyum menanggapi sapaan Artur. "Halo Artur," jawabnya, "Senang akhirnya bisa bertemu denganmu." Kemudian Artur dapat mendengar suara pikiran dari laki-laki itu. 'Apakah kamu mau keluar dari tempat ini?'


โˆ™โˆ™ยทโ–ซโ–ซแต’แดผแต’โ–ซโ‚’โ‚’โ–ซแต’แดผแต’โ–ซโ‚’โ‚’โ–ซแต’แดผแต’ แต’แดผแต’โ–ซโ‚’โ‚’โ–ซแต’แดผแต’โ–ซโ‚’โ‚’โ–ซแต’แดผแต’โ–ซโ–ซยทโˆ™โˆ™

๏ผก๏ผฌ๏ผฌ๏ผฉ๏ผก๏ผฎ๏ผบ

Fanfiction by LittlePeanutz
Spy x Family ยฉ Endล Tatsuya

๐‚๐ก๐š๐ฉ๐ญ๐ž๐ซ ๐Ÿ๐Ÿ: ๐’๐ข๐๐ž ๐Œ๐ข๐ฌ๐ฌ๐ข๐จ๐ง ๐„๐ฌ๐œ๐š๐ฉ๐ž
Singkatnya, anak-anak ini berharap mereka memiliki kesempatan untuk kabur.


๐™ผ๐šŽ๐š•๐šŠ๐š›๐š’๐š”๐šŠ๐š— ๐š๐š’๐š›๐š’
(KBBI) v berlari cepat-cepat; melarikan diri


โ€” แดฌหกหกโฑแตƒโฟแถป แถœสฐแตƒแต–แต—แต‰สณ ยนยน: หขโฑแตˆแต‰ แดนโฑหขหขโฑแต’โฟ แดฑหขแถœแตƒแต–แต‰ โ€”

Di suatu hari.
Di suatu tempat yang benar-benar tidak diketahui keberadaannya...
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=

"S-senang bertemu d-dengan Noah juga."

Suaranya terbata karena terkejut. Siapa laki-laki di depannya ini? Apakah Artur pernah mengenalnya? Ini pertama kalinya ada seseorangโ€”selain adik-adiknyaโ€”yang bertanya padanya dalam pikiran. Ia berusaha untuk mengingatโ€ฆ Laki-laki iniโ€ฆ siapa? Ini pertama kalinya Artur melihat laki-laki itu di tempat ini!

"Ayo kemari, kita harus mengecek kesehatanmu dulu sebelum kita pergi dalam tiga hari."

Laki-laki ituโ€”Noah namanyaโ€”memanggilnya. Tak seperti orang-orang dewasa lainnya yang langsung menarik paksa tangannya, Noah menunggunya di depan pintu, menunggu Artur untuk menghampiri Noah dengan kedua kakinya sendiri. Artur menuruti Noah dan berjalan menuju pintu.

'๐˜’๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข?' giliran Artur bertanya dalam pikiran. Kenapa barusan Noah bertanya padanya dalam pikiran? Apakah Noah juga bisa membaca pikiran seperti Artur dan adik-adik Artur?

Kemudian tanpa diduga Noah mengulurkan sebelah tangannya ke arah Artur. Artur yang kebingungan hanya melihat tangan Noah dan wajahnya yang tersenyum padanya secara bergantian. Tangan ini buat apa?

"Tanganmu," ucap Noah sambil mengisyaratkan Artur untuk memberikan tangannya juga.

Dengan ragu dan sedikit kebingungan, Artur meletakkan tangan kirinya di atas Noah. Noah dengan perlahan menggenggam tangan Artur dan mulai mengajaknya pergi. Artur dengan mudahnya dapat mengikuti langkah Noah, tidak terburu-buru ataupun berlari. Noah menggennggam tangannya, tidak menarik ataupun mencengkram dengan kuat seperti orang-orang dewasa yang disini lakukan.

Artur semakin bingung. Noah ini siapa? Kenapa Noah tidak membalas pertanyaan yang barusan Artur lontarkanโ€”dalam hati? Noah tidak bisa membaca pikiran? Terus kenapa tadi Noah bertanya padanya dalam pikiran? Lalu kenapa Noah bersikap baik padanya?

'๐˜•๐˜ฐ๐˜ข๐˜ฉ?'

Artur mulai mencoba memanggil laki-laki itu sekali lagi dalam pikirannya. Namun tetap tidak ada jawaban. Noah dengan tenang tetap menuntun Artur menyusuri lorong-lorong yang ada di sana menuju ke ruang kesehatan.

"Tenang, ini hanya pemeriksaan kesehatan biasa," jelas Noah setelah melihat Artur yang mulai gelisah, namun tetap tak membalas pertanyaan dalam pikiran Artur.

Artur sedikit mencuri pandangan pada laki-laki yang di sebelahnya. Ia menatapnya dari atas kepala hingga ujung kaki sambil berusaha untuk tetap tidak ketahuan. Sepertinya Noah bukanlah orang dewasa yang jahat seperti orang-orang dewasa lain yang ada di tempat ini. Tak terdengar suara menyeramkan dari pikiran Noah, malah, Noah sedang tidak memikirkan apapun. Umur Noah juga terlihat jauh lebih muda dari orang-orang dewasa yang ada di sini.

Artur semakin penasaran. Kenapa tadi Noah bertanya seperti itu padanya? "Noah. Yang tadi, apa maksud Noah denganโ€”"

"Sssst!" Dengan cepat Noah langsung menutup mulut Artur dengan jari telunjuk, "Jangan berisik!" serunya.

Artur langsung menutup mulutnya rapat-rapat. Itu adalah ucapan yang sering diteriakkan oleh orang-orang dewasa di sini sesaat sebelum mereka memukul Artur jika ia bersikap nakal.

Tapiโ€ฆ Noah tidak terdengar seperti itu tadi. Tak ada nada marah.

Apakah Noah tidak marah padanya?

Kenapa?

'๐˜•๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด-๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด, ๐˜ˆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ถ๐˜ณ.'

Artur kembali mendengar suara pikiran Noah. Perlahan ia menoleh untuk melihat wajah laki-laki itu.

'๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ถ๐˜ณ, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ˆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ. ๐˜œ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ธ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช, ๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ฆ?'

Noah lalu mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum ke arahnya. Artur sama sekali tidak tahu maksud dari kedipan mata itu. Apakah itu sebuah kode rahasia?

'๐˜‰๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ-๐˜ฃ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข-๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ด๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข. ๐˜’๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช-๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช. ๐˜‘๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช, ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ-๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ, ๐˜ˆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ถ๐˜ณ. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช.'

โ€” แดฌหกหกโฑแตƒโฟแถป แถœสฐแตƒแต–แต—แต‰สณ ยนยน: หขโฑแตˆแต‰ แดนโฑหขหขโฑแต’โฟ แดฑหขแถœแตƒแต–แต‰ โ€”


Beberapa saat kemudian.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=

Artur akhirnya kembali ke kamarnya dan langsung disambut oleh adik-adiknya yang ternyata telah menunggunya sejak tadi.

"Kakak abis dari mana?! Kok lama sekali?!" seruโ€”hampir menjeritโ€”Bella. Ia langsung mengecek dari ujung kepala hingga kaki. '๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ด๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ?! ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ-๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ธ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช!'

Adiknya yang lain, Erla, langsung ikut meraih tangannya dan memeriksanya, '๐˜‰๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข? ๐˜’๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ?'

Dengan perlahan Artur melepaskan genggaman tangan adiknya. "Maaf ya aku pergi agak lama. Tadi Bunda menyuruhku untuk melakukan pemeriksaan karena aku akan pergi ke luar," Artur berusaha menenangkan adik-adiknya. Ia menepuk kepala adiknya secara bergantian. '๐˜“๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข ๐˜‰๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜Œ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข.'

"Pergi ke luar?!" seru keempat adiknya hampir bersamaan. Wajah mereka tampak sangat terkejut. "Kemana?! Kakak mau pergi ke mana?!"

'๐˜’๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช?!'

"Apakah kakak bakal pergi lama?"

'๐˜’๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ-๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช?!'

"Apakah kakak akan kembali?"

'๐˜’๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ-๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ธ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ?!'

Terlalu banyak pertanyaan yang menyerang pendengaran serta pikirannya membuat Artur sedikit pusing. Ia harus segera menenangkan adik-adiknya yang khawatir padanya. Artur langsung memeluk adik-adiknya, berusaha meraih semuanya dalam satu pelukan besar.

"Aku akan pergi, tapi aku pasti akan kembali ke kalian." Pelukannya semakin erat. Adik-adiknya lalu mulai membalas pelukannya.

'๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ.'

Mereka semua saling berpelukan, cukup lama sampai Artur sebagai orang pertama yang melepaskan pelukan bersaudara itu. "Ada lagi yang ingin aku bilang ke kalian," ucap Artur, "Bunda bilang, Bella dan Carlo akan ikut bersamaku pergi ke luar."

Bella dan Carlo yang mendengarnya langsung terkejut, terutama Bella. Mereka saling melihat satu sama lain. Kenapa harus Bella dan Carlo? Bagaimana dengan Erla dan Dion?

"Memangnya kenapa? Bagaimana dengan Erla dan Dion?"

"Ituโ€ฆ akan aku jelaskan nanti. Yang jelasโ€ฆ" Artur mulai berbicara pelan dan melanjutkan ucapannya dalam pikiran. '๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜•๐˜ฐ๐˜ข๐˜ฉ. ๐˜•๐˜ฐ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข. ๐˜•๐˜ฐ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ.'

Artur melihat kedua mata adik-adiknya secara bergantian. Tatapan mereka menatapnya dengan penuh ekspresi bingung dan tidak percaya.

'๐˜”๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ, ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช?' tanya salah satu adiknya. Memang [pergi dari tempat ini] adalah suatu hal yang sangat mustahil bagi mereka. Namun, apakah ini merupakan suatu kesempatan?

'๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ญ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ,' Ekspresi Artur mulai ragu. Ia benar-benar ingin pergi dari tempat ini bersama adik-adiknya. Tapi akankah mereka berhasil? Bagaimana jika semua ini adalah jebakan? Atau tidak berhasil?

'๐˜‘๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช, ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ค๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ช ๐˜•๐˜ฐ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ?'

โ€” แดฌหกหกโฑแตƒโฟแถป แถœสฐแตƒแต–แต—แต‰สณ ยนยน: หขโฑแตˆแต‰ แดนโฑหขหขโฑแต’โฟ แดฑหขแถœแตƒแต–แต‰ โ€”


Beberapa hari kemudian.
Hari keberangkatan menuju Kota Ruddow.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=

Hari yang dimaksud telah tiba. Saat ini Artur sedang dalam perjalanan menuju suatu kota yang bernama Ruddow dengan menaiki mobil berwarna hitam. Ia tak bersama Bella maupun Carlo di mobil ini, mereka naik mobil yang berbeda.

Berdasarkan apa yang Artur dengar dari orang-orang dewasa yang ikut dalam perjalanan ini, mereka bertiga ditempatkan di tiga mobil berbeda untuk menghindari kejadian yang tak terduga selama perjalanan. Entah apa itu.

Memang ia tidak satu mobil dengan Bella dan Carlo, tapi mobilnya ini berisikan 4 orang dewasa ditambah dirinya, cukup sempit untuk perjalanan yang panjang. Mungkin di mobilnya Bella dan Carlo juga seperti ini. Ia diapit oleh dua orang dewasa, salah satunya adalah Noahโ€”yang sebenarnya masih termasuk remaja dan bukan orang dewasaโ€”yang duduk di sebelah kanannya.

Artur melirik ke arah jendela di sebelah kanan, ini pertama kalinya ia melihat langit di luar tempat tinggalnya. Menurut buku yang ia baca, langit siang seharusnya berwarna biru. Artur tidak tahu sekarang jam berapa dan jendela mobil yang sedikit gelap membuat langit tak tampak seperti warna biru. Ada banyak yang ingin Artur lihat, tapi kondisinya sangat tak mungkin untuk melakukannya. Jika Artur membuat keributan sekarang, pasti orang dewasa yang duduk di sebelah kirinya akan memukulnya.

Perjalanan itu terasa amat sangat lama. Seluruh badannya pegal semua. Artur bahkan tak bisa tidur, pikiran orang-orang dewasa yang ada di mobil itu benar-benar berisik. Padahal mereka tidak saling berbicara satu sama lain! Bahkan kali ini pikiran Noah juga berisik! Artur sama sekali tidak bisa menangkap rentetan panjang pikiran Noah!

Kepala Artur sakit. Ia benar-benar ingin cepat pergi dari sini.

"Sudah sampai."

Sepatah kata yang sudah Artur tunggu-tunggu sejak tadi akhirnya muncul. Perjalanan pertamanya menggunakan mobil setelah sekian lama tidak begitu menyenangkan. Seluruh badannya sakit dan pegal karena duduk terlalu lama. Kepalanya sedikit berdenyut akibat menerima suara-suara pikiran di sepanjang perjalanan. Ia langsung menuruni mobil tanpa disuruh dan ingin segera meregangkan badan dan menjernihkan pikirannya.

"Cepat! Masuk ke sana!"

Artur yang bahkan belum sempat meregangkan seluruh tubuhnya dengan benar langsung mendapatkan perintah. Ia berjalan cepat menuruti perintah itu dengan perasaan sedikit jengkel. Tapi ia tidak boleh menunjukkan kejengkelannya atau ia bisa kena pukul.

Ia melihat sekeliling, begitu banyak pohon yang sangat lebat dan menyeramkan. Apakah ini di hutan? Mobil-mobil hitam lainnya juga memenuhi tempat itu. Lalu terdapat gedung tinggi menjulang yang sepertinya agak menyeramkan. Terlihat sedikit retakan dan beberapa tanaman merambat yang ada di gedung tua itu. Banyak sekali orang-orang yang berkumpul di depan gedung itu.

Kemudian ia melihat ke atas. Langit begitu gelap, namun Artur dapat melihat beberapa titik kecil berwarna putih di angkasa. Apakah seperti ini yang dinamakan langit pada malam hari? Apakah titik putih di atas sana disebut bintang? Sayangnya lampu-lampu mobil yang terang mengalahkan cahaya dari titik-titik yang ada di langit sehingga Artur kesulitan untuk melihatnya dengan jelas.

Jika di langit malam ada bintang, seharusnya ada bulan. Artur menoleh ke sana kemari untuk mencari bulan di langit. Di mana bulannya? Apakah bulan tertutup oleh awan? Atau pepohonan?

"Hei 011! Lihat apa sih?! Cepet masuk!"

Artur tersentak kaget. Terlalu lama melihat sekeliling, akhirnya tangan Artur ditarik paksa memasuki gedung tua yang ada di depannya. Cengkramannya kuat sekali, tangannya terasa sakit.

Ia melihat Noah yang mengikutinya dari belakang. Tanpa ekspresi, tapi Artur dapat mendengar suara pikiran Noah yang menyuruhnya untuk fokus.

'๐˜๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ด, ๐˜ˆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ถ๐˜ณ. ๐˜’๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ-๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข.'

"M-maaf!" seru Artur. Ia mempercepat langkahnya untuk menyamakan langkah kaki orang dewasa yang menyeret tangannya, juga bermaksud mengurangi rasa sakit pada tangannya. Noah tetap mengikuti di belakangnya tanpa berbicara lagi.

'๐˜•๐˜ฐ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜•๐˜ฐ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ-๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ธ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ค๐˜ถ๐˜ณ๐˜ช๐˜จ๐˜ข. ๐˜•๐˜ฐ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข. ๐˜ˆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜•๐˜ฐ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ.'

Orang dewasa itu terus menyeretnya sampai mereka bertemu dengan beberapa orang dewasa lainnya yang belum pernah Artur lihat, salah satunya adalah laki-laki dewasa yang memiliki tubuh yang sangat besar.

"Nih, bocahnya," seru orang dewasa yang baru saja menyeretnya. Ia mendorong tubuh Artur ke depan 4 laki-laki dewasa yang ada di depannya.

4 laki-laki dewasa yang sama sekali Artur tak kenal dan belum pernah lihat sebelumnya berdiri di depannya. Ada yang memiliki tubuh yang sangat tinggi dan mengenakan masker, ada yang bertubuh sangat besar dan di tangannya terdapat banyak sekali gambar yang menyeramkan, ada yang bertubuh kurus dan memakai kacamata, dan terakhir ada yang memakai banyak sekali anting di hidung dan telinganya.

Orang dewasa bermasker itu menatap Artur dari atas sampai bawah berkali-kali. Rasanya memang terasa tak nyaman, tapi Artur sudah terbiasa dengan tatapan itu.

"Ini beneran berfungsi?" tanya orang dewasa itu. Wajahnya begitu menyeramkan walau Artur hanya bisa melihat matanya saja. '๐˜‰๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ค๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ค๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ?'

"Katanya sih bisa. Ini pertama kalinya bocah ini dibawa keluar dari lab. Aku juga baru pertama kali melihatnya," jelas orang dewasa yang memakai kacamata. Ia sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah Artur. '๐˜“๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฃ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ.'

"Cara kerjanya?"

"Perintahkan aja. Dia udah dilatih buat ngomong kata demi kata dari pikiran yang dia dengar," jelas orang dewasa yang tadi menyeretnya.

"Langsung dipake aja nih?"

"Katanya dia yang terbaik dari tiga bocah yang dibawa ke sini. Dua anak lainnya udah ada di ruang empat lantai tiga."

Artur terkejut mendengarnya, '๐˜‰๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜Š๐˜ข๐˜ณ๐˜ญ๐˜ฐ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช?' Ia benar-benar ingin bertemu dengan adik-adiknya! Apakah mereka baik-baik saja? Artur mencoba menoleh ke kanan dan ke kiri entah mencari apa, tapi ia hanya berharap dapat melihat kedua adiknya segera.

'๐˜ˆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ถ๐˜ณ, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ. ๐˜‘๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ.'

Artur kembali mendengar suara Noah yang memperingatinya. Ia tersadar bahwa orang-orang disini adalah orang yang baru pertama kali ia temui. Ia belum tahu bakalan seperti apa orang-orang ini akan memperlakukannya. Apakah lebih parah dari orang-orang yang ada di rumahnya atau justru tidak separah itu.

Artur segera menjaga sikapnya kembali. Ia tidak boleh gegabah. Ia sudah dewasa, bukan masih anak kecil. Ia harus melindungi adik-adiknya di sini. Jika ia mati, tidak ada yang bisa melindungi adik-adiknya.

"Ya udah mau tunggu apa lagi? Mulai aja sekarang."

Kali ini giliran orang dewasa bertubuh besar menarik tangannya yang seakan-akan mau menyeretnya dengan paksa lagi. Padahal Artur punya kaki, tidak perlu diseret-seret seperti ini. Ia bisa berjalan sendiri kalau disuruh! Tangannya jadi sakit kalau ditarik-tarik terus.

"Sekarang? Kupikir uji coba lapangannya di Berlint besok," tanya laki-laki dewasa yang lain.

"Baru aja dapet perintah dari Antoine, mereka ngerasa sepertinya akhir-akhir ini banyak sekali kecoak yang menyusup kemari. Untuk jaga-jaga, bocah ini dipake buat nyari kecoak itu saat patroli."

"Perintah langsung dari Antoine?" tanya orang dewasa yang datang bersama Artur tadi dengan nada terkejut. "Mereka ada di sini? Sekarang?"

"Tentu aja nggak, tadi Nyonya Gracie yang bilang."

"Di mana Nyonya Gracie sekarang? Apa Nyonya tau paketnya udah sampai?"

"Udah. Sekarang Nyonya ada di lantai enam, lagi rapat dengan yang lain."

Artur sama sekali tidak tahu menahu apa yang orang-orang dewasa ini katakan atau apa yang sedang terjadi. Ia hanya ingin bertemu dengan Bella dan Carlo, tapi sepertinya itu harus menunggu sedikit lebih lama. Ia harus menuruti orang-orang ini agar tidak kena pukul terlebih dahulu.

"Ya udah kalian mulai patroli sana, aku harus ngecek barang-barang bongkar muatan lainnya," ucap orang dewasa yang sebelumnya menyeret Artur. "Ayo, Noah. Kamu juga ikut." Kemudian berbalik dan pergi.

Sekilas Noah menatap mata Artur dengan tatapan ragu, seperti tak ingin berpisah dengannya. Noah berusaha untuk mengatakan sesuatu, namun langsung mengurungkan niatnya. Lalu Artur dapat mendengar suaranya.

'๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช, ๐˜ˆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ถ๐˜ณ.'

Artur hanya menatap kedua mata Noah tanpa bersuara. Ia tersadar, bola mata Noah berwarna cokelat, sama seperti warna matanya yang selalu ia lihat di cermin.

Noah berbalik sebelum namanya dipanggil untuk ketiga kalinya dan langsung mengikuti orang dewasa tadi, meninggalkan Artur dengan 4 orang dewasa lain yang sama sekali belum pernah Artur lihat. Artur menggigit bibir, ia ingin berteriak ke Noah untuk jangan meninggalkan Artur, tapi ia tidak ingin membuat Noah berada di dalam masalah.

Kemudian orang-orang dewasa itu kembali saling berbicara, "Terus? Mulai patroli sekarang? Sekarang kam bukan lagi jam untuk patroli."

"Sekarang aja. Aku beneran penasaran dengan kemampuan bocah ini. Memangnya kamu nggak penasaran?"

"Penasaran sihโ€ฆ"

"Hei, bocah!" Laki-laki yang memiliki banyak gambar menyeramkan di tangannya mulai meneriakinya, "Apapun yang kamu dengar nanti, langsung ngomong aja! Awas jika kamu gak nurut!"

Lalu laki-laki besar itu menyeret Artur untuk pergi entah kemana lagi. Artur tak punya pilihan lain selain menuruti perintah dari para orang dewasa itu.

|โ€”แดฌหกหกโฑแตƒโฟแถป แถœสฐแตƒแต–แต—แต‰สณ ยนยน: หขโฑแตˆแต‰ แดนโฑหขหขโฑแต’โฟ แดฑหขแถœแตƒแต–แต‰โ€”|

Setelah dipaksa berkeliling satu gedung dalam waktu yang lama, Artur sama sekali tidak menyangka ia bertemuโ€”lebih tepatnya mendengar suara pikiranโ€”seorang mata-mata yang sedang bersembunyi di tempat ini. Suatu kebetulan? Entahlah. Lalu [mata-mata]! Artur mempelajari kosakata baru lainnya! Tapi apakah mata-mata adalah orang jahat?

Awalnya ia ragu untuk memberitahu tempat persembunyian mata-mata itu karena ia mendengar pikiran mata-mata itu dan merasa kalau dia bukanlah orang jahat. Tapi orang-orang dewasa itu terus memaksanya dan tetap saja ia masih takut terkena pukulan, terutama dari orang yang sama sekali belum pernah Artur lihat di tempat tinggalnya dulu.

Ia memang sudah tidak takut untuk dimarahi, ia juga sudah tidak setakut dulu jika dipukul. Tapi pukulan itu sakit, dia tidak suka sakit. Tubuhnya sudah sakit terkena eksperimen ini itu, ia tidak mau merasa lebih sakit lagi. Oleh karena itu Artur secara naluri berusaha untuk menghindari sesuatu yang berakhir menjadi pukulan.

Ia memberitahu keberadaan mata-mata itu, lalu laki-laki bertubuh besar itu berhasil menemukannya. Pikirannya dipenuhi oleh keinginan membunuh. Artur juga mendengar suara pikiran mata-mata itu. Pikirannya dipenuhi oleh kepanikan yang teramat sangat.

Artur takut. Apakah ia sudah melakukan kesalahan? Tapi ia tidak ingin dipukul lagi. Luka beberapa waktu lalu masih belum sembuh. Apa yang harus Artur lakukan sekarang? Apa yang harus Artur lakukan sekarang?!

Artur tahu kalau orang-orang dewasa ini membawa senjata yang berbahaya. Artur tahu orang-orang dewasa ini benar-benar ingin membunuh mata-mata itu. Tapi mata-mata itu bukan orang jahatโ€ฆ kan? Apakah Artur harus membantu mata-mata itu?

Kini mata-mata itu terluka parah, ini semua gara-gara Artur. Apakah Artur membunuh mata-mata itu? Setelah mengikuti orang-orang dewasa ini mencari mata-mata itu dan berakhir kehilangan jejak, suara pikiran dari mata-mata itu kembali Artur dengar. Suaranya masih terdengar panik dan tidak stabil. Artur merasa bersalah.

'๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ซ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ณ.'

Dengan cepat Artur langsung menoleh ke arah jendela besar yang ada di ujung lorong. Tunggu, jendela besar itu! Artur ingat salah satu orang dewasa ini sempat berkataโ€”dalam pikiranโ€”tentang jendela itu!

'๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜ขโ€”'

Tunggu! Jangan keluar lewat sana! "Di jendela besar ituโ€ฆ" ada perangkap tersembunyi yang terpasang di sana!

"Hei, Bocah ini ngomong jendela besar itu!"

Salah satu orang dewasa mendengar suaranya. Lalu langsung disahut oleh yang lainnya. "Di mana dia sekarang?!"

Artur langsung menutup mulut, kali ini ia benar-benar tak bermaksud membocorkan keberadaan mata-mata itu! Kenapa ia bisa keceplosan?!

'๐˜‰๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜“๐˜ˆ๐˜Ž๐˜?!'

Artur mendengar jeritan pikiran mata-mata itu. Suaranya semakin panik dan frustrasi. Ini salahnya. Ini salahnya. Ini salahnya. Ia tak ingin melukai mata-mata itu lebih jauh lagi dan kini ia malah semakin melukainya. Ia merasa kalau mata-mata itu bukanlah orang jahat, ia tak ingin melukai orang jahat. Ia harus berbuat sesuatu.

"Saya mendengar pikirannya. Suaranya dari arah sana," serunya menunjuk ke arah yang berlawanan dengan mata-mata itu. Ia hanya berharap orang-orang dewasa itu juga mendengar suaranya kali ini.

Namun orang-orang dewasa itu tak mendengarnya karena telah menemukan mata-mata itu lagi.

Artur tidak bisa menyelamatkan mata-mata itu.

|โ€”แดฌหกหกโฑแตƒโฟแถป แถœสฐแตƒแต–แต—แต‰สณ ยนยน: หขโฑแตˆแต‰ แดนโฑหขหขโฑแต’โฟ แดฑหขแถœแตƒแต–แต‰โ€”|

"PINTU DEPAN! Pintu depan! Ada seseorang yang membobol masuk di pintu depan!"

Artur benar-benar lelah hari ini. Ada orang lain lagi? Kali ini apa yang harus ia lakukan? Artur hanya ingin duduk dan bertemu Bella dan Carlo, tak ingin mengejar orang lain dan hampir membunuhnya lagi.

Sekarang saja mata-mata itu sedang bersembunyi di dalam lemari di dekatnya. Ia berusaha untuk tidak memberitahukan keberadaan mata-mata itu, tapi orang-orang dewasa ini sepertinya mulai tidak mempercayai kebohongan yang Artur buat. Bahkan sepertinya mereka ingin melaporkan ini pada Bundaโ€ฆ

Artur memang tidak pandai berbohong, ia lebih memilih untuk diam. Tapi orang-orang dewasa ini akan memukulnyaโ€”terutama yang bertubuh besar ituโ€”jika ia tidak mengatakan apa-apa. Kepalanya kembali berdenyut akibat dipenuhi oleh suara pikiran dan tamparan keras dari orang-orang dewasa ini.

"Terus kita harus ngapain?"

"Sembunyiin seluruh barang buktinya, G*blok! Jangan sampai ninggalin jejak!"

Entah apa yang terjadi, dengan begitu orang-orang dewasa tadi pergiโ€”dan sepertinya tanpa sadarโ€”meninggalkan Artur sendirian di lorong itu. Mereka sibuk berurusan dengan 'penyusup' lain yang memasuki gedung ini. Kini Artur benar-benar tidak tahu harus melakukan apa lagi. Ia lelah.

Ini sama sekali tidak seperti apa yang ia bayangkan mengenai keluar dari rumah yang bukanlah rumahnya itu. Ia hanya membayangkan dapat melihat langit warna biru. Sekarang sudah malam di gedung tua yang dipenuhi orang-orang jahat yang jauh lebih banyak dari yang ada di rumah dan ia hampir membunuh seseorang.

Apakah harapannya terlalu tinggi untuk sekedar melihat langit biru?

Artur masih mendengar suara pikiran mata-mata itu dari dalam lemari. Ia berjalan menuju lemari itu dan menunggu mata-mata itu keluar dari sana. Mata-mata itu terluka parah, gara-gara Artur. Pikirannya sangat kacau, bahkan Artur yang mendengarnya malah membuatnya semakin pusing.

KREAKโ€ฆ

Pintu lemari terbuka. Tatapannya sempat bertemu dengan mata-mata itu. Mata-mata itu melonjak kaget ketika melihatnya lalu terjatuh tersungkur ke tanah..

BRUK!

Pikiran mata-mata kembali dipenuhi oleh rentetan penyesalan dalam hidupโ€ฆ Tapi Artur tak peduli. Ini memang tidak ada di dalam rencana Noah, tapi Artur tak punya pilihan lain.

"Paman, maaf membuat Paman terluka seperti ini. Tapi tolong keluarkan kami dari tempat ini. Aku dan juga adik-adikku."

โ€” แดฌหกหกโฑแตƒโฟแถป แถœสฐแตƒแต–แต—แต‰สณ ยนยน: หขโฑแตˆแต‰ แดนโฑหขหขโฑแต’โฟ แดฑหขแถœแตƒแต–แต‰ โ€”


Cerita kembali dilanjutkan ke sudut pandang Umbra dan Vine di Chapter 3 dan 4.

โ€” แดฌหกหกโฑแตƒโฟแถป แถœสฐแตƒแต–แต—แต‰สณ ยนยน: หขโฑแตˆแต‰ แดนโฑหขหขโฑแต’โฟ แดฑหขแถœแตƒแต–แต‰ โ€”


Kemudian setelah ituโ€ฆ
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=

Artur meringkuk bersama adik-adiknya. Ia akhirnya berhasil bertemu kembali dengan Bella dan Carlo. Akan tetapiโ€ฆ

'๐˜‹๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ค๐˜ข๐˜ฉ-๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ค๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ?!'

'๐˜ˆ๐˜ฉ, ๐˜Ž๐˜ณ๐˜ข๐˜ค๐˜ช๐˜ฆ ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ธ๐˜ฆ๐˜ต ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช.'

'๐˜‹๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ณ ๐˜๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฅ ๐˜จ*๐˜ฃ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฌ, ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข-๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ค๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช.'

'๐˜š๐˜ช๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ช. ๐˜—๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ค๐˜ข๐˜ฉ-๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ค๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ต.'

Mereka datang lagi. Orang-orang dewasa yang menyeramkan itu datang lagi. Mereka mencari Artur dan adik-adiknya.

"S-saya mendengar mereka, di lantai bawah." Tangan Artur gemetar, tatapannya tak menentu.

"M-mereka mencari kami. Mereka ingin membawa kami pergi!" Suara pikiran orang-orang dewasa penuh amarah semakin terdengar jelas. Mereka sangat banyak. Artur takut.

"Apa?!" seru Paman Umbraโ€”mata-mata tadi yang terluka gara-gara Arturโ€”dan Paman Vineโ€”penyusup lain yang ternyata adalah pembunuh bayaranโ€”hampir bersamaan.

"Bagaimana ini?!" Bella mulai panik, terlihat jelas Bella sangat ketakutan. Kami tidak ingin kembali.

Artur langsung menoleh ke arah Paman Umbra dan Paman Vine. Air matanya sedikit terbendung, padahal ia sudah lama tidak menangis akibat menahan rasa sakit. Kenapa kali ini ia menangis? Ini bukanlah waktunya untuk menangis!

"Tolongโ€ฆ kamiโ€ฆ kumohonโ€ฆ" seru Artur lirih. Bibirnya bergetar, tangannya apa lagi. Ketakukan memenuhi dirinya. '๐˜›๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ, ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ข๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช. ๐˜’๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ฏโ€ฆ'

Artur mendengar Paman Vine menghela la napas panjang, "Sepertinya mereka nggak ada habis-habisnya," ia berdiri lalu merenggangkan otot tangannya, "Baiklah, tinggal kubunuh lagi, masalah selesai."

Artur menatap Paman Vine lekat lekat. Paman Vine akan membunuh mereka lagi? '๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜—๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฆ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ?' pikirnya. Padahal Artur barusan merasa bersalah setengah mati gara-gara Paman Umbra yang terluka akibat Artur memberitahu lokasinya pada orang-orang dewasa itu.

Apakah suatu saat Artur akan seperti itu? Apakah orang dewasa tidak merasa bersalah ketika membunuh orang?

"Kau tahu ada berapa orang yang kesini?" tanya Paman Vine yang tengah mempersiapkan diri.

Artur kemudian terdiam, berusaha mendengar suara pikiran yang ada di lantai bawah. "Ti-tidak begitu. Saya hanya mendengar suara yang banyak sekaliโ€ฆ Saya mendengar tujuhโ€ฆ mungkin delapan suara berbeda," Artur berusaha menjelaskan. Paman Vine lalu mengangguk mengerti. Belum sempat Paman Vine berjalan keluar, tiba-tiba Artur mendengar suara pikiran yang ia kenal di antaranya.

'๐˜š๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ-๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข! ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ถ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฑ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ช ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ-๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ!'

Itu suara Noah! Noah masih hidup! Jangan sampai Paman Vine membunuh Noah! Noah bukan orang jahat!

"T-tunggu!" teriak Artur dengan cepat, "J-jangan bunuh semuanya!"

"Hah?" Paman Vine menatapnya bingung. Ia menghentikan langkahnya yang ingin meninggalkan ruangan.

Kini giliran Bella yang berseru, mengerti apa yang dimaksud oleh Artur. "Ada orang yang tidak jahat di sana! Ada Noah! Noah harus berpura-pura menjadi orang jahat agar tidak ketahuan oleh Bunda!"

Lalu langsung dilanjutkan oleh Carlo dengan suara yang lebih nyaring, "Noah bukan orang jahat! Dia sudah janji akan menolong kami!"

Paman Vine masih membatu memproses apa yang ia dengar sebelum berujar pelan dengan nada sedikit bingung, "Kalian yakin 'Noah' ini bukan orang jahat? Kalian mungkin lagi ditipu atauโ€”"

"Kami yakin! Sudah kami bilang kami bisa membaca pikiran!"

'๐˜š๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ!'

Paman Vine tersentak, "Oke, oke, baiklah." Lalu ia mengeluarkan senjatanya dari balik lengan bajunya yang panjang, "Coba jelaskan ciri-ciri 'Noah' ini supaya dia bisa terhindar dari senjataku."

"A-ahโ€ฆ" Artur dan adik-adiknya berusaha untuk mengingatnya dengan panik. Jika mereka salah mendeskripsikan, Noah bisa mati!

"N-Noah ituโ€ฆ matanyaโ€ฆ warna matanya cokelat mirip sepertikuโ€ฆ" Artur menunjukkan warna matanya, "t-tapi rambutnya warna cokelat, tidak merah sepertiku. L-laluโ€ฆ"

Ayolah Artur! Ayo ingat! Tadi Noah pakai baju apa!

"T-terus baju yang dipakaiโ€ฆ Noah pakai baju hijau tua! Aku ingat aku melihatnya! Lengan panjang dan jugaโ€ฆ umhโ€ฆ berkancing!"

"Iya! Berkancing! Ada gambar kuda kecil di atas sakunya!"

"Noah juga pakai celana hitam!"

"Itu benar!"

"Noah itu tidak besar! Tapi juga tidak kurusโ€ฆ"

"Pokoknya Noah masih muda!"

Paman Vine menatap anak-anak yang di depannya yang mulai saling sahut menyahut menjelaskan ciri-ciri Noah. Ia mulai merangkai sahutan-sahutan itu menjadi satu kalimat yang lebih jelas, "Baiklah. Penjelasan yang sedikit kurang membantu, tapi akan aku usahakan. Tunggu disini."

|โ€”แดฌหกหกโฑแตƒโฟแถป แถœสฐแตƒแต–แต—แต‰สณ ยนยน: หขโฑแตˆแต‰ แดนโฑหขหขโฑแต’โฟ แดฑหขแถœแตƒแต–แต‰โ€”|

Cukup lama Artur menunggu kembalinya Paman Vine. Beberapa kali ia dapat mendengar suaraโ€”pikiranโ€”rintihan yang berasal dari lantai bawah. Sedikit mengganggunya namun ia masih bisa menahannya meski kepalanya menjadi sangat sakit.

Paman Umbra yang terluka parah, gara-gara Artur, masih beristirahat di sudut ruangan. Matanya terpejam dan tubuhnya tidak bergerak sama sekali. Satu hal yang membuat Artur yakin kalau Paman Umbra masih hidup adalah suara pikirannya yang masih terdengar.

Apakah ada hal yang bisa dilakukan oleh Artur untuk menolong Paman Umbra? Ini semua salahnya Paman Umbra terluka seperti itu. Ini semua salahnya.

"Kak, mereka kembali!" seru Bella menepuk pundak Artur, memotong keresahan panjangnya. Artur yang mendengarnya langsung berlari menuju pintu. Ia langsung melihat Paman Vine yang ada di lorong sedang berjalan ke arahnya, di sebelahnya terdapat sosok lainโ€ฆ

Itu Noah! Noah selamat! Paman Vine tidak membunuh Noah!

"Noah!" pekik Artur dan kedua adiknya bersamaan.

Noah langsung menoleh ke arahnya. Wajahnya langsung menunjukkan kelegaan yang luar biasa. Terlihat sedikit genangan air mata di kedua mata Noah.

"Etโ€”Artur! Bella! Carlo! Astaga!" pekiknya. Noah langsung berlari ke arah Artur, Bella, dan Carlo untuk memeluk mereka dalam satu pelukan besar. Artur dan adik-adiknya yang juga langsung berlari dan melompat ke dalam pelukan Noah.

"Kalian nggak apa-apa? Ada yang terluka?! Maaf aku ninggalin kalian barusan!" Noah terus menerus meminta maaf dalam pelukan itu. Pelukannya semakin erat, kemudian Noah melepaskan perlukannya begitu saja. Dengan panik Noah langsung memeriksa kondisi mereka semua. "Bella, Carlo, kalian disuruh apa di ruangan tadi? Lalu Artur! Apa orang-orang dewasa tadi memukulmu?!"

Artur terbata, "Ti-tidakโ€ฆ" Terlihat jelas ia sedang berbohong.

Belum sempat Noah menanggapi jawaban Artur, tiba-tiba saja Paman Vine menarik kerah belakang baju milik Noah dan mengangkat Noah ke atas.

"Woah!" pekik Noah kaget. Ia sedikit meronta-ronta di tangan Paman Vine.

Sekarang Artur yakin kalau Paman Vine benar-benar kuat. Paman itu bisa mengangkat Noah yang meronta-ronta dengan satu tangan dengan begitu mudah!

"Oke, cukup reuni kecilnya, tapi kita butuh kamu untuk ngejelasin apa yang sebenarnya sedang terjadi di tempat ini sebelum aku datang," ucap Paman Vine tanpa menurunkan Noah lalu berjalan memasuki ruangan tempat Paman Umbra masih berada. Artur dan kedua adiknya mengikuti Paman Vine dari belakang layaknya anak ayam mengikuti induknya yang sedang dibawa pergi.

"Baik! Baiklah! Turunkan aku! Aku bakal jelasin semuanya tapi turunkan aku! Leherku sakit! Ampun!" rintih Noah. Lalu Paman Vine menurunkan Noah di dekat dengan Paman Umbra. Noah langsung memegangi lehernya yang sakit dan menarik napas panjang.

"Oke, sekarang jelaskan," perintah Paman Vine cepat.

"Oke, baik! Sabar! Akan aku jelasin dari awalโ€”Tunggu, Paman nggak apa-apa?" Noah langsung menyadari keberadaan Paman Umbra yang sedang tidak baik-baik saja sesaat Paman Vine menurunkannya. Napas Paman Umbra semakin berat langsung membuah Noah khawatir.

"Paman terluka? Siapa yang melukai paman?" tanya Noah.

"Dia terkena panah beracun," jelas Paman Vine. '๐˜‹๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ช.'

"Panah beracun? Jangan bilang panah yang dari crossbow itu?" Noah terkejut. '๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ-๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜š๐˜ช ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ณ ๐˜๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฅ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ-๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข? ๐˜ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ต๐˜ถ-๐˜ด๐˜ข๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ค๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช.'

"Ya. Lukanya nggak terlalu parah, udah ditangani. Tapi efek dari racunnya yang bikin parah. Sebenarnya jika nggak segera ditolong, racun itu bakalan membunuhโ€”"

"Nah, minum ini," Noah langsung mengeluarkan botol kecil dari saku celananya dan menyodorkannya ke Paman Umbra. Sebuah botol kecil dengan cairan berwana ungu di dalamnya. "Ini penangkalnya. Tolong percaya padaku."

"Kamuโ€ฆ bawa penangkal racunnya?" Paman Vine terkejut, sama sekali tidak menyangka. "Setahuku itu termasuk racun yang lumayan berbahaya."

"Tidak, tidak. Ini tidak mematikan. Mungkin yang dimaksud itu racun yang satunya lagi. Efek racun ini sama seperti racun mematikan itu, bedanya yang ini tidak membunuh. Hanya menyebabkan rasa sakit yang sama dan lama," jelas Noah membuka tutup botol kecil itu dan menyerahkannya pada Paman Umbra.

"Racun ini digunakan disini untuk menangkap penyusup dan menginterogasinya. Rasa sakitnya bisa bertahan sampai seharian tergantung dosisnya. Bisa dibilang, ini sebagai alat penyiksaan saat interogasi. Tapi jika ada racun, pasti ada penangkalnya di suatu tempat. KIND menyimpannya di lantai lima. Aku mengambilnya untuk jaga-jaga jika ternyata aku ketahuan berkhianat dan mereka malah menyerangku dengan racun itu. Penangkalnya ini bisa mengurangi rasa sakit akibat racun itu," lanjut Noah. '๐˜œ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ, ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ช ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ. ๐˜œ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ฎ-๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ฎ.'

"B-baiklah, akan aku m-minum," Paman Umbra mengambil botol kecil itu dari tangan Noah dan langsung menenggaknya tanpa berpikir dua kali. '๐˜“๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข, ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ด๐˜ต๐˜ณ๐˜ถ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ณ๐˜ข๐˜ค๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช.'

"Paman Umbra tidak akan mati kan Noah?" tanya Artur berjalan mendekati Noah. Jangan sampai Paman Umbra mati. Ini salahnya yang membuat Paman Umbra sekarat seperti itu. "Ini salah saya sehingga Paman Umbra terluka. Saya yang memberitahu tentang Paman Umbra ke orang-orang dewasa itu tadi."

Noah langsung menoleh ke Artur lalu menepuk kepalanya perlahan. "Hei, hei. Ini bukan salahmu, Artur. Ini salahku yang ninggalin kamu tadi. Paman ini akan baik-baik saja, obatnya akan bekerja sebentar lagi dan paman ini tidak akan merasakan sakit lagi."

Kemudian tangan Noah meraih tangan Artur dan memeriksanya dengan seksama, "Apa kamu dipukul lagi?" Tentu saja memar bekas cengkraman dari orang-orang dewasa ini masih terlihat dengan jelas di tangannya.

Artur mengangguk kecil, sangat kecil. Ingin berbohong tetapi tak berani. Ia memang sempat beberapa kali kena pukul oleh orang-orang dewasa tadi. Tapi itu bukan masalah besar, ia sudah terbiasa.

"Oke, c-cukup. Cukup main siapa yang salah di sini. Ini b-bukan salah kalian berdua," Paman Umbra kembali bersuara. "Kamu m-melakukan itu hanya untuk bertahan hidup, jadi aku mengerti. A-aku nggak menyalahkan kalian sama sekali, aku aja yang lagi sial hari ini." Lalu Paman Umbra mengubah posisi duduknya supaya lebih nyaman.

"Jangan banyak bergerak! Paman juga terluka akibat tertusuk panah kan?" seru Noah khawatir.

"Aku nggak akan kemana-mana, a-aku cuman pegal duduk terlalu lama," protes Paman Umbra yang berusaha meluruskan kakinya. Noah mundur beberapa langkah untuk memberi ruang pada Paman Umbra.

"Oke, sekarang tolong segera jawab pertanyaan dari pembunuh bayaran itu, apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan t-tempat ini sebelum semua ini terjadi karena a-aku juga penasaran," tanya Paman Umbra yang menatap tajam Noah, "dan juga, s-siapa kau sebenarnya. Karena aku merasa kalau [kecoak penyusup] yang sempat dimaksud oleh mereka bukanlah aku, tapi k-kamu. Cuman kebetulan aja mereka menemukanku lebih dulu. Jadinya justru aku yang diserang dan bukan kamu."

Noah langsung membatu, ekspresinya memucat. Ia menggigit bibir dan memainkan jemarinya. Kini rasa bersalah terlihat di wajah Noah.

"B-benar, aku rasa merekaโ€”๐™บ๐™ธ๐™ฝ๐™ณโ€”memburuku. Akulah kecoak pengkhianat yang dimaksud itu, akulah yang mereka cari. Maafkan aku, aku nggak memikirkan seluruh rencanaku dengan matang."

Paman Vine sedikit terkekeh, "Yah, harusnya kamu bersyukur tempatmu digantikan oleh mata-mata itu. Jika tidak, kamu nggak akan bertahan lebih dari lima menit. Suatu keajaiban mata-mata ini bisa bertahan selama sejam lebih dengan racun itu." Mendengar kekehan itu, Paman Umbra langsung melempar tatapan tajam pada Paman Vine.

"Maafkan akuโ€”Tunggu, mata-mata?!" seru Noah kaget. Sepertinya Noah sama sekali tidak menduganya. Ia menoleh ke arah Artur untuk memastikan. Artur dan anak-anak lainnya mengangguk membenarkan.

"Yap, mata-mata dari W.I.S.E., kapan lagi mata-mata terbaik bisa menggantikan tempatmu seperti ini," canda Paman Vine.

"Oke, cukup. Penjelasan. Sekarang."

"Baik. Oke, jadi pertamaโ€ฆ" Noah menarik napas panjang dan mengatur ekspresinya. Ia duduk tegak di dekat Paman Umbra dan memasang wajah yang cukup serius. Ini pertama kalinya Artur melihat wajah Noah yang sangat serius seperti itu.

"Perkenalkan, namaku Noah. Lebih tepatnya, itu adalah nama samaranku di ๐™บ๐™ธ๐™ฝ๐™ณ. Sekalian meluruskan, organisasi ini bernama ๐™บ๐™ธ๐™ฝ๐™ณ dan diucapkan seperti itu," Noah mulai menjelaskan. "Nama asliku sebenarnya adalah ๐„๐ฅ๐ข๐š๐ฌ ๐†๐ซ๐ž๐ฒ. Aku menyusup masuk di ๐™บ๐™ธ๐™ฝ๐™ณ sejak dua tahun yang lalu untuk bisa bertemu anak-anak ini. Tujuanku hanya ingin menyelamatkan anak-anak ini. Tapi sepertinya aku nggak memikirkan seluruh rencana penyelamatan ini dengan matang."

Ini akan menjadi malam yang cukup panjangโ€ฆ

~ ๐„๐ง๐ ๐จ๐Ÿ ๐‚๐ก๐š๐ฉ๐ญ๐ž๐ซ ~


Preview Next Chapter : Side Mission Report
Singkatnya, siapakah Antoine von Augony.


NOTES:

Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan!

Chapter minggu depan, siapakah sebenernya Antoine von Augony k*mpret ini?!

Oh ya, bagaimana kalian membaca nama [๐™บ๐™ธ๐™ฝ๐™ณ] di sini? Apakah seperti kaind (dengan 'i' dibaca ai) atau kint (dengan 'i' tetap dibaca i)?

[Last Edit : 02/04/2023]

Terima kasih sudah membaca!