The Magic Academy
by Rafael Lay Avalon
Warning:
Femnaru, Crossover, Typo bertebaran
Pairing:
????
Rate:
T or M
Connected
Disebuah kamar yang bernuansa tradisional terdapat seorang gadis yang masih terlelap dalam alam mimpinya, kamar tersebut memiliki banyak rak buku yang menyimpan beberapa buku tentang Sihir dan Sejarah Kuno.
"Naruto, cepat bangun." Teriak seseorang dari arah pintu kamar yang sudah terbuka.
"Emmhhhh, sebentar lagi ibu." Gumam Naruto yang masih tidur di ranjangnya yang empuk.
"Cepat bangun atau kau akan terlambat dihari pertama masuk akademi." Teriak Kushina dari tempat yang sama. Ya, Uzumaki Kushina atau sekarang sudah menjadi Namikaze Kushina, dia adalah orang tua Naruto yang juga merupakan mantan Penyihir di Era Kekacauan.
"Iya-iya aku bangun." Ucap Naruto yang sedang beranjak dari kasurnya.
"Cepat mandi dan sarapan, kau tidak ingin terlambat dihari pertama mu bukan." Ucap Kushina sembari pergi dari kamar Naruto.
"Iya aku tau." Balas Naruto yang berjalan menuju kamar mandi.
Dan Naruto pergi ke kamar mandi untuk mandi, setelah selesai mandi dia segera menggunakan pakaian Akademi dengan Blazer berwarna hitam dengan beberapa aksen berwarna putih dan juga rok hitam dengan tinggi setelah pahanya, tidak lupa juga menggunakan stoking untuk menutupi kaki nya hingga paha.
Setelah selesai menggunakan pakaian Akademi dia segera pergi menuju ke ruang makan untuk makan bersama dengan ibu dan kakaknya.
"Pagi Ibu, kakak." Ucap Naruto sambil berjalan kearah meja makan.
"Pagi Naruto." Balas Kushina yang sedang mengambilkan nasi untuk Naruto.
"Pagi pemalas." Balas Kurama dengan nada ketus.
"Jangan panggil aku pemalas, rubah pemarah." Ucapa Naruto dengan nada datar.
Namikaze Kurama, dia adalah kakak laki-laki Naruto yang lulus dari Akademi Akasha atau Akademi yang sama dengan Naruto masukin. Kurama sendiri sudah menjadi Penyihir dengan peringkat S-Class yang ada di Jepang. Walaupun memiliki peringkat yang bisa dikategorikan kedalam Higher Class dia tetep tidak bisa mengalahkan Ibunya.
Kushina sendiri merupakan Eternal Chain Witch, seorang Penyihir dengan tipe Sihir Rantai yang ada sejak Era Kekacauan. Penampilan Kurama sendiri hampir sama dengan Kushina yang memiliki rambut merah dan mata emerald.
"Naruto, saat di Akademi jangan merepotkan nenek mu." Ucap Kushina sembari memberikan piring yang sudah ada beberapa lauk kepada Naruto.
"Iya ibu, aku tidak akan merepotkan nenek." Balas Naruto sambil mengambil piring yang diberikan kepadanya.
Dan setelah itu, hanya obrolan keluarga seperti biasanya yang mana Kushina pasti akan menanyakan tentang tugas-tugas Kurama dan perkembangan Destruction Factor.
"Terimakasih atas makannya, dan juga aku berangkat." Ucap Naruto sembari mengambil tas nya dan berjalan menuju pintu keluar rumah.
"Hati-hati dijalan saat berangkat." Teriak Kushina yang sedang mencuci piring di dapur.
Setelah itu, Naruto keluar dari rumah dan berjalan menuju Akademi. Tokyo Magic Academy itu nama akademi Naruto sebuah akademi yang menjadi salah satu dari 7 akademi terbaik di Tokyo. Tokyo Magic Academy sama seperti akademi biasanya yang membedakan hanya tentang pelajaran yang didapatkan saja, jika akademi biasa akan belajar tentang materi-materi biasa maka Tokyo Magic Academy akan belajar tentang Sihir.
"Sepertinya menggunakan Dimensional Gate lebih cepat untuk ke akademi." Ucap Naruto sembari berpikir jika menggunakan Dimensional Gate akan lebih cepat. Dimensional Gate sendiri adalah sebuah gerbang teleportasi untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.
"ahh, tidak lebih baik aku menggunakan Gatoom karena itu tidak akan menguras isi dompet ku. Gatoom." Ucap Naruto sembari menggapai Dimensional Magic untuk pergi ke akademi. Dan munculah lingkaran Sihir dibawah Naruto dan mulai menelan tubuh Naruto hingga menghilang dari tempat tersebut.
Setelah itu munculah lingkaran Sihir didepan gerbang Tokyo Magic Academy. di depan gerbang akademi yang bergaya Eropa banyak anak-anak yang mulai masuk ke dalam akademi.
"Jadi ini Tokyo Magic Academy, tidak buruk juga." Ucap Naruto sambil tersenyum kecil sembari melihat akademi tersebut.
Disconnected
Gimana ceritanya? bagus kah? atau masih kurang bagus? kalo kurang kalian bisa kasih saran nya di komentar soalnya ini pertama kali gw buat novel.
-Immanuella
