SetsunaZ1 2.0 Present
Disclaimer :
Naruto ©Masashi Kishimoto
HighSchool DxD ©Ichie Ishibumi
Chapter 14 : Freedom for Goblin Races
Abbysal Forest, Abbys Territory
Jauh di kedalaman Abbysal Forest seorang pemuda berusia 18 tahun sedang berdiri memandang beberapa babi hutan yang menjadi tumpukan kecil. Bukan babi hutan biasa, Itu adalah Magical Beast, Monster yang terlahir akibat dari adanya Abbys Crack. Pemuda itu tidak sendiri melainkan beberapa monster humanoid dengan telinga runcing dan kulit berwarna hijau berada disekeliling pemuda itu.
"Teman-teman, Dengan ini kita tidak akan kelaparan!" Ucap salah seorang Goblin yang diikuti teriakan teman-teman. Monster-monster itu sangat bahagia karena mereka tidak akan kelaparan dan mereka juga mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari manusia yang mereka temukan di bibir hutan. Pemuda yang tampak biasa saja dengan pakaian yang lusuh dan penuh dengan debu membagi makanan yang ia masak dengan mereka dan karena pertemuan itu, Mereka semua bersyukur.
"Kita tidak akan tersiksa lagi karena kita bisa membayar upeti." Ucap salah satu Goblin dan Pemuda itu, Naruto, Yang mendengar kata-kata tersebut langsung menundukkan tubuhnya dan mencengkeram bahu Goblin itu seraya berkata, "Apa maksudmu, Hah!"
Di antara hal yang Naruto benci, Ia sangat membenci apa yang dinamakan perbudakan. Mengambil kebebasan Seseorang, Sekelompok ataupun ras, Dan mempermalukan mereka! Ia tidak menyukai hal tersebut. Karena itulah saat ia mendengar hal tersebut, Amarah hinggap dihatinya.
"Teman ku, Maaf jika ini tidak sopan tapi mari kita temui kepala suku." Mendengar itu Naruto menghentikan aksinya dan berjalan mengikuti Goblin yang menenangkannya meninggal beberapa Goblin yang bertugas untuk membawa Bloody Boar itu ke desa mereka.
Sesampainya Naruto disana, Ia terkejut dengan keadaan desa itu. Beberapa gubuk hancur dan beberapa Goblin yang memiliki anggota tubuh tidak lengkap hanya duduk termenung di dekat gubuk mereka yang sudah hancur. Naruto tidak tahu apa yang terjadi namun ia yakin jika mereka berada di bawah kekuasaan ras yang memiliki kekuatan kuat di atas mereka dan Naruto tahu apa yang mereka rasakan. Keputusasaan, Kemarahan, dan juga kekecewaan, Naruto pernah merasakan semua itu namun tidak seperti para Goblin ini, Ia mencoba untuk melawan.
"Ikuti aku!" Ucap Goblin yang bersama dengan Naruto dan Naruto mengikuti Goblin itu tanpa banyak bertanya. Beberapa Goblin melihat Naruto dengan pandangan yang aneh dan beberapa melihat dengan mata penuh dendam! Tatapan itu terus bertahan hingga Naruto sampai di depan sebuah rumah yang memiliki tinggi 2 meter. 2 meter dari pondasi sampai atapnya hingga Naruto harus menunduk untuk masuk kedalam rumah itu.
Sesampainya di dalam, Naruto melihat Seekor Goblin yang sedang duduk di atas kursi dengan wajah kebingungan sebelum ekspresi itu berubah menjadi ekspresi terkejut saat melihat Naruto yang sedikit membungkuk dihadapannya. Tinggi Naruto sekitar 180cm dan para Goblin hanya berkisar 70-100Cm jadi untuk ukuran rumah yang memiliki atap setinggi 2 meter, Naruto harus menunduk agar tidak merusak rumah mereka.
"Apa yang manusia lakukan di wilayah ini?" Ucap Raja Goblin itu namun Naruto yang mendengarnya seketika menjawab, "Namaku John Doe, Seorang pengembara, Aku mampir kemari karena mendengar kalau kau kesulitan dari bawahanmu."
Raja Goblin itu mengerang mendengar jawaban Naruto karena memang ras nya sedang mengalami kesulitan namun ia sebagai raja mereka tidak dapat menyelesaikan masalah tersebut. Sedangkan Goblin yang mengantarkan Naruto hanya bisa diam mendengar hal tersebut karena mau bagaimanapun hal tersebut merupakan sebuah aib yang tidak dapat mereka tutupi terlebih kepada orang luar seperti Naruto.
"Kau sungguh ingin membantu kami?" Raja Goblin itu bertanya kepada Naruto membuat pemuda itu tersenyum mendengarnya. Tidak ada yang salah, Karena ia tahu, Di zaman yang mana pedang dan sihir saling berbenturan satu sama lain, Kewaspadaan terhadap orang luar adalah hal yang paling penting. Lalu Raja Goblin itu bertanya lagi pada Naruto, "Lalu apa yang ingin kau dapatkan sebagai balasan, John?"
"Tidak ada. Aku tidak menginginkan apapun!" Mendengar jawaban Naruto, Raja Goblin itu terkejut dan berteriak karena marah!
"OMONG KOSONG APA YANG KAU BICARAKAN HAH! MANUSIA ADALAH RAS YANG PALING SERAKAH! APA YANG KAU INGINKAN? HARTA? TAHTA? WANITA? APA!" Raja Goblin itu mengerang dalam marah dan tidak ada yang bisa mengendalikan amarahnya itu. Goblin itu tidak dapat memahami apa yang Naruto pikirkan namun setelah mendengar alasan Naruto, "Aku memiliki keahlian untuk mencari uang untuk membeli makanan yang cukup untuk ku sendiri. Lalu wanita? Maaf, Bukannya menghina, Namun aku adalah manusia dan aku memiliki selera sendiri dan kekuasaan? Aku tidak menginginkannya, Karena aku adalah seorang pengembara." Ia sedikit mengerti dengan apa yang pemuda itu pikirkan.
"Jadi dengan cara apa kau akan membantu kami?" Tanya Raja Goblin itu dan seketika tatapan mata Naruto seketika menjadi dingin dan ekspresinya mengeras.
"Pertama, Siapa yang harus disalahkan atas terjadinya semua ini?" Naruto yang memulai pembicaraan itu menatap Raja Goblin dengan tatapan mata yang penuh dengan ras benci, "ITU ADALAH KAU! KAU ADALAH PEMIMPIN MEREKA DAN KAU HARUS BERTANGGUNG JAWAB ATAS ITU SEMUA!"
"Jo-John.." Goblin yang mengantar Naruto terkejut karena tiba-tiba Naruto mengamuk dan mencoba untuk menenangkan pemuda itu namun kekhawatiran Goblin itu tidak digubris oleh Naruto. Dan air mata memenuhi pelupuk mata makhluk itu karena apa yang Naruto katakan, "KAU TIDAK MELIHAT RAKYATMU MENJERIT KELAPARAN! KAU TIDAK MELIHAT BEBERAPA BAWAHANMU TEWAS SAAT MENCOBA BERBURU! KAU TIDAK BECUS MENJADI PEMIMPIN! DAN KENAPA KAU TIDAK TURUN TAHTA SAJA BAJINGAN!"
"Aku.."
"Tapi tenang saja, Belum terlambat untuk memulai dari awal..." Tanpa diduga Narito langsung maju hingga tepat di hadapan Raja Goblin itu, Naruto tidak menunduk karena ia adalah pemimpin suatu wilayah namun sebaliknya, Ia menatap Raja Goblin itu dengan ekspresi serius hingga karismanya membuat Raja Goblin itu tampak merasa ciut dihadapan Naruto.
"Pertama, Beritahu aku kenapa salah seorang dari bawahan mu mengatakan bahwa mereka bisa membayar upeti." Mendengar hal tersebut, Raja para Goblin terlihat terkejut dan itu tidak lepas dari pengamatan Naruto. Dirinya setidaknya tahu kalau Goblin adalah ras yang bisa dibilang sebagai Pion yang dapat digantikan dengan mudah namun dirinya tidak tahu siapa yang memperbudak mereka.
"Baiklah..." Raja Goblin yang sedaritadi mencari alasan tiba-tiba tampak berubah pikiran dan mulai menceritakan aib ras nya kepada seorang manusia, "Kau tahu kan kalau kami hanyalah ras yang tidak memiliki kekuatan dan merupakan pion bagi ras-ras yang lebih kuat? Kami tak lain dan tak bukan hanyalah ras budak dan kematian bagi kami adalah hal yang biasa. Tentang upeti itu, Kami diperintahkan untuk membayar upeti sebulan sekali dengan menyerahkan 20 Bloody Boar ke suku Troll, Bahkan para Orc pun di perintahkan untuk membayar upeti karena raja mereka tewas melawan Raja Troll."
"Lalu kenapa kalian tidak melawan mereka?"
"T-TI-TIDAK MUNGKIN! Mereka adalah Troll! Kekuatan mereka sangat kuat belum lagi kemampuan penyembuhan mereka sangat hebat hingga tampak tidak memiliki luka sama sekali, dan kami tidak bisa dibandingkan dengan mereka!" Raja Goblin itu mengerang marah mendengar pertanyaan Naruto. Mereka, Goblin, Tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk melawan hierarki dari Penguasa pinggiran Abbysal Forest.
"Bagaimana jika begini, Aku akan menantang Raja Troll dan sebagai imbalannya Suku Goblin, Orc dan juga Troll harus ada dibawa kepemimpinan ku! Bagaimana?" Tanya Naruto namun tetap saja, Raja Goblin itu tetap tidak percaya dengan apa yang Naruto katakan. Seorang manusia ingin menantang Raja Troll yang merupakan monster yang sangat ditakuti bahkan oleh para Hunter.
"Lupakan, Kami sudah hidup dengan damai di hutan ini." Kata-kata Raja Goblin itu membuat Naruto ingin tertawa namun bukannya tertawa ia hanya tersenyum, Senyuman jahat yang tidak pernah ia perlihatkan pada orang-orang di wilayah nya dan karena Goblin ini keras kepala setidaknya ia harus menggunakan kemampuan yang ia dapati semasa ia hidup di bumi.
Naruto berjalan dengan santai ke arah Raja Goblin itu dan melangkah ke arah belakang singgasananya, "Dan kau tidak ingin hidup bebas? Bukankah kehidupan mu tidak ada bedanya dengan kotoran para Troll itu?" Manipulasi Emosi, Kemampuan yang sangat ditakuti karena itu secara tidak sadar menyerang mental seseorang apalagi mental target memang sedang tidak stabil. Dan ini adalah kemampuan yang ia dapati dari dapartemen interogasi. "Tidakkah kau ingin hidup dengan caramu sendiri? Pikirkanlah, Jika aku menang dan kalian mendapatkan kebebasan kalian? Perut kalian akan terus terisi, Tidak ada lagi yang mati sia-sia, Tidak ada lagi upeti."
Kata-kata yang terlontar dari mulut Naruto membuat Raja Goblin itu termenung dan Naruto yang melihat itu tersenyum di dalam hatinya. Hanya sedikit lagi dan dengan sebuah pertanyaan sederhana, Ia bisa mendapatkan tenaga kerja yang tidak memerlukan uang dan hanya memberikan mereka makan saja, "Jadi kau mau bebas atau tidak?"
"JOHN DOE! KU IZINKAN KAU UNTUK MEWAKILI SUKU KU UNTUK MEMBUNUH RAJA TROLL." Dan dengan perintah yang Naruto dapatkan dari Raja suatu ras di depannya, Naruto hanya tersenyum. 'Pembangunan wilayahku dapat berjalan lebih cepat dengan tenaga kerja yang berkerja tanpa upah! Hahahaha..' Dan dengan perintah itu, Naruto pergi keluar dari kediaman Raja Goblin untuk bersiap-siap dengan perlengkapan yang ia miliki.
Naruto saat ini sudah mendapatkan apa yang ia inginkan dan sekarang ia sedang bersiap dengan perlengkapan miliknya. Perlengkapannua tidak ada yang spesial, Hanya berupa pakaian lusuh yang ia pinta dari petani di wilayah miliknya namun senjata yang ia bawa bukanlah sesuatu yang biasa. Ia masih ingat dengan apa yang dikatakan oleh salah seorang yang ambil bagian dalam membuatnya.
'Ini bukanlah mahakarya namun kami membuatkan ini untuk menemani perjalananmu, Tuanku. Kukri yang kami buat memiliki 3 bahan dasar yaitu Baja, Platina dan yang terakhir Blue Orichalcum. Keras, Ringan, Tahan karat dan juga sangat tajam dan sebagai tambahan, Senjata itu dapat bersinar di dalam kegelapan.'
Mengingat itu semua, Membuat Naruto tersenyum. Menurut pengetahuan yang ia tahu, Blue Orichalcum memiliki harga yang sangat mahal karena kelangkaan bahan itu di pasaran namun para orang tua itu membuatkannya senjata yang sangat hebat untuk perjalanannya. "Bahkan aku tidak sempat mengatakan terima kasih untuk Kukri ini." Ucapnya dengan wajah yang sangat tidak enak untuk dilihat layaknya seseorang yang menyesal dan memang seperti itulah kenyataannya. Naruto tidak berpamitan dengan siapapun di wilayahnya bahkan untuk Arthuria sekalipun dan ia sendiri pasti akan mendapatkan amukan gadis itu sepulangnya ia dari perjalanannya.
"Hadapi yang terjadi saat ini dan pikirkan apa yang akan terjadi nanti. Santai saja..." Ucapnya sembari menyarungkan Kukri miliknya dan menempatkan senjata itu di pinggangnya dengan bilah Kukri yang berada tepat di pahanya. "... Dan sekarang, Ayo temui bajingan Troll itu agar aku mendapatkan tenaga kerja tanpa bayaran."
Adventurer Guild, Sebuah organisasi yang dibentuk oleh persetujuan dari Alliance yang terinspirasi dari pasukan milik The King Of Merchenary, Vasco Strada. Orang-orang yang memilih untuk membahayakan hidup mereka dengan bayaran yang setimpal dengan tugas yang diberikan. Guild juga ada di setiap kerajaan yang tergabung dalam aliansi dan anggotanya tidak diharuskan untuk membantu jika suatu negara berperang satu sama lain akibat berakhirnya aliansi.
Dan latar kali ini berada di sebuah kerajaan yang mencintai seni lebih dari apapun. Guild yang berdiri di kerajaan ini juga tak lepas dari budaya mereka sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga kerajaan. Dan di dalam Guild yang sepi itu seorang gadis sedang tertidur di pojok bar dengan sebuah topi yang menutupi wajahnya.
"Nona Ishar, Bangunlah!"
Dan dengan suara itu, Gadis itu terbangun membiarkan dunia melihat wajah cantiknya juga iris mata yang tampak seperti ruby membuat siapapun terpesona dan Rambutnya yang panjang dan indah membuat siapapun ingin membelainya namun tidak ada siapapun yang berani melakukan pelecehan pada gadis itu. Belum lagi dengan sebuah pedang Claymore berwarna hitam yang sangat tidak cocok untuk gadis sepertinya membuat siapapun mengenyahkan pikirkan untuk menggangu gadis itu.
"Umm... Sudah ada pekerjaan?" Tanya Ishar dan gadis resepsionis yang membangunkannya hanya tersenyum lalu memberikan sebuah kertas kepadanya seraya menjelaskan tugas untuk gadis itu, " Misi kali ini adalah misi investigasi, Nona Ishar. Anda diberikan misi khusus dari Duke Prieto untuk mengivestigasi pinggiran Abbysal Forest karena menurut laporan, Ada Monster-monster yang membangun pemukiman. Temukan monster-monster itu dan jika benar dengan apa yang dikatakan dalam tugas maka kita akan membuat tim pembasmi."
"Baik, Aku pergi dulu." Mendengar kata-kata yang terlontar dari mulut Ishar membuat resepsionis itu hanya dapat menghela nafasnya dan berkata, "Dia tidak pernah berubah."
Beralih ke Ishar yang saat ini sedang bersiap dengan sebuah tas berukuran sedang dan ia sedang mengisi tas tersebut dengan makanan kering. Kenapa harus repot-repot mengemas makanan yang seharusnya dapat ia masukan ke Magical Space? Mudah saja, Karena Ishar tidak memiliki 'Mana'. Kasus yang langka dimana seseorang tidak memiliki mana untuk hidup namun dengan tidak adanya mana, Ishar membangkitkan sebuah kekuatan yang juga langka, Spirit. Buah dari latihan yang tidak pernah ia abaikan bahkan untuk sehari dan karena itulah ia dapat melampaui batasan yang ada di dirinya hingga dapat menanjak sebagai seorang B-Rank Adventurer.
Selepas ia mengemasi perbelakan yang ia butuhkan, Ia pergi menuju pintu kediamannya dan mengenakan sepatu boots berwarna hitam. Menghela nafasnya sejenak lalu ia pun berjalan keluar dengan wajah tanpa ekspresi seperti biasa yang ia lakukan.
To Be Continue
Author's Note
Yo, Apa kabar kalian semuanya? Sehat? Ku harap begitu dan tidak ada satupun dari kalian yang sakit. Lalu kupersembahkan untuk kalian semua, Demi menemani malam minggu kalian semua yang sendirian tanpa adanya pasangan dan demi menjauhi maksiat dengan bermain bersama tangan, Ku persembahkan Chapter terbaru ini.
Tidak banyak yang ingin ku jelaskan namun untuk karakter Ishar, Ku berikan sebuah spoiler dan spoilernya adalah, Dia akan menjadi salah seorang bawahan Naruto yang hanya bergerak atas perintah mc kita. Jadi tidak ada seorangpun yang bisa memerintah Ishar kecuali Naruto seorang. Dan Bawahan Naruto bakalan ada Codename nya sendiri, Dan Codename Ishar adalah ******
Gk boleh kebanyakan spoiler, Kalau kebanyakan pasti story nya jadi hambar. Kejam lu thor! Memang hahahaha..
Yahh... Sekian saja dari saya. Semoga malam minggu kalian penuh kebahagiaan dan pagi minggu kalian dipenuhi ASMR tetangga potong keramik!
See you later~
Jangan lupa review, Tod!
