SetsunaZ1 2.0 Present

Disclaimer :

Naruto ©Masashi Kishimoto

HighSchool DxD ©Ichie Ishibumi

Chapter 15 : Innoccent Adventurer and Goblin's Warrior

Abbysal Forest

Ishar saat ini sedang berjalan di dalam hutan Abbys, Misi investigasi kali ini mengharuskan ia untuk pergi menuju perbatasan antara Shalaqin Kingdom, Airia Kingdom dan Kerajaan yang paling ia benci, Dvarga Kingdom. Kerajaan yang dibentuk atas nafsu semata, Kerajaan yang mana berisi desahan wanita setiap saat dan menurut apa yang ia dengar ada seorang wanita yang harus melayani seluruh pria yang ada di kerajaan tersebut. Jika saja ada seseorang ataupun sebuah kelompok yang ingin menumpas kerajaan tersebut, Ishar bersumpah akan berada di antara pasukan tersebut.

Dan disinilah ia saat ini, Airia Kingdom, Lebih tepatnya Wilayah Duke Namikaze dan menurut yang ia dengar ini adalah wilayah yang sangat buruk dan tidak jauh berbeda dari Dvarga Kingdom. Namun apa yang ia dengar berbanding terbalik dengan apa yang ia lihat saat ini. Hamparan padi yang berwarna keemasan di bawah sinar matahari, Beberapa pepohonan rimbun di sepanjang jalan setapak dan lagi saat ini sampai di pemukiman, Orang-orang terlihat sangat bahagia.

'Mungkin semua sudah berubah karena itu adalah berita yang ku dengar setahun yang lalu.' Pikirnya saat ia asik berjalan disepanjang jalanan itu. Sekarang ia sedikit lapar dan karena ia tidak ingin menghabiskan persediaan makanan kering yang ia miliki, Ishar harus mengisi perutnya di kedai makanan di pemukiman itu.

Dirinya memesan makanan yang memiliki nama aneh, Jam dan juga Blueberry Juice, Selama ia menjadi petualang yang berpindah dari satu tempat menuju tempat lain,Dirinya tidak pernah menemukan makanan ini. Rasa penasaran membuat dirinya tidak tenang dan ia langsung memesan apa yang sebelumnya sudah direkomendasikan oleh pelayan namun yang ia dapati adalah sesuatu yang lain. Ishar diberikan sebuah roti yang dibelah pada bagian sampingnya lalu disamping roti itu ada sebuah mangkuk kecil dengan cairan kental aneh yang tampak seperti slime berwarna merah dan secangkir minuman berwarna kebiruan.

"Maaf, Bagaimana cara memakannya?" Tanya Ishar pada pelayan yang membawa pesanannya dan pelayan itu tampak terkejut lalu ia bertanya, "Apakah kau bukan dari wilayah sini?"

"Iya, Aku adalah petualang dari Adventurer Guild dan aku harus pergi ke suatu tempat untuk menjalankan misi ku." Mendengar itu si pelayan hanya tersenyum lalu mulai menjelaskan tata cara memakan makanan tersebut. "Ini adalah Selai, Kreasi makanan yang lahir dari wilayah ini dan cara memakannya adalah mencampurkannya ke dalam sebuah roti." Ucap pelayan itu lalu memasukan Selai yang ada dimangkuk ke dalam roti yang sudah dibelah lalu saat sudah selesai pelayan itu pun mengatakan, "Silakan dinikmati." Lalu pergi melanjutkan pekerjaannya.

Awalnya Ishar tidak ingin memakan roti itu karena sudah dicampurkan dengan slime namun karena pelayan itu mengatakan kalau slime tersebut adalah hasil kreasi makanan dari wilayah ini, Berarti slime tersebut bisa dimakan, kan?

Dan walaupun tampak ragu, Ishar mulai mengambil roti tersebut dan sedikit menggigit ujung rotinya hingga kemudian ia dibuat terkejut oleh lidahnya sendiri. 'Apa-Apaan makanan ini!' Pikirnya dan dengan lahap memakan roti yang ada di tangannya sampai habis hingga tak membutuhkan waktu lama untuk menghabiskannya.

'Rasa manis dan asam dari slime itu sangat cocok dipadukan dengan roti yang tidak memiliki rasa. Lalu roti itu! Itu adalah roti terlezat yang pernah aku makan! Mungkin lain kali aku akan mencoba untuk merebus slime untuk ku campur dengan roti keringku!.' Pikirnya namun kenyataannya, Slime yang ia pikirkan bukanlah slime yang selama ini menjadi hama bagi beberapa orang. Itu adalah olahan Selai yang Naruto buat dan Naruto ajarkan pada beberapa orang yang ingin membuka usaha dan Selai itu juga berbahan dasar berry yang ada dihutan.

Kemudian Ishar mengambil cangkir kayu yang ada di nampan saji, Dan meminumnya hanya untuk dibuat terkejut sekali lagi dengan cita rasa yang baru ini ia rasakan. Tidak pernah sekalipun Ishar merasakan makanan yang memiliki cita rasa unik seperti Jam dan juga Blueberry Juice ini, Ia ingin merasakan makanan yang ada di menu lainnya namun itu harus ia lakukan sepulang dari misi investigasinya.

Setelah membayar makanan yang memiliki harga 15 keping perunggu, Yang tergolong murah untuk makanan yang mewah, Ishar melanjutkan perjalanannya menuju Abbysal Gate. Gerbang yang menjadi pembatas antara wilayah manusia dengan wilayah Abbys dan gerbang ini hanya ada di wilayah Duke Namikaze sebagai penjaga Abbys.

Menyampaikan selebaran misi yang ia terima dari resepsionis Adventurer Guild, Ishar dengan mudah memasuki Abbys dan berjalan memasuki Abbysal Forest. Udara yang ada di Abbys berbeda dengan udara yang ada di wilayah manusia dan entah kenapa, Ishar sangat nyaman dengan itu semua rasanya, Ia ingin sekali tinggal dan menetap di wilayah ini.

Namun tak sampai 10 menit ia memasuki hutan, Sebuah ledakan besar terjadi beberapa kilometer dari tempat ia berdiri. Ledakan yang sangat besar diikuti suara raungan monster yang membuat bulu kuduk siapapun berdiri dan Ishar tampaknya salah memilih misi kali ini karena ia tahu monster itu apa.

"King Of Troll, Trollgazer!" Ucapnya lalu dengan sigap ia berlari memasuki hutan untuk melihat apakah firasatnya benar atau tidak namun ia berharap bahwa apapun yang terjadi, Ia tidak ingin ada seorangpun yang bertarung dengan monster Class Ruin itu.

Naruto atau saat ini menggunakan identitas sebagai John Doe, Sedang berjalan bersama beberapa Goblin dan Orc untuk menghampiri pemukiman suku Troll. Setelah Raja Goblin mendatangi suku Orc yang kehilangan pemimpin mereka dan mengatakan bahwa John akan membantu mereka dengan bayaran bahwa mereka harus bekerja dibawah perintah John, Goblin dan Orc pun siap dengan set tempur mereka. Walau hanya mengenakan armor yang terbuat dari kulit namun monster-monster yang ikut dengannya tidak menunjukkan wajah ketakutan walau harus bertemu dengan Raja Troll yang menurut ingatannya, Adalah monster yang dapat membuat sebuah desa menjadi reruntuhan.

Sesampainya mereka di pemukiman Troll, Mereka menemukan sebuah pemukiman yang sangat luas. Beberapa daging yang sudah menjadi daging bakar digantung di depan pintu-pintu pemukiman dan beberapa Troll menunjukkan permusuhan saat rombongan Narito datang.

"Aku John Doe, Aku kemari ingin menantang Raja kalian!" Ucap John dalam bahasa monster dan para Troll yang mendengar itu tampak terkejut. Seorang manusia bisa berbicara menggunakan bahasa Monster dan lagi, Ia ingin menantang Raja mereka dan karena itu pula semua Troll yang mendengar deklarasi John tertawa.

"Siapa yang ingin menantangku!"

Roooarrrghhh!

Suara raungan penuh amarah itu membuat semua yang ada terdiam mematung karena ketakutan karena suara yang keluar dari dalam goa. Suara dentuman yang terbentuk akibat Monster yang berjalan keluar dari goa itu membuat semua Troll masuk kedalam kediaman mereka. Tidak ada yang berani berhadapan dengan Raja mereka, Belum lagi manusia itu ingin menantangnya untuk merebutkan kekuasaan.

Swushh!

Dan dari kedalaman goa, Sebuah Battle Axe melayang karena dilempar pemiliknya. Kapak itu melayang menuju tempat Naruto berdiri dan akhirnya mengenai beberapa Orc yang berada tepat di samping kiri Naruto. Sedangkan Naruto hanya diam saja sedang rahang yang mengeras saat melihat apa yang baru saja lewat di samping wajahnya. Sebuah Kapak dengan dua mata bilah yang terikat dengan sutas tali yang dihiasi tengkorak dari kepala Goblin dan Orc, Sebuah senjata primitif yang melambangkan hinaan bagi suku Orc dan juga Goblin.

Dan dari kedalaman goa itu, Sebuah lengan panjang keluar dari kegelapan diikuti anggota tubuh yang lain hingga menampakkan perawakan dari Raja Troll. Monster dengan tinggi lebih dari 4 Meter dengan tampang yang sangat menyeramkan lalu dua buah taring yang mencuat dari rahang bawahnya menuju ke atas tiap untuk mengoyak musuhnya dan yang paling.

Roooarrrghhh!

Tanpa diduga Monster itu berteriak dan berlari menerjang kearah Naruto membuat getaran di tanah dan getaran itu makin terasa di kaki Naruto saat Raja Troll mulai mendekatinya. Namun pemuda itu tidak gentar sedikitpun, Tidak ada yang berubah dari ekspresi wajahnya yang tenang. Namun dengan sekali hirupan nafas dan menutup matanya, Perubahan ekspresi benar-benar terjadi. Matanya yang terlihat tenang selayaknya lautan dibawah sinar matahari pagi berubah menjadi lebih dingin dan tampak seperti lautan penuh badai.

Dan tak ingin kalah Naruto berlari kemuju ke arah musuhnya dengan beberapa lingkaran sihir berbeda warna yang melayang di belakangnya. Kedua makhluk itu tidak ingin kalah dengan siapapun dan saat keduanya sudah hampir mendekat, Raja Troll melayangkan tinjunya kearah Naruto namun Naruto berhasil menghindar dengan cara merosot ditanah melewati kolongan diantara kedua kaki Raja Troll itu. Dan saat sudah berada dibelakang Raja Troll, Naruto bergumam dengan suara yang sangat halus. "Tembak.."

Swushh!

Tiga buah sihir berbeda elemen melesat dan berhasil melukai punggung Raja Troll itu namun itu tidak dapat memberikan banyak luka karena regenerasi Raja Troll itu sangat mengesankan bahkan tidak sampai 10 detik, Luka bakar karena api dan juga luka tusuk akibat sihir es sudah sembuh seperti tidak ada yang terjadi.

"Hahahaha.. Kau tidak akan bisa membunuhku!" Raja Troll itu tertawa dengan bangganya saat ia menenteng kapak miliknya. Senyuman penuh arogansi tidak lepas dari wajah jelek Raja Troll itu dan itu membuat Naruto muak!

'Mulai dari sini, Takdir yang akan membuat keputusan! Kau yang menang dengan regenerasi milikmu karena aku mencapai batas fisik ku atau aku yang menang karena kau tidak dapat menyembuhkan lukamu dan kehabisan darah.' Pikirnya seraya menghilangkan lingkaran sihir dibelakangnya dan membuka semua pakaian yang ada di tubuhnya menyisakan celana yang ia kenakan dan sepatu di kakinya.

"Gravity Realease, Body Streght, Accel..." Naruto mulai mengucapkan mantera yang menurutnya berguna dalam pertarungan kali ini dan itu adalah apa yang ia pikir mungkin. Sekarang ia sudah siap dengan Kukri miliknya, Hanya tinggal satu mantera lagi. ".. Boost!"

Swushh!

Dengan begitu, Naruto melesat dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Dengan memperkecil efek Gravitasi pada tubuhnya Naruto bisa bergerak dengan kecepatan yang sangat cepat belum lagi dengan kombinasi antara Accel dan Boost membuatnya tambah lebih cepat dan dengan Body Streght, Naruto tidak perlu khawatir dengan tubuhnya akibat tekanan dari pergerakannya yang sangat cepat.

Croot... Sprut... Crash..

Cipratan darah, Sayatan daging, Dan bunyi tusukan berdengar dimana-mana. Pertarungan itu berat sebelah bahkan para Goblin dan juga Orc yang melihat itu hanya meneguk air liur mereka karena mereka tidak tahu kekuatan Naruto yang sesungguhnya dan para Troll yang memang membenci Raja mereka melihat pertarungan itu dengan penuh harapan. Harapan yang mengatakan kalau mereka bisa terbebas dari rasa takut kalau manusia itu berhasil membunuh Raja mereka.

"A-Apa yang sedang terjadi sekarang!" Raja Troll yang terkejut dengan kejadian ini mulai kebingungan. Ia tidak tahu dimana musuhnya dan luka yang ia derita sangat menyakitkan hingga ia harus memfokuskan mana miliknya untuk meregenerasi lukanya. Dan dengan memfokuskan seluruh kekuatannya pada kaki kanannya, Raja Troll itu membuat hentakan ditanah hingga membuat Naruto terjatuh akibat hentakan itu.

Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Raja Troll itu menyerang Naruto. Ia meninjunya hingga membuat Naruto terhempas menabrak dinding goa dan memuntahkan darah dari mulutnya. Tak sampai disitu, Raja Troll terus menerus menyerang Naruto yang masih bersarang di dinding gua sampai membuat Naruto tidak bisa bertahan.

"Apakah kita akan terus menjadi budak?"

"Apakah kita tidak bisa bebas?"

"Apakah kita tidak bisa-"

"KALIAN BISA!"

BOOOMMMM!

Suara teriakan yang sangat keras dan juga ledakan yang bisa membakar seluruh wajah Raja Troll membuat semua monster yang menonton pertarungan itu tersadar. Sadar bahwa mereka memiliki sebuah harapan, Harapan yang mereka inginkan dari manusia yang sedang bertarung demi mereka, Dan mereka tidak ingin harapan itu hilang saat sedang meredup.

"MANUSIA! BERJUANGLAH!"

"KUMOHON SELAMATKAN KAMI!"

"JOHHNNN! KAU BERJANJI UNTUK MEMBUAT KAMI BEBAS!"

Mendengar teriakan-teriakan itu, Naruto hanya tersenyum 'Aku tau itu sialan!' Dirinya saat ini menanggung kebebasan 3 Ras monster yang ingin hidup dengan damai dan karena itulah, Ia harus membuat mereka hidup dengan bebas dan berinteraksi dengan manusia. Mereka harus bekerja demi kemajuan wilayahnya!

Dan tak ingin mengabaikan kesempatan yang ada, Naruto mengambil Kukri miliknya yang terjatuh. Dirinya mengalirkan mana yang ia miliki dan itu bereaksi dengan Blue Orichalcum yang terkandung di dalamnya hingga membuat bilahnya bercahaya. Mana yang ia alirkan mulai bermanifestasi menjadi percikan-percikan listrik hingga seluruh bilahnya teraliri listrik. Listrik itu sedikit demi sedikit menipis hingga membentuk bilah yang tampak seperti bilah pedang.

"AKAN KU BUNUH KAU!"

Dengan itu, Naruto berlari kearah Raja Troll dengan pedang petir di tangan kanannya. Enchantmen pada tubuhnya sudah terhapuskan akibat memfokuskan mana miliknya pada bilah Kukri dan akibatnya, Kecepatannya berkurang drastis. Hanya inilah kesempatannya untuk membunuh monster itu, Jika tidak ia akan tewas.

Tak ingin mati bercuma, Raja Troll menyerang Naruto dengan kapaknya. Kapak dan pedang beradu namun karena perbedaan kwalitas, kapak itu berhasil Naruto potong! Berlari di lengan Raja Troll dan kemudian menebas kepala Troll itu sampai lepas dari lehernya.

Air mancur darah terbentuk dari leher yang terpisah dengan kepala dan Naruto yang yang tubuhnya penuh dengan luka berdiri dengan nafas yang tersengal-sengal. Ia tidak habis pikir kalau pertarungan dengan monster akan sangat menguras tenaganya dan tidak habis pikir kalau ia akan kelelahan seperti ini belum lagi, Ia hampir mati beberapa saat yang lalu.

Sorak sorai kebahagiaan membuat Naruto sadar dari lamunannya dan dapat ia lihat kalau Goblin, Orc dan Troll berlari kearahnya! Monster-monster itu menggendong Naruto dan melemparkannya keudara beberapa kali karena mereka semua senang bahwa mereka terbebas dari tirani Raja Troll.

Dan tak jauh dari sana, Di atas tebing, Seorang gadis berambut putih dengan mata merahnya hanya bisa mematung. Ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Seorang manusia bertarung dengan seekor Trollgazer dan menang lalu mendapatkan sorakan bahagia dari monster-monster dibawah.

Dirinya tidak percaya dengan apa yang ia lihat! Trollgazer adalah monster yang sangat kuat dan ditakuti para Adventurer bahkan diperlukan party berisikan 10 B-Class Adventurer dan 5 A-Class Adventurer untuk menaklukkannya! Dan orang itu, Ia hanya sendirian! Dirinya sering disebut sebagai monster namun sekarang, Ia melihat seorang monster yang bahkan tidak ingin ia lihat! Manusia berambut kuning dengan mata berwarna biru, Jika saja ia mendaftar menjadi seorang Adventurer, Dirinya ingin sekali berpartner dengan pemuda itu. Namun...

'Aku tidak ingin ada lagi yang gugur hanya karena bersama denganku.' Pikirnya dan tanpa dia sadari, Di atas pepohonan seseorang dengan pakaian serba hitam yang mengenakan topeng tengkorak sedang mengawasi gadis itu.

Author's Note..

Yo, Apa kabar kalian semua? Sehat? Semoga hari minggu ini kalian penuh kebahagiaan dan melupakan kejonesan kalian.

Tidak ada yang spesial dari chapter kali ini kecuali kepolosan Ishar tentang makanan yang pertama kali ia temui di wilayah Namikaze. Dan kalian bisa menebak apa yang akan terjadi beberapa chapter kedepan, kan?

Yahh, Apalagi yah? Umm... Pertarungannya terkesan ampas gk sih? Maaf saja kalau ampas, Soalnya saya sendiri tidak terbiasa dengan scene fight jadi maafkan saya kalau penggambarannya tidak jelas.

Lalu ada yang meminta penggambaran dari karakter Ishar? Hehehe boy.. Nanti kalian dapat mencarinya sendiri, Kecuali kalian tahu Lore suatu karakter di suatu game dengan nama Ishar mwehehehe

Jadi sejauh ini ada 3 Karakter yang akan diberikan Codename/Gelar dan itu..

Axcel, Demi-Human yang akan menjadi murid dan salah satu Squad yang ditakuti.

Catina Roseline, Kakak angkat Naruto

Ishar, Innoccent Adventurer

Kemudian, Tidak ada yang dapat saya katakan lagi jadi saya undur diri.

Selamat tinggal dan selamat berakhir pekan ~

Jangan lupa review Tod!

Bandar Lampung, 4 Desember 2022