SetsunaZ1 2.0 Present
Disclaimer :
Naruto ©Masashi Kishimoto
HighSchool DxD ©Ichie Ishibumi
Chapter 15 : Monster Village
Abbysal Forest
Naruto atau yang sekarang menggunakan nama John Doe, Saat ini sedang terduduk di atas batu. Pemuda itu tampak sedang memikirkan apa yang harus ia lakukan pada Goblin King, Orc General dan juga Trollozer yang ada di depannya saat ini. Bisa dibilang ketiga monster itu adalah tiga monster dengan pangkat tertinggi di suku mereka saat ini teruntuk suku Troll dan Orc yang kehilangan raja mereka, Sekarang mereka di pimpin oleh jendral mereka.
"Jadi, Apa yang akan kau lakukan sekarang?" Tanya Orc General yang sedang berdiri di depannya. Orc itu tampak sangat besar dengan beberapa bagian tubuh di cat dengan warna merah hasil dari darah musuh mereka.
"Aku juga ingin tahu langkah selanjutnya dari anda, Tuan John."
Naruto memandang mereka bertiga dengan tatapan yang serius. Ia sedang memikirkan sesuatu yang sangat berbeda dari apa yang saat ini terjadi. Ia hanya berfikir sebuah kemungkinan dimana ketiga ras itu hidup bersama namun ada satu hal yang membuat ia mengurungkan niatnya yaitu budaya dari masing-masing suku. Goblin yang mencintai hidup damai, Orc yang mencintai peperangan dan Troll yang hidup di atas supremasi kedua ras. Semua itu akan menjadi bencana jika ia menciptakan suatu sistem yang mana memaksa ketiganya untuk hidup dengan setara. Namun..
"Kalian semua, Apakah kalian takut padaku?" Tanya Naruto dengan ekspresi yang sangat dingin hingga membuat ketiga petinggi monster itu hanya bisa diam mematung.
"Alih-alih takut kepadamu, Kami, Para Goblin, Menghormatimu sebagai seseorang yang sudah menyelamatkan suku kami."
"Begitu juga kami para Orc, Kami menghormatimu karena sudah membalaskan dendam atas kematian raja kami."
"Sedangkan kami para Troll, Kami menghormatimu karena kau sudah mengakhiri tirani raja kami."
Ketiga monster itu menjawab tanpa adanya kebohongan. Naruto tahu itu karena tidak adanya getaran dalam suara mereka dan karenanya ia hanya perlu memberikan perintah untuk hidup rukun namun itu tidak menutup kemungkinan adanya pemberontakan.
"Baiklah..." Ucapnya seraya turun dari atas batu dan berdiri di depan ketiga monster itu masih dengan ekspresi sedingin es jakun semua itu berubah menjadi senyuman saat Naruto mendekati mereka dan berkata, "Ayo hidup damai bersama dan kita membangun pemukiman monster di dalam hutan ini."
Ketiga monster itu terkejut dengan apa yang Naruto katakan dan mencoba untuk mempertanyakan hal tersebut namun rasa takut akan sosok Naruto membuat mereka mengurungkan niat nya. Kesalahpahaman atas rasa hormat dan rasa takut membuat perbedaan antara manusia dan juga monster membuat kedua makhluk itu berbeda pandangan.
"Apa maksud anda, Tuan John?" Goblin King yang mengatakan isi pikirannya menatap wajah Naruto dengan ekspresi ketakutan. Ia sangat takut jika apa yang ia pikirkan benar adanya. Ia takut jika ketiga ras itu hidup bersama dalam sebuah lingkungan yang sama. Apakah manusia ini tidak tahu jika itu tidak dapat terjadi.
"Ayo kita hidup rukun mulai sekarang! Kita akan membangun peradaban di hutan ini bukan sekedar desa kita akan membangun sebuah wilayah yang sama dengan manusia. Bukankah kalian sudah lelah dengan pertarungan antar suku ini? Lalu kenapa kalian tidak mencoba hidup rukun?" Ucap John dan itu membuat semua makhluk yang ada menatap dengan ekspresi terkejut di wajah mereka.
"Namun tuan, Kalau kami hidup rukun bagaimana cara kami untuk bertahan hidup?" Tanya Trollozer, Jendral Troll yang saat ini menjabat sebagai pemimpin semua Troll. Suku Troll selama ini hanya berdiam diri di wilayah mereka dan karenanya mereka tidak memiliki skill selain bertarung untuk memperebutkan sebuah wilayah namun kali ini mereka harus memikirkan bagaimana caranya untuk terus hidup.
"Kalian akan mengikuti sistem yang dibuat manusia. Beberapa dari kalian akan menjalankan pertanian, Beberapa dari kalian akan berburu dan beberapa dari kalian akan ku ajarkan bahasa manusia jadi kalian bisa melakukan jual-beli dengan wilayah terdekat untuk mendapatkan daging untuk kalian makan." Ucapan John membuat ketiganya terdiam. Mereka tidak pernah berfikir untuk melakukan hal-hal yang baru dan terlalu berpatokan pada hal yang sudah mereka lalui dari zaman nenek moyang mereka. Namun sekarang dengan adanya pemimpin yang baru, Yang menyatukan ketiga suku itu, Mereka harus mencoba hal tersebut. Walaupun terpaksa dan mereka juga takut akan sosoknya, Selama itu menghindari dari kematian mereka akan terus berusaha dan terlebih sosok itu juga yang menyelamatkan mereka semua.
"Sekarang, Ayo tebang semua pohon di sekitar wilayah ini. Para Orc akan menebang pohonnya, Para Troll akan mencabut akar pohon tersebut dan para Goblin akan meratakan tanahnya..." Ucap John atau Naruto saat ia bangun dari posisi duduknya di atas batu itu. Pemuda itu kemudian tersenyum saat mengeluarkan beliung dari Dimensional Space miliknya dan tersenyum ke arah semua orang lalu berkata, "Ingat kata-kata ku ini, Bersama kuli membangun negeri!"
...
...
Sementara itu, Ishar saat ini sedang dalam perjalanan kembali menuju cabang Guild terdekat untuk menyampaikan hasil penyelidikannya beberapa waktu yang lalu. Ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat seseorang bertarung dengan Trollgazer, The King Of Troll, Secara seimbang dengan gabungan Magic dan juga tehniknya yang sangat hebat. Sekarang dalam pikirannya ia ingin bertarung bersama dengan pemuda itu sebagai partnernya karena partnernya saat ini adalah seorang Sister di gereja dan sayangnya parnert nya itu sedikit ... Gila?
Entahlah, Ishar juga tidak terlalu tahu namun Partnernya itu seakan memiliki dua kepribadian yang sangat berbeda satu sama lain. Sister yang mencintai kedamaian dan seorang mesin pembunuh yang tidak akan pernah berhenti bertarung saat menjalankan misi.
"Selamat datang di Guild, Ada yang bisa saya bantu?" Seorang Resepsionis Guild menyambut kedatangan Ishar saat ia berjalan mendekati meja resepsionis itu. Resepsionis itu hanya bisa diam saat melihat ekspresi Ishar yang tidak dapat ia diskripsikan, Ekspresi antara Terkejut dan takut namun dilain sisi, Ekspresi itu menunjukkan bahwa Ishar sangat senang saat ini.
Ishar mengeluarkan Placard miliknya yang menujukkan Nama, jejak darah dan juga Adventurer Rank dan memberikan sebuah kertas yang menjadi misi nya dan mulai menjelaskan apa yang ia dapat dari misi penyidikannya saat ini. "Baiklah, Aku tidak tahu dengan apa yang aku lihat namun Trollgazer, King Of Troll, Ruin Class Monster, Sudah dihabisi oleh seorang Wanderer Knight. Aku melihatnya dengan mata-kepala ku sendiri, Wanderer Knight itu bertarung seimbang dengan Monster itu dan berhasil membunuhnya dalam 1 serangan."
Kata-kata Ishar membuat Resepsionis itu tidak dapat berkata-kata lagi saat mendengar penuturan gadis itu. Wanderer Knight, Sebutan yang diberikan untuk orang-orang yang menjelajahi dunia ini tanpa terikat oleh Guild, Bangsawan atau apapun itu yang memiliki kuasa. Mereka adalah pencari arti hidup dan beberapa dari mereka berada di C-Class Adventurer sampai AAA-Class Adventurer. 'Dari penuturan gadis ini, Setidaknya orang itu berada di AA-Class!' Pikir resepsionis itu.
"Baiklah, Terima kasih atas kerja keras mu dan kami akan menyebarkan informasi ini ke seluruh cabang Guild yang ada. Silahkan istirahat dan kembali besok untuk mengambil kompensasi mu." Resepsionis itu tersenyum atas berita baik itu dan memberikan Ishar sebuah kunci. Kunci penginapan khusus untuk para petualang yang ingin menginap di cabang Guild namun Ishar tidak menerima kunci itu dan lebih memilih untuk pergi dari Guild menuju ke arah Abbysal Forest untuk menemui pemuda itu.
Ia ingin menjadikan pemuda itu sebagai rekannya namun ia harus berfikir bahwa ada kemungkinan kalau pemuda itu akan menolaknya. Namun setidaknya ia sudah mencoba untuk menanyakan pemuda itu namun sebelum itu ia harus pergi ke tempat makan yang ia kunjungi terakhir kali karena, 'Aku ingin memakan 'Jam' lagi.'
...
...
Sudah 3 hari berlalu dengan banyaknya tenaga kerja yang mengerjakan pembangunan sekarang pemukiman untuk monster-monster yang ada di Abbysal Forest sudah mulai terbentuk. Naruto atau John, Merangkap tugas dimana selain menjadi mandor yang mengatur para pekerja, Ia juga harus menjadi seorang guru yang harus mengajarkan beberapa monster untuk menguasai bahasa manusia.
Dan hasilnya?
Hasilnya pembangunan pemukiman itu sudah mulai terbentuk. Dan tanpa di duga, Tanah Abbysal Forest merupakan tanah yang sangat subur untuk di tanami sayur mayur. Entah karena apa, Pemuda itu juga tidak tahu karena selama ia hidup di bumi, Tanah yang menjadi Medan peperangan akan berubah menjadi tanah yang tandus namun ini sangat berbeda dari apa yang ia tahu. Dan karena itulah, Ia harus berjalan kaki dari Abbysal Forest menuju wilayah kekuasaannya dengan identitas John Doe dan membeli beberapa bibit sayur mayur.
Lalu pemukiman dengan diameter 10Km, Mengalami kemajuan yang sangat pesat dalam pembangunannya karena di kerjakan oleh 1246 pekerja yang berasal dari ketiga ras yang ada di bawah kepemimpinan Naruto. Dan karenanya pembangunan wilayah itu terjadi dengan kecepatan yang sangat cepat, Tentunya dengan ilmu yang Naruto dapati di bumi untuk mempermudah pembangunan sebagai contohnya menggunakan konsep 'Pesawat Sederhana' untuk memindahkan batang kayu yang memiliki bobot yang sangat berat. Lalu, Penebangan hutan yang massive untuk pembukaan lahan dan juga pemerataan tanah untuk pemukiman membuat Naruto harus memikirkan cara untuk menghindari bencana alam. Tanah longsor, Banjir dan apapun itu, Ia harus memikirkan kemungkinan terjadinya bencana tersebut namun karena pemukiman itu berada jauh dari pegunungan ataupun lembah, Maka ia tidak perlu risau perihal tanah longsor.
Lalu hari ini, Para pekerja dan juga Naruto sedang menggali sebuah jalur air buatan. Bisa di bilang, Mereka saat ini sedang membuat anak sungai buatan untuk memasok air agar tanaman yang mereka tanam tetap hidup.
Semua monster itu berbicara dengan bahasa manusia dan saat beliung ataupun cangkul menghantam tanah mereka semua meneriakkan sesuatu yang sama, Yaitu motto yang dibuat penguasa mereka, Bersama kuli membangun Negeri!
Walaupun aneh namun Naruto yakin kalau para monster ini akan menjadi tenaga kerja potensial untuk melakukan pekerjaan kasar pembangunan. Dan lagi mereka semua tidak memerlukan uang sebagai bayaran mereka, Hanya sediakan daging untuk mereka makan maka mereka semua akan mengerjakan apapun yang diperintahkan. Tenaga kerja dengan pola pikir yang sederhana, 'Yahh... Cocok sebagai budak korporat.' Pikir pemuda itu dengan senyuman di dalam hatinya.
Dan tak jauh dari tempat itu, Seorang gadis berambut putih sedang menonton apa yang mereka semua kerjakan dengan mata merahnya. Gadis itu tidak percaya dengan perkembangan ini. Goblin yang memiliki tubuh yang kecil, Orc dan Troll yang memiliki tubuh penuh dengan lemak, Sekarang berubah menjadi makhluk yang memiliki tubuh setara dengan Ksatria kerajaan!
Dan dalam pengintaian itu, Seorang Orc melihat keberadaannya dan menghampiri gadis itu seraya berkata, "Apa yang kau lakukan di wilayah ini, Manusia?" Tanya Orc itu dan Ishar hanya bisa mematung karena tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
'O-Orc? Orc itu monster, bukan? Kenapa monster ini bisa berbicara dalam bahasa manusia! I-itu tidak mungkin!' Pikir gadis itu, Walaupun ia syok dan tidak percaya dengan apa yang ia lihat, Ia tetap memasang wajah tanpa ekspresinya seperti biasa. Namun mengingat apa yang pemuda pembunuh Trollgazer itu lakukan sejauh ini, Maka hal itu akan menjadi sesuatu yang mungkin.
"Aku ingin bertemu dengan pemimpin kalian." Ucapnya dengan wajah datar namun itu semua berbalik dengan apa yang ia rasakan saat ini. Ia sedikit takut akan semua keanehan ini namun tetap saja, Ia harus tetap tenang.
"Oh.. Kau ingin bertemu dengan Tuan John? Kalau begitu, Ikuti aku." Ucap Orc itu dengan senyum di wajahnya. Orc itu mengantarkan Ishar kearah para pekerja yang sedang membangun aliran irigasi. Jarak mereka lumayan jauh dan memakan waktu sekitar 15 menit dari tempat Ishar mengintai mereka.
Orc itu berjalan tepat di depan Ishar dan setelah sampai ia berkata, "Tuan John, Ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda."
Mendengar ada yang memanggil namanya, Naruto atau John, Melihat ke arah seorang Orc yang disampingnya ada seorang wanita manusia. Wanita yang sangat cantik dengan mata merah dan rambut silver yang sangat panjang dan indah. Mungkin jika ia tidak berjanji kepada Arthuria untuk menjadikan gadis itu sebagai 'Rumah' saat ia pulang, Maka ia akan mencintai gadis itu.
"Namaku Ishar M'la, Seorang B-Rank Adventurer, Aku dalam misi untuk mengivestigasi laporan mengenai Trollgazer, King Of Troll, Yang ada di hutan ini. Lalu saat aku datang aku melihat bangkai Trollgazer itu di hutan ini dan aku melihat kalau 3 Ras monster membuat pemukiman bersama. Maka aku menyelidiki itu sebagai laporan ku. Jadi, Apa kau yang mengalahkan Trollgazer?" Ishar berbicara dengan wajah serius. Ia sedikit berbohong kepada orang di depannya ini karena ia sendiri harus menutupi ekspresinya! 'Aku tidak ingin ketahuan kalau aku jatuh cinta pada pandangan pertama saat ini.'
"Lalu? Kenapa kau kemari jika hanya bertujuan membuat laporan?" Tanya Naruto, Karena jika dipikir secara logis dengan mengawasinya dari kejauhan ataupun melihat sekilas saja, Naruto yakin bahwa gadis itu bisa membuat laporan namun kenapa gadis itu sampai repot-repot kemari dan mengatakan kalau ia ingin menemuinya.
"Aku ingin menanyakan perihal Core ini." Ishar mengeluarkan sebuah Permata dari dalam tas miliknya. Permata berwarna hijau yang terlihat sangat indah berada di tangan gadis itu dan Naruto yang melihatnya hanya berfikir kalau permata itu akan menjadi sumber pemasukan yang sangat besar untuk wilayahnya.
"Permata itu bukan milik ku, Kau boleh membawanya."
"Hah?"
Terjadi 'Pause' untuk beberapa saat antara kedua manusia itu namun Ishar berdehem agar keadaan kembali seperti semula, Lalu ia mulai menjelaskan perihal permata tersebut.
"Core ini adalah milik mu, Aku mengambilnya dari bangkai Trollgazer di tengah hutan dan mengambil taringnya untuk bukti di Guild. Sangat disayangkan kau memberikannya kepadaku padahal harga core ini sangat mahal." Mendengar itu Naruto langsung terdiam dan bertanya dengan malu-malu, "Berapa harga core itu?"
"Core ini sangat berharga! Kau bisa mendapatkan sekitar 1000-2000 keping gold kalau kau membawanya ke bangsawan atau sedikit lebih murah jika kau membawanya ke Guild. Aku bisa memiliki kenalan di wilayah Duke Namikaze, Di Kerajaan Airia, Dia mencari hadiah untuk Duke Namikaze karena beberapa bulan kedepan Duke itu berulang tahun ke 19 tahun." Ucap Ishar dengan santainya sedangkan Naruto hanya bisa diam dengan semua nada sombong yang gadis itu keluarkan. 'Biar ku tebak, Paman Arashi? Hanya dia orang yang selalu memberikan hadiah mahal untuk ku saat aku ulang tahun. Dan apakah kau tau kalau kau sedang ada di hadapan Duke Namikaze, Nona Ishar?' Pikirnya.
"Baiklah, Kau bisa menjual core itu dan mengambil setengah hasil penjualan untuk mu. Kalau kau sudah menjualnya bawa kemari." Ucap Naruto namun Ishar hanya diam tanpa merespon perkataan Naruto.
"Anoo... Aku punya permintaan! Aku tidak peduli tentang uang ini, Kau bisa mengambil semua hasil penjualannya!"
"Lalu? Apa permintaanmu, Nona Ishar?"
"Ikutlah denganku untuk mendaftar di Adventurer Guild dan kumohon jadilah partner ku." Pinta Ishar pada Naruto yang sedang berdiri dengan sebuah sekop di belakang kepalanya. Sedangkan Naruto, Pemuda itu menatap Ishar dengan ekspresi antusias!
"Baiklah! Tapi bisa kau tunggu aku sekitar satu minggu karena aku harus menyelesaikan proyek ini dulu." Mendengar itu Ishar tersenyum karena ia sangat bahagia mendengar jawaban pemuda itu. Ia tidak habis pikir kalau orang dengan kekuatan sekuat itu bersedia bergabung dengan dirinya dan menjadi Partnernya! Sungguh, Ia lelah memiliki Laurentina sebagai partnernya!
"Kalau begitu, Aku akan menunggumu di penginapan Twin Rabbit di wilayah milik Count Yamanaka dari Kerajaan Airia. Sampai jumpa seminggu lagi! Aku permisi!" Ucap Ishar antusias dan beberapa kali Naruto mendengar kalau gadis itu berteriak dengan bahagia dan itu terdengar walau jaraknya sudah sejauh 20 meter.
...
...
One Week Later...
Seminggu sudah berlalu dan proyek yang John kerjakan sudah hampir selesai, Hanya tinggal membuat beberapa penyesuaian di wilayah ini. Sekarang semua wilayah ini sudah terlindungi oleh tembok kayu yang terbentuk dari Log kayu yang mengelilingi wilayah ini dan hasilnya sebuah desa tersembunyi yang berada di tengah-tengah Abbysal Forest. Alih-alih membuat sungai, Naruto mengubah pikirannya dan yang terjadi adalah sebuah bendungan dan karenanya mereka semua tidak akan merasakan kekurangan air untuk sementara waktu ini. Dan untuk bagian diplomasi, Naruto sudah mengambil 5 monster dari ketiga suku untuk menjalankan misi diplomasi ke wilayahnya dan hanya wilayahnya.
"Katakan kalau kalian ingin bertemu dengan Kapten Alucard, Lalu berikan dia surat ini." Ucap John seraya memberikan sebuah surat kepada salah seorang dari mereka. "Aku harus pergi dan melanjutkan perjalananku karena aku sudah melaksanakan janjiku pada kalian semua. Dan sebagai pemimpin kalian aku ingin kalian hidup rukun bersama tanpa adanya perang lagi."
Mendengar itu, Semua monster menatap Naruto dengan ekspresi terkejut lalu seketika semua orang menundukkan kepala mereka layaknya. Sikap mereka bukan sikap Ksatria, Namun menurut mereka itulah sikap ksatria yang dapat mereka berikan sebagai penghormatan kepada pemimpin mereka saat ini.
Naruto hanya tersenyum melihat itu semua, Mengambil jubah miliknya dan pergi menuju gerbang keluar desa dimana ada seorang gadis berambut putih lengkap dengan pedang Claymore dan juga sebuah tas kulit di punggungnya. Gadis itu tersenyum saat melihat Naruto mulai berjalan keluar dari desa para monster dan berkata, "Kau siap?"
Mendengar itu Naruto hanya tersenyum dan berjalan melenggang meninggalkan gadis itu di belakangnya dan berkata, "Ayo kita pergi."
...
...
To Be Continue
...
...
Yo apa kabar kalian semua? Sehat?
Jadi gini Tod, Saya minta maaf kepada kalian semua karena sudah hampir sebulan diriku ini tidak update haha!
Maaf Tod, Aku bukan seorang pengangguran yang hanya tiduran membaca Komik, Novel, Main game dan tiduran di kasur kalian. Santai Tod, Saya tidak menghina hanya menyinggung sedikit saja.
Bagaimana tanggapan kalian pada chapter kali ini? Ampas? Pasti dong hahaha! Saya kan hanya Author pinggiran.
Well, Selama kalian senang membacanya saya juga senang membuatnya. Jadi Tod! Jangan lupa review dan tinggalkan jejak kalau kalian masih membaca Fic ini.
Salam, FI. BIJISETSUNA
JANGAN LUPA REVIEW TOD!
