Kali ini ia mengeluarkan sebuah topeng dari Dimensional Space miliknya! Topeng yang memiliki bentuk layaknya kepala serigala dan sepasang belati dengan bilah berwarna hitam.
"John Doe? Siapa dia? Namaku adalah Wolf."
Dan begitulah, Nama Lone Wolf akan terkenal sebagai seorang S-Rank Assassin di benua ini karena debutnya yang sangat memukau. Menghentikan pertumpahan darah di dalam Kerajaan Airia dan membuat seorang Kaisar dari Romanova Empire tertarik untuk merekrutnya sebagai tangan kirinya.
-_-_-
SetsunaZ1 2.0 Present
Disclaimer :
Naruto ©Masashi Kishimoto
HighSchool DxD ©Ichie Ishibumi
-_-_-
Chapter 17 : Kingdom at Crisis
"Bagaimana? Apakah selai yang ku buat itu enak?"
"Ti-tidak.. Tapi.. Tapi.. Ahh sudahlah hmphh.."
Suasana di Cafetaria Guild tampak sangat hening hanya suara dari kedua manusia itu saja yang terdengar. Bukan karena tidak adanya Adventurer di tempat tersebut itu semua karena mereka terdiam dapat melihat seorang Ishar M'la dapat tersipu malu dengan wajah berwarna merah di depan Wanderer Knight yang baru saja bergabung sebagai Adventurer.
Jika di perumpamakan Ishar adalah sebuah bunga yang sangat indah dan tumbuh di daerah Tundra yang sangat dingin sedangkan pemuda itu, John, Adalah cahaya mentari yang sangat hangat hingga dapat menyingkirkan hawa dingin di sekitar Tundra itu. Pasangan yang sempurna dan saling melengkapi dan menutup kekurangan masing-masing. Sama-sama pengguna pedang namun dengan Source berbeda, Dengan 'Mana' dan juga 'Spirit' yang memiliki kelemahan dan juga kelebihan masing-masing.
"Selepas ini kau akan pergi menuju wilayah Duke Namikaze, kan?" John yang sedari tadi menikmati ekspresi lucu di wajah Ishar bertanya kepada gadis di depannya yang sedang memakan sepotong roti dengan selai yang Naruto buat pagi ini. Dirinya teringat akan 'Gems' atau permata yang Ishar ambil dari bangkai Trollgazer yang ia bunuh beberapa hari yang lalu.
"Iya, Aku akan membawanya ke Wilayah Duke Namikaze..." Ujar gadis itu seraya menggigit roti di tangannya dan mengunyah roti itu untuk beberapa saat. Kedua matanya tertutup menikmati rasa manis dan juga asam dari buah-buahan yang menjadi bahan dasar dari selai di makanannya. Suara Gleg terdengar di telinga John saat Ishar menelan makanannya membuat gadis itu dapat berbicara dengan santai, ".. Tepatnya aku akan membawanya ke wilayah Marquess Uzumaki, Beliau menginginkan sesuatu yang dapat meningkatkan perkembangan keponakannya dalam melatih 'Mana' miliknya. Soalnya dari rumor yang ku dengar, Walau Duke Namikaze terkenal dengan julukan 'Useless Prince' namun dirinya adalah seorang Magician yang lumayan hebat."
Walau mendengar itu semua membuat John sakit hati sebagai 'Namikaze Naruto' namun dirinya sekarang bukanlah seorang bangsawan melainkan seorang Adventurer. Dan sepertinya ia harus mengkonfirmasi sesuatu karena bisa saja apa yang ia ketahui tentang dunia ini sedikit salah karena perkembangan zaman.
"Lalu bisa kau jelaskan kegunaan dari Permata itu?"
" Uhukk..."
Mendengar pertanyaan itu membuat Ishar tersedak dan semua orang yang melihat keduanya hanya dapat menatap John dengan pandangan kasihan. Kasihan karena sepertinya John melupakan sesuatu yang sangat penting untuk bertahan hidup.
"Sungguh?! Kau yang seorang pengguna 'Mana' tidak tau kegunaan permata-permata itu?" Tanya Ishar dengan histeris sedangkan John hanya dapat menganggukkan kepalanya dengan santai. Bukan karena tidak tahu, Pemuda itu hanya ingin sebuah 'Konfirmasi' atas informasi yang ia miliki.
"Baiklah akan ku jelaskan.." Ishar yang berbicara seperti itu seketika menghabiskan roti isinya dengan cepat tanpa bisa menikmati makanan itu lagi, Setidaknya ia bisa memakannya lagi semasa ada waktu senggang. " Gems of Monster ataupun Core, Begitulah kami menyebutnya. Itu adalah permata yang terdapat di dalam tubuh monster dan mengandung banyak sekali 'Mana' sesuai dengan tingkatan monster itu. Permata itu dapat membuat seorang pengguna mana berkembang dengan menyerap mana yang terkandung di dalamnya."
Ishar yang sedari tadi berekspresi serius mengangkat dua jarinya dan melanjutkan penjelasannya, "Ada 2 cara menggunakan Gems of Monster yaitu Absorb dan Combine."
" Absorb, Tehnik yang menganjurkan penggunanya untuk menyerap semua 'Mana' yang ada di dalam permata itu. Lalu melakukan penyesuaian dan pembersihan hingga menyatu dengan Core yang ada di Jantung. Aku juga tidak tahu konsepnya seperti apa karena sedari lahir aku tidak dikaruniai oleh Mana."
"Lalu kedua, Combine. Tehnik ini mengharuskan dirimu untuk menyatu dengan jiwa monster yang tertanam di dalam Gems dan dengan kombinasi tersebut, Tubuh mu akan bertransformasi. Yahh... Kau tahu Lizardman? Kira-kira seperti itu penampakan dirimu jika menggunakan metode Combine."
Dan begitulah Ishar menjelaskan kepada tokoh utama kita dan gadis itu melanjutkan acara makannya tanpa suara. John tidak menyangka jika manusia bisa menyatu dengan Monster ataupun Magic Beast untuk membangun kekuatan mereka dan ada satu hal yang dapat Naruto pikirkan saat ini,
'Apakah aku dapat menggunakan kekuatan Regulus dan menjadi manusia singa jika aku bisa mengendalikannya nanti?' Pikirnya karena dari percakapan singkat dirinya dengan Namikaze Naruto, Bahwa di dalam dirinya bersemayam seekor Magic Beast yang bahkan Naruto sendiri tidak tahu akan hal tersebut.
Dan saat keduanya saling sibuk dengan kegiatan masing-masing, John bangkit dari tempatnya duduk untuk beranjak pergi dari Guild. Para Adventurer menatap pemuda itu dengan pandangan yang beraneka ragam seperti kagum, takut ataupun biasa saja namun mereka semua menaruh perhatian dan ketertarikan untuk melakukan tugas bersama dengan seseorang yang berhasil membunuh Ruin Class Monster seorang diri.
"Aku akan pergi setidaknya 2 hari jadi selama aku pergi, Kau bisa menjalankan misi dari Guild atau bersantai dengan uang hasil penjualan Gems. Dan jangan terlalu banyak memakan makanan manis karena itu akan membuat berat badan mu naik, Nona Ishar." Ujar John seraya melenggang pergi meninggalkan Guild House dan Ishar yang wajahnya memerah namun dapat ia tutupi dengan topi yang sedang ia kenakan saat ini.
-_-_-
Selepas meninggalkan Guild House, John berjalan-jalan di sekeliling wilayah kekuasaan milik saudaranya. Lily's City, Kota yang dinamai dan diberikan atas nama Lily Angel, Ibu kandung dari Michael untuk memperingati 2 tahun kematiannya. Kota yang sangat indah dan di tengah-tengah kota itu ada sebuah alun-alun dengan air mancur dan banyak bunga Lily yang indah di sekitarannya. Beberapa pedagang kecil meramaikan alun-alun tersebut dan banyak penduduk bahkan Adventurer yang menikmati waktu santai mereka di sekitaran alun-alun juga dapat John lihat adanya sebuah pos kecil untuk penjaga yang mengawasi daerah tersebut.
'Sistem tata kota yang sangat indah layaknya kota Roma abad pertengahan dari sejarah yang aku tahu di bumi. Salah satu dari 3 kota besar di dalam kekuasaan Michael dan apa yang akan terjadi jika aku berhasil membawa pulang Ibunda Lily?'
Tentu saja akan terjadi kegemparan yang sangat hebat! Kepercayaan rakyat pada bangsawan akan runtuh dan karenanya mungkin akan terjadi pemberontakan. Sistem yang sudah dibuat akan runtuh dan tidak lama kemudian Civil War akan pecah di kerajaan ini lalu semua itu akan berdampak pada rakyat yang ikut terseret dalam perang sebagai pasukan suka rela ataupun atas paksaan.
John tidak ingin itu terjadi, Setidaknya untuk saat ini. Ia harus menyiapkan balas dendam yang sangat manis dan akan membuka kedok semuanya jika saatnya tiba. Dirinya juga tidak ingin jika rakyat kerajaan ini terkena dampak yang sangat besar dalam hidup mereka.
Langkah kaki pemuda itu pada akhirnya berakhir tepat di depan sebuah mansion yang sangat besar. Halaman yang tidak main-main luasnya terbentang di depan mansion itu dan juga di depan gerbangnya terdapat sebuah Insignia yang menyerupai burung dengan ekor yang sangat panjang.
Saat melihat Insignia itu, Ekspresi wajah John berubah secara drastis. Ia tahu emblem itu dan itulah yang membuat dirinya gusar!
"Phoenix.." Gumaman pelan Naruto dapat terdengar oleh penjaga gerbang itu dan membuat penjaga gerbang mendekatinya.
"Iya nak, Ini adalah mansion milik Bangsawan Phoenix." Ujar penjaga itu dengan senyuman di wajahnya. John tidak dapat berkata apa-apa karena pria itu hanyalah pekerja di kediaman tersebut, Terlebih sebagai penjaga gerbang Mansion namun dirinya bukanlah pemuda naif dan jika pria ini memiliki campur tangan dalam masalah kali ini, Dirinya tidak segan menganggapnya sebagai target.
"Mansion yang besar yah, Paman. Dan dari sini dapat ku lihat kalau beberapa kereta kuda sedang berjajar kalau boleh tahu apakah ada pertemuan bangsawan di Mansion ini?" Tanya John dan penjaga gerbang itu hanya sedikit terdiam untuk sesaat dan kemudian berbicara setelah melihat sekelilingnya aman.
"Nak, Malam ini akan ada badai dan penyebab badai itu adalah burung api." John terdiam di tempatnya saat ini dengan ekspresi terkejut di wajahnya dan melihat hal tersebut, Penjaga gerbang itu menambahkan, "Aku sudah mengirimkan keluarga ku dengan kereta pengangkut untuk pergi ke wilayah Duke Namikaze dan Loyalis nya karena aku takut terjadi apa-apa pada mereka."
"Kalau begitu kenapa paman tidak pergi saja dari wilayah ini? Bukankah paman akan selamat?" John yang bertanya demikian hanya di jawab sebuah senyuman dan sedikit gumaman yang keluar dari mulut penjaga gerbang itu, "Pohon tidak dapat bergerak dari tanah namun tidak dengan buahnya. Kalau begitu aku harus melanjutkan pekerjaanku, Dan semoga kau selamat."
Dan begitulah, John menjauh dari wilayah Phoenix untuk pergi ke suatu hutan yang tidak jauh dari kota. Disana ia sedang bersiap dengan semua hal yang ia perlukan untuk menjalankan tugasnya malam ini.
'Konfirmasi misi...Eleminasi semua target tanpa terkecuali, Hilangkan semua bukti, Dan bawa semua rampasan.' Pakaian yang ia gunakan sudah berganti menjadi sebuah kaos dan celana panjang berwarna hitam, Outer dari kaos tersebut adalah sebuah jas yang tampak persis seperti seorang bangsawan tanpa pernak pernik, Mengenakan sarung tangan dan sepatu kulit. Dan akhirnya setelah ia mengenakan jubahnya, Naruto mengenakan sebuah topeng berbentuk serigala berwarna hitam.
Pakaian yang serba hitam menyatu sempurna dengan bayangan dan hanya menyisakan mata miliknya yang terlihat sangat menakutkan. Mata dengan sinar warna biru yang terasa membawakan kematian bagi siapapun. Dan di pinggangnya tersemat sebuah pedang pendek yang memiliki warna hitam sama dengan semua perlengkapan yang ia kenakan saat ini.
"Cursed Arm.." Suara yang keluar dari mulut pemuda itu berubah menjadi suara bariton khas pria dewasa dan dengan begitu juga sebuah bayangan tercipta di belakangnya. Bayangan itu terus berkumpul hingga menciptakan sesosok manusia dengan topeng tengkorak di wajahnya. "... Eleminasi semua target yang hendak menggangu pertemuan ku, Tanpa terkecuali."
"Perintah anda akan hamba laksanakan, Tuan." Setelahnya Cursed Arm pergi dari lokasi dengan menyatu kedalam bayangan. Setidaknya ia ingin meminimalisir korban yang ada namun sepertinya itu tidak dapat dihindari malam ini. Pembersihan besar besaran akan terjadi di wilayah Duke Michael dan itu adalah panggung besar untuk menyebar luas kan identitas dari Wolf.
-_-_-
-_-_-
Waktu selalu berjalan maju tanpa ada yang dapat menghentikannya dan tak terasa waktu sudah mulai malam dengan banyaknya bintang yang bercahaya di langit malam. Beberapa orang tampak pulang menuju rumah masing-masing untuk bersenda gurau bersama dengan keluarganya dan beberapa orang yang bekerja pada malam hari mulai keluar untuk mencari nafkah tak terkecuali sesosok manusia dengan pakaian serba hitam yang berjalan dengan santai di lika-liku gelapnya jalanan.
Manusia itu berjalan dengan diam bahkan suara anginpun tidak terdengar semenjak pria itu muncul. Sorot mata berwarna biru kelam layaknya kedalaman samudra terlihat dengan jelas dari lubang yang ada di topeng serigala yang ia kenakan. Pakaian yang sangat elegan layaknya seorang bangsawan ditambah hoodie untuk menutupi identitasnya.
Wolf, Serigala, Makhluk yang harus hidup berkelompok demi bertahan hidup dan mereka adalah hewan yang dulu Naruto cintai. Bukan karena cara hidup berkelompok dalam koloni mereka namun karena sebuah tradisi yang sangat ia kagumi. Lone Wolf, Seekor serigala penyendiri yang ditakuti oleh semua serigala dikarenakan hidup sendirian membuat hewan itu diharuskan mengasah insting dan juga rasa haus darah yang dimilikinya guna membuat dirinya aman. Dan karena itulah, Naruto menggunakan Codename "Wolf".
Langkah kakinya akhirnya membawa Naruto tepat di depan gerbang Mansion Phoenix. Hanya ada dua penjaga gerbang yang tampak sudah lelah karena harus berjaga sepanjang malam dan dengan begitu Naruto paham bahwa ia dapat dengan mudah memasuki pekarangan Mansion. Belum lagi dengan kemampuannya dalam menyebarkan hawa keberadaannya ke sekitar membuatnya mudah untuk menyusup. Mengalirkan mana tepat dikakinya dan melompat melewati gerbang tanpa ada suara adalah hal yang mudah bagi dirinya yang sudah sering menerima misi infiltrasi dan sabotasi.
Dirinya berjalan memasuki Mansion Phoenix namun yang ia dapati hanyalah beberapa pekerja yang tidak tahu apa yang akan terjadi dan ia pergi menuju Master Room namun tidak ada berkas apapun yang dapat ia temukan. Dirinya bingung kenapa ia tidak mendapatkan apapun di dalam Mansion ini dan akhirnya sesosok bayangan muncul.
"Tuan, Kami menemukan keberadaan para bangsawan." Ujar bayangan itu dan Naruto yang mendengarnya menganggukkan kepalanya, "Mereka ada di sebuah Gua yang terletak tak jauh dari sini. Mereka baru saja berkumpul dan membuka pertemuan beberapa saat yang lalu. Jadi apa yang harus kami lakukan, Tuan?"
"Eleminasi semua penjaga dan juga prajurit yang ada di gua itu tanpa terdeteksi. Biarkan para bangsawan dan juga pengawalnya menikmati pertemuan terakhir mereka." Dan dengan begitu, Bayangan itu pergi menghilang di dalam bayang-bayang meninggalkan Naruto sendirian.
'Tujuan ku bukan untuk menghentikan perang. Tujuan ku hanya mencegah perang namun ada saatnya juga aku akan mengobarkan api peperangan. Hingga saat itu tiba, Aku akan terus mengulur waktu agar tidak ada peperangan.' Pikirnya dan kemudian menghilang dalam kegelapan malam meninggalkan Master Room tanpa ada jejak sedikitpun.
Dan tanpa disadari siapapun di kota, Gua yang merupakan tempat pertemuan para Aristokrat tampak sangat sunyi saat Naruto tiba di mulut gua itu. Di depannya banyak Hassan dengan pisau penuh darah di tangan mereka sedang berdiri di atas mayat penjaga yang tergeletak dengan luka di leher mereka.
"Kerja bagus.." Naruto yang datang dalam diam membuka mulutnya saat melihat mereka semua. Dirinya sendiri sudah menduga bahwa penjaga Phoenix bukanlah tandingan mereka namun ia merasa bahwa ini semua terlalu mudah. Penyusupan dan juga sabotase bukanlah hal yang mudah sejauh yang ia tahu namun mungkin berbeda dengan dunia ini, Ia tidak tahu pasti namun dirinya tidak akan menurunkan kewaspadaan sedikitpun.
Naruto mulai berjalan dengan santai ke dalam gua tersebut dengan para Hassan yang berasimilasi dengan kegelapan. Ada ratusan Hassan yang mengikutinya dan salah satu dari 15 Elder Hassan, Sedang menjalankan sabotase di tempat lain bersama dengan anak buahnya.
Tak memakan waktu lama sampailah Naruto di ujung lorong gua tersebut. Di sana terdapat ruang yang lapang seluas lapangan bola indoor dan tepat di tengah-tengah nya ada sebuah meja batu dengan Polygraph terukir di atasnya. Di sekeliling meja itu terdapat orang-orang dengan pakaian yang sangat elegan dan indah, Pastinya mereka adalah bangsawan dan beberapa ksatria yang ada di belakang mereka lengkap dengan pedang dan tombak di tangan mereka.
"Saat aku melakukan serangan pembuka, Eleminasi semua Guardian Knight yang mengawal para bangsawan itu!" Naruto berbisik entah kepada siapa namun ia tahu kalau semua Hassan paham dengan apa yang ia perintahkan. Dirinya juga tahu kalau misi ini memiliki resiko yang sangat besar karena keterbatasan kekuatan namun jika Assassinasi berjalan dengan lancar maka ia akan keluar sebagai pemenangnya. 'Baiklah, Mari dengarkan apa yang direncanakan bajingan itu.'
"Lord Gusion, Tolong sebarkan informasi yang kau miliki atas rencana kita."
Salah seorang di antara mereka memulai pembicaraan dengan senyuman angkuh di wajahnya. Orang itu memiliki perawakan seperti pria berusia 40 tahunan dengan rambut kuning pucat dan juga jenggot yang mulai memutih. Pria itu berbicara demikian karena ia sudah tidak tahan dengan reaksi para bangsawan yang tidak sabar atas pertemuan kali ini.
Dan kemudian salah seorang di antara mereka berdiri dari tempatnya. Pria itu adalah seorang pemuda berambut hitam dengan wajah yang sangat tampan. Pemuda itu mulai menyebarkan beberapa kertas di atas meja dan saat semua orang membaca kertas tersebut, Pemuda itu mulai menjelaskan detail dari laporan yang ia bagi.
"Aku berhasil memonopoli bijih besi dari para pedagang yang datang ke wilayah ini. Dan karena monopoli itu berhasil dengan lancar, Kita dapat memenuhi pasokan Battle Gear untuk 48.000 Pasukan."
Naruto terkejut mendengar itu semua! Sungguh! bahkan di bumi, 48.000 Pasukan dalam sebuah peperangan adalah jumlah yang sangat besar. Belum lagi Battle Gear yang sudah disiapkan akan menjadi-jadi saat bertemu dengan pemegang yang cocok.
"Masalah konsumsi pasukan, Aku sudah mengusahakan mengisi penuh lumbung padi di setiap wilayah kita dan karenanya kita tidak perlu kekurangan makanan dalam perang ini."
Naruto akui kalau pemuda ini sangat hebat dalam merencanakan sebuah strategi dan karenanya Naruto tertarik pada pemuda itu. Siapa orang yang umurnya tidak begitu jauh dari dirinya dapat memilikirkan apa yang akan terjadi ke depannya. Hanya saja, Naruto menyayangkan kalau pemuda itu berada di sisi Corrupt dan walaupun bukan otak di balik rencana kudeta namun tetap saja potensi dari pemuda itu sangat mengerikan. 'Hanya ada dua pilihan, Mengeliminasi sekarang atau menangkapnya dan menjadikannya milik ku.'
"Bahkan kita sudah membayar banyak orang untuk menyebarkan rumor kalau Duke Angel membuat perjanjian dengan Demon." Pemuda itu melihat sekelilingnya dan dapat ia lihat kalau semua bangsawan sedang membaca kertas yang ia bagikan dan kemudian pemuda itu duduk seraya berkata, "Sekian informasi yang sudah saya kumpulkan."
Semua orang tersenyum puas mendengar penjabaran dan juga ringkasan dari laporan tersebut. Sekarang semua orang sudah optimis untuk mengambil alih kekuasaan demi kepentingan mereka sendiri dan lagi 'Boneka' yang dilahirkan Selir Raja dinobatkan sebagai 'Pangeran mahkota' dan akan menjadi raja selanjutnya dari kerajaan Airia.
'Jika bukan karena 'Boneka Pertama' yang tidak sesuai dengan prediksi kami dan memilih untuk membuang gelaran bangsawannya. Namun sekarang, 'Boneka' yang bodoh itu akan membuat kami menjadi penguasa kerajaan ini. Sedikit lagi.. Tinggal sedikit lagi kami akan menguasai kerajaan ini.'
Di antara mereka semua, Ada seseorang yang tersenyum dengan sangat lebar. Pria dengan surai berwarna Soft Yellow dan juga jubah bangsawan berwarna merah tersenyum dengan senyum yang sangat lebar daripada yang lain. Namun di tengah kesenangan yang ia rasakan, Ia juga merasakan sesuatu. Sesuatu yang dingin di tenggorokan miliknya dan rasa sakit yang menjalar di belakang kepalanya.
Semua orang tidak dapat memahami apa yang baru saja terjadi. Mereka tidak dapat mendeteksi serangan namun dapat mereka lihat kalau sebuah pisau bersarang tepat di tenggorokan salah seorang Elder dari Phoenix Family. Dan dengan begitu, Semua orang bersiap dengan lingkaran sihir dan juga pedang mereka bersiap akan adanya serangan.
"Wow, Tak ku sangka kalau kalian terlambat menyadarinya."
Mereka semua tidak dapat mendeteksi sosok di depan mereka saat ini. Sesosok manusia dengan setelan khas bangsawan berwarna hitam sedang berada di posisi jongkok di atas meja tepat di depan mereka semua. Sosok dengan mata berwarna biru yang sangat dingin layaknya es yang dapat mereka lihat di balik topeng berbentuk serigala.
"Alexis Phoenix, Seseorang dari 10 tetua keluarga Phoenix yang menjadi dalang di balik semua konspirasi yang ada di kerajaan ini. Salah seorang menteri yang mengurus masalah internal kerajaan sekarang tidak lain dan tidak bukan hanyalah seonggok mayat tak bernyawa..." Ucap sosok itu seraya mencabut belati yang ia tancapkan tepat di tenggorokan Alexis. Dan saat sorot matanya berpindah kearah semua bangsawan, Sosok itu melanjutkan perkataannya, "... Dan kalian semua akan menyusulnya."
Dan dengan selesainya perkataan sosok itu, Semua bangsawan di dalam ruangan tersebut tergeletak bersama para Guardian Knight yang mengawal mereka. Di antara semua bangsawan itu ada seseorang yang hanya bisa diam dengan kaki bergetar dan keringat dingin yang keluar tanpa henti. Bukan karena kemunculan sosok itu namun karena kemunculan belasan bayangan hitam berbentuk manusia yang berdiri di atas tumpukan mayat para bangsawan.
Dan dirinya tahu siapa mereka, Dan karena itulah dirinya juga ketakutan. Sindikat assassin yang sangat terkenal di benua barat sekarang kembali bertugas, "Hassan.." Hanya kata-kata kecil yang tampak seperti bisikan yang keluar dari mulut pemuda itu dengan sudut bibir yang bergetar karena melihat kemunculan mereka.
"Lapor tuan, Semua target telah di eleminasi." Mendengar itu mau tak mau, Nicholas Le Gusion, Pemimpin dan juga bangsawan bergelar Viscount harus terdiam. Dirinya masih hidup namun mengapa ia di anggap tidak ada? Atau apakah dirinya memang tidak di anggap? Namun itu semua berubah saat Hassan dengan topeng serigala menghampiri dirinya.
"Dengar! Aku meninggalkan mu bukan berarti kau selamat! Malam ini semua orang tewas dan kau harus hidup dengan nama Albert, Seorang rakyat jelata hina. Kau bukan siapa-siapa dan kau dilarang memberitahukan identitas mu karena saat kau mengumbar identitas mu maka kepala mu akan langsung terlepas dari tempatnya berada. Hiduplah dalam ketakutan setelah apa yang kau perbuat bangsawan hina! Pergilah jauh dari kota ini, Jauh sampai aku tidak dapat menemukan dirimu." Dan dengan berakhirnya ucapan dari Wolf, Semua orang menghilang dari gua tersebut bagaikan tak pernah ada meninggalkan seorang bangsawan seorang diri dalam penyesalan.
Penyesalan atas semua yang telah ia lakukan dan sayangnya tidak ada yang bisa ia lakukan sekarang. Ia juga yakin bahwa semua penghuni mansion, Keluarga maupun pekerja yang ada di kediaman pribadi nya, Tewas dibunuh para Hassan hingga tak menyisakan satupun. Air mata mengalir dari pelupuk matanya dan dirinya tidak bisa menyalahkan siapapun karena itu semua adalah salahnya sendiri. Salahnya menuruti para tetua dewan dari kerajaan dan juga tetua phoenix untuk menggulingkan Tahta kerajaan saat ini.
'Api membakar semuanya dan sekarang hanya tersisa arang. Dewa, Jika kau memang ada maka inilah awal kehidupan baru ku dan awal penebusan dosa-dosa ku selama ini.' Dan dengan langkah lunglai, Pria itu berjalan keluar dari gua tersebut. Ia bukanlah siapa-siapa dan sekarang ia harus merangkak dari bawah untuk hidup.
-_-_-
-_-_-
-To Be Continue-
-_-_-
-_-_-
