yo agan semua balik lagi dengan saya Arifrahman223. Nah kali ini kita masuk di Chapter 11 dari the Power of Three Rider dimana disini akan ada pertempuran tergila dalam sejarah dimana kedatangan Neuroi disana. Yuk kita lihat seperti apa ceritanya
Author Note : di chapter ini sampai Arc Kyoto akan ada persamaan alur dari author Azainagamasa53 yang kini menjadi nama Kamen Rider Fifteen yang nama FFN itu adalah kekuatan baru didunia baru dan nanti akan ada perbedaan yang cukup berbeda di Arc Kokabiel sampai Arc Kyoto yang mana jika di Arc perjanjian aliansi datangnya Loki dan fenrir versi Azainagamasa53 maka kalau di versiku akan ada datangnya Neuroi setelah mengalahkan Loki dan Fenrir begitu juga di Arc Kyoto. Juga Neuroi akan terus berdatangan kesana mengingat perkembangan alur cerita ini
Synopsis: menceritakan seorang author yang memiliki kehidupan serba biasa. Namun, bagaimana jika dirinya berada didunia dxd bersama 2 orang yang berasal dari dimensi yang berbeda dan dipilih oleh kami-sama sebagai kamen rider selanjutnya
Pair: Arif Rahman X Nimura Ruruko X Momo Hanakai
Konoe Touta X Reya Kusaka X Tomoe Meguri
Naruto Uzumaki X Sona Sitri
Saji Genshirou X Tsubaki Shinra X Tsubasa Yura
RATE : M
Disclaimer: naruto, highschool dxd, kamen rider dan uq holder mahou sensei negima bukan milik saya karena saya hanya meminjam karakternya
WARN: ooc, abal-abal, eyd amburadul, dll
Chapter 11 : Pembentukan tim 501st Joint Fighter Wing
Start Story
Keesokan Harinya dipagi hari Arif, Touta, dan Naruto tengah bersiap-siap menuju sekolah setelah melakukan rutinitas paginya yang sangat cerah dimana mereka setiap pagi selalu dibangunin oleh kakak mereka yang kini sudah tercabut dari status iblis liar
Apalagi rumah mereka sudah direnovasi sehingga terlihat seperti mansion besar yang bertingkat-tingkat yang membuat mereka kaget. Padahal mereka tidak menginginkan sama sekali hadiah pemberian Sona tapi karena Sona yang memaksa ya mereka akhirnya menerima hadiah itu apalagi mereka bertiga adalah pawn emas
Alasan dikatakan sebagai pawn emas disebabkan karena memiliki daya tempur yang mengerikan bahkan mereka memiliki daya taktik layaknya tentara walau mereka masuk kesatuan Strike Witches
Dan itu terdiri 3 buah wc di lantai 1 sampai 8, ruang makan, ruang keluarga, dapur, dan kamar tidur
Apalagi kakak merek yang menjadi iblis biasa yang nampak terperangah melihat luas bangunan itu yang membuat mereka melongo melihatnya
Bagaimana bisa mereka berempat bisa tercabut status iblis liar mereka? Yuk kita simak
Flashback on
Arif POV
Pada saat setelah kepergian tim Strike Witches, kini aku, Arif Rahman sedang ingin mendiskusikan sesuatu sama 4 yondai maou saat ini apalagi butuh persetujuan. Juga aku sudah meminta hanya aku saja yang pergi karena tidak mau membuat keributan
Dan disinilah aku diruang yang hanya khusus mengenai masalah yang dihadapi yondai maou. Dan saat ini dihadapanku ada 4 yondai maou yang terdiri Serafall Leviathan yang kakak dari Sona Sitri, Sirzech Lucifer yang merupakan kakak dari Rias Gremory mantan ketuaku, Ajuka Beelzebub, dan terakhir Falbium Asmodeus
"Memang apa yang kamu diskusikan dengan kami Arif-tan?" Tanya Serafall. Lalu aku menghela nafas lelah
"Baiklah tapi aku ingin kalian berjanji kepadaku untuk tidak menyerang apalagi membuat permusuhan denganku, paham?" Tanyaku sehingga dibalas anggukan dari yondai maou itu
"Kamui" Ucapku sehingga keluarlah 4 sosok disana yang merupakan iblis yang berstatus iblis liar
Dan terlihat jika para Yondai Maou bersiaga dan dibalas tatapan tajam olehku karena aku bisa melihat bahwa keempat kakak angkatku nampak ketakutan
"Bisakah kalian untuk tidak bersikap seperti ketemu maling?" Tanyaku yang nampak menahan amarah
Lalu mereka menurunkan sikap waspada dan bertanya denganku dengan serius
"Bisakah kau jelaskan maksud kamu membawa mereka yang berstatus Stray Devil dihadapan kami?" Tanya Sirzech dengan wajah datarnya
"Aku hanya kalian berempat mencabut status merekaa menjadi iblis liar itu. Dan biarkan mereka menjalankan hidup sebebas mereka" ucapku yang nampak lebih datar
"Kau tahu, itu mustahil bagiku apalagi Viser yang sudah membunuh banyak manusia" ucap Sirzech sehingga aku mulai berpangku tangan
"Oh. Lalu apa aku harus peduli terhadap itu?" tanyaku dan dibalas tatapan heran Sirzech
"Apa maksudmu?" Tanya Sirzech
"Apa aku harus mengatakan bahwa penyebab mereka menjadi iblis liar adalah karena ulah tuan mereka sendiri? Kalian seenak jidat menjadikan manusia sebagai iblis tanpa persetujuan mereka dan kalian pulalah penyebab mereka menjadi iblis liar" ucapku
"Lalu mereka membunuh manusia itu menurutku hal wajar karena mereka ingin bertahan hidup. Dan lagi aku lihat iblis sini pada gengsi dan tidak mau meminta bantuan dari manusia karena mereka yakin bahwa manusia adalah ras terlemah, tidak berguna, payah, dan lain sebagainya" ucap Arif
"Lalu apa ada alasan lainku untuk mencabut status mereka?" Tanyaku dengan datar yang membuat mereka terdiam
"Kau tahu ini bisa menimbulkan konflik" ucap Sirzech
"Konflik apa? antara kalian sama tetua bau tanah itu atau hanya urusan sepele ini yang aku inginkan sederhana? bisa kau jawab Lucifer-san?" tanyaku kepada Sirzech yang terlihat terdiam di provokasi seperti itu
"Kau tahu mereka harus mendapatkan persetujuan dari yang-"
"Lalu kau ingin mereka dibasmi tanpa menginterogasi mereka atau mengetahui kejadian sebenarnya?" Tanyaku yang memotong ucapan Ajuka yang menurut Sona-kaichou sangat pintar apalagi dia tahu Ajuka itu sukanya meneliti sacred gear yang memiliki kemiripan dengan Azazel
"Pertanyaanku yang bagus untuk kalian adalah satu. Bisakah kalian membunuh iblis liar yang merupakan adik atau kerabat kalian sendiri tanpa kalian cari tahu informasi sebenarnya?" Tanyaku. oh hei membunuh tanpa mencari informasi sebenarnya itu lebih menyakitkan tahu
"Dan ada alasan lain kenapa aku meminta sederhana itu. Itu karena penyebab mereka menjadi iblis liar adalah karena sifat iblis yang berasal dari kalian termasuk iblis lain" ucapku yang membuat mereka kaget
"Bisa kau jelaskan kenapa kau menuding kami penyebab masalahnya?" Tanya Falbium yang nampak mulai bersikap datar
"Bisa. Pertama mereka menjadi iblis liar itu karena mereka tidak tahu jika mereka menjadi iblis oleh tuan mereka sendiri dan kalian penyebablah karena tidak bisa memberikan toleransi berapa hari mereka harus terbiasa menjadi iblis. Dan kasus ini terjadi pada imotoumu yang memiliki pawn pengguna Boosted Gear sendiri Sirzech yakninya Sekiryuutei sampah yang menghina temanku. Kedua mereka diharuskan mengikuti ucapan tuan mereka yang isinya hanya hawa nafsu dan merupakan boneka jika sudah nggak bisa dipakai maka dibuang dan ini terjadi pada kami bertiga yang merupakan mantan peerage adikmu. Dan terakhir adalah kalian tidak pernah menginterogasi mereka atau memberikan kesempatan kedua kepada mereka yang telah membunuh tuan mereka tanpa mengetahui kejadian dibalik itu dan kalian pulalah penyebab hal itu ditutupi dengan rapi dan kasus ini terjadi kepada mereka berempat belum lagi mantan kouhai berambut silver brengsek itu serta mereka menjadi gengsi itu karena sifat kalian yang sama-sama gengsi sehingga mereka tidak mau meminta ras lemah satu kalipun yakninya manusia itu sendiri" ucapku yang membuat mereka terdiam. Sudah cukup aku tidak tahan dengan aturan konyol ini yang sangat meresahkan kami
Merekalah dalang kenapa mereka membunuh tanpa mencari informasi terlebih dahulu, merekalah penyebab tidak bisa memberikan toleransi jika orang lain belum terbiasa menjadi iblis
"Kalian pikir manusia itu makhluk lemah dan tidak bisa apa-apa? yang seenak udel kalian jadikan seperti peternakan dan jika tidak berguna maka kalian bunuh tanpa diketahui pihak siapapun dan mengatakan bahwa ini adalah salah mereka sendiri yang melakukan perbuatan ini? Apa seperti itu? JAWAB YONDAI MAOU" teriakku yang kini bercampur amarah dan kesedihan
"Asalkan kalian tahu, Aku bisa membunuh Loki tanpa membuang tenaga jika itu menyangkut kekasihku apalagi teman-temanku dengan cara memenggal kepalanya" Ucapku yang kini berusaha menghapus tangisannya namun tidak bisa karena aku memiliki kasih sayang tinggi
Viser dkk yang terus dibela oleh Arif nampak terharu dan tidak bisa berkata apa-apa. Bagi mereka adik mereka itu sudah menjadi harta yang tak tergantikan
"Putuskan sekarang juga dan jangan minta tetua bangsat barusan untuk meminta bantuan karena mereka pasti menolak dan ingin membunuh mereka tanpa alasan jelas dan tidak mau mendengarkan alasan kenapa mereka berbuat demikian" Ucapku yang kini mulai marah besar
"Baiklah aku akan mencabut status mereka dari iblis liar menjadi iblis biasa" ucap Serafall dan dibalas tatapan kaget dari Sirzech termasuk Ajuka dan Falbium
"Se-Serafall-sama. Seharusnya kita rundingkan-"
"Aku tidak mau. Apa yang dikatakan Arif-tan ada benarnya. Kitalah penyebab hal ini bisa terjadi tidak pernah memberikan waktu toleransi karena orang lain yang kita reinkarnasikan menjadi iblis belum terbiasa, kita pulalah penyebab mereka harus dibunuh tanpa alasan yang jelas. Dan kita pulalah penyebab manusia menjadi iblis reinkarnasi tanpa persetujuan mereka. Karena kita telah mengikuti aturan yang kuno yang berasal dari golongan maou lama yang sudah kita basmi apalagi kita berideologikan kekeluargaan. Tapi ini cara salah karena kita tidak memakai ideologi kekeluargaan itu sendiri" Ucap Serafall yang memotong ucapan Sirzech. Dirinya tahu kenapa Arif memutuskan hal ini, karena dia tahu bahwa Arif ingin menambah populasi iblis dan tidak ingin ada konflik pecah
"Bagus kalau begitu kami pergi. Kamui" ucap Arif yang memasukkan kembali Viser dkk sehingga yondai maou itu mulai merenung kenapa mereka bisa sesalah ini apalagi mereka mleakukannya kepada manusia sendiri
Flashback Off
Arif POV end
Setelah mencabut dari status iblis liar menjadi berstatus iblis biasa membuat hati Viser, Nina, Mira, dan Arni sangat senang tak terkira dan memeluk Arif yang berjasa membantu mereka dan dibalas acungan jempol dari Touta yang melihat Arif begitu tersiksa dimana wajahnya ditenggelamkan di surga dunia
Begitu juga dengan keluarga besar Negi yang nampak tertawa melihat penyiksaan Arif di surga dunia dimana wajahnya dihimpit oleh Payudara besar dari Viser yang membuat dirinya kesusahan bernafas
'Apakah aku tidak bisa mendapatkan satu hari tenang saja? Kami-sama' Batin Arif yang nampak menggerutu akibat dirinya tidak mendapat satu tenang satu haripun
Skiptime
tak lama setelah pergi ke Akademi Kuoh dimana mereka bertiga masih ditatap jijik karena penampilan culun mereka sehingga banyak perempuan yang membenci mereka termasuk para laki-laki dimana pakaian serba rapi dan rambut disisir rapi
Lalu ketika hari menjelang siang mereka bertiga datang kehamparan lapangan untuk menenangkan diri sambil memandang awan
tak lama kemudian datanglah dua buah mobil disana yang Arif yakini bahwa dimana yang satu mobil militer yang terlihat dari platnya juga warna mobilnya juga mobil satunya lagi yang berwarna putih dengan plat merah sehingga Arif tahu bahwa ada yang nggak beres nantinya
"Wah sudah lama aku nggak lihat Akademi Kuoh, tou-sama" ucap pemuda yang berambut coklat pendek dengan mata biru ditambah pakaiannya ala bangsawan
"Kau benar anakku, Kurasa ada baiknya kamu menikahi seseorang yang aku jodohkan" ucap laki-laki itu. Arif tahu siapa dia. Dia adalah orang yang mengadu domba sersan yang baru masuk di tim 501st Joint Fighter Wing. Dia adalah Jendral Maloney
"Memang siapa dia tou-sama?" Tanya pemuda itu yang nampak menyeringai. Touta yang berada disebelah Arif menatap tidak suka pemmuda itu yang kelihatan nampak sombong
"Dia adalah teman kenal ayah yang satu sekolah. Dan dia memiliki seorang anak perempuan disini. Namanya Reya Kusaka" ucap laki-laki itu
"Heeeh... Ternyata gadis itu cocok banget jika dia menjadi tunaganku"
Dan tak lama kemudian akhirnya Reya datang karena kaget bahwa ayahnya datang kesekolah ini bersama calon tunangan yang dia benci
"A-ayah kenapa ayah kesini bersama calon tunanganku?" Tanya Reya yang nampak kaget dan dibalas tatapan datar ayahnya
"Aku kesini sesuai permintaanmu nak. Dia adalah Tenma Rena yang memiliiki kriteria yang bagus dimana dia berasal dari keluarga bangsawan juga ayahnya adalah salah satu militer yang ada disini. Dan lagi ayah tidak mau kamu berjodoh sama kekasih yang culun kamu sebutkan itu karena tidak memenuhi kriteria sama sekali"
'T-tidak mungkin. Touta-kun bukan orang seperti itu' Batin Reya yang nampak kaget karena ayahnya hanya melihat luarnya bukan keseluruhan
"Ada apa ini?" Tanya Touta yang nampak nimbrung dan melihat kondisi Reya yang megkhawatirkan
"Bukan urusanmu pemuda lemah. Dan lagi sejak kapan anakku mau berjodoh sama pemuda culun sepertimu? Tidak ada kriteria sama sekali bahkan status kamu sama sekali tidak jelas" ucap ayahnya Reya yang membuat Touta biasa-biasa saja. Namun jujur dalam hatinya ingin sekali dirinya menghajar ayahnya Reya jika dia berurusan sama Letnan Satu tim Strike Witches
"Ayah sesungguhnya, touta-kun tidak seperti itu" ucap Reya yang menyanggah perkataan ayahnya
Plaak
tanpa sadar pipi Reya ditampar ayahnya yang membuat Reya kaget melihatnya bahwa ayahnya berani menampar dirinya apalagi Tomoe yang merupakan sahabat dari Reya nampak kaget tidak percaya jika ayahnya Reya berani melakukan itu dihadapan orang lain
"Dengarkan apa ucapan ayahmu ini, Reya. Pemuda yang bernama Touta itu tidak ada apa-apanya apalagi dia tidak pernah menjabat sebagai militer"
"Itu benar, Reya yang kusayang. Mana mungkin pemuda culun itu berpangkat militer apalagi aku sudah berpangkat sersan"
'itu masih pangkat rendah cuk' Batin Touta
dan tak lama kemudian akibat ucapan yang nampak mengejek dan menghina terlihatlah sama Arif bahwa ada 1000 Neuroi ukuran sedang yang berbentuk kubus bahkan ada 1 ukuran kolosal yang membuat dirinya nampak kaget
"Oii... Touta.. Bersiaplah dengan pertempuran legendaris ini" ucap Arif sehingga Touta nampak kaget mendengarnya. Jadi dirinya dan yang lain akan menghadapi Neuroi itu disini
"Maksudmu Neuroi?" Tanya balik Touta dan dibalas anggukan Arif
"Fuahahahahahahahaha" terdengarlah tawa yang seakan ada nada mengejek disana
"Apa kau bilang? Neuroi? Oii.. aku bisa membunuhnya dengan senapanku apalagi aku berada dihadapan Reya yang kusayangi ini" ucap Tenma yang mengejek ucapan Arif apalagi dia nampak memeluk Reya dengan pandangan nafsu
"Lihatlah bagaimana seorang sersan bisa mengalahkan Neuroi itu dihadapan pemuda culun seperti kalian apalagi atasan kalian menurutku sangatlah lemah" ucap Tenma yang mengarahkan senapan serbunya kearah Neuroi dan mulai menembaknya
Arif dan 2 rekannya nampak menahan amarah akibat Tenma mengatakan hal rendah kepada Mayor dan Komandannya yang bernama Mio dan Minna
Bahkan beberapa teman Akademi Kuoh juga mengejek Arif dan 2 teman culunnya. Namun bagi mereka itu adalah hal yang biasa
Drererererererererererererererererereret
baru mau menembak Neuroi itu dengan senapan serbunya malah Neuroi itu mulai memperbanyak diri dengan jumlah yang mencapai jutaan yang membuat Tenma kaget begitu juga keluarga Reya dan Tenma apalagi seluruh teman Akademi Kuoh yang ikut kaget melihat Neuroi itu terpecah belah
"O-oi... Jangan bercanda denganku Neuroi sialan" ucap Tenma yang nampak frustasi. Apalagi dia memakai wajah terkejutnya dimana 1000 Neuroi mulai memecah belah dan kini mencapai jutaan
Dan tak disangka salah satu Neuroi mulai membidik kearah Tenma yang nampak ketakutan dan bergidik ngeri apalagi lawannya bisa membelah diri seperti itu
"I-ini tidak mungkin" ucap Tenma yang mulai melarikan diri dan menggeser Reya kedepan yang kini menjadi serangan target Neuroi
'A-apa aku akan mati disini? Padahal aku belum bercinta sama Touta-kun' batin Reya yang kini menutup matanya berharap rasa sakitnya tidak terasa
"Reya...!" teriak ayahnya yang kini melihat anaknya bakal lenyap didunia ini
Baaaang
dan tak lama terdengarlah bunyi sesuatu dimana serangan Neuroi mulai tertahan. Dan semua nampak kaget melihat Touta mengeluarkan sihirnya
"Reya-chan, kamu nggak apa-apa?" Tanya Touta. Namun bukan perkataan yang dibalas melainkan pelukan dari Reya yang membuat Touta kaget jika dirinya dipeluk tiba-tiba oleh kekasihnya sendiri. Tapi kekagetannya terganti dengan wajah senyum hangat dan membalas pelukan Reya dan mengelus surai panjang Reya
"Sudahlah. Aku pasti datang untuk menyelamatkanmu. Apalagi kekasihku hanya kamu sama Tomoe-chan" Sambung Touta yang membuat Reya merona
Baaaang
Baru mengucapkan kata keren untuk Reya, Neuroi lain mulai menembak Touta, namun berhasil diblok oleh Arif yang sekali lagi membuat seluruh Akademi Kuoh kaget
"Eh buset. Jangan ngagetin dong" ucap Touta gaje habis
"Kalau mau beromantisan lebih baik simpan saja. Kita akan melawan musuh kita" ucap Arif yang kini mulai membalas berupa tembakan kearah Neuroi
"Cepatlah kawan, atau kau nggak dapat mangsa lagi lho" ucap Naruto yang menembak Neuroi itu
Cyiu cyiu Blaar blaar
Baru mau membalas dan menyerang sama partner anehnya, Arif mulai tersenyum ketika ada tembakan lain dimana ada bunyi lesatan roket disana dan berhasil menyerang Neuroi yang berjumlah jutaan itu
"Maaf aku terlambat" ucap Miyafuji
"Kau terlambat lagi Miyafuji-san"
"Haaaah... Itu karena kami harus membuat strategi cadangan jika gagal" ucap Barkhorn
"Apa bukan karena rindu sama fans kamu yang tampan itu?" Tanya Erica
"Mari kita kelahi sekarang juga, Hartmann" ucap Barkhorn yang nampak marah karena digoda oleh Erica
Dan tim legendaris yang dikenal Strike Witches mulai bertemu kembali di lokasi Akademi Kuoh secara tak terduga. Ayahnya Reya yang kaget mulai bertanya
"Anooo.. Apa hubungan kalian semua sama 3 pemuda culun itu?" Tanya ayahnya Reya yang menatap tidak suka Touta dan 2 teman culunnya
"Mereka adalah tim kami. Dan mereka berpangkat Letnan dan Kapten" ucap Barkhorn yang membuat ayahnya Reya kaget bukan kepalang termasuk anaknya dari laki-laki yang mengadu domba Miyafuji dan teman-teman akademi Kuoh kaget mendengarnya jika yang mereka hina dan ejek barusan adalah tim Strike Witches yang berpenampilan culun yang kini berpangkat Kapten dan Letnan Satu
"Tou-sama apa itu benar?" Tanya anaknya itu
"I-itu..""Itu benar dan dia adalah orang yang mengadu domba sersan kami yang sangat muda yang bernama Miyafuji Yoshika. Bahkan dia menggunakan badan Neuroi untuk menghancurkan Neuroi disana. Tapi akhirnya berakibat fatal dimana teknologi yang dia buat malah berbalik menyerang Miyafuji-san sendiri apalagi tujuannya hanya membasmi Neuroi saja" ucap Arif yang menjelaskan
"Itu tidak benar. Kau pasti berbohong" ucap Tenma
"Itu benar adanya. Akulah yang diadu domba olehnya karena aku pernah bertemu Neuroi yang bersosok seperti manusia. Dan Neuroi itu menjelaskan bahwa dia tidak hanya bertemu kami tapi juga ayahmu sendiri yang membuat badan Warlock. Tapi akhir cerita Warlock hancur bersama kapal Akagi yang bersatu apalagi itu terjadi di tanah air Perrine-san didaerah Gallia" Jelas Miyafuji. Tenma nampak kaget mendengarnya karena ada saksi disini
"Akibat itulah. Dia diturunkan menjadi Komandan akibat penyalahgunaan kekuasaan dan suatu kejahatan yang bernama Sabotase yang berakhir dimana namanya adalah 'Senjata makan tuan'. Heh" Ucap sinis Barkhorn
"Dan lagi bisakah kalian bertiga hilangin topeng aneh kalian?" Tanya Charlotte
"Memang untuk apa? sudah mendingan kayak gini lho" ucap Arif dan dibalas anggukan 2 teman anehnya
"Kita akan membentuk tim legendaris kita bersama Komandan Minna. Jadi lebih baik kalian bertiga lepasin topeng kalian karena pembentukan tim akan dimulai setelah pembasmian Neuroi dengan wajah asli kalian" ucap Charlotte karena pelantikan tim yang dibubarkan akan kembali dibentuk
"Baik-baik" ucap Arif bersama 2 temannya yang kini melepaskan penampilan culun mereka
Semua yang menyaksikan nampak terperangah melihatnya dan kaget tidak percaya bahwa 3 pemuda culun dan siswa yang mereka hina sangatlah tampan sehingga para gadis merona melihatnya
"Nah itu baru mantep" ucap Charlotte
"Kalau begitu kalian bergegaslah karena kita akan memakai rencana" Ucap Perrine yang dibalas anggukan dari Arif dan 2 temannya
Baru mau melangkah baju Touta ditarik oleh Reya yang nampak menunduk. Touta nampak tersenyum karena Reya nampak khawatir dengannya
"Ada apa Reya-chan?" Tanya Touta
"Kembalilah. Agar aku bisa bersama orang yang aku cintai" ucap Reya dan dibalas pelukan Touta
"Itu pasti kok. Karena aku sangat mencintai kamu" balas Touta yang membuat Reya terharu mendengarnya
"Jika aku kembali dengan selamat. Aku ingin menikah denganmu saat ini juga bersama Tomoe-chan" ucap Touta. Reya nampak merona mendengarnya bahkan nggak bisa berpaling dengan Touta yang nampak menyengir kepadanya
"Jaa na, Reya-chan" ucap Touta dan dibalas anggukan Reya
Lalu Touta membuka mantel yang menutupi sesuatu. Setelah dibuka kini terdapatlah Jet Striker miliknya bersama 2 temannya yang berbeda warna dimana Touta berwarna hitam, Arif berwarna biru dan Naruto berwarna jingga
Nggggguuuuuuuuuuuuuuuuung
"Arif Rahman siap berangkat"
"Konoe Touta siap berangkat"
"Naruto Uzumaki siap berangkat"
Duosh duosh duosh
Lalu mereka pergi ke medan perang dan mulai menembak Neuroi dengan brutal
"Kau siap, aibo?" Tanya Touta dan dibalas anggukan Arif
"Tentu saja. sudah lama aku nggak membuli Neuroi itu" ucap Arif
Lalu Arif dan Touta mulai bersatu dan mulai menembak dengan kecepatan penuh apalagi Arif menggunakan kemampuan penembak jitu sehingga jumlah Neuroi berkurang cukup drastis dimana berjumlah 2 juta kini menjadi 1 juta
Kalau tanya kenapa tinggal satu juta itu karena dia menggunakan senjata Sniper ketika acara keromantisan Touta dan Reya diganggu oleh Neuroi
Cyiuu cyiuu tlaang
Lalu beberapa Neuroi mulai menembak ke Arif dan berhasil di blokir
"Oiii... Kalian bertiga tunjukkan dengan siapa para bangsat itu berhadapan" ucap Lucchini
Arif, Touta, dan Naruto paham maksud dari Lucchini dan mulai nampak menyeringai mendengar ucapan semangat yang begitu kejam
"ufufufufufufu.. hahahahahahahahaha" terdengarlah tawa dari Touta begitu juga Arif dan Naruto nampak tertawa
Sementara yang lain pada bingung maksud dari Lucchini bahkan heran jika Arif, Touta, dan Naruto tertawa dengan ucapan Lucchini. sementara tim Strike Witches mulai menyeringai karena tim legendaris diantara legendaris akan beraksi sekali lagi
"Sudah lama ya.. Apa kemampuan kalian berdua masih tajam?" Tanya Touta yang melirik Arif dan Naruto
"Attarimaida. Sudah lama aku nggak mengamuk saat ini juga dengan full speedku" ucap Arif yang menyeringai
"Heh. Membunuh kelas teri ini mah bikin semangat nggak karuan" Tambah Naruto yang nampak menataap sinis perkumpulan Neuroi
"Kalau begitu. Mari-"" Kita hancurkan" ucap Touta yang dipotong ucapan barengan Trio Rider
Duoosh drereret bam tlang tlang drereret tlang bang tlang
Lalu mereka muulai melesat cepat dan menembak beberapa Neuroi termasuk Arif yang mulai menembak secara jitu dan tidak memerlukan tameng sihir sama sekali untuk pertahanannya sehingga sihirnya tidak boros kecuali melawan kolosal apalagi kelincahan dan kegesitan mereka sudah mencapai sempurna seperti Eila Illmatar Juutilainen yang mana dia tidak pernah memakai tameng sihir karena memiliki kemampuan memprediksi masa depan
Melihat Neuroi berada dibelakang, Naruto langsung menembak tanpa waktu begitu juga Arif dan Touta sehingga semua musuhnya pada berkurang
Sementara yang menyaksikan nampak terkagum-kagum melihatnya apalagi yang menghina dan mengejek trio culun yang membuat mereka terperangah
"Ganbatte, Touta-kuuuun!" Teriak Reya yang menyemangati kekasihnya yang melayang membunuh 2 juta neuroi itu
"Tentu saja" Balas Touta yang berteriak kembali karena semangat menerima ucapan semangat dari Reya sang pujaan hatinya
"Huoryaaaaaa" Teriak Touta yang berputar kencang bagaikan mini tornado dan menyerang gerombolan Neuroi itu
Nguuuuuung
Lalu Arif mulai menambah kecepatan pada Jet Striker yang membuat laju Jet Striker tidak turun
"Horyaaaa" Teriak Arif yang kecepatannya berada di dekat Neuroi dan membuat semua Neuroi pada hancur seketika
"Yahuuuuu" Teriak Naruto yang berputar sehingga Jumlah Neuroi berkurang lagi
tak mau ketinggalan akhirnya Lucchini mulai membuat perisai sihir yang berlapis-lapis dan meruncing layaknya bor
wuuur
"Sanjoooooo" Teriak Lucchini yang membuat neuroi itu menghilang entah kemana dengan sihir perisai dan panas dari Lucchini. Sebenarnya Neuroi itu pada mati dengan kekuatan sihir Lucchini yang terlihat seperti bor raksasa
"Ayo Miyafuji-san. Kita nggak boleh ketinggalan dengan mereka" ucap Perrine yang nampak bersemangat melihat aksi Arif dan 2 teman anehnya
"Ha'i" Balas Miyafuji yang kini juga ikut-ikutan penyerbuan habis-habisan bersama 3 orang legendaris dengan julukan masing-masing
Sementara Momo dan Ruruko nampak kagum melihatnya di saat mereka menonton saja melihat kekasih mereka berkelahi dengan hebat apalagi ukurannya 5x lipat dari tinggi badan mereka
"Wuaaaaaaaaaa... keren banget" ucap Momo dan dibalas anggukan Setuju dari Ruruko
"Bener-bener gila mereka semua" ucap Tomoe yang melihat tim Strike Witches menunjukkan taring tajamnya
Sementara Tenma nampak kesal karena tidak bisa berperilaku keren seperti Touta. Ya salah dia juga sih bersifat arogan dan merasa mampu membunuh Neuroi tapi hasil akhirnya nol besar karena penakut
kembali ke pertarungan terlihat Arif menembak jarak jauh yang mengenai salah satu Neuroi yang ingin menyerang Mayornya
tlaaang
Sang Mayor yang mendengar ledakan dibelakang nampak kaget karena Neuroi akan menyerang dirinya dibelakang badannya, namun kekagetan dia terganti dengan senyumnya yang melihat Arif menembak jarak jau
"Arif-kun Kolosal tornado" Ucap Touta sehingga Arif mulai menyeringai dan mulai membuat sebuah angin puyuh raksasa yang ditujukan kepada sekumpulan Neuroi
"Minna cepat kesini" ucap Arif sehingga seluruh anggota tim Strike Witches berkumpul di belakang punggung Arif
Arif yang merasa semua timnya sudah berkumpul langsung mengeluarkan tornado perkasanya dengan merentangkan tangan kanannya ke atas sehingga keluarlah tornado mini
Fuuuuuu wuuuuuur
Tak lama kemudian, ukuran tornado itu makin besar sehingga menyebabkan suara ribut yang merusak gendang telinga
"Kuraeee... Kolosal Tornado" Teriak Arif yang mengarahkan tornado raksasanya kesekumpulan Neuroi yang menyebabkan para Neuroi hancur lebur akibat putaran yang gila bahkan sangat dingin
"Gyaaaaaaaaaa" Teriak Tomoe dan Reya yang merasakan hawa hembusan angin yang sangat kuat dan ganas bagaikan badai topan di malam hari
Fuuuuuuur
Setelah itu. Arifpun mulai membatalkan jurusnya sehingga sekumpulan Neuroi pada hilang termasuk intinya karena mereka dibuat saling bertabrakan
"Itu EF berapa ya pada tornado Arif-san?" Tanya Miyafuji
"Hanya sekitar EF 4 dan itu merupakan kategori berbahaya belum tornado berkekuatan EF 5 jika aku sempurnakan. Apalagi ukuran EF 5 2x lebih besar dari EF 4"ucap Arif santai yang membalas ucapan Miyafuji yang membuat tim Strike Witches meneguk ludahnya dengan berat mendengar ucapan Arif yang nampak santai
EF 4 yang dikenal memiliki ukuran sebesar 70 meter itu masih kategori berbahaya. Belum lagi EF 5 yang ukurannya 2x lipat dari EF 4 apa kapten kami orang berbahaya?! Pikir mereka histeris
Semua melihat pada kaget tidak percaya orang yang mereka hina dan ejek serta berpenampilan culun bisa menghancurkan seekumpulan Neuroi hanya dengan angin puyuhnya
'Benar-benar mengerikan' Batin mereka yang melihat dampak besarnya
Setelah itu Arif mulai memompa kekuatannya dan mulai menyerang tipe kolosal yang diketahui oleh timnya
"Ok... Aku tahu apa yang kau pikirkan. Biarkan aku menyerang seorang diri kan?" Tanya Touta dan dibalas anggukan Arif
"Haaaaah~... kali ini biar aku menyerang kau istirahat saja. Sudah lama aku nggak menghajar tipe kolosal lagi" keluh Touta dan dibalas cengiran Arif
"Kalau begitu. Serang dia tanpa ampun apalagi dihadapan pacarmu" ucap Arif
"Kau yakin?" tanya Touta
"Buat apa aku nggak berkata demikian? kalahkan saja dia tanpa ampun dengan full speedmu" ucap Arif sehingga Touta mulai menyeringai
"Hehehe... baiklah kalau itu maumu sobat. Akan aku turuti" ucap Touta yang kini mulai dilempar Arif sehingga Touta melaju 3x lebih cepat akibat lemparan serta dorongan dari Jet Strikernya sehingga Touta langsung membentuk bor yang dipakai Lucchini untuk membunuh Neuroi
"Horyaaaaaaaaaaaaa" teriak Touta yang kini melaju sama perisai sihir bornya apalagi dengan kecepatan penuh
Wuuush Tlaaaang
Akibat serangan penuh dan kecepatan penuh dari Touta, Neuroi itupun mulai meledak dengan sangat cepat sehingga nampak serpihan-serpihan bercahaya yang membuat Touta mulai tersenyum melihatnya
"Sudah lama aku nggak merasakan nostalgia ini" ucap Touta dimana dia mengingar kenangan lamanya pada saat misi membunuh Neuroi di perbatasan Gallia dan Karsland
Setelah itu tim Strike Witches pada turun dan mulai berdiri berbeda dengan Touta yang nampak oleng akibat pelukan dari Reya
"Hahahaha... Aku senang kamu baik-baik saja Touta-kun" ucap Reya dan dibalas anggukan dari Touta
"Tentu saja karena kamu dan Tomoe-chan adalah kekasihku juga calon istriku" ucap Touta yang membuat Reya dan Tomoe merona dengan senyum indahnya
Prok prok prok
Tak lama disaat tim Strike Witches berhasil mengalahkan Neuroi terdengarlah suara tepuk tangan yang berasal dari Tenma, Pria pengecut yang berlindung dari nama bangsawannya
"Sungguh luar biasa performamu Touta" ucap Tenma
"Apa maksudmu?"
"Bukan apa-apa. Aku hanya ingin satu darimu"
"Aku hanya ingin kamu menjadi pelayan pribadiku sementara Reya-chan akan menjadi istriku"
"Hoooo... Kurasa itu tidak perlu pengecut-san apalagi kau masih jomblo tuh" ucap Touta yang ejek Tenma yang membuat Arif tertawa mendengarnya jika Tenma dipermalukan dihadapan timnya bahkan seluruh member Strike Witches berusaha menahan tawanya ketika Tenma dihina dengan rendah
"Menjadikan Reya-chan sebagai istrimu? Jangan mimpi deh tikus" Sambung Touta kembali
"Diam kau makhluk rendah. Aku lebih kaya darimu dan juga lebih bermartabat darimu" ucap Tenma yang nampak marah dihina
"Kaya? aku nggak pernah dengar istilah kaya dalam kamusku" ucap Touta
"Sebaiknya kau menjadi pelayanku atau Reya yang aku bunuh" ancam Tenma yang menyeringai. Namun seringai Tenma hilang ketika melihat wajah biasa Touta
'kenapa dia tidak takut sama ancamanku ya?' Batin Tenma kaget
"Hoaaaam... sudah ngocehnya tikus kampung?" tanya Touta
"Apa kau bilang barusan?" Tanya Tenma
"Tikus kampung" ucap Touta kembali yang menyeringai
"Aku tidak peduli kau bangsawan dari mana serta apa jabatanmu aku tidak peduli sama sekali termasuk kedudukan ayah ibumu aku sama sekali nggak pedulian tuh. Lalu ancamanmu mengatakan membunuh Reya-chan? Kurasa kau sudah melakukannya karena kau dengan sikap arogan merasa mampu melawan dan membunuh Neuroi itu. Dan apa hasil kudapat? Huuuuuuuuu. Cemen sekali. Melawan yang itu sudah biasa bagi kami bahkan yang tipe membelah diri kayak plankton sudah biasa bagiku. Sementara kau yang berpangkat sersan. buahahahahaha... Malah nggak mampu melawannya. Apakah itu jabatan militer yang kau bangga-banggakan? sedangkan kau berhadapan dengan Kapten dan Letnan yang berada di atasmu?" tanya Touta yang membuat Tenma terdiam dengan kekesalannya. Mau bagaimana lagi ini salahnya juga karena dia tidak berani melindungi Reya juga dia mengejek orang yang kedudukannya diatas dirinya
"Hadeeeh... entah kenapa aku ingin tertawa mendengarnya. sersanku yang berumur lebih muda dariku tidak takut sama sekali tuh apalagi berpangkat sama denganmu"
"Hei apa kau tidak diajari sopan santun oleh orang tuamu yang bego itu?" Tanya sosok yang mengadu domba Miyafuji itu yang marah jika anaknya diejek yang bernama Jendral Maloney
"Oiiii... Pak Fosil. Apakah setiap hari ente nanya hal tidak berguna itu? jika kau nanya apakah aku sama 2 orang teman anehku diajari sopan santun oleh orang tuaku? Maka singkat jawabanku. Sama sekali tidak karena orang tua kami pada mati" ucap Touta santai sehingga semua siswa Akademi Kuoh kaget kecuali OSIS jika Touta dan 2 temannya sudah sebatang kara
"Jadi wajarlah aku berperilaku kurang ajar terhadap tikus penakut ini" ucap Touta yang nampak sinis kepada Tenma yang nampak menyindir Tenma
"Hoii... Dengerin ini ya tikus penakut. Kau jangan pernah mendatangi Reya-chan juga istriku itu. Jika kau sempat menodai mereka tak peduli kau ada dimana aku akan membunuhmu langsung ditempat"
"Heh merasa mampu saja kau" ucap Tenma sinis
"Hooooo... Mau mencobanya?" Tanya Touta yang menjambak Rambut Tenma dengan kuat dan mengangkatnya sehingga tubuh Tenma terangkat dengan mudah oleh Touta
Wuuush Duak wuuush brak
Lalu Toutapun melempar keatas dengan kuat sehingga Tenma melayang dengan tinggi. Melihat Tenma turun dengan cepat akibat gravitasi bumi Touta langsung menendang wajah Tenma sehingga Tenma melayang kekiri dan terseret beberapa meter akibat tendangan beruntun Touta
drap drap drap
Setelah itu, Touta berlari dan menghimpit badan Tenma dan mulai memukul wajah Tenma tanpa ampun sehingga terlihat wajah bonyok dari Tenma akibat hinaannya
"a-ampuni a-akhu" ucap tenma yang nampak terbata-bata
"Mengampunimu? Rasanya tidak bagiku" ucap Touta yang mulai memegang kedua kaki Tenma dan memutar dengan kuat
wuush brak
Setelah itu Touta melemparnya kearah bangunan sehingga nampak kepala Tenma yang dilumuri darah karena darah mengucur dikepalanya
Semua yang menyaksikan nampak meneguk ludah karena belum pernah melihat Touta sebrutal itu
'Catatan. Jangan pernah mengusik serta berbuat tidak senonoh kepada anggota OSIS lainnya jika nyawamu ingin selamat' pikir mereka semua karena apa yang dilakukan Touta sangatlah brutal dan tidak patut ditonton
"Oh ya. Sebaiknya kau terima ini akibat menghina atasanku dan timku" ucap Touta yang mulai menggembungkan pipi kanannya
Cuh
Lalu Toutapun meludah diwajah Tenma yang melambangkan penghinaan.
Semua yang melihat nampak kaget kecuali Arif dan Naruto yang paham alasan Touta berbuat demikian
"Oii. Kalian berdua juga. Dia telah menghina atasan kita juga tim kita" Ucap Touta yang melempar Tenma kearh Arif dan Naruto
Dan terlihat jika Tenma berbaring tidak berdaya dihadapan Arif dan Naruto akibat tenaganya terkuras akibat dia habis dihajar babak belur oleh Touta
"Heee... Ternyata ini orang yang baru-baru ini mengatakan dirinya kuat?" Tanya Arif dengan sinis
"Heee... apa kau bilang Arif-kun, dia kuat? tapi kok bonyok banget ya?" Tanya Naruto bertubi-tubi
"Mana aku tahu kawan. dia kan sama sekali tidak tahu malu" ucap Arif yang kini mulai menggembungkan pipinya yang diikuti Naruto
Cuh cuh
Hal serupa diterima Tenma, dirinya dihina kembali oleh orang culun yang tidak tahunya adalah berpangkat diatasnya. Arif dan Naruto tertawa melihat kejadian ini dimana mereka habis meludahi wajah Tenma
Sementara Reya nampak shock apalagi dirinya belum pernah melihat Touta sekeji itu kepada umat manusia yang lain terutama mantan tunangannya
grep
Lalu tangan Touta dipegang oleh Reya dan Tomoe sehingga Touta meliriknya yang melihat wajah Reya berisi cemas dan khawatir
"Kenapa kamu seperti ini Touta-kun?" Tanya Reya
"Maaf saja Reya-chan, aku sama 2 temanku tidak akan sudi menerima jika timku serta atasanku dihina apalagi bersikap arogan didepanmu. Itu sikap pantangan bagi kami apalagi kaum Pria" ucap Touta yang masih menahan kekesalannya
"Wuuuu... cemen.. penakut" ucap Arif yang kini menendang wajah Tenma yang nampak bonyok ketika dibulli oleh Naruto dan Arif
"Iya nih penakut mana bisa dia mau melindungi istrinya nanti jika penakut seperti ini. Uuuuuuuu" Tambah Naruto yang setuju bahkan dia ikut membulli Tenma dengan menginjak harga diri Tenma
"Oh ya aku lupa sesuatu" ucap Arif yang kini berada dihadapan orang yang mengadu domba Miyafuji
"Ada apa kau datang menemuiku?" Tanya letnan itu
"Sebaiknya kau pergi bersama anakmu dan ayah mantan tunangannya sebelum aku akan membullimu seperti anakmu itu, PAHAM?!" Teriak Arif diakhir yang menyebabkan terdiam
"Heh kenapa diam? JAWAB BRENGSEK" Teriak Arif
"kau pergi atau aku sebarin keburukanmu disini, mau?" Tanya Arif yang mengancam sehingga letnan itu mau nggak mau harus pergi dari sana bersama ayah Reya dan juga anaknya yang yang berlumuran air ludah yang melambangkan penghinaan bagi pihak militer
"Maaf ya Reya-chan. Aku membuat kamu harus melihat ini. sejujurnya aku tidak mau kamu direndahkan apalagi dipandang sebagai hawa nafsu oleh Tenma sendiri. Juga aku sangat marah karena dia menggunakan kamu sebagai tameng karena dia tidak berani menghadapi Neuroi itu. Itu bukanlah gaya kami. Karena gaya kami adalah bertarung sampai musuh mati tanpa membutuhkan tameng. Dan kau tahu siapa tameng yang aku maksud?" Jelas dan Tanya Touta dan dibalas gelengan dari Reya
"Temanku dan kekasihku. Aku tidak mau menjadikan mereka sebagai tameng untuk membuat aku bisa melarikan diri" ucap Touta sehingga Reya memeluk Touta kembali karena kekasihnya sangat perhatian kepadanya
"Hiks...hiks... maafkan aku..hiks...hiks...Touta-kun" ucap Reya yang nampak mengeluarkan air mata terharunya
"Aku sudah memaafkanmu dari awal kok, Reya-chan" ucap Touta
Lalu Touta melirik dimana Tomoe ingin dipeluk juga yang terlihat dimana ada wajah murungnya
"Apa kamu mau ingin dipeluk juga, Tomoe-chan?" Tanya Touta yang membuat wajah Tomoe mulai memerah kembali karena ucapan kasih sayang Touta tergambar disana
"Kesinilah, aku yakin kamu membutuhkan pelukan dari orang yang kamu sayang" ucap Touta yang menjulurkan tangannya sehingga Tomoe berlari dan memeluk Touta termasuk Reya yang mulai memeluk Touta kembali
Toutapun mulai memeluk Reya dan Tomoe dengan kasih sayang tak terkira sehingga terlihat wajah Reya dan Tomoe nampak damai dipelukan orang yang dikasihi mereka
Arif dan Naruto nampak menyeringai melihatnya dimana Touta pandai menaklukan hati 2 orang gadis yang dia cintai
"Kalau mau bermesraan sih boleh-boleh saja. Tapi ingat situasi dong" Goda Naruto yang membuat Touta dan 2 gadis pujaan hatinya melepaskan dari acara pelukan yang membuat wajah mereka bertiga memerah
"Ahaha.. Sudah memikirkan mau punya anak berapa? Nanti akan aku tanya lho sama ibu angkatmu nanti. Apalagi jika dia senang malah minta cucu entah berapa orang" ucap Arif yang senang menggoda Touta
"U-urusai wa ne" ucap Touta yang merona malu akibat ledekan Arif
Sementara seluruh siswa-siswi Akademi Kuoh kaget karena mereka tidak tahu jika Touta dan 2 teman yang dianggap mereka culun sangat perhatian kepada mereka bahkan mereka tidak pernah menggunakan mereka sebagai tameng melarikan diri
Setelah itu, tim Strike Witches nampak tersenyum melihat salah satu anggotanya sangat perhatian kepada kedua kekasihnya
"Baiklah semuanya dengarkan" ucap Minna selaku Komandan yang membuat semua tim Strike Witches meliriknya
"Hari ini karena pergerakan Neuroi sudah mulai terlihat kini kita semua akan kembali membentuk tim kita dimana. Aku, Minna Dietlinde Wilcke selaku Komandan. Kemudian dibawah saya adalah
Mayor Sakamoto Mio
Kapten Gertrud Barkhorn
Kapten Charlotte E Yeager
Kapten Muda Arif Rahman
Letnan Satu Erica Hartmann
Letnan Satu Sanya Litvyak
Letnan Satu Perrine Closterman
Letnan Satu Eila Illmatar Juutilainen
Letnan Satu Naruto Uzumaki
Letnan Satu Konoe Touta
Letnan Muda Francesca Lucchini
Sersan Kepala Lynnette Bishop
Sersan Miyafuji Yoshika
Disini, hari ini, Kita membentuk kembali 501st Joint Fighter Wing alias Strike Witches !" Sambung Minna sehingga semua pada senang jika tim legendaris ini mulai dibentuk kembali
"YOUKAI'' teriak mereka serempak jika mereka bisa ketemu kembali
Setelah pembentukan tim legendaris terlihat Touta mulai merebahkan dirinya di tanah karena lelah melawan Neuroi termasuk menghajar hawa nafsu itu yang sangat arogan
"Haaaah~ Tsukareta" ucap Touta yang kini nampak mau tidur di pasir
Bruk
Tak lama dia merasa ada sesuatu yang kenyal menghimpit kepalanya bagian belakang. Rupanya pelakunya adalah Reya yang nampak duduk bersimpuh sehingga pahanya dijadikan bantal oleh Touta
"ehehe... aku tidak tahu kamu selelah ini lho" ucap Reya sehingga Touta bernafas lelah
"Mau gimana lagi. Melawan 2 juta Neuroi barusan ditambah melawan kolosal belum lagi melawan mantan tunanganmu yang menatapmu layaknya hawa nafsu. Mana mau aku apalagi itu terjadi pada Tomoe-chan. Ingin aku remas-remas orangnya saat ini juga jika dia berani melamar Tomoe-chan" Gerutu Touta yang kesal
"Ufufu... Kalau gitu tidur aja di bantal kesukaanmu" ucap Reya yang dibalas anggukan Touta
"Menurutku mau pahamu atau paha Tomoe-chan sama-sama enak jika aku tidur diatasnya " ucap Touta
"Hoaaamm... Bahkan aku terus kelelahan mengenai hal ini. Menahan 2 juta Neuroi agar tim kita pada datang kesini ditambah bertempur untuk menghabisi 2 juta Neuroi. Ini gila sangat men" Ucap Arif
"Kau ini serasa baru habis kerja konstruksi deh" Ucap Naruto yang nampak meledek Arif
"Apa maksudmu kuning kampretos?" Tanya Arif yang nampak kesal
"Apa kau ingin dihajar sekali lagi saat ini juga?" Tanya Arif kembali
"Kalau iya . Mau apa kau?" tanya Naruto kembali
Twitch Drerereret
Muncullah perempatan dikepala Touta akibat keributan dari Arif dan Naruto sehingga Touta menembak Arif dan Naruto dengan senapan serbu dan untung meleset sehingga Arif dan Naruto nampak ketakutan melihatnya barusan dan hampir mengenai kepala mereka, dan membuat mereka takut adalah 3 helai rambut turun jatuh seketika dari kepala mereka
"Berisik sekali lagi maka jangan salahkan aku jika kepala kalian berdua botak" ucap Touta yang kesal. Seenak udelnya mereka berdua beribut untuk ketenangan akibat penyerangan barusan pikir Touta
'anjrit nih bocah hitam Madara. Dia menakutkan jika ribut' Batin Naruto yang melihat amarah Touta hampir sama dengan musuhnya di Elemental Nation. Bagi Naruto dia akan menjadi berani jika Madara datang dengan kemarahan namun tidak untuk kedua teman anehnya ini
"Oh ya Minna. Apa kamu ada kabar baru?" Tanya Arif kepada Komandannya
"Ada. Dan ini akan membuat kalian pada kaget" ucap Minna sehingga membuat semua pada heran
"Nanti tim 502nd Joint Fighter Wing alias Brave Witches akan beraliansi bersama kita mengingat jumlah Neuroi yang meningkat" Ucap Minna
"Ohh... Dimana Krupinski datang ketempatku dan bertanya mengenai musuh" ucap Erica sehingga Miyafuji bertanya
"Kau kenal dengan dia?" tanya Miyafuji dan dibalas anggukan Erica
"Ya.. itu terjadi pada saat misi penghabisan Warlock dan Akagi sebelum misi penghabisan Neuroi tipe jet di Kyoto" ucap Erica
"Kurasa kita akan bertemu lagi dengan Nipa" ucap Sanya
"Siapa itu Nipa?" Tanya Touta
" Dia teman kami berdua saat sebelum dia masuk ketim 502nd Joint Fighter Wing dan kami masih di negara Suomus pada saat itu" ucap Sanya
"Dan lagi mereka ingin bertemu sama kalian bertiga pada saat perjanjian aliansi dengan kita dan itu terjadi 3 hari lagi" ucap Minna yang melirik Arif, Touta dan Naruto
"Haaaah?! Lama amat. Dan lagi kenapa mereka semua ingin bertemu sama kami bertiga?" ucap Arif kaget tidak percaya
"Ya mau gimana lagi perjalanan menggunakan Striker Unit sangatlah lama. Dan lagi mereka ingin mempelajari cara terbang cepat kalian itu. Dan pengumuman kedua" ucap Minna
"Markas kita akan ada disini di Kota Kuoh" ucap Minna yang membuat Arif kaget lagi
"Oh hey sejak kapan ada pemindahan markas ke Kota Kuoh?" tanya Arif
"Sudah sejak pembubaran tim yang dilakukan mantan Jendral Maloney. Atasan kita meminta pihak pemerintah sini untuk membentuk markas baru disini dan itu disetujui 1 hari sesudahnya" jelas Minna
"Tapi dimana tempat pas markas baru kita nantinya?" Tanya Arif mengingat Jepang sudah memiliki tanah yang sempit karena banyaknya industri dan kota-kota
"Dibawah tanah" Ucap singkat Minna
"Itu gila banget. Gimana cara memasukkan truk bermuatan ke bawah tanah apalagi misi ini sangat berbahaya dan tidak boleh melibatkan teman-teman kita" ucap Touta
"Ada cara khusus markas baru kita memasukkan truk bermuatan bersama tim lain karena ini menyangkut manusia" ucap Minna
"Apa ada yang keberatan dengan putusan atasan ini?" Tanya Minna
"Tidak sama sekali" ucap Arif
"Aku juga" ucap Naruto
"Aku juga" ucap Touta
"Aku setuju banget"
"Baiklah hari ini markas kita ada disini dan berada di bawah tanah Kota Kuoh" Ucap Minna
"Aku tidak tahu seperti apa markas baru kita jika Neuroi hadir disini" Ucap Arif entah kepada siapa
"Mungkin akan sangat greget dan lebih gila markas baru kita. Aku nggak sabar menunggunya" Ucap Touta yang membayangkan markas barunya dengan ngiler deraas
"Oii... Lu lagi mikirin markas baru yang greget itu atau apa? Wajahmu ngeces berat tuh" celetuk Naruto sehingga Touta terlepas dari imajinasinya
"Iyaaa.. Akhu membayangkan ada markas bawah tanah seperti di film sains fiksi dimana muncul pesawat jet darisana bersama tank dan truk termasuk kapal laut. uehehehehehehe" ucap Touta yang nampak ketawa mesum
"Aku membaca pikiranmu hanya hal mesum deh" tambah Arif
"Itu hanya pada Reya-chan dan Tomoe-chan. Konoyarou" ucap Touta
"Mattaku kenapa aku selalu dikelilingi dua orang bego ya? apalagi dia berambut kuning kayak durian dan berkumis kucing serta lelaki setengah botak yang suka cari rusuh" ucap Touta frontal
Twich
dan tanpa sadar Arif nampak kesal yang diikuti sama Naruto yang juga kesal dikatai oleh Touta
Buak Pletak
Lalu Arif dan Naruto memukul wajah dan kepala Touta akibat kebodohannya sehingga member Strike Witches dan kekasih mereka nampak senang melihat keceriaannya
Sementara Momo dan Ruruko mereka kini mau ke lapangan dan terlihat ada wajah ceria mereka saat melihat hal itu
Lalu pada saat mereka tiba di hadapan kekasih mereka berdua, mereka langsung memeluk Arif karena saking bahagianya
Arif yang kaget karena merasakan sesuatu yang kenyal dan menempel dikepalanya tahu jika ini ulah Momo dan Ruruko sehingga dia mengelus kepala Momo dan Ruruko yang merasa keenakan diperlakukan seperti itu
"Itu sakit njir?!" Teriak Touta yang mendeathglare Arif dan Naruto
"Karena kau pantas mendapatkannya wahai sobatku" ucap Arif santai
Akibat ucapan yang sangat lucu dan lawak, nampak member Strike Witches dan OSIS tertawa melihatnya bahkan ada acara pesta pembentukan tim yang baru resmi dibentuk setelah pembubaran tim 3 bulan lalu
Dan disana nampak jika Arif dan Touta mulai memasak hanya untuk pembentukan tim lama mereka yang sempat dibubarkan 3 bulan lalu
Skiptime
Malamnya kini mereka melakukan pemberesan kertas-kertas OSIS apalagi karena saat ini hampir mau mendekati festival
"Kaichou ini ada mengenai olahraga lari antar kelas" ucap Naruto yang nampak memberikan 12 lembar kertas proposal kepada Sona dan dibalas senyuman SOna
"Arigatou Naruto-kun" ucap Sona yang kini mengambil proposal itu dari Naruto dan kini nampak Naruto kembali urus proposal miliknya
Begitu juga dengan Touta yang mengurus kebendaharaan dia nampak menghitung jumlah uang yang bakal dipakai untuk festival olahraga itu apalagi dilakukan 11 hari lagi
Sedangkan Arif? jangan tanya dia lagi membuat makanan dirumahnya dan minuman
TBC
Baiklah gan mungkin segini saja untuk chpater 11. Dan mengenai nama Tenma itu nama OC bukan yang berasal dari anime manapun sehingga ada perbedaan yang jauh dari cerita New Power in New World by Azainagamasa53 yang kini namanya Kamen Rider Fifteen
Lalu mengenai tim 502nd Joint Fighter Wing akan datang di chapter selanjutnya entah chapter berapa karena ane sama sekali tidak tahu kemunculannya yang bagus kapan. Jadi masih dalam tahap pemikiran
Sekian terimakasih
Arifrahman 223 Logout-=========
