yo agan semua balik lagi dengan saya Arifrahman223. Nah kali ini kita masuk di Chapter 12 dari the Power of Three Rider dimana disini akan ada pertempuran tergila dalam sejarah dimana kedatangan Neuroi disana. Yuk kita lihat seperti apa ceritanya

Author Note : di chapter ini sampai Arc Kyoto akan ada persamaan alur dari author Azainagamasa53 yang kini menjadi nama Kamen Rider Fifteen yang nama FFN itu adalah kekuatan baru didunia baru dan nanti akan ada perbedaan yang cukup berbeda di Arc Kokabiel sampai Arc Kyoto yang mana jika di Arc perjanjian aliansi datangnya Loki dan fenrir versi Azainagamasa53 maka kalau di versiku akan ada datangnya Neuroi setelah mengalahkan Loki dan Fenrir begitu juga di Arc Kyoto. Juga Neuroi akan terus berdatangan kesana mengingat perkembangan alur cerita ini

Memo : Nggak suka jangan baca

Synopsis: menceritakan seorang author yang memiliki kehidupan serba biasa. Namun, bagaimana jika dirinya berada didunia dxd bersama 2 orang yang berasal dari dimensi yang berbeda dan dipilih oleh kami-sama sebagai kamen rider selanjutnya

Pair: Arif Rahman X Nimura Ruruko X Momo Hanakai
Konoe Touta X Reya Kusaka X Tomoe Meguri
Naruto Uzumaki X Sona Sitri
Saji Genshirou X Tsubaki Shinra X Tsubasa Yura

RATE : M

Disclaimer: naruto, highschool dxd, kamen rider dan uq holder mahou sensei negima bukan milik saya karena saya hanya meminjam karakternya

WARN: ooc, abal-abal, eyd amburadul, dll

Chapter 12 : Kedatangan seseorang dari Afrika

Keesokan harinya Arif, Touta, dan Naruto berangkat ke sekolah karena mengawali hari baru setelah kejadian kemarin dimana mereka berhasil menjadi bagian tim legendaris yang sempat dibubarkan disana

Setelah melakukan Rutinitas pagi, kini mereka sarapan bersama keluarga besar Negi juga gurunya yang sering dipanggil Negi adalah Master

"Ohayou Touta-kun" sapa Negi

"Ohayou jii-chan" sapa Touta balik

"Oh ya, apa kemarin lancar saja bahkan sampai menjadi bagian dari tim 501st Joint Fighter Wing?" Tanya Negi

"Ya begitulah jii-chan. berjalan lancar sekali walau aku sama yang lain bertempur pada saat pembentukan tim itu" Ucap Touta yang nampak tersenyum kecut. Pembentukan timnya itu terjadi pada saat selesai pertempuran kemarin

"Oh ya onii-chan. Apa aku, sama Cut-chan dan Setsuna-chan boleh ikut ke tempat markas onii-chan nanti?" Tanya Konoka yang nampak antusias

"Tentu saja boleh. Tapi onii-chan butuh persetujuan dari Komandan dulu biar kalian bisa datang kapan kalian mau"

"Iyeyy..." Dan terlihat wajah mereka bertiga tengah bahagia mendengar ucapan Touta barusan

"Oh ya boya. Bagaimana dengan sihirmu itu?" Tanya Evangeline yang mencemaskan Touta kembali ke wujud manusianya dimana seperti anak berumur 7 tahunan tapi aslinya berumur 7 abad

"Sihirku masih baik-baik saja termasuk insting yang masih ada didimensi kita itu. Jadi kurasa tidak apa-apa" Ucap Touta

"Tapi kau harus hati-hati karena kemampuan sihirmu yang berasal dari dunia kita bisa saja akan menghilang dengan berjalannya waktu. Terlebih mendapatkannya kau tahukan seperti apa?" Ucap dan tanya Evangeline sehingga Touta mengangguk

"Tapi bukannya Touta-kun sudah mengatakan kalau sihirnya tidak akan hilang?" Tanyaa Arif heran

"Memang tidak akan hilang. Akan tetapi, jika dia berada didunia lain, maka secara otomatis kekuatannya akan menghilang secara perlahan-lahan termasuk kemampuan lamanya yang bernama Magia Erebea. Kekuatan itu harus didapat kembali jika dia menghisap kembali darahku, atau dia harus mempelajari langkah kilatnya kembali" Jelas Evangeline

"Tapi kurasa ada baiknya jika Touta-kun harus berlatih lagi" ucap perempuan berambut twintail dengan mata biru apalagi itu adalah teman masa kecil Negi sendiri. Ya siapa lagi kalau bukan Anya orang yang selalu disamping Negi jika dibutuhkan

"Kamu benar juga Anya-baachan" balas Touta yang kini nampak setuju dengan pendapatnya teman masa kecil kakeknya

"Arif-kun. Bagaimana situasi di markas serta keadaan didunia lain yang diserang Neuroi?" tanya Naruto

"Masih misterius, kebanyakan Neuroi bergerak tidak sesuai jadwal bahkan tim kita agak kewalahan dengan jumlah Neuroi yang terus meningkat" Ucap Arif yang mengingat statistik dari jumlah Neuroi yang terus meningkat ketika dia sedang membaca hasil dari kertas selebaran pemberian Minna pada saat penyelesaian Neuroi di Kuoh kemarin

"Lalu gimana dengan jalur supplainya?" Tanya Touta

"Untuk sementara waktu jalur supplai masih dalam keadaan aman sampai kesini. Jadi kita tidak boleh terlalu khawatir karena tipe darat dari Strike Witches akan datang" Jelas Arif

Dan tak lama akhirnya datanglah suara yang familiar sekali bahkan nampak sosok itu membawakan makanan untuk Touta. Siapalagi kalau bukan Meteora ibu Touta yang sangat cantik jelita dan manis tiada tara

"Touta-kun ini sarapan kamu biar kamu makin kuat" ucap Meteora dan dibalas anggukan dari Touta

"Arigatou kaa-chan" ucap Touta yang kini mulai makan masakan Meteora dengan lahap

"Waaaah... sampai-sampai cucuku makan dengan lahap. Hmm sepertinya aku harus mencari suami yang pas untuk Meteora-chan agar dirinya tidak-" Ucapan Negi langsung terpotong ketika merasakan hawa membunuh yang berasal dari Asuna yang bernama lengkap Kagurazaka Asuna

Jleb

Akhirnya Asuna langsung menancapkan kedua jari tangannya ke mata Negi sehingga Negi berteriak kesakitan

"Wuaaaaaa.. Mataku. Matakuu" Ucap Negi yang menutup matanya yang kesakitan akibat tusukan Asuna bahkan dia nampak berguling-guling ditanah akibat penusukan kejam itu

"Jangan berpikiran mesum, kono Negi-bozu" Ucap Asuna yang merupakan pelaku penusukan tersebut

"Maaf ya Meteora-chan. Dia memang seperti itu" ucap Asuna yang nampak tersenyum kecut kearah Meteora yang nampak terlihat jika Meteora tersenyum melihatnya

"Negi-sensei" yap ini adalah suara fansgirl Negi disaat Negi mengajar pada umur 10 tahun (Muda sangat cug) dan sudah memiliki Sertifikat untuk mengajar. Dan orang yang merupakan Fansgirl Negi bernama Yukihiro Ayaka. Salah satu ketua kelas dari sekolah Mahora Gakuen dan satu-satunya perempuan yang sangat fanatik dengan Negi bahkan dia memiliki baju, gelas, pemanggang roti yang bergambar wajah Negi (Ane sendiri heran dengan cewek ini yang suka sama Negi saat masih bocah)

"Apa keluarga besarmu selalu seperti ini, Touta-kun?" Tanya Naruto yang nampak sweetdrop melihat pertengkaran kecil-kecilan

"Maa na. Tapi kalau mereka dalam keadaan bertarung mereka malah semakin kompak bahkan pertahanan tidak bisa ditembus sekalipun" ucap Touta

"Sebaiknya kalian cepat berangkat karena kalian hampir telat lho" Ucap Stella yang memakai baju kaus warna merah dengan garis putih dan rok sampai lutut yang berwarna hijau

Arif, Touta, dan Naruto yang melirik kearah jam dinding nampak kaget karena waktu tinggal 30 menit lagi sehingga mereka bergegas makan dan berlari langsung ke sekolah Akademi Kuoh

"Kami pergi dulu, Kaa-chan" ucap Naruto

"Hati-hati dijalan" ucap Moka yang duduk dan menyeruput tehnya kembali dan tersenyum melihat kedamaian ini

'Bagaimana rasanya Ura? Tinggal bersama sosok seperti Naruto?' Batin Moka yang menanyakan kepada pribadinya yang lain dimana pribadinya yang lain itu sangat sadis dalam menghadapi musuhnya dan membunuh musuh itu tanpa ampun serta memiliki tubuh yang proporsional serta berambut silver dan memiliki mata merah darah karena dia adalah ras Vampir

'Rasanya senang sekali, omote. Walau ini kali pertamanya aku menjadi seorang ibu untuk mengasuh Naruto-kun. Dan lagi aku sempat ingin menangis mendengar kisah Naruto-kun yang sangat kesepian itu. Tidak ada yang mau mengasuhnya selain kakeknya didimensi yang lain serta selalu berjuang dan menjaga janji itu dengan sekuat tenaga dan tidak pernah menyerah' Balas dan jelas Moka satunya lagi (T/L Note : Dicerita manga asli Rosario Vampire hanya Moka saja yang berambut pink dan mata emerald saja yang menghilang dari dunia Youkai akademy karena melawan makhluk super besar yang ukuran gaban yang menyebabkan dia mengorbankan nyawa hanya demi Aono Tsukune yang merupakan kekasihnya. Makanya ane masukkan diri Moka yang lain atas keinginan ane sendiri)

'Kau benar Ura' balas Moka

kembali ke Touta DKK

Dan bisa dilihat Touta dan 2 temannya tengah berlari menuju Akademi Kuoh yang jaraknya sedikit jauh dari rumah reot mereka

Sesampainya disana, nampak jika mereka mulai mengatur nafas mereka. Dan ketika mau mengambil nafas terlihat ada botol air mineral yang disodorkan kepada mereka sehingga mereka bertiga meliriknya.

Sementara siswa dan siswi yang melihat mereka masih nampak bermuram durja karena tidak bisa mendapatkan perhatian mereka bertiga. Ya salah sendiri yang sukanya cari masalah dan keributan karena penampilan. Dan itulah akibatnya jika menyukai hal yang bersifat materialistis

Dan disana terdapat jika pacar merekalah yang memberikan minuman itu karena mereka sayang kepada Arif, Touta, dan Naruto

"Ohayou Touta-kun, Arif-kun, Naruto-kun" Sapa Momo yang dibelakangnya diikuti oleh Tomoe dan Sona

"Ohayou juga" sapa mereka balik

"Ini minum saja karena kalian terlalu capek" ucap Momo dan dibalas anggukan Arif yang mengambil botol air mineral dari tangan Momo

Setelah minum, kini mereka nampak mulai senyum kembali jika diterima baik oleh anggota OSIS

"Oh ya Ruko-chan mana? Nggak biasanya dia datang terlambat" ucap Arif yang nggak memerhatikan jika Ruruko nggak ada disana

"Mungkin dia agak telat masuk ke lokal mengingat jarak rumah dan akademi kuoh sangat jauh" ucap Momo sehingga arif hanya ber 'oh' ria saja

"Sumimasen. Apa aku terlambat?" Tanya sosok yang baru dibicarakan itu yang nammpak kelelahan

"Kenapa kamu telat Ruko-chan?" Tanya Arif yang menyeka keringat Ruruko

"Karena aku baru saja memasuki bus yang baru saja berada di Halte" ucap Ruruko

"ohh... Kalau itu kenapa kalian berdua nggak tinggal saja bersamaku? mengingat rumahku habis direnovasi oleh Sona-kaichou" Tanya Arif sehingga Momo, Sona dan tim OSIS memikirkan ini. Nggak ada salahnya jika mereka tinggal disana mengingat jika Sona sendirilah yang meminta kakaknya untuk merenovasi rumah mereka yang reot

Awalnya Sona meminta kakaknya untuk merenovasi tempat tinggal kekasihnya sehingga kakaknya Sona membutuhkan sebuah foto seperti apa rumah kekasihnya tinggal. Dan alangkah terpiuhnya kakaknya Sona yang melihat jika rumah yang ditempati kekasihnya Sona sudah sangat reot dan dirinya baru tahu jika kekasihnya Sona tinggal bersama 2 teman anehnya yang merupakan anggota Strike Witches itu

"Tapi kami harus minta persetujuan dari ayah ibu dulu. Karena kedua orang tuaku juga yang lain tidak mau aku kenapa-napa mengingat jika aku tinggal bersama kalian" ucap Momo dan diangguk setuju oleh Arif karena dia nggak bisa maksa kedua orang tua kekasihnya untuk merestuinya apalagi dia masih menyembunyikan status mereka sebenarnya

"Kalau kamu bagaimana Kaichou?" Tanya Tsubaki dan dibalas senyum Sona

"Tentu saja aku tinggal sama Naruto-kun karena aku sudah duluan minta restu sama kedua orang tuaku bahkan onee-samaku menyetujuinya" ucap Sona. Ya dia minta restu agar dirinya bisa bersama Naruto dan disetujui oleh kedua orang tua Sona ttermasuk kakaknya Sona yang bernama Serafall karena mereka sudah sangat kuat sekali

"Ehh?!" Ucap anggota OSIS yang kaget kecuali Arif, Naruto dan Touta yang tahu jika Sona sudah minta restu dari kedua orang tuanya dan kakaknya

"Baguslah kalau gitu. Nanti Naruto-kun bisa meluk Sona-kaichou selama dia mau. Bahkan aku saja sedikit sulit tidur akibat igauan dia yang sering nyebut namamu" ucap Arif ya dia sempat ingin memukul kepala Naruto, tapi nggak jadi dia lakukan karena dia paham ini bukan waktunya berkelahi apalagi sudah tengah malam

Sedangkan Sona malah memerah ketika dia disebut terus oleh N aruto didalam mimpinya. Kalau Naruto jangan ditanya dia memerah seperti tomat akibat ucapan jahil dari Arif

"Dari mana kau tahu aku mengigau?" Tanya Naruto menahan malu

"Dari ini" ucap Arif yang mengeluarkan hp smartphone miliknya dan memutar rekaman suara yang berisi suara Naruto

"Hoaam.. Sona-chan..nyem..nyem... Mari kita makan bareng, hoaaam... dan tidur bareng" Naruto mulai memerah menahan malu akibat kejahilan dari Arif yang menurutnya cukup iseng. Sementara Sona yang mendengarnya malah memerah malu mendengarnya

"Selamat ya Kaichou" Goda Momo dan dibalas deathglare dari Sona tapi nggak terpengaruh dengan Momo

"Waduh, Sona-kaichou mulai marah nih.. Kabur ahh" ucap Momo yang bersembunyi di balik baju Arif yang membuat Arif agak cekikikan melihat wajah baru Sona

Dan tak lama datanglah 2 sosok dibelakang Sona yang Arif ketahui, sehingga dia berhenti tertawa

"Sepertinya kalian menikmati masa muda kalian ya?" interupsi sosok itu yang bernama Mio

"Mayor Mio?!" Ucap Touta kaget yang melihat kedatangan Mio

"Kenapa kalian ada disini?" Tanya Touta kembali

"Kita sudah sepakat mengenai markas baru kita. dan itu tepatnya disini Akademi Kuoh. Dan hari ini kita kedatangan tim pembasmi Neuroi dari Afrika" Ucap Mio

"Sakamoto-san" lalu terdengarlah suara Miyafuji yang berpangkat sersan dan kelihatan seperti anak SMP kelas 1 dan dia bersama seluruh tim Strike Witches disana

"Kenapa kalian keluar dari markas sih?" Tanya Minna yang melihat semua tim Strike Witches berkumpul di lapangan

"Kami penasaran siapa orang dari Afrika yang datang kesini makanya kami sepakat untuk melihatnya" ucap Barkhorn

"Iyap itu benar sekali. Apalagi laporan dari Minna bilang bahwa orang Afrika itu akan tiba sebentar lagi" ucap Charlotte

"Kalian ini ya. seenaknya menjadikan sekolah sebagai markas militer. Padahal aku ingin menikmati masa mudaku sama kedua pacarku" Ucap Arif yang nampak mengeluh. Dirinya nampak lesu jika sekolahnya dijadikan militer saat pembasmian Neuroi apalagi disini ada 2 pacarnya yang bersekolah

"Kalau kita menggunakan pabrik malah nggak enak apalagi yang sudah tua" ucap Charlotte. Ya kebanyakan pabrik yang ditinggalkan akan terbengkalai dan menjadi tua

"Haaah... Apa ini sudah keputusan pihak militer jepang dan pemerintah Kota Kuoh?" Tanya Naruto

"Iya... Dan kemarin aku mmenanyakan hal itu kepada atasan dan pemerintah sana dan mereka setuju jika Akademi Kuoh dijadikan markas militer bawah tanah" ucap Minna yang nggak ada rasa bersalahnya yang menjadikan sekolah Kuoh menjadi markas militer. Hei siapapun pasti nggak mau sekolahnya menjadi pusat militer untuk membasmi Neuroi

"Kalau ini sudah keputusan dari pusatnya ya kita mana bisa mengeluh" ucap Arif

Teeet teeet

dan tak lama keluarlah sosok berambut pirang ditambah ahoge yang menjulang keatas dengan mata biru dan memakai pakaian pilot. Semua siswa nampak merona menatap kedatangan sosok itu termasuk siswi Akademi Kuoh. Mereka sangat terpesona dengan kedatangan sosok pembasmi Neuroi dari Afrika

Sedangkan tim Strike Witches bersikap siaga jika kalau orang itu bertindak diluar misi

"Siapa kamu? Kulihat kamu bukan orang sini" ucap Arif santai

"Yap itu benar. Perkenalkan namaku Hanna Justina Marseille salah satu orang yang tinggal di Afrika dan melakukan pekerjaan di pemotretan Afrika dan melakukan pemotretan disini untuk departemen PR"

"dan lagi kalian boleh menyambutku juga aku tidak membutuhkan tanda tangan dari kalian" Sambung Marseille yang nampak arogan

sementara tim OSIS, ORC yang kebetulan nangkring dan seluruh siswa siswi Akademi Kuoh kaget jika orang yang didepan mereka adalah utusan dari Afrika yang datang kesini untuk melakukan pemotretan disini.

'dia nampak sombong sekali' batin Momo yang melihat kelakuan Marseille seperti Rias

"Oh ya Marseille-san. Apa kau sudah memutuskan siapa yang akan menjadi pasanganmu untuk ini?" Tanya Mio

"Pasangan untuk apa Mio?" Tanya Touta

"Pasangan untuk melakukan Operasi kapal selam yang hanya bisa dimuat oleh 2 unit saja. yang pertama kesatuan dari 31st Luftwafe yang mana didukung oleh Kapten Hanna Justina Marseille" Ucap Minna yang menjawab bukan Mio

"Apa maksudnya ini Komandan. Seharusnya yang berpartisipasi dalam operasi itu adalah aku sama Hartmann" Ucap Barkhorn yang tidak terima jika dia diganti oleh kapten yang berasal dari Afrika itu

"ini perintah dari atasan, Kapten Barkhorn. Yang berpartisipasi yang berasal dari tim ini adalah kau Kapten Barkhorn"

"Maaf, Minna. Aku sama sekali tidak menerima Barkhorn untuk menjadi partnerku karena dia tidak cukup bagus" ucap Marseille yang kini membuat Barkhorn emosi. Sekedar tahu saja Barkhorn adalah orang yang cukup tempramental jika sesuatu yang menyangkut dirinya disinggung bahkan dihina

"Apa.. bisa kau jelaskan apa maksudmu, Marseille?" Tanya Barkhorn

'Mulai lagi deh kelakuan Kapten Barkhorn' Batin Arif yang dirinya juga cukup kesal dan mulai ingin membentak mereka jika bertindak yang bukan ditempatnya

"Itu memang benarkan? Kenyataannya kau tidak cukup bagus untuk melawanku, Kapten" ucap sarkas Marseille

"Kapten" peringat Minna dimana akan terjadi perkelahian di Akademi Kuoh. Namun ucapan Minna dihiraukan dan dianggap angin lalu oleh Marseille dan berkata

"Dan yang hanya bisa melawanku dan sepadan denganku adalah" ucap Marseille yang menjeda dan melirik kearah Hartmann sehingga Hartmann nampak kaget jika dia yang dilirik

"Kemana kau melihat Marseille? Sikapmu yang sama sekali tidak menghargai atasan sama sekali tidak berubah sejak perang di Karsland" ucap Barkhorn yang kini sudah bertelinga dan berekor anjing yang siap menghempaskan Marseille dari posisinya

"Kapten Barkhorn" ucap Minna. Dia yakin akan terjadi keributan disini apalagi dia tahu aturan dan etika bahwa tidak boleh ada keributan baik itu didalam maupun diluar lingkungan militer apalagi ini didalam sekolah

"Asalkan kau tahu, pangkat kita sama" ucap Marseille yang memiliki telinga dan ekor yang mirip dengan Barkhorn

boom

Tak lama kemudian akibat mengadu kekuatan terciptalah aura biru yang berbentuk bulat sehingga memunculkan keretakan disana

"jangan bertengkar disini" ucap Eila yang berusaha memperingatkan dua orang yang sibuk berkelahi

"St-" ucapan Erica terhenti ketika melihat bahunya disentuh oleh Touta dan dibalas gelengan dari Touta karena dia menunjuk ke arah Arif yang sudah marah

Erica yang melihat arah tunjuk Touta menatap kearah Arif dan dirinya nampak gemetaran melihat hawa permusuhan yang keluar dari Arif yang nampak seperti hewan buas

"mereka ini tidak bisakah berhenti?" tanya Arif yang mengangkat kakinya dan memperlihatkan wujud Witches dimana telinga seperti serigala dan ekor seperti serigala

Wuush Booom

Ketika Arif menghentakkan kakinya ke bawah nampak gelombangnya jauh lebih kuat sehingga Barkhorn dan Marseille berhenti berkelahi dan jatuh akibat getaran seperti gempa bumi

Ketika mereka menatap ke Arif alangkah merindingnya Barkhorn melihat amarah Arif jauh lebih besar ketika dia sudah bersabar

"Bisakah kalian berhenti berkelahi didepanku ini, hah? apalagi didepan atasan kalian sendiri" Tanya Arif yang nampak datar

"JAWAB?!" Teriak Arif dan dibalas anggukan dari Barkhorn sementara Marseille nampak mendecih sehingga Arif mendengar decihan itu

"dan kau perempuan tak tahu malu. Apa alasanmu menghina komandan pasukan kami disini?" Tanya Arif dan nampak nggak digubris oleh Marseille

"Oh ada apakah gerangan hingga perempuan ini nggak mau menjawab?" tanya Arif yang mulai marah

"INIKAH KODE ETIK KALIAN YANG BERPANGKAT KAPTEN HAH?! SEHARUSNYA KALIAN BERSIKAP SOPAN APALAGI..." Jeda Arif yang mulai marah besar dan berada dihadapan Marseille

"KAU BUKAN BERADA DIWILAYAHMU JUGA JANGAN SEENAK JIDATMU MENGHINA KOMANDAN MINNA, KAPTEN MARSEILLE?!" ucap Arif. Ini kali pertama dia membentak perempuan dihadapan semua orang sehingga semua siswa siswi Akademi Kuoh merinding melihatnya

"DAN KALIAN JUGA PANUTAN MASYARAKAT SINI. APAKAH KALIAN TIDAK MELIHAT DISINI ADA ORANG YANG BERANGGAPAN LAIN KEPADA KALIAN YANG MENONTON PERKELAHIAN ANTAR SESAMA MILITER?!" Tanya Arif. Namun tak bisa dipungkiri Barkhorn mulai menunduk karena ini kali pertama dia dibentak oleh fansnya sendiri apalagi dia tahu amarah Arif belumlah seberapa. Apa yang dikatakan Arif ada benarnya, dia berkelahi di sekolah fansnya apalagi bukan ditempat militer jadi bisa saja orang beranggapan lain nantinya

"Bukan urusanmu, mulut ember" ucap Marseille arogan sehingga Arif mulai melangkah kearahnya dan menjambak rambutnya dengan keras dan penuh amarah

"Bukan urusanku, ha? bukan urusanku.. Berani sekali kau ya menghinaku apalagi ucapan pedasmu itu" ucap Arif

Plak

Dan alangkah kagetnya semua orang yang melihat dimana Arif menampar perwira yang berpangkat sama dengannya apalagi dia bergenderkan perempuan

Sementara Hartmann nampak diam membisu melihatnya berbeda dengan Naruto dan Touta yang juga merasakan amarah luar biasa dari Arif karena mereka yakin ini demi kebaikan semua orang

'Menakutkan' Batin semua orang yang menyaksikan tadi

"Kalau bukan urusanku, kenapa aku harus membereskan perkelahian bocah kalian?" Tanya Arif yang meletakkan Marseille dengan kasar bagaikan sampah masyarakat dirinya menatap Marseille dengan datar

"ayo berdiri Kapten Marseille" ucap Arif yang membantu Marseille berdiri dengan kasar dan memegang kerahnya dan menatap tajam wajah Marseille

"Akan aku katakan sekali lagi. Jika kau menghina Kaptenku dan Komandanku maka aku tidak segan-segan memberimu pelajaran tak terlupakan seperti tadi, paham?" tanya Arif datar dan dibalas anggukan dari Marseille

"Dan aku juga berpangkat kapten sepertimu juga. Ingat itu" ucap Arif yang kini melepaskan pegangan pada kerahnya dan membiarkan Marseille duduk disana

Setelah itu kini Arif melangkah meninggalkan Marseille dan Barkhorn. Lalu Arif berhenti dan berkata

"Aku tahu kalian berkelahi karena sama-sama bersaing. Tapi berhentilah bersikap bocah karena kalian ini adalah pasukan militer bukan bocah 6 tahunan" Ucap Arif yang mulai melangkah akibat berhenti barusan dan tiba didekat Minna dan membungkukkan wajahnya

"Komandan Minna. Maafkan keributan ini. Kalau bisa beri aku hukuman yang sesuai karena telah membuat keributan dan bentakan kepada mereka atau hukuman berat akan aku terima" ucap Arif sehingga Minna nggak bisa berpaling dengan keloyalan Arif kepada kesatuannya. Dirinya nampak terharu karena Arif tidak hanya menghormati kesatuannya tapi juga menghormati derajatnya sebagai komandan tim legendaris ini

Sementara yang lain nampak kaget melihat ini dimana Arif sangat loyal dengan kesatuan. Berbeda dengan Momo, Ruruko, dan Anggota OSIS lain mereka nampak terharu dan ada menangis melihat keloyalan Arif dan menghormati seseorang yang diatasnya

"Hanya satu hukumanku kepadamu, Kapten Muda Arif" ucap Minna, dia langsung menghembuskan nafasnya dan mulai berkata

"Jangan kamu lakukan ini lagi ya" ucap Minna dan dibalas anggukan Arif

"Tapi kenapa Komandan Minna? Padahal Komandan dan Mayor sudah melihat bahwa aku sudah membentak seseorang yang merupakan panutanku sendiri apalagi dihadapan umum, itu bukanlah sifatku Komandan" Ucap Arif yang merasa bersalah

"Jangan berkata seperti pesimis itu. Kamu melakukannya demi kita, tim kita, dan kesatuan kita sendiri agar tidak memiliki pandangan buruk dengan orang lain. Dan diantara sosok yang paling loyal apalagi anggota baru dikesatuan kita adalah hanya kamu dan 2 Letnan Satu kita, Kapten Arif. Juga Miyafuji-san yang merupakan ace kita" ucap Minna. Dia sangat mempercayai bahwa sosok seperti Arif jarang ditemukan dimana sangat Loyal dengan kesatuan dan timnya. Inilah kenapa Minna ingin mengangkat dia menjadi Jendral yang hebat bahkan ingin menjadikan Arif berpangkat Komandan dan dia tidak lupa dengan Miyafuji yang memiliki kemiripan sebelas duabelas dengan Arif sendiri

"Ha'i Komandan Minna" ucap Arif yang kini melangkah dan berhenti yang bersebelahan dengan Momo dan Ruruko

"Sudahlah, aibo. Kau jangan merasa bersalah seperti tadi ya? aku yakini ini demi kita semua agar militer bukanlah kesatuan yang hanya berdasarkan misi dan bayaran tapi juga misi menjaga manusia dan seluruh umatnya" ucap Touta yang menepuk pundak Arif

"Aku jadi makin nggak yakin sejak kapan Arif-kun sudah menjadi Kapten, apalagi berpangkat Kapten muda lho" Goda Naruto yang nampak tidak percaya jika Arif jadi Kapten Muda

"Sama. Aku aja juga nggak yakin"

"Mau sampai kapan kalian harus yakin jika aku berpangkat Kapten Muda?" tanya Arif

"Hmm... Mungkin 1 atau 10 abad lagi"

"Eh itu sudah mati dong?" Tanya Arif

"yap memang itulah lama yang aku tunggu agar aku mengakui kamu berpangkat Kapten Muda, Arif-kun" ucap Touta dia nampak senang menggoda dan menjahili Arif yang selalu serius

Sementara tim OSIS nampak ketawa cekikikan melihat wajah Arif yang nampak kesal akibat habis dijahili 2 teman absurdnya apalagi tim Strike Witches yang juga ketawa cekikikan melihat adu argumen tadi

"Sebenarnya kawan laki-lakiku ini apa seorang yang tidak kompeten atau si pirang berkumis kucing ini ya?" Tanya Arif

"Hooo... Mulai ngajak kelahi ehh" Tanya Touta yang kini memiting kepala Arif dengan kekesalan yang tercetak di pelipisnya

"Hohoho... Mari kita bergelud sekarang bangsat" ucap Arif kasar sehingga terjadilah perkelahian anjing kucing yang membuat tim OSIS menahan tawa bersama tim Strike Witches, bahkan Minna selaku komandan tempur sayap Strike witches nampak ketawa cekikikan mendengar pertengkaran bocah mereka

"Berisik kalian berdua" ucap Naruto marah yan juga memiting kepala kedua rekannya dengan cepat dan menekannya dengan sangat kuat

"O-oi.. Sa-sakit ini" ucap Touta

"Apamu yang sakit?" Tanya Naruto dengan datar

"Kepala kami lah duren" ucap Arif yang kini masih menahan sakit kepala yang disebabkan pemitingan Naruto

"Itu benar" Ucap Touta yang menyetujui ucapan Arif. Sementara Sona mulai melangkah dan menghentikan tindakan dari Naruto agar tidak berbuat jauh

"Sudahlah Naruto-kun, jangan memiting kepala mereka lagi ya. Dan lagi bisa-bisa kamu kena masalah jika pacar mereka hampir kamu bunuh" ucap Sona yang membuat Naruto melepaskan pemitingan itu yang membuat Arif dan Touta menahan sakitnya di kepala mereka

"Aku tidak tahu sakitnya melebihi ditusuk belati" ucap Arif yang kini memegang kepalannya yang sakit

"Apa kau mau mencobanya, Arif-kun?" Tanya Naruto dan dibalas gelengan Arif

"Tidak, terima kasih. Aku masih sayang nyawa dan memikirkan apa itu namanya bercinta dan juga oppai" ucap santai Arif yang kelewat mesum

Sementara Momo dan Ruruko nampak merona mendengar ucapan Arif barusan yang menurut mereka mesum melebihi Trio Mesum

"Sekali lagi kau dan Touta-kun ribut maka aku akan merontokkan rambut kalian dengan senapan atau melubangi kepala kalian berdua, paham?" Tanya Naruto dan dibalas anggukan cepat dari Arif dan Touta

Sebenarnya itu merupakan akal-akalan dia saja karena dia senang dengan kekocakkan temannya

- Break Scene -

Setelah acara perkelahian akibat ucapan dari Marseille yang menurut Arif kasar dan arogan juga adegan catfight yang terjadi antara Arif sama Touta, kini tim Strike Witches mendapatkan laporan akan ada pertempuran dengan Neuroi jam 10 pagi nanti dan kejadiannya berketepatan dengan hari ini

Dan terlihat Arif bertanya sama Mio yang merupakan atasannya

"Mio-san, Apa kita akan kedatangan Neuroi nanti?" Tanya Arif untuk meminta kepastian dan dibalas anggukan dari Mio

"Iya. Dan mereka akan datang pada jam 10 pagi hari ini juga. Untuk itu kita akan menempatkan Hartmann sama Marseille ke operasi ini" ucap Mio. Arif nampak kaget jika yang pergi adalah Hartmann dengan Marseille. salah satu sosok yang sangat arogan

"Tapi kenapa harus Erica-san yang pergi bukannya Barkhorn-san? Dan lagi jika menempatkan Erica-san ke misi ini, dia rentan terkena serangan musuh apalagi Marseille-san, dia adalah orang yang nampak tidak pedulian itu terbukti dari omongannya yang arogan" ucap Arif yang nampak tidak ingin memberikan misi ini ke Erica-san

"Ini sudah keputusan dari Erica-san sendiri juga Marseille-san. Menurut Erica-san daripada terjadi pertengkaran terjadi sekali lagi mending hanya dia saja yang pergi. Sementara bagi Marseille-san hanya Erica-san saja yang pantas pergi bertempur dengan dirinya" ucap Mio. Sejujurnya dirinya juga tidak ingin membiarkan Erica pergi kemedan tempur dengan orang arogan seperti Marseille. Menurut, dia Marseille sangat berpengalaman membabat habis Neuroi itu tapi akibat ke prestasiannya juga pengalamannya membuat dia lupa dengan jati dirinya sehingga nampak dia selalu sombong

"Aku benar-benar nggak sudi perempuan yang tidak tahu tata krama itu menjadi teman tempurnya Erica-san sendiri." ucap Arif yang nampak menahan marah dan teringat ucapan dari Marseille tadi dan mengepalkan tangannya kuat-kuat

Sementara dikamar UKS yang terdiri dari 2 orang, terlihat ada Erica dan Marseille sedang duduk santai untuk menghilangkan penat juga menghilangkan memar akibat tammparann Arif yang sangat kuat

"Sialan, tamparan tadi sangat menyakitkan" ucap Marseille yang memegang pipinya yang nampak memar akibat tamparan super kuat dari Arif

"Seharusnya kau jangan membuat dia marah, Hanna" ucap Erica. Dia biasa memanggil orang dari nama pertamanya seperti Gertrud Barkhorn dia panggil Trude

"Apa maksudmu Hartmann? Seharusnya dia jangan menampar seorang wanita apalagi berpangkat kapten" bantah Marseille, dirinya nampak tidak percaya jika Hartmann membela Arif yang marah kepadanya tadi

"Kau harus tahu diri Hanna. Arif itu tidak suka pertengkaran apalagi ucapan arogan tadi yang mengarah kepada teman-temannya. Dirinya nggak masalah jika hanya dia saja yang dihina tapi tidak untuk teman-temannya. Pernah itu terjadi pada saat pembasmian Warlock dan Akagi akibat mantan jendral Maloney yang mengadu domba Miyafuji-san. Dia nampak marah dan menghajar habis pada saat pembongkaran kejadian sebenarnya" Jelas Erica agar Marseille atau yang biasa dia panggil Hanna tidak berbuat macam-macam kepada Arif

Sementara Hanna nampak merenungkan dirinya akibat ucapan tadi yang nampak sombong ke Arif dirinya terdiam dengan perlakuan tadi

"Jika sudah dalam keadaan tidak terkendali, maka Arif akan membunuh siapa saja yang berani membunuh juga menghina keluarganya tanpa ampun dan dia tidak pernah memikirkan keselammatan nyawanya sendiri" Ucap Erica yang mengingat kejadian di perbatasan antara Gallia dengan Karsland

"Apa itu pernah terjadi?" Tanya Marseille dan dibalas anggukan Erica

"Itu pernah terjadi pada perbatasan antara Gallia dan Karsland. Arif mengamuk tidak terkendali dan membabat habis jumlah neuroi yang nggak masuk akal dimana kami harus melawan 10 kolosal, 45 yang sedang dan 300.000 yang kecil. Dia tidak pernah memikirkan nyawanya yang terpenting bagi dia adalah semua orang selamat dari serangan Neuroi walau itu membuat 3 orang bahkan 4 orang terluka dalam serangan Neuroi secara dadakan itu" Jelas Erica. Dirinya menatap Arif tidak percaya saat menjalankan misi itu bahkan yang membuat dia tidak percaya adalah luka yang dialami Arif jauh lebih parah ketimbang luka para penduduk saat itu

Marseille sangat kaget mendengar ucapan Erica. Pantesan jika Arif berpangkat Kapten

"Sekarang kau mengertikan kenapa Arif itu bisa marah jika orang yang nggak ada sangkut pautnya dihina?" Tanya Erica dan dibalas anggukan dari Hanna

Ke Ruangan OSIS

Setelah itu, tim OSIS pada mengerjakan tugas OSIS yakninya festival olahraga yang akan diselenggarakan 2 minggu lagi. Tentu itu termasuk pada keamanan juga

"Saji bagaimana dengan festival olahraga yang diselenggarakan 2 minggu lagi?" tanya Sona kepada Saji

"Sejauh ini masih dalam perkembangan juga termasuk latihan yang dilakukan siswa siswi akademi Kuoh" Ucap Saji

"Lalu bagaimana dengan keamanan?" tanya Sona kembali

"Kita hanya bisa berharap kepada Arif, Touta, dan Naruto yang ikut dalam kegiatan festival ini. Bahkan menurut mereka akan ada hal yang tidak terduga pada saat itu juga" Jelas Saji. Ya dia mendapatkan ucapan berisi informasi yang hanya boleh diketahui tim OSIS saja

Sona nampak mengangguk ucapan Saji barusan sehingga dia hanya bisa berharap kepada 3 pawnnya itu yang sangat kuat. Dan Sona nampak menyesal karena dia terlalu bergantung kepada kekuatan 3 pawnnya

"Saji untuk besok dan seterusnya kita akan latihan untuk menghadapi rating game nanti" ucap Sona yang membuat Saji kaget karena belum pernah ketua seperti sosok Sona menginginkan hal itu

"Tapi kenapa?" Tanya Saji. Dalam hatinya, Saji sangat senang dengan perubahan Sona karena Sona ingin maju terus

"Kau tahu, aku rasanya terlalu bergantung dengan kekuatan 3 pawn kita. Dan itu membuat kita terlalu lemah bahkan kita maksudku aku sebagai ketua merasa tidak mampu mengatur peerageku sendiri" Jelas Sona dan itu membuat Saji agak kaget mendengarnya. Apa yang dikatakan Sona ada benarnya, dirinya maupun teman OSISnya terlalu bergantung dengan kekuatan Arif, Naruto dan Touta yang besar sehingga menyebabkan peerage ketuanya menjadi lemah

"Kalau begitu tunggu apalagi Sona-kaichou, ayo kita latihan jika ada waktu" Ajak Saji dan dibalas senyum cerah Sona dan dibalas anggukan

"Ok-ok kalau begitu" Ucap Sona yang nampak senang jika pendapatnya disetujui oleh Saji

'Naruto-kun. aku tidak akan kalah denganmu lagi, tidak Rivalku' Batin Saji yang merasa sudah mendapatkan Rival yang sesuai dengannya. Dirinya merasa terpacu untuk bersaing dengan Naruto karena Naruto dan 2 temannya sudah membuktikan kerja keras mereka di Indonesia 2 minggu yang lalu

"Jangan lupa kasih tahu anggota peerageku yang lain ya, Saji" ucap Sona dan dibalas acungan jempol dari Saji

"Beres Sona-kaichou" ucap singkat Saji yang memberikan acungan jempol pertanda dia tengah bersemangat

-Break Scene-

Sementara dengan 3 laki-laki yang tengah berjalan kearah kelas nampak mereka bertanya sesuatu mengenai misi yang akan dilaksanakan nanti

"Oi... Misi operasi kapal selam gimana?" Tanya Touta kepada Arif yang menurut dia tahu bahwa Arif sangat dekat dengan Mayor Mio Sakamoto

"Akan dilaksanakan dan lagi orang yang ikut nanti adalah Marseille-san dan Erica-san" Ucap Arif yang membuat Touta dan Naruto kaget

"Haaah?!" teriak Naruto dan Touta bersamaan jika yang pergi adalah Erica dan Marseille

"Tapi kenapa? Kau tahukan jika Marseille itu sangat sombong bahkan dia menghina sosok panutanmu sendiri lho" Ucap Touta yang memberi pernyataan. Dirinya kaget jika orang yang ikut operasi ini adalah Erica dan Marseille yang mana Marseille dikenal sosok yang arogan

"Akupun tidak tahu juga bego. Tapi menurut Komandan Minna adalah Erica-san ikut misi ini karena tidak ingin ada pertengkaran lagi juga menurut Marseille-san sendiri yang pantas hanyalah Erica-san sendiri dalam menjalankan operasi ini" Jelas Arif

"Aku heran dengan Marseille-san sendiri. Sejak kapan dia bisa berpangkat Kapten dengan sikap seperti itu" Tanya Naruto heran. Masa orang arogan seperti Marseille bisa berpangkat kapten? yang benar saja pikir mereka bertiga

"Akupun juga heran. oh ya apa kalian berdua sudah mendapatkan tanda-tanda dari dark rider akan bergerak?" Tanya Arif

"Sejauh ini belum ada. dan lagi aku ada kabar buruk nantinya"

"kabar buruk apa, Naruto-kun?" tanya Touta

"Kita akan mengikuti perjalanan ke Kyoto dimana Kurama tinggal mengingat aliansi kita tapi masalahnya adalah monster power ranger akan bertarung sama kita di dalam kereta" Ucap Naruto dan untung masih jam istirahat sehingga mereka bebass mengatakan apa yang mereka mau

"kapan itu terjadi dan dimana?" tanya Arif

"4 hari lagi di dalam perjalanan menuju Kyoto" ucap singkat Naruto yang membuat Arif dan Touta mulai serius mengenai hal ini

"Jadi apa yang harus kita perbuat?" Tanya Touta entah kepada siapa

"kita akan melawan mereka semua tanpa terkecuali juga kita harus memakai illusion pada kamen rider kita karena kita harus mengetahui bahwa monster itu tidak akan menyerang 1 gerbong melainkan semua gerbong tanpa terkecuali dan strategi mungkin aku atur besok pada saat selesai festival olahraga nanti" jelas Arif

" yang penting keadaan disaat kita melakukan perjanjian damai bisa tercapai" ucap Touta

"Jadi kangen sama Kurama dan Yasaka-baachan" ucap Naruto yang nampak memikirkan wajah partnernya yang hidup bahagia sama Yasaka yang merupakan istrinya

Dulu pada saat tinggal di Kyoto, mereka sempat mendengar jika Kurama sudah memiliki seorang anak yang bernama Kurima dan Kunou, salah satu gadis loli yang memiliki wajah yang hampir mirip dengan ibunya kecuali penampilan tubuhnya dimana yasaka memiliki fisik dewasa apalagi oppai yang besar seperti Tsunade Senju

"Akupun jadi kepikiran bagaimana nasib Kunou-chan lho. Salah satu sosok yang kuanggap adik sendiri" ucap Arif

"Oi...oi... Apa disini tidak ada yang kangen sama Matatabi-baaachan?" tanya Touta

"Ada kok. malahan kita bertiga kangen mereka semua" balas Arif

Break Scene

Setelah jam menunjukkan jam 10 pas. Kini tim Strike Witches berangkat bersama-sama menuju lokasi penyerangan Neuroi

Pada saat giliran dari 3 orang yang dikenal dengan pangkat Kapten Muda dan Letnan Satu kini mereka akan bersiap-siap dengan perang gila itu. Tapi, mereka berhenti melangkah ketika mendengar bunyi seseorang

"Oii... Touta-kun" ucap Reya yang berlari menuju Touta begitu juga dengan Tomoe

"Ada apa?" tanya Touta yang kini melangkah kearah mereka

"Berhati-hatilah Touta-kun. Jangan sampai kamu meninggal dunia" ucap Tomoe penuh harap karena baik dirinya maupun Reya sama-sama tidak ingin kehilangan kekasih yang mereka cintai

"Jangan khawatir, baik aku maupun Arif-kun juga Naruto-kun tidak akan mudah mati karena kita adalah tim legendaris Strike Witches" ucap Touta yang kini nyengir kepada Reya maupun Tomoe yang membuat mereka berdua merona melihatnya

"Hati-hati, Naruto-kun" ucap Sona yang khawatir kepada Naruto

"Umu.. aku akan baik-baik saja Sona-chan" balas Naruto yang nyengir 5 jari

"Kaupun hati-hati ya Arif-kun" Ucap Momo

"Jangan sampai kamu meninggal dunia dan pergi meninggalkan kami berdua karena kamu hanya satu-satunya orang yang bisa kami harapkan. Walau aku nggak bisa mengabulkan permintaanmu, setidaknya aku akan berusaha semampuku" ucap Ruruko yang merasa akan kehilangan Arif

"Akupun merasakan hal yang sama juga, Arif-kun. Tanpa kamu, kami berdua tidak bisa seceria ini" ungkap Momo. Arif yang mendengar malah tersenyum mendengarnya

"Aku tahu kalian pasti mengatakan itu karena khawatir terhadapku. Tapi kalian jangan sedih maupun murung melihat hal ini, juga aku hanya bisa melihat senyum indah kalian itu. Karena senyum kalian berdua sudah lebih cukup dariku untuk mengabulkan apa yang aku minta. Jadi jangan menangis lagi ya sampai-sampai membuat diri kalian sakit dan tidak makan akibat kehilanganku" jelas Arif. Ya dia sempat merasakan ada rasa kesepian yang terpancar dari Momo maupun Ruruko karena mereka jarang mendapatkan teman yang layak ataupun sahabat sehingga makan mereka nampak tidak ada nafsu, tapi sejak adanya Arif mereka makan bersemangat dan lebih bertenaga dari sebelumnya sehingga Arif bisa memakluminya

"Saji-kun . Tolong kau jaga mereka" ucap Arif dan dibalas anggukan Saji

"Serahkan padaku, aibo" balas Saji sehingga Arif kini berlari ke mesin Jet Striker diikuti oleh Touta dan Naruto

"Arif Rahman berangkat"

"Konoe Touta berangkat"

"Uzumaki Naruto berangkat"

Nguuung nguuuung nguuuuung

dan kini tim Strike Witches melaksanakan penerbangan tempur kedaerah perairan karena diduga ada sarang Neuroi disana

Pada saat tiba nampaklah sesuatu yang bulat setengah lingkaran disana tengah menutup seperempat kota tak terkecuali pelabuhan

"Jadi itu markas para Neuroi ya? sangat mencolok sekali" ucap Touta yang menatap sarang Neuroi

"Melebihi dar kata mencolok tahu" tambah Arif yang kini melihat sarang Neuroi

Skiptime

Setelah pertempuran yang melelahkan ditambah melihat adegan pertarungan antara Erica VS Hanna yang nyaris membuat Arif kesal jika tidak ditenangkan oleh Barkhorn yang merupakan panutannya sendiri

dan kini. Marseille atau bisa dipanggil Hanna berangkat ke organisasiannya setelah pembasmian Neuroi. Dan karena hari sudah dekat dengan sore maka Hanna akan pulang ke organisasi lamanya

"Oh ya Minna-san. Apa kamu bisa kesini sebentar?" Tanya Hanna kepada Minna

"Ada apa?" Tanya Minna yang heran karena nggak seperti biasanya Hanna memanggilnya apalagi Hanna sangat arogan

"Bisa kamu kasih ini ke Barkhorn-san? aku nggak enak memberikan foto ini kepadanya jika adiknya penggemarku" Ucap Hanna. Ya sebelum operasi kapal selam terjadi, Erica pernah minta tanda-tangannya karena adik dari temannya yang biasa dia panggil Trude sangat ngefans dengannya bahkan minta tanda tangannya.

Minna yang paham langsung mengambilnya apalagi wajah Hanna merona karena dia tengah tsundere

'tsunderekah dia?' pikir Mio yang berada dibelakang Minna

"Oh.. satu lagi. Tolong bilang ke ketiga anak buahmu kalau aku berterima kasih kepadanya agar sadar tempat" Ucap Hanna yang nampak malu-malu kucing

"Ok.. akan aku sampaikan kepadanya" ucap Minna yang tahu siapa yang dimaksud Hanna. Siapa lagi kalau bukan Kapten Muda Arif Rahman dan 2 temannya yang selalu menyadarkan dirinya agar tidak bertindak sembrono

"Kalau begitu aku pamit dulu" ucap Hanna yang mulai masuk mobilnya dan berangkat menuju bandara dan pergi ke markas kesatuannya

Dan kini terlihat Arif tengah asyik memeluk kedua kekasihnya saat ini apalagi mereka ingin menikah saat ini juga

ditempat yang sangat sepi apalagi di gudang kini Arif meremas dada kedua kekasihnya yang sangat imut itu sampai dia menjilat puting kekasihnya yang seperti marshmallow itu dan dihisap seperti bayi nyusu

"Dasar kamu seperti bayi besar aja" celetuk Momo yang nampak mengelus kepala Arif

"Kalau gini mah. Aku mana mau sama yang lain kecuali kekasihku yang mesum ini" entah ejekan atau pujian terlihat yang membuat Arif tengah kesal

"Moo, Ruko-chan" cemberut Arif yang entah kenapa kelihatan imut

'Oh maou-sama. Aku tidak tahu jika kekasihku seimut ini' pikir Ruruko yang tengah merona melihat keimutan Arif

Ketika Arif mengemut puting mereka berdua entah kenapa dirinya nampak kaget karena ada sesuatu yang keluar darisana seperti cairan yang masuk tapi manis

"Etto Ruko-chan, Mo-chan kenapa tadi aku merasakan ada cairan yang masuk ke mulutku tadi?" Tanya Arif penasaran. Momo dan Ruruko nampak tersenyum mendengarnya

"Sebenarnya aku dan Ruko-chan sudah lama mengalami hal ini kok Arif-kun. Apalagi ini pertama kalinya aku merasakan air susuku mengalir " Ucap Momo

"sejujurnya aku juga kaget sih. Tapi aku baru tahu karena baik aku dan Momo-chan sama-sama mengalami hal ini sejak kecil" balas Ruruko yang mengusap kepala Arif

Dan kini acara mereka harus ditunda karena mereka sudah selesai bermesraan apalagi membiarkan Arif menyusu seperti bayi besar ditambah mereka sudah tahu kalau Arif tengah mengalami sakit akibat penggunaan mantra Recovery kemarin pada saat selesai menjalankan misi di Indonesia

Pada saat keluar dari gudang, terlihat 3 temannya ada disana. yap siapa lagi kalau bukan Saji, Naruto dan Touta yang tengah menyeringai melihat kemesraan mereka

"Ada apa?"tanya Arif singkat dan datar

"Selamat kamu telah mendapatkan 2 bini sekaligus" ucap Touta yang memakai jenggot dan bulu mata palsu warna putih yang didapat entah dimaana

Arif dan 2 kekasihnya nampak merona jika mereka bertiga kepergok sama trio cowok dari klub yang sama

"Anggap saja angin lalu" ucap Naruto yang lihat kearah lain dengan pandangan tengah menjahili sahabatnya itu

"Lupakan saja. Apa ada info baru dari kaichou?" Tanya Arif untuk mengalihkan topik pembicaraan yang memalukan itu

"Aku ada sedikit info baru. Kita akan bertarung dengan para monster nanti di gerbong kereta mengingat janji aliansi kita dengan pihak mitologi shinto ditambah Khaos Brigade sudah menunjukkan pergerakannya" jelas Naruto. Ya dia mendapatkan info itu dari Azazel yang merupakan gubernur jendral malaikat jatuh yang merupakan maniak akan Sacred Gear ditambah dia mesum seperti petapa sennin, Guru Naruto yang bernama Jiraiya

"Lalu apa yang harus pihak OSIS lakukan? Sebab kau harus tahu juga Arif-kun pihak OSIS juga harus mengutamakan keselamatan murid-murid Akademi Kuoh" ucap Saji. Apa yang dikatakan Saji ada benarnya, pihak OSIS harus mengamankan murid-murid dari bahaya atau sesuatu tidak terduga

"Kalau mengenai pertarungan ini, biar kami yang urus. Sebab kamu harus tahu juga Saji-kun, kita tidak boleh membeberkan siapa kita sebenarnya kepada manusia sini apalagi kamu harusnya tahu sihir dan hal gaib itu dianggap mitos oleh masyarakat saat ini. Kecuali kami bertiga yang menggunakan kekuatan Kamen Rider" jelas Arif

"Berarti jika kalian menggunakan kekuatan Kamen Rider, mereka tidak tahu kalau kalian menggunakan sihir pada saat itu juga?" tanya Momo dan dibalas anggukan Arif yang setuju dengan ucapan Momo

"Kau benar Momo-chan. Dan bagi yang memakai kekuatan ini mereka tidak masalah menunjukkan kekuatan asli mereka seperti apa" ucap Arif yang menyetujui ucapan Momo. Pada dasarnya jika seseorang menggunakan kekuatan Kamen Rider mereka dipersilahkan menggunakan jurus dan kekuatan asli mereka karena itu tidak termasuk hal gaib

"Lalu kabar terbarunya ada satu lagi nih karena pada saat siang hari, aku menggunakan kagebunshin" ucap Naruto yang membuat semua melirik kearahnya

"Apa kabarnya"

"Kemungkinan para monster akan datang kesini pada saat festival olahraga" ucap Naruto singkat. Walau dia masih labil dalam percintaan, tapi mengenai pertarungan dialah juaranya alias otaknya tahu apa yang terjadi selanjutnya

"Ok.. Kayaknya akan terjadi perang antar kebaikan melawan kejahatan" balas Arif singkat yang memijat kepalanya yang sakit belum lagi masalah aliansi. Makin ribet nih suasananya

TBC

Baiklah gan mungkin segini untuk chapter 12. Lalu mengenai tim balap Sohoku itu ane buat sedikit karena melihat perkembangan cerita ini karena nggak mau dituduh memplagiat milik author yang membuat ffn "New Power in New World" dan lagi ini murni ane buat karena ane penasaran gimana jadinya jika Naruto dan 2 teman sablengnya ini alias sahabatnya menjadi bagian sayap tempur 501 alias Strike Witches

Lalu bagaimana kisah selanjutnya untuk chapter depan? ooohohohoho itu masih rahasia. Jadi tunggu saja kelanjutannya seperti apa

Dan oh ya satu lagi, jangan lupa sertakan kritik, saran, dan apa yang kurang dari review ini soalnya aku selaku author merasa nggak enak hati juga jika para reader nggak memberikan saran yang bagus agar cerita ini makin menarik

Sekian terima kasih

Arifrahman 223 Logout-===========