SetsunaZ1 2.0 Present
Disclaimer :
Naruto ©Masashi Kishimoto
HighSchool DxD ©Ichie Ishibumi
Chapter 19 : Moonlight Sonata
Shalaqin Kingdom, Sebuah kerajaan yang berjarak sekitar 7 hari perjalanan menggunakan kereta kuda dari Airia Kingdom dan 11 hari dari Dwarga Kingdom. Kerajaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesenian yang merupakan salah satu garis depan milik Alliance beberapa tahun silam.
Kerajaan kecil dengan kekuatan militer yang lemah namun memiliki pemasukan yang sangat besar hingga mereka bisa mempekerjakan banyak Merchenary jika perang pecah suatu hari. Pertunjukan opera, Penjualan atas karya seni dan beberapa hal yang berhubungan dengan pameran seni menjadi pemasukan negara ini. Dan disinilah Naruto beserta dua orang adventurer berada.
'Seminggu! Selama seminggu mereka selalu membuat keributan!'
Perjalanan selama seminggu dengan kereta kargo dan rombongan karavan yang membawa hasil pertanian membuat Naruto sedikit damai karena ada orang lain yang bisa ia ajak bicara kala Ishar dan Laurentina sedang bertengkar. Dirinya sudah muak dengan kegaduhan yang dua orang itu lakukan namun tetap saja, Tanpa mereka berdua mungkin perjalanan kali ini akan terasa biasa saja.
"Baiklah, Kita sudah sampai di Shalaqin. Terima kasih sudah mengawal kami, John." Ucap seorang pedagang dan Naruto atau John menjawab, "Tidak perlu berterima kasih, Tuan! Seharusnya aku yang berterima kasih karena sudah di berikan tumpangan gratis hehe."
"Yahh, Ku rasa dengan ini kita sudah impas. Jadi ku harap kalian bertiga tidak membuat kegaduhan di Shalaqin, Semoga perjalanan kalian menyenangkan. Selamat tinggal."
Mereka bertiga berpisah dari rombongan karavan pedagang karena para pedagang menggunakan jalur masuk yang berbeda dari seorang Adventurer. Jujur, Untuk pertama kali Naruto tahu bahwa Adventurer Placard yang ia terima dari Guild memiliki fungsi sebagai passport untuk masuk ke semua kerajaan yang tergabung dalam Alliance. Lalu biaya masuk? Biaya masuk akan di kirimkan menuju Guild dan Guild yang akan mengurus pembayaran kepada penguasa negara tersebut.
Sungguh perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan untuk sampai kemari. Belum lagi hari sudah mulai beranjak malam, Dan ia tidak ingin tidur di kamar yang disediakan Guild jadi sekarang adalah waktu yang tepat untuk mencari penginapan. Namun hal yang menarik memasuki pendengarannya saat beberapa orang mendekati Ishar yang ada dibelakangnya.
"Nona Ishar, Apakah kau ada jadwal malam ini?" Ucap orang itu dan Naruto sendiri tidak paham apa yang dikatakan orang-orang itu saat mendekati Ishar namun Laurentina yang paham mendekati pemuda itu dan berkata,
"Ishar adalah salah satu bintang di kota ini. Dia selalu memainkan Harpa miliknya dan lagi kau akan terkejut saat mendengar suaranya sendiri saat tampil di panggung." Dan respon Naruto hanya 'Oh' tanpa ekspresi terkejut atau apapun.
'Tak ku sangka aku berjalan dengan seorang Artis, Menyebalkan!' Pikirnya. Sungguh, Ia tidak mau berjalan dengan orang yang menjadi sorotan publik karena banyak drama yang akan terjadi kedepannya sebagai contoh Drama cosplayer di negara +62 yang selalu ia dengar semasa ia hidup dulu.
"Sudahlah, Ayo cari penginapan. Aku ingin istirahat, Terlalu melelahkan mendengar pertengkaran kalian berdua." Ucap Naruto dan pergi melenggang sendirian tanpa memperdulikan Ishar maupun Laurentina dibelakangnya.
Hari sudah berganti malam dan Naruto sudah cukup beristirahat di kasur penginapan. Dan sekarang pemuda itu sedang berjalan menuju pub yang ada di basement untuk memesan makanan namun ia tidak dapat berkata-kata saat mendengar suara nyanyian dari arah basement.
Suara yang sangat indah dengan lirik yang berisikan semangat namun melodi yang ada di dalamnya sangat menyayat hati. Ia tidak tahu siapa yang menciptakan dan membawakan lagu tersebut hingga langkah kakinya menuruni tangga dengan sangat cepat dan saat ia sampai di basement dirinya terdiam.
Seorang gadis dengan rambut putih silver sedang bernyanyi dengan petikan harpa yang ada di tangannya. Dirinya hanya bisa terdiam saat kedua manik merah layaknya ruby menatap dirinya yang mematung. Dan tanpa sadar, Ia mendengar petikan harpa itu dengan seksama hingga ia hafal akan melodi, ketukan dan juga nada yang keluar dari alat musik tersebut.
'Aku lelah hari ini namun apa salahnya menghibur diri sendiri, Perjalanan ini juga sesekali harus ku nikmati, kan?' Pikirnya kala langkah kakinya membawa dirinya mendekat ke arah panggung dan menaikinya langsung hingga membuat semua orang terkejut karena sudah menganggu jalan pertunjukan seorang Ishar M'la.
Namun semua orang terdiam saat Naruto mengambil sebuah alat musik yang tergeletak di sudut ruangan. Sebuah alat musik yang selalu eksis di dunia modern, Gitar. Jari jemari nya memetik senar gitar tersebut hingga orang-orang terdiam mendengarnya.
'Melodi yang dibawakan oleh pemuda itu sama dengan yang Ishar mainkan.' Pikir mereka dan Ishar yang melihat itu hanya tersenyum tipis. Dirinya mengambil inisiatif untuk bernyanyi karena sudah ada Naruto yang memainkan alat musik dirinya bisa lebih fokus pada nyanyiannya. Di bawah sinar temaram dari penerangan yang ada di dalam pub tersebut, Dua orang yang menjadi sorotan menikmati malam mereka dan tak jauh darisana seorang gadis dengan ciri fisik yang mirip dengan Ishar hanya menatap keduanya dengan senyum di wajahnya. Namun senyuman itu berubah kala melihat ke luar jendela, 'Sudah di mulai, kah?' Pikirnya kala melihat banyak bayangan orang-orang yang melompati setiap bangunan dan berakhir mengepung penginapan tempat mereka berada.
"Wow, Itu pertunjukan yang sangat bagus! Nak, Kau bisa menjadi terkenal di kerajaan ini!"
"Ya, Itu benar! Banyak bangsawan yang akan mendukungmu agar mendapatkan kesuksesan."
Tanpa terasa duet yang ditampilkan Ishar dan Naruto berakhir dengan sorakan dari setiap penonton yang ada di pub tersebut. Laurentina tidak sadar akan hal tersebut namun harus ia akui kalau pemuda bernama "John" itu, Cukup piawai memainkan gitar yang bahkan beberapa seniman ternama tidak dapat memainkan alat tersebut. Dan dirinya hanya dapat tersenyum kecil melihat kedua orang itu turun dari panggung dan berpisah, Naruto yang pergi menuju meja pemesanan dan Ishar yang pergi untuk bersalin karena pakaian pentas dan pakaian Adventurer miliknya berbeda.
"Selamat atas penampilan mu yang terbilang sukses. Aku tidak tahu jika kau bisa dengan mudah menghafal nada dari karya Ishar. Belajar darimana?" Laurentina yang mendekati Naruto memberikan apresiasi kepadanya dan bertanya sebuah pertanyaan namun Naruto hanya menjawab, "Yah, Aku setidaknya harus memahami musik karena perjalanan ku sebagai Wanderer Knight akan sangat sepi jika aku tidak bisa memainkan sesuatu untuk mengisi kesunyian."
Yah memang jawaban yang logis menurut Laurentina karena ia pun berpikir demikian. Ia bisa merasakan rasanya kesepian dalam suatu perjalanan dimana tidak ada seorangpun yang bisa di ajak berbicara setidaknya pemuda ini dapat mengisi kesendirian di perjalanannya seorang diri. Dan lagi, Sebagai Wanderer Knight pasti dirinya memiliki banyak keterampilan tersembunyi lainnya.
Dan tak terasa, Makanan yang Naruto pesan datang. Itu adalah sebuah masakan memenuhi kebutuhan gizi perhari, Protein dari daging, Karbohidrat dari kentang dan juga vitamin dan serat dari sayuran. Namun yang aneh adalah beberapa pelayan yang membawa keluar sebuah kantung sampah dari arah belakang dan itu memasuki penglihatan Naruto sehingga ia berfikir, 'Bukankah ini bukan jam tutup?' Namun, Ia mengenyahkan pikirannya kala itu dan menikmati makanannya bersama dengan Laurentina yang menikmati segelas bir yang ia pesan untuk menemani Naruto.
Dan tak terasa sudah beberapa menit berlalu namun kedua orang itu tidak dapat melihat keberadaan Ishar di pub ini setelah ia pergi memasuki ruang ganti. Gadis itu biasanya menyukai daging panggang dan juga bir selepas pentas namun mereka berdua tidak melihat gadis itu. "John, Aku akan menjemput Ishar." Ucap Laurentina dan Naruto hanya menganggukkan kepalanya mendengar itu. Yah dirinya ingin bersantai dengan secangkir ale di tangannya jadi dia rasa tidak masalah dengan itu semua.
Namun semua itu berubah kala Laurentina berjalan kearahnya dengan tergesa-gesa. Gadis cantik itu memiliki ekspresi yang sangat beragam di wajahnya. Ketakutan, kecemasan dan juga beberapa perasaan yang lainnya bercampur aduk hingga Naruto mau tidak mau langsung berlari ke arah kamar Ishar dan melihat kalau kamar itu berantakan dan di beberapa tempat terdapat tanda perlawanan dan sesuatu yang sangat mencolok membuat Naruto menyipitkan matanya.
Sebuah lambang yang sangat aneh menurut Naruto yang terbuat dari cairan berwarna biru kehitaman dan saat Naruto mendekati lambang tersebut untuk memeriksa jenis cairan apa itu, Cairan itu bergerak sedikit demi sedikit hingga terlihat seperti syaraf pada sistem tubuh manusia. Rasa ingin tahu membuat Naruto ingin menyentuhnya hingga suara Laurentina menghentikannya.
"Jangan sentuh itu!" Ucap gadis itu dan Naruto berhenti sesaat sebelum ia menyentuhnya. Langkah kaki Laurentina mendekati Naruto dan kemudian menjelaskan apa yang terjadi saat ini.
"Ishar, D-Dia.. di culik oleh Curch of the Deep." Laurentina yang melihat ekspresi penuh tanya di wajah Naruto menatap pemuda itu dengan tatapan yang sangat serius. "Church of the deep, Sebuah kultus yang menyembah Calamity Monster sebagai 'Dewa' mereka. Kultus yang sangat berbahaya yang memiliki banyak pengikut di benua ini. Dan itu, Nethersea Brand.." Tunjuk Laurentina kearah cairan yang ada di dinding kamar. "Salah satu monster yang lahir dari Abbys."
Mendengar itu Naruto langsung berlari keluar tanpa memperdulikan Laurentina. 'Orang-orang itu..' Pikirnya yang sedang berlari menuju kearah belakang penginapan namun ia terlambat. Sudah hampir 15 menit semenjak dirinya melihat orang-orang yang membawa kantung sampah keluar dari penginapan dan sekarang dirinya bingung harus mencari kemana. Di wilayah ini, Ada 2 jalur utama untuk pergi ke wilayah lain dan jika saja..
"Kau pergilah kearah Timur, Aku akan pergi ke arah selatan." Naruto terdiam mendengar itu. Dan dapat ia lihat jika Laurentina sudah siap dengan semua perlengkapan miliknya. Mengenakan sebuah pakaian yang memadukan warna hitam dan putih juga sebuah topi yang mirip seperti topi seorang nahkoda pada abad-18 dengan sebuah Claymore di punggungnya.
Menganggukkan kepalanya, Naruto langsung berlari menuju timur sedangkan Laurentina pergi menuju selatan.
'Aku harus menemukannya jika tidak dunia ini akan hancur!'
Naruto saat ini berada di jalur utama yang menghubungkan antar satu wilayah dengan wilayah yang lainnya. Dan dapat ia lihat jika tak jauh di depan ada sebuah kereta kuda yang melaju di ikuti beberapa orang yang menunggangi kuda di belakangnya. Tanpa banyak berfikir Naruto memacu kudanya agar berlari lebih cepat dan saat ia hampir menyusul mereka, Dirinya di cegat beberapa orang yang mengenakan jubah berwarna hitam.
"Minggir bajingan!" Ucapnya saat menebas salah seorang dari mereka yang menghadangnya. Namun bukan darah yang terciprat kearah wajahnya melainkan cairan yang mirip dengan Nethersea Brand yang ia lihat di kamar ganti Ishar. Namun dirinya tidak peduli, Prioritas utamanya sekarang adalah menyelamatkan rekannya. Jika benar apa yang dikatakan Laurentina maka Ishar akan menjadi tumbal atau semacamnya bagi kultus tersebut.
Kejar-kejaran antara Naruto dan kelompok dari Church of the deep tidak dapat terhindari hingga ia sampai di sebuah dermaga kapal di tepi Shalaqin Kingdom. Ia mencari ke tiap dermaga dan dapat ia lihat kalau orang-orang itu mencoba untuk memindahkan Ishar yang pingsan ke sebuah perahu.
"Ishar!" Teriakan Naruto membuat semua orang yang menculiknya menatap pemuda itu hingga membuat Naruto bersiap dengan Kukri miliknya. Namun tanpa di duga, Beberapa monster keluar dari lautan dan menundukkan kepala mereka hingga berlari menyerang Naruto.
Monster-monster itu sangat lincah dengan kaki mereka yang ramping namun bukan kelincahan mereka yang membuat Naruto kesulitan melainkan cakar mereka yang dilapisi dengan Nethersea Brand. Dan bukan hanya satu atau dua monster namun sepuluh monster type humanoid menyerang dirinya hingga membuat dirinya kewalahan. Ia mungkin seorang veteran namun jika melawan monster dengan serangan acak dan juga terkoordinasi seperti ini ia pun akan kewalahan.
"Apa tujuan kalian menculik rekan ku!" Naruto yang mulai kelelahan mulai berbicara dengan monster monster itu namun tidak respon dari monster monster itu. Ia tidak mengerti namun ia berspekulasi kalau ada beberapa monster yang tidak memiliki akal.
'Apa mereka monster yang tidak memiliki pikiran? Namun mengapa serangan mereka begitu rapih?' Pikirnya. Sungguh! Dirinya tidak mengerti apa yang sedang terjadi saat ini. Ishar yang diculik Curch of the Deep, Monster yang keluar dari lautan dengan koordinasi yang sangat bagus dalam serangan mereka, Dan lagi kenapa Laurentina tau mengenai Nethersea Brand atau apapun itu. 'Aneh.. Sungguh aneh!'
"Mungkin benar, Aku harus membunuh kalian semua." Ucap Naruto dan kemudian sorot matanya berubah 180°. Matanya menjadi sangat tajam, Pernafasannya menjadi lebih ringan dan otot-otot nya mulai mengendur seiring dengan langkah kakinya yang maju kearah monster-monster itu. Namun, Ia harus berhenti kala seekor monster menunjukkan prilaku aneh dan kemudian mulai berbicara kepadanya.
"Hentikan itu manusia." Ucap Monster itu dan Naruto pun berhenti dalam langkahnya. "Kami hanya ingin membangkitkan Queen of the South Sea yang tertidur di dalam tubuh rekanmu." Naruto terkejut bukan kepalang saat mendengarnya. Menurut Universal Knowledge yang ia dapatkan, Queen of the South Sea adalah entitas yang setara dengan dewa atau bisa dibilang monster yang memiliki kekuatan untuk menjungkir balikan suatu peradaban dan monster itu bersemayam di tubuh Ishar.
"Lalu apa yang akan terjadi pada rekan ku?" Tanya Naruto dan monster itu tertawa dengan suara serak, "Tentu saja, Rekan mu akan menjadi wadahnya saat bersatu dengan Ratu ka-" Tanpa menunggu monster itu menyelesaikan perkataannya, Kepala monster itu melayang meninggalkan tubuhnya. Menyisakan Nethersea Brand yang mulai menjalar di dermaga.
"Sepertinya kalian sudah salah menculik seseorang." Ucapnya kala ia menciptakan puluhan lingkaran sihir berwarna merah di belakang punggungnya. Dan dari lingkaran sihir itu, Banyak bola api melesat menyerang monster-monster itu dan membakar mereka semua sekaligus membakar Nethersea Brand yang ada.
"Aku akan mencari kalian mau dimanapun kalian berada Curch of the Deep. Karena Aku, Letnan Uzumaki Naruto, Tidak akan pernah menarik kembali ucapanku!"
Sebuah deklarasi perang terbentuk di dermaga yang penuh dengan api. Deklarasi yang akan membawa petaka pada Kerajaan Shalaqin dan orang-orang di dalamnya. Deklarasi yang mengharuskan dirinya sendiri berhadapan dengan kultus berbahaya demi menyelamatkan nyawa seseorang yang baru ia kenal. Dan kala itu..
To Be Continue
Author notes,
Yo tod, Apa kabar? Sehat?
Karena beberapa hari kemaren gw ngasih vote dan vote kebanyakan up perminggu dengan 2-3K word dan terakhir kali gw update tuh hari senin, Jadi yahh kita tetapkan setiap hari senin Useless akan update! Yey!
Jadi di chapter ini akan menjadi intro dari arc Shalaqin Kingdom at Chaos, Mungkin kalian bisa menebak bagaimana jalan arc ini kedepannya? Who knows. Dan setelah arc ini berakhir, Kita akan...
Yap, Kita akan melihat arc baru yang masih rahasia Bwaahahahaha.
Dan sekian dari saya, BijiSetsuna.
Yah seperti biasa gw selalu ngomong ini sampai mulut gw sendiri berbusa,
JANGAN LUPA REVIEW TOD!
