SetsunaZ1 2.0 Present
Disclaimer :
Naruto ©Masashi Kishimoto
HighSchool DxD ©Ichie Ishibumi
Chapter 18 : Nothing.
Pagi hari yang sangat indah bagi seseorang yang semalam melakukan pembantaian dan membunuh seorang tetua dari Phoenix Family ataupun keluarga dari semua bangsawan yang ada di wilayah Duke Angel. Sekarang Naruto atau John sedang tertidur di dalam penginapan dan di sampingnya ada seorang gadis berambut putih dengan pakaian suster gereja sedang memandang wajahnya dari dekat. Gadis itu tampak tertarik pada pemuda itu, Terlihat dari dekatnya wajah gadis itu yang memandang wajah John dengan pandangan tertarik. Yup, Tertarik untuk memangsanya.
"John, Aku kembali."
Tanpa di duga Ishar membuka pintu dan melihat perlakuan suster tersebut dengan kedua matanya membuat dirinya sendiri marah. Kedua tangannya tergenggam sangat erat dan tanpa aba-aba Ishar menerjang suster tersebut sampai-sampai dinding penginapan hancur akibat kekuatan yang dimiliki gadis itu hingga keduanya terlempar di alun-alun kota angel.
"Apa yang kau mau, Laurentina?" Ucapnya dengan aura tak berwarna keluar dari tubuhnya. Sedangkan lawannya hanya tertawa. Tawa yang semakin lama semakin meriah dan juga senyuman layaknya psikopat terukir di wajahnya.
"I-Itu... The White Whale, Ishar M'la kan? Dan itu partnernya Battle Maiden, Laurentina. Kenapa mereka berdua berkelahi?"
Beberapa adventurer yang mengetahui hubungan antar keduanya meramaikan alun-alun tersebut. Semua adventurer tahu bahwa kedua gadis itu adalah rekan dalam Guild namun karena beberapa alasan mereka berdua tidak terlihat menjalankan misi bersama selama beberapa bulan terakhir namun sekarang, Setelah tidak adanya singgungan antara keduanya selama beberapa bulan, Mereka berdua bertemu dengan kondisi yang tidak baik.
"Ara~ Apa kau tidak rindu pada sahabat mu, Ishar?" Ucap Laurentina sedangkan Ishar hanya diam di tempatnya tanpa sedikitpun menurunkan kewaspadaannya. Ishar tetap berdiri dengan tangan kosongnya begitu juga Laurentina. "Aku datang kemari karena ingin melihat pemuda yang sudah kau bawa. Namun sepertinya pemuda itu sangat berarti bagi mu, Jadi mari kita buat taruhan."
"Taruhan?"
"Ya, Taruhan. Yang menang akan memiliki pemuda itu dan yang kalah akan menjadi budak dari yang menang." Ishar yang mendengar itu hanya bisa mematung. Ia tidak bisa tertawa karena kekonyolan dari Laurentina namun ia tidak dapat menghentikan gadis itu saat sudah membuat keputusan.
Swush... Boom..
Tanpa aba-aba, Ishar melesat dari tempatnya meninggalkan jejak berupa tanah yang retak dan muncul tepat di depan Laurentina. Tanpa babibu lagi, Ishar melesatkan tinju miliknya ke arah wajah Laurentina namun tinju itu bertabrakan dengan tinju Laurentina hingga menyebabkan gelombang kejut karenanya. Walau terlihat kalah dalam segi adu tenaga namun Laurentina memiliki kelebihan tersendiri.
Sheeeshhhh..
Tubuh gadis dengan pakaian suster itu mulai mengeluarkan asap dan lama kelamaan, Luka yang ada di buku-buku jarinya mulai sembuh tanpa jejak. Super Regeneration, Regenerasi yang dimiliki Laurentina menyamai suku Troll dan bisa di salah artikan kalau Laurentina adalah Troll wanita.
Tak ingin diam, Ishar melakukan High kick ke arah kepala Laurentina dan tak ingin menjadi bulan-bulanan Ishar, Laurentina menahannya dengan lengan kanannya. Walau sedikit terdorong namun Laurentina tidak tinggal diam, Gadis itu melakukan serangan balasan dan berhasil mengenai Ishar dengan telak hingga menyebabkan hancurnya air mancur yang ada di alun-alun itu.
"Ku rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan, Laurentina." Skadi yang bangkit dari reruntuhan air pancur itu berbicara dengan tatapan mata yang kosong. Namun bisa dilihat kalau Aura yang ada di tubuhnya berkumpul tepat di lengan kirinya.
"Ayo kita akhiri disini, Ishar." Sedangkan Laurentina yang melihat kumpulan Aura yang ada di tangan kiri Ishar tak tinggal diam. Ia tahu kalau Ishar sangat berbahaya dan ia tidak ingin kalah begitu saja. Aura di sekitar tubuh Laurentina juga mulai berkumpul tepat di kaki kanannya. Serangan kali ini setidaknya dapat membuat salah satu dari mereka berdua tertidur untuk jangka waktu yang lama.
Tak ingin membuang waktu, Ishar dan Laurentina melesat melampaui batasan tubuh mereka berdua. Ishar dengan tinju kirinya dan Laurentina dengan kaki kanannya, Semua adventurer dan juga warga biasa menjauh dari tempat tersebut.
Swush... Boom...
Tanpa di duga siapapun, Seseorang muncul tepat di hadapan Laurentina dan juga Ishar. Orang itu sangat kuat hingga dapat menghentikan serangan kedua monster itu dengan cara yang sangat tidak biasa. Gerakan orang itu sangat halus layaknya air mengalir dan hanya dengan melihat gerakannya, Mereka semua tahu kalau gerakan itu memiliki makna simbolik dari suatu aspek kehidupan. Namun gerakan yang sederhana itu, Dapat membuat dua orang dengan kekuatan yang setara monster terpental cukup jauh dari alun-alun.
"Hahh... Tidak bisakah aku istirahat hanya untuk sesaat?" Ujar pemuda itu dengan mata yang hampir tertutup. Sungguh, Ia tidak ingin waktu istirahatnya di ganggu seperti ini. Terlebih lagi ini masih pagi dan banyak orang-orang biasa yang sedang beraktifitas.
"Atas nama kedua orang bodoh itu, Aku meminta maaf kepada kalian semua dan juga para prajurit."
Melihat sikap John yang sedang menundukkan kepalanya, Orang-orang hanya bisa diam. A Class Adventurer biasanya adalah orang-orang yang sombong dan tidak mudah untuk meminta maaf walau sudah menyebabkan masalah yang sangat besar namun kali ini dalam puluhan tahun terakhir semenjak Guild di dirikan, Seorang A Class Adventurer meminta maaf.
"Ti-Tidak apa! Itu sudah biasa kok."
"I-Iya! Perkelahian antar Adventurer sudah biasa terjadi."
Para prajurit dan juga para pedagang berusaha untuk menyangkal hal tersebut namun John tetap kukuh dengan pendiriannya. Ia adalah seorang bangsawan dengan kekuasaan tinggi dan banyak bangsawan yang menjadi pengikutnya, Dengan kata lain, Ia memiliki harga diri yang sangat tinggi dalam setiap perkataannya.
John pun berjalan dengan santai ke arah seorang prajurit dan memberikan sekantung uang dan berkata, "Di dalam kantung itu ada sekitar 500 keping emas, harap bagikan kepada para pedagang dan sisanya ambil untuk kalian membeli makanan. Untuk air mancur dan jalanan yang rusak aku yang akan bertemu dengan Duke Angel. Tolong sampaikan pada atasan mu bahwa aku ingin bertemu dan meminta maaf."
Dan dengan begitu, John pergi meninggalkan alun-alun menggendong dua orang gadis yang sedang pingsan di kedua pundaknya. Walau matanya sedikit tertutup karena ia masih mengantuk namun tetap saja ia harus pergi menuju penginapan untuk memberikan kompensasi akibat kedua gadis ini.
Sekarang John sedang ada di kamarnya. Di depannya ada dua orang gadis yang sedang duduk dengan kepala tertunduk karena sedaritadi mendapatkan ocehan John yang tidak pernah berakhir. Dan di pucuk kepala mereka berdua terdapat benjolan yang terlihat masih baru.
"Hufft... Bukankah kalian berdua adalah rekan?" Tanya John dan Ishar hanya diam dengan wajah bodohnya yang ia buat-buat sedangkan Laurentina hanya diam dengan eye smile sejak awal ia sadar dari pingsannya. 'Tuhan, Kenapa mental ku di uji sejak aku tinggal di dunia ini.'
"Hahh.. Sudahlah! Aku sudah meminta maaf kepada semua orang dan menyerahkan setengah dari penjualan Core kepada pedagang di alun-alun dan juga pemilik penginapan ini akibat ulah kalian. Setengahnya lagi akan ku berikan kepada Duke Angel karena kalian menghancurkan banyak infrastruktur di wilayahnya terlebih di kota Lily. Yahh, Aku pergi dulu dan ku harap kalian bisa akur satu sama lain." Dengan begitu, John pergi meninggalkan penginapan tersebut meninggalkan Ishar dan juga Laurentina menuju kastil milik Michael, Château de rose blanc.
Château de rose blanc yang memiliki arti Kastil Mawar Putih. Kastil yang indah karena banyak nya mawar putih yang sangat cantik di sekeliling kastil tersebut dan yang menanam mawar tersebut adalah ibu tiri dari Naruto, Lily Angel. Dan mawar putih adalah tanaman kesayangannya karena itulah, Michael dan adik-adiknya menanam sendiri mawar putih di setiap sudut kastil tersebut sebagai bentuk penghormatan mereka kepada Lily Angel, Ibu mereka.
'Château de rose blanc, Sudah lama aku tidak kemari. Terakhir kali aku kemari saat berusia 6 tahun dan selalu merusak mawar putih milik ibunda Lily dan ia tidak pernah marah sekalipun kepadaku.'
Rasa nostalgia memasuki diri pemuda yang sedang berdiri tak jauh dari gerbang kastil tersebut. Beberapa penjaga gerbang terlihat dari kejauhan, Mereka mengenakan Full Plate Armor yang membuat mereka terlihat sangat berkarisma dan saat John mendekati gerbang mereka semua mencoba untuk menghentikannya dengan menyilangkan tombak yang ada di tangan mereka.
"Ada keperluan apa anda datang kemari?" Tanya salah seorang dari mereka dan John hanya berkata, "Aku kemari untuk menemui Duke Angel. Aku datang untuk meminta maaf karena sudah menghancurkan keindahan kota Lily. Ku mohon biarkan aku masuk."
Setelah mendengar penjelasan John, Seorang penjaga gerbang masuk ke dalam kastil dan beberapa saat kemudian penjaga gerbang itu kembali dan mengatakan kalau Duke Angel menyisihkan sedikit waktu untuk bertemu dengan dirinya. Tentu saja, John tersenyum dan mengatakan omong kosong tentang sanjungan kepada Michael karena sudah berbaik hati menyisihkan waktunya untuk dirinya ini.
Dan begitulah, Sekarang John ada di dalam ruangan Michael. Pemuda itu duduk di kursi kerja Michael lalu dimana Michael? Michael sedang tergantung di langit-langit ruangan tersebut dengan wajah penuh air mata. Apa yang akan terjadi kalau Duke Angel yang bijaksana, Penuh kharisma dan juga dihormati semua orang karena kebaikannya sedang menangis akibat ulah kecil Naruto.
"Ayolah saudaraku, Hentikan ini kumohon! Kau tahu bukan kalau aku takut kehilangan kumohon!"
[Magic Release]
Dengan mantera yang simpel seperti itu Naruto menghentikan sihir yang sudah ia ciptakan dan membuat Michael terjatuh dan Naruto yang melihat itu hampir tidak bisa menahan tawa yang akan ia keluarkan. Jujur saja, Ia sebenarnya sedikit usil bahkan saat di kesatuan namun ia akan marah jika menjadi target keusilan tersebut.
"Ayolah! Aku tidak tahu kalau kau sudah berubah seperti ini. Menurut kabar yang ku dengar kau menjadi gendut dan sekarang kau adalah seorang Adventurer! Siapa yang percaya begitu saja!" Michael masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat beberapa saat yang lalu. Saat seorang pemuda yang mengetahui semua masa lalu memalukan yang ia coba tutup rapat-rapat namun itu semua berakhir saat orang tersebut mengenalkan dirinya sebagai pemimpin dari wilayah paling berbahaya karena berbatasan dengan benua iblis.
"Kau dan semua omong kosong mu, Michael. Lalu apa yang dikatakan oleh penjaga gerbangmu itu Benar, Aku datang untuk memberikan kompensasi akibat kedua temanku yang berkelahi dan sedikit menghancurkan alun-alun kota Lily." Ucap Naruto dengan santainya namun tidak dengan Michael karena wajah pemuda itu tiba-tiba menjadi serius dan sebuah kubah kedap suara tercipta dengan sendirinya.
"Naruto, Katakan! Kau adalah orang yang melakukan pembantaian para bangsawan semalam, kan?" Tanya Michael dan Naruto yang mendengar itu seketika menatap pemuda itu dengan wajah yang tak kalah serius.
"Mereka adalah bangsawan yang mencoba untuk menggulingkan kerajaan ini. Aku tidak bisa membiarkan tunas yang tumbuh gulma di kerajaan ini jadi aku memangkasnya." Ucap Naruto dengan santai namun Michael tidak begitu, Ia menggebrak meja dan berkata, "Tapi kenapa kau membunuh semua keluarga mereka! Bahkan anak-anak sekalipun tewas dalam semalam! Kau! Kau tidak punya hati!"
"KAU NAIF MICHAEL! MEREKA ADALAH TUNAS! SAAT MEREKA TAHU KALAU ORANGTUA MEREKA TEWAS DALAM PEMBERONTAKAN, MEREKA AKAN MENJADI PEMBERONTAK JUGA!" Mendengar itu Michael tidak dapat berkata-kata lagi. Ia tidak dapat berkata apapun karena pada dasarnya, Ia pun gagal menjadikan semua korban itu sebagai pendukungnya.
"Ingatlah Michael, Kegelapan di balik bayangan kerajaan ini sangat besar bahkan dapat menutupi kematian seseorang." Ucap Naruto dengan santai dan beranjak pergi dari kursi kerja Michael. Pemuda itu berjalan dengan santainya dan sedikit berbisik ke pada Michael hingga membuat tubuh Duke muda itu bergetar. "A-Ap-Apakah itu benar?" Tanya pemuda itu dengan wajah pucat dan sudut bibir yang bergetar saat ia berbicara sedangkan Naruto, hanya bisa diam dan pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Dan selepas kepergian Naruto, Michael tidak dapat berkata-kata lagi setelah mendengar itu semua. Satu informasi yang sangat penting yang dapat menjungkirbalikan kerajaan ini dalam sehari dan berakhir dalam kekacauan namun ia berfikir kalau saudaranya itu pada akhirnya akan mengungkapkan informasi tersebut pada semua orang. Setidaknya tidak untuk sekarang karena ia tahu kalau Naruto baru saja melakukan penggiatan dalam mengembangkan wilayahnya namun hanya dalam beberapa bulan saja, Wilayah itu hampir menyaingi wilayah lain dalam hal ekonomi maupun kekuatan militer.
"Apapun yang akan kau lakukan nanti, Aku akan selalu mendukungmu. Aku tidak bisa diam saja setelah mendengar itu semua." Michael tidak tahu apa yang Naruto katakan itu benar atau tidak tapi setidaknya ia ingin mempercayai kata-kata yang keluar dari mulutnya. Setidaknya sekecil apapun harapan itu, Ia akan tetap percaya bahwa semua itu benar walaupun pada akhirnya harapan itu akan menyakitinya suatu saat nanti.
Selepas Naruto pergi dari Kastil milik Michael, Hari sudah mulai malam dan dapat ia lihat jika kota mulai mengeluarkan cahaya temaram dari dalam kediaman masing-masing penduduk. 'Yah, Listrik belum ditemukan di dunia ini jadi wajar saja jika orang-orang masih menggunakan lilin dan sebagainya.' Pikir pemuda itu.
Dirinya sendiri masih berjalan dengan santai menuju penginapan yang ia sewa dan mengingat dua orang gadis yang selalu bertengkar membuat dirinya memijat keningnya, lagi. Sungguh, Ia tidak menyangka jika kedua orang itu adalah Spirit User yang sangat berbahaya! Jika saja ia tidak mengingat konsep dari Tai-Chi maka ia akan hancur akibat dari tindakannya tadi siang.
Ia harus pergi dari wilayah ini secepatnya mengingat krisis di wilayah ini sudah sedikit teratasi, Setidaknya hal yang ia lakukan dapat memberikan waktu bagi Michael dan fraksi yang mendukungnya untuk mempersiapkan segala keperluan untuk bertahan. Dan besok mungkin dirinya harus pergi dari kota ini menuju ke kerajaan tetangga, Shalaqin, The Kingdom of Arts.
"Yah, Aku harus istirahat dulu malam ini." Gumam pemuda itu dan ia berjalan menuju penginapan yang berbeda dari yang ia gunakan sebelumnya. 'Aku tidak ingin waktu istirahat ku di ganggu.' Dan begitulah, Malam itu di tutup dengan seorang pemuda yang lelah setelah melakukan pembunuhan dan juga memisahkan perkelahian dua orang monster dengan sebuah pulau yang sangat indah bernama pulau kapuk.
Keesokan harinya, saat matahari sudah ada di atas kepala, Naruto terbangun dari tidurnya. Untuk pertama kalinya ia di dunia ini, Pemuda itu dapat tidur dengan pulas dan terbangun dengan wajah dan tubuh yang lebih segar daripada biasanya. Wajar saja jika mengingat ia sudah setahun hidup di dunia ini dan baru beberapa minggu ini ia melakukan perjalanan seorang diri.
Tak banyak yang dapat ia lakukan setelah bangun tidur, Hanya sekedar membersihkan tubuhnya dan mengenakan pakaian yang ia beli di pasar semalam. Mengenakan kaus yang tampak murah dengan celana kulit yang bersanding dengan sepatu kulit di kakinya, Ia juga mengenakan semacam outer yang tampak seperti blazer berbahan kulit dengan beberapa kali yang ia kenakan di pinggangnya untuk menyematkan Kukri.
Setelah ia rasa sudah cukup, Ia keluar dari kamarnya dan mengembalikan kunci kamar ke resepsionis. Sekarang ia harus pergi menuju penginapan yang di tempati Ishar juga Laurentina untuk pergi dari kota ini. Untuk terakhir kalinya ia tidak mau menghancurkan kota indah ini akibat perkelahian dua orang bodoh itu.
'Entah apa lagi yang harus ku hadapi hari ini.'
To Be Continue
Yo, Apa kabar?
Aku tidak ingin banyak omong dan aku hanya ingin memberikan kalian dua pilihan, :
Update dengan 2-3K Word/Minggu
Update dengan 7-10K Word namun waktu tidak di tentukan
Silahkan berikan pendapat kalian di kolom review.
Dan seperti biasa,
JANGAN LUPA REVIEW, TOD!
Bengkulu, Sabtu 8 Juli 2023
