Disclaimer: Naruto, Highschool DxD, Jujutsu Kaisen, dan lain-lain bukan punya saya.
Genre: Adventure, Supranatural, Fantasy, dan lain-lain.
Rate: M
Warning: NonShinobi!Naruto, Gaje, typo, ancur, dan lain-lain
.
.
.
Hanya dalam satu serangan kejutan, roh pengangkut jari Sukuna itu musnah di tangan seorang Gojo Satoru. Bola berwarna merah yang hanya seukuran bola pingpong itu menghancurkan sekujur tubuh si roh terkutuk. Jutsushiki Hanten: Aka adalah Pembalikan Teknik Terkutuk dari Mukagen.
Mukagen sendiri adalah adalah teknik warisan yang diturunkan dalam Keluarga Gojo. Teknik ini membawa konsep Tak Terbatas menjadi kenyataan, memungkinkan pengguna untuk memanipulasi dan mendistorsi ruang sesuka hati.
Teknik Mukagen ditenagai oleh energi terkutuk terbalik yang positif sebagai lawan dari energi terkutuk negatif . Ini membalikkan efek dari Mukagen yang diperkuat, menghasilkan efek penolakan yang kuat daripada yang menarik.
Teknik ini memanifestasikan dirinya sebagai bola merah kecil namun sangat terang di ujung jari pengguna, yang mewakili esensi konvergensi dan divergensi yang diwujudkan menjadi kenyataan. Saat dilepaskan, output ledakannya sangat besar, menciptakan gelombang kejut raksasa yang menghempaskan segalanya tanpa prasangka.
Singkatnya, teknik ini adalah teknik untuk mendorong apapun dengan gelombang kejut hingga targetnya hancur.
Sepanjang sejarahnya, teknik ini terkenal sulit digunakan oleh pewaris Mukagen. Hal ini terutama disebabkan oleh fakta bahwa kemampuan untuk menggunakan teknik terkutuk terbalik sangat langka dan rumit untuk dicapai.
"Yosh, jari kelima sudah kudapatkan. Dengan begini misinya sudah selesai bukan?" Satoru memungut jari Sukuna dari sisa-sisa tubuh si roh pengangkut jari.
"Harusnya aku yang membasminya, Sensei. Tapi, mengingat aku masih belum punya pengalaman menghadapi roh tingkat spesial" balas Naruto sedikit cemberut karena targetnya ditikung oleh sang guru sendiri.
"Ayolah, Naruto. Aku jauh-jauh datang kesini hanya untuk membantumu. Setidaknya berterima kasih lah"
"Ya, dan terima kasih untuk itu. Tapi lain kali aku ingin membasminya sendiri tanpa bantuanmu" Naruto menyimpan kembali senjatanya lalu menatap Sona yang berada di sisi para pemimpin 3 Fraksi. "Dengan begini urusan kami di kota ini sudah selesai, maka dari itu kami akan segera pergi dan kembali ke Tokyo" lanjutnya.
"Tunggu sebentar" Serafall tiba-tiba menyahut, Naruto dan Satoru berhenti melangkah. "Siapa sebenarnya kalian dan apa yang kalian lakukan di kota ini?" Lanjutnya dengan nada menuntut.
Naruto hanya diam saja karena sang guru lebih dulu merespon dengan melangkah ke depan mereka seolah-olah ingin menantang.
"Kami berdua hanya seorang penyihir biasa kok. Kami datang kesini untuk mencari sesuatu yang sangat penting dan itu tidak ada hubungannya dengan kalian" ujar sang penyihir terkuat dengan mode roastingnya.
"Semua hal yang ada di kota Kuoh ada hubungannya dengan kami, karena kami 3 Fraksi adalah pengawas sekaligus penghubung antara dunia supranatural dengan dunia manusia. Dan itu berbasis di kota ini" balas Sirzechs dengan tajam, walaupun dalam benaknya ia sedikit gemetar karena tekanan energi terkutuk yang luar biasa dari Satoru.
"Hmm, jadi memang benar. Eksistensi itu benar-benar ada. Tidak kusangka mereka ternyata menguasai kota yang seharusnya tempat tinggal bagi manusia. Apakah bisa kubilang kalian adalah penjajah bagi umat manusia?" Satoru tetap dengan kebiasaan untuk meroasting lawan bicaranya.
"Apa maksudmu?" Azazel menaikkan sebelah alisnya tanda bingung.
"Tokyo, tepatnya 12 tahun yang lalu, sekelompok makhluk bersayap kelelawar tiba-tiba menyerangku. Kelompok itu dipimpin oleh seseorang yang mengaku sebagai iblis, namanya... umm...Die...Diehauser...Belial...ya, itu namanya" jawaban yang keluar dari mulu Satoru mengejutkan para makhluk 3 Fraksi, terutama pihak iblis.
Diehauser Belial, siapa yang tak kenal dengan nama itu di Mekai? Salah satu iblis dengan tingkat Ultimate Class yang menyamai para Maou. Terkenal karena pencapaiannya dengan selalu menjadi nomor 1 dan tak terkalahkan di Rating Game. Hal tersebut membuatnya dijuluki sebagai Kotei atau Kaisar. Ia juga digadang-gadang sebagai Maou yang berikutnya.
"Tepat setelah aku membunuh musuhku, keroco-keroconya tiba-tiba mengepung dan menyerangku. Aku dengan mudah mengalahkan mereka semua. Tapi, saat Diehauser ini muncul, dia cukup menarik. Pada awalnya dia sedikit menyulitkanku, namun pada akhirnya aku keluar sebagai pemenang sementara dia kabur sebagai pecundang dengan terluka parah" lagi-lagi jawaban yang keluar dari mulutnya mengejutkan para iblis.
"Diehauser...kabur...dan terluka parah? Kedengarannya itu mustahil..." Serafall dengan raut wajah tak percaya.
"Memangnya apa yang ia lakukan di sana? Sebagai pemimpin Fraksi Iblis, aku sama sekali tidak pernah menugaskannya ke Tokyo" balas Sirzechs.
"Huuuhh?? Kenapa jadi kau yang bertanya? Bukannya dia adalah anak buahmu?" Satoru tetap dengan mode roastingnya. Tapi ia memikirkan sesuatu tentang apa yang dilakukan oleh Diehauser saat itu.
'Saat itu yang mengetahui identitas Riko-chan sebagai Wadah Plasma Bintang adalah kelompok penyembah Tengen-sama dan Organisasi Q. Dan jika tebakanku benar, apakah ada pihak lain yang juga mengetahui identitas Riko-chan? Tapi siapa? Apakah para iblis ini?' Batinnya.
.
(Catatan Author: mungkin di chapter yang akan datang saya akan menuliskan chapter khusus untuk masa lalu Naruto, seperti asal-usulnya, bagaimana ia menjadi penyihir dan masuk Sekolah Jujutsu, bagaimana menurut kalian?)
.
"Aku benar-benar tidak mengerti maksudmu. Kami memang iblis, tapi sekarang kami bukanlah iblis yang seperti orang-orang kira. Kami murni memiliki tujuan yang baik demi perdamaian dunia" balas Sirzechs.
"Kata-kata yang keluar dari mulut iblis sukar untuk dipercaya. Yah, terserah kau saja. Aku tidak peduli, yang terpenting kami sudah mendapatkan apa yang kami cari. Ayo kita pulang, Naruto. Tapi sebelum itu ayo kita jemput Takuma dulu" Satoru dan Naruto melanjutkan langkah mereka untuk keluar dari akademi.
"Jangan pikir kalian bisa pergi begitu saja!" Serafall tiba-tiba menyemburkan air bah dari lingkaran sihirnya.
BYURRR
"Sera! / Onee-sama apa yang kau lakukan?!" Baik Sirzechs maupun Sona terkejut melihat tindakan sang Maou Leviathan yang menyerang dua penyihir Jujutsu itu secara tiba-tiba.
BOOSHHH
Namun keanehan terjadi ketika air bah itu tiba-tiba terbelah menjadi dua dan hanya melewati Satoru dan Naruto di tengahnya. Seperti ada sesuatu yang kasat mata yang menghalangi.
"A-apa?!" Dan sekali lagi mereka semua kembali terkejut melihat apa yang terjadi.
"Ya ampun, daritadi kau ini berisik sekali, gadis kecil. Bisakah kau tenang sebentar? Marah-marah yang berlebihan akan membuatmu cepat tua, lho?" Bahkan dalam keadaan seperti ini pun Satoru masih mengejek lawan bicaranya.
"Jaga biacaramu! Aku bukan gadis kecil! Tubuhku memang seperti ini!" Sera tak terima atas perkataan tersebut.
"Hmm, lalu apa? Apakah tubuhmu mengalami pertumbuhan yang lambat?" Satoru akan tetap dan selalu meroasting siapapun yang ia ajak bicara.
"Kau?!-" Sang Maou Leviathan berniat menyerang Satoru dengan sihir airnya lagi.
"Cukup Sera, hentikan" Sang Maou Lucifer mencegah teman sesama Maou nya itu untuk berbuat lebih jauh. "Aku tidak tahu siapa kau sebenarnya, tapi jika kau datang kesini untuk berbuat kekacauan maka kau akan berhadapan denganku" lanjutnya, menatap Satoru dengan tajam.
"Berbuat kekacauan? Sejak awal kedatangan kami kesini hanya untuk mencari sesuatu yang penting bagi kami. Dan seingatku aku tidak pernah ribut apalagi menyakiti salah satu dari kalian, jika kalian tidak percaya tanyalah pada gadis bernama Sona itu" kali ini Naruto yang berbicara.
Mereka semua mengalihkan pandangan pada Si Heiress Sitri. Sejak awal ia terlihat seperti mengetahui sesuatu tentang Naruto.
"Ya, itu benar. Naruto-san dan rekannya telah membantu kami membasmi makhluk aneh yang bukan iblis liar. Mereka menyebutnya roh terkutuk" kalimat terakhir yang keluar dari mulut Sona menarik perhatian para makhluk 3 Fraksi, termasuk Satoru.
"Roh terkutuk?"
"Apa lagi itu?" Michael dan Azazel bertanya-tanya.
"Itu adalah makhluk aneh yang aku musnahkan tadi. Sebenarnya ada berbagai macam jenis dan tipe roh terkutuk, hanya saja yang satu itu adalah tingkat spesial, tingkat tertinggi dalam dunia sihir Jujutsu" Satoru menyahut lalu berjalan mendekati Sona.
"Kau tadi bilang bahwa kau sempat menghadapi roh terkutuk, kan? Aku tidak paham kenapa mereka bisa sampai disini, tapi jika kuperkirakan..."
"Ada yang sengaja melepaskannya di kota ini" Naruto menyambung perkataan Satoru, sesuai dengan apa yang ia duga sebelumnya.
Roh terkutuk terlahir berdasarkan banyaknya jumlah emosi negatif dari manusia. Tapi kemunculan mereka dapat dicegah oleh pelindung yang dibuat oleh Tengen, penyihir Jujutsu kuno yang telah hidup selama ribuan tahun hingga sekarang.
Namun, melihat adanya aktivitas roh terkutuk di kota yang sama sekali tak memiliki hubungan apapun dengan dunja Jujutsu, bisa dibilang ada yang sengaja melepaskan dan menyebarkan roh terkutuk di kota Kuoh.
"Hmm, kurasa kau benar Naruto. Tapi, kurasa itu bukan urusan kita karena kita sama sekali tidak punya wewenang untuk beroperasi disini, benar kan? Tuan Berambut Merah?" Ujar Satoru dengan nada sinis.
"Namaku Sirzechs Lucifer, salah satu dari Yondai Maou, penguasa di Mekai tempat dimana Fraksi Iblis tinggal" balas Sirzechs.
"Ah, jadi sekarang kita masuk ke sesi perkenalan ya? Baiklah kalau begitu, namaku Gojo Satoru. Aku hanya seorang pengajar di Sekolah Jujutsu di Tokyo, sebuah sekolah yang dikhususkan untuk para penyihir Jujutsu. Dan Naruto ini adalah salah satu muridku, sayang sekali kalian belum sempat melihat kehebatannya" Sang Penyihir Terkuat memperkenalkan diri sekaligus muridnya juga.
Sirzechs pun ikut memperkenalkan yang lainnya, baik dari Fraksi Iblis, Malaikat, dan Malaikat Jatuh.
"Kau tadi mengatakan bahwa ada yang sengaja melepaskan makhluk yang kau sebut roh terkutuk itu di kota ini, apakah itu sebuah pertanda buruk?" Tanya Azazel.
"Mungkin? Aku juga tidak tahu bagaimana jalan pikiran pelakunya. Bisa saja mereka mengincar sesuatu dari kalian, atau ada tujuan tertentu yang tak bisa kujabarkan" balas Naruto.
"Yosh, kurasa sudah cukup. Waktunya kita pergi dari sini Naruto, para orang tua bau tanah itu akan rewel jika aku terlalu lama pergi meninggalkan Tokyo. Aku juga masih harus mengunjungi Yuuta di Afrika" Satoru melanjutkan langkahnya untuk pergi meninggalkan Kuoh Academy.
"Aku mengerti. Kalau begitu, sampai jumpa semuanya" Naruto melambaikan tangan sebagai salam perpisahan.
"Tunggu sebentar, Satoru-san. Sebenarnya siapa yang telah melakukan ini? Apa yang dilakukan oleh orang yang melepaskan roh terkutuk di kota ini sudah menandakan bahwa ia telah menyatakan perang untuk 3 Fraksi" Perkataan Sang Maou Lucifer menghentikan langkah kaki mereka berdua.
"Entahlah? Aku juga tidak tahu. Ini adalah kasus yang sangat langka. Tapi sayangnya aku tidak punya wewenang untuk melakukan penyelidikan. Itu tergantung pada keputusan para petinggi Jujutsu"
Dan setelah itu Naruto dan Satoru benar-benar pergi dari situ, meninggalkan para makhluk 3 Fraksi yang terkalut dengan pikiran masing-masing.
"Pria bernama Gojo Satoru itu, dia bukan manusia biasa" ujar Michael.
"Sejak awal dia hanya bermain-main dengan kita, kurasa apa yang ia tunjukkan pada kita tadi bukanlah kemampuan terbaiknya, termasuk bagaimana ia menahan air bah dari Serafall" sahut Azazel.
"Apapun itu, dia adalah orang yang sangat berbahaya. Grayfia, kirimkan surat panggilan untuk Diehauser. Aku akan menemuinya setelah ini" titah Sang Maou Lucifer pada istri sekaligus queen-nya.
"Baik, Lucifer-sama" Grayfia menunduk hormat lalu memproses sesuatu melalui lingkaran sihirnya.
"So-tan, apa kau tahu lebih banyak soal penyihir Jujutsu ini?" Tanya Serafall.
"Umm...tidak, Onee-sama" Sona menggeleng pelan. Wajar saja jika ia tidak mengetahui apapun karena ia bertemu dengan Naruto baru kemarin.
"Satu-satunya petunjuk kita mengenai hal itu adalah melalui Diehauser. Berdasarkan perkataan pria bernama Gojo Satoru itu, Diehauser pernah bertarung melawannya. Dari situ setidaknya kita bisa mendapatkan sedikit gambaran soal mereka" Sirzechs kemudian menyoroti keadaan akademi yang hancur dan rusak dimana-mana.
"Kalian para iblis muda pulang dan istirahatlah, biar kami yang memperbaiki kembali akademi" lanjutnya.
"Baik, Onii-sama / Lucifer-sama" Rias dan Sona mewakili para iblis muda yang lain menunduk hormat pada pemimpin mereka dan kembali ke rumah masing-masing dengan menggunakan lingkaran sihir.
.
.
.
The Lost Soul Aside
.
.
.
Berpindah dari Akademi Kuoh, cerita tersorot pada sebuah Shinkansen atau kereta cepat yang sedang melaju meninggalkan kota Kuoh.
Tepatnya di gerbong kelas eksekutif dimana Naruto, Satoru, dan Takuma berada. Misi pencarian jari-jari Sukuna di kota Kuoh sudah selesai, waktunya bagi mereka untuk pulang.
"Hahhh, sayang sekali aku ketiduran. Jadinya aku tidak bisa bertarung melawan roh tingkat spesial itu" Takuma mengeluh usai mendengar cerita Naruto yang sempat berhadapan dengan roh pengangkut jari Sukuna.
"Jangankan kau, Takuma-san. Aku saja yang sudah berhadapan secara langsung saja tidak bisa melawannya. Tapi Gojo-sensei tiba-tiba datang" balas Naruto sambil menatap keluar jendela gerbong dengan wajah yang menyiratkan kekesalan.
Sepertinya ia masih kesal dengan tindakan sang guru yang tahu-tahu muncul seperti hantu dan merebut jatah bertarungnya melawan roh terkutuk tingkat spesial tersebut.
"Akan tiba saatnya dimana kau akan melawan roh tingkat spesial secara sendiri. Aku mengakui kemampuan dan bakatmu, Naruto. Tapi bukan sekarang" ujar Satoru sambil menyeruput segelas teh ocha.
"Ya ya, terserah kau saja Sensei. Aku menunggu hal itu" Naruto melambaikan tangan seolah-olah tak peduli dengan perkataan Sang Penyihir Terkuat. "Ngomong-ngomong, bagaimana dengan dua murid barumu?" Naruto lanjut bertanya.
"Mereka benar-benar menarik. Seorang lelaki dengan kekuatan fisik bagaikan monster yang mampu menahan kekuatan Sukuna, satunya lagi seorang gadis dengan teknik santet ala boneka jerami." balas Satoru seraya memperlihatkan dokumen tentang kedua murid barunya, Itadori Yuuji dan Kugisaki Nobara
"Mereka memiliki potensi yang bagus. Mereka adalah tandem yang cocok untuk Megumi. Tapi Sensei, apakah kau akan tetap mengikuti instruksi para petinggi untuk mengeksekusi Yuuji ketika dia sudah memakan semua jari Sukuna?" Tanya Naruto. Ia tahu persis bagaimana hubungan Satoru dengan orang-orang di sekitarnya, terutama para muridnya. Ia pernah mengalaminya saat seangkatan dengan Yuuta, Maki, Toge, dan Panda di bawah asuhan Sang Penyihir Terkuat.
Satoru menganggap bahwa orang-orang yang dekat dengannya adalah sesuatu yang sangat berharga. Meskipun ia terkadang bertingkah sombong dan menyebalkan, tapi sebenarnya dia adalah orang yang baik.
"Tentu saja tidak. Aku tidak akan mengikuti perintah para orang tua bau tanah itu. Sudah cukup dengan peristiwa masa lalu, sekarang aku tidak mau itu terulang lagi. Dunia dan sistem Jujutsu perlu ditata ulang, dan aku yang akan melakukan itu. Walaupun harus membunuh para petinggi sekalipun"
Naruto dan Takuma terdiam begitu Satoru berkata demikian. Jika ia sudah berkata seperti itu artinya ia benar-benar serius. Meskipun mereka belum pernah melihat atau mengalaminya secara langsung, tapi mereka tahu seperti apa insiden 12 tahun yang lalu. Mulai dari kematian Amanai Riko yang merupakan Wadah Plasma Bintang untuk Tengen-sama agar dia bisa memperbaiki keseimbangan dan tatanan dunia Jujutsu selama ribuan tahun. Hingga pengkhianatan Geto Suguru karena perbedaan ideologi, sebelum akhirnya dia tewas di tangan Satoru saat peristiwa Hyakki Yakou di Tokyo dan Kyoto setahun silam.
"Pokoknya semua berada dalam kendaliku. Kalian tinggal diam dan mengikutinya saja" tutupnya.
.
.
.
The Lost Soul Aside
.
.
.
Dari Kuoh yang berada di dunia manusia, latar tempat berpindah dan menyoroti sebuah kota yang berada di dunia para iblis. Mekai, tempat dimana Fraksi Iblis tinggal dan menjalankan pemerintahan mereka sendiri. Kota itu sangatlah besar dan luas sehingga harus terbagi-bagi menjadi beberapa wilayah berdasarkan klan iblis yang menempatinya. Ada wilayah Gremory, Sitri, Bael, Phenex, Astaroth, Agares, dan lain-lain.
Cerita tertuju pada sebuah mansion besar yang berada di wilayah Gremory, tepatnya di sebuah taman di halaman belakang yang begitu indah dan luas. Seorang pria berambut abu-abu dengan warna mata serupa serta mengenakan jubah merah masuk didampingi dua orang pengawal.
"Selamat datang, Diehauser. Silahkan duduk" Sirzechs menyambut kedatangan Sang Raja Rating Game tersebut.
"Terima kasih, Lucifer-sama" para maid menghidangkan makanan kecil dan minuman begitu Diehauser duduk.
"Maaf jika panggilanmu terasa mendadak dan mungkin mengganggu jadwalmu" Maou Lucifer berbasa-basi untuk membuka konversasi, ia ingin membangun suasana yang bersahabat dan damai agar pembicaraan mereka berjalan lancar.
"Ah, tidak apa-apa, Lucifer-sama. Aku bisa menunda kesibukanku kapan saja. Panggilan dari Maou lebih penting dari semua itu" Diehauser merespon dengan senyum.
"Kau pasti telah mengetahui bahwa kita telah menjalin aliansi dengan Fraksi Malaikat serta Malaikat Jatuh dan menamainya dengan 3 Fraksi Akhirat" ujar Sirzechs sebelum menuju topik pembicaraan mereka.
"Ya, saya telah mengetahuinya. Saya berharap aliansi ini dapat membawa keuntungan. Tidak hanya untuk Fraksi Iblis tapi juga untuk semua pihak yang terlibat di dalamnya" balas Diehauser dengan ramah.
"Aku juga berharap begitu. Namun, yang ingin kubicarakan denganmu bukanlah hal itu" perkataan Sirzechs membuat Diehauser mengerutkan kening. Pemuncak Rating Game itu sama sekali tak mengerti kemana arah pembicaraan ini.
"Umm...maksud anda? Saya tidak mengerti, Lucifer-sama" Diehauser tampak bingung.
"Pertemuan antara 3 Fraksi sempat diserang oleh kelompok teroris yang bernama Khaos Brigade. Salah satu dari anggota mereka adalah Fraksi Old-Satan yang kita kalahkan saat Civil War dahulu. Tapi, ada juga sebuah kelompok asing yang tiba-tiba mengintervensi. Mereka menyebut diri sebagai Penyihir Jujutsu" Dua kata terakhir yang keluar dari mulut Sang Maou Lucifer mengejutkan Diehauser dengan kedua matanya yang melebar.
"Dari reaksimu aku bisa menebak bahwa kau mengetahui sesuatu tentang mereka. Tidak hanya itu, aku juga bertemu dengan seseorang yang mengaku pernah bertarung dan mempermalukanmu. Namanya...Gojo Satoru" Lagi-lagi Diehauser terkejut saat mendengar nama yang disebutkan oleh Sirzechs. Ingatannya terbang ke masa 12 tahun silam saat ia bersama para peeragenya diam-diam datang ke Tokyo untuk mencari sesuatu.
Tanpa ia sadari, Diehauser mengepalkan tangannya.
"Yang ingin kutanyakan adalah, apa yang kau lakukan di Tokyo 12 tahun yang lalu?" Sirzechs mulai masuk ke pokok pembahasan.
Sebelum menjawab, Diehauser sempat teringat akan memori kelamnya dimana ia kehilangan salah satu anggota keluarga yang paling berharga untuknya.
"Itu semua...berawal dari kematian Cleria, Lucifer-sama" balas Diehauser dengan suara lirih.
"Kau masih memikirkan itu? Aku tahu rasanya memang sulit ketika kehilangan seseorang yang sangat berharga. Tapi, kau tidak boleh terus-terusan terjebak di masa lalu" Maou Lucifer memberi nasihat.
.
Cleria Belial, adalah salah satu anggota klan iblis Belial. Dia adalah adik sepupu dari Diehauser. Meskipun hanya berstatus sebagai sepupu, nyatanya kedekatan mereka berdua bagaikan kakak dan adik kandung.
Cleria sendiri adalah iblis yang bertanggung jawab di Kota Kuoh sebelum Rias dan Sona. Akan tetapi, sebuah tragedi yang menyedihkan terjadi dimana ia mati terbunuh secara misterius. Penyebabnya belum diketahui secara pasti. Tapi berdasarkan rumor yang beredar di Mekai, Cleria dibunuh karena diam-diam menjalin sebuah hubungan kekasih dengan seorang Exorcist bernama Yaegaki Masaomi.
Tapi, sebenarnya ada fakta yang lebih dalam daripada itu.
.
"Tidak, bukan itu maksudku" balasan Diehauser membuat Sirzechs menaikkan alisnya tanda bingung. "Maksudmu?" Ia jadi penasaran.
"Saat itu, aku masih dalam posisi tidak bisa menerima kematian Cleria. Aku dalam kondisi tak tahu harus berbuat apa. Tapi, pada suatu ketika seseorang datang padaku dan menawarkan sesuatu yang tak bisa kutolak" pernyataan Raja Rating Game itu semakin membuat Sirzechs tenggelam dalam rasa penasaran. Raut serius tercetak jelas di wajah Sang Maou Lucifer.
"Siapa? Apa yang ia tawarkan padamu?"
"Namanya Kamo Noritoshi. Ia mengatakan bahwa ia bisa menghidupkan kembali Cleria. Tapi dengan syarat aku harus membawakan seorang gadis padanya. Namanya Amanai Riko" jawaban Diehauser malah menimbulkan tanda tanya baru bagi Sirzechs.
"Siapa lagi Amanai Riko? Dan apa hubungannya dengan apa yang kau lakukan di Tokyo 12 tahun yang lalu?"
"Aku juga tidak tahu, Lucifer-sama. Dia sama sekali tidak mengatakan lebih detail tentang itu. Ia hanya bilang bahwa Amanai Riko hanyalah seorang gadis SMP biasa. Namun, apa yang ada dibalik semua itu membawaku ke dalam sesuatu yang tak pernah kubayangkan sebelumnya" balas Diehauser, mengingat kembali kenangan buruknya ketika harus berhadapan dengan Gojo Satoru yang saat itu masih menjadi murid Sekolah Jujutsu Tokyo.
"Penyihir Jujutsu, sebenarnya sekuat apa mereka? Bagaimana kau bisa kalah?" Tanya Sirzechs.
Mendengar pertanyaan tersebut membuat Diehauser enggan untuk mengingat lebih dalam tentang itu. Kemampuan yang ia bangga-banggakan yang mampu meniadakan kemampuan lawan nyatanya tak berkutik di hadapan Gojo Satoru.
"Aku tidak ingin mengingatnya lagi, Lucifer-sama" balasnya.
"Lantas, apakah kau berhasil membawa gadis itu?" Tanya Sirzechs lagi.
"Sayangnya tidak, aku terlambat karena dia lebih dulu mati di tangan seorang pembunuh. Dan setelah itu, Kamo Noritoshi menghilang secara misterius" pernyataan Diehauser membuat Sirzechs berpikir keras. Siapa sebenarnya Amanai Riko, dan Kamo Noritoshi ini? Apa hubungannya dengan apa yang terjadi 12 tahun lalu di Kota Tokyo?
Informasi tentang Penyihir Jujutsu malah membawanya ke hal lain. Tapi, Maou Lucifer itu masih tetap dengan rasa penasarannya terhadap seorang Gojo Satoru.
"Katakan padaku, Diehauser. Seperti apa kemampuan Gojo Satoru?"
"Kemampuannya benar-benar diluar nalar untuk ukuran seorang manusia, Lucifer-sama. Dia bisa melayang di udara tanpa sayap, menghancurkan apapun hanya dengan sihir dari ujung jarinya, serta ia juga tak bisa disentuh. Tapi yang membuatku lebih terkejut adalah, kemampuan Worthless-ku untuk meniadakan kekuatan lawan sama sekali tidak berpengaruh padanya," Rasa penasaran Sirzechs kembali memuncak begitu mendengar kalimat terakhir Diehauser.
"Worthless-mu...tidak berpengaruh? Bagaimana bisa?" Jujur saja, Sirzechs agak terkejut.
"Worthless memang mampu meniadakan kemampuan lawan untuk sementara waktu. Syaratnya adalah aku harus mengerti konsep dan karakteristik dari kemampuan itu. Tapi, yang menjadi masalahnya adalah..." Diehauser menjeda. Namun Sirzechs sudah bisa menebaknya.
"Kau sama sekali tidak bisa memahami konsep dan karakteristik kemampuan milik Gojo Satoru" Diehauser hanya terdiam saat Sirzechs menyambung kata-katanya. Dan itu adalah fakta.
Sebenarnya, dari awal mereka bertemu. Kemenangan sudah 100% mutlak berada di tangan Satoru. Semua usaha yang dilakukan oleh Diehauser untuk melawannya memang tidak berguna.
Itu karena konsep dan karakteristik kemampuan dari Gojo Satoru sendiri adalah...Tak Terbatas serta Kehampaan. Dan Diehauser sama sekali tidak mampu untuk menyentuhnya. Kedua hal itu adalah anugerah bagi Satoru sebagai pemilik Rikugan dan menjadikannya sebagai Penyihir Jujutsu Terkuat saat ini.
.
.
.
The Lost Soul Aside
.
.
.
Dari rumah keluarga Gremory di Mekai, latar tempat berpindah dan menunjukkan sebuah kuil Shinto yang berada di tepi tebing tinggi. Dipayungi oleh langit malam serta cahaya bulan yang bersinar indah, Suguru dan Uraume sedang duduk santai sambil menikmati segelas teh ocha.
"Ahhh, rasanya benar-benar tenang dan damai" ujar Suguru seraya menatap ke arah bulan.
"Aku ingin menanyakan sesuatu padamu" sahut Uraume dengan tatapan serius seperti biasa. Suguru merespon dengan sudut matanya sembari tersenyum. "Hmm? Apa itu, Uraume-san?"
"Ini bukan pertama kalinya kau melakukan kontak dengan makhluk dari kubu akhirat itu kan?" Tanya Uraume. Suguru menyeringai tipis mendengar pertanyaan pelayan setia Sang Raja Kutukan itu.
"Sepertinya aku ketahuan ya? Ya, itu memang benar. Aku melakukannya pertama kali pada 12 tahun silam. Saat itu aku belum menggunakan tubuh ini. Aku masih memakai tubuh leluhur Klan Kamo yang terkenal sebagai Penyihir Jujutsu terkejam di zamannya, yaitu Kamo Noritoshi" Suguru meneguk tehnya.
"Sepertinya kau memang benar-benar berniat mengadu domba mereka dengan para Penyihir Jujutsu ya?" Tanya Uraume lagi. Seringai di wajah Suguru semakin lebar.
"Aku pernah membaca sejarah masa lalu tentang perang besar antara 3 makhluk akhirat itu. Yang dikabarkan hampir meluluhlantahkan dunia. Sekarang aku penasaran bagaimana jika mereka saling bertarung? Apakah akan tercipta sebuah perang yang lebih besar daripada itu? Tidak hanya itu, aku juga tetap fokus pada tujuanku yang lain" balas Suguru sembari bangkit dari bantal duduknya dan melangkah ke tepi teras.
"Apa itu?" Uraume jadi penasaran. Suguru tersenyum tipis.
.
"Belum saatnya kau mengetahuinya, Uraume-san. Jika waktunya sudah tepat, aku akan memberitahumu"
.
.
.
The Lost Soul Aside
.
To Be Continued
Akhirnya chapter 3 selesai juga. Disini mungkin lebih berfokus pada awal mulanya bagaimana Fraksi Iblis melakukan kontak pertama kali dengan dunia Jujutsu. Semua berawal dari Diehauser yang bertemu dengan leluhur Kamo Noritoshi, leluhur klan Kamo yang merupakan salah satu dari 3 Klan Besar Penyihir Jujutsu selain Klan Gojo dan Klan Zenin.
Dan di chapter berikutnya akan menjadi chapter khusus yang membahas semua itu. Bagaimana Diehauser bertemu dengan Noritoshi, penyusupannya ke Sekolah Jujutsu Tokyo, lalu pertarungannya melawan Gojo Satoru.
Mungkin juga di chapter depan akan sedikit membahas bagaimana masa lalu Naruto sehingga ia bisa menjadi Penyihir Jujutsu seperti sekarang.
So, nantikan di chapter berikutnya!
