Disclaimer : Not My Own

OP! Harem! Inc! Lemon! Bashing! Gaje! Alur Berantakan!


"Jangan jadi pengecut dan terus menghindar, Dasar Sialan.!!!" Gaara terus menyerang ke arah Naruto yang masih bisa menghindari serangannya.

"Lawan aku dasar lemah. Setelah aku membunuhmu, akan ku bunuh Uchiha sialan itu." Seru Gaara "Dengan begitu, mereka akan mengakuiku." Shuriken pasir terbang ke arah Naruto.

Trink

Trink

Naruto bisa menangkis serangan Gaara. 'ada apa dengan orang ini? ia terobsesi untuk membunuh.'

Bagi Naruto yang selalu mendapat perhatian oleh orang di sekitarnya, untuk memahami perasaan Gaara sangatlah asing baginya. Mungkin di dimensi lain, ia menjadi orang seperti Gaara yang sangat menginginkan perhatian dan pengakuan. Membayangkannya saja membuat Naruto sedikit bergidik.

Buk

Naruto menahan tendangan Gaara dengan menyilangkan kedua tangannya. Gaara menyabetkan ekor pasirnya.

Blarr

Dahan yang menjadi pijakan Naruto patah dan beruntungnya ia sempat untuk menghindar. Gaara kembali melesat ke arah Naruto. Terjadi adu tinju dan taijutsu di antara keduanya. Naruto yang sedari tadi hanya bertahan mulai menyerang dan pukulannya mengenai pipi dari Gaara.

"Pukulanmu sakit juga, Sialan." Pipi Gaara mengalami keretakan. Namun langsung kembali pulih. Menjadi anak dari seorang yang memiliki pukulan mematikan, membuat Naruto diajari bagaiman cara menggunakannya oleh Tsunade, meskipun levelnya masih belum bisa menyamai kaa-sannya itu.

"Kagebunshin no Jutsu."

Dua Kagebunshin Naruto muncul dari ketiadaan. Naruto mengeluarkan fuma shuriken dari fuin di lengannya. Dengan cepat ia melemparkan bom asap.

Boom

"Berencana untuk kabur, Haaa, Sialan." Dua fuma Shuriken muncul dari asap yang tercipta dan terbang ke arah Gaara.

Trink Trink

Keduanya berhasil ditangkis oleh Gaara dengan ekor pasirnya. "Seranganmu sia sia, Pirang." Dari fuma shuriken yang tertangkis tadi, berubah menjadi dua Naruto dan keduanya menangkap dan menahan lengan pasir Gaara. Dari depan, Naruto asli mengeluarkan jutsunya.

"Suiton : Mizu dangan no Jutsu." Peluru air terbang ke arah Gaara dan mengenainya. Gaara memberontak merasakan sakit yang luar biasa. Pasirnya meleleh karena air dari Jutsu Naruto. Kedua bunshin yang menahannya menghilang akibat Gaara yang terus memberontak dan menyabetkan ekor pasirnya.

"Arhgghhhhj" Rauman Gaara terdengar menyakitkan. "Sialan Kau Pirang." Pasir Gaara kembali ke bentuk semula dan menyelimutinya. Ia masih menyerupai chibi Tanuki. Dengan amarah membara ia menyerang ke arah Naruto yang bersiap. Tangan pasir Gaara menyabet ke arah Naruto dan berhasil ia tangkis. Gaara menendang ke arah Naruto namun Naruto berhasil melompat mundur, namun karena kecepatan Gaara yang meningkat dan tak bisa diantisipasi oleh Naruto, Ia menyabetkan ekornya dan mengenai Naruto yang masih di udara.

Bugg

Syutt

Duaghh

Blar...

Naruto membentur pohon dan membuatnya melenguh sakit.

"Gah..." Rintihan keluar dari mulut Naruto. Tak memberik kesempatan Naruto untuk siap, Gaara menayunkan lengan pasirnya dan memukul Naruto.

Bughhh

Naruto kembali terkena serangan Gaara dan terpental ke samping.

Tawa jahat keluar dari mulut Gaara. "Hahahahaha, hanya segini saja kemampuanmu pirang."

Naruto meringis kesakitan, darah terlihat keluar dari bibirnya. Ia berusaha untuk berdiri dan memikirkan cara untuk mengalahkan chibi Tanuki di depannya ini.

'Apa yang harus ku lakukan?' Otaknya berputar cepat untuk mencari solusi mengalahkan Gaara.

Dua Bunshin kembali muncul dari ketiadaan. Keduanya mengangguk mengerti jalan pemikiran dari Naruto. Setelah itu ketiganya menyerang bersamaan.

Melihat musuhnya datang menyerang menggunakan bunshin, Gaara menyabetkan ekornya. Ketiga Naruto berhasil menghindar. Naruto satu mengayunkan kakinya untuk menendang Gaara namun berhasil ditangkis. Melihat celah, Naruto 2 mengarahkan pukulan ke wajah Gaara dan kembali bisa ditangkis. Naruto 3 yang melihat tangan dan ekornya menahan serangan Bunshinnya, mengumpulkam chakra di tangannya dan sekuat tenaga memukul Gaara.

Badammm

Bug

Duar

Gaara terpental jauh dan menghancurkan beberapa pohon di jalurnya terpental. Hingga akhirnya ia berhenti dan mengaum kesakitan

"Arghhhhh" Gaara berteriak marah, "Bangsat, Kau Pirang." Amarahnya yang memuncak membuat pasir di sekitarnya berputas mengelilinginya.

"Bagus, teruskan, biarkan aku bebas."

Semakin lama pasir yang mengelilingi Gaara menyelimuti dan semakin membesar dan membentuk Ichibi Tanuki.

"Akan ku hancurkan, Kalian Semua.!!!" Gaara saat ini ada di atas kepala monster Tanuki no Ichibi. Wajah maniaknya terlihat sangat bergairah untuk menghancurkan segalanya.

"Ah, sial, Bagaimana aku mengalahkan Jinchuriki ini?" Gumam Naruto. Naruto belum pernah berhadap dengan seorang Jinchuriki, apalagi hingga bertransformasi penuh seperti sekarang. "Sial dia sangat besar."

"Ne ne, sepertinya kau kesusahan, Naruto-chan"

Sebuah suara membangunkan Naruto dari pikirannya. Ia melirik ke samping dan mendapati baa-sannya berdiri di sampingnya dengan senyuman mengejek.

"Guhhh... diamlah, Kushina-baa-san." Gerutu Naruto.

"Sudah ku bilang, panggil aku Nee-san." Kushina memukul kepala Naruto. "Aku tidak setua itu, ttebane." Naruto mendengus dan memegang kepalanya.

Yaps, bibi Naruto adalah Kushina Uzumaki. Satu satunya Uzumaki terakhir di dunia, eits tapi sekarang ada Naruto.

"Jadi, seorang Naruto dibuat terpojok oleh Ichibi." Goda Kushina.

"Cih." Naruto mendecih kesal mendengar ledekan Kushina.

"HHhahaha, jangan menggerutu begitu." Kushina tertawa melihat ekspresi kesal Naruto.

"Darimana saja kau, Kushina-ba...Nee?" Naruto mengoreksi ucapannya melihat delikan tajam mata Kushina.

"Yah, biasa Naruto. Berkeliling membasmi para bedebah sialan." Kushina memang orang yang tak bisa diam dan akan sering pergi sendiri dari rombongan mereka. Terkadang ia lebih memilih menjalankan misi sendiri dan kembali ketika waktunya ia melatih Naruto. Kushina saat ini memakai pakaian jonin dan bisa dilihat, mereka dengan susah payah menahan aset berharga yang terlihat sesak di dadanya. Rambutnya ia kucir tinggi dengan pelindung kepala Konoha ia ikatkan di leher.

"Hei, jangan berpikiran mesum, Naru-chan." Ucap Kushina. Naruto hanya mendengus dan mengalihkan pandangannya pada Ichibi Tanuki.

"Jadi, ada cara bagaimana mengalahkannya, Nee-san?" Tanya Naruto.

"Tenanglah, biarkan, Nee-san mu ini yang membereskan." Ucap Kushina dengan sombong.

Gaara masih berteriak kesetanan dan perubahan wujudnya akhirnya selesai. Tubuh Tanuki Ichibi terlihat begitu besar dengan ekor satu menjuntai dan bergoyang - goyang.

"Nah Gaara, sekarang giliranku untuk bebas."

"Tapi..."

"Diamlah, biarkan aku keluar sekarang."

"Baiklah." Ucap Gaara lirih. "Tanuki : Neiri no Jutsu." Teriak Gaara. Gaara sekarang tertidur dan sekarang Shukaku yang mengambil alih kendali. Sebab inilah juga, Gaara tak bisa tidur dan membuat garis hitam di sekiling matanya.

"Akhirnya aku bebas... hahahahahahah" Shukaku tertawa dengan keras karena akhirnya dia bisa bebas.

"Hei Shukaku, kasihan sekali Jinchurikimu, tak bisa tidur karenamu." Ucap Kushina.

"Sekarang dia bisa tertidur. Giliranku menghancurkan kalian. Lihat saja Kyuubi." Kyuubi yang mendengar ucapan Shukaku hanya mendengus.

"Dia memang berisik" Gerutu Kyuubi.

Kushina menghindari sabetan tangan Shukaku. Gelombang angin tercipta dari sabetannya dan membuat jalurnya hancur.

"Suna no Ame" Pasir hujan menghujani area Kushina berdiri. Hujan tersebut mengenai pepohonan dan menghancurkan daunnya.

"Doton : Domu no Jutsu" Kushina membuat kubah pelindung dari tanah untuk melindunginya dari hujan pasir.

"Keh" Dengus Kushina.

"Fuuton : Kudakare no Kaze" Hembusan angin muncul dari ayunan tangan Shukaku dan menuju ke arah Kushina, menghancurkan kubah pelindungnya dan membuat Kushina terpental.

"Cih" Decih Kushina. "Ini harus segera diselesaikan."

"Uzumaki : Kongo Fusa." Delapan rantai panjang keluar dari punggung Kushina dan mengikat ke arah Shukaku. Shukaku tak bisa bergerak.

"Lepaskan aku dasar sialan." Shukaku memberontak mencoba melepaskan diri. Taoi usahanya sia - sia, chakranya seakan diserap oleh rantai - rantai sialan ini. Kongo Fusa merupakan Kekkai Genkai khas dari klan Uzumaki. Penggunanya dapat mengeluarkan rantai rantai dengan ujungnya dapat dibentuk sesuai dengan keinginan penggunanya. Selain itu, Kongo Fusa dapat menyerap chakra dan menjadi salah alat untuk mengekang Bijuu. Mito Uzumaki menggunakannya untuk menyegel Kyuubi pada tubuhnya. Kushina juga menggunakan Kongo Fusa untuk membantu Yondaime menghentikan amukan Kyuubi 14 tahun lalu.

"Dia sudah ku tekan, Naru-chan." Ucap Kushina pada Naruto. "Sekarang giliranmu untuk membangunkan si Jinchuriki." Teriak Kushina.

Naruto yang diteriaki oleh Kushina segera berlari ke arah Shukaku. Ia tadi melihat Gaara yang ada di atas kepala Shukaku. Berlari dengan cepat, Naruto sampai di kepala Shukaku.

"Pergi dari sini, sialan." Naruto tak menggubris sumpah serapah Shukaku. Dengan cepat ia melompat menghindari pasir hisap di kepala Shukaku. Dengan sekuat tenaga memukul Gaara.

"Tidakk, tidak... Aku baru saja bebas." Shukaku kembali, dan Gaara tersadar dari tidur. Darah keluar dari mulut Gaara dan terkejut karena ia berhasil dikalahkan. Tubuh pasir Shukaku melebur dan keduanya jatuh dari ketinggian.

"Bagaimana bisa?" Gaara tak percaya seseorang berhasil mengalahkannya pada transformasi penuh.

Bugh

Syut

Gaara jatuh terbaring sedangkan Naruto berhasil bermanuver dan mendarat dengan sempurna. Ia berjalan ke arah Gaara yang terbaring dengan wajah tak percaya dan menahan sakit.

"Pergilah menjauh dariku" Ucap lirih Gaara, wajahnya menyiratkan sedikit ketakutan.

"Kau tak perlu takut Gaara." Ucap Naruto berjongkok di samping Gaara. Pendar hijau keluar dari tangannya dan menyembuhkan luka Gaara.

"Kenapa?" Tanya Gaara "Kenapa kau menyembuhkanku?"

"Sebagai seorang dokter, melihat seseorang terluka, sudah sepatutnya aku membantu." Ucap tenang Naruto dan berkonsentrasi.

"Kenapa kau begitu kuat?" Tanya Gaara lirih.

"Aku tidak kuat." Balas Naruto."Aku hanya berusaha untuk melindungi apa yang berharga bagiku." Tambahnya.

Gaara melihat ke arah Naruto yang tersenyum padanya. Selama ia hidup sampai sekarang, Gaara tak pernah bisa mengerti orang lain. Sejak kecil setelah orang yang ia kira menerimanya dengan tulus ingin membunuhnya, ia menjadi maniak. Suara - suara di kepalanya membuatnya terganggu dan tidak stabil. Hal ini yang membuatnya tak bisa tidur. Semua orang takut padanya, bahkan kedua saudaranya sendiri melihat takut ke arahnya. Ayahnya sendiri yang menyuruh seseorang untuk membunuhnya, ia merasa tak diinginkan oleh siapapun. Maka dari itu, ia menjadi maniak, dan apabila dengan membunuh ia bisa diakui, maka ia akan melakukannya.

"Siapa namamu?" Tanya Gaara lemah.

"Naruto, Senju Uzumaki Naruto." Jawab Naruto.

"Sabaku Gaara."

"Wah - wah, apa yang kita dapat di sini?" Seseorang berucap membuat Naruto waspada. "Seorang Senju dan Jinchuriki Ichibi. Memang benar kita datang sekarang." Ucap Orang itu.

"Kau berisik, Kisame." Dua orang datang dari balik bayangan pohon dan mereka memakai jubah hitam beraksen awan merah.

'Akatsuki'

xXx

"Sial, mereka tak ada habisnya." Gerutu Shikamaru.

"Setidaknya kita berhasil mengevakuasi para warga desa." Ucap Ino.

Mereka yang ditugaskan untuk mengevakuasi warga desa telah selesai menjalankan misi. Saat ini mereka sedang bertarung dengan para ninja yang menyerang desa.

"Takdirmu adalah untuk mati, Ninja-san." Ucap Neji setelah membunuh salah satu Shinobi penyerang.

"Merepotkan"

Boom

Boom

Ledakan terdengar dari dekat mereka dan membuat mereka mengalihkan perhatian. Mereka bergegas ke sumber ledakan dan melihat seseorang dengan perawak aneh. Rambutnya berwarna orange dan apa - apaan lengannya itu, besar dan mengeluarkan asap. Matanya berwarna hitam kuning dan senyuman maniak tersirat di wajahnya.

"Ha haha... Mati... Mati." Juugo tertawa maniak. Dia bisa mengamuk sepuasnya, terlebih Kimimaro ada disekitarnya. Terlihat beberapa shinobi desa Konoha berusaha melawan dan beberapa terluka.

Syut

Blar

Sabetan ekor Juugo mengenai bangunan di belakang Shinobi yang ia lawan dan meruntuhkannya.

"Mati kau, Mati kau." Juugo mengamuk dan menyerang membabi buta. Shinobi yang menjadi lawan mereka jadi sedikit ketakutan untuk melawan makhluk tak stabil ini.

Rombongan Shikamaru yang melihat hal itu sedikit enggan untuk ikut bertarung.

"Hei, apa kita akan diam saja?" Tanya Chouji. "Mereka perlu bantuan kita."

"Apa kita bisa melawannya?" Ucap Ino ragu.

"Kalau ada Sasuke pasti akan langsung dia lawan." Ucap Sakura.

"Ck" Neji berdecik dan segera maju untuk melawan Juugo.

"Merepotkan" Ucap malas Shikamaru. Mereka harus segera menghentikan Juugo, jika tidak maka akan semakin banyak korban. Ia kemudia duduk dan memasang posisi berpikir khas nya. Chouji yang melihat Shikamaru sudah serius menganggukkan kepala dan siap menerima instruksi dari Shikamaru. Keduanya tekah bersama sejak lama, apalagi keluarganya bisa dibilang memiliki hubungan yang cukup erat, sehingga mereka telah mengerti maksud satu sama lain.

"Baiklah, sementara Neji mengalihkan perhatiannya. Tenten dan Sakura, lemparkan senjata kunai atau shuriken kalian ke arahnya. Lalu..." Jelas Shikamaru.

Neji masih beradu Taijutsu dengan Juugo. Juuken nya mengenai beberapa titik tenketsu Juugo, namun kekuatan fisiknya yang melebihi normal seperti tak berpengaruh terhadapnya, bahkan ia semakin menyerang membabi buta.

"Cih" Neji berdecih. Ia melihat Sakura dan Tenten melemparkan senjata mereka sehingga membuat Neji menjauh.

Trink Trink

Senjata yang mereka lemparkan berhasil Juugi tahan hanya dengan lengan kerasnya saja. "Hahahahah... Sia sia saja." Tawa maniak Juugo kembali keluar dari mulutnya. Dia memiliki kekuatan di atas normal, namun dengan kekuatannya ini membuatnya hilang kendali. Namun Orochimaru tertarik dengan kekuatan Juugo sehingga ia memperbanyak dan meniliti kekuatannya untuk dijadikan sebagai boost bagi para ninja Oto. Hanya Kimimaro, Kabuto, Guren dan Orocohimaru yang bisa menghentikan amukan dari Juugo.

"Baika no Jutsu" Tubuh Chouji membesar. "Nikudan Sensha" kemudian berputar dan menggelinding dengan cepat ke arah Juugo.

Syut

Blar

Buagh

Lengan Juugo berubah bentuk dan membuat perisai. Satu lengan lain berbentuk martir dan memukul jutsu Chouji yang terhenti.

"Chouji!!!" Teriak Ino.

"Merepotkan. Dia tak akan apa apa. Sekarang giliranmu Ino." Ucap Shikamaru. Ino segera mengalihkan perhatiannya.

"Shintensin no Jutsu." Ino mengeluarkan jutsu khas klan Yamanaka. Saat ini jiwa Ino ada di dalam tubuh Juugo. Tubuhnya terduduk tak berdaya dan segera diangkay oleh Sakura dan Tenten.

"Ughh" Jiwa Ino melenguh sakit. 'orang ini punya jiwa yang sakit.' Juugo memaksa Ino untuk keluar.

"Ahhhh" Ino berteriak dan kembali ketubuh aslinya.

"Kau tak apa? Ino?" Tanya Sakura.

"Ughhh, Jiwanya sangat sakit." Ucap Ino lirih.

Shikamaru tak menggubris teriakan sakit Ino, ia berkonsentrasi agar jutsunya berhasil. Bayangan hitam panjang melesat ke arah Juugo dan memerangkap Juugo serta membuatnya tak bisa bergerak.

"Kagemane no Jutsu, Sukses." Ucap Shikamaru. Juugo yang tak bisa bergerak berusaha untuk memberontak dengan sekuat tenaga.

"Garghhh, sialan kalian." Dengan kekuatan besar, Juugo berhasil terlepas dari kekangan jutsu Shikamaru.

"Ughh" Melihat jutsunya berhasil terlepas, Shikamaru berteriak pada Neji. "Sekarang saatnya, Hyuuga!"

"Ck." Neji berdecih kesal. Dengan cepat ia berlari ke arah Juugo yang baru saja terlepas dari Jutsu Shikamaru, lalu memasang kuda - kuda. "Kau berada di jangkauanku.

"Hakke Rokujoyon Sho." Neji memukul 64 titik tenketsu dari Juugo dan membuatnya terpentak ke belakang.

"Nikudan Sensha Toge no Aru." Chouji yang menggelinding sekarang terlapisi oleh kunai berantai mengelilingi tubuhnya melaju cepat ke arah Juugo. Juugo yang tak siap segera dan lindas oleh Chouji dan membuatnya tak sadarkan diri, luka luka terlihat di sekujur tubuh Juugo dan perubahan bentuknya telah hilang.

"Fuhhhh" Shikamaru menghela nafas lega, diikuti para genin lainnya.

"Mereka hebat untuk sekelas Genin." Gumam salah satu shinobi yang melihat semua kejadian tadi.

"Generasi mendatang akan sangat menakutkan." Angguk Shinobi yang lainnya.

"Dengan begini, ia bisa di bawa ke divisi interogasi." Ucap Sakura. Sebelum para shinobi membawa Juugo asap menutupi tempat tersebut.

Boom

Boom

"Kau merepotkan seperti biasanya, Juugo." Ucap seseorang. Dengan cepat ia membawa kabur tubuh Juugo dan pergi dari tempat itu. Kepulan asap menghalangi pandangan para shinobi di area tersebut. Setelah beberapa saat, kepulan asap menghilang, tubuh Juugo tak bisa ditemukan.

"Merepotkan, mereka kabur." Ucap Shikamaru yang melihat beberapa shinobi penyerang mundur dan pergi.

xXx

Beberapa hari setelah penyerangan dan invasi Konoha oleh Oto dan Suna, Konoha sekarang dalam tahap perbaikan. Terlihat di berbagai sudut Desa orang orang bekerja sama untuk membersihkan dan mulai membangun kembali bangunan yang porak poranda. Para shinobi turut membantu warga desa.

Banyak korban berjatuhan karena serangan yang dilakukan dua desa itu. Mereka juga tak mengira bahwa aliansi mereka sendiri, Suna akan berkhianat dan menyerang desa.

Hujan mengguyur desa Konoha yang masih berantakan. Terlihat banyak orang berkumpul mengenakan pakaian hitam. Bunga putih terlihat berjejer di banyak foto para korban dari penyerangan Oto Suna. Dan di tengah jejeran foto itu, terdapat foto Sandaime Hokage, Hiruzen Sarutobi. Yaa, Sandaime gugur dalam pertarungannya dengan Orochimaru. Para anbu penjaga Hokage tak bisa membantu karena mereka terhalangi oleh kubah pelindung dari pengawal Orochimaru. Tsunade datang terlambat karena dihalangi oleh Kabuto dan Kimimaro, yang juga berhasil kabur. Tsunade berusaha untuk mengobati Sandaime, namun sia sia. Sandaime mengatakan pada Tsunade bahwa ia menggunakan jutsu terlarang untuk Orochimaru dengan tukar nyawanya. Mizukage juga datang terlambat, pertarungannya dengan Guren memaksanya untuk serius, namun ia tak keluar dari pertarungan itu dengan utuh, terlihat luka luka di sekujur tubuhnya. Konoha saat ini tengah berduka, seorang pemimpin yang telah membawa Konoh melewati 2 Perang Dunia Shinobi telah gugur.

"Kau memang menjadi panutan untuk seorang Shinobi." Ucap Danzo. "Namun sebagai seorang pemimpin, kau memang tak layak memegang posisi Hokage." Danzo segera meninggalkan tempat itu dan orang orang tak menyadari keberadaannya.

Mereka akhirnya mulai bubar satu per satu. Banyak orang merasa kehilangan, Asuma sebagai seorang, meskipun tak terlalu dekat dengan Sandaime merasa sangat terpukul. Konohamaru menangis mengetahui kakeknya pergi meninggalkan mereka. Jiraiya hanya bisa menundukkan kepalanya dan Tsunade terdiam. Sudah banyak orang yang ia sayangi di ambil dari desa ini, karena kelemahan seorang pemimpin. Sebuah tekad muncul dalam diri Tsunade. Demi melindungi Naruto, ia akan mereformasi Konoha dan menjadi Hokage. Tak akan ia biarkan orang yang dekat dengannya pergi meninggalkannya lagi.

xXx

Beberapa hari setelah pemakaman dari Sandaime dan para korban invasi, Daimyo, Para petinggi klan, tetua, dan petinggi pemerintahan mengadakan pertemuan untuk menunjuk Hokage yang baru. Mereka tak mau dengan adanya kekosongan pemimpin akan dimanfaatkan oleh musuh Konoha untuk menyerang desa. Sebelumnya mereka mendapat permintaan maaf dari Suna karena mereka ternyata dimanfaatkan oleh Oto untuk menyerang Konoha. Mereka tak mengetahui jika Kazekage telah dibunuh dan Orochimaru menyamar menjadi Kazekage. Para petinggi Konoha tak mau hanya menerima permintaan maaf, mereka meminta ganti rugi. Dengan berat hati Suna menyetujui hal tersebut, sebanyak 50% persen dari misi yang dikirim untuk Kaze no Kuni harus diserahkan ke Konoha selama 3 tahun ke depan. Sementara Mizukage, berjanji pada Konoha untuk membantu sebisa mereka dalam proses pemulihan Konoha. Setelah pemakaman, rombongan dari Mizu segera pamit karena Mizukage ingin memastikan keamanan desa Kirigakure dan tak mau ada penyerangan dari desa lain, selain itu Kirigakure juga masih dalam proses pemulihan pasca perang saudara.

Perdebatan terjadi antara para petinggi desa, tentang siapa pemimpin mereka selanjutnya. Petinggi klan Shinobi terlihat hadir dalam pertemuan itu, Aburame, Yamanaka, Nara, Akimichi, Hyuuga, Inuzuka, Uzumaki, Senju, Kurama dan satu kursi kosong milik Uchiha. Beberapa pemimpin dari klan 'Civilian' juga hadir. Selain itu ada dari tetua Konoha, Danzo, Pemimpin Anbu dan Jonin.

"Bisakah kalian berhenti berdebat." Kushina yang sedari tadi diam menjadi jengkel mendengar ocehan para klan 'civilian'. "Ini tak akan selesai jika kalian mementingkan diri kalian sendiri." Tambahnya. Ia sebenarnya sangat tidak mau untuk hadir dalam pertemuan ini, namun karena dia di seret oleh Tsunade memaksanya untuk hadir.

'Suaramu dibutuhkan, Kushina' Ucap Tsunade padanya. Sebenarnya Tsunade sendiri juga malas untuk hadir, namun karena ambisinya ia terpaksa hadir. Tak mau dirinya, posisi Hokage dipegang oleh seorang Danzo.

"Na na, Benar apa yang dikatakn oleh, Uzumaki-san." Ucap Daimyo. "Baiklah, sekarang apakah ada calon untuk seorang Hokage?"

Shikaku mengangkat tangannya. "Aku mencalonkan Tsunade-sama untuk menjadi Hokage." Para petinggi klan Shinobi menganggukkan kepalanya tanda menyetujui. Daimyo terlihat senang dan menganggukkan kepalanya.

"Aku keberatan Daimyo-sama." Ucap Danzo. "Konoha butuh pemimpin yang kuat dan mau berjalan di jalan apapun demi mempertahankan desa."

"Cih" Tsunade berdecih.

"Ajaran dari Sandaime membuat Konoha melemah dan sekarang, jika muridnya mengambil alih maka ajarannya akan diteruskan dan membuat Konoha semakin lemah." Tambah Danzo. Saat ini merupakan kesempatan baginya untuk mengambil alih posisi Hokage. Dengan ia diangkat menjadi Hokage, ia akan membuat Konoha menjadin yang terkuat di 'Elemental Nation'.

Daimyo menganggukkan kepalanya, sepertinya ia menimbang dan memikirannya.

"Aku mencalonkan Danzo-sama sebagai Hokage berikutnya." Salah satu dari pemimpin klan 'Civilian' berucap.

"Baiklah, karena terdapat dua calon, agar tak membuang waktu kita lakukan voting saja."

xXx

Naruto saat ini tengah berjalan - jalan mengelilingi desa. Sudah empat tahun ia tak ada sini, banyak hal berubah, yah meskipun sebagian besar waktunya dulu ia habiskan di dalam Komplek Senju. Banyak warga desa bergotong royong membersihkan kekacauan di desa.

Ia mengingat kembali pertarungannya dengan Gaara, setelah ia berhasil mengalahkan Gaara dengan bantuan Kushina. Dua anggota Akatsuki muncul.

Flashback on

'Akatsuki'

"Harusnya Jinchuriki Ichibi menjadi tugas Deidara, tapi apa boleh buat kesempatan di depan mata." Ucap Kisame. Sosok tinggi biru menyerupai hiu itu tersenyum lebar memperlihatkan giginya yang runcing dan tajam. Itachi yang menjadi partnernya hanya diam saja mengawasi keadaan. Entah bagaimana pimpinan memasangkan dia dengan orang brutal macam Kisame.

"ITACHI" Teriak seseorang. "Akan ku bunuh kau." Sasuke yang sudah sadar dari pingsannya melihat kedatangan Itachi membuat amarahnya memuncak. Sudah saatnya ia membunuh Itachi. Segel yang mengekang tanda kutukan Orochimaru terlepas, bercak api hitam menyelimuti tubuh dan wajah Sasuke. Ia membuat Chidori dan segera melesat ke arah Itachi. Segel kutukan memberinya kekuatan sementara sehingga ia dapat membuat Chidori kembali.

"Menjijikkan." Ucap Itachi dingin. Dengan tenang ia menggerakkan dua jarinya dan menghalau serangan Sasuke. Memanfaatkan situasi, Naruto membuat Bunshin dan membawa Gaara yang terluka pergi dari tempat pertarungan. Kisame tertawa melihat reuni adik dan kakak itu, ia mengalihkan pandangannya ke Naruto.

"Baiklah tak baik mengganggu reuni kakak beradik itu, jadi mari kita bersenang - senang Senju." Kisame segera melesat ke depan dan mengayunkan Samehada untuk menebas Naruto. Naruto dibuat terkejut dengan kecepatan Kisame. Tak sempat ia untuk menghindar.

Syut

Trank

Besi beradu dengan besi dan membuat bunyi nyaring di tempat itu. Samehada yang berhasil di tahan oleh seseorang membuat Kisame menyeringai.

"Kau bantulah, Uchiha itu, Naru-chan." Ucap Kushina yang tiba tiba datang dan menahan serangan Kisame. "Biar aku yang menghadapi si Hiu ini." Tambah Kushina

Naruto berdecih pelan karena dipanggil dengan sebutan itu. Ia bangkit berdiri dan menuju ke arah Sasuke yang dibuat tak berdaya oleh Itachi.

"Wah wah, tak kusangka aku akan melawan Akai shi no Habanero." Ucap Kisame senang. Sebagai sesama pengguna Kenjutsu, ia akan bersemangat untuk menghadapi lawannya.

"Huh, Kisame no Kirigakure pengguna Samehada." Ucap Kushina.

Trank

Pedang Benihimenya ia dorong ke arah Kisame dan langsung menendang ke arah Kisame.

Syut

Blar

"Tendanganmu sakit juga." Ucap Kisame, mengusap darah yang keluar dari bibirnya. Terlihat Samehada menggeliat, jika seperti ini maka lawannya ini memiliki chakra yang sangat besar. "Kelihatannya Samehada bersemangat" Balutan yang membungkus Samehada terlepas dan memperlihatkan pedang besar seperti sisik hiu tajam berwarna biru.

"Ne ne, Baru pertama kali aku melihat wujud Samehada yang sebenarnya." Ucap Kushina. Ia beberapa kali bertemu dengan pengguna pedang Kirigakure lain dan baru pertama kali ia bertemu dengan pengguna Samehada. Sebelumnya ia bertemu dengan pengguna Kubikiribocho yang di pegang Zabuza.

"Baguslah, dengan begitu kau bisa melihat kemampuannya." Kisame melesat maju dengan Kushina yang bersiap dengan kuda - kuda bertahan.

Syut Blar

Chidori Sasuke berhasil ditangkis Itachi hanya dengan dua jari.

"Menjijikkan, kekuatan dari ular itu." Itachi menendang perut Sasuke dan membuatnya memuntahkan darah. "Kau masih lemah, adik bodoh." Ucap tenang Itachi.

Tendangan Itachi hampir membuat Sasuke tak sadarkan diri. Namun dengan kebenciannya yang begitu besar pada Itachi, ia memaksa untuk tetap sadarkan diri. Dengan sekuat tenaga ia mengumpulkan kekuatan di tangannya dan hendak memukul Itachi.

Tap

Pukulannya berhasil di tahan Itachi. Kemudian ia berbisik pada Sasuke. "Kau tahu apa yang membuatmu lemah?" Ucapnya dingin. " Kebencianmu masih kurang." Dengan sekuat tenaga Itachi menendang Sasuke.

Buaghh

Syut

Blar

Sasuke terpental jauh dan akhirnya membentur pohon serta membuatnya tak sadarkan diri. Segel kutukannya kembali tertutup.

Tak Tap

Tendangan Naruto berhasil Itachi tahan dengan tangannya. Ia kemudian memegang kakinya dan melemparkan Naruto.

Syut

Tap

Naruto berhasil mendarat dengan sempurna. Lawannya saat ini adalah pengguna Sharingan dan genjutsu. Ia mengingat pesan Tsunade, ketika kita melawan pengguna Sharingan, jangan langsung menatap ke matanya, tapi perhatikan tubuh dan pergerakan kakinya. Dan saat ini Naruto mempraktekkan hal tersebut. Jika dirinya sampai terkena genjutsu milik Itachi, maka habislah sudah.

"Senju." Ucap Itachi

"Uchiha." Balas Naruto. Naruto sebenarnya tak percaya diri dapat mengalahkan seorang Itachi. Levelnya masih jauh di bawah orang ini, pengalamannya dalam bertarung berbanding bumi dan langit dengan genius pengkhianat di depannya.

Syut

Tak Tap

Serangan Naruto kembali di tahan Itachi. Pukulan dan tendangannya tak membuat Itachi bergerak dari tempatnya dan membuat Naruto berdecih kesal. Melihat serangan taijutsu tak bisa membuat Itachi bergerak, Naruto dengan cepat merapal segel.

"Suiton : Mizu dangan no Jutsu." Peluru air melesat ke arah Itachi. Sharingan aktif di mata Itachi dan memperlihatkan jalur serangan Naruto. Dengan tenang ia menghindari serangan tersebut, sharingannya berputar perlahan.

Melihat celah Naruto kembali maju kedepan, ia mengayunkan kakinya untuk menendang tengkuk Itachi.

Tak Tap

Tendangannya kembali berhasil di tahan. Tak berhenti di situ, Naruto menghujamkan tinjuan ke wajah Itachi, dan saat ia mengira serangannya berhasil mengenainya, tubuh Itachi berubah menjadi Gagak dan terbang.

"Cih" Decih Naruto.

Ia melihat Kushina juga berjalan mendekat ke arahnya. Ia rasa pertarungannya telah selesai. Mereka ternyata kabur dan tak berselang lama muncul Jiraiya dan beberapa Jonin Konoha.

Itachi dan Kisame

"Kenapa kita kabur Itachi? aku baru saja bersemangat untuk mengalahkan Akai shi no Habanero." Ucap kesal Kisame.

"Mereka banyak berdatangan, Kisame." Ucap Itachi. "Kita tak boleh mengambil resiko." Tambahnya.

"Hn" Balas Kisame.

"Jangan meniruku, sialan."

Flashback off

Naruto bersyukur karena mereka kabur. Karena jika terjadi pertarungan total maka bisa dipastikan bahwa ia akan dikalahkan. Setelah kejadian itu, Sasuke di bawa ke Rumah sakit untuk di rawat dan Kushina serta Naruto segera bergegas untuk membantu desa.

"Oi, Naruto, bergabunglah dengan kami." Merasa dirinya dipanggil, ia menoleh dan mendapati perempuan pirang mendekatinya dan rombongan mengikutinya dari belakang. Naruto melihat Shikamaru yang menganggukkan kepala padanya.

"Jadi kau mau kemana?" Tanya Ino.

"Hanya berkeliling. Sudah cukup lama tidak di desa." Jawab Naruto.

"Ne ne, daripada kau berkeliling tak jelas, lebih baik bergabung bersama kami." Ino langsung menyeret lengan Naruto. Shikamaru hanya mendengus dan Chouji asik menikmati kripiknya.

Mereka akhirnya tiba di tempat makan milik keluarga Akimichi dan segera mencari tempat duduk.

"Jadi agar kita lebih kenal denganmu, sebaiknya kita berkenalan." Usul Ino.

"Hemm, baiklah, karena mungkin sebelum pertemuan kita aku tak memperkenalkan diri dengan baik, maka kenalkan, Aku Ino Yamanaka." Ino merupakan perempuan berambut pirang yang sedari tadi menyeret Naruto dengan semangat. Ia mengenakan pakaian ungu khasnya. Melihat Shikamaru yang bermalas-malasan, ia memukul kepala Shikamaru. "Giliranmu Shika."

"Cih Merepotkan, Aku Nara Shikamaru. Salam kenal Pirang." Jawab malas Shikamaru.

"Aku Akimichi Chouji." Chouji memperkenalkan diri sembari mengunyah kripiknya.

"Inuzuka Kiba, Hun." Ucap laki laki bertato merah di pipi berambut coklat. "Huft"

"Aburame Shino." Ucap Shino, orang paling misterius di rombongan itu.

"Yosh, Rock Lee, salam kenal." Ucap semangat laki laki berambut hitam mangkok terbalik dan alis tebal. Lengannya masih dibalut dengan perban.

"Hi...Hinata Hyuuga. Salam Kenal." Ucap malu perempuan berambut biru pendek dengan mata putih.

"Hola, aku Tenten." Ucap perempuan bercepol rambut dua."

"Neji Hyuuga." Ucap singkat laki laki yang memiliki mata sama dengan Hinata. Sebenarnya ia malas untuk ikut berkumpul dengan mereka, apalagi masih ada Hyuuga Hinata di sana. Meskipun Hiashi telah menceritakan semua kebenaran dari kejadian masa lalunya, ia masih belum menerima. Ia di sini karena di seret oleh Tenten dan Lee.

"Jadi siapa nama lengkapmu? Naruto" Tanya Ino penasaran. Sebenarnya yang lain juga penasaran, dulu ia hanya menyebutkan namanya saja.

Meskipun Naruto telah diberi pesan untuk tak memberikan namanya, tak ada salahnya sekarang ia berkenalan dengan mereka. Toh, nantinya mereka akan bekerja sama di desa Konoha.

"Umm, baiklah, perkenalkan, namaku Naruto, Senju Uzumaki Naruto." Ucap Naruto.

Shikamaru yang mendengar jawaban Naruto membuka matanya dan melihat ke arah Naruto. Ia pernah mendengar percakapan ayahnya tentang keturunan terakhir dari Senju dan Uzumaki selain Tsunade-sama dan Kushina-sama. Tak disangka sekarang orang itu ada di depannya. Ekspresi penasaran juga terlihat dari Neji, meskipun tak terlalu ia tampakkan. Seorang Senju dan Uzumaki, kurasa ia harus bertarung dengannya. Ekspresi lainnya menyiratkan keterkejutan.

"Waawwww, Jadi kau anak dari Tsunade-sama?" ucap Tenten. Idolanya ternyata memiliki seorang anak yang seusia dengannya.

"Yups... salam kenal semuanya." Ucap Naruto enteng. Ia sedikiti terkekeh melihat keterkejutan dari ekspresi mereka.

"Yosh, semangat mudamu sangat membara Senju-san."

"Ma ma, panggil saja aku Naruto." Ucap Naruto

Ino yang masih terkejut hanya menggelengkan kepalanya. Ternyata orang yang dari tadi ia seret seret adalah anak dari Tsunade-sama. Tersadar dari keterkejutannya, Ino segera berkata "Mah, sesi perkenalan telah selesai. Saatnya kita makan."

Mereka akhirnya makan dengan tenang dan berbincang - bincang satu sama lain. Beberapa dari mereka bertanya pada Naruto dan Naruto dengan senang hati menjawab. Setelah acara makan mereka selesai, Naruto memutuskan untuk berpamitan dan kembali ke komplek Senju.

Saat ini di komplek Senju hanya dirinya sendiri. Shizune sejak pagi berangkat ke rumah sakit untuk membantu di sana. Kushina dan Tsunade sedang menghadiri pertemuan petinggi desa. Ia dengar akan dipilih Hokage baru untuk menggantikan Sandaime. Selama ia di desa, ia beberapa kali bertemu dengan Sandaime. Sandaime berkunjung ke Komplek Senju dan membawakan beberapa hadiah untuknya ketika ulang tahun. Ia tak terlalu dekat dengannya, tapi mengetahui ia gugur dalam pertarungan melindungi desa Konoha membuatnya sedih sekaligus takjub. Pemimpin desa memang yang akan berdiri pertama ketika menghadapi ancaman membahayakan bagi desa, mengorbankan diri agar desa Konoha tetap berdiri, sama seperti ayahnya dan Yondaime.

"Cih, dasar tetua sialan." Ucap kesal Kushina yang masuk dengan Tsunade di belakangnya. Kushina yang masuk ke ruang tamu dan melihat Naruto tengah larut dalam pikirannya segera berlari dan memeluknya, menenggelamkannya pada aset besar miliknya.

"Wuahhh, Naru-chan. Jangan melamun." Ucap Kushina.

"Bughjdkdjfk" Naruto tak bisa membalas Kushina karena dipeluk dengan erat.

Perempatan muncul di pelilipis Tsunade melihat kelakuan Kushina. "Menyingkirlah dari Naru-chan, Sialan."

"Wleee..." Kushina menjulurkan lidahnya pada Tsunade dan melepas pelukannya pada Naruto.

"Ughhh, bisakah kau tidak memelukku erat begitu, Kushina -nee?? Kau bisa membunuhku." Ucap Naruto

"Tapi kau menyukainya kan, Ne Naru-chan??." Goda Kushina. Naruto memang menyukainya namun tak mau mengakuinya. Bantalan empuk itu menjadi impian bagi banyak lelaki, dan Naruto mendapatkannya setiap saat.

Tsunade duduk di salah satu sofa dan menghela nafas. "Yah, mulai saat ini Tugasku akan semakin banyak, tak ada waktu untuk ke kasino." Ucap Tsunade. "Sialan."

Naruto yang mendengar penuturan Tsunade sedikit tertarik. "Jadi, apa yang dibicarakan di pertemuan itu, Kaa-san?" Tanya Naruto.

"Tsunade-nee, ditunjuk menjadi Godaime Hokage." Ucap santai Kushina, yang saat ini datang dari dapur dan membawa makanan kemudian duduk di samping Naruto.

Naruto membulatkan matanya, Kaa-sannya menjadi seorang Hokage. Entah motivasi apa yang membuatnya mengambil jabatan itu.

"Lagian, tak akan ku serahkan jabatan Hokage pada seseorang seperti Danzo." Ucap Tsunade

"Hm Hm" Balas Kushina yang mengunyah makanannya.

"Jadi Naruto. Kita telah kembali ke desa, jadi pelatihan Kekkai Genkai mu bisa dimulai." Yah, Naruto membangkitkan Kekkai Genkai yang sejak lama hilang setelah kematian Shodaime, Mokuton. Ketika Tsunade tahu bahwa Naruto memiliki Mokuton, ia sangat senang. Klan Senju akan kembali ke kejayaannya. Memang tak salah dia dulu meminta adik Kushina untuk menjadi donor sperma padanya. Pelatihan Mokuton tidak ia lakukan saat 4 Tahun di luar desa, Tsunade lebih memilih untuk memfokuskan Naruto untuk memperkuat elemen Doton dan Suitonnya karena Mokuton merupakan gabungan dari keduanya. Dengan kembalinya mereka kembali ke desa, ia bisa mencari gulungan yang ditinggalkan kakeknya untuk dipelajari oleh Naruto. Selain itu, ia bisa memilih Jonin pelatihnya yang ia dengar di desa Konoha memiliki pengguna Mokuton lain. Ia sedikit kesal karena DNA milik kakeknya dijadikan penelitian oleh Orochi-teme pada seseorang. Sehingga Jonin tersebut memiliki Mokuton.

Kushina sendiri telah menyerah untuk menjadi Hokage wanita pertama. Memang dulu itu impiannya, tapi kini ia senang dengan kehidupannya sekarang. Terlebih melihat Hokage memiliki tugas yang sangat banyak dan tak bisa meninggalkan desa dengan sesuka hati.

"Baik, Kaa-san." Ucap Naruto.

"Aku akan memberikan mu Jonin Pelatih sekaligus partner misimu nantinya" Naruto menganggukkan kepalanya.

"Dan Kau merah, Sialan. Berhenti makan dan segeralah lakukan tugasmu." Ucap kesal Tsunade pada Kushina.

"Hm hm." Kushina segera pergi dari ruang tamu dan bersiap.

Shizune yang datang dengan Tonton segera duduk di samping Naruto dan memeluknya. Ia menenggelamkan Naruto pada celah aset itu. Tsunade yang kesal dengan kelakuan Shizune hanya mendengus kesal.

"Huh, hari yang melelahkan, ne Naruto." Ucap Shizune.

"Humhum" Ucap Naruto. Shizune melepas pelukannya dan tertawa geli. Naruto hanya memasang wajah polos. Sepertinya sudah menjadi kebiasaan mereka memperlakukan Naruto seperti ini.

xXx

"Sialan, Kau sensei." Ucap Orochimaru. Meskipun ia tak berhasil menghancurkan Konoha, ia bisa membalaskan dendam pada Sandaime.

"Kau perlu meminum obat, Orochimaru-sama." Ucap Kabuto membawakan beberapa obat - obatan.

"Jadi Kabuto, bagaimana keadaannya?" Tanya Orochimaru.

"Juugo mengalami luka yang cukup parah, tapi dengan chakranya mungkin akan cepat sembuh." Ucap Kabuto melihat ke laporan yang ia bawa. "Guren sedikit terluka dan perlu perawatan, melawan Mizukage membuatnya sedikit terbawa. Kimimaro terluka dan penyakitnya sepertinya semakin membuatnya lemah. Dan banyak korban dari para Shinobi Oto. Dan Suna mengetahui kita membunuh Kazekage mereka."

"Aku tak peduli dengan shinobi Oto lain. Yang aku butuhkan saat ini adalah tubuh baru." Ucap Orochimaru. "Tubuh ini membunuhku."

"Apakah rencana penjemputan perlu dilakukan sekarang?" Tanya Orochimaru.

"Segera siapkan mereka, tunggu perintah dariku." Ucap Orochimaru. Kabuto segera pergi dari situ dan menyiapkan instruksi Orochimaru. "Ughh" Tangannya tak bisa digerakkan dan terlihat menghitam.

"Sarutobi sialan. Ia menyegel tanganku dengan jutsu sialan itu." Sandaime menyegel tangan Orochimaru dengan Shiki Fujin agar ia tak bisa menggunakan jutsu. "Arghhhh" Teriak Orochimaru, ia harus menahan rasa sakit ini sampai tubuh barunya siap. Ia melirikkan matanya ke tangan yang dipotong oleh Itachi. Terlihat cincin berwarna hijau bertuliskan 'Langit'.

"Fu fu..."

xXx

Ternyata ia masih sangat lemah. Dengan kekuatannya sekarang ia belum bisa membunuh Itachi. Bahkan dia bisa menghentikan Chidori hanya dengan dua jari. Terlebih ia bisa dikalahkan oleh Sabaku sialan itu.

Ketika ia terjebak oleh tangan pasir Gaara, ia melihat pemuda Pirang melawan Gaara. Ia berhasil menyudutkan Gaara dan membuat Gaara bertransformasi menjadi Shukaku. Dia terlihat kebingungan untuk melawan Shukaku, namun tiba tiba wanita berambut merah datang. Wanita sama yang membantu tim nya di misi Namigakure. Dia melawan Shukaku dan mengekangnya dengan Rantai chakra. Kemudian Naruto berhasil untuk memukul Gaara. Lengan pasir yang mengekangnya melebur dan membuatnya terlepas. Ia melihat Naruto yang menyembuhkan Gaara hingga kemunculan Itachi membuat amarahnya memuncak. Ia dibutakan oleh kebencian, dan membuat fuin yang menyegel segel kutukan Orochimaru terlepas. Sasuke merasakan kekuatan kembali ke tubuhnya dan dengan cepat membuat Chidori lalu menyerang ke arah Itachi.

"Nee, Sasuke-kun ini apelnya." Ucap Sakura yang ada di sampingnya. Saat ini ia tengah ada di rumah sakit yang merawat Sasuke. Sasuke melirikkan matanya ke arah Sakura. Perempuan ini selalu mengikutinya kemanapun ia pergi.

'Dasar tak berguna' Pikir Sasuke

Fokus dan tujuannya saat ini adalah menjadi kuat. Ia harus berlatih untuk membunuh Itachi. Selain itu, ia juga harus membangkitkan klan Uchiha, mencari kandidat untuk menjadi ibu dari anak - anaknya.

'Ku rasa aku akan menerima tawaran dari orang itu.' Pikir Sasuke.

xXx

"Resiko dari operasi ini cukup tinggi, tapi jika kau tak mau mengambil operasi ini maka karir mu sebagai shinobi akan selesai." Ucap Tsunade.

Lee menundukkan kepalanya, ia berpikir sejenak dan menimbang nimbang. Ia bisa di kondisi seperti ini karena pada pre-eliminasi melawan Gaara. Gaara mengamuk dan menghancurkan lengan dan kakinya membuatnya tak bisa berjalan. Lee yang seorang Shinobi tak bisa menggunakan Ninjutsu dan Genjutsu, selama ini ia hanya mengandalkan Taijutsu. Ia mempunyai mimpi untuk menjadi seorang ahli Taijutsu yang melampaui Guy-sensei. Sebelum itu, ia harus bisa mengalahkan Neji terlebih dahulu. Guy melihat sedih ke arah Lee, sebagai seorang guru ia ingin menggantikan posisi Lee karena perjalanan ninjanya masih panjang.

"Jadi bagaimana?" Tanya Tsunade lagi.

"Aku akan melakukan operasi ini, Tsunade-sama." Ucap Lee penuh tekad. Ia akan memercayakan dirinya pada Tsunade. Ia percaya dengan kemampuan Tsunade. Guy melihat tekad Lee ikut tersenyum dan bersemangat.

"Yosh, untuk merayakannya, aku akan berkeliling desa Konoh dengan tangan sebanyak 50 kali." Ucap Guy semangat.

Tsunade hanya mendengus melihat kelakuan Guru dan murid di depannya ini. Ia bertekad untuk menyelesaikan operasi ini setelah itu akan mengambil langkah pertama sebagai Hokage.

xXx

Beberapa hari telah berlalu semenjak Tsunade ditunjuk sebagai Hokage. Saat ini telah menempati gedung Hokage dan ruangannya. Ia mengoreksi dan mempelajari segala tentang Konoha. Sistem akademi perlu dirombak sehingga mereka yang lulus dari akademi siap untuk menghadapi kerasnya dunia shinobi.

Tok Tok

"Masuk"

Dari luar ruangan masuklah Shikamaru dengan wajah malas diikuti oleh Neji dan Naruto.

"Jadi untuk apa, kaa-san memanggil kami.?" Tsunade mendelikkan matanya.

"Aku di sini sebagai Hokage Naruto." Ucap Tsunade. Naruto mengelus belakang kepalanya dan tersenyum malu.

"Maaf, Hokage-sama."

Shikamaru menguap bosan dan Neji diam menutup matanya. Tsunade berdehem dan kembali berkonsentrasi.

"Aku memanggil kalian di sini, untuk memberikan kalian promosi. Berdasarkan performa kalian dalam Ujian Chuunin dan serangan Oto Suna." Melirikkan matanya ke arah Naruto.

"Nara Shikamaru, atas performamu yang luar biasa dalam ujian Chuunin dan rekomendasi dari Mizukage serta Sandaime, aku mengangkatmu menjadi Chuunin." Shizune mengambil jaket Chuunin dan menyerahkannya pada Shikamaru.

"Merepotkan." Shikamaru menerima dengan malas.

"Hyuuga Neji, atas performamu yang bagus dan kemampuan yang ditunjukkan, aku mengangkatmu menjadi Chuunin." Shizune menyerahkan jaket Chuunin pada Neji.

"Terimakasih, Godaime-sama."

"Lalu, Senju Uzumaki Naruto, atas performa dan kemampuanmu serta upayamu dalam menghentikan Ichibi Shukaku, aku mengangkatmu sebagai Chuunin." Jaket Chuunin Tsunade serahkan langsung pada Naruto.

"Terimakasih, Hokage-sama" Ucap Naruto.

"Merepotkan" Ucap Shikamaru. Ia tahu meskipun ia tak melewati akademi dan ujian Genin, seorang Naruto yang dilatih oleh Tsunade, Kushina dan Shizune akan mendapatkan promosi. Yah meskipun pengalaman lapangan masih kurang banyak bagi Naruto. Neji hanya mendengus, ia harus mencari waktu untuk mengajak Naruto bertanding. Ia sungguh penasaran akan kemampuan Naruto yang bisa menghentikan Shukaku.

"Ku harap kalian menjalankan tugas kaliam dengan baik ke depannya." Ucap Tsunade. "Kalian boleh kembali, kecuali Naruto."

Neji dan Shikamaru menundukkan kepalanya pada Tsunade dan meninggalkan Naruto sendiri.

Pukkkk

Naruto tiba - tiba dipeluk oleh Tsunade. Seperti biasa, ia menenggelamkan Naruto pada gundukan aset besar miliknya. Sebagai Hokage, Tsunade harus menjaga tingkahnya, namun tidak di depan Naruto.

"Waahhh, Selamat Naru-chan." Ucap Tsunade senang. Naruto hanya pasrah dengan kelakukan kaa-sannya, terlebih ia menikmati sensasinya ini.

"Hum Hum." Gumam Naruto. Tsunade melepaskan pelukannya dan mencium kening Naruto. Naruto sendiri sedikit memerah disuguhi pemandangan indah di depannya.

'Dia kaa-sanmu sialan.' Naruto menggelengkan kepalanya, menghilangkan pikiran kotornya. Shizune yang sedari diam, hanya tersenyum melihat interaksi ibu dan anak di depannya.

"Oink" Tonton seperti ikut senang.

"Kau membuatku malu, Hokage-sama." Ucap Naruto

Bletak

Naruto mengelus kepalanya yang dipukul oleh Tsunade. "Kenapa kau memukulku, kaa-san?" Tanya Tsunade.

"Kau berpikiran mesum, Naru-chan." Tsunade berbalik dan kembali duduk di kursi Hokage. "Sekarang aku akan menunjuk salah satu Jonin sebagai gurumu dalam Mokuton."

"Tenzo silahkan masuk." Seorang anbu masuk dan langsung berdiri dihadapan Tsunade. "Mulai sekarang namamu adalah Yamato." Tenzo, yang sekarang bernama Yamato melepaskan topeng Anbunya.

"Hai, Hokage-sama."

"Seperti yang ku katakan sebelumnya. Kau akan melatih Naruto dan menjadi partnernya dalam menjalan misi."

"Hai."

"Baiklah, kalian boleh pergi." Ucap Tsunade. Naruto dan Yamato akhirnya meninggalkan ruangan Hokage.

"Naruto, bersemangatlah." Tsunade melemparkan gulungan pada Naruto dan ditangkap oleh Naruto.

xXx


Yuppssss...

Beberapa hint diletakkan di Cerita. Dan semoga bisa menghibur.

Terimakasih Atas read and reviewnya.

Have a Nice Weekend.