DISCLAIMER/PENYANGKALAN

Saya sebagai penulis tidak memiliki waralaba School Days maupun hal yang berkaitan dengan waralaba tersebut. School Days dimiliki sepenuhnya oleh 0verflow sebagai divisi Stack Limited selaku pencipta Visual Novel tersebut.

Saya sebagai penulis hanya memiliki garis cerita ini, isi dari cerita ini, idenya, konsepnya serta karakter orisinal yang eksklusif ke cerita ini. Cerita ini saya tulis akibat kekecewaan dan tanggapan negatif saya mengenai isi cerita ini yang tidak berakhir bahagia di manga maupun animenya.

Cerita ini adalah sebuah upaya saya sebagai penulis untuk memperbaiki kekurangan yang terjadi di seri ini. Kemungkinan akan ada kesalahan dalam penulisan cerita ini, jadi mohon maaf apabila ada kesalahan. Dengan ini, cerita dimulai!

Format Dialog Cerita:

"Teks" : "Dialog dan Ucapan"

Teks : Narasi Narator dan Monolog Tokoh

Teks : Pesan Singkat dan SMS

"Teks" : "Pikiran"

[Teks] : [Percakapan Telepon]


School Days – Hanya Profilmu

スクールデイズ・あなたの横顔ばかり

Anata no Yokogao Bakari

Laporan 1

Kembali ke Titik Awal


Waktu Penulisan Awal

18 Agustus 2023

Nama saya adalah Itou Makoto (伊藤 誠). Saya hanya seorang pelajar SMA biasa dengan penampilan biasa dan memiliki nilai yang biasa dalam akademik. Ketika saya melangkah masuk ke jenjang SMA, ada gadis jelita yang saya selalu perhatikan dan dia selalu menaiki kereta yang sama dengan saya. Setelah masuk ke Semester Kedua, saya baru berani mengambil fotonya secara diam-diam. Ada kepercayaan bahwa jika kau memasang foto gadis yang kau sukai dan tidak diketahui oleh orang lain selama tiga minggu, maka kau akan bersama gadis itu selamanya. Namun foto itu langsung ketahuan oleh teman sebangkuku bernama Saionji Sekai (西園寺 界). Meskipun ketahuan, dia langsung membantuku mempertemukanku dengan gadis yang kusukai yang Bernama Katsura Kotonoha (桂 言葉). Karena aku tidak cukup baik dalam menghadapi wanita, terjadi banyak kesalahan ketika aku berusaha meningkatkan hubunganku dengan Kotonoha.

Aku dilahirkan dari pria bermata keranjang bernama Sawagoe Tomaru (沢越 止) dan ibu saya bernama Itou Moeko (伊藤 萌子) adalah seorang perawat yang jarang pulang karena harus menghidupi keluarga setelah bercerai. Meskipun Oyaji yang salah, pengadilan memutuskan adik perempuanku bernama Itou Itaru diasuh oleh Oyaji. Saya tidak pernah memaafkan Oyaji karena hal tersebut dan akibatnya aku mewarisi sifat buruk yang dilakukan oleh Oyaji yang suka main Wanita.

Aku senang dapat menjadi kekasih dari Kotonoha dan kita juga saling berciuman untuk meningkatkan hubungan kita ke tingkat yang selanjutnya. Namun, sepertinya aku melangkah terlalu jauh dan mencoba menyentuh tubuhnya dan dia langsung ketakutan. Tentu saja, Kotonoha tumbuh di rumah yang kaya seperti aristokrat dan jarang bertemu lelaki seumuran dengannya. Setelah pergi bersama ke kolam renang Sakakino, aku merasa kebosanan dan memutuskan untuk menemui Sekai dan dia langsung menerimanya. Hal tersebut merupakan kesalahan terbesarku.

Setelah aku berhubungan dengan Sekai untuk mengobati sakit hatinya karena aku bersama dengan Kotonoha, aku mulai rakus akan kebaikan dan keterampilan perempuan. Hal ini sungguh ironis karena namaku "Makoto" berarti "kejujuran". Aku terus berganti wanita setiap kali aku merasa bosan. Aku meninggalkan gadis impianku bernama Kotonoha karena merasa sedikit bosan dan terus berhubungan dengan sekitar 40 gadis yang berbeda-beda berdasarkan jumlah nomor kontak telepon genggamku selain Ibuku dan Itaru.

Di bawah salju yang turun dengan lebat, aku melihat foto Kotonoha yang baik yang ada di telpon selulerku sendiri. Aku merenungi hal tersebut dan sadar bahwa aku meninggalkan seorang dewi yang indah dan memiliki sifat seperti malaikat. Di tengah aku duduk di bawah turunnya salju, Kotonoha muncul di depanku. Dia tersenyum tapi matanya bagaikan orang yang mati hatinya. Aku merasa bersalah karena telah menelantarkan Kotonoha seperti ini dan aku langsung memeluknya dan pulang bersama ke rumahku. Di rumahku, Sekai telah menunggu dan dia sangat marah karena aku bersama Kotonoha. Sekai mengklaim bahwa dia telah hamil dan anaknya adalah anakku. Setelah mengusulkan untuk aborsi, Sekai menusukku hingga mati. Kotonoha 'pun menjadi sangat marah dan membunuh Sekai pula dan memotong kepalaku dan membawanya menaiki perahu indahnya ke matahari yang terbenam…

dan sekarang aku di sini, di ruang yang gelap tanpa penerangan kecuali kayu bakar dan merenungi ketamakan dan kebengisan aku setelah 16 tahun hidup di dunia. Aku menjadi seperti Oyaji, seseorang yang kubenci. Bedanya, Oyaji masih hidup mungkin dengan banyak wanita yang dia tiduri sedangkan aku di sini sudah mati dan menunggu hukumanku. Penyesalanku adalah seluruh hal-hal mengerikan yang telah kuperbuat, tapi juga tewas meninggalkan Okaasan dan Itaru yang sangat sedih serta gadis impianku Kotonoha yang tidak bisa kutemani hingga menikah dan punya anak nantinya. Okaasan selalu bilang ketika orang mati, yang sedih adalah orang yang di sekitarnya.

==X===X===X===X==

Tanggal: Tidak Diketahui, Waktu: Tidak Diketahui, Lokasi: Tidak Diketahui

"Di mana aku sekarang? Yang kuingat terakhir aku di apartemenku sendiri membaca SMS-nya Sekai soal 'Sayonara' dan kemudian ditusuk hingga aku mati…", kata Makoto.

"…memang benar Makoto…"

"Siapa itu?!", tanya Makoto.

"Kau lupa ya dengan suaraku?"

"Tidak… ini tidak mungkin… Kalau Sekai di sini juga berarti…", kata Makoto.

"Itu benar… Aku juga mati Makoto", kata Sekai.

"B-bagaimana mungkin?!", tanya Makoto.

"Setelah aku membunuhmu, Katsura-san datang ke apartemenmu. Tentu saja, dia sudah tahu apa yang telah terjadi padamu…", jawab Sekai.

"Kotonoha…", kata Makoto.

"Setelah itu, ada SMS yang berasal dari telponmu. Aku tahu kau sudah mati, tapi aku curiga itu adalah Katsura-san, dan aku langsung pergi ke atap sekolah", lanjut Sekai.

"Apa yang terjadi setelah itu?", tanya Makoto.

"Katsura-san ternyata gadis yang sangat setia padamu Makoto. Meskipun kau telah mengejar perempuan lain, dia masih saja terikat denganmu. Dia sendiri bilang bahwa dia tidak bisa hidup tanpamu", kata Sekai.

"Tidak mungkin….", kata Makoto.

"Itulah yang kau seharusnya pikirkan. Setelah dia bersikeras bahwa dia adalah kekasih sebenarnya, dia menyuruhku untuk membuka tas yang dia bawa", kata Sekai.

"Apa isinya?", tanya Makoto.

"Kau tidak mau tahu. Isinya adalah kepalamu yang telah dipotong oleh Kotonoha", jawab Sekai.

"APA?!", teriak Makoto.

"Aku mual melihatnya. Mata Kotonoha seperti orang yang hatinya mati dan setelah itu dia membunuhku", kata Sekai.

"Sungguh mengerikan… Bagaimana dengan bayinya?", tanya Makoto.

"Sebenarnya, sepertinya aku salah… Aku tidak hamil sama sekali…", jawab Sekai.

"KAU SADAR DENGAN APA YANG KAU KATAKAN?! KEBOHONGANMU SERTA KETIDAKJELASANMU MENGENAI 'KEHAMILANMU' TELAH MEMBUAT KITA BERAKHIR DI SINI!", teriak Makoto.

"Maafkan aku Makoto. Sebenarnya setelah aku mencoba mempersuntingmu dengan Katsura-san, aku benar-benar suka denganmu. Aku jadi iri kau dan Katsura-san menjadi pasangan sedangkan aku tidak punya lelaki yang kusukai selain kau", jawab Sekai.

"Itu bukan alasan! Kau membuat aku jadi orang yang haus dan rakus wanita! Setelah 'berlatih' denganmu, aku meniduri banyak Perempuan yang ada di dalam Akademi!", teriak Makoto.

"Kau tidak mengerti penderitaanku Makoto! Kau meminta aku mempersuntingmu dengan Katsura-san sedangkan orang yang kusayangi tidak ada!", kata Sekai.

"Apa maksudmu?", tanya Makoto.

"Aku dulu punya kekasih yang bernama Matsukata Noboru (松方 昇). Ia tinggal di apartemen yang sama denganku. Sayangnya ia meninggal karena sakit sebelum menginjak SMP, dan aku hanya memegang manga-nya saja sebagai momento", jawab Sekai.

"Kau tidak pernah memberitahuku soal itu", kata Makoto.

"Tidak kusangka kita akan berdua di sini untuk menunggu nasib kita selanjutnya", kata Sekai.

"Kalian berdua salah. Kalian tidak hanya orang yang ada di sini"

"Itu suara siapa yang datang?", tanya Makoto.

"Makoto-kun… Saionji-san… ternyata kalian tetap saja bermesraan meskipun kalian sudah mati"

"Suara itu… Tidak mungkin… Tapi kalau itu benar berarti…", kata Sekai.

"Ko-kotonoha?!", kata Makoto.

"Itu benar Makoto-kun. Kali ini aku datang dari langit sebagai malaikat…", jawab Kotonoha.

"Kotonoha… kau benar-benar indah…", kata Makoto.

"Ahahaha… Kau ada-ada saja Makoto-kun. Kau benar-benar ingin melihatku sebagai malaikat ya?", tanya Kotonoha.

"I..iya…", jawab Makoto.

"Makoto-kun yang baik milikku, jadi akan kubawa kau terbang sesukamu…", kata Kotonoha.

"Maafkah aku Kotonoha… Aku telah pergi darimu tanpa bilang apa-apa dan aku menjadi seperti orang yang kubenci dalam hidupku. Aku tumbuh besar tidak ingin seperti Oyaji yang bermata keranjang, tapi akhirnya malah haus mengejar perempuan yang berbeda-beda. Aku bukanlah lelaki yang pantas bagimu. Lebih baik kau mencari lelaki yang lebih sejati dibandingkan sampah sepertiku", kata Makoto.

"Makoto-kun yang baik, selama kau kembali padaku, semuanya akan baik-baik saja. Aku tidak akan membiarkanmu direbut oleh orang lain karena Makoto-kun milikku selamanya", kata Kotonoha.

"TUNGGU DULU!", teriak Sekai.

"Ada apa Saionji-san?", tanya Kotonoha.

"Aku tidak mengerti. Kenapa kau punya sayap malaikat dan bisa terbang?", tanya Sekai.

"Entahlah. Kukira semuanya punya di sini", jawab Kotonoha.

"Tapi aku tidak punya", kata Sekai.

"Aku juga tidak. Kukira sayap malaikat layaknya diberkati ke perempuan", kata Makoto

"Mungkin karena aku punya sifat yang sangat baik dan penyayang, aku diberkati sayap malaikat ini agar aku bisa terbang dan dapat juga digunakan untuk menghangatkan Makoto-kun", kata Kotonoha.

"Itu semua omong kosong. Orang baik apa yang membunuh gadis lain?", tanya Sekai.

"Saionji-san, apakah kau keberatan aku di sini?", tanya Kotonoha.

"Sebenarnya tidak. Kami berdua kesepian", jawab Sekai.

"'Kami 'berdua' ya?", tanya Kotonoha.

"Ka-katsura-san, wajahmu menakutkan…", kata Sekai.

"Kau sendiri yang mengatakan bahwa aku tidak pantas mendapatkan sayap malaikat ini karena aku membunuhmu. Bukannya kau sendiri yang merebut Makoto-kun dariku dan juga membunuhnya?", tanya Kotonoha.

"I-i-itu… Benar… Aku tidak bisa membantah hal tersebut". Jawab Sekai.

"Sebenarnya bukan hanya sayap malaikat ini yang kudapatkan", kata Kotonoha.

"Apa lagi yang kau dapatkan Katsura-san?", tanya Sekai.

"INI!"

"Kotonoha, rambutmu memanjang…", kata Makoto.

"Itu benar Makoto-kun. Rambutku bisa memanjang. Dahulu saat aku masih hidup, aku selalu ingin punya rambut yang sangat panjang seperti ada di dalam dongeng Rapunzel", kata Kotonoha.

"Memangnya begitu?", tanya Makoto.

"Tentu saja Makoto-kun. Kudengar banyak laki-laki menyukai perempuan dengan rambut yangpPanjang. Memang benar rambutku saat masih hidup tidak lebih panjang daripada postur tubuhku, tapi tetap saja masih lebih panjang daripada perempuan yang lainnya di dalam kelas", jawab Kotonoha.

"Katsura-san, apakah hal tersebut penting?", tanya Sekai.

"Saionji-san mungkin tidak menyadarinya. Saat ini kita semua sudah mati dan karena aku mendapatkan rambut ajaib yang bisa memanjang tanpa henti, aku dapat memanfaatkannya dengan baik", jawab Kotonoha.

"Memangnya mau memanfaatkan rambut panjang bagaimana?", tanya Sekai.

"Sebagai contoh, aku bisa menghangatkan Makoto-kun dengan rambutku. Lagipula, Makoto-kun adalah milikku selamanya, jadi aku harus menjaganya dengan baik", jawab Kotonoha.

"Kotonoha…", kata Makoto.

"Ini Makoto-kun, kau bisa merasakan kehangatan yang aku miliki", kata Kotonoha.

"Terima Kasih Kotonoha", kata Makoto.

"Hei! Enak saja kalian berdua saling bermesraan!", protes Sekai.

"Dengar ya Saionji-san, walaupun sudah mati, Makoto-kun tetap milikku selamanya. Tidak boleh ada yang menyentuhnya kecuali aku", kata Kotonoha.

"Katsura-san, kau terlalu berlebihan", kata Sekai.

"Setelah seorang wanita saling mengunci mata dan bibirnya dengan pria yang dicintainya, dia punya kewajiban untuk mempertahankan hubungan tersebut sehingga pria yang dicintainya tidak jatuh ke tangan seorang pelakor", kata Kotonoha.

"Itu benar… Seorang perempuan mungkin sangat posesif dalam mempertahankan lelaki yang dia cintai", kata Sekai.

"Untungnya kau sepakat denganku. Ada satu fungsi lain dari rambutku yang bisa memanjang", kata Kotonoha.

"Apa itu?", tanya Sekai.

"Sebagai contoh, mengikat seorang pelakor!", teriak Kotonoha.

"Eh?"

"Tepat sekali. Dengan rambut ini, aku bisa mengikat Saionji-san!", teriak Kotonoha.

"APA?! JANGAN!", teriak Sekai.

"Terlambat Saionji-san", kata Kotonoha.

"Akkhhh… Leherku… Aku… tidak…. dapat…. bernapas…. lepaskan…. Aku….", kata Sekai.

"Seharusnya tidak bermasalah kau kesakitan. Kita semua sudah mati, jadi sesak napas tidak akan menjadi masalah", kata Kotonoha.

"Tolong…. lepaskan…", kata Sekai.

"Kau harus berjanji untuk tidak mendekati Makoto-kun lagi maupun mencoba memancing Makoto-kun dan mempersuntingkannya dengan wanita lain. Ingat baik-baik, Makoto-kun adalah milikku untuk selamanya, dan tidak boleh ada perempuan lain yang boleh merebutnya dariku", kata Kotonoha.

"Tunggu dulu Kotonoha! Itu berlebihan!", potong Makoto.

"Kenapa Makoto-kun? Bukannya kau mencintaiku saat kita berdua masih hidup?", tanya Kotonoha.

"Itu akan kuakui. Kau bilang tidak boleh ada perempuan lain", kata Makoto.

"Itu benar. Memangnya kenapa Makoto-kun?", tanya Kotonoha.

"Bagaimana dengan Okaasan dan Itaru?", tanya Makoto.

"Itaru? Siapa itu?", tanya Kotonoha.

"Kau mungkin tidak tahu, tapi dia itu adik perempuanku! Aku tidak rela melepaskan Itaru apabila kau begini", kata Makoto.

"Makoto-kun, aku tidak bermasalah apabila Ibumu ataupun adikmu bersamamu. Kenapa kau tidak pernah memperkenalkannya kepadaku selama kita masih hidup?", tanya Kotonoha.

"Setelah Okaasan dan Oyaji dinyatakan cerai, Hak Asuh Itaru jatuh ke tangan Oyaji. Aku hanya diizinkan menemuinya satu bulan sekali. Tentu saja, Itaru benci dengan Oyaji, tapi itu tidak membuat Hak Asuh Itaru berubah", jawab Makoto.

"Baiklah Makoto-kun. Aku juga punya adik perempuan sepertimu. Sangat disayangkan kita tidak pernah memperkenalkan mereka sesama lain selama kita masih hidup", kata Kotonoha.

"Emmm… apakah aku boleh dilepaskan?", tanya Sekai.

"Ah iya, kau bebas Saionji-san", kata Kotonoha.

"Fuaahhh… Ternyata ikatan rambutnya Katsura-san kuat juga", kata Sekai.

"Aku tidak mengerti Saionji-san. Kalau kau menyukai Makoto-kun, kenapa kau mempersuntingkan kami berdua?", tanya Kotonoha.

"Setelah aku melihat kalian berdua saling bermesraan, aku menjadi iri dengan kalian berdua. Kalian dipertemukan oleh aku, sedangkan aku tidak punya lelaki yang bisa dicintai. Aku mengenali Makoto lama sebelum aku bertemu denganmu Katsura-san, jadi aku merasa kau mengambil Makoto dariku. Mungkin ini karena aku kehilangan pria yang kucintai sebelumnya", jawab Sekai.

"Kehilangan pria apa?", tanya Kotonoha.

"Saat aku masih kecil, aku punya teman bermain yang tinggal dalam satu apartemen denganku. Ia bernama Matsukata Noboru. Ia selalu membantuku dalam kesulitan dan dia selalu menggenggam tanganku saat kita berjalan bersama. Dia bahkan pernah mengangkatku di atas kedua tangannya bagaikan orang yang baru menikah dan kami berdua pernah berciuman di bawah bulan purnama. Ia benar-benar cinta pertamaku yang sejati", jawab Sekai.

"Terus, apa yang terjadi pada orang bernama Matsukata Noboru-san ini?", tanya Kotonoha.

"Kisah cinta sejati ini berakhir tragis Katsura-san. Sebelum menginjak jenjang SMP, Noboru-chan menjadi sakit-sakitan. Rupanya ia menderita penyakit yang tidak dapat disembuhkan sejak Noboru-chan lahir. Ia kemudian meninggal sehari sebelum masuk SMP. Ia mewariskan manga-manga kepadaku sebagai momento", jawab Sekai.

"Itu sungguh menyedihkan. Kenapa kau tidak bilang ini selama kita semua masih hidup?", tanya Kotonoha.

"Aku kira tidak penting bagi perempuan lain menceritakan lelaki yang dia cintai yang sudah tiada", kata Sekai.

"Kita bisa saling terus terang, jadi tidak berakhir seperti ini", kata Makoto.

"Aku sudah menyerah Katsura-san. Kau bisa memiliki Makoto untukmu sendiri. Tapi yang ingin kutanyakan, kau jangan egois", kata Sekai.

"Egois?! Kau sendiri yang membunuh Makoto-kun tidak egois?!", teriak Kotonoha.

"Bukan itu maksudnya. Bagaimana dengan keluarganya Katsura-san?", tanya Sekai.

"Itu mungkin harus disesali. Aku terpaksa meninggalkan Okaasan dan Kokoro di dunia, tapi aku tidak bisa hidup apabila Makoto-kun tidak ada di dunia", jawab Kotonoha.

"Katsura-san…", kata Sekai.

"Setelah aku membunuhmu, kubawa kepalanya Makoto-kun naik perahu milik keluargaku sendiri agar bisa berdua bersama… Tapi sayangnya hal tersebut tidak sama karena Makoto-kun tidak hidup bersamaku. Ketika matahari terbenam, aku memutuskan untuk terjun ke laut bersama kepalanya Makoto-kun dan berharap menjadi putri duyung", kata Kotonoha.

"Kau terlalu banyak berimajinasi Kotonoha", kata Makoto.

"Makoto-kun, kau tidak bilang kalau kau punya adik", kata Kotonoha.

"Dia jarang tinggal bersamaku. Setelah Okaasan dan Oyaji bercerai, Itaru direbut oleh Oyaji dan hanya diizinkan menemuinya sekali sebulan. Sempat berpikiran untuk memperkenalkannya kepadamu agar bisa bermain bersama, tapi nasi telah menjadi bubur", kata Makoto.

"Itu mengerikan…", kata Kotonoha.

"Katsura-san, sebaiknya kau bermain dulu dengan Makoto. Aku mau menyendiri dulu", kata Sekai.

"Kau benar Saionji-san. Ayo Makoto-kun, kubawa kau ke langit bersamaku. Mungkin aku bisa memberimu kasih sayang seperti Ibunya Makoto-kun dan Itaru-chan. Aku belajar banyak dari Okaasan, jadi mungkin bisa mengobatimu selama kita di sini", kata Kotonoha.

"Iya Kotonoha", kata Makoto.

==X===X===X===X==

Tanggal: Tidak Diketahui, Waktu: Tidak Diketahui, Lokasi: Tidak Diketahui

"Makoto dan Katsura-san benar-benar serasi. Kalau saja aku punya pria seperti Makoto", kata Sekai.

"Sekai, apakah kau rindu denganku?"

"Iya, dan sisa mangamu tidak cukup…. Tunggu dulu! Suara ini….!", kata Sekai.

"Itu benar Sekai, dan aku akan selalu bersamamu"

"Noboru-chan! Kau datang untukku!", teriak Sekai.

"Itu benar Sekai. Aku tidak pernah lupa denganmu ketika kau menangisi aku saat aku kritis di rumah sakit", kata Noboru.

"Tidak kusangka keajaiban seperti ini bisa terjadi", kata Sekai.

"Aku juga tidak menyangka. Aku tidak akan membiarkanmu kesepian lagi Sekai", kata Noboru.

"Noboru-chan…", kata Sekai.

"Setelah aku mati, aku selalu terus menunggumu. Aku sebenarnya tidak menyangka kau akan mati di usia yang muda juga", kata Noboru.

"Jujur saja, ini semua salahku. Gara-gara aku salah paham soal kehamilanku, aku membunuh orang yang kukira ia menghamiliku. Setelah itu, kekasihnya menemukan mayat orang yang dicintainya dan memanggil aku ke atap sekolah. Kami berdua bertengkar dan dia menyuruhku melihat isi tasnya. Isinya kepala orang yang dia cintai yang sudah dipotong. Aku mencoba melawan, tapi karena ia punya keterampilan dalam Iaido, dia dapat menusukku dengan mudah", kata Sekai.

"Kau seharusnya jangan gegabah", kata Noboru.

"Kau benar Noboru-chan", kata Sekai.

"Apa yang sebaiknya kita lakukan sekarang?", tanya Noboru.

"Saat ini Makoto dan Katsura-san pergi, jadi aku sekarang punya Noboru-chan menjadi milikku sendiri. Aku ingin kau memberikan seluruhnya padaku Noboru-chan", jawab Sekai.

"Kalau begitu tunggu apa lagi? Aku tidak sabar", kata Noboru.

==X===X===X===X==

Tanggal: Tidak Diketahui, Waktu: Tidak Diketahui, Lokasi: Tidak Diketahui

"Ehehehe… aku senang terbang bersamamu Makoto-kun", kata Kotonoha.

"Kotonoha, kau selalu membuatku terkejut", kata Makoto.

"Sejak kecil aku banyak baca cerita dongeng, jadi aku penasaran apabila aku menjadi salah satunya dan berhadapan denganmu", kata Kotonoha.

"Dongeng seperti apa?", tanya Makoto.

"Beberapa di antaranya seperti Rapunzel. Aku ingin punya rambut yang Panjang sehingga aku menjadi perempuan yang cantik dan Anggun. Sebenarnya Okaasan tidak menyetujuinya karena perlu perawatan yang lebih dan shampoo yang banyak. Meskipun begitu, rambutku saat masih hidup masih di bawah pinggangku dan lebih panjang dibandingkan perempuan yang lain di dalam kelas", jawab Kotonoha.

"Itu benar. Apa ada dongeng lagi?", tanya Makoto.

"Ini sebagai contoh putri duyung. Selalu aku membaca cerita tersebut, tapi meskipun ceritanya indah, ujung ceritanya sangat tragis karena putri duyung tersebut harus meninggal berubah menjadi gelembung karena tidak dapat membunuh pria yang dicintainya", jawab Kotonoha.

"Sebentar, bukannya seharusnya berakhir bahagia?", tanya Makoto.

"Sebenarnya banyak versi soal cerita tersebut. Yang berakhir bahagia mungkin yang buatan Disney", jawab Kotonoha.

"Ah iya, itu benar", kata Makoto.

"Terus yang ini visual novel dan anime yang berjudul AIR buatan Key", kata Kotonoha.

"Oh itu, aku pernah dengar. Itu soal lelaki yang datang dan mencari soal legenda perempuan yang bersayap bukan?", tanya Makoto.

"Itu benar. Aku selalu berkhayal bagaimana punya sayap malaikat seperti Kannabi no Mikoto", kata Kotonoha.

"Kau punya imajinasi yang tinggi Kotonoha", kata Makoto

"Makoto-kun, boleh aku tanya sesuatu?", tanya Kotonoha.

"Apa itu Kotonoha?", tanya Makoto.

"Aku tidak pernah menanyakannya saat kita masih hidup di dunia tapi, apa yang membuat kau tertarik kepadaku?", tanya Kotonoha.

"Sebenarnya, seperti yang aku bilang sebelumnya, aku tinggal di apartemenku sendirian setiap waktu. Okaasan selalu bekerja di rumah sakit sebagai perawat untuk menghidupiku dan Itaru direbut oleh Oyaji sehingga aku sendirian di apartemenku. Kau itu seperti Okaasan Kotonoha, orang yang penyayang, selalu setia dan baik hati padaku", jawab Makoto.

"Begitu ya? Sejak aku jatuh cinta padamu, aku percaya kau akan selalu kembali kepadaku Makoto-kun. Aku tahu kau bosan tanpa keluargamu, tapi aku akan selalu menemanimu dalam kesepianmu. Aku sebenarnya kebingungan kenapa gadis lain juga menginginkanmu", kata Kotonoha.

"Aku terlibat lebih dari satu orang. Dahulu Kiyoura pernah dipukul oleh orang lain karena tubuhnya yang pendek, Sekai dan Katou pernah satu SMP denganku. Mungkin itu sebabnya aku malah mangkir darimu Kotonoha", kata Makoto.

"Kau terlalu baik pada gadis lain Makoto-kun. Kau harus ingat bahwa benang merah hanya terhubung pada sepasang orang yang saling mencintai", kata Kotonoha.

"Kau benar Kotonoha. Oh iya, aku juga belum bertanya mengapa kau menyukai orang seperti aku. Aku tidak berpenampilan tampan, nilai akademikku biasa saja, aku bukan lelaki yang terkenal maupun populer, aku mudah terangsang perempuan cantik dan seperti yang kuceritakan, keluargaku berantakan", kata Makoto.

"Sejak aku tumbuh dari TK, seluruh lelaki mempelototiku seperti barang maupun gadis untuk memuaskan nafsu mereka. Saat Kelas 5 SD, aku mengalami masa pubertas dini, sehingga dadaku membesar dengan cepat. Perempuan yang lain menjadi iri denganku dan aku menjadi pemalu dan takut dengan lelaki yang lain. Mereka hanya ingin aku memuaskan nafsu mereka. Tapi Makoto-kun, kau berbeda. Kau mungkin jatuh cinta dengan penampilanku yang sempurna, kepintaranku dan sifatku yang baik hati, tapi kau punya sifat yang penyayang dan baik hati dengan Kokoro. Kau mungkin biasa saja, berpenampilan sederhana dan punya keluarga yang berantakan, tapi aku rela menerima kekuranganmu karena kau lelaki pertama yang membuka hatiku", kata Kotonoha.

"Kotonoha… Aku merasa malu karena punya gadis yang terlalu sempurna sehingga aku takut berbuat salah. Mungkin aku lelaki yang buruk yang tidak pantas memiliki gadis yang sempurna sepertimu. Sepertinya aku terlalu cepat dalam hubungan kita berdua sehingga aku ingin menyentuh bagian tubuhmu", kata Makoto.

"Makoto-kun, aku memang penakut pada saat itu, tapi aku yakin kau tidak punya niat yang buruk. Kau tinggal berperilaku seperti dirimu saja seperti pria yang baik hati pada kekasihnya", kata Kotonoha.

"Itu benar Kotonoha", kata Makoto.

"Jujur saja, sejak aku bertemu denganmu, aku ingin punya bayi bersamamu", kata Kotonoha.

"Kau menginginkannya?", tanya Makoto.

"Itu benar. Aku tidak keberatan jika aku hamil dan punya banyak anak darimu", jawab Kotonoha.

"Kau yakin Kotonoha?", tanya Makoto.

"Tentu saja. Aku ingin merasakan bagaimana pria yang mencintai wanitanya melakukannya pada orang yang dicintainya. Aku ingin punya banyak keturunan darimu", kata Kotonoha.

"Kotonoha, aku jadi tidak sabar. Mari kita melakukannya sekarang. Apakah kau tidak merasakan kesakitan apapun?", tanya Makoto.

"Tidak apa-apa. Bukannya sakit, tapi nantinya aku akan merasakan kebahagiaan dan banyak cinta darimu Makoto-kun, jawab Kotonoha.

==X===X===X===X==

Tanggal: Tidak Diketahui, Waktu: Tidak Diketahui, Lokasi: Tidak Diketahui

"Ternyata kau cukup baik dalam memberikanku kebahagiaan yang besar meskipun kita telah terpisah kematian", kata Sekai.

"Itu memang benar Sekai", kata Noboru.

"Ah, sepertinya kita mengganggu kalian ya", kata Makoto

"Ah, Makoto dan Katsura-san kalian sudah selesai?", tanya Sekai.

"Iya, dan itu merupakan pengalaman yang tidak terlupakan", jawab Kotonoha.

"Oh ya, ini siapa ya?", tanya Makoto.

"Namaku Matsukata Noboru, dulunya kekasih dari Sekai sebelum meninggal karena sakit", jawab Noboru.

"Jadi begitu… Jadi ini orang yang kau ceritakan sebelumnya Sekai?", tanya Makoto.

"Benar", kata Sekai.

"Tidak kusangka pasangan yang terpisahkan bintang bisa bersatu lagi", kata Kotonoha.

"Tapi kenapa ya? Kenapa kita Kembali dipersatukan setelah mati dengan mengenaskan dan secara tragis?", tanya Makoto.

"Aku bisa menjawab itu…"

"Kau siapa?", tanya Noboru.

"Namaku adalah PeraPera, yang memantau kalian di sini", jawab PeraPera.

"Begitu ya… Anda itu apa sebenarnya?", tanya Kotonoha.

"Sebagai pemantau, saya tidak bisa bilang apa-apa kecuali menjalankan perintah dari yang atas", jawab PeraPera.

"Perintah dari yang atas?", tanya Makoto.

"Itu benar. Seperti yang kalian ketahui, kalian telah tewas dengan mengenaskan dan tragis pula. Matsukata Noboru-kun, kau meninggal akibat sakit sebelum menginjak Pendidikan SMP", kata PeraPera.

"I.. itu benar", kata Noboru.

"Itou Makoto-kun, kau tewas dengan mengenaskan karena dibunuh oleh Sekai-kun setelah dia mengetahui kau mencampakkan Sekai-kun demi Kotonoha-kun", kata Pera.

"Tidak bisa membantah itu semua", kata Makoto.

"Saionji Sekai-kun, kau tewas dibunuh oleh Kotonoha-kun karena kau membunuh Makoto-kun", kata PeraPera.

"Aku tidak bisa melupakan hal tersebut…", kata Sekai.

"… dan yang terakhir, Katsura Kotonoha-kun, kau membunuh dirimu sendiri dengan terjun ke laut setelah tidak bisa melanjutkan hidupmu dengan kepalanya Makoto-kun", kata PeraPera.

"… iya…", kata Kotonoha.

"Kalian berempat telah meninggal dengan mengenaskan dengan penuh penyesalan di dunia dan meninggalkan keluarga kalian dalam keadaan yang sedih. Apa kalian tidak sadar bahwa kepergian kalian justru mengakibatkan orang di sekitar kalian menangis?", tanya PeraPera.

"Okaasan pernah mengatakan hal tersebut kepadaku", jawab Makoto.

"Untungnya ada yang mengerti. Itulah sebabnya aku akan memberikan kalian satu kesempatan lagi di dunia. Kesempatan ini tidak boleh disia-siakan", kata PeraPera.

"Apa? Apakah ini benar?", tanya Noboru.

"Benar, tapi ketentuan yang kalian harus ingat. Seperti yang kubilang, kesempatan hanya ada sekali dan tidak boleh disia-siakan", kata PeraPera.

"Apakah setiap makhluk di dunia yang mati mendapatkan hal serupa?", tanya Sekai.

"Itu tergantung, apabila mereka meninggalkan dunia dengan penyesalan yang besar kepada orang yang disayanginya. Tentu saja, ini tidak berlaku bagi orang berdarah dingin", jawab PeraPera.

"Apa ketentuan yang kami harus ikuti?", tanya Kotonoha.

"Ketentuan yang pertama kalian harus ikuti adalah kalian akan dilahirkan kembali sebagai bayi", kata PeraPera.

"Jadi begitu… Ini seperti reinkarnasi…", kata Makoto.

"Itu benar. Kalian akan membawa ingatan kalian kembali ke dunia tapi berhati-hatilah agar tidak dicurigai orang lain agar bisa hidup dengan normal", kata PeraPera.

"Apakah kami akan direinkarnasikan dengan keluarga yang sama atau yang berbeda?", tanya Sekai.

"Tentu saja sama. Lebih baik hidup kembali dengan keluarga yang sama. Aku tahu kalian berasal dari keluarga yang bermasalah, tapi kalian justru dilahirkan kembali untuk memperbaiki masalah tersebut", jawab PeraPera.

"Sebentar, tadi disebutkan bahwa ingatan akan dibawa kembali ke dunia. Apakah bisa mengubah kejadian besar dan mencegah hal buruk terjadi?", tanya Makoto.

"Itu sangat dilarang. Pencegahan kejadian yang buruk seperti peringatan bencana alam serta pencegahan tindakan kriminal maupun terorisme itu dilarang. Apabila kalian memberikan informasi tersebut kepada orang secara lisan, maka mulut kalian akan terkunci dan apabila secara tertulis, maka pesan tersebut tidak akan tersampaikan dengan menulis maupun dengan SMS. Kalian hanya berhak mengubah apa yang terjadi di sekitar kalian", jawab PeraPera.

"Jadi begitu…", kata Makoto.

"Ketentuan yang kedua adalah, dilarang ada hubungan inses antara kedua individu", kata PeraPera.

"Hubungan Inses? Apa itu?", tanya Makoto.

"Aku pernah mendengarnya dari Okaasan. Hubungan Inses adalah hubungan seksual bersama antar dua orang dalam ikatan keluarga atau kerabat yang cukup dekat", jawab Kotonoha.

"Sebenarnya aku tidak keberatan dengan larangan tersebut, tapi memangnya ada hubungan inses di antara kita berempat ataupun orang-orang yang masih hidup yang telah kita temui?", tanya Sekai.

"Kalian berhak mendapatkan alasan mengenai informasi ini. Makoto-kun, apakah benar ayahmu bernama Sawagoe Tomaru?", tanya PeraPera.

"Itu benar, tapi saat sebelum masuk ke SMA, ia menceraikan Okaasan dan mengambil Itaru. Alasannya tidak jelas, tapi sepertinya Oyaji bermain dengan wanita lain", jawab Makoto.

"Sekarang untuk Sekai-kun, apakah benar ayahmu bernama Hazama Shun?", tanya PeraPera.

"Aku sebenarnya tidak tahu soal itu. Okaasan tidak senang berbicara soal Otousan dan aku tidak pernah melihat Otousan di rumah sepanjang aku hidup", jawab Sekai.

"Apakah kedua ayah mereka kebetulan punya nasib yang sama?", tanya Noboru.

"Kedua ayah mereka memang punya persamaan, tapi bukanlah kebetulan", jawab PeraPera.

"Apa maksudnya itu?", tanya Kotonoha.

"Semua tersajikan dalam Pohon Keluarga Sawagoe. Gambar ini menjelaskan segalanya", jawab PeraPera.

"Pohon Keluarganya Oyaji? Coba kulihat… Okaasan namanya Itou Moeko, Oyaji namanya Sawagoe Tomaru, tunggu dulu… ini bercabang lagi…. APA?! MUSTAHIL! BAGAIMANA INI MUNGKIN?!", teriak Makoto.

"Apa isinya?", tanya Kotonoha.

"Sekai, namamu ada di pohon keluarga ini…", jawab Makoto.

"Apa? Berikan kepadaku! Okaasan namanya Inou Youko, Otousan namanya Hazama Shun… INI TIDAK MASUK AKAL! INI SEHARUSNYA TIDAK MUNGKIN!", teriak Sekai.

"Aku tidak mengerti… Apanya yang tidak masuk akal dan tidak mungkin?", tanya Noboru.

"Tertera di sini namanya Hazama Shun, nama ayahku sendiri… Tapi bercabang ke seseorang bernama Inou Mai… dan kau mendapatkan Kiyoura Setsuna", jawab Sekai.

"Tunggu! Itu artinya Sekai dan Kiyoura…", kata Makoto.

"Benar. Setsuna dan aku adalah saudari dari ayah yang sama dengan ibu yang berbeda", jawab Sekai.

"Tidak kusangka Oyaji memberikanku saudara dengan cara ini…", kata Makoto.

"Memang sulit dipercaya. Ayahnya Makoto adalah kakekku… yang berarti secara kekeluargaan, Makoto adalah pamanku", kata Sekai.

"APA?", teriak Kotonoha.

"Jadi itu sebabnya disebutkan Hubungan Inses sangat dilarang. Aku dan Sekai punya akar keluarga yang sama", kata Makoto.

"Apa kalian tahu soal ini?", tanya Noboru.

"Dari reaksi kita sendiri, kami tidak tahu. Aku tidak tahu apakah Okaasan tahu soal ini, tapi aku tidak percaya Oyaji menyembunyikan hal kotor seperti ini", kata Makoto.

"Ada lagi soal Hazama Shun ternyata… sepertinya orang ini menikahi wanita dari keluarga Nijou, Kitsuregawa dan Ebata lalu punya putri bernama Hanon, Kazuha dan Fubata dari Keluarga Nijou, Roka dari Keluarga Kitsuregawa dan Ashikaga Inori dari Keluarga Ebata", kata Noboru.

"Sepertinya aku kenal nama-nama orang tersebut", kata Makoto.

"Siapa mereka Makoto-kun?", tanya Kotonoha.

"Kazuha-san dan Futaba-san pernah mengunjungi Okaasan untuk keperluan medis, Kitsuregawa-san seangkatan kita sedangkan Ashikaga Inori adalah seorang Miko di kuil di dekat rumahku", jawab Makoto.

"Sungguh sulit dipercaya ternyata keturunan ayahnya Makoto-kun setamak itu", kata Kotonoha.

"Hei lihat ini… ada namanya Sawanaga di sini", kata Sekai.

"Coba kulihat! Hmmm… sepertinya ayahnya bernama Inou Ayumu tapi juga berhubungan dengan wanita bernama Asagi-san dan punya dua putri dari Keluarga Nagawa", kata Makoto.

"Aku tidak mengerti sama sekali. Kenapa kita berurusan dengan keluarga yang seperti ini?", tanya Sekai.

"Itu semuanya dimulai mungkin dua puluh atau tiga puluh tahun sebelum kalian lahir. Inou Jou adalah seorang pria yang memiliki kekayaan yang besar dan istrinya bernama Inou Yasoko. Kedua pasangan tersebut punya dua putri bernama Inou Moegi dan Inou Asagi", kata PeraPera.

"Itu adalah wanita yang berhubungan dengan ayahnya Taisuke", kata Makoto.

"Benar, tapi jangan dipotong dulu karena cerita belum selesai. Suatu hari Jou berhubungan dengan wanita dari Keluarga Sawagoe bernama Sawagoe Reina, dan akibatnya lahir anak terlarang dari hubungan terlarang tersebut bernama Sawagoe Tomaru", kata PeraPera.

"Berarti akar permasalahan ini dimulai dari kakeknya Makoto-kun", kata Kotonoha.

"Bisa dibilang begitu. Tomaru tumbuh menjadi pria bermata keranjang dan berhubungan dengan Moegi. Yasoko marah dengan Jou karena putrinya berhubungan dengan anak tidak sah dari suaminya sendiri. Setelah Tomaru dan Moegi berpisah, Moegi melahirkan putrinya bernama Kagura", kata PeraPera.

"Aku ingat sekarang. Okaasan pernah mengajakku ke kuburan seseorang bernama Inou Kagura", kata Sekai.

"Itu benar Sekai-kun. Tomaru dan Moegi akhirnya bertemu kembali dan punya putra pertama mereka bernama Ayumu. Tentu saja orang ini nantinya menjadi ayah dari Sawanaga Miki dan Sawanaga Taisuke", kata PeraPera.

"Tidak kusangka", kata Noboru.

"Tomaru kemudian kabur ke luar negeri dan Moegi terpaksa membesarkan Kagura dan Ayumu sendirian. Setelah kembali dari luar negeri, Tomaru terus melakukan Tindakannya yang penuh dengan ketamakannya itu. Tomaru menghamili beberapa wanita dan banyak dari mereka melahirkan keturunan yang terlarang. Dari Moegi, dia melahirkan Youko dan Moeka, dari Hazama Hatsuka, dia melahirkan Shun, Toki dan Kuu, dari Asagi, dia melahirkan Yukari, dari Kagura dia melahirkan Mai. Tomaru juga memrudapaksa Kagura dengan Kepala Sekolah dari Motehara untuk merebut kekayaannya setelah ia meninggal", kata PeraPera.

"Mohon maaf memotong, tapi cerita tersebut membuatku mual", kata Noboru.

"Aku tidak percaya semua ini. Ternyata Otousan dan Okaasan masih dalam satu keluarga yang sama dan melahirkan aku? Apakah mereka tidak tahu malu? Setsuna pasti akan sangat syok mendengar ini", kata Sekai.

"Ini membuatku mual. Tapi yang saya bingung adalah kenapa ayahnya Makoto-kun belum ditangkap hingga sekarang", kata Kotonoha.

"Itu adalah argumen yang menarik. Sepertinya lingkar prostitusi dilaksanakan secara diam-diam dan dengan hati-hati. Karena Sawagoe Tomaru memiliki banyak uang, ia punya hubungan dekat dengan aparat kepolisian dan aparat hukum. Akan mudah baginya untuk menjatuhkan orang-orang yang menentangnya", kata PeraPera.

"Apakah anda tidak bisa melakukan ini?", tanya Kotonoha.

"Sayangnya tidak. Itulah sebabnya kalian berempat punya misi untuk membasmi Sawagoe Tomaru. Tidak apa-apa apabila ia dipenjara atau tewas, semua keputusan ada di tangan kalian", jawab PeraPera.

"Apakah anda tidak keberatan kalau informasi mengenai Sawagoe Tomaru disebarkan begitu saja?", tanya Makoto.

"Kalaupun semudah itu, tapi orang-orang tidak akan mudah percaya dengan perkataan anak-anak. Tapi kalian bisa mulai mengumpulkan bukti berdasarkan masalah tersebut", jawab PeraPera.

"Benar juga… Sebuah Tes DNA bisa membuktikkan ini semua", kata Makoto.

"Tes DNA bisa dilakukan, tapi biayanya tinggi. Apakah kita punya uangnya?", tanya Sekai.

"Entahlah. Meskipun Okaasan adalah perawat, aku tidak yakin dia punya uang yang banyak untuk tes DNA", jawab Makoto.

"Mungkin ini bisa dilakukan. Kita terima saja toh, kita dapat hidup kembali", kata Noboru.

"Sepertinya tidak ada pilihan lain. Tapi kalau mau berkomunikasi bagaimana?", tanya Makoto.

"Nanti akan pakai cara biasa seperti surat menyurat atau telepon", kata PeraPera.

"Dimengerti", kata Sekai.

"Baiklah kalian berempat bersiaplah. Masuklah ke pintu di sana dan kalian akan lahir sebagai bayi kembali", kata PeraPera.

"Sebentar, ada yang ingin dibicarakan dulu", kata Kotonoha.

"Apa itu Kotonoha?", tanya Makoto.

"Karena kita berempat adalah kedua pasangan yang tewas dengan tragis, bagaimana kalau kita bekerja sama sesama lain?", tanya Kotonoha.

"Apa maksudnya itu Katsura-san?", tanya Sekai.

"Saionji-san, kita tewas karena memperebutkan Makoto-kun, jadi kurasa kita harus mengadakan kesepakatan. Kita punya pasangan yang akan mendampingi kita untuk sisa hidup kita nanti, jadi apabila salah satu pasangan dalam masalah, apakah bisa saling membantu?", tanya Kotonoha.

Tentu saja Katsura-san. Aku juga berjanji untuk tidak mengganggu hubungan kalian. Kita saling membantu saja apabila ada masalah hidup, seperti perundungan", kata Sekai.

"Kita harus hati-hati dengan Kanroji, Katou serta ketiga perempuan itu", kata Makoto.

"Kalau tidak salah ada Obuchi-san, Mori-san dan Koizumi-san", kata Kotonoha.

"Jadi apabila salah satu pihak ada yang menderita perundungan, maka yang lain harus membantu", kata Sekai.

"Apa Perlu kapak?", tanya Kotonoha.

"TIDAK! Tidak ada kapak, senjata tajam atau senjata api yang digunakan dalam melawan mereka. Kita pakai tangan kosong saja. Kalau melaporkan ke guru atau orang tua tidak berhasil, kita pakai cara dingin. Nanti akan kupikirkan", kata Makoto.

"Baiklah Makoto-kun", kata Kotonoha.

"Jadi kesepakatannya adalah, kita berempat melaksanakan misi ini, dilarang merusak hubungan orang dan apabila di antara kita berempat ada pihak luar yang berusaha menghancurkan hubungan romantis kita, yang lain berusaha untuk membantu", kata Sekai.

"Semoga kita dapat dengan sukses melakukan ini", kata Noboru.

"Itu benar", kata Makoto.

"Selamat memulai kembali", kata PeraPera.

Dengan begitu, berakhir cerita kami berempat di tempat gelap tersebut. Dengan pengetahuan yang mengejutkan mengenai Oyaji dan keturunannya, kami berencana mengekspos Oyaji serta melaksanakan misi kami untuk memenjarakannya. Kami mungkin dilahirkan kembali ke dunia sebagai bayi, tapi dengan ini kami dapat mengoreksi kesalahan fatal yang telah kami perbuat sebelumnya. Operasi kami ini serta fakta bahwa kami dilahirkan kembali tentu saja harus dirahasiakan sehingga operasi ini dilaksanakan secara klandestin.

Bersambung


Akhir Kata Penulis

Untuk sekarang saya menyudahi ceritanya pada titik ini. Cukup sulit untuk menulis ceritanya karena saya sendiri masih kuliah. Dari masalah internal, cerita ini cukup sulit untuk dibuat karena jumlah konflik yang minim dan konflik yang ada mengerikan, suatu kontradiksi yang agak sulit untuk dipecahkan karena tanpa adanya konflik, sebuah cerita tidak akan menyenangkan. Cerita ini awalnya dimulai dengan kelahiran Itou Makoto, tapi kemudian memutuskan untuk merevisinya. Inspirasi dari revisi ini berasal dari manga Oshi no Ko serta film bernama Colorful yang dirilis pada 21 Agustus 2010 oleh Produksi Sunrise dan Ascension yang awalnya ditulis di novel oleh Mori Eto. Awalnya Makoto yang direinkarnasikan, tapi kemudian ditambah Kotonoha, Sekai serta Noboru.

Dari yang saya tangkap, alasan mengapa anime School Days berakhir tragis ternyata disengaja. Berdasarkan yang saya temukan di Wikipedia Bahasa Jepang, para produsen anime dengan sengaja membuat Itou Makoto sebagai orang yang punya nafsu tinggi dalam hubungan seksual dengan berbagai Perempuan. Tentu saja penceritaan latar belakang ini tidak sempurna karena informasi dari permainannya sendiri tidak lengkap. Informasi yang sulit didapat adalah ternyata saat Moeko menikahi Tomaru, Tomaru masih memiliki hubungan resmi dengan Sawagoe Tomoe sehingga kebingungan status pernikahan dari Tomaru dan Moeko, sehingga informasi dari Overflow Wiki memberi status Moeko sebagai "simpanannya" Tomaru. Saya juga sakit kepala menyortir pohon keluarga dari Sawagoe Tomaru karena kacau balau sehingga saya harus menyerah anak siapa punya siapa. Secara ringkas, Tomaru menghamili banyak wanita di luar hubungan menikah termasuk anaknya, cucunya, anak dari keluarga orang lain dan kalau disortir dulu cerita ini tidak akan selesai.

Bagi yang bertanya ceritanya berakhir bagaimana, saya pastikan akan berakhir bahagia bagi yang berhak, sehingga nantinya Sawagoe Tomaru akan menghadapi hukuman berat dalam cerita ini. Sebagai spoiler, pasangan yang tetap nantinya adalah Itou Makoto bersama dengan Katsura Kotonoha karena dari awal Visual Novelnya, Animenya dan Manganya semuanya dimulai dengan Kotonoha. Andaikan saja anime dan manganya punya akhir cerita yang baik, pasti banyak yang menontonnya. Namun Divisi Overflow yang dimiliki Stack tutup pada tahun 2012 sehingga tidak ada kelanjutannya. Namun pada 25 Desember 2020, sebuah situasi mengejutkan di mana Katsura Kotonoha muncul di YouTube sebagai Vtuber.

Awalnya judul cerita ini bernama "Project School Days: Another Story", tetapi saat di tengah merevisi ceritanya, namanya diubah menjadi "Anata no Yokogao Bakari" yang namanya diambil dari salah satu baris dalam lirik Innocent Blue, lagu pembuka anime School Days.


Daftar Nama Tokoh

Itou Makoto

Protagonis dari cerita ini dan lahir pada 16 Oktober 1989 dari pasangan Tomaru dan Moeko. Seorang lelaki dengan penampilan yang biasa namun anak dari keluarga yang rusak. Makoto sangat menyayangi ibunya, tapi sayangnya ibunya harus bekerja keras untuk mencukupi kehidupan Makoto dan ayahnya seorang pria bermata keranjang yang sering main dengan perempuan. Makoto telah berjanji untuk tumbuh menjadi orang yang jujur dan dapat memberi manfaat bagi banyak orang. Nama Itou (伊藤) berasal dari Perdana Menteri Jepang yang menjabat empat kali pada periode tahun 1885-1888, 1892-1896, 1898 dan 1900-1901 yang terkenal sering tidur dengan wanita lain. Nama Makoto (誠) berarti kejujuran, sebuah nama yang ironis dalam permainan visual novel dengan banyak pilihan wanita.

Katsura Kotonoha

Salah satu protagonis dalam cerita ini yang lahir pada 4 Januari 1990 dari pasangan Zenkichi dan Manami. Seorang wanita dari keluarga aristokrat yang kaya. Meskipun diberkahi dengan kehidupan yang mewah, gadis ini yang memiliki rasa yang penyayang dan setia ini selalu kesepian karena dijauhi gadis lain karena penampilannya yang terlalu cantik dan montok. Ayahnya seorang broker properti sedangkan ibunya sering keluar rumah sehingga sering sendirian di rumah dan tidak banyak teman. Nama Katsura (桂) berasal dari Perdana Menteri Jepang Katsura Tarou yang menjabat tiga kali. Nama Katsura sendiri adalah tanaman bernama Cercidiphyllum japonicum. Nama Kotonoha (言葉) artinya "kosakata" dan bisa dibaca "kotoba".

Matsukata Noboru

Sedikit informasi mengenai orang ini yang lahir pada 24 Februari 1990. Ia adalah lelaki yang satu apartemen dengan Sekai. Sekai pernah bermain dengannya sewaktu kecil, tapi Noboru meninggal sebelum masuk SMP. Hobinya sendiri disebut fotografi dan bermain permainan video. Setelah Noboru meninggal, Sekai mewariskan manganya sebagai momento. Nama Matsukata (松方) berasal dari Pangeran Matsukata Masayoshi sedangkan Noboru (昇) artinya mendaki.

Saionji Sekai

Seorang gadis yang lahir pada 7 Desember 1990 dari pasangan Shun dan Youko. Disebutkan dari profilnya, Sekai tumbuh tanpa ayahnya dan ibunya tidak memberitahu siapa ayahnya. Meskipun dia merasa ceria setiap saat, dia sebenarnya merasa emosional, terutama pasca Noboru meninggal. Dia dan Setsuna sudah bersahabat sejak kecil. Nama Saionji (西園寺) berasal dari Perdana Menteri Jepang Saionji Kinmochi yang menjabat dua kali sedangkan Sekai (世界) berarti dunia.

PeraPera (Original Character)

Seorang pertapa misterius dalam ruang gelap antara dunia dan dunia selanjutnya. Disebut memiliki banyak ilmu pengetahuan mengenai dunia. Nama PeraPera (ペラペラ) sendiri apabila diterjemahkan berarti "lancar dalam suatu bahasa" dan juga berasal dari pemandu di Film Colorful bernama PuraPura.

Waktu Penulisan Akhir

25 Agustus 2023

Direvisi

20 September 2023