DISCLAIMER/PENYANGKALAN

Saya sebagai penulis tidak memiliki waralaba School Days maupun hal yang berkaitan dengan waralaba tersebut. School Days dimiliki sepenuhnya oleh 0verflow sebagai divisi Stack Limited selaku pencipta Visual Novel tersebut.

Saya sebagai penulis hanya memiliki garis cerita ini, isi dari cerita ini, idenya, konsepnya serta karakter orisinal yang eksklusif ke cerita ini. Cerita ini saya tulis akibat kekecewaan dan tanggapan negatif saya mengenai isi cerita ini yang tidak berakhir bahagia di manga maupun animenya.

Cerita ini adalah sebuah upaya saya sebagai penulis untuk memperbaiki kekurangan yang terjadi di seri ini. Kemungkinan akan ada kesalahan dalam penulisan cerita ini, jadi mohon maaf apabila ada kesalahan. Dengan ini, cerita dimulai!

Format Dialog Cerita:

"Teks" : "Dialog dan Ucapan"

Teks : Narasi Narator dan Monolog Tokoh

Teks : Pesan Singkat dan SMS

"Teks" : "Pikiran"

[Teks] : [Percakapan Telepon]


School Days – Hanya Profilmu

スクールデイズ・あなたの横顔ばかり

Anata no Yokogao Bakari

Laporan 2

Kelahiran Itou Makoto


"Dalam kehidupan mereka sebelumnya, empat orang membuat kesalahan sehingga mereka meninggal dengan tragis. Hubungan mereka berubah saat mereka direinkarnasikan dan berubah menjadi cerita cinta mengenai dua pasangan"

Waktu Penulisan Awal

25 Agustus 2023

Sakakino-chou adalah suatu kota yang berada di pinggiran Wilayah Metropolitan Tokyo. Kota ini mungkin cukup kecil, tapi kota ini cukup menarik karena lokasinya yang berada di pinggiran pantai. Kota ini punya tiga distriknya sendiri yaitu Haramihama, Motehara dan Aoi. Ketiga distrik ini saling terhubung dengan jalur rel kereta api suburban yang juga terhubung ke Kota Tokyo. Kota ini salah satu kota baru yang dibangun pasca Perang Dunia II dan penduduknya cukup beragam. Meskipun begitu, seperti yang lain, kota ini tidak memiliki cerita yang baik.

Beberapa tahun yang lalu, beberapa skandal terjadi yang berakar dari Keluarga Inou. Saat itu, keluarga tersebut merupakan paling kaya akan hartanya bagi orang yang tidak memiliki jabatan politik ataupun militer. Inou Jou merupakan kepala keluarga dari aristokrat terkemuka itu bersama dengan istrinya Bernama Inou Yasoko. Mereka dianugerahi putri bernama Moegi dan Asagi dan dibesarkan sangat baik dan tidak terlalu manja maupun foya-fota.

Skandal tersebut terjadi Ketika Jou berhubungan dengan wanita dari Keluarga Sawagoe Bernama Reina. Hubungan tersebut sangat dalam, hal tersebut menyebabkan Reina hamil dan melahirkan anak laki-laki bernama Tomaru. Awalnya insiden tersebut sangat tertutup, tapi ketika Tomaru sedang bersekolah di SMP Harami-chuu, ia jatuh cinta dengan Moegi. Tanpa sepengetahuan Tomaru, Moegi sebenarnya saudarinya dari ayah yang sama tapi tetap saja hubungan tersebut makin kokoh. Ketika Yasoko mengetahui hubungan tersebut, dia menjadi sangat marah karena Moegi berhubungan dengan putra dari Jou dengan selingkuhannya. Jou akhirnya mengakui bahwa Tomaru adalah putranya dan pasangan Tomaru dan Moegi terpaksa berpisah tapi semuanya terlambat. Ketika mereka berpisah, Moegi sudah hamil dengan putri pertamanya bernama Kagura.

Meskipun berpisah selama bertahun-tahun, sikap ketamakan dan kebengisan Tomaru tidak berhenti, Ada laporan bahwa Tomaru sudah menghamili beberapa wanita bahkan di bawah umur. Tomaru dan Moegi akhirnya kembali bertemu dan kemudian punya anak laki-laki bernama Ayumu. Tetapi setelah melahirkan Ayumu, Tomaru melarikan diri ke luar negeri, sehingga Moegi terpaksa membesarkan Kagura dan Ayumu sendirian. Identitas Tomaru dirahasiakan oleh Moegi sehingga Kagura dan Ayumu tidak tahu siapa ayah mereka sendiri.

Banyak wanita yang dihamili oleh Tomaru dan bahkan sampai keturunannya sendiri. Yang dilaporkan, ada seorang gadis Kelas dua Bernama Inou Hajime yang akhirnya meninggal saat melahirkan Rio. Akibatnya, Kagura marah besar dan Tomaru terpaksa pergi. Entah kenapa bagaimana mungkin Tomaru bisa lolos dari seluruh tindakan seperti ini, tapi sepertinya ada harta yang diwariskan digunakan untuk menang dalam persidangan.

Sekarang mengenai Okaachan, dia merupakan wanita yang sangat kuat dan tidak kalah dalam menghadapi masalah. Namanya adalah Itou Moeko dan Okaachan lahir di Sakakino-chou pada 15 Januari 1965. Okaachan punya ayah bernama Itou Sanehiro dan ibu bernama Itou Sakumi, yang dahulunya pernah tinggal di pinggiran Hiroshima dan merupakan salah satu saksi dalam Bom Atom Hiroshima pada 6 Agustus 1945. Ketika Kota Baru Sakakino-chou dibentuk pada awal 1960-an, Ojiichan dan Obaachan pindah ke Sakakino-chou saat harga lahan masih murah. Saat itu mereka pindah ke Sakakino-chou pada tahun 1964, saat Tokaido Shinkansen pertama kali dibuka. Ojiichan dan Obaachan sayangnya sudah meninggal pada tahun 1985 saat Okaachan di tengah pendidikan kuliah. Disebutkan bahwa Ojiichan dan Obaachan tewas dalam kecelakaan lalu lintas. Setelah menempuh Pendidikan Kuliah antara tahun 1983 hingga 1987, Okaachan bekerja di Rumah Sakit Sakakino. Okaachan akhirnya menikah dengan salah satu dokter bernama Sawagoe Tomaru dan hal buruk mengenai Oyaji belum diketahui saat itu. Okaachan akhirnya hamil pada pertengahan tahun 1988 dan pada Oktober 1989, Okaachan melahirkan aku. Waktu tersebut merupakan cukup sulit karena Gelembung Ekonomi Jepang yang saat itu membesar dan ada spekulasi bahwa akan pecah pada waktu dekat.

==X===X===X===X==

10 Oktober 1989, Pukul 11:30, Rumah Sakit Sakakino, Ruang Konsultasi Lantai 2

"Manami-san, sepertinya belum waktunya untuk anda melahirkan anak anda. Mungkin sekitar dua bulan ke depan baru bisa", kata Moeko.

"Begitu ya Moeko-san?", tanya Manami.

"Itu benar. Saya yakin semua ibu ingin yang terbaik untuk buah hatinya", kata Moeko.

"Benar juga. Moeko-san hamil juga?", tanya Manami.

"Itu benar Manami-san. Sepertinya dalam waktu dekat akan lahir juga, jadi saya harus bersiap", jawab Moeko.

"Benar juga ya. Pantas saja perutnya sudah membesar", kata Manami.

"Hahahahaha…. Itu benar. Saya tidak boleh kalah dengan yang lainnya", kata Moeko.

"Apakah benar Moeko-san berumur 24 tahun?", tanya Manami.

"Itu benar", jawab Moeko.

"Saya yang berumur 19 tahun harus bersiap sepertinya", kata Manami.

"Kenapa anda ingin punya anak pada usia muda?", tanya Moeko.

"Sebenarnya pernikahan saya ini diatur oleh orang tua, sehingga saya menikah pada umur 18 tahun dengan suami saya. Saya dulunya nama keluarganya Yoshida, tapi akhirnya menikah dengan orang dari Keluarga Katsura setelah saya lulus SMA", jawab Manami.

"Keluarga Katsura ya? Bukankah cukup terkenal di kawasan ini?", tanya Moeko.

"Itu benar. Saya harus menata keuangan suami dan keluarga nantinya. Mungkin nantinya kalau anak kita sudah lahir, kita bisa besarkan Bersama-sama jadi kita bisa saling membantu", kata Manami.

"Memang benar Manami-san", kata Moeko.

"Saya tidak bisa melupakan bantuan Moeko-san lima tahun yang lalu saat saya terluka saat terjadi kecelakaan saat menggunakan kereta api, jadi itu sebabnya saya meminta anda membantu saya", kata Manami.

"Ah iya… Saya juga tidak bisa melupakannya", kata Moeko.

"Kalau begitu sampai nanti ya Moeko-san. Semoga sukses dalam kelahiran anak anda", kata Manami.

"Terima Kasih Manami-san", kata Moeko.

==X===X===X===X==

10 Oktober 1989, Pukul 14:30, Rumah Sakit Sakakino, Ruang Perawat Lantai 3

"Moeko, kau sudah kembali akhirnya", kata Tomaru.

"Iya Tomaru-chan", kata Moeko.

"Jangan sebut namaku begitu di tempat kerja. Memang benar kita adalah pasangan suami istri, tapi akan memalukan jika dilihat orang lain", kata Tomaru.

"Benar juga", kata Moeko.

"Tadi berkonsultasi dengan siapa?", tanya Tomaru.

"Tadi bicara dengan teman lama, Katsura Manami-san", jawab Moeko.

"Oh…. Wanita yang berasal dari Keluarga Katsura?", tanya Tomaru.

"Itu benar. Sepertinya anak pertamanya akan lahir dalam dua bulan ke depan", kata Moeko.

"Kalau memang begitu, berarti anak kita nanti bisa tumbuh bersama", kata Tomaru.

"Itu benar. Putra kita akan tumbuh bersama dengan anaknya Manami-san", kata Moeko.

"Sebentar, dari mana kau tahu anak kita nanti adalah laki-laki?", tanya Tomaru.

"Firasat seorang Ibu tentu saja", jawab Moeko.

"Sulit dipercaya. Sejak aku menikahimu, kau selalu membuatku terkejut", kata Tomaru.

"Hahahaha… Percayalah, seorang wanita memiliki sifat emosional dan firasat yang tinggi, jadi jangan mudah terperdaya apabila melihat wanita lemah. Lagipula, seorang pria tidak bisa melahirkan anak", kata Moeko.

"Benar juga ya…", kata Tomaru.

"Kita harus Bersiap menyambut putra pertama kita, jadi harus menyiapkan bahan-bahannya serta alat-alat untuk siaga agar semuanya berjalan lancar", kata Moeko.

"Itu benar Moeko", kata Tomaru.

==X===X===X===X==

11 Oktober 1989, Pukul 10:00, Ruang Konsultasi Lantai 2

"Baiklah, antrian selanjutnya", kata Moeko.

"Iya, saya ingin cek kehamilan saya"

"Anda adalah?", tanya Moeko.

"Nama saya adalah Ashikaga Michika", jawab Michika.

"Jadi begitu… Apakah ini pertama kali anda mengecek kehamilan anda?", tanya Moeko.

"Tidak. Saya sudah punya putri berumur sekitar dua bulan", jawab Michika.

"Jadi begitu. Anda silakan mengeceknya dengan alat ini. Mungkin akan ketemu jawabannya", kata Moeko.

"Terima Kasih", kata Michika.

"Coba dilihat… Selamat Okusan, anda akan punya anak lagi", kata Moeko.

"Benarkah?", tanya Michika.

"Itu benar. Anda harus segera Bersiap menyambut anak kedua anda", kata Moeko.

"Itu benar", kata Michika.

==X===X===X===X==

11 Oktober 1989, Pukul 12:00, Ruang Perawat Lantai 3

"Banyak ibu-ibu menanyakan kehamilan mereka…", kata Moeko

"Permisi"

"Ah ya, anda siapa?", tanya Moeko.

"Nama saya Hashimoto Naoka, saya ditugaskan untuk memantau anda", jawab Naoka.

"Memantau karena apa?", tanya Moeko.

"Saya ditugaskan untuk membantu anda. Saya dengar anda sedang hamil dan akan melahirkan anak anda dalam waktu dekat, jadi saya diberi tugas untuk membantu anda", jawab Naoka.

"Jadi begitu", kata Moeko.

"Sebenarnya, saya juga dites sebelumnya dan saya ternyata hamil juga", kata Naoka.

"Begitu ya? Sudah berapa bulan?", tanya Moeko.

"Sebenarnya baru kurang dari sebulan", jawab Naoka.

"Jadi begitu ya… Apakah ini anak pertama?", tanya Moeko.

"Sebenarnya tidak. Saya hamil anak kedua saya. Putri saya yang pertama lahir pada tahun 1984", jawab Naoka.

"Berarti sudah berumur empat tahun", kata Moeko.

"Benar. Sayangnya hanya bisa merayakan ulang tahunnya empat tahun sekali", kata Naoka.

"Empat tahun sekali? Berarti lahirnya pada tanggal 29 Februari?", tanya Moeko.

"Itu benar", jawab Naoka.

"Itu tidak masalah. Lagipula, itu menghemat kue ulang tahun", kata Moeko.

"Hahahahaha… Anda bisa saja", kata Naoka.

==X===X===X===X==

15 Oktober 1989, Pukul 19:30, Rumah Sakit Sakakino, Kamar 583

"Tidak kusangka aku baru mendapatkan kamar pada detik terakhir", kata Moeko.

"Sepertinya karena rumah sakit ini sangat padat, jumlah kamar yang ada terbatas", kata Naoka.

"Itu mungkin benar Naoka-san. Saya seorang perawat yang masih muda harus bersiap menjadi seorang Ibu", kata Moeko.

"Apakah anda merasa takut dalam melahirkan anak pertama anda?", tanya Naoka.

"Kelahiran anak tidak akan pernah bisa siap. Saya sudah menjadi bidan sejak lulus SMA, dan sudah menangani puluhan pasien yang melahirkan anak mereka", jawab Moeko.

"Apakah ada yang menakutkan?", tanya Naoka.

"Semuanya biasa-biasa saja karena terbiasa menjadi bidan, tapi ada satu yang beda sendiri", jawab Moeko.

"Apa yang membedakannya dari yang lain?", tanya Naoka.

"Saya dapat informasi soal pasien ini pada Pukul 19:00. Pasien ini meminta saya untuk datang ke rumahnya untuk melahirkan anak pertama mereka", jawab Moeko.

"Itu sangat aneh. Kenapa pasien meminta anda ke rumahnya?", tanya Naoka.

"Awalnya saya bingung, tapi memutuskan untuk pergi ke rumahnya. Sampai rumahnya, akhirnya aku tahu kenapa mereka memanggil bidan ke rumahnya", kata Moeko.

"… dan alasannya adalah?", tanya Naoka.

"Rupanya keluarga yang melahirkan ternyata Yakuza", jawab Moeko.

"APA?! Keluarga Yakuza memanggil anda untuk membantu proses persalinan?!", teriak Naoka.

"Benar. Tentu saja harus dilakukan karena saya seorang bidan", kata Moeko.

"Apa anda tidak takut dengan orang Yakuza?", tanya Naoka.

"Memang benar penampilan Yakuza sangat menakutkan, tapi mereka tidak bisa membantu dalam proses persalinan anak. Justru ketika aku datang, mereka berteriak histeris dan memohon saya menyelamatkan tuan putri mereka", kata Moeko.

"Begitu ya…?", tanya Naoka.

"Iya… Kalau pasien biasa suaminya yang teriak histeris, justru orang Yakuza yang tidak punya keahlian dalam membantu proses persalinan yang teriak histeris. Kau seharusnya melihat wajah mereka saat aku melaksanakan proses persalinannya. Wajah mereka justru seperti anak kecil yang baru disuntik", kata Moeko.

"Sungguh mengejutkan… ternyata ada sisi Yakuza yang seperti itu…", kata Naoka.

"Benar. Setelah proses persalinan selesai, mereka ingin membayar aku dengan uang jutaan yen", kata Moeko.

"Jutaan Yen? Apakah itu tidak terlalu banyak?", tanya Naoka.

"Itu benar. Kuberikan biaya tambahan tapi sekitar ratusan ribu Yen. Mereka sebenarnya ingin membayar aku lebih, tapi aku menolaknya. Akhirnya mereka memutuskan apabila saya ada masalah, mereka akan membantu aku apabila aku datang lagi ke mereka", jawab Moeko.

"Jadi begitu…", kata Naoka.

==X===X===X===X==

15 Oktober 1989, Pukul 20:30, Rumah Sakit Sakakino, Kamar 583

"Hashimoto-kun, bagaimana kondisinya?", tanya Tomaru.

"Sejauh ini tidak ada masalah Itou-sensei", jawab Naoka.

"Kita harus memastikan bahwa Moeko baik-baik saja sebelum bayinya lahir", kata Tomaru.

"Itu benar sensei", kata Naoka.

"Sudah bertemu berapa pasien Tomaru-chan?", tanya Moeko.

"Kemungkinan sekitar tigapuluhan hari ini. Banyak kasus seperti kelahiran, flu, tifus, demam berdarah dan sebagainya. Karena banyak pasien, tidak sempat mengecekmu Moeko", jawab Tomaru.

"Itu tidak masalah. Seorang dokter punya banyak pasien untuk diprioritaskan", kata Moeko.

"Sensei dan istri anda saling serasi ya. Ini membuat saya iri", kata Naoka.

"Begitu ya? Memang jarang ada cerita seperti ini, seorang perawat menikahi dokter yang ada di dalam rumah sakit yang sama. Ditambah, perawat tersebut masih baru", kata Tomaru.

"Permisi, maaf mengganggu"

"Saya juga"

"Ah, kalau tidak salah anda Katsura-san dan Ashikaga-san. Angin baik apa yang membawa kalian berdua ke sini?", tanya Moeko.

"Kami sebenarnya ingin bertemu dengan Moeko-san, tapi katanya sedang dirawat karena kehamilannya", jawab Manami.

"Kami juga diberitahu bahwa Moeko-san di bawa ke Kamar 583, jadi kami ke sini", kata Michika.

"Sepertinya ibu-ibu ingin berbicara dengan istri saya. Saya pergi dulu sebentar untuk mengurus pasien lain", kata Tomaru.

"Maaf telah mengganggu", kata Michika.

"Tolong jangan terlalu berisik ya. Ada pasien lain", kata Naoka.

"Baik", kata Michika.

"Jadi begitu… Tapi bagaimana kalian bisa masuk? Ini sudah larut malam, jadi seharusnya waktu berkunjung sudah berakhir", kata Moeko.

"Sebenarnya aku punya kartu khusus untuk masuk rumah sakit ini di luar waktu berkunjung. Itu karena putri pertamaku bernama Chie sedang dirawat di rumah sakit ini juga", jawab Michika.

"Jadi begitu… Kalian seharusnya mengurus urusan kalian sendiri. Aku mau melahirkan anak pertamaku, jadi takutnya bermasalah bagi kalian", kata Moeko.

"Itu tidak masalah. Sesama ibu hamil harus saling membantu", kata Manami.

"Bagaimana dengan putri anda sendiri Michika-san? Apa tidak masalah ditinggalkan begitu saja?", tanya Moeko.

"Sebenarnya tidak. Saat ini Chie sedang menjalankan pemeriksaan khusus, sehingga tidak dapat didampingi untuk saat ini", jawab Michika.

"Begitu ya… Sebenarnya saya berbaring di sini menunggu waktu saya. Sebenarnya saya juga bosan", kata Moeko.

"Kau benar Moeko-san. Saya saat melahirkan Chie harus berbaring di tempat tidur hingga menunggu kelahiran putri pertama saya. Tentu saja sangat membosankan. Suami juga kurang membantu karena harus bekerja", kata Michika.

"Bagaimana dengan anda Manami-san? Apa suami anda sibuk?", tanya Moeko.

"Suami saya berurusan dengan bisnis perumahan dan properti, jadi sering bertemu dengan orang lain. Kadang waktu yang dihabiskan lebih banyak dengan orang lain.", kata Manami.

"Hmmm, sepertinya kita menikahi suami yang bermasalah ya?", tanya Michika.

"Sebenarnya itu masih lebih baik, dibandingkan dengan suami seseorang beberapa tahun yang lalu", kata Manami.

"Memangnya siapa yang anda maksud?", tanya Moeko.

"Saya tidak tahu kapan terjadinya, tapi sepertinya terjadi beberapa tahun yang lalu. Ini belum terkonfirmasi, tapi ada rumor busuk soal Keluarga Inou", kata Manami.

"Apa rumor busuk itu Manami-san?", tanya Michika.

"Sepertinya, Keluarga Inou sudah berkeluarga dengan kedua putri mereka, tapi suami tersebut selingkuh dengan seorang wanita dari Keluarga Sawagoe dan melahirkan seorang putra yang tidak sah", kata Manami.

"Itu mengerikan sekali! Apakah ketahuan?", tanya Michika.

"Tentu saja, karena putra tersebut menjadi kekasih dari gadis yang dilahirkan Keluarga Inou", kata Manami.

"Walah… pasti istrinya marah besar", kata Moeko.

"Tentu saja. Akibat hubungan gelap tersebut, putri dan putra dari hasil hubungan gelap tersebut harus dipisahkan. Itulah akhir cerita dari rumor tersebut", kata Manami.

"Begitu ya… Kita harus berhati-hati dalam menjaga suami kita dari incaran pelakor", kata Moeko.

"Itu benar Moeko-san", kata Michika.

"Ngomong-ngomong Manami-san, apakah anda tidak masalah melahirkan anak pada usia muda?", tanya Moeko.

"Itu tidak bisa dibantah. Seorang Ibu harus melakukan segalanya demi keselamatan anaknya. Saya sekarang sudah berumur 20 tahun, sehingga harus tangguh", jawab Manami.

"Manami-san ulang tahunnya kapan?", tanya Michika.

"Saya lahirnya 9 Oktober 1970, jadi sejak enam hari yang lalu, saya berumur 20 tahun", jawab Manami.

"Begitu ya? Ternyata punya anak pada usia yang lebih muda daripada saya. Saya sendiri berumur 24 tahun", kata Michika.

"Berarti kita seumuran Michika-san. Saya juga berumur 24 tahun", kata Moeko.

"Mungkin anak kita nanti akan tumbuh bersama", kata Manami.

"Itu benar Manami-san", kata Michika.

"Ngomong-ngomong, bagaimana dengan suami anda Moeko-san? Kok bisa menikah dengannya?", tanya Manami.

"Itu cukup rumit. Hidup saya penuh dengan banyak masalah. Otousan dan Okaasan sudah meninggal empat tahun yang lalu. Yang tersisa hanyalah rumah keluargaku dan tidak ada keluarga dekat. Sebenarnya pernikahanku dengan Tomaru baru dua tahun, tapi sudah hamil setahun setelah menikah. Awalnya kukira suamiku hanya dokter biasa, tapi ternyata juga punya bisnis properti", kata Moeko.

"Bisnis properti ya? Mungkin suami anda akan saling berlintas antara sesama lain. Suami saya juga berurusan di bidang properti", kata Manami.

"Begitu ya? Ternyata kita punya banyak persamaan Manami-san", kata Moeko.

"Itu benar. Tapi sebenarnya ada yang membuat saya iri", kata Michika.

"Apa itu?", tanya Manami.

"Manami-san, itu ukurannya apa?", tanya Michika.

"Ukuran apa?", tanya Manami.

"Yang dimiliki setiap wanita dan selalu dilirik oleh pria", kata Michika.

"Sebentar, anda tidak bermaksud dengan menanyakan ukuran 'itu' ya?", tanya Moeko.

"Sepertinya Moeko-san mengerti. Seperti yang kalian tahu, anak kita meminumnya dari situ", kata Michika.

"Seperti yang kuduga… Memang benar Manami-san ukurannya lebih besar daripada kita", kata Moeko.

"Oh ini… kalau tidak salah 90 cm", kata Manami.

"Suami anda beruntung sekali Manami-san… Saya hanya 80 cm", kata Moeko.

"Saya yang paling kecil di sini… hanya 60 cm", kata Michika.

"Permisi…"

"Eekk! Naoka-san sudah kembali?", tanya Moeko.

"Itu benar. Para Okusan sedang membicarakan apa?", tanya Naoka.

"Err… itu…", kata Manami.

"Kami sedang membicarakan apa yang harus dilakukan setelah bayi kami lahir. Michika-san menjelaskannya dengan baik karena dia sudah punya putri", kata Moeko.

"Itu benar! Mereka kebingungan karena belum punya anak sebelumnya", kata Michika.

"Benarkah? Ya sudah, kalau bisa disudahi dulu. Saya yakin Okusan sudah Lelah, jadi sebaiknya kalian pulang", kata Naoka.

"Begitu ya? Kami sebenarnya ingin menemani Moeko-san", kata Manami.

"Saya mengerti, tapi berdasarkan aturan tidak boleh ada orang selain dokter, bidan dan anggota keluarga di atas 18 tahun selama proses persalinan. Jika ingin menunggu, silakan menunggu di lobi lantai dasar", kata Naoka.

"Sepertinya tidak ada pilihan lain. Ikut aku saja Manami-san, aku harus melihat putriku juga", kata Michika.

"Itu benar Michika-san. Semoga persalinannya sukses", kata Manami.

"Terima Kasih", kata Moeko.

"Sepertinya pembicaraan antar ibu-ibu lama juga ya", kata Tomaru.

"Itu benar Tomaru-chan. Sesama ibu-ibu harus saling mendukung", kata Moeko.

"Benar juga ya", kata Tomaru.

"Aduh…", kata Moeko.

"Ada apa Moeko-san?", tanya Naoka.

"Sepertinya… sudah… waktunya…", jawab Moeko.

"Kita harus bergerak cepat sensei!", kata Naoka.

"Benar. Bawa Moeko segera ke ruang persalinan", kata Tomaru.

"Iya", kata Naoka.

Pada malam itu, Okaasan berjuang keras agar tidak lemah. Tentu saja, penderitaan Okaasan cukup pedih karena saat melahirkan. Okaasan pernah mengatakan pada aku bahwa penderitaan yang dialami seorang Ibu adalah melahirkan anaknya dan para pria tidak mungkin bisa merasakan hal tersebut karena pria tidak bisa melahirkan anak. Ketika aku bertanya apakah ada yang lebih menyakitkan daripada melahirkan, ternyata ada. Okaasan mengatakan bahwa mendengar anaknya membantah dan menyakiti ibunya sendiri itu lebih menyakitkan daripada melahirkannya. Hal tersebut tetap kuingat selama aku hidup. Berjam-jam berlalu dan akhir pada pagi dini hari, penderitaan Okaasan berakhir dengan melahirkan putra pertamanya, yaitu aku. Sebenarnya aku tidak menyangka bahwa Okaasan telah bertemu dengan ibu dari Kotonoha dan Yuuki, tapi itu cerita untuk nanti.

==X===X===X===X==

15 Oktober 1989, Pukul 22:30, Rumah Sakit Sakakino, Lobi Lantai Dasar

"Ini dia Okusan", kata perawat.

"Terima Kasih. Chie, ini Okaasan", kata Michika.

"Guuu… Ahhh!", kata Chie.

"Putri anda imut sekali", kata Manami.

"Ada-ada saja Manami-san", kata Michika.

"Oh ya, aku hampir lupa. Kudengar pasca kita meninggalkan kamarnya Moeko-san, dia langsung sakit perut. Sepertinya dia langsung dilarikan ke ruang persalinan", kata Manami.

"Begitu ya? Kita sepertinya tidak dapat berbicara selama beberapa jam ke depan", kata Michika.

"Memang benar. Memang kita ingin membantu, tapi perawatnya bilang tidak boleh ada orang lain selain dokter, bidan, Moeko-san dan suaminya. Kita tidak bisa berbuat apa-apa", kata Manami.

"Bagaimana Manami-san? Anda punya ide?", tanya Michika.

"Awalnya saya berpikiran untuk pulang, tapi suamiku sedang keluar kota. Ia baru kembali besok siang", jawab Manami.

"Suami saya juga ada urusan penting di Osaka. Kita tunggu saja di lobi hingga Moeko-san lahir", kata Michika.

"Sepertinya tidak ada pilihan lain", kata Manami.

==X===X===X===X==

16 Oktober 1989, Pukul 00:55, Rumah Sakit Sakakino, Ruang Persalinan Lantai 3

"Jangan khawatir Okusan, semuanya akan baik-baik saja", kata Naoka.

"Iya", kata Moeko.

"Moeko, sebentar lagi semua masalah akan terangkat. Tidak perlu menderita lagi", kata Tomaru.

"Iya, anata", kata Moeko.

"Baiklah Moeko-san, apakah sudah siap?", tanya Naoka.

"Sepertinya sudah", jawab Moeko.

"Apakah perasaan Moeko-san baik-baik saja?", tanya Naoka.

"Sebenarnya, aku merasa gugup bercampur ketakutan. Malam ini adalah detik-detik yang mencemaskan sekaligus membahagiakan karena aku akan melahirkan anak pertamaku", jawab Moeko.

"Jangan khawatir Moeko-san. Saya dan Itou-sensei akan saling mendukung dan membantu dalam proses persalinan ini hingga selesai. Prioritasnya adalah Moeko-san dan bayi yang lahir dalam kondisi yang sehat dan selamat", kata Naoka.

"Dengan begitu, kita memulai operasi persalinannya. Terus pantau konstraksi dan pastikan operasi ini berjalan dengan lancar Hashimoto-kun", kata Tomaru.

"Iya Itou-sensei", kata Naoka.

"Bagaimana Hashimoto-kun?", tanya Tomaru.

"Sejauh ini berjalan lancar. Monitor kontraksi telah dipasang dan dengan ini dapat mengamati kontraksi dan detak jantung bayi yang akan lahir", jawab Naoka.

"Sepertinya kontraksinya cukup kuat", kata Moeko.

"Sepertinya begitu Moeko-san. Kontraksi ini membantu membuka jalan bagi bayi untuk keluar. Apabila ada masalah, Moeko-san tidak perlu ragu untuk memberitahu sehingga kami bisa membantu apabila ada masalah", kata Naoka.

"Ingat Moeko, apabila kontraksi makin lama makin intens, maka akan diberi panduan mengenai kapan harus mendorong", kata Tomaru.

"Baiklah anata", kata Moeko.

"Sensei, sepertinya kontraksinya Moeko-san semakin memuncak. Saya kira Moeko-san harus mulai mendorong pada detik saat ini", kata Naoka.

"Kau benar Hashimoto-kun", kata Tomaru.

"Baiklah Moeko-san, ini adalah waktu yang tepat untuk mendorong. Tarik napas dalam-dalam dan pada saat terjadi kontraksi, berikan tekanan sekuat tenaga Okusan", kata Naoka.

"Iya… Apakah seperti ini?", tanya Moeko.

"Benar Okusan. Teruslah mendorong setiap kali terjadi kontraksi", kata Naoka.

"Iya…. ", kata Moeko.

"Sensei, kepala bayinya mulai terlihat. Proses ini hampir selesai, tapi sangat penting bayinya lahir dengan selamat", kata Naoka.

"hhhhh….", gerutu Moeko.

"Teruslah Moeko! Sedikit lagi kepalanya hampir keluar. Sedikit lagi", kata Tomaru.

"Huaaahh….", teriak Moeko.

"Akhirnya selesai Okusan. Anak pertama anda sudah lahir. Selamat", kata Naoka.

"Syukurlah. Boleh saya lihat…?", tanya Moeko.

"Iya. Selamat ya, anda punya putra pertama", kata Naoka.

"Wajahnya seperti kau Moeko", kata Tomaru.

"Kau benar Anata", kata Moeko.

"Sepertinya putra pertama kita sangat sehat Moeko", kata Tomaru.

"Luar biasa Moeko-san. Kita amati dan perhatikan bayi anda sejenak sebelum dimandikan dan dirawat", kata Naoka.

"Itu benar Naoka-san", kata Moeko.

"Jadi sepertinya putra pertama kita lahir pada tanggal 16 Oktober dini hari", kata Tomaru.

"Itu benar sensei", kata Naoka.

"Apakah saya sebaiknya memandikan anak kita?", tanya Moeko.

"Itu benar Moeko-san. Pelan-pelan memandikannya… Oh ya, apakah anda sudah memutuskan nama untuk putra anda?", tanya Naoka.

"Sebenarnya kami sudah memutuskan nama putra pertama kita dinamakan apa", jawab Tomaru.

"Begitu ya? Jadi anda menamakan putra pertama anda apa?", tanya Naoka.

"Kami memutuskan menamainya Makoto. Itou Makoto (伊藤 誠). Kami menamai putra kami Makoto karena kami ingin putra kita tumbuh menjadi anak yang jujur, tulus dan dapat menjadi berguna bagi orang lain", kata Moeko.

"Saya mengerti. Nama anak adalah nama doa orang tua bagi anaknya sendiri. Itu nama yang baik", kata Naoka.

"Kau benar Naoka-san", kata Moeko.

"Nah, Moeko-san dan Itou-sensei sudah memandikan Makoto-kun dengan baik. Semoga anak kalian bisa tumbuh besar dengan baik dan sehat", kata Naoka.

"Itu benar Naoka-kun. Saya akan mengurus sisanya dari sekarang. Kau bisa kembali ke pusat perawat saja", kata Tomaru.

"Baik Itou-sensei", kata Naoka.

==X===X===X===X==

16 Oktober 1989, Pukul 01:45, Rumah Sakit Sakakino, Ruang Menyusui

"Lebih aman menyusui di sini Manami-san", kata Michika.

"Itu benar. Tempat ini jauh dari mata keranjang para pria", kata Manami.

"Tapi Manami-san, bukannya berpakaian seperti itu justru menarik perhatian pria lain?", tanya Michika.

"Ini tumbuh terlalu cepat, jadi harus membeli dalaman dari luar negeri. Harganya juga mahal, sehingga yang dibeli ukurannya terlalu kecil untuk saya", kata Manami.

"Nanti suami anda iri loh apabila dilirik pria lain. Juga, wanita lain akan sakit hati melihat anda", kata Michika.

"Kalau begitu Michika-san, mau kuberi tahu cara untuk mendapatkannya?", tanya Manami.

"Saya tidak perlu dalaman ukuran besar untuk saat ini", kata Michika.

"Bukan itu, tapi apakah kau ingin tubuh seperti saya?", tanya Manami.

"Err… itu…", kata Michika.

"Sebenarnya sederhana saja. Kau tinggal minum susu karton yang banyak. Mungkin dalam enam bulan bisa sama seperti saya", kata Manami.

"Saran yang baik Manami-san, tapi nanti suami saya tidak akan senang apabila diratapi mata pria orang lain", kata Michika.

"Kau tahu kita harus menjaga suami kita dari incaran wanita lain, seperti pelakor. Kita harus tegas", kata Manami.

"Benar juga ya Manami-san", kata Michika.

"Hoeee!", teriak Chie.

"Nah Chie, mau minum lagi?", tanya Michika.

"Hoeee!" teriak Chie.

"Masih banyak, jadi tidak perlu menangis", kata Michika.

"Permisi"

"Ah, anda perawat yang mengurus Moeko-san, apakah itu benar?", tanya Manami.

"Benar, saya Hashimoto Naoka. Saya ingin menginformasikan bahwa proses kelahiran dari Itou Moeko-sama telah selesai", kata Naoka.

"Benarkah? Bolehkah kami menemuinya?", tanya Michika.

"Tentu saja. Tolong ikut saya Okusan", kata Naoka.

==X===X===X===X==

16 Oktober 1989, Pukul 02:00, Rumah Sakit Sakakino, Kamar 583

"Anak yang baik…", kata Moeko.

"Hoeeeh!", teriak Makoto.

"Permisi Moeko-san"

"Ah, Manami-san dan Michika-san. Kalian masih di sini?", tanya Moeko.

"Itu benar. Kami sebenarnya tidak ada urusan di rumah, jadi kami menunggu kau melahirkan anakmu", kata Michika.

"Ah, kalian terlalu baik", kata Moeko.

"Ngomong-ngomong, mana suamimu?", tanya Manami.

"Sepertinya dia ada urusan lain dengan pasien yang lain, jadi dia pergi duluan", jawab Moeko.

"Seharusnya ia tetap terus bersamamu sampai semua ini selesai", kata Michika.

"Memang benar. Tapi kalian tahu sendiri suamiku adalah dokter, jadi ada hal lain yang harus diprioritaskan", kata Moeko.

"Benar juga ya", kata Manami.

"Hoeeeh!", teriak Makoto.

"Ah, jadi ini anaknya ya? Imut juga ya", kata Michika.

"Jadi ini laki-laki atau perempuan?", tanya Manami.

"Ini adalah putra pertamaku bernama Makoto", jawab Moeko.

"Ah, jadi namanya Makoto-kun ya? Nama pilihan yang baik Moeko-san", kata Michika.

"Iya… Saya ingin anakku tumbuh menjadi orang yang jujur dan dapat bermanfaat bagi orang lain. Itulah sebabnya aku menamainya Makoto", kata Moeko.

"Saya mengerti. Apakah sudah dimandikan?", tanya Manami.

"Tadi sebelum kalian datang, Makoto sudah dimandikan. Cukup susah karena aku belum pernah melakukannya. Karena Makoto adalah anak pertama, aku juga hati-hati dalam memandikannya karena takut salah", kata Moeko.

"Benar juga. Memandikan anak setelah lahir itu cukup sulit. Harus hati-hati memegang kepalanya. Saat memandikannya, harus juga berhati-hati agar air tidak masuk ke dalam telinganya. Saat melahirkan Chie, orang tuaku cukup keras dalam memanduku dalam memandikannya", kata Michika.

"Berarti giliranku selanjutnya dalam memandikan anakku", kata Manami.

"Belum tentu Manami. Aku juga hamil saat ini", kata Michika.

"Seperti yang kau lihat, perutku lebih besar darimu saat ini. Dengan kata lain, bayi yang lahir selanjutnya berasal dari kandunganku", kata Manami.

"Sepertinya tidak bisa membantah hal tersebut", kata Michika.

"Berarti harus bersiap saya", kata Moeko.

"Bersiap untuk apa?", tanya Michika.

"Jika ada pilihan untuk memilih bidan, apakah kalian ingin saya yang membantu dalam proses kelahiran anak kalian?", tanya Moeko.

"Tidak perlu berpikir panjang. Lebih baik Moeko-san saja yang membantu", kata Manami.

"Aku juga setuju", kata Michika.

"Baiklah, berarti kita sepakat ya", kata Moeko.

==X===X===X===X==

16 Oktober 1989, Pukul 21:30, Tempat Rahasia

"Jadi Banzou, semuanya sudah sesuai?", tanya Tomaru.

"Itu benar Tomaru. Seluruh dokumen sudah siap. Kalaupun anda digugat balik oleh wanita-wanita, mereka akan kalah karena tidak punya dukungan finansial untuk mencukupi kehidupan mereka", jawab Banzou.

"Bagus. Saya hanya takut saja karena jumlah wanitanya sudah puluhan", kata Tomaru.

"Tenang saja. Mereka tidak akan bisa berkutik. Hubungan anda dengan kekuatan yang diperlukan untuk menghancurkan musuh tidak perlu dibantahkan lagi. Pengacara, kepolisian, politisi bahkan tantara siap membantu anda", kata Banzou.

"Saya mengerti. Jadi kalau mereka menggugat aku, mereka tidak dapat membawa anak-anak yang mereka lahirkan bagiku?", tanya Tomaru.

"Dijamin tidak mungkin. Mereka tidak punya kekuatan finansial yang lebih besar daripada anda. Gugatan yang mereka ajukan 'pun akan gagal karena mereka tidak punya uang yang banyak untuk menggugat anda, dan pengacara yang bisa melawan anda tidak mungkin bisa menghadapi anda. Dengan kata lain, kalaupun anda digugat oleh para wanita jalang, anak-anak yang mereka lahirkan akan menjadi asuhan anda", kata Banzou.

"Jadi begitu… bagaimana dengan anakmu Danzou?", tanya Tomaru.

"Mereka bukan anakku lagi. Aku melakukannya untuk kepentingan negara ini, tapi mereka malah memberontak. Yang patut disesali, mantan istriku lebih kuat pengaruhnya daripada aku. Pernah punya lima anak, tapi semuanya malah durhaka padaku", jawab Banzou.

"Begitu ya?", kata Tomaru.

"Benar, Tomaru. Istriku sebenarnya sudah lama meninggal, dan kelima anak durhaka ini sudah punya cucu yang mereka tidak perkenalkan padaku. Sudah sulit aku menghidupi istriku dan kelima anakku, tapi mereka malah menelantarkan aku", kata Banzou.

"Mereka menelantarkanmu karena aku ya?", tanya Tomaru.

"Itu yang mereka bilang, tapi aku rasa mereka buta akan kesaktian dan kekuatan anda", jawab Banzou.

"Jadi begitu… Banzou, dalam waktu dekat, kemungkinan si Moeko akan menggugat aku gara-gara hubunganku dengan Tomoe. Dia mungkin akan marah besar apabila ia langsung tahu kalau dia hanyalah "simpanan" bagiku", kata Tomaru.

"Jadi kau membuat seorang wanita melahirkan anak lagi… Tadi pagi bukannya baru lahir?", tanya Banzou.

"Memang benar, tapi sebenarnya dia belum tahu. Bahkan pihak rumah sakit tidak tahu kehidupan pribadiku", jawab Tomaru.

"Jadi kau mau menceraikannya sekarang?", tanya Banzou.

"Sebenarnya tidak. Lagipula, kau tahu sendiri bahwa pernikahan antara aku dan Moeko dilakukan secara rahasia, jadi sebenarnya "istriku" bernama Itou Moeko dalam dokumen yang dia miliki. Kalaupun dia mau gugat, itu tidak mungkin karena pernikahan rahasia tidak memiliki dokumen resmi", jawab Tomaru.

"Jadi begitu. Yang saya tidak mengerti kenapa tidak diceraikan sekarang saat Moeko saat ini tidak berdaya?", tanya Banzou.

"Sebenarnya aku ingin punya banyak keturunan lagi, jadi kita tunggu saja sampai Moeko melahirkan anak kedua", jawab Tomaru.

"Begitu ya… Terus kenapa kau mengadopsi nama keluarga Itou?", tanya Banzou.

"Kita harus memastikan bahwa hubunganku dengan Keluarga Sawagoe itu sangat rendah. Aku sudah punya beberapa nama keluarga palsu agar tidak ketahuan. Saat aku menikahi Moeko, nama identitasku adalah "Inoue Tomaru", sebuah nama keluarga yang cukup umum. Dia tidak mungkin mengetahuinya", jawab Tomaru

"Saya mengerti Tomaru", kata Banzou.

Dan itulah cerita bagaimana aku dilahirkan. Tentu saja, aku bersyukur Okaasan melahirkan aku tapi sulit untuk mengatakannya pada Baka Oyaji. Selama dua belas tahun kemudian, Oyaji satu rumah bersama dengan Okaasan. Tidak seperti pria umumnya di Jepang, Oyaji mengadopsi nama keluarga ibuku dan tinggal di rumah yang dibangun Obaachan dan Ojiichan. Perlu waktu selama itu untuk mengetahui mengapa perlu pindah ke rumahnya Okaasan bukannya sebaliknya.

Meskipun Okaasan melahirkan aku, dia tidak berhenti menjadi seorang perawat sekaligus bidan. Dia tetap kembali bekerja setelah sekitar dua minggu izin. Banyak perawat dan dokter pada saat itu iri dengan Okaasan karena memiliki suami seorang dokter yang sangat penyayang, tapi sebuah rahasia kotor baru terbongkar lebih dari dua belas tahun kemudian.

Mungkin ada yang bingung mengapa para perawat maupun dokter tidak merasa heboh dalam skandal seorang dokter menikahi perawat dalam rumah sakit yang sama. Hal tersebut tidak terjadi karena pernikahan tersebut dilakukan secara klandestin (rahasia) yang diatur oleh pihak dari Oyaji serta dihadiri oleh para dokter dan perawat yang bekerja di rumah sakit tersebut sehingga tidak ada yang curiga.

Ini merupakan ceritqku mengenai "kelahiran kembali" diriku di dunia, dan ternyata terdapat perubahan besar. Tidak seperti sebelumnya, ternyata Ibunya Kotonoha dan Yuuki juga hadir. Tentu saja, hal rahasia ini tidak boleh bocor.

Bersambung


Kata Akhir Penulis

Dengan ini saya menyudahi cerita kelahiran kembali Itou Makoto. Bab ini cukup sulit ditulis karena saya tidak tahu apa-apa soal prosedur kelahiran anak di rumah sakit. Adegan kelahiran Makoto di ruang persalinan merupakan salah satu dialog yang memanfaatkan ChatGPT untuk menulis dialognya. Beberapa karakter dalam School Days tidak memiliki tanggal lahir dan tahunnya, sehingga saya membuat sendiri. Berdasarkan informasi yang didapat, Kiyoura Setsuna lahir pada 14 Februari 1990, dan dengan ini diperkirakan latar waktu School Days terjadi pada kurun tahun 2005-2007. Silakan memberikan tanggapan dan sukai cerita ini untuk hal-hal menarik selanjutnya.


Daftar Nama Tokoh

Itou Tomaru

Pria misterius yang berprofesi sebagai dokter saat Makoto lahir. Nama lahirnya adalah Sawagoe Tomaru (沢越 止), seorang pria yang lahir dari hubungan tidak sah dan disebut-sebut juga menghamili wanita termasuk saudarinya sendiri dan keturunannya sendiri. Nama Sawagoe berarti "penyeberangan rawa" sedangkan Tomaru berarti "berhenti"

Itou Moeko

Istri dari Tomaru yang lahir pada 15 Januari 1965 dan merupakan Ibu dari Makoto dan Itaru. Seorang wanita yang berasal dari keluarga kurang mampu tapi akhirnya menikahi Tomaru dan dikaruniai dua anak. Meskipun berasal dari keluarga mampu, Moeko dapat bekerja sebagai dokter dan bidan yang handal. Disebut tidak mengetahui masa lalu Tomaru. Nama keluarga Itou (伊藤) berasal dari seorang politikus Jepang bernama Itou Hirobumi yang menjabat sebagai perdana Menteri sebanyak empat kali dalam hidupnya, sedangkan Moeko (萌子) berarti "anak tunas".

Katsura Manami

Ibu dari Kotonoha dan Kokoro yang lahir pada 6 Oktober 1970. Dinikahkan oleh orang tuanya dengan Keluarga Katsura dengan suami bernama Zenkichi. Karena pernikahannya pada umur dini, Manami punya anak pada umur 20 tahun. Disebut bahwa penampilannya yang indah karena memiliki badan yang montok. Nama Katsura (桂) berasal dari Perdana Menteri Katsura Tarou dan artinya adalah sebuah tanaman di Jepang dengan nama latin Cercidiphyllum japonicum. Nama Manami (真奈美) ditulis dengan kanji "kebenaran, bagaimana dan keindahan".

Ashikaga Michika

Ibu dari Chie dan Yuuki. Seorang ibu yang sibuk dengan suaminya bernama Kiyoharu dan sering tidak di rumah. Nama Ashikaga (足利) berasal dari Klan Ashikaga sedangkan Michika (美知香) berarti "kecantikan, pengertian dan keharuman".

Hashimoto Naoka

Perawat di rumah sakit yang merupakan Ibu dari Oruha dan Natsuki. Nama Hashimoto (橋本) berarti di bawah jembatan, sedangkan Naoka (尚佳) berarti "masih baik".

Otoguchi Banzou (Original Character)

Seorang pengacara yang bekerja untuk Sawagoe Tomaru yang menghalalkan segala cara demi melayaninya. Disebut memiliki hubungan kepolisian dan politik yang kuat. Nama Otoguchi (音口) berarti "lubang suara", sedangkan Banzou (伴蔵) berarti "sesuai Gudang".

Waktu Penulisan Akhir

21 September 2023