Disclimer: I Do Not Own The Story. J.K. Rowling Does. I Only Own The Plot. Enjoy!
AKU SUDAH GILA
Chapter 12: Orlobovsky Manor Pt. 3
"Richardius, Hermione telah berkenalan dengan kerabat dan teman bisnis kita tadi. Menurutmu apakah itu membuka peluang untuk mendapatkan menantu yang sesuai dengan keinginan anak kita? Atau mungkinkah Draco telah melakukan pendekatan yang baik pada Hermione?" Irena bertanya pada Richardius sambil menghapus riasan wajahnya.
"Entahlah, ku kira peluang untuk tetap melanjutkan perjodohan kasat mata Draco pada Hermione masih kemungkinan yang besar. Yang penting Hermione tidak boleh merasa ini adalah perjodohan. Ia pasti akan semakin tertekan." Kata Richaridus sambil melipat dan menaruh kacamatanya di nakas sebelah kasur.
"Tiga hari lagi, kita kan menggundang Lucius dan Narcissa, mungkin terlalu cepat jika Draco diajak. Tadi kudengar dari Narcissa, sekarang Hermione dan Draco berteman akrab. Tentunya dengan teman-teman yang lainya." Irena menyahuti lagi, melepas sanggulan rambutnya yang ketat.
"Memang, Lucius sendiri yang berkata bahwa terlalu cepat untuk mengajak Draco karena kesanya tidak natural. Kau tahu, kurasa Miguel tidak datang karena masih merasa canggung untuk bertemu Lucius sejak kebohonganya terungkap."
"Oh… I see. Namun kenapa Patrick dan Allegra Parkinson tidak datang tadi? Aku merindukan Allegra. She's such a good friend. Their muffin's great too sayang tidak dijual di Rusia" tambah Irena dengan kecewa.
"Patrick dan Allegra menitipkan salam melalui burung hantu tadi sore mengatakan bahwa mereka tidak dapat datang karena menghadiri proyek sosial mereka di Mesir. Lihatlah di dapur ada sebuah parsel selamat dari mereka." Jelas Richardius sambil menguap.
"Let's get some sleep besok kita harus bepergian lagi." kemudian lampu kamar dipadamkan.
Sinar matahari pagi menyeruak masuk ke dalam kamar yang hangat itu. Dengkuran "gurr…" pelan earl di sangkar noodles samar-samar tertangkap pendengaran Hermione. Ketukan perlahan di pintu yang membuat tuan kamar akhirnya membuka mata.
"Selamat pagi Hermione, ini kubawakan sarapan untukmu" sapa Agnes pagi itu sambil membawa troli berisi sarapan dan kudapan manis lengkap dengan vas bunganya.
Ketika Agnes masuk, Hermione baru benar-benar mendapatkan seluruh jiwanya setelah bangun tidur. Jam menunjukan pukul 7 pagi, dia benar-benar kelelahan karena perjalanan panjang dan pesta mendadak tadi malam. "Oh, baiklah masuklah Agnes" kata Hermione sambil masih mengusap-usap matanya.
"Untuk sarapan pagi ini, koki kami menyediakan muesli berry hangat dengan susu vanilla segar yang langsung kami ambil dari sapi perah di instalasi peternakan belakang manor. Kemudian kami juga menyediakan buah pear segar dari pedesaan di sebelah utara." Ucap Agnes panjang lebar sambil menyiapkan makanan dan menaruhnya di nampan untuk dapat disantap diatas kasur.
Hermione membetulkan cara duduknya dan menerima nampan tersebut. "Terima kasih banyak Agnes, seharusnya tidak perlu repot-repot seperti ini. Aku bisa turun ke dapur dan makan disana saja. Maaf mungkin aku belum terbiasa dilayani" kata Hermione dengan sopan.
"Tidak apa-apa Hermione mungkin hari berikutnya kau ingin mencoba makan di dapur bersama kami? Sambil langsung menonton koki memasak" tanya Agnes memahami kondisi Hermione.
"itu akan sangat menyenangkan Agnes! Besok kau tidak perlu mengantar susah-susah ke kamar dan aku saja yang akan turun. Oh ya, namun kenapa aku tidak sarapan di dining hall bersama dengan mom dan dad" tanya Hermione penasaran.
"oh itu suratnya ada di nakasmu Hermione. Orang tua anda ada keperluan dan akan berada diluar manor sampai besok malam" Kata Agnes memaparkan panjang lebar lagi.
Hermione pun menoleh ke nakas disebelah kasurnya. Tepat dibawah lampu tidur terikat sepucuk surat berwarna krem beremblem O.
Dear Hermione,
Kami minta maaf ada panggilan mendadak untuk mengisi kembali data-data kami di kementrian sihir Rusia karena status kependudukan kami ternyata masih dinyatakan hilang. Kami akan kembali besok malam.
Meanwhile, gunakan waktumu untuk berjalan-jalan di area manor. Berkenalanlah dengan para pelayan disana. Cobalah petik strawberry yang sudah masak di pekarangan belakang rumah atau mencoba berkuda di sepanjang tebing. Mintalah Anthony dan Agnes untuk menemanimu.
Mom juga mendapati seekor burung hantu kelelahan dikamarmu, mungkin kau bisa menggunakan burung hantu keluarga untuk mengirim pesan sementara, carilah Cherry di kandang binatang atau bertanyalah pada penjaga kandang binatang.
Mom tau kau sudah dewasa dan bisa menjaga dirimu sendiri untuk beradaptasi di manor kita.
Mom and Dad.
Setelah membaca surat yang panjang lebar tersebut, Hermione menyadari Agnes masih berdiri di sisi kasur. "Agnes duduklah disini. Jangan terlalu kaku" kata Hermione tertawa pelan memberitahu agar Agnes dapat duduk di kasur bersamanya.
"Aku rasa kau memiliki banyak hal untuk di eksplor hari ini Hermione" kata Agnes sambil duduk di pinggir kasur Hermione.
"Indeed" jawab Hermione sambil tersenyum meneruskan sarapanya dan menoleh ke arah jendela.
Hermione keluar kamarnya setelah berdandan. Mengenakan sepatu bot coklat sepaha dan celana pendek putih diselaraskan dengan atasan berwarna peach membuat mood Hermione baik sekali pagi itu. Ia tidak sabar untuk menjelajah Orlobovsky Manor.
Sepanjang lorong west wing yang menghubungkan dengan gedung utama ternyata terpampang jelas pemandangan di luar manor karena di dindingnya terbuat dari kaca. Korden semua sudah terikat sehingga terlihat dengan jelas ombak yang menghempas pinggir tebing di sebelah barat dan hamparan rumput hijau di sisi kiri. Agak kedepan lagi ia berjalan dan menoleh ke kiri belakang, ia melihat pemukiman yang mungkin mereka sebut desa utara manor. "Wah… indah sekali" senyumnya mengembang.
Tiba-tiba ada yang berdeham di lorong itu. "Ehm…" Hermione menoleh untuk mencari sumber dehaman tersebut. "Ehm… Ehm… diatas sini nona cantik" dehaman lain terdengar dan Hermione mendongak menatap deretan lukisan portrait yang berjejer rapi. Orang-orangnya terlihat bijaksana namun tetap terlihat berwibawa, jauh dari kesan angkuh.
"Perkenalkan nona, kami leluhurmu" kekeh sebuah lukisan diujung kiri.
"Astaga kalian mengagetkanku!" Hermione terlihat kaget melihat lukisan-lukisan yang tertawa melihatnya kaget.
"Namaku Johannes Orlobovsky dear dan ini istriku Laurencia, generasi yang pertama, dan kau adalah generasi Orlobovsky yang ke-9" sahut lukisan yang tadi berbicara paling kiri. "Yang lain perkenalkan diri kalian pada cucu kita sematawayang ini" memerintahkan yang lainya untuk ikut memperkenalkan diri.
"Amelia, dear dan ini kembaranku Liam. Kami adalah generasi kedua" kata lukisan kedua menunjuk lukisan ketiga. "Hello Hermione, ini adalah istriku Penelope Prewett" kata lukisan yang bernama Liam tersebut. Penelope tersenyum.
"Woah! Jadi selama ini aku masih sepupu Ron dan Ginny, Grandma Penelope?" tanya Hermione pada lukisan ketiga.
"Iya dear, Molly masih merupakan cucuku juga" kekeh lukisan Grandma Penelope.
Giliran lukisan-lukisan lain yang memperkenalkan diri sampai dia dapat menyimpulkan memang Ia masih berada di lingkungan yang benar-benar pureblood. Semua pureblood masih kerabat. Tapi tidak ada yang berbicara tentang keluarga Malfoy. Mereka hanya menyebutkan keluarga Prewett, Crevey, Bourdoin, Rowle dan beberapa keluarga lain yang tidak pernah didengar Hermione.
"Jika kau ingin mengetahui silsilah keluargamu, kau bisa mengunjungi perpustakaan. Di tengah ruangan perpustakaan terdapat pohon silsilah keluarga kita. Sekali lagi, kami berterima kasih karena kau sudah menunjukan kemampuanmu untuk menyelamatkan Wizarding World dari kehancuran bersama Mr. Potter dan Mr. Weasley. Kami sangat bangga terhadapmu" papar lukisan terakhir, Ludwig dan Constance yang merupakan orang tua dari Richardius.
Hermione sumringah sekali karena ia barusan berkenalan dengan lukisan para leluhurnya. Dan mereka merasa bangga memiliki Hermione dalam keluarga ini. Hari yang menakjubkan. Tak henti-hentinya ia heran terhadap apa yang terjadi padanya.
Di aula depan, ia bertemu dengan Agnes dan Anthony yang sedang membawa beberapa cucian pakaian miliknya. "Hey kalian! Apakah setelah ini kalian bisa menemaniku berjalan-jalan di manor?"
"Tentu saja Hermione dengan senang hati" jawab Anthony dengan antusias.
Hermione pun mengekori mereka ke bagian belakang manor dan masuk ke bagian laundry dimana ia melihat seorang wanita paruh baya berperawakan besar yang terlihat sedang mengendalikan aktivitas mencuci secara sihir.
"Mistress Hermione" sapa wanita tersebut terkejut melihat kedatangan Hermione. "Perkenalkan saya Camelia Lunette, disini bekerja sebagai pelayan cuci." katanya sambil membungkuk hormat pada Hermione.
"Hallo Camelia, aku Hermione. Kau bisa memanggilku Hermione saja dan tidak perlu membungkuk seperti itu" kekeh Hermione menjawab.
"Baiklah Hermione" senyumanya sangat bersahabat. "Apakah ini saja yang perlu dicuci?" ia beralih tanya pada Anthony dan Agnes.
"Yes" jawab mereka dengan mantab. "Hari ini cucian tidak terlalu banyak dan setelah ini kami akan mengantar Hermione untuk berjalan-jalan di daerah Manor. Kami duluan!" kata Agnes dan Anthony yang keluar dari bagian laundry, melambaikan tangan pada Camelia diikuti Hermione yang juga melambaikan tangan.
"Sekarang jam delapan pagi. Waktu yang tepat untuk mulai menjelajah manor! Kita mulai dari gerbang depan ya Hermione" tutur Agnes yang disambut anggukan Antusias oleh Hermione.
Mereka pun berjalan dan sampai di gerbang depan manor. Udara pagi yang dingin masih membelai kulit porselen Hermione. "Woahhh dingin sekali disini" sambil mengusap-usap lenganya dan merapal mantra penghangat disekitar mereka.
"tentu saja dingin disini Hermione kan sudah masuk bulan Oktober" Agnes tertawa.
"Kita bisa lihat ke kanan, tebing ini tanpa perlindungan baik muggle maupun sihir. Jadi berhati-hatilah ketika berdiri di pinggiranya atau tidak kau akan langsung jatuh ke laut lepas. Namun kita bisa melihat deburan ombak yang langsung menghempas tebing ini. Sungguh menakjubkan. Bahkan sampai sekarang aku masih mengagumi tempat ini. Daerah ini disebut Varangerfjord oleh muggle setempat. Merupakan perbatasan antara Rusia dan Norwegia. Oh tapi meskipun disini puncak tebingnya, kita bisa berjalan beberapa menit untuk turun ke pantai melalui desa utara" ucap Anthony dengan kagum.
"Dan ketika kita melihat ke arah kiri, ada hamparan padang rumput yang luas dengan sedikit bebatuan. Jalan setapak disana juga merupakan jalan untuk berkunjung ke pemukiman muggle. Ada beberapa toko modern juga disana. Ayo kita masuk ke pekarangan." Tambah Anthony.
"Di pekarangan ini kita bisa melihat water fountain yang dihiasi dengan satu elang yang melambangkan kau Hermione Orlobovsky. Kerennya, elang yang yang menjadi hiasan disini dapat bertambah dan berkurang menandakan ada berapa anggota Orlobovsky yang sedang tinggal di manor ini. Maka dari itu, mungkin kemarin sore kau melihat ada tiga elang karena kau, Master dan Mistress sedang di manor ini" jelas Agnes pada Hermione yang sedari tadi tidak mengeluarkan kata-kata karena masih mengamati. Hermione mengangguk-angguk paham. Ia benar-benar takjub pada setiap detail sihir yang ada di Manor ini.
"Kemudian Hermione, kau melihat kebun mawar menghiasi pekarangan manor ini dan melilit dipagar pembatas karena sejak dahulu leluhurmu generasi pertama Lord Johannes Orlobovsky sangat mencintai istrinya, Lady Laurencia Flamel. Lady Laurencia konon sangat menyukai mawar merah. Maka dari itu ketika kehamilanya, Lord Johannes menghadiahi Lady Laurencia kebun mawar yang abadi. Mengingatkan akan cintanya yang tulus sepanjang waktu pada Lady Laurencia. Sungguh mengangumkan. Harumnya mawar ini pula yang selalui mengharumkan seisi manor." Tutur Anthony lagi menjelaskan dengan takjub.
"Astaga kalian mengetahui lebih banyak bahkan tentang keluargaku. Darimana kalian mengetahuinya?" tanya Hermione heran.
"Tentu saja kami membaca sejarah keluargamu di perpustakaan Hermione. Kisah keluargamu adalah yang terbaik dan benar-benar penuh keajaiban lebih dari sekedar mantra dan ramuan" jawab Agnes bersungguh-sungguh.
"Baiklah nanti aku akan mulai membaca itu juga." Jawab Hermione antusias.
"Kemudian diujung taman terdapat portkey untuk bepergian" Agnes menunjuk sebuah patung seorang dewi yang sedang membawa kendi air.
"Indah sekali portkey itu berbeda dengan portkey yang pernah kugunakan untuk bepergian ke Quidditch World Cup beberapa tahun lalu" kekeh Hermione.
"Baiklah kita lanjut ke dalam" ajak Anthony.
"Ini adalah aula utama Orlobovsky Manor. disini ada 6 bagian yang harus kau ketahui. Ketika kau naik tangga utama ini dan belok ke kanan, maka kau akan pergi ke west wing yaitu lorong khusus untukmu. Kemudian jika kau langsung berbelok ke arah kanan dan tetap di lantai satu, kau akan mengarah ke ruang permainan seperti wizard chess, bilyard, dan ruang koleksi sapu Quidditch milik kakekmu di generasi ke 5, Lord Abraham Orlobovsky yang koleksinya masih terus dilengkapi sampai hari ini." Jelas Anthony.
"Hmm.. teman-temanku pasti akan terkejut jika mengetahui aku memiliki ruang koleksi sapu Quiddtich. Mengingat aku paling membenci pelajaran terbang" kekeh Hermione lagi.
"Kemudian kau bisa melihat lorong diatas tangga utama bagian kiri, itu adalah east wing milik orang tuamu Hermione. Kau bisa mengunjungi kamar mereka dan ruang kerja Master Richardius juga di daerah sana. Dan lantai satu east wing adalah dining hall yang kemarin digunakan untuk pesta kecil dan makan malam." Anthony masih dengan semangat menjelaskan isi manor tersebut.
"Baiklah aku paham. Kemudian apa yang akan kutemukan jika aku menaiki tangga dan lurus?" tanya Hermione ketika melihat koridor yang sangat terang dimana sisi-sisinya terbuat dari kaca.
"Oh iya mari aku tunjukan! Kau pasti akan menyukainya Hermione!" sahut Agnes dengan antusias.
Mereka pun berjalan menaiki tangga pualam yang disebut tangga utama itu. Manor ini indah sekali lengkap dengan chandelier gantung yang indah terbuat dari kristal. Dari lorong ini ia lebih jelas melihat desa utara tersebut. Terlihat rumah-rumah dan pasar dari kejauhan.
"Nah, Hermione bisa kau tebak apa yang berada dibalik pintu itu?" tanya Agnes sumringah.
"umm… perpustakaan?" jawab Hermione menerawang.
"Absolutely! Here you go" jawab Agnes membuka pintu yang besar itu.
"Blimey! Benarkah ini perpustakaanku?
Tak usah dibayangkan lagi, perpustakaan besar itu terpampang nyata di depan mata Hermione, tersusun beberapa tingkat rak yang dapat dijangkau menggunakan tangga. Di tengahnya terdapat pohon emas silsilah keluarga Orlobovksy.
-TBC-
HALO SEMUANYA! AKHIRNYA SETELAH BERTAHUN-TAHUN, Kisah ini di update! Drafted Chapters sudah ada tinggal tunggu di upload semuanya! Terima kasih untuk yang masih membaca. This year, 2023, Cerita ini akan complete! Aku bakal update 2 hari sekali. Okay? See you guys. Coba leave a comment? Kali aja masih ada yang baca cerita ini hehe.
