SetsunaZ1 2.0 Present
Disclaimer :
Naruto ©Masashi Kishimoto
HighSchool DxD ©Ichie Ishibumi
Chapter 22 : Operation Sea of Chaos .1
Tiga hari bukanlah hal yang sebentar untuk Naruto. Ia sudah cukup untuk beristirahat selama sehari saja namun dalam tiga hari ini ia harus menunggu. Menunggu bantuan yang ia pinta dari teman-temannya. Jarak dari wilayahnya menuju Shalaqin lumayan jauh dan jika menurut perkiraannya dengan memperhitungkan sifat dari teman-temannya begitu pula jarak maka hari ini mereka akan tiba.
Maka dari itu Naruto dan Laurentina menunggu gerbang utama kota Viento. Pakaian yang mereka berdua kenakan hanyalah pakaian santai yang dapat orang-orang temukan dimanapun dan untuk perlengkapan mereka memilih untuk menitipkannya di resepsionis penginapan.
'Heh..' Naruto menyunggingkan senyum di wajahnya saat melihat beberapa orang yang berkuda dengan menuju ke arah mereka. "Bantuan kita tiba, Laurentina." Ucap Naruto dan pergi melenggang sendirian meninggalkan Laurentina di belakangnya yang memandangnya dengan tatapan penuh ketidakyakinan. Wajar saja jika ia tidak yakin dengan orang-orang itu karena yang akan mereka lawan adalah Pasukan dari Church of the deep dan lagi Guardian of the Sea bergabung dengan mereka.
Walau dirinya adalah seorang hybrid dengan kemampuan regenerasi tetap saja itu melawan ratusan bahkan ribuan dari monster-monster itu tidaklah mudah untuk dirinya sendiri. Ia bukanlah Ishar yang memiliki kekuatan dan stamina yang besar, Namun untuk kali ini saja ia ingin berharap. Berharap agar orang-orang itu dan Naruto akan berhasil menyelamatkan temannya dan menghentikan mimpi buruk itu.
"Yo, Apa kabar kalian?" Tanya Naruto dan kemudian Laurentina tidak tahu apa yang terjadi namun sebuah tinju penuh tenaga menabrak wajah Naruto hingga pemuda itu terpental beberapa meter di belakangnya. 'Bukannya mereka adalah bawahan Naruto?' Pikirnya hingga ia ingat perkataan Naruto beberapa hari yang lalu yang mengatakan bahwa ia meminta bantuan kepada teman-temannya. Jadi dalam pertikaian itu tidak ada tuan dan bawahan yang ada hanyalah persahabatan antar rekan sebaya.
"Oi bajingan, Kali ini masalah apa lagi yang kau buat?" Laurentina yang melihat ekspresi marah seorang pemuda berambut merah dengan wajah yang hampir menyerupai Naruto. "Hiraukan saja kedua orang bodoh itu." Laurentina seketika tersentak saat mendengar suara seseorang di sampingnya dan seorang pemuda berambut hitam baru saja melewatinya tanpa terdeteksi sama sekali.
"Jangan terkejut seperti itu, Orang itu memang memiliki hawa keberadaan yang sangat kecil dibandingkan kami semua karena sifatnya yang pendiam. Oh iya, Aku Ikki dan kau?" Ikki bertanya kepada Laurentina dan gadis itupun menjawabnya, "Laurentina, Itu nama ku dan aku bukanlah bangsawan hanya seorang petualang biasa."
"Begitu, kah? Ah iya, Yang sedang bertikai dengan Naruto disana adalah Menma, Sepupu Naruto. Seharusnya ia menjadi kepala keluarga Uzumaki namun ia membuang gelarnya sendiri."
"Lalu pemuda yang tanpa semangat hidup itu adalah Shikamaru, Otak dari kelompok ini. Lalu Demi-Human itu Axcel, Prajurit yang baru saja selesai dalam pelatihannya sebagai prajurit dan yang baru saja melewati mu itu, Sasuke. Ku harap kita bisa bekerjasama nanti, Mohon bantuannya Nona Laurentina."
Laurentina hanya bisa diam mendengarnya, Bala bantuan ini berisi pemuda pemuda dengan masa depan yang menjanjikan dan lagi mantan pewaris keluarga bergengsi jika mengecualikan Ikki dan Axcel. 'Dengan ini pasti bisa!' Pikirnya dan tersenyum kepada Ikki lalu berkata, "Mohon bantuannya juga, Tuan Ikki."
Sekarang mereka semua ada di dalam kamar penginapan yang Naruto sewa untuk beristirahat. Teman-temannya sudah beristirahat semalam dan pagi ini, Mereka semua sudah dalam keadaan siap tanpa adanya kelelahan di wajah mereka.
"Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang? Tanpa adanya bantuan dari pihak kerajaan Shalaqin maka kita hanya akan melakukan misi bunuh diri." Ucap Shikamaru dan Naruto yang mendengar itu tidak dapat menyanggahnya. Wajar saja jika ia khawatir jika yang akan mereka hadapi adalah sebuah kultus dengan ribuan pengikut di kerajaan ini dan monster yang belum diketahui jumlahnya secara pasti.
"Ya memang ini adalah misi bunuh diri untuk kita semua. Shalaqin menutup mata mereka pada keberadaan Guardian of the Sea dan juga Church of the deep, Jadi percuma saja meminta bantuan mereka. Dan lagi, Kita harus bersiap dengan segala kemungkinan yang ada." Ucap Naruto dan Sasuke menyuarakan pendapatnya kali ini,
"Baiklah, Anggap saja kalau Shalaqin tidak memberikan bantuan sama sekali dan kita harus bertarung hingga kita mati. Namun bagaimana dengan penduduk di wilayah ini?" Tanya Sasuke namun bukannya menjawab, Naruto malah melempar pertanyaan kepada Shikamaru.
"Shikamaru, Katakan kepada ku bagaimana cara mengerahkan orang-orang untuk lari dari kota ini."
Shikamaru memejamkan matanya mencoba untuk fokus dan berfikir, "Um... Terkadang beberapa orang pergi dari sebuah kota karena pemimpin mereka tidak becus ataupun karena sebuah bencana." Namun untuk pertama kalinya dalam sejarah, Ia menyesal mengatakan apa yang ia ingin katakan saat melihat ekspresi yang keluar dari wajah Naruto. Ekspresi layaknya orang gila dengan senyuman seorang pembunuh menjadi satu dan hanya dengan sebuah kibasan tangan, Beberapa bangunan di kota Viento meledak dengan sendirinya.
Brak..
"Kau gila Naruto! Apa-apaan itu hah!" Menma yang sadar dengan keadaan tersebut seketika menggebrak meja dan mencoba untuk mengintimidasi Naruto namun percuma saja, "Aku hanya membunuh beberapa untuk menyelamatkan sebagian besar penduduk, Apakah aku salah?" Tanya Naruto dan Menma semakin kesal dengan keadaan saat ini namun ia harus berhenti saat beberapa bayangan muncul di belakang Naruto.
"Seperti perkiraan anda, Tuan. Mereka semua bergerak." Mendengarnya Naruto tersenyum dan memerintahkan para Hassan, "Eleminasi semua musuh dan bantu teman-teman ku." Setelah mendengar perintah Naruto, Cursed Arm dan 9 Hassan yang ada di ruangan itu menghilang dan suara teriakan orang-orang mulai terdengar di beberapa tempat.
"Tugas kalian adalah menghalangi Curch of the Deep menuju pantai dan Guardian of the Sea menuju daratan. Benar! Medan perang kali ini adalah Sal Viento, Beach of the Blue. Dan aku bersama dengan Laurentina akan pergi menuju Peny Archipell-"
Duarr.. Boom..
Tanpa mereka duga pasukan dari Guardian of the Sea juga Church of the deep sudah memasuki kota dan salah satunya menghancurkan dinding kamar yang mereka tempati saat ini.
"Matilah!" Guardian of the Sea yang menghancurkan dinding itu menyerang Naruto dan bersiap menusuknya dengan kuku yang panjang dan tajam.
"Hufft... Merepotkan saja." Laurentina tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Sebuah tali dari bayangan menahan pergerakan monster itu, "Derivative magic atau sihir yang diteruskan secara turun temurun, Shadow Manipulation Magic. Kebanyakan dari mereka miliki Magic Arts yang diturunkan dari generasi ke generasi jadi ku harap kau tutup mata dan bersikap seolah kau tidak pernah melihatnya, Laurentina."
Untuk pertama kalinya dalam hidup ini Laurentina melihat seseorang seperti Naruto. Sikap yang ia keluarkan sangat berbeda dengan beberapa hari yang lalu dan semua itu berubah saat ia memegang senjatanya, Sebuah belati aneh yang melengkung dan sorot mata yang tidak memiliki kehidupan di dalamnya. Mata dari orang-orang yang sudah lelah akan kehidupan dan mencari kematian itu sendiri namun Laurentina tahu kalau Naruto yang sekarang ia lihat tetaplah Naruto yang bersama dengannya selama beberapa hari ini.
Crash.. Pluk..
Naruto menebas kepala dari monster yang sudah terbelenggu tali bayangan Shikamaru dan kepala monster itu terjatuh ke lantai seperti buah yang sudah matang. Matanya menatap orang-orang yang ada dibelakangnya, "Operation sea of chaos, Di mulai."
...
Pada hari itu orang-orang yang tinggal di Viento berhamburan dari rumah mereka. Ledakan dimana-mana, Reruntuhan dari tembok yang hancur terlihat dimana pun dan teriakan serta tangisan dari orang-orang terdengar dimana-mana. Orang tua maupun anak-anak tidak tahu harus pergi kemana dan hanya mementingkan diri mereka sendiri. Kekacauan di kota yang indah, Kota yang berada di bibir lautan pecah pada hari itu juga.
Jleb..
Suara tusukan terdengar dari setiap ujung gang dan bau darah tercium hingga beberapa meter jauhnya.
Crash..
Suara daging terkoyak menjadi saksi dari tajamnya suatu senjata yang digunakan orang-orang itu. Dan tidak ada yang tahu ataupun menjadi saksi dari pertempuran tersebut.
'Aku tidak tahu apa yang dipikirkannya namun aku harus mempertahankan garis pantai ini.'
Di pantai Viento, Tiga orang sedang bertarung dengan ratusan bahkan ribuan monster. Salah seorang dari mereka mengikat monster-monster itu dengan tali yang terbuat dari bayangan, Satu orang lagi membabat habis mereka semua dengan sebuah pedang dan satu Demi-Human bergerak kesana kemari membunuh apapun yang dapat ia lihat.
Raut kelelahan tampak di wajah mereka. Tentu saja bertarung dengan monster yang tidak habisnya semalaman menguras stamina mereka bertiga dan yang paling kelelahan adalah pemuda berambut hitam yang memainkan tali yang berasal dari bayangannya sendiri. Wajahnya pucat dan keringat tidak pernah berhenti keluar dari keningnya, Itu adalah batas tertinggi ia bisa menggunakan kemampuannya sebelum dirinya tumbang.
"Shikamaru!"
Orang yang menebas monster-monster itu dengan pedang miliknya berteriak saat melihat temannya jatuh dan pingsan. Hanya mereka bertiga yang saat ini berada di pantai dan mereka harus melawan ribuan monster yang tidak pernah berhenti keluar dari lautan.
"Bajingan!" Ucapnya dan seketika sebuah ledakan aura muncul dari tubuh pemuda itu. Luka-luka yang ia dapat sembuh dengan sendirinya dan tidak hanya itu, Mata yang berwarna ungu seperti bunga lavender berubah menjadi merah dan tampak seperti mata predator, Kuku yang ada di tangannya memanjang dan menajam begitupula dengan gigi taring yang ada di mulutnya.
Dan dengan begitu, Menma berubah sepenuhnya. Kecepatan, Kekuatan dan Daya tahan yang ia miliki berubah drastis semenjak ia membuka tanpa pertama dari Combine Tehnique dari Two Tailed Fox's Core. Core yang ia dapatkan dari sang ayah, Core dari monster yang terus menerus tumbuh dan itu cocok untuk Menma yang selalu haus akan kekuatan hingga menembus batasan tubuhnya.
Dan dengan sebuah loncatan sederhana, Menma melesat dan menembus ratusan Guardian of the Sea. Serangannya menjadi tidak beraturan dan acak namun semua monster yang ia serang mati. Dua prajurit yang masih tersisa dan bertahan hingga titik darah penghabisan hanya untuk melindungi sebuah kota kecil yang bahkan kerajaan mereka sendiri tidak peduli.
.°.°.
Sementara itu, Di tengah-tengah kota dimana puing-puing hasil ledakan berserakan dimana-mana. Dua pemuda yang memiliki warna rambut yang sama berdiri dan saling menjaga punggung satu sama lain. Dihadapan mereka ratusan orang dari Curch of the Deep mengepung mereka, Dan itu menyusahkan untuk mereka berdua.
'Manusia-manusia gila yang Beast sebagai dewa dan memilih bergabung dengan Beast.' Pikir salah seorang dari mereka.
"Jadi Sasuke, Kau bisa mengalahkan mereka dengan Magic Eye miliki keluarga mu?" Tanya Pemuda itu dan yang ditanya sedikit mendengus, "Sharinggan memang bisa digunakan untuk memprediksi serangan lawan beberapa detik ke masa depan, Namun untuk situasi seperti ini tampaknya sulit untuk kita keluar hidup-hidup, Ikki."
"Yahh, Bahkan dengan bantuan 10 Hassan sekalipun sudah keajaiban kalau kita bisa me- Menunduk!" Ucapan keras Ikki membuat Sasuke mengikuti instruksi yang diberikan temannya itu dan menundukkan kepalanya saat sebuah tentakel yang sudah di berikan bilah tajam hampir membunuh mereka berdua.
Keduanya sudah lelah, Peperangan itu di mulai sejak matahari terbenam dan sebentar lagi matahari akan terbit. Ikki sudah tahu itu dan ia ingin menyerah sekarang namun ada seseorang yang menunggunya untuk pulang. Dan dalam keterpurukan yang melanda mereka berdua sebuah cahaya yang sangat terang sekali lagi menyinari dunia.
"The blade of this holy sword is a copy of the sun itself."
'Tunggu dulu, Ini... Hymne of the Swrod! Sun?'
"Excalibur.." Ada jeda sesaat dalam Hymne tersebut, Sebuah frasa penghormatan untuk sebuah pedang dan dengan kata matahari, Ikki tahu apa yang akan terjadi dan ia melompat untuk menyelamatkan Sasuke. Dalam posisi tertelungkup, Hymne of the sword pun selesai. "... Galatine!"
Tebasan horizontal memotong dan membakar semua anggota Curch of the Deep yang ada di kota bahkan kota itu pun ikut terbakar. Ikki hanya ingat sebuah cerita kosong saat Arthuria menceritakan 'Saudara' dari pedang yang ia miliki. Pedang yang menjadi refleksi dari matahari itu sendiri, Pedang yang dapat melebur kebatilan dan musuh namun menyembuhkan kebaikan dan rekan. Dan hanya ada satu orang di setiap masa yang memegang pedang-pedang tersebut karena pedang tersebut dapat memilih pemiliknya sendiri, Di masa ini pemegangnya adalah seorang pemuda dengan tubuh yang gagah, tinggi dan juga sangat kuat,
"The White Knight of the Round Table, Sir Gawain."
.°.°.
"Jadi, Bagaimana cara kita pergi menuju Peny Archipellago jika semua kapal hancur!"
Sekarang di dermaga, Naruto dan Laurentina tidak tahu apa yang harus mereka perbuat. Semua kapal hancur dan karam di dermaga, Karena hanya dengan kapal mereka berdua bisa pergi menuju Peny Archipellago. Kepulauan yang terletak di tengah lautan Selatan, suatu kawasan yang menjadi salah satu dari 5 kawasan berbahaya di dunia. Di tengah kebingungan itu, Naruto dan Laurentina seketika merasakan apa yang dinamakan bahaya.
Insting yang sudah terlatih dari puluhan peperangan di bumi, Memperingati Naruto kalau sesuatu yang sedang menuju kemari adalah sesuatu yang sangat berbahaya. Begitu juga Laurentina, Sebagai seseorang yang menjadi hybrid, Ia tahu kalau sesuatu yang datang kemari adalah salah satu ras yang memiliki darah yang sama dengan dirinya. Suatu kehidupan dari Guardian of the Sea yang sudah berevolusi sehingga tidak berada dalam belenggu Queen of the South Sea.
Dan dengan sebuah ledakan dari dasar lautan yang membuat air beterbangan kemana-mana, Makhluk itu muncul. Monster yang tampak seperti berudu dengan empat kaki yang ia miliki, Tubuhnya memiliki corak biru-putih dengan eksosklenton yang tumbuh di kepalanya selayaknya helm.
"Seaborn."
.°.°.
To Be Continue
Author's Note,
Yo, Apa kabar? Sehat?
Sesuai janji ku (walau meleset) Aku tetap update 1 bonus chapter untuk membayar hutang ku. So, Here you go!
Baiklah, Ada suatu review menarik dari salah seorang reader dengan Guest Account yang berkata,
"Apa mungkin Skadi sama Specter?" -Unlimited Lost
Well, Seperti tebakan mu sobat, Ishar dan Laurentina adalah Skadi dan Specter. Dari Storyline asli, Specter terkena orypathy dan membuat dia lupa ingatan hingga puncaknya specter inget di story event, Stultifera Navis. Dan Ishar, Itu bukan nama asli Skadi, Itu nama dari Seaborn God yang di last hit sama Skadi di perang Seaborn-Aegir.
Lalu ada lagi review dari Quest Guest Account yang berkata,
"Word nya makin sedikit, akan kah tanda2 akan hiatus?" -Guest
Hei, Bukankah sudah ku katakan dan ku berikan pilihan untuk memilih? Dan jawaban yang paling banyak perminggu dengan 2-3K word, kan?
Memang beberapa chapter belakangan aku hanya update sekitar 2.200-2.500 tapi ayolah sobat, Jangan protes lahh.
Lalu soal hiatus? Aku hanya ambil rehat setiap 1 Arc selesai. Rehat sekitar 2 minggu? Yahh begitulah, Jadi setelah Arc Shalaqin, Kita akan rehat sebentar sebelum lanjut.
Hmm sekiranya segitu saja? Yahh begitulah, Jadi ku harap kalian mengerti dan memahami beberapa hal yang jabarkan di atas. Aku juga minta maaf jika ingkar janji namun aku sudah membayarnya.
Jadi sampai jumpa senin depan,
Dan seperti biasa,,
JANGAN LUPA REVIEW, TOD!
