SetsunaZ1 2.0 Present

Disclaimer :

Naruto ©Masashi Kishimoto

HighSchool DxD ©Ichie Ishibumi

Chapter 23 : Operation Sea of Chaos .2

"Seaborn" Naruto terdiam mendengar apa yang Laurentina katakan. Ia tidak habis pikir jika harus menghadapi Seaborn secepat ini, Makhluk yang setara dengan Legendary Beast yang muncul dalam beberapa legenda rakyat dan Naruto tahu bahwa legenda itu semuanya benar.

Universal Knowledge, Berkah yang ia dapatkan dari dewa yang mengirimnya ke dunia ini, Sebuah pengetahuan yang berisikan esensi dari segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia ini. Dan karenanya Naruto tahu bahwa Seaborn bukanlah sosok yang bisa ia hadapi saat ini, Namun ia tidak dapat meninggalkan Seaborn ini dan membiarkan sahabatnya terancam.

Sringg..

Belati yang sedaritadi tersemat di pinggangnya mulai keluar dari sarangnya. "Kau yakin ingin melawan monster ini." Suara Laurentina yang tepat berada di sampingnya tidak ia hiraukan dan tetap melangkah maju. 'Maaf, Tapi waktu sangat penting sekarang.' Pikirnya karena ia tidak mau melawan sesuatu yang dapat memporakporandakan benua barat hanya dalam sehari dan lagi ia akan kehilangan rekan yang berharga baginya.

Namun di tengah kekacauan tersebut, Sebuah cahaya melintas tepat di atas kepala Naruto! Melesat lurus dan menghantam Seaborn tersebut dalam ledakan yang sangat besar.

"Aku rasa, Aku tidak terlambat kan.." Suara seseorang memasuki pendengaran Naruto dan Laurentina, Dan dapat mereka lihat kalau seorang pemuda yang beberapa tahun lebih muda daripada mereka berjalan mendekat dengan sebuah pedang di tangannya. ".. Kak?"

Naruto tidak dapat percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Seorang pemuda dengan full plate armor berwarna putih dan sebuah pedang berjalan menghampiri dirinya. Merasa mengenali pemuda itu Naruto hanya bisa terkekeh, "Kau tidak telat sama sekali, Arthur."

"Bisa kita tunda dulu pertemuannya dan melawan makhluk itu?" Namun Laurentina seketika menginterupsi keduanya dan bersiap dengan peralatan miliknya.

"Bisa ku serahkan monster itu ke tangan kalian berdua?" Tidak ada respon dari keduanya namun Naruto menciptakan dua buah Magic circle dan menyatukannya, "Combine Magic : Iceberg!" Dengan selesainya mantra itu, Sebuah keajaiban tercipta. Lautan yang menjadi tempat kemunculan Seaborn itu membeku dan Arthur tidak dapat percaya dengan apa yang ia lihat!

"Hanya ini yang bisa aku lakukan! Kalau begitu, Ku serahkan sisanya pada kalian berdua!" Menyalurkan mana pada kakinya dan sebuah Magic circle berwarna hijau, Naruto melesat meninggalkan mereka berdua menuju lautan lepas yang sudah membeku.

.°.°.

Laurentina tidak percaya dengan apa yang ia lawan saat ini. Seaborn, Entitas raksasa yang mendekati absolutisitas dari the Queen. Dirinya tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat seorang pemuda dengan santainya membeku kan lautan hanya dengan sihir sederhana dan saat ini seorang pemuda yang lebih muda dari dirinya sendiri bertarung dengan seimbang melawan monster itu.

Namun sekarang ia harus serius daripada sebelumnya, Lawan yang ia hadapi bukanlah monster sekelas Calamity, Namun lebih dari itu. Monster yang dapat menghancurkan kerajaan seorang diri. Dan ia harus membuka batasan dari tubuhnya.

"Hufft.. First Seal : Release." Hanya dengan sebuah ucapan sederhana, Arthur merasakan ada yang berubah dari rekan tunangan dari kakaknya itu. Hawa yang dikeluarkan sangat menekan. Ia tidak tahu apa namun ia sendiri sangat yakin kalau perempuan itu berbeda daripada sebelumnya.

Dan spekulasi Arthur benar saat perempuan itu melesat dan menghilang dari pandangannya! Ia tidak dapat mengikuti pergerakan darinya namun yang dapat ia tahu adalah dentuman keras di belakangnya adalah hasil dari serangan perempuan itu. Sebuah tinju sederhana dapat menghempaskan Seaborn dari tempatnya.

'Berhasil.' Laurentina tidak percaya dengan apa yang ia lihat! Tinju yang ia berikan pada makhluk itu berhasil menghempaskannya dan membuat Eksosklenton yang melindungi tengkorak kepala monster itu hancur! Namun..

"uhukk.. Sial.." Darah keluar dari mulutnya, wajahnya menjadi pucat seketika dan nafasnya menjadi tidak beraturan. 'Memang itu keputusan yang salah menggunakan kekuatan yang ku dapat sebagai Hybrid.'

Ada alasan kenapa Hybrid hanya ada sedikit. Itu karena para anak-anak yang menjadi kelinci percobaan tidak mampu menahan kekuatan dari darah Guardian of the Sea. Dan sekarang, Setelah sekian lama bertarung hanya mengandalkan tubuhnya dan Spirit, Laurentina menggunakan kemampuan aslinya dan tetap saja! Walau tubuhnya sudah terlatih sekalipun, Tubuhnya bukanlah wadah yang cocok untuk menampung kekuatan dari Guardian of the Sea.

"Nona Laurentina!" Dengan sigap Arthur menyusul Laurentina dan memapah tubuhnya sebelum terjatuh. Ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat barusan, Sebuah pukulan sederhana dari seorang perempuan dapat menghancurkan eksosklenton dan mementalkan monster raksasa menjauh dari garis pantai.

"Kerja bagus Nona Laurentina! Untuk sekarang istirahatlah, Biar aku yang urus sisanya." Arthur membaringkan tubuh Laurentina dan bersiap dengan apa yang akan ia hadapi.

'Legendary Beast, huh?' Arthur tidak dapat mengenyahkan pikirannya saat ini. Namun ia adalah seorang ksatria terlebih ada seorang wanita yang harus ia lindungi di belakangnya jadi tidak mungkin ia akan gentar hanya dengan masalah kecil seperti itu. Tapi ia masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat Naruto, Orang yang dikatakan tidak berguna, Dapat membekukan lautan hanya dengan sebuah sihir sederhana! 'Apa ayah yakin ingin menghancurkan pertunangan kakak?'

Ia tidak peduli dengan apa yang akan terjadi pada Kerajaan Britania, Ia hanya ingin kakaknya jauh dari permasalahan keluarga setidaknya ia bisa membayar kembali perlindungan kakaknya dulu.

"Kita urus masalah itu nanti karena sekarang masalah yang serius mulai bangkit." Gumam Arthur saat ia melihat monster itu bangkit namun ia lagi-lagi dibuat kebingungan! Monster itu, Berevolusi!

Ekor monster itu memanjang, Tangan monster itu mulai menjadi sempurna mirip seperti tangan manusia dan dari punggungnya 12 tentakel tercipta seperti sudah ada sebelumnya!

'Seharusnya aku tahu kalau gelar Legendary Beast bukan hanyalah sekedar gelar.' Untuk pertama kalinya, Arthur ketakutan menghadapi monster! Monster yang ia lawan kali ini bukanlah monster biasa! Monster itu lebih mirip seperti bencana berjalan!

.°.°.

Menma tidak dapat mengatakan apapun saat ini. Semua otot di tubuhnya menjerit kesakitan! Luka yang memenuhi tubuhnya terus menerus di sembuhkan dan dilukai lagi membuat beban mental pada otaknya bertambah belum lagi dengan dua orang yang harus ia lindungi.

"[Kau ingin kekuatan?]" Menma tidak tahu apakah yang ia dengar saat ini hanyalah sebuah halusinasi atau apa namun ia percaya bahwa ada seseorang yang berkata demikian. Dan ia menjawab seperti orang mengigau dengan mata yang hampir tertutup, "Ya! Berikan aku kekuatan!"

"[Dan kekuatan itu akan kau gunakan untuk apa?]" Menma mendengus kecil mendengar pertanyaan itu lalu dengan sebuah tamparan pada pipinya sendiri ia berkata, "Pertanyaan bodoh! Kau tidak lihat kalau ada teman-teman ku yang harus ku lindungi?"

"[Sedikit arogan dan tidak tahu sopan santun namun jiwa ksatria yang kau miliki cukup untuk membuat orang-orang menghormati mu. Maka dari itu ayo buat kontrak]" Kali ini Menma tertawa, Tawa yang sangat keras tampak seperti orang gila sampai-sampai membuat para Guardian of the Sea waspada kepadanya.

"Entah kau itu apa, Iblis, malaikat, dewa atau apapun itu! Ayo buat kontrak sekarang." Ucapnya dan suara itu mulai berkata, "[Aku hanya punya satu syarat dan kau bisa menggunakan kekuatan yang ku miliki sekaligus aku bisa menjadi partner ataupun mentor darimu.]

"Apa syaratnya?"

"[Cukup mudah, Kau hanya perlu membuka 3 segel yang ada di tubuh mu.]" Kali ini Menma terdiam, Ia tidak habis pikir dengan syarat yang diberikan suara tersebut. 3 lapis segel yang ada di tubuhnya bertujuan untuk menekan kekuatan dari Two Tailed Fox yang sudah menyatu dengan dirinya.

"[Aku tahu apa yang kau pikirkan, Selama ini kau berbicara dengan siapa? Akulah, Two Tailed Fox itu.] Menma terkejut dengan apa yang ia dengar kali ini, Two Tailed Fox adalah monster yang dapat berevolusi dan terus menerus tumbuh hingga setara dengan 4 Divine Beast dan para Naga. Kalau ia melepas segel tersebut ada kemungkinan bahwa tubuhnya akan diambil alih.

"[Tenang, Aku tidak bermaksud untuk mengambil alih tubuhmu. Aku mengajak mu membuat kontrak karena kau adalah manusia yang menarik. Jadi? Bagaimana? Apa kau akan melepaskan segel itu?]" Untuk terakhir kalinya, Dalam posisi hidup dan mati, Menma tidak dapat berfikir dengan benar dan sebuah tawaran yang sangat menggiurkan datang kepadanya.

'Sekarang atau tidak sama sekali.'

Dengan begitu Menma mulai fokus untuk melepas semua segel yang mengekang Beast yang ada di tubuhnya.

'Seal of Body, Release.' Segel pertama yang ada di bagian perutnya sedikit demi sedikit menghilang dan dengan itu sebuah kekuatan yang sangat besar menerjang tubuhnya hingga membuat ia bertekuk lutut dan yang bisa ia dengar hanyalah sebuah kata, [Tahan.]

'Seal of Heart, Release.' Segel kedua yang berada di bagian jantung mulai hilang sebagaimana Seal of Body hilang dari perutnya. Dan efeknya Menma tidak dapat bernafas dengan stabil! Ia memegangi dada nya, Tepatnya pada bagian jantung. 'Aku harus menahannya jika tidak, Mana's Heart milik ku akan meledak!' Pikirnya dan setelahnya ia siap untuk melepas segel terakhir.

Sebuah tato secara ajaib muncul tepat di keningnya. 'Seal of Mind, Release.' Dengan terlepasnya segel terakhir, Sebuah ledakan kekuatan misterius menghempaskan semua Guardian of the Sea yang ada di hadapannya. Beberapa terhempas dan beberapa mulai melangkah mundur saat merasakan kekuatan yang mereka rasakan dari Menma.

Mereka adalah Monster jadi wajar jika mereka takut pada suatu makhluk dengan hierarki yang lebih tinggi dan lebih kuat dari diri mereka sendiri. Selayaknya seekor anjing yang menundukkan kepalanya tepat di depan seekor serigala.

"Combine Transform, Second Form." Suara yang keluar dari mulut Menma bukan lagi suara yang berasal dari satu orang namun suara itu memiliki dua sumber suara yang berbeda. Suara antara seorang pemuda remaja dan suara wanita tua bercampur di dalamnya. Dan penampilannya juga berubah!

Mata berwarna ungu yang menjadi ciri khas keluarga Uzumaki, Berubah menjadi merah dengan pupil selayaknya predator. Rambut berwarna merah dan tergerai seperti untaian mie, Berubah menjadi berantakan. Gigi yang ia miliki bukanlagi gigi manusia melainkan gigi dari seekor monster yang siap mengoyak daging mangsanya. Dan pada wajahnya sebuah tatoo terbentuk dengan sendirinya, Tampilan Menma hampir sama dengan seekor monster namun hal yang membedakannya adalah ia kehilangan akalnya dan setelah 3 segel itu terbuka Menma dapat melihat wujud asli dari Two Tailed Fox di dalam dirinya.

Seorang wanita cantik dengan dua ekor rubah yang ada di belakang tubuhnya sedang tersenyum tepat di hadapannya saat ini. Ia sadar jika tempat ini adalah Alam bawah sadarnya namun sejak terakhir ia memasuki tempat ini, Menma tidak melihat apapun selain kabut.

'Aneh.'

"Apa yang aneh? Kau dapat melihat ku sekarang? Itu semua karena 3 segel itu berfungsi sebagai pembatas untuk kita berdua. Agar aku tidak mempengaruhi perkembangan mu. Dan setelah ketiga segel itu terlepas, Sebuah 'Link' terjalin antar kita berdua maka dari itu aku bisa membaca pikiranmu." Kata-kata yang wanita itu ucapkan membuat Menma terkejut. Link, Hubungan yang sangat susah di jalin, Itu adalah hubungan khusus antara manusia dengan Beast Soul yang terdapat di dalam Core.

"Dan sesuai janjiku, Kau bisa menggunakan kekuatanku dengan bebas dan aku akan menjadi mentor mu. Namun untuk beberapa alasan, Kau hanya bisa menggunakan 70% kekuatan dari Two Tailed Fox milikku karena wadah mu tidak kuat untuk menahannya. Sekarang ayo kita habisi ikan ikan itu."

Menma seketika menjadi serius saat kembali dari alam bawah sadarnya. Semua luka yang ia miliki perlahan mulai sembuh dan stamina miliknya yang terkuras sedikit demi sedikit mulai kembali lagi. Dengan sebuah senyuman yang tampak menyeramkan karena gigi-gigi tajam di mulutnya, Menma berkata, "Jadi bisa kita mulai?"

.°.°.

Ledakan besar dari arah pesisir membuat Arthur tidak bisa berkata-kata, Ia tidak tahu apa yang terjadi saat ini di daerah pantai namun ia harus waspada pada sosok di depannya ini.

Seaborn, Entitas raksasa yang mendekati absolutisitas dari Mythical Beast dan para Naga. 'Aku..' Selaras dengan pikirannya aura di sekitar Arthur berubah! Angin kencang yang berhembus di sekitar karena berada di lautan berubah menjadi lebih tenang dan secara perlahan mulai berputar dengan Arthur sebagai pusatnya.

"Mana Burst." Ledakan energi mementalkan semua angin yang ada di sekitarnya dan semua yang ada di bidang pandangnya seakan bergerak dengan sangat lambat.

Inilah Mana Burst, Sebuah tehnik yang ia kembangkan sendiri dengan mempercepat aliran mana yang ada di dalam tubuhnya dan meningkatkan semua kekuatan tempur yang ia miliki. Kekuatan, Kecepatan, Daya tahan, Semua meningkat! Bahkan kecepatannya dalam berfikir pun mengalami peningkatan maka dari itu ia merasa semua yang dilihatnya serasa lambat.

Dengan kecepatan yang tidak dapat dilihat oleh siapapun, Arthur melesat menembus angin dan berhenti beberapa meter di depan Seaborn. Pegangan pada gagang pedang miliknya mengerat dan sebuah tebasan vertikal mengenai perut dari Seaborn.

Crash..

Tebasan itu sangat dalam hingga membuat luka pada bagian perut Seaborn tersebut. Suara raungan monster yang memekakkan telinga membuat keseimbangan Arthur sedikit goyah dan tak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut, Seaborn itu menyerang Arthur dengan tentakel yang ia miliki.

Tak ingin tewas karena serangan tentakel raksasa Arthur melompat sangat tinggi hingga ia sadar jika dirinya tidak dapat bergerak dan menjadi mangsa empuk monster di depannya ini. 'Ini kah akhirnya?' Saat kedua matanya tertutup saat telapak tangan yang besarnya seluas mansion seorang bangsawan menghampirinya! Namun ditengah keadaan yang sangat genting itu, Arthur mendengar suara seseorang memasuki pendengarnya.

"Jangan menyerah bodoh!"

Swush..

Sebuah Claymore melesat dari belakangnya dan tepat mengenai telapak tangan Seaborn namun tidak hanya itu saja! Laurentina yang sudah mulai membaik mulai bersiap dengan mengambil ancang-ancang!

Semua Spirit yang ia miliki menyatu padu dengan tubuhnya hingga terlihat membentuk sebuah kabut tipis. Namun lama kelamaan, Kabut itu menghilang dari tubuhnya dan mulai berkumpul tepat di tengah kanannya. Tak hanya itu saja, "Second seal : Release." Ledakan aura membanjiri tempat Laurentina saat ini dan dengan semua kekuatan yang ia punya, Gadis itu menerobos ke depan menuju Seaborn itu.

"Ocean Odity!" Dengan semua tenaga yang ia punya, Sebuah tinju sederhana bersarang pada dada Seaborn! Namun dampaknya bukan main! Ledakan tercipta dari serangan tersebut hingga menghancurkan dada dari Legendary Beast itu tak berakhir sampai disitu saja, Arthur sudah siap dengan serangan yang ia miliki!

"Watch over me and I will bring victory to you! Cali.." Dengan semua yang ia miliki, Arthur bertaruh pada serangan ini. Sebuah sinar cahaya yang tampak seperti laser melesat dalam garis lurus dengan tepat mengenai kepala dari Seaborn. Dan dengan serangan akhir yang Arthur lakukan, Tubuh Seaborn tak bernyawa itu tumbang di lautan yang sudah membeku akibat sihir Naruto.

"Sudah sele-" Arthur tumbang dan sebelum tubuhnya menghantam tanah seseorang sudah menopangnya dan menidurkannya di bantal paha. "Kerja bagus, Sir Arthur." Ucap orang itu dan Arthur hanya tersenyum melihat mata yang sangat indah selayaknya batu ruby itu.

"Begitu juga dengan mu, Nona Laurentina." Ucapnya dan Laurentina hanya bisa diam. Diam dan merasakan sesuatu yang salah di tubuhnya. Setiap kekuatan yang besar memiliki bayaran yang besar juga dan dalam kasus Laurentina, Sisik dari Guardian of the Sea mulai tumbuh di bagian belakang lehernya namun itu setimpal dengan terbunuhnya Legendary Beast yang menjaga lautan.

.°.°.

To Be Continue

.°.°.

"Hweeee.. Gabriel-chan! Apa aku salah! Apa sikap ku salah! Hwee! Setelah apa yang ku lakukan, Dia tetap pergi meninggalkan ku Hwee."

"Yahh, Seperti yang kalian lihat. Kondisi mental Author-san sedang tidak baik-baik saja, Setelah ia ditinggal pergi kekasihnya. Jadi, yang ingin ku katakan adalah jadwal update kembali tidak menentu untuk beberapa minggu kedepannya sampai mental dari Author bodoh ini kembali normal. Maaa.. Jaa ne!"

"Hweeeeee... Gabriel."

"Yosh Yosh.."