Disclaimer : Naruto dimiliki oleh Masashi Kishimoto, dan Sword Art Online dimiliki oleh Reki Kawahara. Saya hanya pembuat plot dan beberapa unsur tambahan di fanfict ini saja, Peace.
"Blablabla..." Percakapan Normal.
"Blablabla..." Percakapan dalam hati.
Untungnya gua ini terisi oleh Kristal-krital yang berkilauan, memudahkan perjalanan Naruto dan Asuna mencari harta karun itu. Mereka sudah berjalan cukup lama, namun belum menemukan apa-apa. Baik harta karun itu sendiri maupun monster-monster. Namun, dia melihat di depannya ada pintu besar.
"…Dungeon, kah?" Kata Naruto.
"Hmm, jadi ini yang dibilang dungeon?" Tanya Asuna mengenai pintu itu.
"Eh, lebih tepatnya ini baru pintu masuknya sih." Jelas Naruto.
"Oh…" Kata Asuna.
"Ok, sebelum kita masuk, kita akan mengecek barang-barang kita sebelum masuk." Kata Naruto.
"Baik." Kata Asuna
Mereka pun mengecek kembali perkakas mereka. Mereka meminum potion untuk mengisi darah mereka sampai penuh dan memakan roti. Sebelum masuk, Ada beberapa hal yang ingin dijelaskan Naruto.
"OK, tapi sebelum kita masuk, Aku akan menjelaskan beberapa hal mengenai dungeon." Kata Naruto.
"Baik, Naruto-sensei." Kata Asuna sambil bercanda.
"Hahaha, baiklah murid ku. Jadi singkat cerita, dungeon adalah tempat yang menjadi sarang para monster-monster. Di sini mungkin terdapat monster-monster yang lebih kuat dibanding monster-monster yang ada di luar dungeon. Di sini juga menjadi tempat dari sub-boss maupun Boss itu sendiri. Alasan kenapa dungeon selalu diincar karena selain sebagai tempat latihan yang bagus, di sini juga terdapat harta yang berlimpah. Namun kamu harus hati-hati di dalam dungeon. Bukan hanya monster-monster mereka yang kuat, tetapi di dalamnya terdapat jebakan-jebakan yang berbahaya." Kata Naruto mengenai dungeon.
Asuna yang mendengar itu langsung meneguk ludahnya.
"Hehehe tapi nggak usah khawatir. Kamu bisa kabur dungeon dengan kembali ke pintu atau menggunakan Teleport Crystal." Kata Naruto.
"Eh, Teleport Crystal?" Tanya Asuna.
"Iya, Teleport Crystal. Teleport Crystal ini adalah salah satu jenis Crystal yang memiliki kemampuan untuk mengirimkan seseorang ke Teleport Gate Plaza di kota yang mereka inginkan. Setahuku tempat yang pernah kunjungi atau paling tidak lantai yang bisa mereka kunjungi. Ada satu crystal yang dapat membawa kita ke mana saja bernama Corridor Crystal, tapi ini sangat langkah karena hanya bisa di dapatkan di dungeon atau rare drop. Nah Crystal itu sendiri bisa dibilang sesuatu yang paling mendekati magic di game ini, karena pada dasarnya Sword Art Online tidak menyediakan magic namun sebagai gantinya diberikan skills yang jumlahnya katanya tak terbatas. Selain teleportasi, Crystal juga ada berbagai jenis sesuai dengan fungsinya. Ada yang bisa heal, menghilangkan status effect, merekam suara, mengambil screenshot dan sebagainya." Kata Naruto.
Asuna Mengangguk mulai paham mengenai Crystal.
"Tapi kalau begitu, kenapa kita tidak membeli saja Crystal tadi?" Tanya Asuna.
"Crystal sendiri baru dijual oleh NPC lantai tiga. Jadi tenang saja. Yang jelas Kamu tetap waspada terhadap sekitar mu saja." Jawab Naruto.
"Baiklah, Aku akan mempercayai kata-katamu." Kata Asuna.
Saat dia ingin membuka pintu dungeon itu, dia teringat akan satu hal.
"Oh iya Aku lupa memberi tahu mu satu hal soal dungeon." Kata Naruto.
"Apa itu?" Tanya Asuna.
"Aku pernah mendengar bahwa ada dungeon yang memiliki pelindung di mana Crystal tidak bisa digunakan." Kata Naruto.
"H-haruskah kamu memberitahu ku sekarang?" Tanya Asuna yang mulai panik.
"Makanya Aku memberitahu mu sekarang. Tapi tenang saja, Aku akan melindungi mu." Kata Naruto dengan wajah serius.
"Y-ya… Ya, Aku juga akan melindungi mu." Kata Asuna dengan wajah yang seriusnya.
"Baguslah, kalau begitu apakah Kamu mau lanjut?" Tanya Naruto.
"Ya, tentu saja." Kata Asuna.
"Kalau begitu, harta karun, here we come." Kata Naruto membuka gerbangnya.
"HOO!" Sorak Asuna.
Naruto pun membuka pintu dungeon, menampakkan ruang yang sangat luas dikelilingi oleh Kristal-kristal. Cahaya warna-warni yang berkilauan membuat Naruto dan Asuna terpaku kagum melihat keindahan dungeon ini.
"Wow…" Kata Asuna.
"Ya, Wow…" Kata Naruto.
"Kau tahu, Aku tidak apa-apa kok jika berdiam di sini saja." Kata Asuna.
"Kau benar. Tapi apakah itu berarti semua hartanya untukku?" Tanya Naruto sambil nyengir.
"Hah? N-NGGAK LAH. Aku kan juga ada di sini." Kata Asuna.
"Tapikan Kamu bilang mau tinggal di sini, ya sudah Aku akan mencari harta karunnya sendiri saja." Kata Naruto yang mulai berjalan.
"H-hei tunggu Aku." Kata Asuna.
Namun hanya beberapa langkah saja, mereka lalu dihadang oleh monster-monster. Melihat hal ini, Asuna dan Naruto saling bertatap dan cengir, mengeluarkan tombak dan pedang, bersiap melawan mereka.
"Jadi Asuna, apakah Kamu siap lanjutkan latihan mu?" Tanya Naruto.
"Heh, Aku selalu siap, Naruto." Kata Asuna.
"Kalau begitu, SIAPA YANG DULUAN, DIA YANG DAPAT." Kata Naruto yang akhirnya maju duluan.
"HEI KAMU CURANG." Kata Asuna yang mulai mengikutinya.
Di depan mereka ada monster Killing Mantis. Jumlah mereka ada 4 ekor, tetapi kemungkinan mereka akan spawn lagi. Ketika Naruto beradu senjata dengan monster itu, dia mengonfirmasi bahwa monster ini cukup kuat. Mungkin setara dengan atau lebih dari Asuna. Maka dari itu dia memberi tahu Asuna.
"Asuna! Monster ini cukup kuat, mungkin sekitaran level mu. Kita akan mengambil peran. Aku akan mengambil defense utama dan kau offense nya, mengerti?" Kata Naruto.
"Ya, Aku mengerti." Kata Asuna yang semakin meningkatkan fokusnya.
Naruto langsung mengambil posisi lebih depan untuk menangkis dan [Parry] para monster ini. Dia berhasil [Parry] salah satu monster, langsung saja dia memberi signal ke Asuna.
"ASUNA, SWITCH!" Teriak Naruto.
Asuna yang mendengar itu langsung mengeluarkan [Three Strike]. Tiga serangannya berhasil melukai monster itu
"NARUTO, SWITCH!" Teriak Asuna.
Naruto langsung menyambung serangan Asuna dengan [Gattling Thrust]. Bertubi-tubi serangannya membuat monster itu sekarat.
"SWITCH!" Teriak Naruto.
Langsung saja monster itu di habisi oleh Asuna, membuat monster itu hancur seketika. Naruto langsung mengambil kembali perannya sebagai defense, menangkis serangan monster kedua. Dia juga harus memperhatikan sekitarnya agar dia dikerumuni oleh monster-monster ini. Melihat Naruto berhasil menangkis serangan monster itu, Asuna langsung mengeluarkan [Thrust], menusuk monster belalang itu.
Dengan signal dari Asuna, Naruto menyambungkan serangan Asuna dengan [Uplift]. Monster itu terbang ke udara, namun sebelum jatuh ke tanah, Asuna mengeluarkan [V Slash], membuat monster itu sekarat. Naruto mengambil serangan terakhir, membunuh monster itu.
"Asuna, sepertinya kita harus grinding sebentar untuk menaikkan level. Aku khawatir boss di dungeon ini akan sangat kuat." Kata Naruto.
"Baik, tapi sebelum itu…" Kata Asuna yang langsung menangkis serangan monster lainnya.
"touché" Kata Naruto.
"Hehehe, Ayo jangan lengah, Naruto." Kata Asuna.
Naruto langsung menggunakan [River Splash], memberikan serangan ke monster belalang itu dilanjut oleh Asuna dengan [Horizontal Slash], yang memberikan sebuah serangan horizontal yang memberikan damage yang banyak dan membuat monster itu terlempar. Tidak memberi kesempatan ke monster itu, Naruto langsung memberikan [Gattling Thrust] dan di akhiri oleh [Vertical Slash], serangan dari atas ke bawah, oleh Asuna. Dengan kerja sama mereka berdua, monster terakhir pun juga ikut tewas.
Mereka sekarang istirahat di safe point. Safe point adalah daerah dungeon di mana para monster tidak bisa masuk dan menyerang orang di dalamnya. Naruto dan Asuna habis bertarung beberapa kumpulan monster untuk menaikkan level dan skill mereka.
Naruto naik level ke level 16 dan Asuna naik level ke level 13. Naruto membagikan poinnya menjadi 22 STR dan 33 AGI, sedangkan Asuna menjadi 17 STR dan 29 AGI.
Skill [Two-Handed Assault Spear] Naruto menjadi 356, [One-Handed Sword] nya menjadi 362, [Parry] nya menjadi 389, dan [Armor Pierce] nya menjadi 200.
Sedangkan skill Asuna, [One-Handed Sword] nya menjadi 290, [Parry] menjadi 288, dan [Armor Pierce] menjadi 212. Asuna belum mengambil skill lain untuk slot ke empat. Dia belum tertarik dengan skill yang tersedia dan menyimpannya untuk nanti.
Untuk mods, Naruto mengambil [Increase Critical Hit Chance III] untuk [Two-Handed Assault Spear], [Increase Knockback Effect I] untuk [One-Handed Sword] dan [Increase Critical Hit Chance IV] untuk [Armor Pierce].
Asuna juga mengambil [Increase Critical Hit Chance IV] untuk [Armor Pierce] dan [Increase Knockback Effect I] untuk [Parry].
"Jadi selanjutnya kita kemana, Naruto?" Tanya Asuna tujuan berikutnya.
"Hmm Aku ingin berkeliling dulu, menandai posisi ruangan-ruangan di dungeon ini." Kata Naruto.
"Hee… apakah petunjuk itu tidak memberi tahu lokasi harta karunnya?" Tanya Asuna.
"Sayangnya tidak. Di sini hanya memberi tahu lokasi dungeon ini saja. Makanya Kita harus berkeliling di dungeon. Setiap tempat yang kita lewati di dungeon ini akan ditandai di map." Kata Naruto yang bangkit dari istirahatnya.
Asuna mengangguk mengerti dan juga bangkit dari tempat duduknya. Naruto menyarankan untuk mengisi nyawa mereka sebelum melanjutkan ekspedisi mereka. Setelah meminum beberapa potion, mereka melanjutkan perjalanan mereka.
"Kalau sudah berkeliling trus kita ngapain? Menurutku sebaiknya kita pulang untuk mengisi ulang item kita sebelum terjadi apa-apa." Kata Asuna.
"Ya, Aku juga niatnya begitu. Aku ingin siap semaksimal mungkin sebelum melanjutkan ekspedisi yang lebih jauh." Kata Naruto.
"Ok, Kalau begitu ayo jalan." Kata Asuna yang mulai jalan duluan.
Setelah itu pun mereka mulai mengelilingi dungeon ini. Sesekali mereka bertarung dengan monster mereka. Sejauh ini mereka menemukan 5 jalan buntu, 3 ruang dengan kotak harta dan ruang bos dungeon. Naruto mengingatkan Asuna untuk tidak tergesa-gesa untuk mengambil harta itu karena ada kemungkinan ruang itu adalah ruang perangkap. Setelah berjalan mengelilingi hampir semua isi dungeon itu, mereka pun keluar dari gua itu.
Saat di luar mereka melihat langit sudah sore. Mereka pun pulang melewati jalan baru untuk tahu jika ada rute lain menuju ke gua ini. Terdapat beberapa kelompok monster, tapi dengan mudah mereka kalahkan.
Sesampai di desa, Naruto memberitahu Asuna untuk istirahat beberapa jam di penginapan sebelum melakukan ekspedisi di gua tadi. Tapi sebelum mereka ke penginapan, mereka singgah di blacksmith dan toko untuk memperbaiki senjata mereka dan menjual hasil loot mereka. Setelah itu mereka pun balik ke penginapan untuk istirahat.
5 jam kemudian, malam pun tiba. Naruto dan Asuna saat ini sedang mengisi ulang item mereka sebelum pergi ke gua. Sesudah berbelanja, mereka pun keluar dari desa Medai. Selama perjalanan, mereka tentunya dihadang oleh monster lagi. Setidaknya ini lumayan untuk menambah exp dan Cor mereka.
Setelah mereka sampai di dalam Gua, Naruto dan Asuna langsung mengunjungi ruang dengan kotak harta karun. Tapi sebelum mereka masuk
"Ok kita berhenti dulu." Kata Naruto.
"Hah? Kenapa?" Tanya Asuna.
"Aku yang akan masuk sendiri mengambil hartanya, Kamu menunggu di sini saja." Kata Naruto.
"APA?! Kau ingin mengambil harta ini sendiri untuk mu?" Tanya Asuna dengan muka kesal.
"Iya." Kata Naruto sambil cengir.
"K-KAU!" Kata Asuna yang ingin menghajar Naruto.
"Hehehe bercanda kok. Sebenarnya Aku menghentikanmu di sini karena kita tidak tahu apakah ruang ini jebakan." Kata Naruto yang dari bercanda menjadi serius.
"T-terus kalau Kamu terjebak di dalam bagaimana?" Tanya Asuna dengan muka khawatir.
"Maka secepat mungkin Kamu kembali ke desa." Kata Naruto.
"APA?! AKU HARUS MENINGGALKANMU? APA KAU GILA? KALAU KAMU MATI BAGAIMANA HAH?" Teriak kesal Asuna.
"Asuna, dengarkan A-." Kata Naruto mencoba menenangkan Asuna.
"NGGAK, AKU TIDAK AKAN LARI. B-bagaimana kalau Kamu mati, Naruto? *hik* K-kau sudah janji kan k-kita keluar sama-sama *hik*?" Kata Asuna yang mulai menangis.
Naruto yang melihat ini jadi merasa bersalah. Dia sebenarnya berniat baik agar tidak ada yang terjadi kepada Asuna. Namun secara tidak sadar, dia langsung memeluk Asuna dan mengusap belakangnya mencoba menenangkannya.
"H-hei… Kamu tahu kan Aku kuat? Jadi tidak usah khawatir Aku cepat mati. Dan Ya, Aku berniat memenuhi janji ku kok." Kata Naruto
Naruto melihat Asuna hanya mengangguk saja tanpa sepatah kata.
"Hah… Kamu tenang saja, Aku akan kembali. Jadi kamu tenang di sini ya." Kata Naruto sambil mengusap kepala Asuna.
"…Baiklah." Kata Asuna sambil menundukkan kepalanya.
Melihat tingkah Asuna saat ini, membuat Naruto menghela nafas. Sekali lagi mengusap kepala Asuna, Naruto pun masuk ke ruang itu. Dia menengok ke belakang untuk memastikan Asuna tidak mengikutinya. Dan benar Asuna tetap menunggu di luar. Kotak harta itu sudah berada di depannya. Dia bersiap-siap akan segalanya sebelum membuka kotaknya.
'well, here goes nothing.' Batin Naruto.
Kotaknya pun terbuka dan tidak terjadi apa-apa. Naruto langsung menghela nafas melepaskan ketegangannya saat ini. Dia mendapatkan beberapa potion dan antidote, serta Cor dengan jumlah yang lumayan banyak. Sesudah itu Naruto pun kembali ke Asuna dan lanjut ke ruangan harta ke dua. Hal yang sama pun dilakukan oleh mereka berdua, Naruto yang masuk dan Asuna menunggu di luar. Di ruang ini dia mendapatkan potion, antidote dan Cor lagi. Tetapi dengan tambahan dua buku skills mengenai [Meditation]. Selanjutnya mereka ke ruangan harta ke tiga.
Sebenarnya Asuna sudah gregetan dengan Naruto yang masuk sendirian. Dia sangat khawatir jika Naruto kenapa-napa. Dia tidak ingin kehilangan temannya itu. Dia tidak merasa sendirian di dunia ini maupun di dunia luar sana. Naruto adalah temannya yang selalu mencerahkan hari-harinya. Dia bertemu dengan Naruto karena Naruto sudah mengenal lama kakaknya, walaupun Naruto hanya kurang lebih satu tahun lebih tua darinya.
Saat itu dia diajak kakaknya keluar karena kakaknya merasa dia perlu keluar dan bersenang-senang. Dia di sekolahkan di sekolah Swasta khusus cewek dan karena status orang tua nya yang pengusaha kaya, dia harus terus belajar agar tidak gagal dan mengecewakan mereka. Kakaknya paham sekali apa yang dirasakan oleh Asuna karena kakaknya juga mengalami hal yang sama.
Waktu itu dia sedang ingin bertemu dengan temannya, yakni Obito dan Naruto, untuk nonton bareng di bioskop. Sebenarnya dia tidak mau karena harus belajar dan pasti akan dilarang oleh orang tua mereka, terutama ibunya. Kouichi, atau yang biasanya dia panggil Kou-nii, meyakinkannya dengan mengatakan bahwa nanti Kou-nii akan menghadapi mereka.
Entah bagaimana cara Kouichi membujuk kedua orang tuanya, tetapi hasilnya dia berhasil. Dia pun segera memanggil Asuna lalu pergi bersama ke tempat pertemuan mereka. Saat di sana dia melihat tiga orang sudah menunggunya, yakni Obito, Naruto dan Shikamaru. Obito dan Naruto melambaikan tangan dan memanggil Kouichi.
Saat pertama kali bertemu, Asuna mengira bahwa Obito dan Naruto itu kakak-adik, walaupun tidak sepenuhnya benar karena mereka bukan saudara kandung. Kouichi menanyakan satu orang lain bernama Kakashi, tapi kata Obito dia lagi sibuk. Itu juga pertama kalinya Kouichi dan Asuna bertemu dengan Shikamaru. Naruto mengajak sahabatnya itu untuk keluar dan, kalau menurut kata Shikamaru, "dipaksa ibunya untuk bersenang-senang dan berhenti bermalas-malasan".
Ketika sudah saling memperkenalkan diri mereka pun akhirnya pergi menikmati mereka. Naruto adalah orang yang paling sering mengajak berbicara dibanding Obito dan Shikamaru. Saat itu menurutnya Naruto adalah tipikal anak yang periang dan penuh semangat, sedangkan si Shikamaru adalah tipikal anak yang jenius tetapi pemalas. Pada hari itu pun Asuna akhirnya memiliki teman yang bisa dia andalkan. Tentu dia punya teman di sekolah, namun tidak sedalam hubungannya dengan Naruto dan Shikamaru.
Setelah menjalankan kegiatan mereka, Asuna pun pulang bersama Kouichi dengan wajah yang gembira.
Waktu pulang dia menanyakan Kou-nii nya bagaimana dia bisa bertemu mereka. Kouichi menceritakan bahwa Obito dan Kakashi adalah orang yang pernah membantunya waktu SMA dulu. Mulai saat itu mereka menjadi temannya. Untuk Naruto sendiri, dia bertemu dengannya ketika dia, Obito, dan Kakashi sedang bertemu di kafe. Saat itu Naruto sangat terlarut pada game nya. Karena sesama penyuka game, mereka pun tidak perlu waktu yang lama untuk menjadi teman. Dia pun menceritakan dan sisanya adalah sejarah.
Kembali ke saat ini. Akhirnya Asuna memberanikan diri dan ikut masuk ke dalam ruang itu. Dia mendekati Naruto yang sedang membuka Harta karun. Dia melihat sebuah Kristal kotak berwarna biru gelap didalamnya kotak harta karun itu. Langsung teringat mengenai Kristal yang diceritakan Naruto, dia langsung berteriak.
"WOO, APAKAH ITU CRYSTAL YANG KAU MAKSUD?!" Teriak Asuna melihat Kristal itu.
"GAH!" Kata Naruto yang langsung menghindar karena kaget.
"Eh? Kenapa?" Tanya Asuna.
"Astaga Asuna, Kau membuat ku kaget saja… tunggu dulu… BUKANNYA KU BILANG KAMU TUNGGU DI LUAR SAJA?!" Teriak Naruto.
"Trus kenapa? apa akan terjadi sesuatu?" Tanya Asuna.
Mereka pun diam dan menunggu terjadinya sesuatu. Karena tidak apa-apa, Naruto menghela nafas bersyukur tidak terjadi apa-apa.
"Hah… benar-benar kau ini…" Kata Naruto sambil menggelengkan kepalanya.
Asuna yang mendengarnya hanya tertawa dan menjewerkan lidahnya ke Naruto.
"Lagipula Aku bosan menunggu mu di luar." Kata Asuna.
"Kau ini… kan sudah ku bilang Kamu di luar saja. Nanti kalau Kamu kenapa-kenapa gimana?" Tanya Naruto.
"Trus memang kenapa kalau kenapa-kenapa? Apakah ini berarti Kau boleh melindungi ku dan Aku tidak boleh melindungi mu?" Tanya balik Asuna dengan mata yang mengancam.
"B-bukan begitu. Hanya Saj-"
"Bagus, berarti kita memiliki pemikiran yang sama." Kata Asuna sambil tersenyum, memotong perkataan Naruto.
Naruto hanya menghela nafas dan menyerah kepada Asuna.
"Kalau Kamu sudah siap ayo kita ruang boss nya sekarang. Let's go!" Kata Asuna yang mulai jalan duluan.
"Hah…Baiklah." Kata Naruto yang mengikuti Asuna.
Sekarang mereka berada di depan pintu yang sangat besar. Mereka melihat pintu besar itu dengan perasaan tegang dan sedikit takut. Sebelumnya mereka grinding terlebih dahulu, setidaknya sampai Asuna level 15. Lagipula potion mereka juga sedang lebih. Melawan monster-monster itu kali ini jauh lebih mudah karena level, skill dan kerja sama mereka semakin meningkat. Perlu cukup banyak melawan kelompok monster-monster di sini. Tapi untungnya mereka tidak terlalu terluka, sehingga bisa tetap menjaga jumlah potion mereka.
Asuna pun akhirnya naik level 15 dan untungnya Naruto juga naik level 17. Asuna membagi poinnya menjadi 19 STR dan 33 AGI. Sedangkan Naruto membagi poinnya menjadi 23 STR dan 35 AGI.
Skill Asuna untuk [One-Handed Sword] mencapai 340, [Parry] mencapai 360, dan [Armor Pierce] mencapai 270. Dia mengambil [Increase Critical Hit Chance III] untuk [One-Handed Sword], [Redirect IV] dan [Increase Knockback Effect II] untuk [Parry], dan [Guard Break], di mana Meningkatkan kesempatan untuk mematahkan "guard" lawan biasa sebesar 60% dan kepada lawan pengguna perisai sebesar 45%, serta Status Effect "Stun" jika berhasil, untuk [Armor Pierce].
Sedangkan skill Naruto untuk [Two-Handed Assault Spear] mencapai 390, [One-Handed Sword] mencapai 382, [Parry] mencapai 413, dan [Armor Pierce] mencapai 256. Untuk mods, dia menambil [Increase Knockback Effect III] untuk [Parry], dan juga [Guard Break] untuk [Armor Pierce].
Setelah mengecek level dan status, Naruto membagi harta karun yang didapatkan sebelumnya secara merata. Asuna menanyainya tentang buku dan Kristal yang di dapatkannya.
"Hei, Naruto." Kata Asuna.
"Hmm?" Tanya Naruto.
"Memang untuk mendapatkan skill butuh buku ya? Setahuku yang lainnya tidak perlu tuh." Kata Asuna.
"Hmm… Aku juga tidak tahu. Skill [Meditation] juga baru ku tahu keberadaannya sekarang. Jadi ada kemungkinannya ini adalah extra skills, karena Aku belum melihatnya di pilihan skill ku." Kata Naruto.
"Hmm gitu ya… Oh iya, Extra Skills itu apaan?" Tanya Asuna.
"Extra Skills adalah skills yang didapatkan dengan kondisi tertentu, baik itu melakukan quest, menaikkan skills tertentu, dan sebagainya. Rumornya pengguna masing-masing skill ini hanya ada 10 orang saja. Jadi bisa dibilang skills ini langka juga." Jelas Naruto.
"Oh ok, dan terakhir…" Kata Asuna.
"Ya?" Tanya Naruto.
"Kenapa kamu memberikan Corridor Crystal ini kepadaku? Apakah Kamu menyuruhku untuk mundur hmm?" Tanya Asuna dengan nada mengancam.
"T-tidak, Aku mempercayakannya kepadamu jika terjadi apa-apa, Kamu bisa selamatkan kita berdua." Kata Naruto.
"O-ok." Kata Asuna yang sadar akan maksud Naruto.
Naruto pun memegang pintu dan melihat Asuna. Melihat Asuna mengangguk, memberitahu bahwa dia siap, Naruto membuka pintu itu dan mereka melihat ada semacam Kristal besar di atas tempat kemungkinan bos nya muncul. Ruang ini dikelilingi oleh Kristal-kristal kecil yang berkilauan, sehingga ruangannya menjadi terang. Mereka tidak melihat bos nya berada di tempat seharusnya.
Dia memberitahu Asuna bahwa kemungkinan bosnya muncul ketika mereka sudah ada di daerahnya. Mereka pun mengeluarkan kedua pedang mereka dan berjalan ke tengah ruangan. Sesampainya di tengah ruangan mereka melihat ke atas dan terlihat seperti langit yang terang. Asuna melihat pintu mereka masuk tertutup sendiri.
"Asuna pertarungannya akan dimulai." Kata Naruto.
"Baik." Kata Asuna memegang erat pedangnya.
Tiba-tiba mereka mendengar suara serangga terbang dari atas mereka, langsung saja Naruto memberitahu Asuna untuk menghindar. Serangga yang dimaksud tersebut langsung jatuh ke tempat mereka tadi berdiri. Mereka melihat lawan mereka ini adalah monster tawon bernama Praying Hornet . Mereka melihat Bos itu memiliki 4 bar HP. Mereka juga menyimpulkan bahwa kekuatan utama lawannya kali ini adalah kecepatan, sama seperti mereka. Naruto bersiap sebagai defense dan Asuna sebagai offense.
Karena Naruto berada di dekatnya, monster tawon itu langsung menyerangnya. Cukup lebih cepat dari Naruto, tawon itu berhasil beberapa kali melukainya. Meski, begitu Naruto juga berhasil juga menangkis sebagian besar serangannya, walaupun dia tidak bisa menyerang balik.
Ketika Naruto berhasil [Parry], Asuna pun langsung mengambil kesempatan menyerang tawon itu dengan [Three Strike] dilanjut oleh [Three Strike] Naruto dan diakhiri [Vertical Slash] Asuna.
Tawon itu berhasil mundur dan mengarahkan targetnya ke Asuna. Dibanding dengan Naruto, Asuna lebih kewalahan melawan tawon ini. Dia hanya bisa menangkis kurang lebih setengah dari serangan serangga ini dan sisanya dia menerima luka. Tawon itu pun menghindari serangan Naruto dan memanfaatkan jeda waktunya untuk menyerangnya. Serangan pertama di terima oleh Naruto, namun serangan berikutnya berhasil dia tangkis dan akhirnya [Parry] nya berhasil kembali.
Asuna langsung menggunakan [Thrust], menusuk tawon itu dilanjut oleh [V Slash] Naruto, [Horizontal Slash] Asuna, dan diakhiri oleh [Vertical Slash] Naruto. Mereka melihat HP bar pertama sudah setengahnya habis dan mereka melihat darah mereka kuning.
Tawon itu menyerang Asuna, namun beruntungnya berhasil di [Parry] olehnya. Naruto langsung menggunakan [Three Strike], dilanjut oleh [Three Strike] Asuna, dan diakhiri oleh [Vertical Slash] Naruto.
Setelah mundur sebentar, tawon itu kembali menyerang Naruto. Naruto dan tawon beradu serangan dan Asuna mencoba menyerangnya. Dua serangan berhasil, tetapi serangan terakhir bisa dihindari tawon itu. Tawon itu beralih target ke Asuna lagi, namun Naruto tidak akan melepasnya semudah itu. Naruto tetap saja menerima beberapa luka dan ingin [Parry] nya segera berhasil.
Ketika [Parry] nya berhasil, Asuna mengeluarkan [Horizontal Slash], dilanjut oleh [Three Strike] Naruto, [Three Strike] Asuna, dan diakhiri dengan [Thrust] Naruto.
Tawon itu segera mundur dan mereka melihat nyawanya sudah habis 1 bar. Tetapi menyadari nyawa mereka juga berwarna kuning, hampir merah. Mereka langsung meminum Potion, sampai darah mereka sepenuh mungkin, sebelum masuk ke ronde dua.
Tawon itu menyerang mereka lagi dan sekarang beradu serangan dengan Asuna. Seperti tadi hanya kurang lebih setengah yang bisa dia tangkis sebelum [Parry] nya berhasil. Naruto langsung mengeluarkan [Vertical Slash], dilanjut oleh [Three Strike] Asuna, dan masing-masing [Thrust] dari Naruto dan Asuna.
Tawon itu mundur dan terbang ke atas membuat Naruto dan Asuna tidak bisa melihatnya karena cahayanya yang silau. Tiba-tiba mereka mendengar suara serangga, dan dengan pergerakan yang cepat, berhasil melukai Asuna. Naruto yang menyerangnya tidak berhasil mengenai nya karena tawon itu pun kembali terbang ke langit.
Menajamkan indera dan fokus mereka, mereka siap-siap untuk serangan kilat dari tawon itu. Ketika mendengar suara sayap serangga itu, Naruto langsung siap-siap [Parry] menghindari serangannya. Beruntung, [Parry] Naruto berhasil dan sengat tawon itu terjebak di tanah. Mengambil kesempatan ini, Asuna langsung memberikan [Three Strike], dilanjut oleh [Three Strike] Naruto, [Vertical Slash] Asuna, dan diakhiri [Horizontal Slash] Naruto.
Ketika bar kedua tawon hampir habis, tawon itu berhasil kabur dan terbang lagi ke langit. Kali ini dia mengincar Asuna, tetapi bisa di [Parry] olehnya, sehingga tawon itu terjebak lagi. Memanfaatkan kesempatan ini, Naruto dan Asuna pun langsung mengeluarkan [Sword Skills] mereka, dengan harapan memberikan damage sebanyak-banyaknya. Ketika Darah nya sudah mencapai bar ketiga, Tawon itu pun naik ke atas langit.
Menggunakan kesempatan ini, Asuna dan Naruto mengisi nyawa mereka sepenuh mungkin sebelum tawon itu kembali. Tidak lama kemudian, mereka mendengar suara serangga itu, tapi mereka mendengar ada banyak suara. Dan benar tawon itu muncul dengan tawon-tawon kecil yang akan membantunya. Merasa situasi ini memerlukan kecepatan lebih, Naruto mengeluarkan tombaknya dan bersiap menghadapi tawon-tawon itu.
Tawon-tawon yang kecil memiliki kecepatan hampir sama dengan tawon tadi. Tetapi karena Naruto menggunakan tombak, dia berhasil mengalahkan kecepatan tawon-tawon itu. Namun karena jumlahnya sangat banyak, dia jadi sedikit kewalahan. Asuna pun juga membantu Naruto juga membunuh tawon-tawon ini sebanyak mungkin. Tapi bunyi bos tawon yang ada di atasnya, Asuna dengan sigap [Parry] serangannya.
Menggunakan [Pierce], Naruto menusuk tawon itu dan dilanjut oleh [Thrust] Asuna, [Gattling Thrust] Naruto dan diakhiri [V Slash] Asuna. Ketika Naruto ingin menyerang bos tawon itu lagi, dia diganggu oleh kawanan tawon-tawon kecil itu, yang di mana berhasil membuat bos mereka kabur.
Naruto yang kesal langsung menggunakan [Gattling Thrust] membunuh tawon-tawon kecil yang merepotkannya. Asuna mengambil alih untuk melacak keberadaan bos tawon itu dan membantu Naruto membunuh tawon-tawon kecil itu sebanyak mungkin. Mendengar signal Asuna, Naruto berhasil [Parry] serangan bos tawon itu dan mereka berdua memberikan damage sebesar-besarnya.
Sedikit lagi bar ketiga tawon itu habis, Naruto dan Asuna tidak bisa menyerangnya karena tawon-tawon kecil itu lagi. Dengan [River Splash], Naruto bisa membuat tawon-tawon banyak mati sehingga Asuna lebih mudah mengetahui keberadaan bos tawon.
Sekali lagi tawon itu menyerang mereka, namun berhasil di [Parry] oleh Asuna. Dengan kesempatan Ini Naruto langsung mengeluarkan [Pierce] ke tawon itu dan dilanjut oleh [Three Strike] Asuna, dan [Gattling Thrust] Naruto. Ketika memasuki bar keempat, Tawon itu terbang ke atas lagi memberikan kesempatan kepada Naruto dan Asuna untuk menghabisi sisa tawon-tawon kecil dan mengisi nyawa mereka.
Mereka menyadari potion mereka tinggal sedikit lagi, jadi sebisa mungkin mereka mengurangi luka yang akan diterima. Tawon itu pun muncul kembali dan terbang secepat mungkin mengelilingi mereka. Naruto dan Asuna saling membelakangi untuk jaga-jaga serangan segala arah tawon itu. tawon itu menyerang sangat cepat, menyimbangi kecepatan Naruto. Karena serangan ini, Asuna jadi terluka. Meningkatkan fokus mereka, mereka bersiap-siap [Parry] serangan tawon itu.
"Asuna, bos tawon ini sangat cepat. Aku akan [Parry] dia, dan kau fokus menyerangnya saja, ok?" Kata Naruto.
"Iya, Aku mengerti." Balas Asuna.
Serangan tawon kali ini bisa di [Parry] oleh Naruto. Asuna menggunakan [Thrust] untuk mencapai tawon itu, dilanjut oleh [Pierce] Naruto, dan diakhiri oleh [Three Strike] Asuna sebelum tawon itu kabur lagi. Ketika tawon itu kabur lagi, Naruto dan Asuna kembali ke tengah ruangan untuk bersiap-siap menghadapi serangan tawon itu.
Serangan kedua berhasil di [Parry] oleh Naruto, membuat tawon itu terjebak lagi. Seperti tadi, Asuna langsung menggunakan [Thrust] lalu dilanjut oleh [Pierce] Naruto, dan diakhiri oleh [V Slash] Asuna. Mereka melakukan ini terus berulang-ulang hingga nyawa bar 4 tawon itu sampai tersisa hampir setengahnya saja.
Ketika Naruto terlambat [Parry] serangan tawon itu, tombaknya patah dan hancur. Asuna dan Naruto pun mulai panik, karena hanya dengan tombak, dia bisa menyimbangi kecepatannya. Mau tidak mau dia harus mengeluarkan Anneal Blade secepat mungkin.
Tawon itu langsung menyerang dan berhasil mengenai Naruto. Serangan berikutnya berhasil mengenai Asuna juga. Lalu dia kembali menyerang Asuna. Sekarang dia menyerang Naruto lagi namun beruntung dia berhasil [Parry] serangannya. Langsung saja mereka mengambil kesempatan ini dengan mengeluarkan [Sword Skills] mereka berharap memberikan damage yang banyak. Tiga serangan tawon berikutnya tidak berhasil di [Parry] oleh Naruto. Namun serangan keempat berhasil di [Parry] Asuna, memberikan kesempatan untuk mereka mengeluarkan [Sword skills] mereka.
Ketika Nyawa tawon itu sudah merah, Naruto dan Asuna pun juga menyadari bahwa mereka sekarat juga. Kecepatan dan kelincahan mereka akan menjadi penentu siapa akan selamat dari pertarungan sengit ini. Serangan pertama diluncurkan tawon itu berhasil mengenai Naruto.
Serangan berikutnya dilancarkan oleh tawon, namun berhasil di [Parry] oleh Naruto. Tidak melepas kesempatan ini, Asuna langsung mengeluarkan jurus [Thrust], dilanjutkan oleh [Thrust] Naruto dan diakhiri oleh [V Slash] Asuna. Masih ada tersisa sedikit lagi nyawa tawon itu, tetapi tawon itu berhasil kabur. Beberapa serangan tawon itu mengenai mereka, membuat nyawa mereka menjadi merah. Sama-sama tinggal serangan terakhir sebelum mati, Naruto menyerahkan segala kekuatan dan kehendaknya untuk berhasil [Parry] serangan bos ini.
Tawon itu pun menyerang, mengarah ke Asuna. Namun entah apa yang terjadi, Naruto tidak sadar merasakan dirinya menukarkan posisi dengan Asuna dan melihat serangan tawon itu sehingga berhasil [Parry] nya. Ketika berhasil membuat tawon itu terjebak. Langsung saja dia memberitahu Asuna.
"ASUNA!" Teriak Naruto.
"IYA. TERIMA SERANGAN KU INI, TAWON BODOH. HIIIIYAAAAH!" Teriak Asuna mengeluarkan [Thrust]
Dengan serangan terakhir Asuna, Praying Hornet pun berhasil dikalahkan dan hancur seketika. Mereka pun terdiam dan melihat tawon yang berubah jadi pecahan Kristal itu terbang ke angkasa. Ketika kesadaran mereka kembali, perasaan lega dan senang yang besar mengisi mereka.
"YEEEEEES/YEEEEEEEY" Teriak mereka berdua.
Naruto pun langsung berbaring tidak memedulikan notifikasi yang ada di depannya. Dia tertawa dan merasa lega telah mengalahkan bos pertamanya itu dan selamat dari kematian. Dia pun tidak memedulikan Asuna yang ikut berbaring di atas tubuhnya. Mereka sangat senang bisa selamat dan tertawa bahagia.
Setelah tawa mereka reda, mereka bangun dari posisi mereka. Mereka menerima konfirmasi exp dan Cor dalam jumlah yang besar. Tiba-tiba Asuna memeluknya sambil lompat kegirangan.
"NARUTO! LIHAT, AKU MENDAPATKAN RARE DROP RAPIER." Teriak Asuna yang senang sekali
"BENARKAH?!" Tanya Naruto.
Melihat Anggukan Asuna. Naruto pun ikut lompat kegirangan. Mereka melompat dan menari atas kemenangan mereka hingga mereka capek untuk melanjutkannya. Sesudah mereka merayakan kemenangannya, Naruto langsung mengingatkan untuk meminum potion mereka terlebih dahulu. Setelah mereka mengisi nyawa mereka, walaupun tidak sampai penuh, mereka langsung melanjutkan perjalanan mereka kembali ke Medai Village.
Perjalanan mereka hanya ditemani oleh cahaya bulan dan keheningan saja. Meski begitu perasaan senang mereka belum menghilang juga. Bisa dilihat dari wajah mereka terpampang senyum bahagia. Dengan tidak sadar, mereka berjalan dengan bergandeng tangan menuju ke Medai Village. Mereka dapat melihat penampakan desa itu dari jauh. Ini menandakan bahwa mereka sudah dekat dengan tempat tujuan mereka. Terlintas satu ide di kepala Asuna.
"Ok Naruto Aku ada ide." Kata Asuna.
"Hmm, ide apaan?" tanya Naruto.
"Bagaimana kalau yang terakhir sampai di desa, dia mentraktir belanja yang pertama sampai, hmm?" Tawar Asuna.
"Heh, apakah Kamu serius, Asuna? Aku lebih cepat loh." Kata Naruto.
"Bilang saja kalau Kamu penakut." Kata Asuna mengejek Naruto.
"Heh,Takut? Bukannya itu gelar mu." Kata Naruto.
"Ya sudah, Penakut." Kata Asuna.
"KAU… Ok Yang sampai duluan ak- OI, KAMU CURANG!" Kata Naruto melihat Asuna yang berlari duluan.
"BIARIN, WEEE." Kata Asuna sambil menjulurkan lidahnya.
"AWAS KAU YA AKAN KUBALAS KAU." Teriak Naruto.
"KEJAR AKU SAJA TIDAK BISA, JADI NGGAK USAH SOK BALAS DENDAM DEH." Kata Asuna.
"ASUNA"
Hanya suara tawa balasan teriakannya. Mereka berlari tidak sadar bahwa mereka tadi sangat lelah.
Sesampainya di desa, kita melihat dua orang sedang mengatur nafas mereka. Namun terlihat Asuna lebih terlihat kelelahan dibanding Naruto. Meskipun lelah, Asuna tersenyum karena dia memenangkan lomba lari tadi.
"Ha…ha…A-aku m-menang ha… ha…" Kata Asuna.
"Ya ya, Kamu menang." Kata Naruto.
"I-ingat ya, Kamu harus mentraktir ku." Kata Asuna.
"Iya, dasar bawel. Sini ku bantu." Kata Naruto menawarkan tangannya ke Asuna.
Asuna pun menerima tangan Naruto. Tapi Asuna langsung naik ke atas punggung Naruto.
"Ayo Naruto, antar Aku ke penginapan." Kata Asuna menyuruh Naruto.
"Ugh…Hei, ini kan tidak ada di perjanjian." Kata Naruto.
"Biarin, Aku capek jalan. Antar Aku ke penginapan sekarang." Kata Asuna.
"Kamu berat ta-" Kata Naruto.
"Apa katamu? Kalau Aku berat makanya buruan jalan ke penginapan." Kata Asuna sambil mencubit pipi Naruto.
"Grr…baiklah." Kata Naruto.
Mereka pun berjalan menuju penginapannya.
'Dia sangat manja, heh…..' batin Naruto.
Asuna semakin mengeratkan pelukannya agar tidak jatuh. Sesampai mereka di penginapan, Naruto menurunkan Asuna dan pergi menyewa kamar. Sebelum mereka istirahat, mereka ingin melihat level dan skills mereka, dan Rapier baru Asuna.
Asuna naik level ke level 17, sedikit naik ke level 18. Dia membagi poinnya menjadi 23 STR and 35 AGI. Untuk skills nya, dia mengganti [One-Handed Sword] menjadi [One-Handed Rapier], memulai dari 0 lagi. [Parry] mencapai level 394, [Armor Pierce] mencapai level 300.
Untuk mod, Asuna mengambil [Armor Break I], di mana meningkatkan Kesempatan untuk menghancurkan Armor lawan secara instan sebesar 15%, untuk [Armor Pierce] dan . Untuk skill slots keempat, dia memasang [Meditation]. Hal ini sempat dipikir-pikir oleh mereka berdua, terutama Asuna. Tapi karena ini adalah harta pertama mereka, Asuna langsung memasangnya. Apalagi insting Naruto juga mengatakan ini pertanda bagus.
Sedangkan Naruto naik level ke level 19, setengah dari penuh lagi untuk naik ke level 20. Dia membagi poinnya menjadi 25 STR dan 39 AGI. Untuk skill, [Two-Handed Assault Spear] mencapai 418, [One-Handed Sword] mencapai 420, [Parry] mencapai 450, dan [Armor Pierce] mencapai 290.
Untuk Mods, Naruto mengambil [Increase Critical Hit Chance IV] untuk [Two-Handed Assault Spears], dan [Increase Knockback Effect II] untuk [One-Handed Sword]. Untuk [Parry] Belum ada yang tersedia.
Setelah itu mereka melihat pedang Rapier Asuna. Rapier itu bernama Hornet's Sting . Rapier itu terlihat cantik dengan handle warna Jingga dan hitam saling bersilangan, guard nya adalah Kristal biru muda, Mata pedangnya sendiri berwarna Silver dan ditengahnya ada semacam garis berwarna jingga dan hitam. Di ujung handle nya ada Kristal berwarna biru muda. Sarung pedang itu berwarna hitam. Asuna mencoba mengayunkan pedangnya, dan dia tidak terlalu ringan. Menurutnya berat pedang itu sudah pas untuk style bertarungnya.
Sesudah menyelesaikan urusannya, mereka saling mengucapkan selamat malam dan istirahat di kamar masing-masing.
AN : Yo, Fool di sini, semoga kalian menyukai chapter ini, Peace.
