Disclaimer : Naruto dimiliki oleh Masashi Kishimoto, dan Sword Art Online dimiliki oleh Reki Kawahara. Saya hanya pembuat plot dan beberapa unsur tambahan di fanfict ini saja, Peace.
"Blablabla..." Percakapan Normal.
"Blablabla..." Percakapan dalam hati.
"NARUTO, SWITCH!"
"BAIK!"
Naruto menyerang Red Dire Wolf menggunakan [Uplift], membuat serigala merah itu terbang ke atas. Asuna langsung menggunakan [Pierce], menusuk serigala itu sebelum jatuh dan membunuhnya. Mendengar ada serigala lain yang bergerak ke arahnya, Naruto langsung [Parry] loncatan serigala itu dan menyerahkannya ke Asuna. Asuna langsung menggunakan [Multiple Pierce], menusuk serigala itu secara bertubi-tubi dengan rapier nya.
"Sepertinya Kamu sudah menguasai rapier mu, Asuna?" Kata Naruto yang kagum melihat keahlian Asuna.
"Heh, level [One-Handed Rapier] ku kan sudah 500 lebih Naruto." Beritahu Asuna.
"Hmm iya juga. Lagipula ini sudah tiga minggu lebih sejak peluncuran Swo- Ah, ada serigala di dekatmu." Kata Naruto melihat serigala di dekat Asuna.
Asuna langsung menghindar, menggunakan [Three Strike] ke serigala itu, dan menghabisinya.
"Ayo cepat selesaikan ini, Naruto. Aku ingin balik ke kota." Kata Asuna.
"Ya ya. Hei Aku akan menghabisi ketiga serigala itu." Kata Naruto melihat tiga serigala terakhir.
"Siapa cepat dia yang dapat." Kata Asuna yang mulai berlari ke serigala-serigala itu.
"Hei apa Kau lupa, Aku lebih cepat dari mu." Kata Naruto yang mulai mengejar Asuna.
Naruto dan Asuna langsung berlari ke arah serigala-serigala terakhir yang berlari ke arah mereka juga. Naruto langsung menggunakan [Thrust] menusuk dan membunuh 2 serigala. Ketika serigala terakhir ingin menyerang Naruto, Asuna lebih duluan menusuk dan menebas serigala itu, membuat serigala itu mati. Setelah menerima notifikasi exp, Cor dan loot, mereka pun pulang ke kota.
Seperti yang dibilang Naruto, sudah tiga minggu lebih telah berlalu semenjak Sword Art Online diluncurkan. Lebih tepatnya hari ini adalah tanggal 2 Desember 2022. Telah cukup banyak hal yang mereka lalui belakangan ini. Seperti saat quest "Cow's Counter Attack ", quest yang pernah Naruto janjikan, di mana mereka melawan Sapi gila dan mendaptkan krim yang lezat.
Naruto masih kesal dengan sapi-sapi gila itu yang sering menyerunduknya. Dengan amarah yang meluap, dia langsung membantai sapi-sapi itu. Setelah selesai dia baru ingat bahwa sebenarnya Asuna lah yang harus menghabisi sapi-sapi itu karena Asuna perlu menaikkan skill [One-Handed Rapier] nya.
Alhasil, krim bagian Naruto disita dan dia tidak bisa lagi merasakan krim yang super creamy dan lezat itu. inilah menjadi salah satu alasan Naruto menaikkan skill [Meditation] nya, agar ke depannya tidak terjadi lagi. Dia tidak mau melewatkan makanan lezat karena kecerobohannya lagi.
Para player lain sepertinya bertambah kuat juga. Dia melihat banyak player lain yang melakukan grinding bersama teman-teman party mereka sendiri akhir-akhir ini. Dia melihat juga bahwa sudah banyak variasi player saat ini. Ada yang menggunakan pedang, tombak, kapak, atau dagger. Dan ada juga yang jadi penjual, blacksmith dan sebagainya. Mengetahui ini Naruto dan Asuna, mencoba mencari koneksi, agar memudahkan mereka ke depannya nanti.
Sebagai contoh ada pemain yang bernama Agil. Pria dengan postur tubuh yang tinggi dengan kepala botak dan jenggot ciri khasnya. Tak lupa dengan kapak besar yang selalu dia bawa kemana-mana. Naruto dan Asuna bertemu dengannya saat sedang grinding. Sesudah Agil diselamatkan, Mereka akhirnya saling berbincang dan bertukar informasi yang mengenai hal-hal yang ada di SAO ini. Tapi dia hanya membagikan Seperlunya saja. Tapi setidaknya itu cukup untuk mereka dapat saling percaya. Salah satu hal yang mereka tahu mengenai Agil adalah bahwa dia akan membuka sebuah toko nantinya. Dan dari Agil juga, dia mendapatkan informasi mengenai rapat penyelesaian lantai pertama Aincrad.
Selain Agil, mereka juga bertemu dengan seorang broker bernama Argo. Segala informasi yang dibutuhkan oleh pemain SAO bisa didapatkan di Argo, selama Kamu bisa membayarnya. Awal mereka bertemu bisa dibilang buruk. Argo mendatangi mereka karena tertarik akan senjata mereka. Argo mengatakan dia mempunyai client yang tertarik dengan senjata mereka dan mau membelinya. Tentunya Naruto menolaknya dan "meminta" informasi bagaimana cara Argo mengetahui hal ini. Untungnya ada Asuna di sana menjadi orang penengah, karena kalau tidak, Naruto bisa membuatnya "hilang" selama-lamanya.
Asuna menawarkan Cor untuk informasi mengenai client nya itu dan menutup segala informasi mengenai mereka. Argo pun menerima tawaran itu karena jumlah Cor yang lumayan dan dia sedikit takut dengan Naruto, yang walaupun dia terlihat tersenyum, dia bisa merasakan rasa sakit dan kematian yang dijanjikan olehnya.
Namun Naruto tak mau melepas Argo karena Argo merupakan rekan yang berguna dan dia ingin sedikit menjahilinya. Jadi dia mengajaknya menjadi teman dan kerja sama untuk ke depannya. Argo, yang sedikit ragu awalnya, akhirnya menerima tawaran dari Naruto. Paling tidak dia mendapatkan teman yang kuat yang bisa membantunya di kemudian hari. Mulai dari itu terbentuklah hubungan yang sedikit canggung diantara mereka.
Selama 3 minggu lebih ini, Naruto dan Asuna sudah naik level masing-masing naik ke level 21 dan level 19. Stats Naruto yang sekarang adalah 27 STR dan 43 AGI. Untuk skill nya, [Two-handed Assault Spear] mencapai 703, [One-Handed Sword] mencapai 705, [Parry] mencapai 723, [Armor Pierce] mencapai 687, dan [Meditation] mencapai 470.
Mod yang sudah diambil Naruto untuk [Two-Handed Assault Spear] adalah [Guard Break] dan [Armor Break II]. Untuk [One-Handed Sword], Naruto mengambil [Increase Knockback Effect III] dan [Armor Break I]. Untuk [Parry], Naruto mengambil [Increase Knockback Effect IV]. Untuk [Armor Pierce], Naruto mengambil [Armor Break I]. dan terakhir [Meditation], Naruto mengambil [Physical Conditioning IV], di mana meningkatkan stats STR dan AGI sebesar 250 %.
Stats Asuna yang sekarang adalah 25 STR dan 39 AGI. Untuk skill nya, [One-Handed Rapier] mencapai 506, [Parry] mencapai 720, [Armor Pierce] mencapai 704, dan [Meditation] mencapai 467.
Mod yang sudah diambil Asuna untuk [One-Handed Rapier] adalah [Increase Critical Hit Chance IV], [Swift IV], [Shorten Sword Skill Cooldown] dan [Quick Change]. Untuk [Parry], Asuna mengambil [Increase Knockback Effect IV]. Untuk [Armor Pierce], Asuna mengambil [Armor Break II]. Dan terakhir [Meditation], Asuna mengambil [Physical Conditioning IV].
Tujuan mereka saat ini adalah sebuah kota bernama Tolbana Town . Tolbana Town sendiri merupakan kota terbesar kedua di lantai 1 Aincrad. Kota ini terletak dekat dengan Labirin lantai 1, yang di mana menjadi dungeon untuk naik lantai 2. Karena hal ini, para player lainnya akan mengadakan rapat penyelesaian lantai 1 di sini.
Kota ini memiliki beberapa restaurant dan bar, 3 penginapan dan beberapa rumah NPC. Di sini juga terdapat beberapa air mancur dan tempat pertemuan yang bentuknya seperti ruang teater terbuka. Plaza utama di kota ini bernama Fountain Square , di mana para player dapat berkumpul.
Tujuan mereka kembali ke kota ini adalah untuk menghadiri rapat penyelesaian lantai 1. Ada sekitar 2 jam lagi sebelum rapat itu berlangsung di ruang teater. Jadi mereka ingin istirahat terlebih dahulu sebelum ke sana.
Sesampai di kota, Naruto dan Asuna melihat seseorang yang tidak asing dalam perjalanannya ke penginapan. Melihat orang itu, Naruto langsung Menyeringai, merencanakan sesuatu di kepalanya. Naruto pun mendekati Asuna dan membisikinya.
"Pstt, Asuna. Aku akan berjalan memutar dan Kamu ambil alih perhatiannya." Bisik Naruto.
Asuna yang awalnya tidak mengerti, langsung menghela kan nafas setelah menyadari siapa di depan mereka.
Di depan mereka terdapat seorang gadis berambut gelombang coklat keemasan dan mata berwarna coklat, memakai armor kulit dan jubah bertudung. Gadis itu sedang bersandar di sebuah pilar, menghindari keramaian. Gadis itu adalah Argo, sang broker.
Naruto pun mulai berpisah dari Asuna untuk mendekati Argo dari belakang. Asuna hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat tingkah Naruto. Naruto dan Argo bagaikan kucing dan tikus, mungkin kali ini rubah dan tikus. Pasti selalu saja ada pertikaian diantara mereka. Walaupun pertikaiannya tidak terlalu parah.
Asuna pun berjalan mendekati Argo. Sepertinya Argo menyadari keberadaannya, karena dia langsung mengalihkan perhatiannya ke Asuna. Argo yang melihat Asuna datang sendirian mengangkat alisnya. Menurutnya ini aneh, karena kalau ada Asuna, pasti ada Naruto, si rubah licik itu.
'Hah? Mana si rubah menjengkelkan itu' batin Argo.
Argo pun menurunkan tudungnya ketika Asuna sudah berada di dekatnya. Lagipula Asuna adalah seorang rekan, bahkan bisa dibilang kawan Argo, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tapi tetap saja, tidak adanya keberadaan Naruto membuat perasaan Argo jadi tidak enak. Dia pun mulai mendekati Asuna untuk menanyakan keberadaan Naruto.
"Hai Argo-san. Apa kabar? Dan sedang apa kau di sini?" Tanya Asuna.
"Kabarku baik-baik saja, Asuna-san. Aku tadi baru saja menjual buku ku mengenai lantai satu di NPC. Lagipula Para Player SAO akan melakukan penyelesaian lantai ini, kan? Jadi setidaknya Aku berpartisipasi dengan membagikan informasi itu." Jawab Argo.
"Buku?" Tanya Asuna lagi.
"Ya, buku petunjuk. Judulnya 'Strategy Guide by Area'. Kamu bisa mendapatkannya di toko-toko NPC. Gratis kok." Kata Argo sambil menggoyangkan alisnya.
Asuna pun mengangguk mengerti dan mencatat di kepalanya untuk mengambil buku itu.
"Ehm…Asuna-san."
"Iya?" Tanya Asuna yang mendengar panggilan Argo
"Ngomong-ngomong si ru- maksudku Menma-san… kemana ya?" Tanya Argo yang hampir memanggil Naruto dengan sebutan rubah.
"Apa kamu merindukan ku tikus kecil? Fuuh"
"KYAA!" Jerit Argo yang mendengar bisikan dan merasakan tiupan Naruto di telinganya.
Naruto yang melihat tingkah Argo jadi tertawa terbahak-bahak. Argo langsung saja menutup wajahnya dengan tudung jubahnya.
"A-apa maksudmu melakukan itu, rubah jelek?" Tanya Argo dengan kesal.
"Hahaha… Maaf maaf. Hanya saja ekspresi mu tadi sangat lucu." Jawab Naruto sambil menyeringai.
"A-AWAS KAU, RUBAH JELEK. AKAN KU TENDANG BOKONGMU!" Kata Argo yang langsung menyerang Naruto.
"Aw… Lihat betapa lucunya tikus kecil ini mencoba menyerangku." Kata Naruto sambil menghindar.
"BERHENTI BERGERAK." Kata Argo mencoba mengenai Naruto.
"Nggak. Kalau Aku berhenti pasti Aku kena pukul." Kata Naruto mengenai perkataan konyol Argo.
"Makanya!" Kata Argo.
Asuna pun melihat pertengkaran absurd yang sedang berlangsung ini di depan mata nya. Ketika melihat Naruto membisik dan meniup telinga Argo tadi, ada perasaan aneh yang muncul di dada Asuna, dan entah mengapa dia tidak menyukainya. Tanpa sadar dia langsung mendekati Naruto dan mencubit pipi nya. Naruto yang dicubit pipi nya menjadi berhenti bergerak dan memberikan kesempatan untuk Argo mendaratkan pukulannya. Argo yang mendaratkan pukulannya ke Naruto langsung memberikan seringai mengejek ke Naruto.
"Heh, kena juga kau." Kata Argo.
"M-mana ada? Lagipula kamu beruntung mengenaiku. Dan Kau Asuna, Kenapa kau mencubitku?" Tanya Naruto ke Asuna.
"T-tidak apa-apa." Kata Asuna sambil membuang wajahnya.
"Hayoloh Asuna jadi marah gara-gara kau, rubah licik." Kata Argo.
"Awas kau ya…" Kata Naruto sambil menggeram.
"Hii… Asuna tolong Aku." Kata Argo yang langsung bersembunyi di belakang Asuna.
"Tch." Kata Naruto.
Mulai merasakan banyak orang yang memperhatikan mereka, Naruto pun memberikan isyarat untuk segera berpindah tempat. Mereka jadi malu diliatin banyak orang. Sambil berjalan Naruto pun menanyai tujuan Argo datang ke Tolbana Town .
"Oi Tikus Kecil." Kata Naruto.
"Aku punya nama Kau tahu." Kata Argo dengan kesal.
"Ya ya. Ngomong-ngomong kenapa Kamu ada di sini?" Tanya Naruto.
"Hah? Bukannya kamu tidak dengar tadi. Aku kan bilang Aku sedang menjual buku ku di sini. Lagipula ini kau orang kedua yang menanyai ku hari ini." Kata Argo.
"Hehehe… Aku sibuk mengagetkan mu tadi." Kata Naruto sambil menggaruk pipinya.
"Dasar kepala durian kosong." Kata Argo.
"K-kau…" Kata Naruto.
'Tenang Naruto, Kamu bisa menghadapi tikus menyebalkan ini.' Batin Naruto mencoba menenangkan pikirannya
"Oh iya kamu bilang buku. Memangnya buku apaan?" Tanya Naruto.
Argo pun berhenti berjalan, membuat Naruto dan Asuna berhenti berjalan juga. Mereka melihat ekspresi Argo seakan-akan melihat mereka berdua sebagai orang bodoh.
"K-kalian selama ini pada ngapain sih? Kok kalian tidak tahu mengenai buku petunjuk lantai satu? Buku itu sudah ada di kota pertama loh. Masa Kalian langsung main terobos aja tanpa menggunakan buku petunjuk." Kata Argo.
"Eh… memang ada ya. Apa Kamu tahu hal ini, Asuna?" Tanya Naruto ke Asuna.
"Eh tidak. Malahan Aku baru tahunya hari ini." Jawab Asuna sambil menggelengkan kepala.
"J-jadi kalian selama ini menjelajahi Lantai satu dengan membabi buta?" Tanya Argo yang kaget dengan pernyataan mereka berdua.
"Eh mungkin…hehehe." Kata Naruto dan Asuna bersamaan.
'Astaga Aku dikelilingi oleh orang gila.' Batin Argo
"Dasar Kalian berdua ini… baiklah kalau begitu Kita ke toko untuk mengambilkan mu buku itu." Kata Argo yang menarik mereka berdua menuju toko yang di maksud.
Sekarang mereka berkumpul di ruang teater, tempat yang dijadikan lokasi rapat penyelesaian lantai satu. Mereka bertiga melihat lumayan banyak orang yang sudah berkumpul di situ. Naruto melihat ada seorang pria berambut biru, memakai armor besi berwarna coklat, pakaian berwarna biru dan menggunakan pedang dan tameng.
"Dia yang mengusulkan untuk adanya rapat ini." Kata Argo yang melihat orang yang diperhatikan Naruto.
"Ho…" Kata Naruto sambil mengangguk.
"Baiklah, sepertinya kita berpisah di sini dulu." Kata Argo
"Eh? Memangnya Kamu mau ke mana? Apakah Kamu tidak ikut rapat" Tanya Asuna.
"Aku mau pergi mencari informasi dan client lagi. Dan ya, Aku tidak akan ikut rapat. Aku serahkan saja urusan beginian ke kalian berdua. Kalian kan kuat. Jadi Ciao." Kata Argo sambil melambaikan tangan dan cengiran.
"A-apa? Oi bantu kami di sini tikus kecil." Kata Naruto dengan Kesal.
"Tenang saja, Aku membantu kalian dengan intel dan doa saja. Soal melawan boss Aku serahkan ke kalian." Kata Argo.
"K-kau…" Kata Naruto dengan geram.
"Sudahlah, Naruto. Sepertinya rapatnya mau di mulai." Kata Asuna menghentikan Naruto.
"Hah… baiklah. Aku akan membalasnya lain kali." Kata Naruto.
Naruto dan Asuna pun mengambil posisi untuk duduk. Mereka duduk di bagian atas dan pojokannya. Mereka tidak ingin menarik perhatian lebih. Dan lagipula mereka tidak mengenal siapa-siapa di sini. Naruto melihat ada seorang remaja laki-laki yang duduk tidak jauh dari mereka berdua. Laki-laki itu memiliki rambut hitam dan mata berwarna hitam. Baju berwarna biru muda, celana hitam, sepatu hitam dan sarung tangan. Yang menarik perhatiannya adalah pedang yang di bawa oleh laki-laki itu.
'Hmm Jadi dia mendapatkan Anneal Blade juga ya…' Batin Naruto mengenali pedang itu.
Dia pun mengembalikan perhatiannya ke tengah panggung. Dia melihat orang yang dimaksud Argo berjalan ke tengah panggung. Dia bisa merasakan aura kepemimpinan yang ada pada orang ini. Melihat dari cara berjalan dan ekspresi nya saja dia sudah menebak bahwa orang ini akan memimpin raid kali ini. Dia punya firasat bahwa orang ini juga seorang beta tester. Tapi sepertinya dia harus menahan pemikirannya karena orang itu mulai berbicara.
"Hai. Baiklah, kita langsung saja!" Kata pria biru itu menarik perhatian mereka semua.
Semua perhatian pun tertuju kepadanya.
"Terima kasih semuanya atas kedatangannya hari ini. Namaku Diavel, Profesiku adalah Knight." Kata Diavel dengan percaya diri.
Hampir semua orang tertawa mendengar hal itu. Naruto hanya tersenyum mendengar lelucon pria itu.
"Tidak ada Job System di game ini kau tahu!" Kata seorang player.
"Knight Apaan, dia pasti bercanda." Kata player lain.
"Kalau begitu berarti rapat hanya lelucon saja?"
Diavel pun menenangkan orang-orang tersebut. Setelah tenang, ekspresi Diavel menjadi serius. Naruto yang melihat ini menaikkan alisnya. Dia jadi tertarik melihat kelangsungan rapat ini.
"Hari ini, kita akan membuat party untuk mengalahkan boss lantai ini." Kata Diavel.
Orang-orang di teater itu langsung serius dan mulai memperhatikan Diavel. Banyak orang yang mempertanyakan keseriusan Diavel. Diavel melanjutkan penyampaiannya.
"Kita harus mengalahkan boss untuk naik ke lantai dua, dan memberitahukan semua yang ada di kota pertama bahwa kita bisa menyelesaikan permainan ini." Kata Diavel.
"Oleh karena itu, semua yang hadir saat ini berkewajiban untuk ikut serta melakukannya. Kalian semua setuju?" Lanjut Diavel.
Setelah mendengar itu, para player lain saling memandang mempertanyakan kesediaan mereka. Bukannya mengapa, hanya saja ini adalah tantangan besar di mana mereka akan mempertaruhkan nyawa mereka, yang akan mereka hadapi. Perlahan kemudian para player lain setuju untuk ikut dan memberikan tepuk tangan, sorakan bahkan siulan bukan hanya untuk mengapresiasi ajakan Diavel, tetapi memberikan semangat untuk kepada yang lainnya untuk ikut serta dalam raid ini.
"Baiklah, Mari kita susun rencananya. Pertama-tama bentuk satu grup beranggotakan enam orang." Kata Diavel.
Asuna yang mendengar itu langsung kaget dan panik mendengar jumlah anggota yang diperlukan. Dia melihat ekspresi Naruto, tetapi kelihatannya dia tenang-tenang saja. Asuna melihat yang lainnya sedang membentuk party, dan menambahkan friendlist mereka satu sama yang lain. Sementara itu Diavel menjelaskan betapa pentingnya party dalam mengalahkan boss lantai tersebut. Asuna yang mulai gelisah karena hanya dirinya dan Naruto saja di grupnya. Apalagi Naruto tenang-tenang saja, tidak panik sepertinya.
"Psst, hei Naruto." Bisik Asuna.
"Ya, kenapa Asuna?" Balas Naruto.
"Kenapa apaan? Kita harus mencari anggota lain untuk mencukupi party kita, kau tahu." Bisik Asuna.
"Kamu tenang saja. Lagipula kita berdua sudah cukup kok di party ini." Kata Naruto dengan santainya.
"Apa?! Bukannya Aku ingin merendahkan mu, tapi lawan kita kali ini boss loh." Kata Asuna
"Ano…"
Naruto dan Asuna melihat orang yang memanggil mereka. Naruto melihat laki-laki pemegang Anneal Blade itu menghampiri mereka. Asuna yang melihatnya pun jadi terheran-heran akan tujuan laki-laki ini mendekati mereka.
"Maaf sepertinya yang lain sudah penuh. Lagipula Aku tidak mengenal yang lainnya. Apa Aku bisa bergabung dengan kalian?" Tanya laki-laki itu.
Asuna yang mendengar itu menjadi lega.
"Ya tentu saja. Invite saja kami ke party dan friendlist mu." Kata Asuna dengan senang hati.
Naruto hanya menyiritkan matanya, memperhatikan percakapan mereka berdua. Dia pun melihat mereka berdua saling bertukar invite. Naruto yang mendapatkan notifikasi invite itu langsung menerimanya. Dia tidak mau berurusan dengan Asuna yang marah karena dia menolaknya. Lagipula ini akan mempermudah tugas mereka. Tapi entah mengapa dia memiliki firasat buruk akan orang ini.
Lagian orang dihadapannya ini mengeluarkan aura Main Character dari Light Novel, Game, Anime dan sebagainya yang bergenre harem. Tapi Mungkin itu hanya perasaannya saja.
"Jadi namamu Kirito-san ya?" Tanya Asuna.
"Eh iya, tapi panggil saja Aku Kirito, Asuna-san." Kata Kirito.
"Kalau begitu salam kenal, dan tolong panggil saja Aku Asuna." Kata Asuna dengan menawarkan tangannya.
Kirito dan Asuna pun saling bersalaman. Naruto yang melihatnya langsung mengalihkan perhatiannya. Dia mulai merasa kesal dengan orang ini. Dia pun mencoba menenangkan pikirannya yang menurutnya aneh itu.
Kirito pun memperhatikan Naruto yang sedari tadi mengabaikan mereka berdua. Melihat arah pandangan Kirito, Asuna pun juga ikut melihat Naruto. Asuna yang mengerti maksud Kirito, langsung memukul pinggang Naruto, menarik perhatiannya. Naruto yang menaikkan alisnya, mempertanyakan maksud Asuna, langsung mengarahkan perhatiannya ke Kirito. Dia pun mengerti maksud Asuna dan memperkenalkan dirinya. Lagipula tidak ada salahnya untuk mencoba bersikap ramah ke orang ini. Dia juga tidak melakukan kesalahan apa-apa… mungkin.
"Menma. Salam Kenal." Kata Naruto sambil menawarkan tangannya.
"Ah… Aku Kirito, salam kenal juga." Kata Kirito menerima salaman dari Naruto.
Setelah saling berkenalan mereka pun mengembalikan perhatian mereka ke Diavel.
"Baiklah, kalian semua sudah membentuk party, kan? Kalau Begit-"
"TUNGGU DULU!" kata seseorang menyela Diavel.
Perhatian mereka teralihkan akan suara orang itu. orang itu memiliki rupa rambut spiky seperti kaktus atau mace, sedikit janggut di bawah bibirnya, memakai light armor, baju putih, sarung tangan, celana coklat dan menggunakan pedang. Naruto pun menaikkan alisnya akan penampilan orang ini. Naruto langsung teringat penampilan anak punk jika melihat orang ini.
Orang itu pun turun ke tengah panggung, menghadapi Diavel. Naruto ingin mengetahui informasi penting apa yang mau disampaikannya, sampai-sampai menyela rapat ini. Orang itu pun mulai berbicara.
"Namaku Kibaou. Ada yang ingin kusampaikan sebelum kita memburu boss nya." Kata Kibaou
Kibaou pun mengarahkan perhatiannya ke para player lain.
"Beberapa diantara kalian wajib meminta maaf kepada dua ribu pemain yang sudah tidak ada." Kata Kibaou dengan kesal sambil menunjuk ke mereka.
'Beta tester kah…' Batin Naruto.
Player lain pun tersentak akan perkataan Kibou. Tidak terlepas dari perhatian Naruto akan perubahan sikap dari Kirito.
'Sepertinya dia juga.' Batin Naruto.
"Kibaou-san. Yang Kamu maksud adalah para beta tester kan?" Kata Diavel.
"Sudah jelas kan?! Sejak dimulainya permainan konyol ini, para beta tester meninggalkan kita yang para pemula, dan mereka menghilang entah ke mana. Mereka sudah mengambil tempat perburuan yang bagus dan mengambil misi yang mudah, sehingga mereka dapat bertambah kuat dengan mudah. Kemudian mereka hanya membiarkan kita begitu saja." Kata Kibaou.
'Nih orang kayaknya dendam amat.' Batin Naruto.
"Aku yakin pasti ada beta tester di sini! Mereka harus bersujud memohon maaf, dan menyerahkan semua barang serta uang yang telah mereka dapatkan. Atau kita tidak bisa mempercayai mereka untuk melindungi sesame grup. Begitupun sebaliknya."
Naruto yang kesal pun mendengarkan tuduhan dari Kibaou ini langsung berdiri. Asuna, Kirito dan yang lainnya pun kaget melihatnya berdiri.
"Jadi Kamu telah menunjukkan wajahmu beta tester…" Kata Kibaou dengan geram.
"Nggak, Aku hanya ingin pergi beli roti." Kata Naruto.
Semua yang di situ tersentak akan jawaban konyol yang disampaikan oleh Naruto. Mereka mengira bahwa Naruto adalah seorang beta tester, tetapi dia hanya ingin pergi beli roti. Kibaou pun kesal karena mengira orang ini adalah beta tester. Tetapi ternyata bukan. Walaupun kita tahu sebaliknya.
Tetapi sebelum Naruto pergi.
"Kalian kira apa?" Tanya Naruto.
"Grr… sudah pergi sana. Kau membuang-buang waktuku saja." Kata Kibaou.
"Oh ku kira Kau yang membuang-buang waktu ku. Padahal Aku ingin membeli roti, hanya untuk menemaniku mendengarkan ocehanmu." Kata Naruto
Semua pun kaget akan perkataan kasar Naruto.
"Apa maksudmu, hah?" Tanya Kibaou.
"Aku tahu bahwa meninggalnya dua ribu orang itu adalah hal yang menyedihkan, tapi Kau tidak bisa menyalahkan kepada satu hal saja. Itulah alasanku mengatakan kata-katamu itu tidak berguna. Dan satu lagi." Kata Naruto yang lalu mengeluarkan sebuah buku.
"Kalian tahu ini buku apa kan?" Tanya Naruto.
Semua mengangguk mengenali buku itu. Buku itu adalah buku petunjuk yang bisa didapatkan di kota pertama.
"Isi buku ini sudah memuat segala informasi yang diperlukan di lantai pertama, baik itu quest, tempat grinding, item dan sebagainya. Dan seperti yang kalian ketahui, buku ini mudah didapatkan di kota pertama. Ini gratis malahan. Dan Kau kira siapa yang bisa mempunyai informasi sedetail ini?" Tanya Naruto membiarkan mereka untuk berpikir.
Hanya satu kemungkinan yang bisa memberikan informasi ini.
"Ya, benar Para beta tester. Sekarang, kita sebagai pihak yang lain juga merasa sudah setara dengan beta tester dengan adanya informasi ini. Jadi kita tidak bisa lagi mengelak bahwa beta tester tidak membantu kita. Dalam dunia seperti ini, kita tidak bisa terus mau disuapi agar dapat bertahan maupun bebas dari tempat ini. Jadi yang terakhir, siapakah yang salah jika tidak menggunakan petunjuk yang ada di buku yang bisa didapatkan dengan mudah ini?" Tanya Naruto lagi.
Sebagian dari mereka menundukkan kepala merenungi perkataan Naruto.
"Hah… jawabannya Aku serahkan ke kalian masing-masing saja. Mau kalian tetap menyalahkan beta tester atau bangkit menjadi lebih baik itu terserah kalian. Yang jelas Aku sudah menyampaikan sisi lain agar kalian bisa merenungkan dan membandingkannya. Kita tidak bisa tergesa-gesa dan menuduh dengan seenaknya saja. Lagipula kita harus mengumpulkan banyak kekuatan dan berjuang bersama-sama agar bisa kembali pulang kan?" Tanya Naruto.
"Ya Aku setuju denganmu." Kata Seorang pria botak.
'Eh? Ternyata ada Agil-san.' Batin Naruto.
"Ya begitu juga denganku." Kata Diavel.
"Tch." Kata Kibaou.
"Dan satu lagi, buku ini tetap dibuat oleh manusia. Jadi ada kemungkinan kesalahan pada isinya, kita tidak tahu. Yang jelas tetaplah untuk berhati-hati ketika masuk ke tempat boss nanti. Ya mungkin itu saja, Aku ingin pergi membeli roti." Kata Naruto yang mulai meninggalkan tempat itu.
"H-hei tunggu Aku." Kata Asuna mulai mengikuti Naruto.
'Sial, dia dapat cewek cantik.' Batin semua di situ.
'O-oi rapatnya belum selesai kan.' Batin Diavel
Setelah sampai ke toko, Naruto pun membeli rotinya. Dia memakan roti itu di plaza bersama dengan Asuna. Sesekali Asuna memperhatikan Naruto. Adegan tadi membuatnya sedikit kagum akan sikapnya. Dia tahu alasan Naruto melakukan hal itu. Karena Naruto ini sebenarnya juga beta tester. Dia juga menyadari dari kata-kata Naruto yang walaupun melindungi para beta tester lain, dia tidak menunjukkan dirinya bahwa dia seorang beta tester. Dan lagipula, Naruto mengajak yang lain untuk bangkit dari keterpurukan dan berjuang agar tidak terjadi hal yang sama lagi.
"Hei Naruto." Kata Asuna.
"Ya?" Tanya Naruto.
"Kau tahu, tadi Kamu kelihatan keren." Kata Asuna sambil tersenyum.
"Maksudmu?" Tanya Naruto.
"Iya, pas Kamu berbicara tadi itu sangat keren." Kata Asuna.
"Eh…Aku tidak mengerti maksudmu." Kata Naruto.
"Eh? Terus tadi yang pembicaraan soal beta tester? Masa kamu lupa? Apa jangan-jangan kamu Amnesia?" Tanya Asuna.
"Ah…" Kata Naruto
"Nah kamu ingatkan?" Tanya Asuna.
"Mungkin Aku ngelantur kali. Aku tidak ingat." Kata Naruto.
Asuna pun menepuk jidat akan tingkah temannya ini.
"Ya, kayaknya Aku ngelantur tadi. Anyway, itu tidak penting. Sekarang tugas kita menyelesaikan lantai satu ini. Tetapi sebelum itu bagaimana kalau kita latihan sebentar? Lumayan kasih naik skill." Ajak Naruto sambil cengir.
"Hah… baiklah. Tunggu Aku habiskan rotiku." Kata Asuna.
Ketika mereka bersiap-siap untuk pergi, mereka didatangi oleh seorang pria. Pria itu adalah Agil. Naruto pun mengangkat tangannya, menyapa Agil.
"Yo, Agil-san." Kata Naruto.
"Halo, Agil-san. Senang berjumpa dengan mu lagi." Kata Asuna.
"Hahaha senang berjumpa denganmu juga Asuna, Naruto. Dan tolong panggil saja Aku Agil." Kata Agil
"Eh… maaf tapi itu sedikit tidak sopan, apalagi Anda ini lebih tua dari kami." Kata Asuna.
"Maa…Maa… tidak usah khawatir. Lagipula Aku bukan orang Jepang asli. Jadi memanggilku Agil itu biasa-biasa saja. Lagian Aku juga memanggil kalian tanpa embel, jadi setidaknya jangan buatku malu sendirian." Kata Agil.
"Baiklah kalau begitu, Agil-sa- Agil." Kata Asuna.
"Nah kan begini enak."Kata Agil.
Agil pun melihat Naruto seakan menunggu sesuatu.
"Apa?" Tanya Naruto ketika dilihati oleh Agil.
"Bagaimana denganmu, Naruto? Coba panggil Aku." Kata Agil.
"…Botak." Kata Naruto.
"N-NARUTO?!" Kata Asuna kaget mendengarkan perkataan Naruto.
"Hahaha boleh saja, asalkan kita pakai kapak ku untuk buka kepala duren mu. Siapa tahu isinya kosong." Kata Agil dengan perempatan di dahinya.
"Coba saja, botak." Balas Naruto sambil menyeringai.
"Kepala duren." Balas Agil.
"Tanah Lapang." Balas Naruto.
"Rambut tai." Balas Agil.
"Kambing botak" Balas Naruto.
"Maksudnya apa kambing botak?" Tanya Agil
"Kamu botak dan jenggotmu mirip jenggot kambing." Jawab Naruto.
"HAH, Asal kan kau tahu bocah. Jenggot ku ini membuat para wanita di Amerika pada 'meleleh'." Kata Agil dengan percaya diri.
"Jadi berapa wanita yang menolak mu di sana?" Tanya Naruto.
"…sialan kau, bocah." Kata Agil.
Mereka pun berhenti dan Asuna lega akan itu. Entah mengapa mereka menjadi saling mengejek, tapi setidaknya mereka berhenti. Tetapi keduanya langsung salaman layaknya panco.
"You've got guts, brat. You better keep that up." Kata Agil
"You better watch yourself, old man. I can't be always near you to safe your ass." Kata Naruto.
Asuna pun menepuk jidat melihat tingkah konyol mereka. Sesudah bersalaman mereka pun berbincang sebentar.
"Jadi kalian ini mau ke mana?" Tanya Agil.
"Ya… Kami mau pergi grinding sebentar untuk menaikkan skill dan exp. Mau ikut?" Ajak Naruto.
"Ah tidak, lagipula sebentar kita ada pembahasan strategi loh." Kata Agil.
"Ah benarkah?" Tanya Naruto.
"Benar. Makanya kalau rapat belum selesai, jangan asal kabur saja." Kata Agil.
"Ah… maaf maaf. Ngomong-ngomong kapan pembahasannya?" Tanya Naruto.
"Kita sedang istirahat sejenak, mungkin sekitaran satu jam lagi baru kita mulai membahasnya." Kata Agil.
"Oh… sepertinya itu cukup untuk latihan sebentar." Kata Naruto.
Naruto pun jadi teringat oleh salah satu anggota party nya.
"Oh iya, Aku lupa untuk mengajaknya." Kata Naruto.
Naruto pun langsung memberikan pesan ke Kirito. Tidak lama kemudian, pesannya dibalas. Kirito menolak untuk ikut grinding karena ada urusan lain. Setelah berbalas pesan, Naruto dan Asuna pun siap keluar untuk menaikkan skills mereka.
Setelah melakukan grinding, skills Naruto dan Asuna meningkat, walaupun tidak terlalu banyak. Skills Naruto untuk [Two-Handed Assaults Spear] mencapai 713, [One-Handed Sword] mencapai 711, [Parry] mencapai 739, [Armor Pierce] mencapai 692, dan [Meditation] tetap 470.
Sedangkan skills Asuna untuk [One-Handed Rapier] mencapai 527, [Parry] mencapai 736, [Armor Pierce] mencapai 709, dan [Meditation] tetap 467.
Sekarang mereka sedang mengikuti pembahasan strategi untuk dungeon boss lantai. Berdasarkan buku petunjuk, monster yang akan mereka hadapi adalah Ilfang The Kobold Lord. Ilfang The Kobold Lord ini memiliki minion bernama Ruin Kobold Sentinel yang akan membantunya. Ilfang The Kobold ini memiliki 4 bar HP. Di mana dalam keadaan awal, dia akan memakai kapak dan buckler, sebuah tameng, dan akan menggantinya menjadi talwar ketika nyawanya sudah merah. Di raid kali ini akan dibentuk tujuh party, yakni party A, party B, party C, party D, party E, party F, dan party G.
Party A dan party B bertugas sebagai tank party, di mana mereka akan menahan serangan dari Ilfang The Kobold Lord. Selanjutnya party C dan Party D sebagai penyerang utama, di mana mereka akan memberikan serangan sebesar mungkin kepada Ilfang The Kobold Lord.
Party E bertugas untuk menangani Ruin Kobold Sentinel, agar tidak mengganggu Party A, B, dan C. Dan terakhir party F dan party G bertugas sebagai support, di mana ketika party lain kesulitan, maka party ini akan menggantinya.
Tentunya komandan utama adalah Diavel, yang juga memimpin Party C. Naruto, Asuna dan Kirito sendiri masuk ke party E, lebih tepatnya support untuk party E. Setidaknya dengan ini pekerjaan Naruto menjadi mudah. Tidak dapat dipungkiri Naruto sedikit kecewa karena tidak bisa melawan boss nya. Tapi kalau bisa meningkatkan keselamatannya, Naruto tidak bisa menolaknya.
Setelah pembahasan strategi, mereka pun pergi ke urusan masing-masing. Ada yang bersenang-senang, ada yang langsung pergi istirahat dan sebagainya. Mereka akan berkumpul lagi di plaza jam 10 pagi di esok hari.
Naruto sendiri pergi plaza menikmati makanannya bersama Asuna. Dia mengambil posisi di pojokan untuk menghindari keramaian. Dia menikmati indahnya malam di Tolbana Town dengan lampu-lampu nya, musik, dan suasana khas dunia fantasi. Meski ini adalah musibah yang luar biasa, tetapi Naruto mengakui keindahan dunia Sword Art Online yang dibuat Kayaba. Mengingat Kayaba membuatnya merasakan perasaan yang campur aduk. Ada rasa sedih, senang, kecewa, bangga, dan amarah yang dirasakannya mengingat idolanya itu.
Ketika melihat bayangan bergerak, dia langsung dalam posisi jaga-jaga menghadapi makhluk tersebut. Ternyata yang ada di depannya hanya Kirito, jadi Naruto langsung kembali ke posisi tenang.
"Ehm bolehkah Aku duduk?" Tanya Kirito.
"Ya Silahkan." Kata Naruto.
Sambil mengucapkan terima kasih, Kirito pun mengambil posisi duduk.
"Jadi sudah berapa lama Kamu di kota ini?" Tanya Asuna.
"Aku baru datang kemarin. Jadi tidak lama juga. Kalian sendiri?" Tanya balik Kirito.
"Kami datang ke sini 2 hari yang lalu. Jadi tidak lama juga." Jawab Asuna.
Naruto yang berada di tengah-tengah mereka hanya mendengarkan saja. Asuna melihat pedaang Kirito dan merasa tidak asing dengannya.
"Ehm, kalau boleh tahu pedangmu itu pedang apa?" Tanya Asuna.
"Memang kenapa?" Tanya Kirito.
"Sepertinya Aku pernah melihat pedang itu." Kata Asuna.
Kirito yang mendengar itu hanya menaikkan alisnya. Tetapi dia mengeluarkan pedangnya dan memperlihatkan ke teman party nya.
"Pedang ini bernama Anneal Blade, Aku mendapatkannya dari quest di desa dekat kota pertama." Kata Kirito.
"Eh?! Mirip pedangmu kan Na- Menma?." Tanya Asuna.
Naruto yang mendengar itu hanya menepuk jidatnya saja. Sepertinya dia harus mencari lakban untuk menutup mulut temannya ini. Memberikan informasi dengan mudah itu sangat berbahaya. Dia pun menatap tajam ke Asuna memberikan pesan penting kepadanya. Asuna yang melihat itu langsung jadi gugup dan melanjutkan makannya.
Kirito yang mendengar itu sontak kaget karena tidak banyak orang yang mendapatkan pedang ini. Bahkan kemungkinan 10 hingga 20-an orang saja. Kirito pun melihat Naruto seakan menunggu sesuatu. Setidaknya dengan begini Naruto bisa memberikan niat baik untuk kerja sama kedepannya. Dia pun langsung mengeluarkan Anneal Blade nya dan memperlihatkannya ke Kirito.
"Ku kira kau pengguna tombak?" Tanya Kirito.
"Memang, tapi Aku juga menggunakan pedang juga." Kata Naruto.
"Hmm begitu. Jarang sekali menemukan orang yang menggunakan dua [Weapon Skill] utama." Kata Naruto.
"Ya begitu lah. Kamu sendiri? Apakah Kamu hanya menggunakan pedang saja?" Kata Naruto.
"Ya, Aku hanya menggunakan ini saja." Kata Kirito yang melihat pedangnya.
Naruto pun mengembalikan pedangnya ke inventory.
"Oh iya Kalau Asuna sendiri bagaimana?" Tanya Kirito.
"Aku pengguna Rapier." Kata Asuna.
"Oh, Jadi tombak, pedang, dan rapier ya. Sepertinya kita bisa menyelesaikan tugas kita." Kata Kirito.
"Tentu saja, lagi pula Aku tidak ada niat untuk mati di sini. Aku sudah berjanji kepada seseorang dan akan kuperjuangkan janjiku itu walaupun Aku harus melewati Neraka." Kata Naruto.
Entah mengapa mendengar sisi Naruto yang begini membuat Kirito menjadi kagum dan sedikit iri kepadanya. Dia jadi teringat akan keluarganya di rumah. Dia berjanji kepada dirinya di hari itu untuk bisa bebas dari permainan gila ini.
"Kau tahu, di hari itu juga Aku berjanji untuk keluar dari permainan ini. Aku memiliki orang yang menunggu ku di rumah, jadi Aku tak ingin membuat mereka menunggu lebih lama lagi." Kata Kirito.
Asuna yang mendengar perkataan Naruto jadi merenungkannya. Dia tahu dialah alasan dari janji itu. Maka dari itu dia juga akan berjuang sekuat tenaga untuk menjadi kuat dan pulang bersama Naruto.
"Yosh, Sudah selesai merenungnya. Saatnya kita istirahat karena besok adalah hari besar untuk kita." Kata Naruto bangkit dari tempat duduknya.
Asuna dan Kirito yang melihat Naruto juga jadi ikut berdiri, bersiap-siap untuk kembali ke penginapan masing-masing. Naruto dan Asuna pun mengucapkan sampai jumpa ke Kirito dan berpisah menuju ke penginapan masing-masing.
AN : Yo, Fool di sini, semoga kalian menyukai chapter ini.
Pertama-tama pastinya saya ingin mengucapkan terima kasih kepada yang sudah follow dan favorite cerita ini.
Selanjutnya mungkin kalian sadar kalau kali ini saya langsung upload dua chapter. Harusnya chapter 4 saya sudah upload di pekan sebelumnya. Tapi karena sibuk dengan urusan Real Life, jadinya nggak sempat.
Ok langsung saja saya membalas review :
Untuk Enchanter no shiroe, makasih atas reviewnya. Sedikit spoiler untuk kedepannya, plot atau storynya tentunya ada yang berbeda walaupun ada yang sama juga.
Untuk Namikaze cloud, makasih atas review dan supportnya.
Untuk maulanayusuf42, makasih atas reviewnya. Ngomong-ngomong ini sarannya atas dasar apa ya? Apa gara-gara adegan bertarung di chapter 3 ya? Soalnya niat awalnya itu tidak ada unsur dewasa. Tapi kalau memang sudah terhitung, nanti saya akan ubah.
Untuk Botak Licin, makasih atas supportnya. Kalau Anda senang, saya juga ikut senang. Dan ya jujur, sedikit sulit untuk menjelaskan system dari game Sword Art Online ini. soalnya berbeda dengan system RPG pada umumnya. Jadi Anda tidak sendiri.
Untuk SH1NE, makasih atas supportnya. Untuk ending, mungkin pemikiran kita berbeda. Tapi saya akan memberikan yang terbaik pada pembawaannya jadi Anda tetap puas membacanya.
Mungkin itu saja kali ini, sampai jumpa di chapter berikutnya. Peace.
