Warning : T rate/Contain Alpha, Omega, Beta/Kidnapped characters/Abuse behavior/Possessive Sukuna/Gojo is Alive/Yuuji being clueless/Megumi alive/Some death characters/Multi-pairing
Genre : Action/Angst/Hurt-comfort/Romance/Boys love
Pairing : (Belum ditentukan)
.
.
Learn To Love
All characters belong to Akutami Gege
.
.
Chapter 1
When Everything Is Begin
.
.
Megumi terdiam, menatap pemuda yang sedang berbicara di hadapannya dalam diam, akan tetapi pandangannya fokus mengamati.
"Aku senang kalian berdua baik-baik saja, maaf kalau aku sempat membuat kalian terkejut," ucap pemuda itu sambil tertawa renyah.
"Sesaat aku mengira kau benar-benar akan membunuhku, senpai!" Yuuji, teman sekelas Megumi tampak mengelus-ngelus dadanya.
"Huah, kalau itu terjadi Fushiguro pasti tidak akan memaafkanku!" Balas Yuuta setengah bercanda sambil melirik ke arah pemuda yang sedari tadi hanya menyimak.
"Ah, ya, ngomong-ngomong setelah semua ini selesai apa kau akan menetap, atau??"
"Sepertinya aku akan kembali ke Afrika..."
"Heeeeee!?" Yuuji tampak terkejut, kedua manik emasnya membulat tak percaya.
"Ke-kenapaa!?" Sambungnya lagi.
"Itadori, tenang! Aku akan kembali kemari bila dibutuhkan!"
"Ta-ta-tapi..., tapi, kenapa kau harus kembali ke sana? Berapa lama lagi kau akan pergi, Senpai?" Suara Yuuji terdengar begitu sedih.
"Mungkin setahun, atau beberapa tahun lagi..." Yuuta melemparkan senyum tipis.
"Ughh..." Megumi yang mendengar pernyataan itu mengepalkan tangannya diam-diam. Ia menunduk, menggigit bibir bawahnya sendiri. Entah seperti ada sebuah tombak menghantam hatinya saat ini setelah mendengar jawaban dari Yuuta.
"Senpai...? Kau tidak ingin kembali bersama kami...?" Kedua manik Yuuji berkaca-kaca, lalu ia melirik ke arah Megumi yang menunduk diam dan berbicara dalam hati, 'apa kau tak ingin kembali bersama dengan Megumi...? Kau tahu kalau dia sudah menantikan kepulanganmu sangat lama dan berusaha memperbaiki semuanya?' Tapi kata-kata itu hanya tersimpan di dalam benak Yuuji yang menatap Megumi dengan rasa khawatir.
Yuuta menangkap Yuuji sedari-tadi memerhatikan ke arah Megumi, membuatnya jadi merasa agak sedih dan kecewa. Tapi di sisi lain dia bahagia kalau keduanya saling memikirkan satu sama lain.
"Ah, sudahlah, lebih baik kalian istirahat, jangan khawatir aku akan berjaga di sini, kalian pasti sangat lelah. Tidurlah untuk sejenak dan menjaga kekuatan kalian."
Yuuta memutuskan untuk tidak melanjutkan pembicaraan yang tadi semakin jauh karena hanya akan membuatnya merasa sakit, tapi tidak apa, dia sudah terbiasa akan hal itu, yang terpenting adalah sekarang, mereka semua harus kuat untuk memenangkan cullin game.
Pemuda itu mematikan api unggun yang tadi dia buat, kemudian ia mengeluarkan seperti matras panjang dari tas yang ia bawa dan membersihkan tempat yang akan dia jadikan tempat mereka bermalam, Yuuji dan Megumi ikut membantu tentunya. Setelah dirasa sudah bersih dari debu dan puing, Yuuta menggelar matras itu.
"Lebih baik kita istirahat sekarang, besok akan jadi hari yang panjang."
Yuuta diam sejenak, ia menunggu Yuuji dan Megumi untuk duluan. Megumi langsung mengambil posisi di paling kanan. Yuuji yang melihatnya segera bergeser ke paling kiri karena dia berasumsi Yuuta akan mengambil posisi tidur di tengah.
"Tidurlah, aku akan menjaga kalian di sini."
Dugaan Yuuji salah, ternyata pemuda itu memilih untuk duduk di antara puing bebatuan yang sudah runtuh di seberang mereka, hal ini membuat Yuuji bertanya-tanya. Ada apa dengan sikap Yuuta? Sekilas memang tidak ada yang salah, tapi ini jelas salah. Dia tahu bagaimana perasaan Yuuta terhadap Megumi dan sebaliknya. Bukankah mereka saling menyukai dan membutuhkan? Tapi kenapa Yuuta seakan menjaga jaraknya jauh dari Megumi?
Yuuji kembali teringat akan peristiwa pertengkaran itu sebelum Yuuta ditugaskan pergi ke Afrika. Tiba-tiba saja Yuuji jadi merasa sangat bersalah. Semua itu terjadi karena kesalah-pahaman dan karena dirinya. Apakah Yuuta dan Megumi masih belum bisa memperbaiki semua itu? Ah, Yuuji merasa sakit. Dia ingin menangis, ia telah membuat Megumi dan Yuuta jadi seperti ini.
"Itadori-kun?? Kau tidak apa-apa?"
Yuuji tersadar ketika mendengar suara seseorang memanggilnya dengan penuh kecemasan. Ia melihat ke atas dan mendapati Yuuta sudah berada di sampingnya dengan tatapan lembut.
"A-aku tidak apa-apa, Senpai..." Yuuji akhirnya terbangun.
"Tapi kau menangis, kau yakin tidak apa-apa?" Yuuta mengusap jejak air mata yang mengalir dari kedua pipi adik kelasnya.
Yuuji merasa sedikit merinding dengan sentuhan tangan yang diberikan Yuuta di wajahnya. Ada sensasi hangat dan lembut. Seketika ia sadar Megumi juga ada di sana. Tapi ia melihat pemuda itu sudah tertidur dengan membelakanginya.
"Ah, maaf aku hanya sudah melalui hal berat dan semuanya, maaf, senpai tidak perlu khawatir, aku akan kembali tidur."
Yuuji dengan cepat membaringkan tubuhnya kembali dan berbalik ke arah yang berlawanan dari Yuuta.
.
.
.
Hari masih terlalu pagi kala itu, tapi Yuuji sudah terbangun karena semalam tidurnya tak tenang. Ia melihat Megumi sepertinya masih terlelap. Tatapannya beralih pada Yuuta yang sepertinya setengah terjaga. Yuuji dapat menangkap pemuda itu kelelahan memutuskan untuk menghampiri.
"Senpai, tidurlah sebentar, aku yang akan berjaga, " ucap Yuuji sambil duduk di sebelah Yuuta yang langsung membuka matanya dan menatap Yuuji.
"Itadori? Kau sudah bangun? Bukankah ini masih terlalu pagi?" Yuuta memerhatikan Yuuji yang duduk di sebelahnya sambil bersandar pada dinding batu.
"Haha, yah, tidurku memang tidak nyenyak..." Yuuji tertawa garing. "Kalau mau tidur, aku bisa menggantikan mu berjaga sebelum matahari benar-benar terbit!"
"Hmm, baiklah, jangan lupa bangunkan aku satu jam lagi..." Yuuta akhirnya menerima saran dari Yuuji untuk istirahat sejenak. Yah, sejak datang dari Afrika dia memang belum sempat istirahat meski lima menit karena ia terlalu mencemaskan Megumi dan Yuuji.
Yuuji menatap pemuda yang lebih tua di sebelahnya mulai terpejam, dan tak lebih dari lima menit napas pemuda itu terdengar statis seperti melodi. Yuuji menghela napas lega melihat Yuuta dapat tertidur.
.
.
.
Megumi akhirnya terbangun, namun hal yang pertama dilihatnya adalah pemandangan yang sangat tak disukainya. Di sana ia melihat Yuuta tengah tertidur bersandar pada pundak Yuuji yang kepalanya diletakkan di atas kepala sang kakak kelas. Ah, ia merasa dadanya sesak dan panas. Tapi semua itu harus ia tahan karena ini bukan saat yang tepat untuk marah.
Megumi berdiri dan berjalan menghampiri keduanya. Rasa tak rela saat melihat kakak kelasnya bersandar pada Yuuji dengan sangat nyaman. Pelan-pelan ia mendekati Yuuji, hendak untuk memisahkan keduanya. Tapi gerakan itu justru membuat Yuuta kembali terbangun.
"Ah, Fushiguro..."
Yuuta yang mendengar suara pergerakan reflek membuka matanya, dan ia mendapati Megumi berada di sebelah Yuuji dengan kepalanya yang tersandar di dadanya. Seketika Yuuta tersadar, ia bergerak agak menjauhkan posisinya dari Yuuji.
"Maaf, Fushiguro- kun aku rasa tadi kami hanya tertidur," ucap Yuuta dengan berusaha untuk tidak fokus melihat sikap si pemilik 10 bayangan. "Aku mau cuci muka, kau bangunkan Yuuji." Pemuda itu bergegas berdiri dan berjalan menelusuri lorong yang setengahnya sudah hancur menjadi puing.
"Mmmh..." Beberapa saat kemudian Yuuji terbangun, dan ia terkejut saat sadar kalau ia ketiduran.
"Eh, aku ketiduran lagi!? Astaga!" Yuuji mengamati sekeliling dan baru menatap ke arah Megumi yang berada tak jauh di depannya sedang merapihkan matras.
"Fushiguro! Okkotsu-senpai, kemana?"
"Dia hanya pergi sebentar, nanti juga kembali."
Benar saja, tak berapa lama sosok yang dicari pun muncul. Ia berjalan sambil membawa beberapa bungkusan.
"Aku menemukan ini di dalam sana, kurasa masih cukup layak untuk dimakan." Yuuta ternyata mengumpulkan beberapa ransum makanan yang kemudian segera dibagikan kepada Yuuji dan Megumi. "Makanlah untuk mengisi tenaga," ucapnya lagi.
Megumi dan Yuuji menuruti ucapan Yuuta, karena biar bagaimana pun mereka masih harus melalui semua ini dan mereka harus bisa bertahan.
.
.
.
Yuuta memutuskan untuk segera ikut masuk ke dalam cullin game sementara Yuuji dan Megumi memilih untuk kembali ke sekolah berkumpul dengan yang lain dan bertemu dengan Gojo.
"Kalian hati-hati, Itadori, jaga Fushiguro dan Fushiguro jaga Itadori," ucap Yuuta sebelum akhirnya dia benar-benar pergi.
Keadaan menjadi hening sesaat, baik Megumi atau pun Yuuji sama-sama memandang punggung Yuuta yang semakin lama semakin menjauh dari jarak pandang mereka.
"Kita juga harus cepat, ayo!!" Yuuji segera berbalik seakan menyadarkan Megumi yang masih berdiri mematung di sana.
"Ya..., ayo..."
.
.
.
To be continued
