Setelah pertemuan singkat dengan Baekhyun, Chanyeol berjalan lambat menuju sekolahnya. Ia sama sekali tidak khawatir jika kelasnya akan segera berkahir. Sesampainya di sekolah—tepat di saat jam istirahat—Chanyeol tidak langsung masuk ke kelas, ia lebih dahulu kembali ke ruang OSIS. Chanyeol diam di tempatnya dengan kening berkerut.

"Hyung, kau kemana saja dari tadi?" seseorang yang baru saja masuk ke ruang OSIS mengalihkan perhatian Chanyeol.

"Jongin," sahut Chanyeol sambil mempersilakan adik kelasnya tersebut untuk duduk. "Dari EXO High School. Kau ada perlu?" giliran Chanyeol yang bertanya.

Jongin mengangguk. "Iya, klub dance bisa pinjam aula untuk besok?"

Chanyeol mengangguk singkat. "Boleh. Kalian mau apa?"

"Buat video promosi," jawab Jongin.

"Bagus. Memang seharusnya semua ekstrakurikuler sudah dimulai sejak awal tahun ajaran. Kau juga, baru tahun pertama, tapi kau rajin sekali," puji Chanyeol pada Jongin.

"Tentu saja." Kai tersenyum bangga. "Ah hyung, kau tadi sedang memikirkan apa?" Jongin kembali bertanya karena rasa penasarannya.

Chanyeol menghela napas sebelum menjawab. "Ketua OSIS EXO High School."

Jongin mengernyit bingung. "Kenapa?"

Chanyeol mengedikkan bahu. "Dia orang yang unik. Ini pertama kalinya aku bertemu dengan orang yang disiplin tapi mulutnya begitu pedas seperti dia."

Jongin mendengus. "Dia memarahimu?" tebak Jongin yang seratus persen benar. Jongin tertawa puas melihat Chanyeol yang bergumam kesal mendengar perkataannya. "Aku betul? Kau diceramahi?"

"Kau meledekku?" kata Chanyeol kesal mendengar tawa Jongin yang makin keras.

"Dari reaksimu, aku yakin dia memarahimu habis-habisan," tebak Jongin yang lagi-lagi benar. "Dimarahi Suho hyung kau biasa saja, tapi dimarahi ketua OSIS sekolah tetangga kau langsung menciut."

"Menciut?" Chanyeol makin kesal karena Jongin tertawa makin keras. "Memangnya kau tadi ada di sana?" kata Chanyeol kesal.

Chanyeol segera berdiri dari kursinya untuk menangkap Jongin yang masih puas tertawa. Chanyeol makin kesal lagi saat Jongin dengan gesit menghindarinya dan berlari secepat kilat menuju pintu. Tepat sebelum Kai membuka pintu, seseorang dari luar sudah terlebih dahulu membukanya. Begitu familiar dengan pemuda yang baru saja masuk, Jongin segera bersembunyi di belakangnya untuk menghindari Chanyeol.

"Jongin! Jangan sembunyi!" teriak Chanyeol masih mencoba menangkap Jongin tidak peduli pada wakil ketua OSIS-nya yang dijadikan tameng oleh Jongin.

"Kalian kenapa, sih?" pemuda dengan name tag Do Kyungsoo itu berusaha untuk pergi dari kekacauan ini. Jongin yang masih sibuk tertawa menahan Kyungsoo dan tetap bersembunyi di belakangnya. Alhasil, Kyungsoo harus mendorong Chanyeol menjauh darinya.

"Ada apa dengan kalian?" tanya Kyungsoo kesal.

"Chanyeol hyung marah-marah tidak jelas," jawab Jongin menyalahkan Chanyeol. Bermain peran sebagai korban.

"Yang membuatku kesal siapa, ha?" balas Chanyeol masih dengan nada kesal.

Kyungsoo mengibas-ngibaskan tangannya untuk menyudahi pertengkaran kekanak-kanakan ini. "Berisik kalian berdua," kata Kyungsoo dan langsung duduk di sofa diikuti oleh Jongin dan Chanyeol. "Bagaimana rapatnya, lancar?" tanya Kyungsoo pada Chanyeol.

Chanyeol mengangguk singkat. "Lancar, tapi kalau urusan pribadi dengan ketua OSIS-nya sama sekali tidak," jawab Chanyeol.

"Dia kena marah," celetuk Jongin yang hampir dilempari Chanyeol dengan vas bunga di atas meja.

"Kau membuatnya kesal?" tanya Kyungsoo lagi. "Jangan sembarangan berurusan dengan Baekhyun. Dia bisa saja mematahkan semua tulangmu kalau dia mau."

Chanyeol terkejut mendengar Kyungsoo menyebut nama Baekhyun dengan begitu akrab. "Kau kenal dengan Baekhyun?"

Kyungsoo mengangguk. "Um, kami satu SMP," jawabnya santai.

Mendengar jawaban singkat Kyungsoo, Chanyeol tiba-tiba bersemangat. Saking senangnya mendengar fakta bahwa Kyungsoo dan Baekhyun berteman, Chanyeol langsung melompat ke samping Kyungsoo.

"Kyungsoo, help me!" minta Chanyeol dengan suara melengking membuat Kyungsoo dan Jongin langsung menutup telinga.

"Tidak!" jawab Kyungsoo tanpa mendengarkan permintaan Chanyeol terlebih dahulu. Melihat Chanyeol yang baru akan mengeluarkan protes, Kyungsoo kembali berbicara. "Kau pasti mau minta tolong yang aneh-aneh, kan?"

"Tidak kok," sangkal Chanyeol, "tolong ya, please," Chanyeol memelas hingga membuat Jongin dan Kyungsoo tidak tahan. Tidak tahan ingin muntah.

"Minta tolong apa?" tanya Kyungsoo akhirnya mau mendengarkan Chanyeol.

Chanyeol ragu-ragu sebentar dan kemudian berbisik, tidak mau Jongin ikut mendengar. Baru beberapa kalimat yang ia katakan, Chanyeol langsung didorong oleh Chanyeol dan menolak permintaannya.

"Tidak! Aku tidak mau!" Kyungsoo menolak mentah-mentah. "Lagipula, untuk apa kau ingin tau hal seperti itu?"

"Kyungsoo, please..." Chanyeol merengek masih belum menyerah. Chanyeol bahkan membuang harga dirinya agar Kyungsoo mau mengabulkan permintaannya. Tidak peduli pada Jongin yang memandangnya amit-amit.

"Mau kaupaksa pun aku tetap tidak mau," tolak Kyungsoo dengan wajah datarnya.

"Kau tidak mau bantu? Ya sudah kalau begitu," balas Chanyeol yang langsung membuat Kyungsoo bingung. Bukankah biasanya Chanyeol akan terus memaksa hingga permintaannya dikabulkan?

Dengan santai, Chanyeol duduk santai di sofa. Ia mengambil ponselnya dan mulai sibuk sendiri. Ia sama sekali tidak peduli lagi pada Jongin dan Kyungsoo di depannya. Bersenandung kecil, Chanyeol fokus dengan apa yang ia kerjakan di ponselnya.

Kyungsoo menyipitkan matanya curiga. Jelas Chanyeol sedang melakukan hal yang konyol agar ia mengabulkan keinginannya. Kyungsoo akhirnya mengintip apa yang Chanyeol lakukan di ponselnya. Kedua mata Kysungoo membulat saat mengetahui apa yang dikerjakan Chanyeol. Ia langsung saja mengambil ponsel Chanyeol sebelum pemuda itu sempat menghapus tugas-tugasnya yang memang sengaja ia titipkan pada Chanyeol.

Chanyeol menampilkan seringainya. "Ayolah, membuat ulang semua tugas itu tidak akan sulit. Kau hanya perlu begadang lagi tiga malam."

Serangkaian kata-kata umpatan meluncur mulus dari mulut Kyungsoo. "Sialan. Tidak salah Baekhyun mengomelimu."

Chanyeol tersenyum penuh kemenangan. Ia segera mengambil kembali ponselnya sebelum Kyungsoo sempat mengirim dokumen-dokumen tersebut ke ponselnya. Ia bahkan mengangkat tinggi-tinggi ponselnya saat Kyungsoo berusaha untuk menggambilnya. "Kalau kau mau tugasmu selamat, bantu aku."

"Iya!" teriak Kyungsoo terpaksa. "Brengsek kau," gumamnya saat Chanyeol menyeringai lebar.

"Wah, kau benar-benar licik, hyung." Jongin menggeleng-geleng melihat kelakuan Chanyeol.

"Bukan licik, tapi cerdik," balas Chanyeol.

Bantal sofa langsung melayang kearah Chanyeol, tidak perlu ditanya lagi siapa pelakunya. Kyungsoo masih menatap Chanyeol dengan kesal. "Aku hanya akan membantumu kali ini saja."

.

"Hyung, kau mau membantuku belajar di rumahku?" tanya Baekhyun yang baru saja keluar gerbang sekolah bersama Minseok.

Minseok mengangguk. "Boleh," jawab Minseok, "Lagipula, aku belum pernah ke rumahmu, 'kan?"

"Iya juga ya."

Keduanya terus mengobrol hingga ponsel Baekhyun tiba-tiba berbunyi, menandakan adanya panggilan masuk. Baekhyun segera mengangkat panggilan teleponnya setelah tersenyum lebar melihat nama yang tertera di layar ponselnya. "Uri Kyungsoo-ya~" sapa Baekhyun dengan nada ceria. "Boleh kok, boleh. Kau datang saja ke rumahku hari Minggu besok. Oke. Bye bye," Baekhyun mengakhiri panggilannya.

"Siapa?" tanya Minseok penasaran.

"Temanku," jawab Baekhyun, "dia mau gabung belajar bersama besok, boleh kan, hyung?"

"Tentu, dia kan temanmu," jawab Minseok sama sekali tidak mempermasalahkannya.

"Aku tunggu besok di rumah ya. Ah, juga, Kyungsoo itu anggota paduan suara SM High School, lho," kata Baekhyun memberitahu Minseok.

Minseok berseru. "Benarkah? Aku tidak sabar untuk bertemu dengannya."

Besoknya, sesuai janji mereka, Minseok tiba di kediaman Baekhyun pada jam satu siang. "Rumahmu sejuk sekali," kata Minseok saat pertama kali masuk ke rumah Baekhyun. "Ngomong-ngomong, kenapa sepi?" tanya Minseok yang sudah duduk di sofa.

"Appa dan eomma sedang tidak di rumah. Appa ada perjalanan dinas, dan eomma sibuk di toko," jawab Baekhyun dari dapur, mengambil beberapa camilan.

Minseok mengangguk mengerti. Saat Baekhyun kembali dari dapur, Minseok terkejut karena Baekhyun tidak sendirian. Seekor corgi dengan cepat berlari kerahnya, Minseok berseru. "Ini Mongryong?"

Baekhyun mengangguk dan gemas melihat Minseok yang langsung menggendong Mongryong. "Main dulu saja dengan Mongryong, aku mau ke kamar mandi."

Minseok mengangguk dan Baekhyun dengan secepat kilat melesat pergi menuju kamar mandi. Minseok yang masih gemas dengan Mongryong dikagetkan oleh bunyi bel. Tanpa perlu menunggu Baekhyun, Minseok segera pergi ke depan untuk membukakan pintu.

Dengan senyum lebar, Minseok menyambut pemuda di depannya. "Kyungsoo?"

Kyungsoo sedikit membungkuk kepada Minseok, memperkenalkan dirinya. "Salam kenal, Minseok-ssi," sapanya sopan. Baekhyun sudah memberitahunya tentang Minseok sebelumnya.

"Jangan kaku begitu," kata Minseok dengan senyuman, "aku lebih suka kalau dipanggil hyung."

Kyungsoo ikut tersenyum. "Oke, Minseok hyung." Keduanya pun segera masuk dan mulai mengakrabkan diri.

Saat memasuki rumah Baekhyun, Kyungsoo menghela napasnya. Tidak menyangka kalau ia benar-benar menuruti permintaan konyol Chanyeol. Kyungsoo hanya bisa berharap bahwa Baekhyun tidak akan curiga saat ia mulai melontarkan pertanyaan-pertanyaan aneh itu nanti.

.

TBC

.


.

A/N

Hei hei hei semua~ ketemu lagi di chapter 2~ chapter ini agak bosenin ya? Sabar dulu ya, ini baru permulaannya kok:)

Btw, thanks buat yang udah mampir^^ walau aku gak tau apa ada yang nungguin cerita ini...

That's all for today

See you!

Virgo