"Kyungsoo, kau anggota paduan suara?" tanya Minseok pada Kyungsoo yang mengangguk sebagai jawaban. "Aku juga! Kita akan sering bertemu nih, untuk acara yang kita siapkan di festival."

Kyungsoo tampak ikut senang mengetahui bahwa Minseok adalah anggota paduan suara sepertinya. "Serius hyung? Mohon kerja samanya," kata Kyungsoo dan dibalas Minseok dengan sebuah senyum.

Untuk beberapa saat, ketiganya sibuk belajar. Hingga rasa lapar datang, mereka memilih beristirahat. Baekhyun memesan tiga porsi jjajangmyeon karena malas memasak.

Sambil menikmati makan siang, Kyungsoo memulai topik pembicaraan baru. "Baekhyun, kau sudah punya pacar?"

Baekhyun memberi jeda sesaat sebelum menjawab. "Kau meledekku? Kau tau sendiri kalau aku punya pacar kau adalah orang pertama yang akan kuberitahu. Memangnya kenapa?"

"Cuma penasaran," jawab Kyungsoo sebelum melanjutkan makan siangnya. "Lalu, tipe yang disuka dan yang tidak disuka?"

Baekhyun berpikir cukup lama. "Tidak ada yang spesifik, yang penting disiplin dan perhatian. Dan yang tidak disuka... kalau orangnya menyebalkan, sering mengganggu pekerjaanku dan seenaknya mengambil waktuku," jawab Baekhyun. "Serius, kau nanya untuk apa?"

Kyungsoo menggeleng dengan cepat. "Bukan apa-apa," jawabnya.

Baekhyun menyipitkan matanya curiga dan kemudian berseru. "Temanmu ada yang naksir padaku, ya?" tebak Baekhyun bersemangat. "Cantik atau imut?" tanya Baekhyun bersemangat. "Kalau dia meminta bantuanmu... pasti tipe cewek pemalu!"

Kyungsoo merasa bersalah melihat Baekhyun yang sangat kegirangan. Tipe cowok tidak tau malu sih, iya, jawab Kyungsoo dalam hati.

"Kenalkan dia padaku!" minta Baekhyun begitu berharap.

Kyungsoo hampir tersedak karena permintaan Baekhyun. Dia tidak tahu harus membalas apa. "Itu... sebaiknya tidak usah," kata Kyungsoo membuat Baekhyun cemberut. "Kau tidak akan menyukainya."

"Kenapa?" Minseok ikut bergabung dengan pembicaraan mereka. "Dia menyebalkan?" tebak Minseok.

"Sangat menyebalkan," jawab Kyungsoo tanpa ragu-ragu. "Lagipula, sepertinya dia bertanya bukan karena suka, tapi karena penasaran," Kyungsoo kembali membuat Baekhyun kecewa.

"Padahal aku sudah bersemangat sekali," kata Baekhyun sedih, makin membuat Kyungsoo merasa bersalah. "Kau yakin dia tidak menyukaiku?"

Kyungsoo mengangguk ringan. Tidak mau memperjelas lagi, takut jika Baekhyun makin cemberut dan malah makin penasaran dengan temannya ini. Dan pada akhirnya hanya akan membuat Baekhyun kesal karena tau kalau yang bertanya adalah Chanyeol.

.

Baekhyun berlari sekuat tenaga mengelilingi lapangan sekolah. Alasannya yaitu, Park Chanyeol yang mengejarnya tanpa mau menyerah. Terkutuklah kaki-kakinya yang pendek. Chanyeol dengan mudah mengejar Baekhyun dan menarik kemejanya, memaksa Baekhyun untuk berhenti.

"Kau sedang apa sih, kaki panjang sialan?" tanya Baekhyun dengan napas terengah-engah.

"Aku yang seharusnya bertanya, kenapa kau lari di lapangan?" Chanyeol balas bertanya, sama lelahnya.

"Dilarang lari di koridor."

"Maksudku, kenapa kau lari dariku?" tanya Chanyeol lagi, makin dibuat lelah oleh Baekhyun.

"Tidak ada alasan khusus," jawab Baekhyun yang seketika membuat Chanyeol kesal. "Kau mau apa ke sini? Rapatnya besok," tanya Baekhyun dan memilih untuk duduk di lapangan.

"Mengganggumu," jawab Chanyeol dan langsung mendapat pukulan sayang dari Baekhyun di belakang kepalanya.

"Kembali ke sekolahmu, jam istirahat sebentar lagi berakhir," usir Baekhyun.

Chanyeol tersenyum lebar. "Kau perhatian sekali," balasnya yang kembali diberi bogem mentah oleh Baekhyun.

Baekhyun segera berdiri dari tempatnya. "Terserah, aku mau balik ke kelas," kata Baekhyun meninggalkan Chanyeol. Namun, Chanyeol dengan cepat berdiri dan menyusul Baekhyun. "Sialan, brengsek, bangsat," maki Baekhyun mendorong Chanyeol menjauh.

Chanyeol malah tertawa mendengar makian Baekhyun padanya. "Kasar sekali. Kau itu ketua OSIS, jadi contoh murid satu sekolah. Jangan ngomong kasar," kata Chanyeol dengan nada mengejek.

Baekhyun memasang kuda-kudanya. Bersiap untuk menendang Chanyeol, tapi pemuda itu sudah lebih dahulu menjaga jaraknya. "Balik ke sekolahmu sana!" usir Baekhyun lagi, ia terdengar lelah.

"Sebelum itu, jawab dulu pertanyaanku," kata Chanyeol. Baekhyun pasrah dan membiarkan Chanyeol memberinya satu pertanyaan. "Hari Minggu besok kau luang?"

"Aku ada bimbel," jawab Baekhyun dingin.

"Siangnya? Kau kan bimbel cuma sampai jam duabelas," tanya Chanyeol lagi.

Baekhyun mengernyit karena Chanyeol masih ngotot. Ia lebih bingung lagi karena Chanyeol tahu jadwal bimbingan belajarnya. "Aku ada urusan."

Chanyeol mendengus, bersiap untuk mengejek. "Apa? Kencan?"

"Iya."

Jawaban singkat yang tidak terduga itu langsung membuat Chanyeol terdiam. Namun, Chanyeol tertawa lima detik setelahnya. "Kencan dengan siapa? Pacar saja tidak punya."

Baekhyun memelototi Chanyeol yang tertawa puas. "Mau sama siapa itu bukan urusanmu! Lagian, darimana kau tau kalau aku tidak punya pacar? Jangan sok tau."

Chanyeol akhirnya berhenti tertawa, tapi seringainya masih menghiasi wajahnya. "Oh, jadi ada kemungkinan kalau kau punya pacar?" tanya Chanyeol masih meledek. "Bagus, soalnya aku suka merebut pacar orang."

Baekhyun terkejut mendengar perkataan Chanyeol. "Kau mau merebut pacarku?"

Chanyeol menghela napas panjang. "Bukan, tapi aku mau merebutmu dari pacarmu," jelas Chanyeol menegaskan.

Baekhyun berpikir cukup lama untuk memproses perkataan Chanyeol. Setelah beberapa saat, barulah Baekhyun berseru. Dengan segera ia memasang kuda-kuda dan langsung memberikan Chanyeol tendangan rendah sebelum pemuda itu sempat untuk lari. "Sialan!" teriak Baekhyun dan kemudian segera berlari meninggalkan Chanyeol yang kesakitan di lapangan.

"Baekhyun-ah!" teriak Chanyeol memanggil Baekhyun, yang tentu saja percuma. Chanyeol segera berdiri dan memutuskan untuk kembali ke sekolahnya. Sebelum ia benar-benar pergi, Chanyeol sekali lagi berteriak lebih keras. "Sampai jumpa hari Minggu!"

Sunyi untuk sesaat, hingga... "Cepat pergi, brengsek!"

Chanyeol tertawa lepas saat mendengar balasan Baekhyun dari dalam gedung sekolah. Chanyeol akhirnya bisa meninggalkan EXO High School dengan perasaan puas.

Di dalam gedung sekolah, Baekhyun berusaha menenangkan dirinya. Sesekali meninju dinding di depannya untuk meredam emosinya.

"Hyung, yang teriak barusan itu kau?"

Baekhyun menoleh mendengar suara adik kelasnya yang familiar. "Iya," jawab Baekhyun yang sudah mulai tenang.

Pemuda dengan name tag Kim Taehyung itu menggeleng kagum. "Jarang-jarang aku mendengarmu mengumpat di sekolah. Ada apa?" tanya Taehyung pada Baekhyun.

"Jangan tanya, nanti aku emosi lagi, kau yang kutendang." Perkataan Baekhyun langsung membuat Taehyung mengangguk patuh. "Ah, Taehyung, kau kenal banyak cewek, 'kan?" tanya Baekhyun tiba-tiba.

Taehyung tersenyum bangga sebelum menjawab. Senyum yang menurut Baekhyun sebelas-duabelas dengan senyum Chanyeol. "Tentu, aku kan si Tuan Populer." Jawaban Taehyung membuat Baekhyun tidak tau harus bereaksi seperti apa. "Mau aku jodohin, hyung?" tanya Taehyung.

"Aku tidak minta dijodohin, sih," jawab Baekhyun. Ia malu-malu menjelaskan maksud sebenarnya. "Aku cuma ingin mencobanya. Kau tau sendiri kalau aku benar-benar tidak punya pengalaman, jadi aku tidak tau bagaimana caranya mendekati perempuan," jelas Baekhyun. Walau alasan yang sebenarnya adalah, karena dia ingin menemukan seorang pacar dan membungkam mulut sialan Chanyeol.

"Oh, begitu ya," kata Taehyung mengerti. "Sebaiknya kau ikut kencan kelompok, hyung" saran Taehyung, "lebih ramai lebih asyik."

"Kau bisa membantuku? Aku tidak pernah ikut hal seperti itu sebelumnya," Baekhyun kembali meminta tolong.

Taehyung mengangguk ringan. "Ya bisa lah, apa sih yang tidak bisa kulakukan."

"Hadir di setiap rapat OSIS."

"Itu lain lagi. Urusan yang seperti ini aku jagonya," balas Taehyung membuat Baekhyun sedikit jengkel. Ia kemudian mengambil ponselnya dan mulai terlihat sibuk sendiri. "Oke, kebetulan ada empat temanku yang free hari Minggu besok."

"Minggu? Aku ada bimbel," kata Baekhyun membuat Taehyung berpikir.

"Selesainya jam berapa?"

"Sekitar jam duabelas."

"Oke, kalau begitu jam dua," kata Taehyung memutuskan jadwalnya. "Apa kau ingin mengajak temanmu juga hyung?"

Baekhyun berpikir. "Kau bawa teman-temanmu saja, aku tidak yakin kalau teman-temanku ada yang mau diajak."

"Oke, untuk tempatnya aku akan memberitahumu nanti," kata Taehyung. "Hyung, jangan lupa untuk berdandan sedikit. Jangan buang-buang kesempatanmu," ingat Taehyung karena ia begitu mengenal Baekhyun yang tidak memperhatikan penampilannya sendiri.

Baekhyun mengangguk dengan malas. "Iya iya. Sudah, kau ke kelas sana," kata Baekhyun pada Taehyung yang sibuk dengan ponselnya. Mungkin sedang membuat janji dengan teman-teman wanitanya.

"Iya hyung, iya," balas Taehyung yang selalu kesal bila ditegur oleh Baekhyun. "Ah, hyung, besok di kencan kelompok, kau santai saja ya. Jangan terlalu disiplin."

Baekhyun hanya menghela napas malas. "Iya, kuusahakan."

"Oke, aku ke kelas duluan. Bye, hyung!" dan Taehyung langsung berlari menuju kelasnya.

"Dilarang lari di koridor!" teriak Baekhyun yang hanya dianggap angin lalu oleh Taehyung. "Serius, kenapa sih dia masuk OSIS?"

.

Besoknya, rapat antara pengurus OSIS kedua sekolah berlangsung dengan lancar. Bahkan Taehyung yang biasanya tidak hadir memaksakan diri untuk datang. Setelah rapat pun, anggota OSIS dari kedua sekolah masih mengobrol untuk mempererat pertemanan. Beberapa orang juga sudah lebih dahulu keluar untuk sekadar berkeliling sekolah.

"Baekhyun-ah, temani aku ke kantin," kata Chanyeol pada Baekhyun.

Baekhyun tampak sedikit kesal mendengar Chanyeol yang memanggil namanya dengan cara yang begitu akrab. "Pergi saja sendiri," balas Baekhyun dingin.

"Aku tidak tau di mana kantinnya."

"Tanya Sehun, dia tau," kata Baekhyun menunjuk Sehun. Namun, yang ditunjuk oleh jarinya hanyalah kursi kosong.

"Dia sudah keluar dari tadi," kata Chanyeol sedikit tersenyum melihat raut kesal Baekhyun.

"Kalau begitu Kyungsoo. Dia juga tau kok."

Chanyeol tertawa kecil. "Baekhyun-ah, apa kau sadar jika hanya ada kita berdua saja di ruangan ini?" tanya Chanyeol.

Baekhyun memandang sekeliling dan baru menyadari kesunyian di ruang OSIS. "Ya sudah, susul saja teman-temanmu, atau tanya pada orang lain," balas Baekhyun yang segera berdiri dan berjalan keluar.

Tentu Chanyeol mengikuti Baekhyun. Bahkan ketika Baekhyun terus mengomel, Chanyeol tetap saja mengikutinya seperti seekor anak anjing yang tersesat.

"Jadi, bagaimana? Hari Minggu besok kita ketemuan di mana?" tanya Chanyeol membuat Baekhyun menghela napas.

"Aku punya urusan, Park Chanyeol," balas Baekhyun kesal.

"Kencan?" tebak Chanyeol dengan nada mengejek.

Bukannya melepaskan tinjunya seperti biasa, Baekhyun malah tersenyum pada Chanyeol. "Iya, kencan. Jadi, menyerahlah," kata Baekhyun menekankan setiap perkataannya dan berjalan cepat meninggalkan Chanyeol.

Chanyeol terdiam di tempatnya. Masih memperhatikan Baekhyun yang makin menjauh. "Hah, kau paling tidak suka dengan orang yang menyebalkan dan mengambil waktumu, kan? Yah, persiapkan dirimu untuk kuganggu, Byun Baekhyun."

.

TBC

.

.

A/N

Good morning, good afternoon, good evening everyone~ chapter 3 datang~~ agak telat update, soalnya aku sibuk nyelesaian anime-anime dan drama yang udah kutumpuk dari sebelum ujian... heheh...

How? Masih ada yang nungguin cerita ini? Kalau emang ada, gomawo~^^ and thanks buat ChanBaek09 yang tetap nungguin cerita ini dan udah ninggaling komen juga^^

Btw, udah masuk bulan Ramadan nih... Kalau ada yang nanya apa aku bakal tetap update, jawabannya adalah... Yes, aku bakal tetap lanjut kok... Tapi aku update-nya setelah buka ya^^

Ja, sekian buat chapter kali ini, aku juga gak mau nambah words lagi...

See you!

Virgo