Taehyung menjadi yang pertama tiba di tempat kencan kelompok. Sesekali ia memeriksa ponselnya, menghubungi teman-temannya yang belum datang. Ia kemudian tersenyum lebar saat melihat hyung kesayangannya datang. "Hyung! Wah, kau tampan sekali hari ini," puji Taehyung setibanya Baekhyun.
"Maksudmu biasanya aku tidak tampan?"
"Tampan kok," jawab Taehyung segera sebelum Baekhyun marah padanya, "tapi, hari ini tampaaaan sekali."
"Semoga saja kau jujur," balas Baekhyun, "aku tak mau menghajar orang hari ini."
Taehyung meneguk ludah gugup, bisa-bisa kencan hari ini berubah menjadi pemakamannya. Sebelum Baekhyun makin kesal, dua pemuda lainnya datang dan langsung menyapa mereka.
"Taehyung, sudah lama nunggu?" sapa Hoseok, teman sekelas Taehyung.
"Tidak juga sih," balas Taehyung dan juga menyapa Jimin yang datang bersama Hoseok.
"Baekhyun hyung, anyeonghaseo," sapa Jimin dan Hoseok bersamaan.
"Anyeong," Baekhyun balik menyapa ramah. Baekhyun juga mengenal Jimin dan Hoseok, ngomong-ngomong. Yah, sebenarnya Baekhyun mengenal lebih dari setengah siswa sekolah.
"Yang perempuan belum datang?" tanya Jimin penasaran. Ia begitu tidak sabar untuk bertemu keempat gadis itu.
"Seharusnya sih sebentar lagi," kata Taehyung sambil melihat jam di ponselnya.
"Taehyung!"
Orang yang dipanggil dan tiga pemuda lainnya menoleh. Taehyung balas melambai pada empat gadis yang berjalan ke arah mereka. Jimin, Hoseok, dan Baekhyun tersenyum ketika keempat gadis itu datang.
"Kita langsung masuk yuk," ajak Taehyung. Ia tersenyum pada teman-temannya, mengharapkan terima kasih dari ketiganya.
Kedelapan remaja itu segera masuk ke sebuah cafe dan duduk di satu meja. Baekhyun yang pertama masuk duduk di dekat jendela, diikuti oleh Taehyung, Jimin, dan kemudian Hoseok. Setelah mereka semua duduk saling berhadapan, gadis yang duduk di depan Baekhyun membuka pembicaraan.
"Kita perkenalan dulu, ya," katanya dengan suara yang menggemaskan. "Aku Jisoo," katanya sambil sedikit membungkuk.
"Aku Jennie."
"Aku Chaeyoung."
"Dan aku Lisa," sapa gadis terakhir memperkenalkan diri. Setelah perkenalan diri para gadis berakhir, empat pemuda di depan mereka lanjut memperkenalkan diri.
"Kita semua satu sekolah, teman Taehyung di SMP," jelas Chaeyoung dengan senyum lebar.
"Oh, jadi sudah lama kenal Taehyung, ya?" tanya Jimin dan diangguki oleh keempat gadis tersebut.
"Ah, kita selfie dulu yuk," ajak Jennie yang sudah mengeluarkan ponselnya. Ketiga gadis lainnya bersemangat, dan para pria hanya mengangguk setuju.
Mereka merapat agar semunya masuk ke dalam frame dan memberikan beragam raut wajah menggemaskan. Setelah mengambil empat foto, Jennie memperlihatkan hasil fotonya kepada semuanya.
Setelah sesi foto mereka selesai, para remaja itu lanjut mengobrol. Karena mereka semua pada usia yang sama, obrolan mereka berjalan dengan lancar. Ditambah lagi karena Taehyung yang sudah berteman dengan keempat gadis tersebut membuat banyak topik tentang kisah lucu Taehyung muncul.
Baekhyun banyak tertawa selama kencan kelompok ini. Ia bahkan belum pernah mengobrol dengan orang yang baru dikenal semudah ini. Ia harus berterima kasih pada Taehyung yang membantunya untuk lebih mudah akrab dengan orang baru.
Selama obrolan dengan adik-adik kelasnya, Baekhyun sesekali mengalihkan pandangannya ke luar jendela. Saat itulah matanya tidak sengaja menangkap sosok pemuda tinggi yang begitu dikenalnya. Baekhyun begitu terkejut melihat Chanyeol yang berdiri di seberang jalan dan bersiap untuk menyeberang. Ia bahkan tidak mengangka saat Chanyeol menyeberang dan berjalan menuju cafe yang sama dengannya.
Melihat Baekhyun yang terus menoleh ke pintu masuk membuat Jisoo ikut menoleh, mencari tau apa yang dilihatnya. "Baekhyun oppa, ada apa?"
Pertanyaan dari Jisoo membuat Baekhyun kembali menoleh dan ternyata yang lainnya juga ikut menatapnya penasaran. Baekhyun menggeleng. "Bukan apa-apa, aku pikir tadi ada seseorang yang kukenal, tapi mungkin cuma mirip saja."
Jawaban Baekhyun dialas anggukan oleh yang lainnya. Semuanya pun, kecuali Baekhyun kembali melanjutkan obrolan mereka.
Baekhyun kembali mencuri pandang ke belakang. Ia bingung kemana perginya Chanyeol yang tadi masuk ke cafe. Rasa penasaran Baekhyun atas hilangnya Chanyeol langsung terjawab saat menemukan Chanyeol sudah berdiri di depan counter.
Satu-satunya hal yang Baekhyun sesali saat menoleh adalah, Chanyeol menyadari keberadaannya. Saat mata mereka bertemu, Chanyeol dengan wajah cerianya melambai menyapa Baekhyun. Namun seperti yang bisa diduga, Baekhyun segera memalingkan wajah dan tidak mengacuhkan Chanyeol.
Baekhyun mengutuk kebodohannya yang terlalu penasaran dan membuat Chanyeol menyadari keberadaannya. Sekarang ia tengah bersiap kalau-kalau Chanyeol menghampirinya dan mengacaukan kencan kelompok ini. Tapi tidak seperti perkiraannya, Chanyeol sama sekali tidak datang dan membuat keributan.
Kembali diselimuti rasa penasaran, Baekhyun akhirnya kembali menoleh kebelakang untuk melihat Chanyeol. Baekhyun mengernyit bingung saat Chanyeol berjalan ke belakang kasir, bukannya memesan. Ia lebih bingung lagi saat Chanyeol berganti posisi dengan pegawai sebelumnya.
Baekhyun sepertinya menyadari sesuatu, yaitu Chanyeol bekerja sambilan di sini. Yang membuatnya tidak bisa berpura-pura tidak peduli adalah, peraturan sekolah yang melarang murid untuk bekerja. Chanyeol itu seorang ketua OSIS, dia pasti tahu dengan peraturan itu, 'kan?
Baekhyun yang ingin menegur Chanyeol menggebrak meja membuat hampir seisi cafe menoleh padanya. Baekhyun sendiri sebenarnya juga terkejut karena tidak bisa menahan dirinya. Ia yang sudah berdiri kembali duduk karena semua orang menatapnya.
"Ada apa, hyung?" tanya Taehyung bingung.
"Itu..." Baekhyun mencoba menemukan alasan yang bagus, "... aku mau ke toilet." kata Baekhyun memberi alasan dan segera meninggalkan tempatnya.
Baekhyun sengaja berjalan tepat di depan kasir. Ia diam-diam mengangkat tangan kanannya mengisyaratkan agar Chanyeol mengikutinya. Tersenyum lebar, Chanyeol mengikuti Baekhyun yang berjalan ke luar cafe lewat pintu belakang.
"Toilet bukan di sini," kata Chanyeol saat mereka sudah berada di luar cafe.
"Kau! Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Baekhyun menunjuk Chanyeol dengan marah.
"Ini tempat umum."
Baekhyun mulai merasa kesal. "Tapi, kau tau aturan sekolahmu. Murid dilarang bekerja!"
Chanyeol terkejut karena Baekhyun yang tiba-tiba menaikkan nada suaranya. Ia kemudian tertawa mendengar perkataan Baekhyun. "Aku tidak bekerja di sini," kata Chanyeol membuat Baekhyun mengernyit. "Staf tadi harus pergi sebentar ke rumahnya. Yang lain juga sedang sibuk melayani pelanggan, jadi aku menggantikannya sebentar."
"Kenapa dia harus meminta bantuanmu kalau kau tidak bekerja di sini? Kau memangnya siapa? Adiknya? Pemilik cafe ini?"
"Cafe ini bukan punyaku kok. Tapi punya orang tuaku."
"Makanya, karena ini bukan punyamu tapi punya orang tuamu— Eh?" Baekhyun seketika diam mendengar perkataan Chanyeol. "Cafe ini, punya keluargamu?" tanya Baekhyun memastikan, dan Chanyeol mengangguk sebagai jawaban.
Baekhyun seketika merasa malu karena memarahi Chanyeol tanpa tahu kebenarannya.
"Sialan, kenapa Taehyung memilih cafe ini, sih?" keluh Baekhyun yang kini beralih menyalahkan Taehyung.
Chanyeol lagi-lagi tertawa. "Karena aku yang merekomendasikannya." Pengakuan Chanyeol membuat Baekhyun kembali terkejut. "Kulihat dia sedang sibuk mencari tempat untuk kencan kelompok. Tidak salah kan, kalau aku membantu bisnis keluargaku? Dan kebetulan kau juga ikut, aku sama sekali tidak tau, lho."
Baekhyun menarik napas panjang, tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Entah benar ini kebetulan atau tidak, Baekhyun tidak tahu bagaimana cara untuk melampiaskan kemarahannya. "Chanyeol, mendekatlah," kata Baekhyun menyuruh Chanyeol membungkuk sehingga ia bisa berbisik.
Chanyeol yang baru pertama kali dimintai hal seperti ini oleh Baekhyun mendekat tanpa ragu. Baru saja Chanyeol menunduk, Baekhyun dengan tangan halusnya langsung saja menampar pipi Chanyeol membuat pemuda itu terkejut. Tamparan yang tidak terlalu keras tapi membuat kesal.
Chanyeol makin kesal saat Baekhyun langsung saja berjalan meninggalkannya. Pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Namun, mengingat jika ia berhasil membuat Baekhyun kesal lagi hari ini, Chanyeol tidak bisa menahan rasa bahagianya. Ia pun segera kembali ke cafe untuk bekerja.
Baekhyun yang akhirnya kembali bergabung mencoba masuk ke obrolan yang lebih muda. "Sedang bahas apa?" tanya Baekhyun setelah duduk kembali di tempatnya.
"Tempat bimbel mereka, hyung," jawab Jimin sambil memperlihatkan pada Baekhyun sebuah foto dari HP Jisoo. "Lebih bagus dari kelas kita," sambungnya sedikit berbisik.
Baekhyun tidak terlalu peduli dengan tempat mewah itu, ia menanyakan hal lain. "Kalian berempat satu tempat bimbel?" Keempat gadis itu mengangguk. "Hari ini ada bimbel?" lagi, para gadis mengangguk. "Jam berapa?"
"Jam satu siang," jawab Lisa yang langsung membuat Baekhyun berseru.
Taehyung menggeleng. 'Oh, seharusnya kau tidak sejujur itu...'
Baekhyun memeriksa jam tangannya. "Kalau begitu seharusnya kalian tidak ada di sini sekarang," kata Baekhyun yang langsung membuat Taehyung, Jimin, dan Hoseok terdiam.
Keempat gadis itu saling pandang. Jennie yang membuka mulut saat ketiga temannya tidak tahu harus membalas apa. "Tapi, kita—"
"Jangan sampai kalian tidak datang hanya karena kencan kelompok," Baekhyun memotong perkataan Jennie sehingga gadis itu tidak sempat menjelaskan. "Kalau kalian tidak datang, yang akan rugi itu kalian sendiri. Pertama, uang yang sudah keluar tak sedikit. Kedua, karena ini sama saja seperti sekolah, kalian akan ketinggalan pelajaran."
Yang lebih muda hanya bisa mengangguk. Para gadis tidak bisa membalas, bahkan tidak sanggup menatap Baekhyun. Sedangkan tiga pemuda lainnya ingin menghentikan omelan Baekhyun, namun untuk menyuruhnya diam, mereka bahkan tidak berani.
Chanyeol yang mendengar pembicaraan mereka dari kasir pun hanya mendengus. Dia yang hanya sekedar mendengarkan saja sudah sesak. Chanyeol mengasihani mereka semua.
"Ya sudah, kalau begitu kita pergi bimbel sekarang," ucap Jisoo sopan. Keempat gadis itu mulai mengemasi barang-barang mereka.
"Eh, serius mau pergi?" tanya Taehyung terlihat kecewa.
"Iya," jawab Jennie datar. "Lebih seram dari guru killer," sambung Jennie berbisik.
Tiga pemuda itu tidak bisa menahan para gadis itu untuk pergi. Bahkan hanya Baekhyun yang bisa melambai di tengah suasana canggung ini. Setelah para gadis itu keluar, ketiganya serempak menoleh pada Baekhyun.
"Hyung!" rengek ketiganya bersamaan. Baekhyun yang tidak merasa bersalah terkejut.
"Hyung, kau sudah janji untuk santai hari ini," kata Taehyung masih merengek. Ia kecewa saat teman-teman wanitanya pergi. Ia lebih merasa bersalah karena dialah yang mengatur kencan hari ini.
"Aku bilang akan kuusahakan, bukan janji," balas Baekhyun menekankan perkataannya. "Lagipula, kalau kubiarkan, tak ada satu pun dari mereka yang akan ikut bimbel. Meskipun cuma bimbel, tapi—"
"Iya hyung, iya!" potong ketiganya bersamaan. Tidak mau mendengar ceramah Baekhyun lagi.
Ketiga adik kelasnya hanya bisa menghela napas. Mencoba memaklumi bahwa kebiasaan memang tidak akan mudah untuk dihilangkan.
"Lalu, kita mau apa sekarang?" tanya Hoseok.
"Pulang, tentu saja," jawab Jimin yang bersiap untuk pergi. Ia sebenarnya tidak kesal, hanya saja suasana yang tiba-tiba sepi ini membuatnya bosan.
"Tunggu," tahan Baekhyun kepada adik-adiknya sebelum pergi. "Kalian tidak ada bimbel kan?" tanyanya curiga.
Kompak, ketiganya mengangguk sebagai jawaban.
"Bagus. Jangan sampai kalian juga ikut-ikutan bolos dan—"
"Ah hyung," Taehyung kembali merengek. Ia sudah sering mendengar ceramah Baekhyun, dan ia tidak mau mendengarnya lagi hari ini.
"Kalian beneran mau langsung pulang?" tanya Hoseok saat Jimin dan Taehyung sudah mengemas barang-barang mereka.
"Kau mau ke suatu tempat dulu?" tanya Taehyung. "Kalau masih mau main lagi sih, tidak apa-apa."
"Kalau begitu ayo kita karaoke!" saran Hoseok. "Di samping cafe ini kan ada tempat karaoke, ayo kita ke sana!" Taehyung dan Jimin langsung mengangguk setuju. "Baekhyun hyung, kau juga ikut, kan?"
Baekhyun terlihat ragu-ragu untuk menjawab. Ia tidak yakin untuk bergabung karena tidak terlalu sering pergi karaoke dengan teman-temannya. "Aku tidak tau bagaimana caranya bersenang-senang, nanti aku malah merusak suasana."
Baik Hoseok, Jimin, dan Taehyung berseru tidak setuju. Ketiganya memaksa Baekhyun untuk bergabung. Bahkan mereka sudah menyeret Baekhyun begitu saja menuju karaoke yang berada di samping cafe.
Di belakangnya, Chanyeol yang masih bekerja di balik kasir terkekeh. Ia sungguh gemas melihat Baekhyun yang dibawa oleh yang lebih muda. Walaupun Chanyeol sedikit iri pada ketiga junior yang bisa seakrab itu dengan Baekhyun. Atau mungkin, Chanyeol lebih setuju untuk mengakui bahwa ia cemburu melihat Baekhyun dekat dengan orang lain.
.
TBC
.
.
A/N
Chapter 4 datang~~ Hayo... siapa yang lagi bahagia akhir-akhir ini karena ChanBaek? Serius ini aku bahagia banget! Meskipun ChanBaek cuman duduk sebelahan, aku tetap bahagia!
Oke, aku gak mau nambah words lagi, karena aku tau kalian juga sama senengnya liat ChanBaek akhir-akhir ini... So, thanks buat yang udah baca chapter 4^^ jumpa lagi minggu depan ya~
See you!
Virgo
