Satu jam untuk berkaraoke ria bersama itu tidak lah cukup. Karena itulah Baekhyun, Hoseok, Jimin, dan Taehyung menghabiskan waktu tiga jam di karaoke. Keempatnya begitu bersemangat saat bernyanyi dan menari. Baekhyun yang biasanya tidak pergi ke karaoke pun bersenang-senang. Ia bahkan berhasil mendapatkan tiga fans baru setelah menyanyikan sebuah lagu. Dan ya, tentu saja Baekhyun diminta untuk membawakan lebih banyak lagu lagi oleh para juniornya.
Setelah waktu mereka habis, keempatnya akhirnya keluar. Wajah mereka terlihat masih begitu bersemangat meskipun tubuh mereka kelelahan karena terlalu banyak mengeluarkan tenaga untuk menari. Itulah kenapa keempatnya memutuskan untuk benar-benar pulang kali ini.
"Hm, kalau begitu kami pergi dulu," pamit Hoseok dan Jimin karena rumah mereka searah. Keduanya melambai dan meninggalkan Baekhyun dan Taehyung.
"Hyung, kau juga mau langsung pulang?" tanya Taehyung pada Baekhyun.
Baekhyun mengangguk. "Kau sendiri, juga langsung pulang, kan?"
"Tentu saja," jawab Taehyung dan langsung merangkul Baekhyun. Ia segera berjalan membuat Baekhyun terpaksa berjalan dalam rangkulannya.
Saat keduanya melewati cafe yang sebelumnya mereka masuki, Baekhyun menoleh ke dalam. Ia dapat melihat bahwa Chanyeol masih bekerja. Chanyeol tampak sangat sibuk, apalagi cafe terlihat begitu penuh sekarang. Namun, ditengah kesibukannya itu, Chanyeol masih saja menyadari Baekhyun yang berjalan melewati cafenya.
Sekali lagi, Baekhyun merutuki dirinya yang memperhatikan Chanyeol. Pemuda tinggi itu langsung melambaikan tangannya kearah Baekhyun yang segera memalingkan wajahnya, meninggalkan Chanyeol dengan raut wajah sedih.
Taehyung yang masih merangkul Baekhyun pun menyadari kalau kakak kelasnya itu bertingkah aneh. Ia menoleh ke belakang—karena mereka sudah melewati cafe tempat Chanyeol berada. "Hyung, apa ada orang yang kau kenal saat di cafe tadi?" tanyanya penasaran.
Kaget karena Taehyung tiba-tiba bertanya, Baekhyun menggeleng dan menyangkal dengan gugup. "Ah, tidak kok. Kalau aku ketemu dengan orang yang kukenal, aku pasti akan menyapanya, kan?"
Taehyung mengangguk mengerti. Benar juga apa kata Baekhyun. Ia kemudian sudah meninggalkan topik pembicaraan itu dan mulai membahas hal lainnya.
Baekhyun pun diam-diam menghela napas lega. Beruntung Taehyung tidak menyadari kalau Chanyeol juga ada di sana. Kalau tidak, mungkin dengan terpaksa Baekhyun harus mengikuti Taehyung yang akan pergi menyapa ketua OSIS sekolah tetangga mereka itu.
.
Tidak terasa, Baekhyun dan Taehyung sudah hampir sampai di rumah mereka. Keduanya pun harus berpisah di persimpangan.
"Hyung, aku duluan," kata Taehyung pamit, "atau kau mau mampir, hyung? Eomma menanyaimu karena tidak datang akhir-akhir ini."
Baekhyun menggeleng. "Aku akan berkunjung kapan-kapan. Dan seharusnya kau yang mampir ke rumahku. Setidaknya aku berkunjung sebulan yang lalu, tapi kau terakhir kali datang saat chuseok tahun lalu."
Bukannya merasa bersalah, Taehyung malah cengengesan. "Iya, iya, aku mampir kapan-kapan."
Baekhyun sekali lagi memastikan Taehyung untuk menepati perkataannya. Taehyung pun sekali lagi pamit, tapi ia masih sempat menggoda Baekhyun dengan mengacak rambut Baekhyun gemas.
"Ya!" protes Baekhyun yang dibalas dengan tawa oleh Taehyung. "Bukankah seharusnya aku yang melakukan itu?"
"Yang lebih tua juga bisa mendapatkan perlakuan sayang dari yang lebih muda," balas Taehyung sebelum Baekhyun protes lebih banyak. Ia pun akhirnya beranjak dan melambai ke arah Baekhyun hingga akhirnya berbalik.
Tinggal sendirian di jalan, Baekhyun segara berjalan kembali menuju rumahnya. Namun, baru beberapa ia melangkah, suara langkah kaki yang mengikuti membuat Baekhyun berbalik. Dan betapa terkejutnya Baekhyun mendapati Chanyeol yang menghampirinya dengan napas berat karena berlari.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Baekhyun sedikit meninggikan suaranya karena terkejut akan kedatangan Chanyeol. "Kau mengikutiku ya?"
Chanyeol segera menggeleng sambil melambaikan tangannya menyangkal perkataan Baekhyun. "Aku hanya kebetulan bertemu denganmu di sini," jawabnya dengan napas terengah-engah.
Jawaban Chanyeol jelas membuat Baekhyun tertawa. "Kebetulan? Rumahmu bahkan tidak di sini. Bilang saja kalau kau mengikutiku."
"Aku tidak harus tinggal di sini untuk bisa melalui perumahan ini, kan? Aku ada di sini karena aku ingin ke rumahnya Sehun. Kalian tetangga, kan?" balas Chanyeol membuat Baekhyun terdiam seketika.
Chanyeol tersenyum puas setelah membuat Baekhyun bungkam. "Kenapa? Apa kau begitu berharap kalau aku benar-benar berlari ke sini karena mengikutimu?" Chanyeol membungkuk agar wajahnya sejejar dengan Baekhyun. Memamerkan senyum lebarnya. "Wah, kau pasti ingin aku ikuti kemana-mana, ya?"
Baekhyun sungguh ingin menampar wajah menyebalkan—tapi tampan—itu. Beruntung Baekhyun berhasil menahan dirinya dan hanya balas mendengus. Ia memutar bola mata malas dan kemudian berbalik, segera berjalan meninggalkan Chanyeol.
Sekali lagi, Chanyeol merasa bahwa kemenangan berada tepat di genggamannya. Ia pun segera mengikuti Baekhyun dan berjalan tepat di sampingnya.
Baekhyun langsung menghentikan langkahnya dan menatap Chanyeol kesal. Sedangkan yang ditatap hanya menampilkan senyum lebarnya seperti biasa. "Kenapa kau berjalan bersamaku?"
"Mememangnya kenapa? Aku kan kebetulan mau ke rumah Sehun yang tepat berada di samping rumahmu. Bukankah wajar kalau kita jalan bersama?"
Baekhyun memijit pelipisnya karena lelah. Tidak mau menambah masalah lagi, ia menyerah dan membiarkan Chanyeol untuk berjalan bersamanya. Selama keduanya berjalan, hanya Chanyeol yang bicara. Sedangkan Baekhyun hanya diam seolah-olah ia lupa dengan keberadaannya, atau memang tidak mau mengakui keberadaan Chanyeol yang meribut di sampingnya.
Chanyeol yang mulai kesal karena tak diperhatikan mencoba mencari atensi Baekhyun. Ia memulai dengan kembali membicarakan kejadian di cafe sebelumnya. "Bagaimana kencannya?"
Kening Baekhyun sedikit berkerut mendengar pertanyaan Chanyeol.
Chanyeol menyeringai melihat reaksi Baekhyun. "Tidak lancar karena tidak cocok atau karena tidak terbiasa dekat dengan cewek cantik?"
Baekhyun akhirnya menoleh pada Chanyeol. "Kau ada masalah dengan hal itu?" balas Baekhyun.
Chanyeol tersenyum lebar saat berhasil mendapatkan perhatian Baekhyun. "Kau terlihat tidak nyaman dengan cewek-cewek manis itu. Berbeda dengan saat kau bersama tiga cowok lainnya. Ah, atau mungkin kencan yang kau pamerkan padaku itu bukan dengan keempat cewek itu, tapi..."
Baekhyun mengepal kedua tangannya erat. Menahan diri untuk tidak memukul Chanyeol tepat di wajahnya. "Maksudmu, aku suka cowok?"
Senyum Chanyeol mulai menghilang saat menyadari nada suara Baekhyun yang lebih serius dari biasanya. Bahkan bagi Chanyeol suara itu terlalu dingin untuk Baekhyun. "Mungkin," jawabnya mecoba kembali bersikap santai.
"Buat candaan semaumu, tapi jangan pernah mengatakan hal seperti itu padaku," kata Baekhyun serius. "Aku normal. Lurus. Tidak belok sama sekali," Baekhyun memberikan peringatan pada Chanyeol.
"Lurus?" tanya Chanyeol kembali pada mode jahilnya. Ia mendengus dan menyeringai. "So is spaghetti until it gets wet."
Baekhyun tidak bodoh untuk mengerti apa yang dikatakan oleh Chanyeol. Baekhyun kembali menahan kepalan tangannya agar tidak memukul Chanyeol. Tapi, ia gagal menahan kakinya sehingga Baekhyun langsung saja menendang Chanyeol tepat di belakang pahanya.
Antara terkejut dan kesakitan, Chanyeol sampai terjatuh dan terduduk di tanah. Siapa sangka jika Baekhyun akan menendangnya sekeras ini. "Aduh... Sakit!" teriak Chanyeol tidak peduli jika orang-orang yang melewati mereka tertawa melihatnya.
"Park Chanyeol, aku ingatkan kau. Jangan pernah bercanda seperti itu lagi," ucap Baekhyun dengan raut wajah serius. "Meskipun itu cuma candaan, aku benci mendengarnya. Apalagi darimu." Setelah selesai memberikan Chanyeol peringatan, Baekhyun berjalan cepat meninggalkan Chanyeol tanpa sekali pun menoleh kebelakang.
Masih belum berdiri, Chanyeol menatap lama pada Baekhyun yang sudah menjauh. Setelah pemuda itu menghilang dari pandangannya, barulah Chanyeol berdiri dan menghela napas. "Apa aku terlalu berlebihan?" tanyanya pada diri sendiri.
Chanyeol kembali berdiri dan diam di tempatnya. Ia tau bahwa mengejar Baekhyun bukanlah pilihan yang bagus sekarang.
Chanyeol kini merasa bersalah. Ia memang hanya ingin sekadar membuat Baekhyun kesal, tapi tidak pernah sekali pun Chanyeol menyangka jika Baekhyun akan semarah itu. Namun, Chanyeol juga marah pada dirinya sendiri. Tepatnya ketika ia melihat jika mata Baekhyun yang menatapnya tajam tampak memerah. Mungkin saja air matanya sudah jatuh saat ia berbalik meninggalkan Chanyeol, dan jika itu benar, Chanyeol tidak akan memaafkan dirinya sendiri.
.
TBC
.
.
A/N
Baekhyun kenapa lagi ini? Jangan nangis please . /*malah heboh sendiri*
Adakah yang masih baca sampe sini? Thanks buat yang sempatin buat mampir ya^^
Ah... sebenarnya aku sempat mikir buat gak update dulu, soalnya aku lagi sibuk sama utbk... Tapi pas aku udah mutusin buat brlajar dan lupain semua work aku, diri ini tidak bisa melakukannya!
Yah... moga aja deh ujian aku nanti bakal lancar dan langsung keterima di universitas yang aku mau^^
Daaaaan itu aja buat chapter kali ini... Jumpa lagi next week!
See you!
Virgo
