Helaan napas Chanyeol yang sudah terdengar untuk kesekian kalinya di ruang OSIS membuat semua yang ada di sana bingung. Ketua OSIS yang biasanya memiliki aura paling cerah di sekolah kini tampak begitu suram. Ia bahkan belum sekali pun mengangkat kepalanya dari meja.

"Hyung." Sehun yang baru saja selesai menyusun beberapa dokumen memanggil Chanyeol yang akhirnya mengangkat kepalanya. Lagi, semua orang dibuat bingung melihat raut wajah Chanyeol yang tampak begitu frustrasi. "Tanda tangan di sini," katanya menyodorkan beberapa copy-an pada Chanyeol.

Chanyeol dengan malas mengambil penanya dan menandatangani dokumen yang diberikan Sehun. Ia bahkan tidak membaca apa yang tertulis di sana, sungguh berbeda dengan apa yang biasanya ia lakukan. Sehun juga langsung mengambil kembali dokumen tersebut begitu Chanyeol selesai, karena sepertinya Chanyeol tidak berniat untuk mengangkat tangannya lagi.

"Taemin," panggil Sehun pada salah satu anggota OSIS. Taemin menoleh pada Sehun yang masih sibuk memasukkan dokumen-dokumen tadi ke dalam amplop. "Temani aku ke EXO High School," katanya tanpa menoleh.

Taemin mengangguk singkat. "Oke," katanya setuju. Namun, baru saja ia akan berdiri, Chanyeol menahannya dan menyuruhnya kembali duduk.

"Biar aku yang ikut denganmu," kata Chanyeol dengan nada suara masih terdengar suram.

Sehun mengernyit bingung. Padahal dari kondisinya, Sehun pikir Chanyeol tidak akan mau beranjak barang selangkah pun.

Dalam perjalanan singkat mereka menuju EXO High School, Sehun sesekali melirik Chanyeol yang hanya diam saja. Penasaran, Sehun akhirnya bertanya. "Hyung, kau kenapa?"

Chanyeol memberikan jeda yang cukup lama hingga kemudian membuka mulutnya. "Sehun-ah, kau punya saran cara minta maaf agar langsung dimaafkan?" bukannya menjawab, Chanyeol malah balik bertanya.

Sehun berpikir sejenak sebelum menjawab. "Hm... Biasanya orang lain yang minta maaf sekali pun aku yang salah, jadi aku tak tau," jawab Sehun.

"Iya juga ya," balas Chanyeol menghela napas mengingat jika Sehun akan merajuk dan orang yang ia buat marah tidak punya pilihan lain selain meminta maaf.

Sehun memukul ringan kepala Chanyeol dengan dokumen di tangannya. "Hyung, lagi marahan sama siapa?" tanya Sehun penasaran.

Chanyeol tidak menjawab, ia hanya menoleh singkat dan kembali berjalan dalam diam. Sehun juga tidak bertanya lagi. Ia tidak mau memaksa karena Chanyeol benar-benar terlihat sedang banyak pikiran.

Sesampainya mereka di EXO High School, keduanya langsung menuju ke ruang OSIS. Tidak lupa mereka juga menyapa beberapa kenalan yang mereka temui di rapat OSIS sebelumnya. Beruntung Baekhyun sedang ada di ruangannya, sehingga Sehun dan Chanyeol bisa langsung menyerahkan dokumen mereka.

Sehun yang pertama masuk ke ruangan Baekhyun menyadari satu hal. Baekhyun menyambutnya dengan ramah, tapi saat Chanyeol masuk, senyumnya perlahan menghilang.

"Ada apa, Sehun?" tanya Baekhyun setelah Sehun duduk di seberangnya.

Sehun meletakkan amplop coklat itu di atas meja dan menjelaskan dengan singkat maksud kedatangan mereka. Selama pembicaraannya dengan Baekhyun, Sehun juga menyadari bahwa Baekhyun sama sekali tidak mempedulikan kehadiran Chanyeol. Chanyeol pun masih belum berbicara, ia hanya diam sambil terus memperhatikan Baekhyun. Sehun sekarang yakin sekali, Baekhyun lah alasan Chanyeol menjadi suram begini.

Saat Sehun dan Baekhyun selesai berbicara pun, Chanyeol tampaknya masih ingin tetap di tempatnya. Sehun yang menyadari hal itu akhirnya berdiri. "Hyung, aku mau ke toilet, bisa tunggu sebentar?" Chanyeol mengangguk tanpa menoleh. Sehun melihat reaksi Baekhyun sebelum ia pergi. "Aku pergi sebentar," pamitnya dan segera keluar dari ruang ketua OSIS. Ia menoleh sekilas sebelum benar-benar keluar, masih memperhatikan Chanyeol dan Baekhyun yang saling diam, hingga akhirnya ia segera pergu dari ruang OSIS.

Chanyeol dan Baekhyun masih duduk diam setelah kepergian Sehun. Chanyeol yang memastikan jika Sehun benar-benar sudah pergi segera memulai percakapan.

"Baekhyun, kau masih marah?" tanya Chanyeol yang hanya diabaikan oleh Baekhyun. "Baekhyun-ah, mianhae," kata Chanyeol meminta maaf dan memajukan tubuhnya, namun Baekhyun tetap tidak mau menanggapinya.

"Baekhyun."

"..."

"Byun Baekhyun."

"..."

"Baekhyun-ah..."

"..."

"Kalau masih diam nanti aku cium."

Ancaman Chanyeol akhirnya membuat Baekhyun menoleh kepadanya. Tatapannya tidak sekejam biasanya. Terkesan dingin. Dan Chanyeol tidak suka itu.

"Kau masih marah?" tanya Chanyeol berhati-hati. Dia tidak mau bertingkah konyol sekarang. Bisa-bisa Baekhyun tidak akan pernah memaafkannya hingga kapan pun.

"Tidak," balas Baekhyun membuat Chanyeol sedikit lega, "aku hanya masih kesal dengan candaanmu waktu itu." Baekhyun masih belum mau mengganti nada suaranya yang dingin.

Chanyeol cemberut sampai hampir merengek. "Kau tau aku cuma bercanda. Bukan berarti aku memang mengatakan kalau kau itu gay," balas Chanyeol memberi alasan. Tapi sepertinya hal itu malah membuat Baekhyun makin kesal padanya.

"Kau memang hanya bercanda, tapi apa kau pikir aku juga akan menganggapnya seperti itu? Jangan seenaknya membuat candaan dan berpikir kalau semua orang menyukainya, Park Chanyeol," balas Baekhyun tegas.

Chanyeol seketika terdiam sambil menundukkan pandangannya. Ia kemudian menoleh sekilas pada Baekhyun sebelum akhirnya kembali berbicara. "Baekhyun-ah, kau homophobic?" Chanyeol bertanya dengan sangat berhati-hati.

Baekhyun memberi jeda yang cukup lama sebelum menjawab. Ia memang sudah tidak mau lagi menjadi gay, tapi ia tidak pernah membenci keberadaan gay di sekitarnya. Tapi, jika dia bukan seorang homophobic, alasan apa yang bisa ia berikan?

Chanyeol menyadari bagaimana Baekhyun yang ragu-ragu dalam mengungkapkan perasaannya. Chanyeol perlahan mundur. "Maaf, aku tidak tau," katanya pelan.

Baekhyun mengasumsikan jika Chanyeol berpikir bahwa dirinya adalah seorang homophobic. Mungkin hal ini lebih baik, karena ia sendiri memang tidak mau membicarakan seksualitasnya pada orang lain selain orang-orang terdekatnya.

"Kau tau di mana kesalahanmu, jadi lupakan saja." kata Baekhyun berbicara tanpa menoleh.

Chanyeol menggeleng tidak menerima perkataan Baekhyun yang terdengar setengah hati itu. "Aku tidak mau membuangnya begitu saja. Aku cuma mau kau memaafkanku."

Baekhyun menghela napasnya. Ia kembali mengangkat kepalanya dan menatap Chanyeol lama. Serius, Baekhyun belum pernah bertemu orang yang lebih keras kepala dari Chanyeol. "Apa sangat penting bagimu untuk mendapatkan perminaan maaf dariku?"

Chanyeol mengangguk. Wajahnya begitu pasrah meminta agar Baekhyun segera mengatakan bahwa ia menerima permintaan maafnya. Diam-diam, Baekhyun berpikir jika Chanyeol terlihat seperti seekor anak anjing menggemaskan yang meminta maaf pada majikannya karena telah mengotori lantai. Dan Baekhyun tidak akan pernah mau mengatakan hal itu secara langsung pada Chanyeol.

"Hm, aku memaafkanmu," ucap Baekhyun yang akhirnya membuat Chanyeol tersenyum lebar. "Tapi ingat, jangan pernah membuat candaan seperti itu lagi padaku. Kalau kau melakukannya lagi, aku serius akan melemparmu dari atas Namsan Tower!"

Chanyeol mengangguk dengan bersemangat. Walaupun ia sedikit merasa ngeri dengan tatapan membunuh Baekhyun, setidaknya permintaan maafnya diterima oleh Baekhyun.

"Kau bisa keluar sekarang. Tunggu saja Sehun di ruangan lain."

Chanyeol tentu saja tidak pergi begitu saja. Ia sepertinya sudah lupa kalau Baekhyun baru saja memaafkannya semenit yang lalu dan sekarang tidak peduli jika pemuda itu akan kesal lagi padanya. "Aku mau lebih lama di sini."

"Untuk apa?"

"Untuk bersamamu lebih lama."

Semua orang pasti bisa memprediksinya. Ya, tentu saja Chanyeol langsung diusir oleh Baekhyun.

Chanyeol pun hanya tertawa puas ketika Baekhyun memukulinya dengan bantal sofa agar ia segera pergi. Tapi bukan Chanyeol namanya kalau pergi begitu saja. Ia tetap tidak mau beranjak membuat Baekhyun makin memukulnya sadis.

Tidak lama, Sehun sudah kembali. Tentu ia terkejut mendapati adegan akrab dari kedua ketua OSIS itu. Ia yakin jika beberapa menit yang lalu keduanya bahkan tidak saling bicara. Tapi lihatlah sekarang, mereka sudah seperti saudara yang sedang melakukan pertengkaran kecil mereka.

Menyadari jika Sehun sudah datang, Baekhyun segera menyuruh Chanyeol untuk pergi. Ia juga meminta pada Sehun untuk menyeret pemuda tiang listrik itu pergi dengannya. Perjuangan yang berat memang.

.

Selama perjalanan kembali ke sekolah mereka, Sehun menyadari bahwa mood Chanyeol berubah total. Ia menebak bahwa masalahnya dengan Baekhyun sudah teratasi. "Hyung, kau akrab dengan Baekhyun hyung?" tanya Sehun penasaran.

Chanyeol menampilkan senyumnya, terlihat ingin pamer. "Kalau iya memangnya kenapa? Kau iri?"

"Iri sih tidak, tapi aku akan bilang kalau kau beruntung jika dekat dengan Baekhyun hyung secepat ini," balas Sehun.

"Karena dia sangat sulit untuk didekati?"

Sehun mengangguk. "Itu juga salah satu alasannya. Alasan lainnya karena tidak ada orang segila dirimu yang bisa tahan meskipun dia jelas-jelas sangat membencimu."

Raut wajah Chanyeol langsung berubah kesal. Bisa-bisanya Sehun mengatakan kalau Baekhyun begitu membencinya. Yah, Baekhyun memang selalu memukulinya, menendangnya, mengumpatinya, dan bahkan kabur darinya. Tapi itu bukan berarti Baekhyun membencinya, kan.

Sehun tidak peduli dengan Chanyeol yang tidak setuju dengan perkataannya dan kembali bicara. "Baekhyun hyung orangnya sederhana sekali. Kalau dia tidak suka dengan seseorang, dia akan dengan lugas mengatakannya. Dan kau orang pertama yang masih keras kepala dan terus mengganggunya."

"Aku tidak mengganggunya. Memang begini caraku berteman dengan orang lain."

Sehun menggeleng karena Chanyeol masih keras kepala. "Hah, tunggu saja sampai Baekhyun hyung tidak lagi menahan dirinya."

"Kau bicara seolah-olah dia bisa mematahkan tulang punggungku saja."

"Kau mungkin berpikir jika aku bercanda," balas Sehun dengan wajah serius, "tapi aku sudah bertetangga dengannya sejak keluarganya pindah ke Seoul. Aku pernah dengar kalau Baekhyun hyung menghajar beberapa orang di sekolah lamanya sampai tidak ada yang bisa bangkit. Dia menang meskipun cuma sendiri," jelas Sehun merinding sendiri dengan ceritanya.

Bukannya terkejut, Chanyeol malah tertawa renyah. "Sehun-ah, kau rajin bergosip ya?" ucapnya di sela tawanya. "Aku tau jika Baekhyun itu kejam, tapi mana mungkin laki-laki manis seperti dia punya sejarah hidup seperti seorang preman?"

Sehun hanya manyun karena Chanyeol sama sekali tidak mempercayainya. "Ya sudah kalau kau tidak percaya. Tapi ingatlah untuk tidak pernah membuatnya mengamuk. Kau mungkin saja akan menemukan dirimu terbangun di rumah sakit suatu hari nanti."

.

.

TBC

.


.

A/N

*tarik napas* WAAAAAAAAAAA CHANBAEK JAYA JAYA JAYA!

Chanbaek banjir momen di fanmeeting kemarin T_T Bisa-bisanya mereka nge-bucin selama lagu Don't Go, di depan bang umin lagi... malah pas makan malem duduknya sebelahan... Gak sia-sia penantian kita selama ini guysT_T

AHHHHHH aku mau lanjut fangirling-an dulu jumpa lagi next week guys^^

See you!

Virgo