Tanpa sekali pun mengalihkan perhatiannya, Chanyeol membuat pemuda yang ia tatap menjadi risih. Chanyeol tidak peduli jika kepalanya sudah berkali-kali mendapat jitakan dari Baekhyun. Saat Baekhyun menendangnya untuk menjauh pun, Chanyeol masih terus mengekorinya.

Ini menjadi hal yang menarik dan mengasyikkan untuk disaksikan oleh rekan-rekan OSIS mereka. Mendapati dua ketua OSIS yang sangat bertolak belakang itu saling membuat kesal satu sama lain—sesungguhnya hanya Chanyeol yang membuat Baekhyun kesal, membuat para anggota OSIS dari kedua sekolah menjadi terhibur.

Kini OSIS dari kedua sekolah yang akan segera melaksanakan festival tersebut sedang berkeliling untuk melihat lokasi yang akan menjadi tempat festival. Para anggota begitu bersemangat memberikan ide-ide mereka tidak peduli jika cuaca begitu terik. Terlebih, pertengkaran kekanak-kanakan Baekhyun dan Chanyeol makin memanaskan suasana. Saat mulai merasa lelah, akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat.

Chanyeol segera pergi menuju tempat yang teduh. Ia dengan senang hati menerima minuman dari rekan anggota OSIS sekaligus teman sekelasnya, Do Kyungsoo.

"Kalian makin dekat saja," celetuk Kyungsoo begitu ia duduk di samping Chanyeol.

"Lumayan, sih," jawab Chanyeol yang masih belum mengalihkan perhatiannya dari Baekhyun yang duduk bersama teman-temannya. Ia tiba-tiba menghela napas. "Tapi aku bingung," ucapnya tiba-tiba, membuat Kyungsoo bingung.

"Bingung karena dia masih saja kejam padamu?" tebak Kyungsoo. "Dia memang seperti itu. Butuh waktu lama hingga Baekhyun bisa bersikap layaknya manusia kepadamu."

"Bukan itu. Aku malah tidak keberatan kalau dia kejam padaku," balas Chanyeol. Ia terlihat malu-malu saat ingin menceritakan kisahnya. "Aku bingung karena dia bersikap biasa saja. Padahal aku sudah mengungkapkan perasaanku padanya."

Kyungsoo yang ingin minum kembali meletakkan minumannya. Mata besarnya semakin melebar karena tidak percaya dengan apa yang didengarnya. "Kau serius?"

Chanyeol mengangguk sebagai jawaban.

"Kau mengatakan padanya kalau kau menyukainya?"

Chanyeol mengerang, mengingat-ingat. "Er... aku tidak bilang suka padanya. Aku bilang kalau aku punya perasaan yang serius padanya. Aku juga mengajaknya berkencan, tapi dia menganggapku sedang bercanda."

Kyungsoo akhirnya meminum minumannya dan kembali berbicara pada Chanyeol. "Sebagai teman Baekhyun, aku bisa bilang bahwa kau cukup beruntung. Biasanya saat ada orang yang mulai memperlihatkan ketertarikan mereka padanya dan Baekhyun tidak menyukai orang itu, dia pasti sudah menolak dengan halus."

Chanyeol mendadak bersemangat mendengar perkataan Kyungsoo. "Jadi, maksudmu aku punya kesempatan?"

Kyungsoo menggeleng, tidak begitu yakin. "Aku hanya temannya. Aku tidak bisa membaca isi pikirannya. Mana aku tau jika Baekhyun memberimu kesempatan atau tidak."

"Kyungsoo-ya," panggil Chanyeol. Ia mulai memakai jurus andalannya. Merengek. "Sekali lagi, kumohon tolong aku. Tanyakan pada Baekhyun, bagaimana perasaannya padaku. Kau mau, kan?"

Kyungsoo hampir menyiram wajah Chanyeol dengan minumannya. Meskipun Chanyeol tampan, Kyungsoo tidak tahan melihat wajah sok imut itu. "Tanya saja sendiri. Aku bukan cupid kalian," tolaknya dan segera berdiri meninggalkan Chanyeol yang cemberut.

Chanyeol meminum minumannya sekali lagi dan kemudian bersiap untuk berdiri. Namun saat Baekhyun menghampirinya, Chanyeol kembali duduk dan menampilkan senyum lebarnya. "Jangan malu-malu, duduk saja di sampingku," ucapnya penuh percaya diri dan langsung mendapatkan tendangan dari Baekhyun.

"Berdiri," perintah Baekhyun datar. "Sudah mulai sore, waktunya untuk bubar."

Chanyeol mengangguk singkat dan kemudian berdiri di samping Baekhyun. Ia bertepuk sekali untuk mendapatkan perhatian semua orang. "Ja, sepertinya pertemuan kita hari ini cukup sampai di sini saja. Minggu depan, semua kelas dari kedua sekolah akan melaksanakan gotong royong untuk mendirikan stand bazar atau sebagainya dan membuat perlengkapan lainnya di sini"

"Dan untuk mempermudah murid-murid dari SM High School, kami sudah menyediakan beberapa perlengkapan untuk stand-stand mereka." Baekhyun menimpali. "Juga, kami sudah menyediakan tempat untuk menyimpan barang-barang yang akan diperlukan. Jika ruangannya kurang, bisa langsung beritahu aku atau Chanyeol. Ingat, ini acar kita bersama. Tidak ada perbedaan antara sekolah yang satu dengan yang lainnya. Kuharap kalian tetap bisa menjaga kerja sama bahkan setelah festival ini berakhir."

Melihat bahwa semua anggota OSIS mengangguk dan mengerti akan penjelasannya, Baekhyun segera menutup pertemuan mereka kali ini. Seluruh anggota OSIS sudah berdiri dan mulai bubar. Baekhyun pun juga akan pergi, sebelum seseorang tiba-tiba menahannya. Baekhyun menoleh dan mendapati Chanyeol menahan lengannya.

Tidak seperti biasanya, Baekhyun tidak marah dan membiarkan Chanyeol menahannya. "Apa? Kau masih ingin membicarakan sesuatu?"

Chanyeol mengangguk. "Ayo kita cari sesuatu untuk di makan."

Baekhyun mengernyit. "Kita?" tanyanya tidak percaya. Melihat anggukan Chanyeol, Baekhyun mendengus. "Bilang kalau kau hanya bercanda sebelum aku menendangmu."

Chanyeol menggeleng sambil cemberut. "Ayolah, temani aku. Kau sudah mentraktirku saat itu, sekarang giliranku untuk mentraktirmu," Chanyeol memohon.

"Kau tidak perlu mentraktirku balik," tolak Baekhyun yang kembali mencoba ingin pergi, sebelum Chanyeol menahannya lagi. Baekhyun menarik napas karena kesal. "Kau ingin sekali aku tendang, ya?"

Chanyeol malah menampilkan cengiran lebar. "Ayo, kita pergi sekarang," ajaknya dan segera menarik paksa Baekhyun tidak peduli jika ia menolak.

Chanyeol membawa Baekhyun ke sebuah kedai makanan Tiongkok. Keduanya masing masing memesan semangkuk jjampong. Seperti biasa, Chanyeol lah yang bicara paling banyak, dan Baekhyun hanya akan mengomelinya karena berbicara dengan mulut penuh.

"Baekhyun-ah," panggil Chanyeol dengan mulut yang masih terisi makanan, "besok temani aku menjemput spanduk untuk festival, ya."

"Tidak," tolak Baekhyun tanpa basa-basi.

Wajah Chanyeol langsung cemberut setelah ia menelan makanannya. "Ayolah," Chanyeol mulai merengek. "Ini juga pekerjaanmu sebagai OSIS, kan? Kau tidak mau melakukannya?"

Baekhyun menatap Chanyeol jengkel. "Kau bisa mengajak orang lain. Atau, kau bisa pergi sendiri," balasnya membuat Chanyeol malah makin memaksanya.

"Aku hanya ingin pergi denganmu," balas Chanyeol dengan senyum yang hangat. Senyum yang pasti membuat semua orang langsung luluh. Kecuali Baekhyun.

Baekhyun menghela napas. "Kenapa harus aku? Seolah-olah kau akan mati saja jika aku tidak bersamamu," balasnya sarkas.

Chanyeol terkekeh kecil. "Kalau iya, kenapa? Kau mau bersamaku untuk selamanya?"

Baekhyun hampir saja melemparkan mangkuk jjampong miliknya saat mendengar perkataan norak Chanyeol. Ia bahkan tidak bisa menahan untuk mengeluarkan kata-kata kasar. Tenang, Baekhyun bicara dengan nada berbisik, jadi pelanggan lain tidak mendengarnya. "Jangan membuatku muntah, aku sedang makan."

Chanyeol tertawa puas mendengar perkataan Baekhyun. Ia kemudian kembali menyentuh sumpitnya. "Pokoknya kau harus menemaniku. Aku akan langsung menemuimu sepulang sekolah."

Baekhyun menghela napas. "Dasar sialan yang merepotkan."

.

Beruntung hari ini mereka berdua sama-sama tidak memiliki kelas malam, sehingga Chanyeol dapat membawa paksa Baekhyun untuk menemaninya mengambil spanduk yang telah dipesan. Chanyeol bahkan sudah sampai di depan gerbang EXO High School, menunggu Baekhyun untuk menampakkan dirinya.

Sudah sepuluh menit Chanyeol menunggu, namun ia masih belum menemukan Baekhyun. Ia segera mengambil ponselnya dan menghubungi Baekhyun. Tapi, mau dihubungi berapa kali pun, Baekhyun tidak menjawab panggilannya.

Chanyeol berdecak kesal. "Jangan bilang kalau dia kabur."

Saat Chanyeol mencoba untuk menghubungi Baekhyun lagi, ia berseru saat menemukan seseorang yang cukup familiar baginya. Ia langsung berlari menuju pemuda yang sering terlihat bersama Baekhyun.

"Tunggu!" panggil Chanyeol membuat pemuda itu berhenti dan menoleh kearahnya. Chanyeol sedikit terkejut saat menyadari bahwa pemuda itu adalah murid tahun ketiga, dihat dari name tag di dadanya.

"Ya?" tanya Minseok bingung karena tiba-tiba diberhentikan.

"Sunbae, kau dekat dengan Baekhyun, kan?" tanya Chanyeol.

Minseok mengangguk sebagai jawaban.

"Lalu, kau tau di mana dia sekarang? Dia tidak mengangkat teleponku." Chanyeol langsung bertanya pada intinya. Tapi kemudian ia berseru. "Ah! Maaf. Sebelumnya perkenalkan, aku Park Chanyeol, ketua OSIS SM High School. Aku datang untuk bertemu Baekhyun." Chanyeol sedikit membungkuk. Ia merasa tidak enak karena langsung saja berbicara tanpa memperkenalkan dirinya.

Minseok mengangguk. Tanpa perkenalan pun sebenarnya ia sudah tau siapa pemuda tinggi di depannya ini. Siapa juga yang tidak tau ketua OSIS populer dari sekolah sebelah.

"Aku heran karena Baekhyun bertingkah aneh dari tadi. Dia bahkan tidak mau aku ajak pulang bareng tadi." Minseok mulai membalas pertanyaan Chanyeol. "Ternyata dia menghindarimu, ya?"

Chanyeol mengernyit. Ternyata dugaannya benar. "Dia menghindariku?"

"Baekhyun bilang dia tidak mau pulang terlalu cepat karena ada seseorang yang menyebalkan yang akan membawanya. Jadi dia akan menghabiskan waktu di perpustakaan hingga kau pergi," jelas Minseok. "Tapi, jika kau ingin mencarinya, sebaiknya kau cepat. Tadi dia berpikir untuk keluar lewat gerbang belakang." Minseok terkekeh kecil karena merasa kalau situasi ini sungguh lucu.

"Seharusnya aku susul saja dia ke dalam dari tadi," kata Chanyeol kesal. "Ya sudah, kalau begitu aku pergi dulu. Terima kasih, um..." Chanyeol mencoba pamit, tapi kalau dipikirkan, ia belum mengenal pemuda yang diajaknya mengobrol ini.

"Minseok. Kau bisa memanggilku Minseok hyung," jawab Minseok sambil tersenyum.

"Oke! Terima kasih Minseok hyung!" Chanyeol membungkuk sedikit sebelum meninggalkan Minseok. Ia tidak lupa melambai dengan senyum lebar di wajahnya.

Minseok menggeleng melihat kepergian Chanyeol. "Jadi dia yang diceritakan oleh Kyungsoo, ya? Kalau mereka benar-benar berkencan, pasti menggemaskan sekali," monolog Minseok dan akhirnya kembali melanjutkan perjalanan pulangnya.

Di dalam gedung sekolah, Chanyeol berlari menuju perpustakaan. Ia segera bertanya pada petugas perpustakaan apakah ia melihat Baekhyun. Tapi, sebelum petugas tersebut menjawab, Chanyeol sudah lebih dahulu melihat Baekhyun diam-diam keluar dari perpustakaan.

"Baekhyun!" teriak Chanyeol membuat Baekhyun terkejut dan langsung kabur begitu saja.

"Jangan berisik di perpustakaan!" tegur petugas tersebut yang hanya dianggap angin lalu oleh Chanyeol. Ia makin kesal lagi karena Chanyeol seenaknya pergi tanpa mengatakan apa-apa lagi.

Chanyeol yang kini sedang mengejar Baekhyun tidak henti-hentinya meneriakkan nama Baekhyun. Ia tidak peduli pada orang-orang yang melihat ke arahnya karena dari awal ia tidak malu menjadi pusat perhatian. Tapi Chanyeol yakin sekali bahwa Baekhyun lah yang akan malu. Dan terbukti, Baekhyun akhirnya berhenti berlari dan berbalik ke arah Chanyeol.

Chanyeol tersenyum lebar saat Baekhyun menghampirinya dengan wajah memerah karena marah.

"Kalau kau kabur, sampai ke ujung dunia pun akan kukejar!" Chanyeol tetap saja berteriak meskipun Baekhyun sudah dekat dengannya.

"Brengsek! Sialan! Kau menyebalkan!" maki Baekhyun tepat di depan Chanyeol. Ia juga langsung pergi karena makin banyak orang yang melihat ke arahnya setelah mendengarnya berteriak.

Chanyeol tertawa puas. Sungguh, hanya Chanyeol seorang yang masih bisa tertawa setelah dimaki oleh Baekhyun.

Chanyeol pun segera menyusul Baekhyun dengan senyum lebarnya. "Mau langsung ke tempat percetakan atau kita cari makanan dulu?"

"Langsung pergi saja, aku tidak mau lama-lama bersamamu."

"Baiklah," jawab Chanyeol langsung menyetujui membuat Baekhyun cukup terkejut. "Tapi aku tidak bisa bilang jika kita akan pulang lebih cepat," sambungnya yang langsung mendapatakan tendangan rendah dari Baekhyun.

.

.

TBC

.

.


.

A/N

Pusing... banyak banget yang dipikirin sejak sebulan yang lalu... bahkan lebih dari sebulan... Tapi gak papa! Selalu dukung EXO pokoknya! Lagian ChanBaek makin hari makin nge-gassss bahagianya diri ini~

Btw, masih adakah yang baca sampai chapter 13? Masih adakah yang tetap nungguin cerita ini? Buat yang udah sempatin waktunya mampir ke ceritaku ini, makasih ya^^ Jumpa lagi minggu depan ~

See you!

Virgo