SM High School terlihat begitu sepi. Kantin yang biasanya ramai pada jam makan siang pun terlihat kosong. Sebaliknya, EXO High School tampak lebih ramai dari biasanya. Bahkan jumlah muridnya terlihat dua kali lipat lebih banyak.

Hari ini kedua sekolah sedang melakukan gotong royong untuk persiapan festival persahabatan sekolah beberapa hari lagi. Mulai dari anggota OSIS hingga murid lainnya sibuk menyelesaikan stand kelas mereka masing-masing. Setiap kelas dari EXO High School juga harus merias kelas mereka, entah untuk membuat sebuah cafe, rumah hantu, atau kegiatan lainnya.

Semua orang sibuk, dan ada dua orang yang paling sibuk diantara semuanya. Tentu saja, sang ketua OSIS, Baekhyun dan Chanyeol. Mereka harus mengawasi setiap hal yang terjadi. Keduanya selalu bolak balik dari satu tempat ke tempat lain tanpa istirahat. Para guru pun banyak meminta bantuan mereka.

Seperti sekarang ini, Baekhyun sedang membawa dua kardus besar berisikan kain tenda yang harus ia bawa ke lapangan. Bodoh jika Baekhyun memilih untuk membawa kotak-kotak berat ini sendiri. Ia memerlukan bantuan, tapi semua orang yang ia temui terlihat sama sibuk dengan dirinya.

Baru saja Baekhyun ingin menyerah dan membawa kardus-kardus itu sendiri, seseorang sudah lebih dahulu mengangkat kedua kardus di tangannya. Harusnya Baekhyun bersyukur saat seseorang membantu, tapi saat tau bahwa Chanyeol lah yang membantunya, Baekhyun langsung membuang rasa syukurnya.

"Harus kubawa ke mana?" tanya Chanyeol yang dengan mudah mengangkat kardus-kardus tersebut. Ya, dia memang mau sedikit pamer kekuatannya di sini.

"Aku tidak meminta bantuanmu," balas Baekhyun berusaha mengambil kembali kardus tersebut dari Chanyeol. Namun sayang, Chanyeol menghindarinya. Baekhyun mendecak kesal.

"Jangan keras kepala. Kau bahkan kesulitan untuk membawa satu kotak saja."

"Tapi yang aku tolak itu bantuanmu. Aku tidak keberatan dibantu, tapi bukan olehmu!"

Chanyeol menampilkan seringainya. "Kenapa? Kau malu jika berada di dekatku?" tanya Chanyeol pada Baekhyun. Ia makin tersenyum lebar karena Baekhyun mengalihkan pandangannya. "Kau masih memikirkan kejadian semalam, ya?" goda Chanyeol berbisik.

Baekhyun bisa merasakan jika wajahnya memanas saat Chanyeol mengatakan hal itu. Bayangan tentang kejadian semalam langsung muncul di benaknya. "Sialan..." bisik Baekhyun dengan wajah yang memerah.

Chanyeol tertawa puas. Tawa itu pun langsung dihentikan oleh Baekhyun karena ia memberikan tendangan rendahnya. Kardus yang dibawa Chanyeol pun langsung jatuh ke lantai.

Baekhyun segera memungut kembali kardus-kardus yang dijatuhkan oleh Chanyeol. Ya, Baekhyun lebih mengkhawatirkan kardus-kardus itu daripada Chanyeol. Sedangkan Chanyeol hanya bisa meringis kesakitan. Ia mengusap kakinya, berharap jika tulangnya tidak patah.

"Aku akan minta bantuan orang lain. Kau kembali saja ke pekerjaanmu," suruh Baekhyun sambil mengangkat kardus yang dijatuhkan Chanyeol.

"Mau minta bantuan siapa? Semua orang sibuk dengan pekerjaan masing-masing," balas Chanyeol berusaha membuat Baekhyun mau tidak mau harus menerima bantuannya.

Baekhyun menoleh ke kanan dan ke kiri. Ia tersenyum saat mendapati seseorang yang dikenalnya berjalan santai tidak jauh dari tempatnya.

"Taehyung!" panggil Baekhyun membuat Taehyung menoleh padanya.

Chanyeol diam-diam mengutuk Taehyung yang lewat tepat di depan mereka di waktu yang salah.

Taehyung segera menghampiri Baekhyun dan Chanyeol. Dari wajahnya, ia terlihat sedikit jengkel karena dipanggil oleh Baekhyun. "Apa?"

"Kau tidak ada kerjaan, kan?" tanya Baekhyun. Belum sempat Taehyung menjawab, Baekhyun sudah bicara lagi. "Ya, tentu saja kau tidak ada kerjaan. Kau kan selalu menghilang setiap kali OSIS sibuk seperti ini."

Perkataan Baekhyun membuat Taehyung cemberut. Terlebih lagi karena apa yang dibilang oleh Baekhyun adalah fakta.

"Tolong aku membawa kardus-kardus ini ke lapangan," seraya Baekhyun menyodorkan salah satu kardus ke pada Taehyung.

Taehyung tidak menerima kardus tersebut. Ia malah menunjuk Chanyeol. "Minta bantuan Chanyeol hyung saja," kata Taehyung membuat Chanyeol tersenyum, dan Baekhyun menghela napasnya.

"Dia sibuk," balas Baekhyun malas.

"Aku tidak—"

"Aku lebih sibuk lagi."

Chanyeol rasanya ingin sekali menutup mulut Taehyung. Ia bahkan belum mengatakan apa-apa hingga saat ini.

"Kau sibuk apa?" Baekhyun membalas. "Kau tidak membantu kelasmu. Kau juga tidak membantu OSIS."

"Aku membantu OSIS kok," bela Taehyung bersikeras. Melihat Baekhyun yang menatapnya datar, Taehyung kembali berbicara. "Hyung, sebagai anggota OSIS, kita kan harus menolong kelas-kelas lain. Jadi, aku berkeliling sekolah untuk menolong kelas lain merias kelas mereka."

Baekhyun mencibir mendengar penjelasan Taehyung. "Kelas-kelas lain atau kelasnya Jungkook?"

Taehyung tidak terkejut karena Baekhyun tau tujuannya yang sebenarnya. Taehyung menyengir dan rautnya berganti cemberut. "Hyung, please..." Ia memeluk lengan Baekhyun, merengek.

Chanyeol langsung panas melihat Taehyung yang begitu menempel pada Baekhyun. Ia memberikan tatapan membunuh dari belakang. Sayang, Taehyung tidak menyadarinya.

"Boleh, ya," minta Taehyung ber-aegyo ria pada Baekhyun. "Hyung, aku benar-benar akan membantu kelasnya, aku janji."

Kening Baekhyun sampai berkerut untuk berpikir. Setelah Taehyung memohon untuk yang kesekian kalinya, Baekhyun menghela napas. Meskipun Baekhyun tegas, ia tetap saja lemah pada adik kelasnya ini. "Ya sudah," ucapnya membuat Taehyung girang. "Tapi kau benar-benar harus menolong kelasnya."

Taehyung tersenyum lebar dan mengangguk. "Gomawo hyung!" ucap Taehyung berterima kasih. Tidak lupa, Taehyung memberi kecupan di pipi Baekhyun dengan girang. Ia tidak peduli jika hal itu membuat orang-orang yang melihat terkejut.

Chanyeol, jangan ditanya lagi. Dia terbelalak melihat Taehyung yang dengan santainya mencium Baekhyun. "Apa yang kau lakukan?"

Karena teriakan Chanyeol, Taehyung terlonjak kaget. Taehyung sebenarnya tau jika Chanyeol akan marah, tapi tetap saja ia terkejut. Taehyung pun hanya diam saja saat Chanyeol menariknya menjauh dari Baekhyun. Tidak, Taehyung tidak takut. Ia hanya sedang berusaha sekuat mungkin menahan tawanya.

"Kenapa kau..." Chanyeol terlihat seperti orang bodoh untuk sesaat. Ia membuka dan menutup mulutnya. Ada banyak hal yang ingin dikatakannya hingga ia tidak tau harus mulai dari mana. Jarinya bergantian menunjuk Taehyung dan Baekhyun.

Hal itu membuat Baekhyun tertawa karena sikap konyolnya.

Taehyung melambai-lambaikan tangannya menyangkal semua ide yang muncul di pikiran Chanyeol. "Hyung, kenapa kau marah-marah begitu?" tanyanya santai tidak peduli jika Chanyeol menatapnya tajam.

"Kau menciumnya!" Chanyeol kembali mengatakan hal yang sama. "Kau masih tanya kenapa aku marah?"

"Ini bukan sesuatu yang baru. Biasanya juga Baekhyun hyung yang menciumku duluan." Taehyung bicara dengan nada arogan. Sekali lagi ia berusaha menahan tawanya.

Baekhyun pun sebenarnya merasa gemas dengan Chanyeol. Ia ikut bermain peran dengan Taehyung. "Benar, benar sekali. Memang biasanya aku yang melakukannya duluan." Baekhyun mengacak rambut Taehyung gemas.

Chanyeol makin tercengang dengan sikap manis Baekhyun kepada Taehyung. Ia kembali menarik Baekhyun menjauh dari Taehyung. Ia menatap Baekhyun dengan cemberut. Wajahnya seolah mengatakan, "Kenapa kau tidak melakukan hal itu padaku?"

"Chanyeol hyung, kau sepertinya salah paham. Kau pasti mengira kalau kami pacaran," tebak Taehyung dan kemudian mulai menjelaskan. "Tentang skinship yang memang agak berlebihan ini, Baekhyun hyung sering memberikannya padaku karena dia memang manis pada semua saudaranya. Entah itu pada hyungnya sendiri yang dia peluk seharian, atau padaku, adik sepupunya."

"Tapi ciuman itu kan— tunggu," Chanyeol memberi jeda, mencerna setiap kata yang dijelaskan oleh Taehyung. Ia kemudian berseru. "Kalian sepupu?"

Taehyung tertawa kecil karena Chanyeol yang baru bisa menerima informasi baru itu. "Ah, Chanyeol hyung, kau lucu sekali. Tapi serius, kenapa sih kau sampai marah-marah begitu? Memang sih, orang kadang kaget melihat skinship antara dua laki-laki di depan mereka, tapi tidak perlu marah juga, kan? Karena kalau teman seharusnya tidak semarah itu." Taehyung menyipitkan matanya.

Chanyeol berkedip berkali-kali. Ia bingung harus menjawab apa. Kalau ia hanya berduaan dengan Baekhyun, Chanyeol akan langsung menjawabnya. Tapi ia masih belum yakin bisa mengatakannya pada Taehyung.

Melihat Chanyeol yang hanya diam saja, Taehyung berseru. Ia sampai bertepuk tangan karena bersemangat. "Chanyeol hyung! Kau serius?"

Awalnya Chanyeol tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Taehyung, tapi kemudian ia ikut-ikut heboh. Ia ikut bertepuk tangan saat menyadari jika Taehyung mengerti dengan situasinya sekarang. "Wah, kau peka sekali! Ya, kau benar!"

"Apa aku satu-satunya orang yang tidak mengerti di sini?" tanya Baekhyun bingung melihat Chanyeol yang tiba-tiba sudah sangat akrab dengan Taehyung. Mereka bahkan terlihat seperti teman lama yang bisa membaca pikiran masing-masing.

"Sudah resmi atau belum?" tanya Taehyung yang kini sudah berpindah ke samping Chanyeol.

Chanyeol menggeleng. "Belum, masih proses," balasnya.

Taehyung ber'oh' ria sambil mengangguk. Ia kemudian menepuk pundak Chanyeol. "Ya sudah, kalau begitu tolong bantu Baekhyun hyung, aku pergi dulu. Chanyeol hyung fighting!"

"Fighting!" Chanyeol membalas lambaian Taehyung yang sudah pergi meninggalkannya dengan Baekhyun.

Baekhyun menggeleng. Ia masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi diantara kedua pemuda itu. Memilih untuk tidak peduli, ia kembali mengangkat kardus-kardusnya.

Dengan sigap, Chanyeol segera mengambil salah satu kardus. Ia menyeringai di sudut bibirnya, mengatakan pada Baekhyun bahwa tidak ada pilihan lain selain menerima tawarannya.

Baekhyun menghela napas malas. Ia dengan enggan membawa kardus di tangannya dan berjalan di belakang Chanyeol. Ia hanya bisa mengikuti pemuda tinggi itu sambil diam-diam tersenyum gemas. Senyum yang tidak akan pernah ia akui pada Chanyeol bahwa pemuda itulah alasannya tersenyum seperti itu.

.

.

TBC

.

.


.

A/N

Haloooo guys! Maaf minggu kemarin gak update karena aku ada kesibukan !.! Daaan untuk yang selalu nungguin cerita ini, Gomawo~^^

Oke, sekian untuk minggu ini, jumpa lagi minggu depan ya~

See you!

Virgo