Langkah kaki Baekhyun semakin cepat dan lebar. Ia bahkan terlihat setengah berlari di tengah malam ini. Alasannya adalah, Chanyeol yang masih saja mengikutinya untuk menemaninya pulang. Baekhyun menolak, itulah kenapa Chanyeol mengikutinya secara paksa sekarang.

"Kaki-kaki panjangmu sialan!" teriak Baekhyun akhirnya berhenti dan berbalik menghadap Chanyeol, kesal.

Sedangkan Chanyeol hanya tertawa gemas dan segera maju sehingga ia bisa berdiri lebih dekat dengan Baekhyun. "Salahkan juga kaki-kaki pendekmu itu."

Baekhyun langsung saja memberikan tendangan rendah membuat Chanyeol meringis kesakitan. "Aku tidak pendek, kau saja yang ketinggian!"

Chanyeol lagi-lagi tertawa. Ia segera menyusul Baekhyun yang kembali berjalan mendahuluinya. Chanyeol berhasil berjalan di sampingnya dan Baekhyun sudah terlalu lelah untuk berjalan cepat sehingga membiarkan mereka berjalan berdampingan.

Selama perjalanan mereka, Chanyeol terus saja membuat Baekhyun kesal karena terus berbicara tanpa henti. Ia pun terpaksa membalas semua perkataan Chanyeol, kalau tidak pemuda tinggi itu akan mencolek-colek pipinya memaksa Baekhyun bicara.

Chanyeol tertawa ketika Baekhyun mendorong tangannya dengan kesal. Bukan hanya karena ingin membuat Baekhyun jengkel, Chanyeol juga melakukannya karena gemas melihat Baekhyun yang malu-malu tiap kali Chanyeol menyentuhnya. Chanyeol pun sempat memanggil Baekhyun imut, itu membuatnya tersipu. Tapi Baekhyun itu tsundere, ia hanya akan terus memarahi Chanyeol tanpa mengakui kalau dia tersipu.

"Kenapa sih kau hanya kejam padaku?" tanya Chanyeol saat keduanya sudah berada di depan rumah Baekhyun. Ia pun sengaja memberikan sebuah pertanyaan agar bisa bersama Baekhyun lebih lama. Sedikit saja lebih lama.

Baekhyun mengedikkan bahunya. "Tidak tau, mungkin memang sudah nasibmu."

Chanyeol langsung cemberut mendengar jawaban setengah hati Baekhyun. "Kau sangat berbeda kalau bersamaku. Kau tidak pernah tersenyum padaku seperti yang kau lakukan saat bersama Minseok hyung. Kau tidak pernah memelukku tapi memeluk Kyungsoo setiap kali ada kesempatan. Kau bahkan mencium Taehyung dan bersikap manis padanya. Ya, walau kau sering juga memarahinya sih. Tapi kenapa aku tidak pernah diperlakukan seperti itu?"

Setelah keluhan panjang itu, Baekhyun menghela napas malas. "Kau pasti bercanda. Pikirkan dulu seberapa menyebalkannya dirimu. Kau lebih pantas ditendang daripada dipeluk."

"Jadi, kalau aku berhenti bersikap menyebalkan, kau mau memelukku?" Chanyeol tersenyum sambil mendekatkan wajahnya dengan Baekhyun.

Baekhyun otomatis mundur. Ia segera memalingkan wajahnya. "Tidak! Tidak akan pernah!"

Chanyeol terkekeh dengan reaksi Baekhyun yang menurutnya begitu menggemaskan. Setelah berhenti tertawa, Chanyeol diam sesaat. Ia terlihat gugup saat beberapa kali menarik napas dalam.

Baekhyun penasaran dengan apa yang akan Chanyeol lakukan. Baginya, Park Chanyeol yang tiba-tiba jadi gugup tapi serius ini sedikit langka.

Chanyeol mengangkat wajahnya dan menatap Baekhyun. Ia memastikan untuk menatap tepat ke arah netra coklat Baekhyun. "Aku sebenarnya tidak terlalu keberatan kalau kau menendang dan memukulku setiap saat. Aku juga tidak keberatan kalau kau kejam padaku, tapi..." Chanyeol memberi jeda yang cukup panjang. "Aku tidak suka saat kau terus saja menganggapku bercanda," sambung Chanyeol. "Ya, aku memang sering bercanda, tapi bukan berarti semua yang aku lakukan dan yang aku katakan padamu adalah candaan."

Baekhyun hanya menghela napas mendengar perkataan Chanyeol. "Kau sebenarnya mau ngomong apa sih? Bisakah kita melanjutkannya besok saja? Aku ngantuk."

Chanyeol mengaruk tengkuknya yang tak gatal. "Aku tidak akan lama," kata Chanyeol kembali bicara, tapi ia kembali memberi jeda yang panjang.

Saat Baekhyun menatapnya dengan lelah, barulah Chanyeol kembali bersuara. "Aku serius sekarang, jadi jangan anggap aku bercanda. Sama seperti yang pernah aku katakan padamu sebelumnya, Baekhyun," Chanyeol menarik napas dalam sebelum melanjutkan perkataannya. Namun, Chanyeol tidak pernah punya kesempatan untuk bicara karena seseorang tiba-tiba menepuk pundaknya.

"Oh Sehun!" seru Chanyeol mendapati Sehun menghampirinya. Ia kesal, sangat kesal karena Sehun menghancurkan suasana yang telah ia siapkan.

"Apa yang kalian lakukan tengah malam begini?" tanya Sehun pada kedua seniornya itu. Ia bicara dengan santai tanpa mengetahui kemarahan Chanyeol padanya.

"Kami baru pulang, dan dia ngotot mau mengantarkanku," jawab Baekhyun. "Kau sendiri mau ke mana malam-malam begini?"

"Supermarket," jawab Sehun singkat. Ia kemudian menoleh ke arah Chanyeol. "Kenapa menatapku seperti itu?"

Chanyeol tidak bisa menghilangkan raut wajah kesalnya. "Tidak, bukan apa-apa. Aku hanya terkejut karena kau tiba-tiba muncul dan menghancurkan momenku," jawabnya sambil menepuk pundak Sehun begitu kencang membuat Sehun sedikit kesakitan.

"Hm, kita bicara lagi besok," kata Baekhyun setelah menguap. Ia segera masuk ke rumahnya setelah menyuruh Chanyeol untuk segera pulang.

Setelah Baekhyun masuk ke rumahnya, Chanyeol langsung saja melingkarkan lengannya di leher Sehun. Senyum ramahnya tadi langsung berganti raut kesal. Ia terus mengomeli Sehun membuatnya bingung.

Sehun berusaha untuk lepas dari Chanyeol sekuat tenaga. Setelah berhasil melepaskan tangan Chanyeol, Sehun langsung protes. "Hyung! Kau mau membunuhku ya?"

"Salahmu sendiri!" balas Chanyeol masih kesal. "Kau benar-benar merusak momen, Oh Sehun!"

Sehun sungguh tidak mengerti dengan momen yang dikatakan oleh Chanyeol. Bahkan saat ia bertanya mengenai hal apa yang membuatnya sangat marah, Chanyeol tidak mau menjelaskannya. Kini Sehun pun ikut kesal pada Chanyeol.

"Sudah ah, aku mau pergi sekarang," kata Sehun yang akhirnya berjalan pergi menuju supermarket tujuannya.

"Ayo kita pergi bersama," kata Chanyeol yang sekarang kembali tersenyum ramah. Ia bahkan merangkul Sehun seolah-olah tidak pernah mencekiknya beberapa saat yang lalu.

Sehun hanya menghela napas. Membiarkan Chanyeol ikut bersamanya walau masih kesal karena tiba-tiba saja jadi pelampiasan kemarahan Chanyeol.

.

"Kau tidak sekeras biasanya," celetuk Chanyeol setelah dua anggota OSIS keluar dari ruangan Baekhyun.

Mereka adalah anggota yang datang terlambat untuk rapat OSIS pagi ini. Chanyeol terlihat iri karena Baekhyun tidak memrahi mereka seperti ia memarahinya. Ingatlah bahwa Chanyeol pernah dimarahi habis-habisan karena terlambat sedikit.

"Mereka punya alasan untuk datang terlambat. Dan setidaknya mereka sudah berusaha untuk datang secepat yang mereka bisa," jawab Baekhyun. "Dan perkataanku sekarang adalah, apa yang kau lakukan di sini? Kau tidak ada kerjaan lain selain menggangguku?"

"Ada kok," jawab Chanyeol.

"Kalau begitu kerja sana!"

"Kerjaanku di sini."

Jawaban Chanyeol membuat Baekhyun mengernyit bingung. "Apa pekerjaanmu di ruanganku?"

Chanyeol menampilkan seringainya. "Aku bertugas untuk menjaga dan membantu pekerjaan ketua OSIS Byun Baekhyun."

Langsung saja Chanyeol mendapatkan lemparan pensil dari Baekhyun. Namun, sekali pun pencil itu hampir berhasil menancap di wajahnya, Chanyeol tetap mempertahankan senyumnya. Sudah berapa kali Chanyeol bilang kalau dia suka melihat reaksi Baekhyun yang kesal padanya?

Lagipula, Chanyeol ingin mengambil kesempatan ini untuk memulai kembali pembicaraan mereka semalam. "Tapi aku serius, lho," kata Chanyeol pada Baekhyun, ia tersenyum lembut, selembut sorot matanya. Namun pintu tiba-tiba terbuka membuat Chanyeol lagi-lagi tidak bisa melanjutkan perkataannya. Chanyeol pasti sedang diuji kesabarannya oleh dewi cinta.

"Apa kau sedang sibuk?" tanya Minseok saat menyadari bahwa Baekhyun tidak sendirian di ruangannya.

Baekhyun berseru lega saat akhirnya ada seseorang yang dapat ia ajak bicara selain Chanyeol. "Tidak, aku luang! Aku bahkan berharap kau memberiku sesuatu untuk dikerjakan!" ucapnya bersemangat menghampiri Minseok, meninggalkan Chanyeol yang menatap Minseok jengkel.

"Klub paduan suara sedang latihan sekarang. Aku hanya ingin kau menyaksikan kami latihan," jelas Minseok. Memang sudah kebiasaan Minseok meminta Baekhyun untuk melihatnya latihan. Itulah kenapa Minseok begitu sering berada di ruang OSIS—bahkan lebih sering daripada Taehyung.

Baekhyun mengangguk dengan bersemangat. Mustahil ia menolak. Ini adalah kesempatan besar baginya untuk meninggalkan Chanyeol.

Minseok tersenyum gemas dengan tingkah Baekhyun. Ia kemudian beralih pada Chanyeol yang memainkan ponselnya dengan kesal. "Kau juga mau ikut?"

"Hyung!" protes Baekhyun yang membuat Minseok terkejut karena teriakannya.

"Tentu saja aku mau!" jawab Chanyeol segera berdiri. Ia langsung berdiri di samping Baekhyun. Tidak lupa dengan senyum kemenangannya.

"Senang bertemu denganmu lagi, Chanyeol," ucap Minseok menyapa Chanyeol.

Chanyeol tersenyum lebar. "Senang juga bertemu denganmu lagi, Minseok hyung," balas Chanyeol.

"Kalian pernah bertemu sebelumnya?" tanya Baekhyun bingung.

Chanyeol dan Minseok mengangguk dengan kompak. Kekompakan dan senyum di wajah mereka hanya membuat Baekhyun semakin kesal. Ia jadi teringat dengan Chanyeol yang sudah dekat dengan Taehyung. Dan sekarang ia terlihat mulai dekat dengan Minseok. Baekhyun makin merasa jika Chanyeol benar-benar sudah masuk ke kehidupannya.

"Kenapa? Kau tidak senang?" tanya Chanyeol.

"Iya!" balas Baekhyun kesal. Ia bahkan tidak menyembunyikan kekesalannya.

Minseok tertawa melihat tingkah keduanya. Ia ingat kalau Baekhyun sering mengeluh tentang Chanyeol, tapi menurutnya wajar bagi Chanyeol untuk menggoda Baekhyun. Mau dilihat berapa kali pun, Baekhyun menggemaskan saat kesal.

"Kau sepertinya akan mengambil tempatku sebagai orang yang sangat dekat dengan Baekhyun," ucap Minseok di tengah perdebatan Baekhyun dan Chanyeol.

Baekhyun menggeleng tidak setuju. Sebaliknya Chanyeol tersenyum lebar dengan dagu terangkat. Ia akan memastikan kalau perkataan Minseok benar.

Minseok lagi-lagi dibuat gemas oleh kedua adik kelasnya itu. "Tapi aku akan tetap menjadi orang yang paling sering Baekhyun ajak mengobrol saat berbicara tentangmu."

Baekhyun memelototi Minseok. Ia makin kesal lagi saat Minseok tersenyum padanya. Baekhyun lupa kalau Minseok sama menyebalkannya dengan Chanyeol kalau urusan menggodanya.

"Kau sering bicara tentangku?" tanya Chanyeol tidak percaya. Ia begitu bahagia hingga matanya berbinar.

"Aku sering mengutukmu!" balas Baekhyun.

Minseok lagi-lagi tertawa. "Aku akan beritahu nanti apa saja yang Baekhyun ceritakan tentangmu."

"Hyung!" protes Baekhyun makin membuat Minseok dan Chanyeol gemas.

"Ja, ayo sekarang kita pergi!" ajak Chanyeol begitu bersemangat. Saking bersemangatnya sampai-sampai membuat Baekhyun kesal dan menendang Chanyeol. Minseok sungguh merasa beruntung menyaksikan hiburan gratis ini.

.

.

TBC

.

.


.

A/N

HAAAAAAAAAAA AKU GAGAL NEPATIN JANJI BUAT UPDATE WEEKLY! Setelah ini serius deh! Aku bakal update weekly... janji...

And big thanks buat yang tetap nungguin cerita ini:) jumpa lagi minggu depan!

See you!

Virgo