Sudah hari keempat Chanyeol dan Baekhyun berada di masa percobaan pacaran. Namun Baekhyun sedang pusing karena masih belum menemukan jawaban apa yang akan ia berikan pada Chanyeol besok. Dan orang yang menyadari kebingungan Baekhyun saat ini adalah Minseok. Melihat adik kelasnya itu berjalan dengan kening yang berkerut, ia langsung menghampirinya.
"Barkhyun-ah!"
"Waa!" Baekhyun terlonjak kaget karena tiba-tiba sesosok hantu muncul di depannya. "Ah, hyung!" protes Baekhyun pada Minseok.
Minseok tertawa dengan reaksi Baekhyun. "Mian," katanya tanpa rasa bersalah sedikit pun. Minseok tampil dengan dandanan menyeramkan seperti ini karena kelasnya membuat wahana labirin hantu. Dan ia sedang berkeliaran di lorong karena sekarang adalah waktu istirahat untuknya.
"Kau memikirkan apa sih, sampai tidak menyadari kedatanganku?"
Baekhyun menggeleng. "Bukan apa-apa kok," jawabnya berbohong.
Bukan Minseok namanya kalau percaya begitu saja pada Baekhyun. "Katakan saja padaku. Kau tau sendiri kalau aku pendengar yang baik," ucapnya sambil bersandar di tembok.
Baekhyun berpikir beberapa saat. Ia melihat sekelilingnya yang terlalu ramai. Akhirnya, Baekhyun membawa Minseok ke tangga darurat yang hanya ada mereka berdua di sana. Baekhyun duduk dengan Minseok di sampingnya. Ia pun mulai bercerita. Namun, ia sama sekali tidak memberitahu Minseok kalau ia dan Chanyeol sedang dalam masa percobaan pacaran. Ia hanya mengatakan bahwa ia bingung dengan perasaannya terhadap Chanyeol.
"Oh, begitu ya," Minseok mengangguk-anggukkan kepalanya. Ia berpikir cukup lama hingga kemudian kembali bicara. "Baekhyun-ah, aku memang baru mengenalmu selama setahun ini, tapi aku tau kau orang yang seperti apa. Ketika kau tidak bisa menerima orang tersebut, kau pasti akan langsung menolaknya dan akan membangun tembok diantara kalian. Tapi, yang kulihat sekarang ini jauh dari itu. Kau memang selalu mengusir Chanyeol dan kesal setiap kali dia datang, tapi kau tidak membuat jarak dengannya. Sama sekali tidak."
Baekhyun baru saja mau memotong perkataan Minseok. Dia merasa bahwa Chanyeol lah yang tidak memberinya kesempatan untuk menjauh, karena itulah ia tidak bisa lepas darinya. Namun Minseok tidak memberinya kesempatan untuk bicara.
"Kau terperangkap dengan masa lalumu, Baekhyun. Kau memiliki kenangan yang buruk tentang dirimu yang mencintai pria. Karena itulah sulit bagimu untuk menerima Chanyeol. Bahkan saat kau sebenarnya memang menyukainya, kau takut untuk mengakuinya. Kau takut apa yang dulu pernah terjadi, akan kembali."
Mengangguk, Baekhyun tidak menyangkal perkataan Minseok. Dia benar bahwa Baekhyun takut. Baekhyun takut jika sesuatu yang buruk terjadi lagi, dan itu akan membuat Chanyeol menjauh darinya.
Melihat yang lebih muda hanya diam saja, Minseok segera menggenggam kedua tangan Baekhyun. Ia tersenyum saat mata mereka bertemu. "Apa yang kau rasakan sekarang? Apa rasa takutmu itu lebih besar daripada rasa bahagiamu karena dia berhasil membuatmu jatuh cinta? Baekhyun-ah, kau mungkin masih memiliki rasa sakit karena masa lalumu, tapi bukankah kau juga membutuhkan seseorang untuk menyembuhkannya? Dan aku yakin hatimu tau siapa yang pantas untuk melakukannya."
"Tapi, aku masih belum menemukan alasanku untuk menyukainya," keluh Baekhyun.
Minseok menghela napas. "Alasan memang penting, sangat penting. Tapi, apa kau yakin kau tidak tau kenapa kau bisa menyukainya?"
Baekhyun mengangguk. Sungguh, Minseok gemas sekali dengan adik kelasnya yang pintar namun bodoh dalam urusan cinta ini.
"Aku tau kenapa semua orang menyukai Chanyeol. Dia tampan, ramah, baik, dan perhatian. Semua alasan itu sudah lebih dari cukup untuk menyukainya. Tapi, untuk kasusmu, aku rasa perlakuan spesial dari Chanyeol untukmu, maksudku, hanya untukmu juga menjadi poin tambahan."
"Perlakuan spesial?"
"Semua orang pasti memperlakukan orang yang mereka sukai dengan spesial," Minseok menjelaskan, "mungkin dengan makan bersama atau mengantarkan pulang. Pokoknya hal yang tidak biasa kau lakukan untuk orang lain, tapi kau lakukan untuk orang yang kau suka."
Baekhyun masih diam, mendengarkan.
"Aku tidak tau apa perlakuan spesial Chanyeol padamu, karena orang yang dia sukai itu kau, Byun Baekhyun," Minseok menambahkan, "Jangan terlalu banyak berpikir. Katakan saja yang sejujurnya. Kau mau dia tinggal atau pergi. Jangan takut untuk mengakuinya. Kau yang paling mengerti perasaanmu sendiri."
Baekhyun tersenyum setelah Minseok menyelesaikan perkataannya. "Gomawo, hyung."
Minseok mengacak rambut Baekhyun dengan gemas. Keduanya tertawa hingga tiba-tiba Chanyeol muncul dari lantai atas.
"Baekhyun-ah!" panggil Chanyeol membuat Baekhyun dan Minseok kompak menoleh ke belakang. Ia segera turun dan bergabung bersama Minseok dan Baekhyun.
Saat Chanyeol sudah duduk satu anak tangga lebih tinggi, Minseok melirik Baekhyun. Ia tersenyum saat melihat adik kelasnya itu menghindari tatapan Chanyeol dengan malu.
"Ada apa?" tanya Baekhyun.
"Anggota OSIS lainnya mau makan siang bersama, ayo kita bergabung dengan mereka!" ajak Chanyeol dengan bersemangat. Ia kemudian menoleh kearah Minseok. "Hyung, kau juga mau bergabung?"
Minseok menggeleng membuat rambut palsunya ikut bergoyang. "Kelasku juga akan makan bersama," tolaknya. "Jadi, aku pergi dulu," pamit Minseok. Ia menepuk pundak Baekhyun dan tersenyum sebelum meninggalkan kedua pemuda yang lebih muda.
Setelah Minseok pergi, Chanyeol langsung berdiri dan menjulurkan tangannya untuk membatu Baekhyun berdiri. Baekhyun menatap Chanyeol dan tangannya bergantian, pada akhirnya ia menerima uluran Chanyeol dan berdiri. Namun, baru saja ia berhasil berdiri, tiba-tiba saja Chanyeol menarik tangannya membuatnya kehilangan keseimbangan. Alhasil, Baekhyun tidak punya pilihan selain menjatuhkan dirinya pada Chanyeol.
Baekhyun mengangkat wajahnya dan seketika itu juga wajahnya memanas. Apalagi saat melihat senyum Chanyeol. Baekhyun dengan cepat menarik tubuhnya, tapi Chanyeol menahan pinggangnya.
Baekhyun muak sekali melihat senyum jahil di wajah tampan itu. "Chanyeol!" protes Baekhyun masih berusaha melepaskan diri.
"Apa aku tidak boleh memelukmu dulu sebentar?"
"Kita sedang di sekolah, bodoh!"
"Jadi, aku boleh memelukmu di luar sekolah?"
Baekhyun sama sekali tidak menjawab. Ia masih berusaha untuk melepaskan diri dari Chanyeol. Namun semakin dia diam, semakin erat pula pelukan Chanyeol padanya.
"Iya, iya! Kau boleh memelukku di luar sekolah," kata Baekhyun yang sudah panik jika tiba-tiba ada orang yang melihat mereka.
Tersenyum puas, Chanyeol akhirnya melepaskan Baekhyun. Melihat Baekhyun yang cemberut, Chanyeol tertawa gemas. "Maaf ya, pacar," kata Chanyeol sambil mengusap puncak kepala Baekhyun.
Baekhyun langsung mencibir kepada Chanyeol dan pergi meninggalkannya dengan kesal. Wajah Chanyeol malah makin cerah karena berhasil lagi menggoda Baekhyun hari ini.
Pada akhirnya, Baekhyun berjalan di depan Chanyeol menuju ruang OSIS. Namun setelah beberapa langkah, Baekhyun berhenti dan menoleh ke belakang. "Kenapa kau jalan di belakang?"
"Memangnya kenapa?"
"Kau membuatku seperti seorang gadis yang marah pada pacarnya," balas Baekhyun kesal.
"Tapi, kau kan memang sedang marah padaku dan..." Chanyeol menoleh ke kanan dan ke kiri, "kau memang pacarku," ia melanjutkan perkataannnya sambil berbisik.
"Aku sudah lama tidak menendangmu. Apa kau mau aku mematahkan kakimu sekarang?"
Barulah akhirnya Chanyeol berhenti bertingkah dan segera mengambil tempat di samping Baekhyun. "Ayo kita pergi sekarang," ajaknya, menyelamatkan nasib kakinya.
Kedua ketua OSIS itu pun kembali berjalan bersama. Sesampainya di ruang OSIS, Baekhyun menggeleng saat melihat betapa banyaknya makanan dan minuman yang tertata rapi di meja—atau lebih tepatnya, empat meja yang di gabungkan menjadi satu.
"Kalian tidak membeli semua ini dengan anggaran OSIS, kan?" tanya Baekhyun curiga.
"Hyung, apa kami memang selicik itu begimu?" balas Sehun. Jelas ia kecewa dengan perkataan Baekhyun.
Baekhyun terkekeh dengan reaksi yang Sehun berikan. Ia segera menepuk pundak Sehun dan duduk di sampingnya. "Aku hanya bertanya, karena aneh mendapati kalian membeli semua makanan ini dan makan bersama begini. Maksudku, kalian bahkan tidak mempedulikanku saat aku mengajak kalian menikmati festival bersama."
Semua orang yang berada di sana tertawa canggung. Mereka langsung menghentikan Baekhyun untuk melanjutkan omelannya. Langsung saja semua tangan itu menyerbu makanan di atas meja dari segala arah.
"Ngomong-ngomong, kenapa tidak semua anggota OSIS ada di sini?" tanya Chanyeol saat menyadari bahwa sepertiga dari anggota OSIS tidak ada.
"Tentu saja sibuk dengan pacar mereka," jawab Kim Namjoon, sang wakil ketua OSIS EXO High School. "Ah, serius, kenapa sih orang-orang selalu bersama dengan pacarnya. Apa mereka tidak punya waktu lain untuk pacaran?"
"Kau bicara begitu karena kau tidak punya pacar," balas Kim Seokjin yang duduk di sampingnya.
"Aku memang tidak punya, lalu hyung mau apa?" balas Namjoon kesal kalau sudah menyinggung kehidupan jomblonya.
"Aku mau meledekmu!" balas Seokjin juga ikutan kesal.
"Diamlah, kalian berdua sama-sama tidak punya pacar," potong Seulgi sebelum keduanya sempat melanjutkan pertengkaran mereka. "Makin kalian bertengkar, makin ingin aku ngeship kalian berdua."
"Jangan harap!" Seokjin dan Namjoon terkejut saat mereka bicara bersamaan.
Seulgi tertawa puas melihat reaksi kesal di wajah keduanya.
"Kalian ini, hanya karena tidak punya pacar saja ribut," balas Taemin. "Kalian tidak tau saja kalau punya pacar itu merepotkan."
"Memangnya kau sudah pernah pacaran?" tanya Sehun yang juga menikmati suasana ribut ini.
"Tidak."
Taemin langsung mendapat sorakan dari semua orang yang ada di sana. Mereka pun lanjut bercanda dan mengobrol.
Baekhyun yang sedari tadi hanya diam memperhatikan tertawa kecil. Saat Chanyeol menyadari bahwa ia tertawa, Baekhyun berbisik pada Chanyeol. "Aku bahkan sudah tidak tau lagi mana murid SM High School dan mana murid EXO High School."
Chanyeol ikut tersenyum. "Bukankah itu tujuan dari festival ini?" balas Chanyeol juga berbisik di telinga Baekhyun. "Lupakan bahwa kita berasal dari sekolah yang berbeda, kita semua sama-sama pelajar dan remaja yang harus menikmati masa muda kita. Festival ini menyatukan kita semua, juga kau dan aku." Baekhyun menyikut Chanyeol membuat pemuda tinggi itu terkekeh kecil.
"Para ketua OSIS jadi lebih dekat dari yang aku kira," kata Taemin membuat Baekhyun dan Chanyeol otomatis menoleh ke arahnya. "Aku pikir mempersiapkan festival tahun ini akan cukup sulit karena kalian selalu saja ribut setiap kali bertemu."
Chanyeol menggeleng tidak setuju. "Bukan aku, Baekhyun yang selalu menghajarku setiap kami bertemu."
"Aku tidak akan menghajarmu kalau kau tidak menggangguku," balas Baekhyun dan mencubit lengan membuat Chanyeol meringis tapi masih bisa tertawa.
Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada melihat interaksi kedua ketua OSIS ini. Semuanya tertawa makin keras saat Chanyeol terus menjahili Baekhyun dan berujung dengan mendapatkan sentilan di dahi dari Baekhyun. Beruntung Baekhyun berhasil menahan dirinya untuk tidak memberi Chanyeol sebuah tamparan kimchi.
Obrolan hangat saat makan siang ini terus berlanjut. Mereka juga tidak lupa untuk saling menyimpan kenangan di ponsel mereka. Seperti Sehun yang sekarang sedang sibuk mengambil foto dari teman-temannya.
"Sehun-ah," panggil Chanyeol membuat Sehun menoleh. Ia kemudian melingkarkan lengannya di pundak Baekhyun. "Foto juga kami," katanya sambil menampilkan peace sign kebanggannya.
Baekhyun yang tidak siap pun hanya bisa memasang wajah terkejut karena Sehun juga langsung mengambil foto mereka dengan cepat. Saat Sehun mengambil foto kedua, barulah Baekhyun ikut tersenyum. Ia berdeham sedikit saat sesi fotonya dengan Chanyeol berakhir. Ia segera menarik diri dari Chanyeol dan mengambil gelasnya. Ia minum, membuat alasan agar bisa lepas dari Chanyeol.
Chanyeol tentu saja tau trik murahan ini. "Kau mau tambah minum?" tawar Chanyeol setelah Baekhyun selesai meneguk minumnya. Sebenarnya Chanyeol tidak menawarkan, karena ia sudah mengambil teko dan menuangkan air ke gelas Baekhyun.
"Gomawo," balas Baekhyun yang masih belum mau bertemu pandang dengan Chanyeol.
Sekali lagi, Chanyeol tidak bisa menahan senyum lebarnya. Ia tidak mengerti. Menurutnya, hari ini Baekhyun terlihat lebih menggemaskan. Ia pun sadar bahwa seharian ini Baekhyun sering sekali malu-malu dan salah tingkah.
Baekhyun menyadari bahwa Chanyeol masih menatapnya, maka ia mencoba untuk tidak mempedulikannya dengan mengambil makanan lain. Namun ia kesulitan untuk mengambil sebuah makanan. Baru saja Baekhyun ingin meminta bantuan pada temannya, Chanyeol sudah lebih dahulu mengambilkan makanan itu untuknya.
"Kau mau yang ini?" Chanyeol sudah meletakkan tangsuyuk itu di depan Baekhyun.
Baekhyun mengangguk. "Hm, gomawo," ucapnya dengan suara pelan.
Setelah Baekhyun melanjutkan makannya, Chanyeol tersenyum tipis dan kembali mengobrol bersama yang lain. Sayang sekali ia berbalik terlalu cepat, karena ia melewatkan waktu dimana Baekhyun menengok kepadanya. Bahkan dengan wajah yang memerah.
Apa ini maksudnya perlakuan spesial?
Baekhyun merenung. Dengan pandangan yang masih belum lepas dari Chanyeol—walaupun ia menatapnya diam-diam. Baekhyun kemudian menyikut Chanyeol pelan.
Chanyeol menoleh. "Apa?" tanyanya setelah meneguk minumnya.
Baekhyun berdeham pelan. Ia meminta Chanyeol untuk mendekat agar ia bisa berbisik. Setelah Chanyeol mendekat, barulah Baekhyun mulai berbisik. "Kau mau pulang bersama nanti?" tanyanya dengan malu-malu.
Tidak seperti perkiraan Baekhyun, Chanyeol malah terdiam setelah mendengar perkataannya. "Kau tidak suka, ya?"
Chanyeol segera menggeleng. "Tidak, tidak. Aku suka, kok. Aku mau."
"Kau terlihat tidak menyukai ide itu. Kupikir kau akan lebih bersemangat."
"Aku hanya memastikan bahwa kau serius."
"Tentu saja aku serius."
"Serius, maksudmu... sungguhan?"
Baekhyun nengangguk.
"Kau tidak sedang bercanda?"
Sekali lagi, Baekhyun mengangguk. Chanyeol terdiam untuk beberapa saat, hingga akhirnya sebuah senyum lebar terlukis di wajahnya. Ia berseru membuat orang-orang menatapnya heran. Chanyeol sama sekali tidak mempedulikan pertanyaan-pertanyaan dari anggota OSIS lainnya. Ia tidak mau berbagi kabar bahagia ini karena yakin kalau ia mengatakannya, maka pupus sudah harapannya untuk pulang bersama Baekhyun. Chanyeol sudah berjanji untuk menjaga kerahasiaan hubungan mereka, dan ia akan melakukan apa pun untuk menjaga janjinya pada Baekhyun.
.
.
TBC
.
.
.
A/N
Chapter 22 datang~ makasih buat yang yang udah sempatin baca dan selalu nungguin^^ jumpa lagi minggu depan!
See you!
Virgo
