Setelah kepergian gadis Uchiha itu, Naruto berusaha mencoba meronta membebaskan diri dari iketan tali yang mengikat tangan kaki serta tubuh dada kekarnya yang diikat kesandaran kursi. Mulutnya yang terbuka lebar karena disumpal oleh ballgag yang basah oleh liurnya tidak berhenti meneteskan salivanya ke dadanya hingga membasahi baju kaosnya.
Iketan tali yang membelenggunya ini sungguh kuat. Keliatannya gadis itu tidak membiarkan dirinya lari dari sini mulai sekarang. Karena ia tahu Sarada itu sangat menyukai dirinya.
Lebih tepat Sarada sangat bernafsu pada dada kekarnya dan bokongnya saat bercinta padanya.
Naruto menghela napas. Ia tidak habis pikir kenapa dirinya juga bisa membiarkan gadis itu kini telah memilikinya sampai berani menculiknya dan menyekapnya seperti ini.
Apa dia sudah gila setelah seminggu lebih Naruto dicuci otaknya dengan diperlakukan seperti budak sex oleh gadis itu dengan disodomi terus setiap saat oleh gadis overprotectif itu hingga ia mulai kecanduan.
Entahlah, namun ia akhirnya mulai suka diperlakukan seperti itu.
Namun setiap saat gadis itu datang, wajahnya selalu berwajah marah dengan mata yang sembab abis menangis. Tanpa berbicara apapun Sarada langsung mengambil alat sexnya untuk menyiksa dan memperkosa dirinya layaknya boneka sex tanpa daya karena kedua tangan dan kakinya selalu diikat. Dan mulutnya hanya dibuka saat makan dan minum, ngeblowjob aneka dildo ukuran berbeda atau strapon yang selalu Sarada kenakan dipinggang saat setelah sodomi lubang anusnya.
Naruto tidak ingin bertanya tentang gadis itu. Ia kini lebih fokus menikmati kondisinya yang begitu terasa lebih nikmat daripada sex biasa bersama sang istri yang mungkin panik dengan kehilangannya.
Selagi mencoba bergerak meronta dikursi, Naruto melihat sekitar ruang tempat ia disekap. Ada banyak alat sextoy dildo bermacam ukuran dan bentuk yang aneh berserakan dilantai berserta gulungan tali untuk mengikatnya. Ia mulai terangsang melihat dildo-dildo dan tali itu hingga napas Naruto mulai terengah lewat mulutnya yang berliur basahnya karena penyumpal mulut ballgag dan tubuh kekarnya serta wajahnya yang merona kini berkeringat.
Kedua kakinya yang mengenakan kaoskaki putih dan terikat menyatu dipergelangan kakinya itu diluruskan mejulur kakinya unruk berusaha ujung kedua kaki terikatnya meraih salah satu penis dildo warna pink yang besar yang paling dekat dengan ujung kakinya yang ia usahakan. Setelah berhasil, Naruto mendirikan penis dildo besar itu dilantai dengan masih menggunakan kaki. Ia mulai mendesah, menatap dildo yang diusap-usap dengan kakinya yang berkaoskaki putih dan terikat itu membuat dirinya sangat terangsang.
"Nghhh... ammhhh..."
Kakinya mengusap penis silicon itu dengan gerakan perlahan. Wajahnya memerah dengan tatapan sayu serta erangan desahan dan hela napas yang keluar mulut tersumpalnya yang basah.
Naruto ingin sekali penis silicon yang ia permainkan dengan kaki terikatnya ini berada di holenya. Rasanya lubang pantatnya pada dinding rektrum anusnya berkedut terangsang ingin sekali disumpal. Naruto mulai membayangkan penis itu menyodoknya seperti Sarada melakukan pegging terhadapnya.
Tiba-tiba sebuah tangan yang mengenakan sarung tangan latex hitam membekap mulutnya dari belakang dengan sangat erat. Naruto lantas melirik kebelakang dan mengerang sambil meronta tubuhnya saat mengetahui siapa yang membekap dirinya itu.
Sarada sudah kembali. Kini sudah memakai bikini merah dengan sepatu highhell berhak tinggi yang sexy. Merangkul mesrah dengan tetap membekap mulut Naruto dengan kuat yang terus meronta sambil melirik senang dan mengerang dalam bekapan mulutnya dengan telapak tangan gadis dibelakangnya.
"Mau dientot lagi sama aku hm" goda Sarada yang wajahnya berada disamping kiri muka Naruto sembari menjilat pipinya. Tangannya mulai mengelus dada Naruto kemudian meremasnya, membuat pria blonde itu mendesah.
Sarada lantas membuka lilitan tali yang mengikat diperut Naruto pada sanderan kursi lalu berdiri dihadapannya dan langsung mengangkat mudah tubuh Naruto yang besar dan kekar di bahu kirinya. Naruto hanya bisa diam dengan wajah malu diperlakukan seperti ini. Ia tidak menyangka gadis Uchiha ini sungguh kuat perkasa. Ia merasakan elusan dibokongnya lalu kemudian tamparan keras yang membuat ia memekik seketika. Ia mengerang kesal sambil meronta kecil kedua kakinya yang terikat itu. Sarada tersenyum gemas melihat pria uke ini.
Sarada membawa Naruto ke ranjang kasur dan langsung menghempasnya. Kemudian naik mengurung Naruto yang terdiam diatasnya. Sarada perlahan meraba wajah tampan pria yang ia sangat dambakan ini sekarang sudah jadi miliknya. Ia tidak akan menbiarkan seorangpun termasuk Ayahnya menyentuh Naruto-nya.
Sarada memejamkan mata. mencium mulut Naruto yang tersumpal ballgag. Memciumnya dengan jilatan lidah lihai di bibir Naruto dan bola gagnya yang basah oleh saliva Naruto yang mengerang sexy
Tangan Sarada mulai mengelus perlahan tubuh kekar pria tak berdaya ini dengan menggoda. Tangan yang dibalut glove latek itu mengusap benjolan kecil didada Naruto yang sudah basah itu. Naruto tidak kuasa menahan sentuhan sensitif ini hingga ia hanya bisa mengerang dengan desahan dibalik ballgagnya yang basah itu. Dan tubuhnya menggeliat saat gadis diatasnya tidak hentinya menyentuh bagian dadanya yang juga sangat sensitif itu hingga putingnya dibalik kaos ia kenakan basah, Naruto mengerang keras dengan mengeluarkan susu kentalnya dikedua putingnya.
Sarada lantas menjilat jari jemarinya yang belumuran cairan putih manis barusan sembari menatap Naruto yang terengah lelah. "Kau manis."
Sarada lantas berdiri dan melangkah kearah koleksi sextoysnya. Mengambil strap-on dildo penis hitam berurat dengan ukuran yang besar dan panjang. Lalu memakainya dipinggangnya dihadapan Naruto yang tidak berdaya di atas kasur.
"Aku ingin mengentotmu. Sekarang perlihatkan pantatmu."
Naruto dengan senang hati telungkup dikasur dengan pantat menungging dihadapa Sarada. Ia menatap Sarada dengan tatapan mengoda nakal sambil mengerang dan meronta.
PLAK!
"Auwh!" Naruto menjerit. Sarada tersenyum sambil melumurin lubecrem pelicin pada strapon dildo besar dipinggangnya lalu mengarahkan ujung penis strapon besarnya di hole pria uke ini.
"errrrhh arghh!" Naruto mengerang kesakitan dan memejamkan mata erat saat ukuran dildo strapon yang dikenakan dipinggang Sarada sepertinya berbeda lagi ukurannya. Agak besar dari sebelumnya hingga ia kesakitan seperti ini.
"Kau harus terbiasa mulai sekarang dengan ukuran dildo yang besar untuk melebar lubang anus pantatmu ini. Karena lubangmu akan berguna nanti."ucap Sarada dengan perlahan menggerakan pinggangnya untuk memasukan strapon besarnya ke anus Naruto.
"ERRRRGHHHH ARGGH!" Naruto menangis dengan erangan keras dimulutnya yang tersumpal ballgag. Sudut kedua matanya berlinang air mata saat strapon dildo besar itu perlahan masuk kian dalam ke lubang pantatnya. rasanya liang anusnya seperti disobek paksa.
Sarada yang melihat Naruto-nya menangis, mengecup pipi pria submissive tersayangnya ini. "Tenang, kau akan mulai terbiasa dientot dengan ini." ucap Sarada lembut agar menenangi Naruto.
Naruto hanya mengangguk saja. Sarada lantas perlahan mendorong masuk strapon dildo besarnya diiringi erangan kesakitan Naruto hingga kini tersumpal sempurna oleh strapon huge dildo itu.
Sarada membekap mulut Naruto kembali dan satu tangan lainnya menyentuh oppai berotot Naruto. Naruto mengerang dalam bekapan telapak tangan Sarada kala jari lentik berbalut sarutangan latex hitam memuntir putingnya hingga Naruto menangis memejamkan mata.
Sarada mengambil nipple clam berantai dan menunjukkannya pada Naruto sambil tersenyum, Naruto hanya bisa pasrah melihatnya Sarada menjepit kedua puting dadanya yang kembali meringis kesakitan saat rasa perih jepitan nipple clam itu
"Sexy~" Sarada mencumbu leher Naruto yang kembali mengerang. Tangannya mengelus dada besar berotot menggoda Naruto. jari jemari menyentuh salah satu jepitan di dada Naruto yang hanya bisa mengerang saja dengan nada yang berbeda saat menyentuh itu.
Sarada mulai kembali menyodok anus Naruto sambil mencumbu leher untuk meninggalkan beberapa kissmarknya maupun dada Naruto, mempermainkan nipple clam di puting kirinya yang baginya imut ini.
Erangan Naruto berubah menjadi desahan. Tubuh besar yang terikat tidak berdaya diranjang itu terhentak-hentak kala Sarada mulai mengentotnya dengan cepat. Kontolnya sendiri yang berdiri tegak karena ngaceng bergoyang kesana kemari. Naruto sangat ingin menyentuhnya!
Sarada melepas tali yang mengikat kaki Naruto. Lantas kedua kaki Naruto yang dibebaskan itu langsung mengangkang lebar oleh Sarada yang menggengam kedua pergelangan kaki Naruto yang menggunakan kaoskaki putih tebal merek nike itu. Naruto melihat gadis kecil itu mendesah saat terus sodomi liang anusnya yang terasa becek dan mengusap dan mengelus kedua kakinya yang mengangkang.
"Kau sangat cocok jadi uke ku kalo pake kaoskaki ini," ucapnya dengan tatapan dan nada yang menggoda sambil mengelus kaki Naruto yang mengenakan kaoskaki. "Aku juga makin suka jika kau jadi anjingku seperti ini. Na-Ru-To-Sa-Ma~"
"muuuhh ummmfff eemmmfff" Naruto mengerang setiap Sarada menggenjot pinggulnya dengan cepat dan kuat, mengentot anusnya yang sangat becek dengan strapon dildo besar yang kini dinding rektrum anusnya sudah terasa terbiasa membuat ia melayang nikmat. Ujung kontol berbahan silicon itu terus menghajar bagian titik terenak dalam pantatnya itu serasa dirinya sangat hina dimata gadis dominan dihadapannya ini.
Sarada menahan kedua kaki Naruto dengan menggenggam pegelangan kaki Naruto disisi kepala Naruto, mengentot pria idamannya ini dengan kedua kaki terbuka lebar seperti huruf V agar mudah dengan pantat Naruto terangkat ini membuat Sarada terangsang melihat Naruto yang mengerang dan mengerakan kedua kakinya meronta digenggaman kedua tangannya.
Sarada menjulurkan lidah menjilat saliva di dagu Naruto lalu berakhir mencium mulut tersumpal Naruto yang disumpal ballgag hingga melumat mulut serta mencumbu mesra.
Naruto mengerang sambil terus meronta, membuat Sarada kesal saat mencumbunya. Ia menjauhkan wajahnya lalu menampar wajah Naruto. Ia pun kembali mencumbu mulut Naruto yang kini berurai airmata.
Hingga saat tubuh besar Naruto menegang didalam kukungan lengannya yang menahan kedua kaki pria ukemaki ini yang muncratkan peju kentalnya di perut bispeknya Sarada terus menggejot mengagahi Naruto yang hanya bisa mengerang pasrah.
Sarada mencabut kontol siliconnya dari liang anus pria blonde-nya. Melihat lubang pantat Naruto yang sangat becek itu lalu mematap wajah lelah Naruto yang terkulai memejamkan mata lemas dengan napas terengah lelah.
Sarada meraih sebuah borgol besi berantai dilantai. Meraih kedua pergelangan kaki Naruto menyatu yang berkaos kaki itu lalu memborgol kedua pergelangannya.
Setelah itu ia melepas ballgag dimulut Naruto yang hanya bisa menatap diam. Sarada mengecup bibir Naruto seraya mengusap kepala Naruto dan tersenyum lembut.
Kemudian Sarada juga melepas iketan tali ditangan dan siku Naruto. Dan memborgol kedua pergelangannya kedepan borgol dengan rantai panjang yang terhubung dengan kepala ranjang tidur.
Sarada melangkah ke meja riasnya untuk mengambil kurungan kontol chastity warna pink Naruto. Kemudian mengurung kontolnya Naruto terus menggemboknya.
"Sarada, mohon tidurlah bersamaku. Aku takut sendirian."
"Jangan takut om, aku ganti baju dulu. Jadi buka mulutmu." Ucap Sarada tersenyum lembut seraya mengusap kepalanya.
Naruto menurut membuka mulutnya ketika Sarada kembali menyumpal clavegag mulutnya dengan sehelai kain yang diikat dikepala kepalanya terus melakban bibir mulutnya.
"Coba mengerang sayang"
"Nghhh emmmphh nghmmphh!" Naruto mengerang. Berusaha berteriak keras sambil meronta tangan kakinya yang terikat rantai diatas ranjang. Berperan layaknya dia lagi (emang diculik sih) diculik dan disandera yang lagi berusaha membebaskan diri sambil menatap Sarada.
Seperti teringat sesuatu, Sarada terkejut sesaat, ia langsung mengambil smarphonenya lalu mengaktifkan kameranya, "Oh lupa! Teruslah" meronta om! Aku akan merekammu!"
" NGKHH EMPPH UUUUUMMMMPPH!" Naruto berekpresi marah kesal ke arah kamera sambil meronta tangan kaki yang terbelenggu, ditambah nipple clam diputingnya ia goyangkan dadanya. Namun Sarada tau itu hanya akting pria uke nya yang sangat senang direkam olehnya.
"Dasar om lonte. kau tak akan bisa lepas dariku."ujar Sarada sambil tetap merekamnya dengan senyum mengejek.
Setalah puas merekam Naruto yang masih saja meronta itu, Sarada memasangkan ikat pinggang yang ada hiasan rantai kecil dan kain sutra halus transparan putih panjang yang dikaitkan di setiap pergelangan kaki Naruto kemudian gelang besi berlonceng dikedua kaki Naruto. Sarada juga memakaikan penutup wajah berkain tipis transparan dibagian mulut Naruto.
Kini Naruto-nya sudah bernampilan sexy seperti penari perut india dengan asesoris lonceng-lonceng yang yang ada diperut, kedua kakinya serta kedua puting dadanya.
"Tidurlah duluan om, aku pergi sebentar. Jangan nakal ya bye~" Sarada melambaikan tangannya setelah sudah mengecup mulut Naruto. Naruto lantas meronta tangannya itu dengan wajah kesal sambil berusaha menarik rantai belenggu tangannya yang dirantai diranjangnya. Naruto semakin meronta saat Sarada menjauhinya menuju pintu. Suara erangan yang dipadu isak tangis Pria Ukemaki yang berusaha meronta terus menerus hingga berisik oleh suara gemerincing lonceng di pinggang, kedua kaki dan dinipple clam putingnya itu.
Kini Naruto terduduk diranjang dengan menghentakkan kaki kesal sambil menatap kesal pintu kamar sekapnya itu.
Next or No?
comment ya~
