"Grookkk!" Suara dengkuran keras mengisi kamar seonggok duren busuk.
WO acara pernikahan besok masih tidur lelap bak tidak memiliki kegiatan penting yang harus dilaksanakan.
"Konan cayank ... mumumu, abang Iko cayank Konan mwuah." Bisa ditebak panitia satu ini sedang mimpi apa.
Itachi, Kisame, Zetsu dan Nagato berdiri melingkar di kasur sang panitia berambut duren itu, melihatnya dengan tatapan datar seolah sedang mencoba membakar panitia itu menggunakan laser yang keluar dari mata.
"Bangunin aja nih?"
"Kalau kata nyonya dibangunin biasa ga ngaruh, harus smackdown."
"Kalo masih juga ga ngaruh, harus bisikin kata kunci."
"Kata kunci?"
Itachi, Kisame dan Nagato langsung menengok ke si lidah buaya oreo. Si lidah buaya nyengir.
"Kata kuncinya 'mau jadi Pain atau bangun?' gitu."
Saat itu juga Yahiko langsung membuka mata dengan lebar, engga kok, matanya belum jadi rinnegan, mata coklatnya melotot ke empat orang yang ditugaskan membangunkannya.
"Kenapa kalian ada di kamar akuh? Jangan-jangan ..."
"KALIAN MAU RAEP AKUH YAH?! KYAAAA~!" jeritnya dengan suara melengking sambil meluk dirinya sendiri.
Detik itu juga Yahiko kena jutsu bungkus nasi punya Konan. Keempat orang yang menonton adegan kekerasan ini langsung menegak ludah.
Untung bukan mereka yang kena.
Beberapa menit kemudian sekumpulan mahluk hidup penuh lika-liku ketidakwarasan ini sudah berada di ruang tamu. Yahiko selaku panitia acara nikahan keliatan agak bingung, dua hari kemarin dia sudah minta Itachi dan Kakuzu nyewa hotel buat nikahan anggota rambut merahnya.
Yahiko berputar 360 derajat, kenapa di tempat sekarang dia berpijak ini bukan hotel tapi vila, vila angker, meskipun Yahiko bukanlah indigo seperti Klan Hyuga Yahiko bisa merasakan arwah gentayangan di pepohonan dan atap vila, tambah beberapa spot vila ini lampunya ada yang pecah.
Yahiko menengok ke Itachi, Itachi nunjuk si bendahara korup. Yahiko memicingkan kedua matanya dan menatap Kakuzu, Yahiko menatapnya seolah akan mengeluarkan sinar laser dari matanya, dia sangat kesal dengan apa yang dilakukan Kakuzu.
Pernikahan itu harus meriah, apalagi ngundang Pak RT komplek batu. Malu dong kalau tidak kelihatan keren, panitia WOnya itu cuman mereka bersebelas doang. Itu juga sebenernya ada yang menolak akan pekerjaan sukarela ini si IQ minus Hidan dan Deidara yang tidak percaya dengan teman seperbangsatannya mengurus acara penikahannya. Keinginan Yahiko juga sih mau bantuin mengurus tetek bengek pernikahan anggota rambut merahnya yang satu ini.
Bukan Nagato loh, tapi Akasuna no Sasori alias boneka kennya Akatsuki.
Om-om berambut merah yang kena deadline nikah dari neneknya tercintah yang sudah ngebet ingin nimang cicit, sayang sekali cucu laki-lakinya ini menikahi seonggok boneka barbie pirang hobi ngebom. Keinginan menimang cicit itu harus sirna, berkat kenyataan itu neneknya tetep ingin Sasori nikah, walaupun tidak bisa memberikan cicit padanya.
Soal anak bisa maling anak orang, menurut gosip yang sudah disebar dengan penuh semangat oleh Zetsu, anak yang bakal diasuh oleh calon pengantin ini bernama Yodo. Masih katanya tapi, tergantung Yodo rela atau tidak punya orang tua tidak jelas seperti Sasori dan Deidara. Masalahnya kalau dari penampilan Yodo sudah masuk kriteria anak yang bisa diadopsi.
Rambut pirang panjang, poninya juga ga kalah cetar membahana dari yang Deidara punya, ikat kepala ninja sunagakure, kurang cocoklogi apa coba?
Oke lupakan soal calon anak adopsi dua seniman homo ini. Kita kembali ke Yahiko yang sudah sekarat berkat urarenge versi lite pemberian Konan. Dengan badan penuh perban, Yahiko menyuruh Zetsu untuk menata vila angker ini dengan tanaman hias, intinya Yahiko ingin tanaman hias itu diletakkan di tempat yang estetik.
Sebenarnya vila angker ini tidak jelek-jelek banget, kolam renang bersih, pepohonan rimbun yang bikin sejuk, vilanya juga bersih, bangunannya memang kelihatan seperti bangunan lama yang diperbaiki, jadi bentuk bangunan lama jaman penjajahan masih melekat.
Yahiko pun berjalan menghampiri Kakuzu dan dimulailah ceramah panjang lebar tentang idealisme sebuah pernikahan, harusnya emreka tidak perlu mengirit uang.
"Kakuzu! Denger gak?"
"Berisik, kalo kita ga ngirit besok makan nasi aking lagi mau?!" Kakuzu balas mengancam.
Tanpa belas kasih Kakuzu mencolok kedua mata Yahiko, Yahiko menjerit kesakitan dan K.O di tempat dalam keadaan mengganaskan, tidak ada seorang pun yang mau membantu Yahiko, kasihan Yahiko. Sudah nista jatuh tertimpa tangga pula.
Zetsu pun muncul dari bawha tanah dan melaporkan dia sudah selesai melakukan tugasnya, saat laporan Yahiko masih tidak sadarkan diri, jadi Zetsu beralih pada Konan, Konan hanya mengangguk saja dan memberikan jempol, kemudian Konan langsung mejatuhkan ribuan kertas dari atas.
"Kalian bikin origami bunga, burung bangau tdiak boleh protes, LAKUKAN SEKARANG!"
Mahluk-mahluk tidak jelas kecuali Sasori, Deidara dan Kakuzu langsung pasang pose siap gerak dan diakhiri dengan hormat. Kakuzu menolak melakukan kegiatan tidak berfaedah itu dan memilih ngitung sisa uang yang telah mereka habiskan hanya untuk menyewa vila angker ini di teras.
Sasori dan Deidara? Mereka berdua ditarik Konan secara paksa masuk ke vila. Konan mau ngobrolin letak dekorasi, walaupun Konan memiliki peran emak tiri dalam organisasi bejat ini, dia selalu pengertian, dia pun menyerahkan letak dekorasi dan segala macamnya pada Sasori dan Deidara selaku seniman yang memiliki jiwa seni dan ekstetik diluar perkiraan BMKG.
Tiba-tiba Konan teringat akan pakaian pengantin untuk Sasori dan Deidara yang belum diambil dari TPA-BUKAN, laundry hasil nyolong punya orang. Saking hematnya mereka, Kakuzu selaku bendahara yang memegang semua duit Akatsuki menyuruh Zetsu untuk menyolong baju di rumah orang, tadinya Nagato menyarankan minjem ke Itachi, tapi Itachi geleng-ngangguk, takut dikira dia bakal nikah lagi sama orang tuanya. Pernikahan dia dengan Kisame masih belum direstui 100% alias Bapack Fugaku dan Ibuck Mikoto masih denial kalau anaknya ini menikahi manusia titisan hiu, yang sebenernya itu cuman becandaan temen gengnya Itachi.
"Konan aku gamau pake gaun kaya Itachi, un."
"Yaudah pake jas putih aja ya."
Deidara ngangguk.
"Aku pake yang jas merah marun itu?"
"Iyalah! Itu hasil nyolong punya Gaa-" Konan menutup mulutnya terus tersenyum. "Sas, beneran di vila ini aja?"
"Kan ga mungkin kalau di markas."
"Iya, nanti makin ga dapet restu, un."
"Iya sih ... apalagi yang diundang Tsuchikage, syulit rasanya mengundang Tsuchikage ke markas bau apek penuh majalah bokepnya Guru Jiraiya. Setidaknya hantu-hantu disini udah ilfeel duluan sama Hidan, jadi semuanya pasti bakal aman," kata Konan percaya diri dan memberikan jempol.
Sasori dan Deidara langsung melirik, semoga saja semuanya aman, engga ada kejadian tamu undangan jadi tumbal Hidan.
Hari penuh lika-liku mendekorasi vila angker menjadi tempat super indah sampai-sampai tidak kelihatan angker lagi, vilanya menjadi cerah terang benderang bak rambut pirang Deidara.
Jam 12 malam vila sudah berubah dan ke-11 mahluk ini tepar di tempat termasuk kedua calon pengantin, kedua calon pengantin ini tidak mendahului kegiatan malam pertama, melainkan membantu bawa dekorasi kesana-kemari. Calon pengantin yang sangat mandiri.
Jam 4 subuh, mereka yang tidur layaknya ikan sarden di karpet vila dibangunkan oleh Nyonya Konan. Nyonya Konan paling rajin. Peran Konan di sini memang sangat penting, menjadi ibu dari anak-anak kurang kasih sayang dari orang tua kecuali Itachi.
"Ayo bangun, sebelum tamu dateng kita harus udah siap," kata Konan dengan lembut dan ngeggoyangin satu persatu anak-anak asuhnya menggunakan kaki, sungguh sopan sekali. "Jangan pada males."
"Bentar ... bentar ... lima menit lagi." Ini Yahiko, minta tambahan lima menit bak siswa yang masih ngantuk.
Nagato langsung bangun, manusia bermata obat nyamuk satu ini tahu diri, tapi masih keliatan linglung.
"Iya mah, Itachi bangun~ ..."
Sebuah tangan warna biru terangkat ke atas. "Nyonya izin bangun jam setengah 7, tangan hamba masih sakit."
"Berisik, gua masih mau tidur." Si cunguk korup menolak titah Konan.
"MWAHAHAHAHA! MAMPUS! MATI KAU AYAM!"
Konan perlahan menengok ke bekalang, gordeng yang menutupi pintu kaca geser sudah terbuka, di halaman vila menampakkan sesosok pemuda sesat berambut klimis sedang menusuk-nusuk dirinya dan tertawa maniak ke ayam yang sudah tak bernyawa akibat ulah si klimis.
Saat itu juga oknum pembunuh ayam tetangga diubah oleh Konan menjadi lontong ayam.
"Berisik," katanya sambil menepuk kedua tangannya bak membersihkan sisa debu yang menempel di telapak tangan.
Konan melanjutkan kegiatannya yaitu, membangunkan personil WO yang harusnya sudah mandi dan bersiap, ah iya ... calon pengantinnya juga masih tidur dengan nyenyak dan paling mesra diantara mereka yang tidur layaknya ikan sarden ini. Konan natap rendah mereka yang masih tidur beralaskan karpet, yang masih tidur raut wajahnya mulai berubah seperti orang yang mendapat mimpi buruk.
"Konan ... nyonya ... iya ... aku ... aku bangun ...," gumam Yahiko dalam tidurnya.
Nagato yang linglung seketika langsung sadar sepenuhnya. "Maaf ngumpulin nyawanya lama ..."
Konan menghampiri Nagato, lalu mengelus pucuk kepala Nagato sembari tersenyum. "Gapapa, ayo cepet mandi, selagi kosong."
Saat Nagato merasa lega tidak kena amarah Konan yang membara dan sudah agak jauh dari TKP. Mata obat nyamuknya melihat Konan yang sedang menendang sisa personil Akatsuki yang masih ngorok dengan amarah seorang malaikat jatuh dari pohon.
Bak! Buk! Kompryang!
"IYA AKU BANGUN YAYANG KONAN!" Yahiko langsung lari ke kamar mandi lantai dua.
"Mohon ampun nyonya, saya langsung mandi!" Kisame nyebur ke kolam renang, dengan alibi mandi. Niatnya mau tidur lagi (ngambang di kolam renang).
"Iya ... iya Konan aku udah bangun nih, tapi izin tetes mata dulu, mata aku merah." Itachi masih agak linglung.
Cuman Kakuzu yang santai aja ditendang penuh napsu oleh Konan, dia tetap rebahan dengan enaknya.
Sementara Sasori sama Deidara ngacir ke kamar tidur-maksudnya gedor kamar mandi yang masih dipake Nagato.
"NAGATOOO KELUAR OI! JANGAN LULURAN TERUSS GANTIANNN!"
"NAGATOO CEPETAN KELUARRRR! SI KONAN NGAMUK! UN."
"Iyah, bentar ya, lagi keramas."
"Nanti luntur warna rambutnya."
"Danna, ini bukan abis bangkitin warga Konoha."
"Oh gitu."
"Iya."
Sehabis percakapan singkat itu pintu kamar mandi pun digedor lagi oleh dua seniman ini dengan barbar.
"NAGATOOOOOO BUKAAAA!"
Tinggalkan Nagato yang disuruh buru-buru sama calon pengantin. Mari kita beralih pada Itachi yang masih linglung dan Kakuzu yang masih ditendang-tendang Konan.
Itachi liat Kakuzu ditendang Konan dengan dahi berkerut, cepat-cepat Itachi mencari kamar mandi agar dia tidak kena dupak Konan dan bisa pakai krim anti keriput tanpa diteriaki Konan.
Kakuzu akhirnya bangun sambil garuk-garuk pantat, tak lupa menggerutu kesal. "Nih bangun, puas?"
"Cepetan siap-siap."
Sekali lagi Konan menendang pantat si curut korup.
"Oke sekarang waktunya bersiap di depan utnuk menyambut tamu.
1 Abad kemudian, villa angker ini pun mulai meriah saat anggota Akatsuki lari kesana kemari mencari alamat dengan wajah panik, kecuali Kakuzu yang masih santai ongkang kaki dan bersiap nerima amplop di kotak amal.
Jam 12 pas para tamu sudah datang, sudah siap mendengar ijab qabul si pengantin pria, walalupun dari keluarga dua belah pihak sangat kelihatan mereka tidak terima Sasori dan Deidara menikah, kecuali Nenek Chiyo, nenek kandung Sasori satu ini kelihatan sangat bangga sampai menitikkan air mata. Bahagia akhirnya cucunya menikah setelah 20 tahun lebih kabur dari rumah.
Kakizu menyalakam lagu dari hape jadul second hasil nyolong di rumah Pak RT, lagu khas orang nikahan pun bergema.
Cinta satu malam oh indahnya-
Lagu berhenti saat hape itu dibanting dengan barbar oleh Yahiko tanpa dosa.
"Itu bukan lagu nikahan Kujuuuu!"
"Di hape itu cuman ada lagu itu, yaudah."
"Yaudah apa?!"
"Ya lagu itu yang diputer."
Calon pasusu yang sudah duduk di kursi ijab kabul menundukkan kepala malu, sudah mau ijab qabul temen seperbangsatannya masih aja berulah.
Calon pasusu ini bisa ngerasain dari arah belakang hawa tidak enak dari cucu perempuan Tsuchikage, seperti orang itu sudah siap ancang-ancang berteriak "TIDAK SAH!".
Lupakan leader yang sedang ceramahin bendaharam Kakuzu, kita fokus ke meja ijab qabul, Sasori sudah berjabat tangan dengan penghulu sesat klimis yang sudah memakai pakaian penghulu lengkap dengan kopeah. Penghulu ini berdeham ganteng.
"Sudah bisa dimulai?"
"Iye," bales Sasori ogah-ogahan.
Hidan nyengir bego. "Ehem, saudara Akasuna no Sasori bin gua lupa namanya siapa, saya nikahkan dan saya kawinkan Anda dengan cucu (pungut) laki-laki kakek Tsuchikage Deidara Similkita dengan maskawin seperangkat alat ukir kayu dan segunung tanah liat dibayar NGUTANG."
Yahiko dan Konan mukanya flat mendengar penuturan si penghulu sesat. Nagato ketawa garing, Itachi sibuk ngelilingin meja prasmanan, Kisame sibuk ngurus makanan prasmanan, Zetsu mendokumentasikan ijab qabul dengan hape nopia jadul berkamera burem hasil nyicil 100 kali, Kakuzu diem aja nonton takut kena amuk Yahiko lagi.
"Sa ... saya terima nikah dan kawinnya Deidara bin Kakek Ohnoki dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
Tiba-tiba Hidan mukul meja. "IKUTIN YANG BENER!"
"LU SEENAK JIDAT NAMBAHIN YANG ENGGAK PERLU!"
"BODO AMAT POKOKNYA IKUTIN ATAU ENGGA LU KAGAK JADI NGANUIN SI DEIDARA!"
Deidara nyikut Sasori. "Ikutin aja danna, emang nyebelin ni mahluk sesat satu," bisiknya.
Sasori tarik nafas, lalu keluarin secara perlahan, dia harus sabar. "Saya terima nikah dan kawinnya Deidara Similkita bin Kakek Tsuchikage dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
"SAH GAK KAWAN?!" teriak Hidan pada tamu nikahan.
"SAHHHH!" Ini teriakan Yahiko dan Nenek Chiyo, paling bersemangat.
"(Enggak) SAH!" Ini teriakan dari keluarga kedua belah pihak alias tiga saudara Sabaku dan Kurotsuchi.
"SELAMAT OM! ELU UDAH HALAL NGELAKUIN YANG IYA-IYA SAMA SI BANCI INI NANTI MALEM!"
Sasori kelihatan engga terima sama kata-kata HIdan. "Lu ngejek gua ya?"
"Kalo iya?"
Seketika Sasori ingin menggeplak muka bego Hidan, Hidan balik geplak muka ganteng Sasori.
"Ayo gais makan, enak makanannya."
Tiba-tiba Itachi muncul dengan tiga tusuk dango.
"Itachi-san, belum boleh dimakan."
Konan memijat kening. "Minggu depan kita tes kewarasan yuk."
