Name: Devil Shinobi of the Phenex Family

Author: The World Arcana

Genre: Romance, Friendship

Rating: M

.

.

Disclaimer: Naruto, Highschool DxD, Fate series dan Akame ga Kill bukanlah milik saya. Yang saya miliki hanyalah cerita fic ini saja. Naruto milik Masashi Kishimoto, Highschool DxD adalah milik Ichiei Ishibumi, Fate milik Nasuverse, Akame ga Kill adalah milik Takahiro dan Tetsuya Tashiro.

.

.

Pair: Raiser Phenex x Uzumaki Akane(OC), Vali Lucifer x Lucina Lucifuge(OC), Uzumaki Naruto x Grayfia Lucifuge, Uzumaki Naruto x Akame(Past), Otsutsuki Kurama x Tamamo no Mae, Hyoudou Issei x Irina Shidou x Erina Lucifer, Yuuto Kiba x Asia Argento.

.

.

Chapter 11: Consequence

.

.

Issei Hyoudou terlihat tidak percaya saat dia bersama dengan adik angkatnya yang bernama Asia Argento pergi ke rumahnya untuk menemui kedua orang tuanya, tapi bisa dilihat kalau kedua orang tuanya itu terlihat tidak mengingatnya sama sekali dan malah mengatakan kalau dia hanya punya 3 anak angkat saja karena mereka berdua tidak pernah mendapatkan keturunan apalagi mengingat kalau sebelum kelahirannya dulu sang ibu sering mengalami keguguran sebelum pada akhirnya ibunya hamil dan melahirkan dia.

'Rias, kau keparat!!! Jadi selama aku tidak ada disini, kau menghilangkan ingatan aku dan Asia dari kepala kedua orang tua-ku.' Batin Issei yang terlihat menahan tangis saat melihat ibu dan ayahnya yang terlihat melupakannya..

"Kau tidak apa-apa, nak?" Tanya Gorou Hyoudou, sang ayah yang entah kenapa khawatir dengan pemuda di hadapannya ini padahal dia baru saja bertemu dengannya.

"Aku tidak apa-apa, Hyoudou-san." Balas Issei dengan sedih dan kemudian dia menatap Asia dan berkata "Ayo kita pergi, Asia."

"Baiklah, nii-sama."

Saat Asia dan Issei akan pergi dari kediaman keluarga Hyoudou, dengan sigap sang ibu yang bernama Miki Hyoudou langsung memeluk Issei dan berkata "Issei, putraku. Bagaimana aku bisa melupakanmu seperti ini. Kau ini adalah anak yang kami selalu harapkan. Anak yang kami selalu doakan untuk bisa lahir dengan selamat dan memiliki hidup yang lebih beruntung daripada saudara-saudaramu sebelummu."

Issei terkejut akan hal itu dan membuatnya berkata "Kaa-chan, tapi bagaimana bisa?"

"Ingatan tentangmu memang dihapuskan, Issei. Tapi aku tidak akan pernah lupa semua doa yang aku dan ayahmu berikan untukmu sewaktu kau masih dalam kandunganku, Issei."

Issei yang mendengar itu langsung menangis dan memeluk kedua orang tuanya itu dan hal itu membuat Asia tersenyum walaupun ingatan tentangnya sayangnya tidak kembali seperti kakak angkatnya itu.

.

.

- Time Skip -

.

.

Issei, Asia dan kedua orang tua mereka pun memutuskan untuk makan bersama di suatu kedai sederhana yang bisa terbilang sepi dan dia pun menceritakan tentang semuanya kepada mereka. Tentang dirinya yang terbunuh oleh mantan pacarnya dan dirinya yang dijadikan iblis oleh Rias, perjuangannya melawan Raiser Phenex dan lalu dirinya dibuang oleh Rias setelah dirinya kalah saat rematch melawan Raiser, dirinya yang sekarang sudah menjadi iblis dibawah kekuasaan Raiser dan kedua orang tua-nya yang dihapus ingatannya oleh Rias karena penolakannya pada penawaran yang dia tawarkan saat rapat 3 pemimpin fraksi surgawi beberapa hari lalu.

"Jadi Rias merencanakan kematianmu, lalu dia membuangmu dan kemudian menghapus ingatan tentang dirimu dan Asia-chan kepada kami berdua." Ucap Gorou dengan tenang sebelum emosinya memuncak dan membanting gelas minumannya dengan keras dan berkata "Keparat!!! Perbuatannya tidak bisa aku biarkan!!! Ayo kita pergi usir mereka bertiga dari rumah kita, Miki."

Melihat kemarahan ayahnya, Issei pun berkata dengan tenang "Itu tidak ada gunanya, tou-chan."

"Apa maksudmu berkata seperti itu, Issei?" Tanya Gorou yang kemudian berkata "Rumah itu adalah rumah kita. Sudah hak kita untuk mengusir keberadaan sosok yang telah membuat hidup anakku satu-satunya menjadi seperti ini."

"Kau harus sadari faktanya, tou-chan." Balas Issei yang kemudian melanjutkan "Sejak Gremory merenovasi rumah itu, rumah itu bukan lagi menjadi milik kita lagi."

"Lalu apa yang harus kita lakukan, putraku?" Tanya Miki yang kemudian melanjutkan "Tidak mungkin kan kalau kita membiarkan mereka berbuat sesukanya di rumah yang merupakan warisan dari kakekmu."

"Aku minta maaf, kaa-chan, tou-chan." Balas Issei yang kemudian melanjutkan "Aku tahu rumah itu sangat berharga bagi kalian berdua. Aku juga mempunyai banyak memori penting di rumah itu lagipula. Tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi mengenai rumah itu."

"Lalu kita harus tinggal dimana sekarang?"

Mendengar perkataan ayahnya, Issei pun tersenyum dan berkata "Karena itulah aku kemari, tou-chan, kaa-chan. Karena aku ingin menjemput kalian dan membawa kalian ke rumah baru kita."

"Huh..."

.

.

- Time Skip -

.

.

Issei dan Asia pun pergi membawa kedua orang tua mereka ke kediaman baru mereka dan bisa dibilang mereka sungguh menyukainya. Mereka sangat mengapresiasi kediaman baru mereka yang terlihat modern tapi dengan sentuhan rumah tradisional Jepang apalagi banyak pohon-pohon yang memberikan suasana asri di kediaman mereka.

Saat Issei dan kedua orang tua terlihat bahagia dengan rumah baru mereka, Asia tidak terlihat berbahagia karena dia merasakan dirinya hanyalah seperti orang asing. Apalagi kedua orang tua angkatnya terlihat masih belum mengingatnya, tidak seperti saudara angkatnya. Membuatnya ingin pergi menjauh dari sana dan ingin berada disamping Yuuto saja.

Tapi Miki yang melihat kepergian Asia, langsung menahan tangannya dan berkata "Kau mau kemana?"

"Aku ingin pergi ke tempat pacarku saja, Miki-san. Aku seperti orang asing disini. Aku memang diangkat menjadi anak oleh kalian berdua... Tapi karena kalian tidak bisa mengingat itu, akan sangat tidak etis jika aku mengganggu momen kekeluargaan kalian."

.

.

Ctaaakk

.

.

"Ittai!!!" Teriak Asia yang terlihat kesakitan karena dahinya disentil oleh Miki "Apa sih yang kalian lakukan, Miki-san? Sakit tahu."

"Dasar gadis bodoh." Balas Miki yang tersenyum "Kami memang tidak bisa mengingatmu, Asia-chan. Tapi kau tetap adik angkat dari putraku. Memangnya kenapa kalau kami berdua tidak mempunyai ingatan tentang dirimu? Kalau kita tidak punya ingatan tentang dirimu, kita tinggal membuat ingatan yang baru bukan?"

"Lagipula kalau kami berdua tidak mengingatmu sebagai putri angkat kami, kami tingal mengadopsi-mu seperti dulu. Iya kan, putraku?"

"Itu benar tou-chan." Balas Issei yang kemudian berkata "Sampai kapanpun, kau akan selalu punya tempat di keluarga kecil kami Asia."

Asia terlihat menangis dan memeluk sang ibu angkat dan kemudian Issei dan Gorou ikut memeluk mereka berdua "Arigatou, minna..."

Di sisi lain... Naruto yang terlihat sedang mengawasi keluarga Issei dari sebuah pohon yang dekat dengan kediaman mereka terlihat memicingkan matanya dengan gestur yang dilakukan Miki dan Asia karena gestur itu terlihat sangat familiar dengan gestur mendiang sang sahabat dan kakaknya "Hmm, mungkinkah—"

.

.

- Line Break -

.

.

Di Underworld ... Bisa dilihat kalau Sirzech dengan istrinya yang bernama Edelgard sedang terlihat bersama dengan adik dan kedua sisa peeragenya yang bernama Akeno dan Koneko sekaligus Bishop dari adiknya yang lama dia segel karena Bishop adiknya yang bernama Gasper itu tidak bisa mengendalikan kekuatan Sacred Gear -nya.

Kedua orang tua Sirzech yang bernama Venelana dan juga Zeoticus juga berada disana. Saat melihat kemarahan yang jarang ditunjukkan putra sulungnya itu, Zeoticus pun berkata "Kenapa kau terlihat marah sekali pada Rias, Sirzech? Sebenarnya apa yang Rias lakukan sampai-sampai kau seperti ini?"

"Bagaimana ya, tou-chan..." Ucap Sirzech dengan tenang dan kemudian dia melanjutkan dengan nada sinis "Issei Hyoudou. Sosok yang telah susah payah mengagalkan acara pertunangan tuan puteri tercinta kita ini. Tapi apa yang dia lakukan? Dia malah membuangnya karena dia lemah setelah kekuatannya disegel sementara oleh Raiser-kun saat pertandingan ulang mereka dan kedua temannya yaitu Yuuto-kun dan Asia-chan juga mengikutinya. Aku juga sudah mengetahui kalau Rias telah membiarkan Issei-kun terbunuh di Kuoh sekaligus merahasiakan keberadaan anggota fraksi malaikat jatuh yang membangkang kepemimpinan Azazel di gereja tua di daerah Kuoh tanpa memberikan kabar apapun dariku. Tapi aku masih bisa sabar otou-sama. Tapi tindakannya kali ini benar-benar melampaui batas. Dia menghapus ingatan orang tua Hyoudou-kun tentang Hyoudou-kun dan Argento-chan hanya karena dia menolak bergabung kembali ke peeragenya. Jadi katakan... Bagaimana bisa aku tidak marah pada dia sekarang otou-sama?"

Venelana dan Zeoticus terlihat terkejug saat mendengar perbuatan putrinya itu dan Venelana pun mengguncang-guncangkan tubuh putrinya dan berkata "Kau tidak benar-benar melakukan itu kan Rias-chan? Bilang padaku kalau apa yang dikatakan kakakmu itu salah."

Rias hanya terdiam dan kemudian dia pun berkata "Ya, itu benar okaa-sama. Aku memang melakukannya."

"Tapi kenapa? Kenapa kau melakukan hal seekstrim itu?"

"Karena dia pantas menerimanya." Balas Rias dan kemudian dia melanjutkan "Aku sudah menawarinya untuk bergabung lagi dengan anggota peerageku sebaik mungkin. Tapi dia malah mempermalukanku. Jadi aku lakukan itu. Aku menghapus eksistensi dia dari ingatan orang tuanya karena dia telah mempermalukanku."

Wajah Venelana dan Zeoticus bertambah kaget atas apa yang dikatakan putrinya dan Sirzech yang mendengar itu menghela nafas sebelum melanjutkan "Istriku memang benar Rias, kau terlalu manja dan semakin lama susah diatur. Kau pikir aku tidak tahu kau selalu menghina Lucina karena statusnya yang lahir di luar nikah? Tapi aku diam karena Grayfia tidak ingin dirinya dan putrinya membuat masalah di keluarga kita. Aku juga membiarkanmu untuk menuntut ilmu di dunia atas supaya kau tidak tertekan dengan pertunanganmu dengan Raiser dan aku juga membiarkanmu berkuasa di Kuoh dengan Sona, tapi apa yang kau lakukan? Lagi-lagi kau menghancurkan kepercayaanku dengan semua masalah yang kau lakukan. Kau mempermalukanku sebagai adik dari Maou Lucifer dan mempermalukan dirimu sendiri sebagai pewaris utama dari keluarga Gremory. Aku sudah muak, Rias. Tepat hari ini juga, aku Sirzech Lucifer menyatakan kalau kau tidak akan menguasai Kuoh bersama Sona lagi. Kau masih bisa menuntut ilmu di dunia atas tapi kekuasaan di Kuoh akan jatuh secara penuh di tangan Sona dibantu oleh Ravel sebagai pelatihan dirinya sebelum aku mendapatkan tempat yang akan dikuasai dia ke depannya."

"Kau tidak bisa melakukan itu, onii-sama!!!"

"Kenapa aku tidak bisa melakukan ini, adikku tersayang?" Sindir Sirzech yang kemudian berkata "Aku adalah seorang Lucifer. Jadi bisa kau jelaskan kenapa aku tidak bisa melakukan ini?"

Rias terlihat menatap tajam kakaknya karena hal sial yang terjadi padanya tapi kesialannya belum usai karena sepertinya kedua orang tuanya juga terlihat masih marah kepadanya.

"Jangan kau pikir hanya Sirzech yang kecewa denganmu, Rias. Aku dan ibumu juga kecewa karena kau bisa berubah menjadi sosok seperti ini. Aku dan ibumu tidak lupa dengan tindakanmu yang akan berhubungan badan dengan Sekiryuutei saat kau masih terikat kontrak dengan Raiser-kun."

"Lalu kau akan melakukan apa, otou-sama?"

Mendengar pertanyaan sarkastis dari mulut putrinya itu, Zeoticus langsung berkata "Statusmu sebagai pewaris utama akan kami copot dan akan kami berikan pada Millicas."

Rias terlihat marah saat ayahnya berkata seperti itu dan Venelana yang menyadarinya pun berkata "Kenapa kau marah, Rias? Bukannya kau sendiri yang tidak suka jika dirimu itu menjadi heiress dari klan Gremory? Apa salah jika kami memberikan ini pada Millicas-kun?"

'Kalau mereka melakukan itu, aku benar-benar tidak akan punya pengaruh apapun di Kuoh . Aku hanya akan dikenal sebagai adik dari Maou Lucifer saja dan onii-sama juga tidak akan memaafkanku dalam waktu dekat dan tidak akan membantuku jika aku mendapat masalah. Sialan kau, Lucina!!! Ini pasti perbuatanmu!!! Kau itu hanya orang asing, kau bahkan bukan putri dari kakakku. Tapi beraninya kau mengganggu urusanku. Aku akan memberikan pelajaran padamu nanti.'

"Tch, terserah kalian sajalah. Aku tidak peduli akan apa yang kalian lakukan padaku."

Melihat Rias pergi dari kamar Sirzech, Venelana terlihat menahan tangis dan berkata "Apa kita salah dalam membesarkan dia, Zeo-kun. Kenapa Rias tumbuh menjadi sosok seperti ini? Apa ini salah kita karena telah menunangkannya dengan Raiser-kun?"

"Rias menjadi seperti ini bukan karena didikan kalian berdua, otou-sama, okaa-sama. Kalau iya, aku juga akan tumbuh seperti dia." Balas Sirzech yang terlihat mencoba menenangkan ibunya.

"Maafkan aku, Zeoticus-sama, Venelana-sama, Lucifer -sama." Ucap Akeno yang kemudian melanjutkan "Ini semua salah kami berdua. Kami tahu Rias telah berubah dan perbuatannya ini tidak benar. Tapi kami membiarkannya karena dia adalah penyelamat hidup kami dan kami ingin membalas perbuatan baiknya."

"Ini semua bukan salahmu Akeno. Bukan salahmu kalau adikku itu terpengaruh dalam sisi gelap kami sebagai ras iblis." Balas Sirzech yang kemudian melanjutkan "Oh ya, Akeno. Aku tahu kau tidak akan menyukai ini. Tapi aku akan mengirimkanmu ke Baraqiel sampai kau menguasai kekuatan Holy Lightning milikmu."

"Kenapa kau lakukan ini, Sirzech-sama? Bukannya kau tahu sebenci apa kebencianku pada orang itu?"

"Karena kebencianmu itu menghalangi potensialmu, Akeno." Balas Sirzech yang kemudian melanjutkan "Kita tidak hidup di dunia yang damai lagi sekarang. Kita hidup di bawah ancaman Khaos Brigade sekarang, apalagi tanpa Ophis sebagai pemimpin mereka... Mereka akan melakukan apapun sesukanya. Kita membutuhkan semua kekuatan yang kita punya. Lagipula, bukannya ini sudah waktunya untukmu mencari kebenaran tentang kematian ibumu dan juga pengusiran ibumu dan dirimu dari klan Himejima, Akeno? Kau sudah tahu tentang cerita dari dirimu sendiri tapi apa kau sudah tahu tentang cerita dari ayahmu tentang hal itu. Cerita dari satu sisi saja tidak bisa membentuk sebuah kebenaran. Kau membutuhkan cerita dan fakta dari kedua sisi untuk mendapatkan kebenaran yang sesungguhnya."

Akeno terlihat mengalah karena dia sadar kalau perkataan Sirzech memang ada benarnya. Dia hanya mempercayai versi dirinya dari kejadian yang menimpa hidup mendiang ibunya tanpa mendengarkan pembelaan dari sang ayah "Aku mengerti Sirzech-sama. Tapi aku tidak akan tinggal bersama ayahku untuk sementara waktu sebelum aku benar-benar memaafkannya. Kau mengerti kan, Sirzech-sama?"

"Tenang saja." Balas Sirzech yang melanjutkan "Baraqiel pun paham akan hal itu dan meminta bantuan sepupumu yang bernama Suzaku untuk mengizinkanmu untuk tinggal di mansion keluarga Himejima."

"Tapi bagaimana bisa? Bukannya aku dan ibuku sudah diusir dan tidak akan bisa kembali disana."

"Ya, aku tahu kau dan ibumu itu diusir oleh kakekmu. Tapi dia bukan ketua klan Himejima lagi sekarang. Posisi dia sudah jatuh di tangan Suzaku-dono. Dan Suzaku-dono sendiri yang membuat keputusan ini. Jadi dia bisa berbuat apa lagi untuk menantang keputusannya."

"Terima kasih Sirzech-sama." Balas Akeno yang terlihat senang karena dia bisa tinggal di rumah lamanya lagi dan bertemu dengan sepupunya.

"Lalu bagaimana denganku, Sirzech-sama?"

Mendengar perkataan Koneko, Sirzech akan menjawab tapi dia hentikan karena dia mendengar ada yang mengetuk pintu ruang kerjanya "Silahkan masuk, pintunya tidak terkunci."

Pintu ruang kerja Sirzech pun terbuka dan terlihatlah wanita cantik berambut biru panjang diikat dengan gaun elegan berwarna biru. Koneko yang melihat itu terkejut dan berkata "Okaa-san..."

"Lama tidak bertemu Shiro-chan. Kau dan kakakmu itu sudah jadi kucing yang nakal ya sekarang. Apalagi kakakmu itu yang bertindak bodoh dan bergabung dengan organisasi teroris. Akan aku tampar bokongnya nanti." Balas sosok itu dan hal itu membuat Koneko merinding karena dia tahu bagaimana rasanya apa yang dikatakan ibu angkatnya itu. Bahkan sebenci apapun dia pada kakaknya, dia masih merasa kasihan karena harus menerima hukuman dari ibu angkatnya ini.

"Siapa kau?" Tanya Akeno. Dia penasaran karena Koneko tidak pernah menceritakan apapun tentang keluarganya selain Kuroka yang menjadi buronan karena dia mengamuk dan membunuh King dia dan Koneko sebelum Koneko bergabung dengan mereka."

"Matatabi Otsutsuki. Salah satu anggota dari sembilan Bijuu . Apa aku salah?"

Mendengar perkataan Sirzech, Matatabi pun berkata "Jawaban yang bagus, Sirzech Lucifer. Aku tidak menyangka akan mendengar istilah itu lagi di era ini. Di era sekarang, kami hanya dikenal sebagai Youkai . Pasti Naruto-kun sudah memberitahukan masa lalunya padamu mengingat kau ini merupakan sahabatnya di era ini."

"Tidak juga..." Balas Sirzech yang mengeluarkan sebuah buku yang terlihat sangat usang tapi tidak dimakan usia karena Sirzech terus merawat buku itu sejak dia kecil sampai sekarang "Aku memang sudah tertarik tentang era kalian. Era dimana kami makhluk supernatural belumlah ada dan manusia biasa mempunyai kekuatan untuk bersaing dengan sosok bagaikan dewa."

"Kau terlalu melebih-lebihkan era kami yang nyatanya hancur juga pada akhirnya. Aku dan saudaraku yang lain hanyalah relik masa lampau yang tidak bisa mati karena kami terikat kontrak untuk menjadi pengawas dan pelindung dunia ini sampai dunia ini kiamat." Balas Matatabi yang kemudian menggenggam tangan Koneko dan berkata "Ayo kita pergi Shirone-chan."

Setelah Matatabi pergi dengan Koneko, Sirzech lalu menatap Gasper dan berkata "Dan untukmu, Gasper-kun. Aku akan meminta Macregor untuk melatihmu. Setidaknya sampai kau bisa menguasai kekuatan Sacred Gear-mu?"

"Tapi—"

"Aku tahu kalau kau tidak suka dengan keputusanku ini, Gasper-kun. Tapi seperti yang kubilang tadi. Dunia sudah berubah. Kau tidak bisa terus-terusan bersembunyi di kotak milikmu selamanya dan hanya melihat Khaos Brigade menghancurkan semua yang terpenting di hidupmu. Saat kau bergabung pertama kali dalam peerage Asia bukannya kau bilang kalau kau ingin menjadi kuat untuk melindungi sahabatmu, Valerie Tepes. Apa keinginanmu itu telah berubah, Gasper-kun?"

"Tidak. Tujuanku menjadi kuat untuk melindungi Valerie tidak akan berubah sampai kapanpun." Balas Gasper yang kemudian berkata "Aku bersedia menerima latihan dari Macregor-san untuk menjadi kuat. Demi Rias-sama dan kau yang telah menyelamatkanku dulu dan demi Valerie. Sosok yang aku cintai. Aku bersumpah akan menjadi kuat dan menguasai kekuatan Forbidden Balor View milikku."

Gasper pun pergi ke tempat Macregor berada, dan Sirzech kemudian menghela nafas dan berkata "Mengecewakan. Seharusnya semua ini tanggung jawab dari Rias. Tapi yang dia lakukan hanya bermain-main saja dan menggunakan semua cara untuk bisa lepas dari pertunangannya dengan Raiser-kun."

"Aku harap dia bisa berubah setelah apa yang terjadi saat ini, Sirzech."

"Aku harap juga begitu, otou-sama." Balas Sirzech yang di dalam hatinya yang paling dalam berkata 'Tapi aku meragukannya. Paling saat ini dia sedang menyalahkan Lucina atas apa yang terjadi padanya dan berasumsi kalau dialah yang membocorkan semua strategi busuknya yang mencemari nama klan Gremory padaku. Padahal yang melaporkan hal ini adalah—Ah, persetan. Itu tidak penting. Lebih baik aku urus saja pekerjaanku sendiri yang tidak kelar-kelar daripada mengurusi adik yang tidak bisa diatur itu.'

.

.

- Time Skip -

.

.

Beberapa hari setelah Rias kehilangan statusnya sebagai heiress dari keluarga Gremory dan salah satu pemimpin di kota Kuoh , bisa dilihat kalau Lucina Lucifuge dan adiknya yang bernama Akane Uzumaki terlihat sedang bertemu dengan Rias karena entah kenapa, adik manja dari Maou Lucifer itu ingin membicarakan sesuatu padanya. Akane yang khawatir pada kakaknya juga memutuskan untuk ikut dengannya.

"Kau pikir aku yang melakukan hal itu?" Tanya Lucina setelah mendengarkan cerita Rias yang mulai menyalahkannya karena kejadian buruk yang dialaminya "Tidak ada untungnya aku melakukan itu padamu, Rias."

"Kalau bukan kau siapa lagi?" Tanya Rias yang kemudian menatap tajam Akane dan berkata "Apa itu perbuatanmu?"

"Jauhkan adikku dari permasalahanmu denganku, Rias. Aku tahu kau tidak suka denganku, tapi jangan bawa-bawa adikku ke dalam permasalahan yang kau buat sendiri."

"Apa kau bilang!!!"

Rias terlihat marah dan di tangannya sudah terpancar kekuatan Power of Destruction tapi Lucina tidak terlihat takut sama sekali "Kau telah membiarkan Hyoudou mati karena kau ingin merekrutnya sebagai bidakmu. Kau bahkan tidak memberi tahu Sona-senpai tentang malaikat jatuh yang berkeliaran di Kuoh . Setelah itu kau telah membuang Hyoudou, menganggapnya sampah hanya karena Raiser-kun menyegel kekuatannya. Saat kekuatannya kembali, kau ingin mendapatkannya kembali dan saat kau gagal, kau malah menghapus ingatan kedua orang tuanya. Semua masalah ini adalah ulahmu sendiri. Jadi jangan bawa-bawa orang lain ke masalah yang kau buat sendiri."

Rias yang tidak terima mendengar perkataan Lucina, terlihat ingin menamparnya. Akane yang melihat itu ingin melindungi kakaknya tapi sebelum hal itu terjadi ada sosok yang terlebih dahulu menghentikan tangan Rias sebelum mengenai pipi mulus sang kakak.

"Raiser-kun..."

"Tsk. Kau ini benar-benar ya?" Ucap Raiser yang kemudian menjauhkan tangan Rias dan berkata "Sudah salah bukannya intropeksi dan mencoba untuk berubah, tapi kau malah menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi padamu Gremory. Kalau kau ingin salahkan seseorang, jangan salahkan Lucina dan Akane-chan. Mereka berdua tidak bersalah."

"Kalau bukan mereka, lalu siapa Phoenix?"

"Tentu saja itu aku, siapa lagi." Balas Raiser dan hal itu membuat tiga orang itu terkejut bahkan Akane yang merupakan ratunya sekalipun tidak menyangka kalau raja sekaligus pacarnya itu akan melakukan itu meskipun dia menyadari kemarahan Raiser saat mendengar kalau ingatan orang tua Issei dihapus oleh perempuan didekatnya itu.

"Kenapa kau melakukan itu? Itu bukan urusanmu."

Mendengar pertanyaan Rias yang terlihat menahan marah, Raiser hanya menjawab "Lancang sekali kau bilang ini bukan urusanku, Gremory. Aku punya hak untuk melakukan ini atas apa yang kau lakukan pada salah satu anggota bidak sekaligus teman dekatku, Gremory. Saat kami bertemu pertama kali, aku memang membencinya karena tertarik pada tunanganku, tapi setelah diriku berubah dan dia menjadi anggota bidakku. Dia bukan hanya bidakku saja, tapi juga rekan bahkan saudara. Kau sudah bertindak terlalu jauh, Gremory."

Kemudian dia menatap dingin Rias dan berkata "Harusnya kau beruntung, Gremory. Beruntung karena kau terlahir sebagai adik dari Sirzech-sama. Kalau tidak... Aku sudah putuskan kalau aku akan membakarmu sampai kau menjadi abu setelah mendengar apa yang kau lakukan pada Issei. Menghapus ingatan orang tua dari sosok anak yang mereka harapkan sedari dulu karena ibunda Issei mengalami beberapa kali keguguran."

Lucina dan Akane terkejut saat mendengar Raiser terang-terangan mengancam adik dari Maou Lucifer satu-satunya ini. Rias yang mendengar itu menatap tajam Raiser walaupun dalam hati, dia bergidik ngeri dengan ancaman yang bisa dia dengar tidaklah main-main itu.

"Pergi. Daripada kau mengurusi tentang bidak yang kau buang karena kebodohanmu sendiri, lebih baik kau cari anggota baru untuk mengganti Issei, Yuuto dan Asia. Apalagi mengingat keinginanmu itu untuk menjadi Champion di Rating Games mendatang."

"Kau adalah alasan aku kehilangan tiga bidakku pada awalnya, Phoenix."

"Jangan bicara omong kosong Gremory." Balas Raiser yang kemudian melanjutkan "Sejak kapan aku melakukan itu? Aku hanya memberikan sedikit dorongan pada Issei. Bukan salahku kalau kau membuang dia karena segel yang kupasang, lalu kedua temannya memutuskan untuk ikut dengannya."

"Tch..."

Setelah itu Raiser pun pergi bersama Akane dan Lucina meninggalkan Rias sendirian yang terlihat sudah tidak bisa mengendalikan amarahnya lagi sampai-sampai beberapa pohon di dekatnya hancur karena aura Power of Destruction miliknya.

"Sialan kau, PHEEENEEEXXX!!!"

.

.

- Time Skip -

.

.

"Kau serius akan menggunakan nama itu, bro?" Tanya Issei yang kemudian melanjutkan "Kalau tidak salah, nama itu dulunya adalah organisasi perkumpulan teroris paling berbahaya di era shinobi kan?"

"Ya, aku tahu. Tapi nama Red Dawn itu terdengar keren, Issei." Balas Raiser dan kemudian dia berkata "Kau tidak masalah tentang itu kan?"

"Aku sih tidak masalah. Pemimpinnya kau ini bukan aku." Balas Issei dan kemudian dia melanjutkan "Jadi apa tugas kita sebagai anggota dari Red Dawn , bro? Apa sama saja seperti request yang aku, Yuuto dan Asia-chan lakukan saat kami bertiga masih menjadi iblis di keluarga Gremory?"

"Sama saja tapi bedanya selain request pribadi yang bisa kalian ambil, kita juga bisa mendapatkan misi khusus yang bisa kita dapatkan dari Lucifer -sama atau anggota tiga fraksi yang lain. Omong-omong soal misi khusus, kita mendapatkan misi khusus untuk membantu mengawasi dan menjaga keamanan saat Rating Games Tournament berlangsung bulan depan."

"Sigh. Sungguh disayangkan aku tidak bisa bergabung dalam turnament itu."

"Kau tahu kalau tim yang tidak memiliki bidak yang penuh tidak akan bisa ikut berpartisipasi dalam turnamen ini kan, Vali-kun?" Ucap Lucina yang menaikkan alisnya akan perkataan pacarnya itu "Lagipula kalau kau ikut bertarung, tidak akan ada yang bisa mengalahkanmu kecuali Sairaorg."

"Kau ada benarnya Lucina, hehehe."

Mendengar balasan Vali, semua orang pun sweatdrop dan Raiser pun memberikan seragam organisasi Red Dawn yang dia buat dan ketuai bersama Lucina. Jaket berlengan panjang berwarna hitam dengan motif awan berwarna merah. Raiser juga melihat kalau banyak orang kecuali Shin dan dirinya terlihat memodifikasi seragam mereka seperti Issei yang membuka bagian jaketnya dan memperlihatkan t-shirt warna merah miliknya dan sebagainya. Setelah mereka semua mendapat seragam mereka, Naruto pun mengajak Issei ke tempat mereka biasa berlatih tanpa memberitahu apa tujuannya membawanya kesini.

"Jadi kenapa kau membawaku kesini, Naruto-san?"

Baru Issei selesai bicara, dia harus terpaksa menghindari serangan super cepat dari Naruto tapi walaupun sudah tepat menghindar... Issei merasakan goresan di pipinya yang mulai mengeluarkan darah.

"Naruto-san, apa yang kau—"

Belum selesai bicara, perkataan Issei harus terpotong saat Naruto melemparkan sebuah pedang ke arahnya yang berhasil dia tangkap dengan tepat.

"Lawan aku Issei. Aku akan menjelaskan semua kepadamu nanti."

'Tidak ada pilihan lain kalau begini.' Batin Issei yang sebenarnya tidak ingin melawan Naruto karena dia tahu seberapa mengerikannya Naruto dari partnernya yang bernama Ddraig "Kau sudah siap, Ddraig ?"

[ Aku sebenarnya takut untuk melawannya sepertimu, partner.] Balas Ddraig yang kemudian melanjutkan [ Tapi kalau kau siap, aku juga sudah siap.]

Melihat Issei mulai serius dan menggengam katana di tangannya dengan erat, Naruto pun membatin 'Buktikan kekuatanmu kepadaku, Issei Hyoudou. Buktikan kau layak untuk memegang Kusanagi atau tidak. Wahai keturunan dari sahabatku, Sasuke Uchiha.'

.

.

- To Be Continued -