Name: Devil Shinobi of the Phenex Family
Author: The World Arcana
Genre: Romance, Friendship
Rating: M
.
.
Disclaimer: Naruto, Highschool DxD, Fate series dan Akame ga Kill bukanlah milik saya. Yang saya miliki hanyalah cerita fic ini saja. Naruto milik Masashi Kishimoto, Highschool DxD adalah milik Ichiei Ishibumi, Fate milik Nasuverse, Akame ga Kill adalah milik Takahiro dan Tetsuya Tashiro.
.
.
Pair: Raiser Phenex x Uzumaki Akane(OC), Vali Lucifer x Lucina Lucifuge(OC), Uzumaki Naruto x Grayfia Lucifuge, Uzumaki Naruto x Akame(Past), Otsutsuki Kurama x Tamamo no Mae, Hyoudou Issei x Irina Shidou, Yuuto Kiba x Asia Argento.
.
.
Chapter 9: The Fall of Infinity Dragon Goddess
.
.
Naruto beserta dengan Grayfia dan juga Akane, Lucina, Shin, Vali, Raiser, Issei, Xenovia, Irina, Yuuto dan Asia terlihat sedang berjalan menuju Kuoh Academy . Tempat Issei, Asia dan Yuuto menuntun ilmu dulu. Naruto bisa saja menggunakan Hiraishin , tapi dia belum menandai tempat itu sebelumnya. Jadi mereka terpaksa harus menggunakan kedua mobil milik-nya. Satu mobil dikendarai olehnya, dan satu lagi dikendarai oleh Shin.
"Jadi kalau boleh aku tahu, kenapa kita harus pergi ke Kuoh Academy ? Apa Naruto-san mengatakan alasannya padamu, Shin-san?"
"Aku juga kurang tau Hyoudou-san." Balas Shin yang fokus dengan jalan di depannya. Walaupun baru beberapa minggu dibangkitkan oleh mantan masternya itu, Shin sudah bisa mengemudi semahir mantan masternya itu "Tapi aku dengar ini ada hubungannya dengan pertarungan kalian dengan Kokabiel."
"Apa kami mendapatkan masalah karena itu?"
"Kau lihat saja nanti."
.
.
- Line Break -
.
.
Saat sampai Issei yang di mobil bersamaan dengan Irina, Xenovia, Yuuto dan Asia langsung menemukan Rias yang terlihat sedang menunggu kedatangam mereka.
"Kau akhirnya datang juga, Ise-kun." Ucap Rias dengan nada manis yang entah kenapa saat ini membuat Issei merasa jengkel dan jijik pada mantan King -nya itu "Aku sedang menunggumu sedari tadi."
"Ada mau-mu dari Sekiryuutei terlemah di dunia saat ini, Gremory-sama?" Tanya Issei yang sebenarnya ingin langsung saja pergi tanpa harus berurusan dengan mantan King -nya itu, tapi dia masih menahan diri karena dia juga penasaran atas apa yang dia ingin katakan padanya.
Rias terlihat mengabaikan sarkasme dari mantan Pawn -nya itu dan lalu membalas "Aku ingin kau, Yuuto dan Asia kembali dalam peerage kami, Ise-kun. Kau juga bisa mengajak teman gadismu itu—"
.
.
Plaaaaakkk
.
.
Sebuah tamparan keras dari Irina yang tidak memegang lengan Issei lagi mendarat di pipi Rias dengan begitu cepat. Sampai-sampai Issei, Yuuto dan Asia terkejut akan hal itu.
"Lancang sekali kau, Gremory. Kau sudah membuat Issei-kun terbunuh karena skema keji darimu itu dan membuangnya karena dia lemah, sekarang kau mencoba untuk merekrutnya lagi ke tim-mu. Apa kau sudah tidak punya urat malu, Gremory?"
Rias pun menatap tajam Irina karena tamparannya itu dan berkata pada Issei "Ayolah Issei. Aku tahu kau ingin kembali ke dalam peerageku bersama dengan Asia dan Yuuto. Jangan munafik... Aku bahkan akan membiarkanmu menjamah tubuhku sesukamu."
Mendengar kata-kata Rias, membuat Issei menggertakkan giginya dan berkata dengan nada dingin "Kau benar-benar menjijikkan, Gremory-senpai. Dulu kau menawarkan tubuhmu padaku supaya kau bisa lepas dari pertunangan-mu dan Raiser. Dan kau sekarang melakukannya lagi. Semurah itukah harga tubuhmu itu, Gremory?"
"Kau—"
"Ayo kita pergi semuanya. Mungkin saja Naruto-san, Grayfia-san, Vali, Lucina-san dan Akane-san telah menunggu kita."
"Jangan sombong kau Issei Hyoudou!!! Hanya karena kau dan Yuuto berhasil membuka Balance Breaker , bukan berarti kau lebih spesial dariku, Akeno dan juga Koneko-chan." Balas Rias yang terlihat sudah tidak bisa menahan emosinya lagi. Dia sudah melakukan sejauh ini tapi sosok yang dia buang itu malah memperlakukannya seperti barang rendahan "Dan kau juga, Yuuto Kiba, Asia Argento. Setelah aku menyelamatkan nyawa kalian berdua... Ini balasan kalian berdua padaku!!!"
"Kalau kau tidak ikhlas untuk membangkitkan kami berdua. Seharusnya kau biarkan saja kami berdua mati, Rias-sama." Balas Yuuto dengan dingin dan kemudian dia pergi bersamaan dengan Issei, Asia, Irina dan Xenovia.
Setelah kepergian Yuuto dan teman-temannya... Akeno dan Koneko yang ditemani oleh Gasper Vladi, sosok Bishop -nya yang disegel oleh sang kakak karena tidak bisa mengendalikan kekuatan Sacred Gear -nya datang dan memberikan tatapan kecewa pada Rias.
"Seharusnya kau tidak usah berkata seperti itu, Rias." Ucap Akeno yang teringat dengan kesalahannya saat dirinya terbawa emosi dan mengatakan hal yang tidak pantas dia katakan saat Raiser Phenex mengambil ketiga Kouhai -nya dengan cara licik yang dia gunakan. Penyesalan yang masih dia rasakan sampai sekarang 'Maafkan aku, Issei, Yuuto, Asia.'
.
.
- Line Break -
.
.
Mereka akhirnya sampai dan disambut oleh Naruto dan Grayfia disertai oleh Lucina, Akane, Raiser dan Vali. Ada beberapa orang yang tidak begitu dia kenal tapi mereka memancarkan kekuatan yang sama besarnya dengan kakak dari mantan King -nya, Sirzech Lucifer.
"Jadi ini dia sisa dari beberapa pahlawan yang telah membantu kami menyingkirkan Kokabiel." Balas Azazel yang kemudian melanjutkan "Aku sungguh berterima kasih pada kalian, pada generasi muda. Terutama kau Vali."
"Tidak usah berterima kasih." Balas Vali yang kemudian melanjutkan "Itu adalah balas budiku karena telah merawatku selama ini setelah ayahku yang brengsek itu hampir membunuh ibu dan saudari kembar-ku."
"Sayang sekali aku tidak bisa menemukan adik kembarmu itu Vali."
Mendengar perkataan Azazel, dia hanya membalas "Tidak usah pedulikan itu, Azazel. Kau dan seluruh anggota Grigori sudah bersusah payah untuk menemukan Erina. Bantuan kalian sungguh aku apresiasi."
Lucina tahu walaupun Vali berkata seperti itu, tapi dia masih merasa bersalah atas menghilangnya adiknya yang bernama Erina itu. Membuatnya menggenggam tangan Vali dengan erat "Arigatou, Lucina."
"Sama-sama, Vali-kun."
Azazel yang melihat kedekatan Vali dan Lucina terlihat tersenyum karena bahagia bahwa putra angkatnya itu sudah bisa menemukan kebahagiannya sendiri. Issei kemudian menghirup nafas dalam-dalam dan berkata "Maaf kalau aku lancang, semuanya. Jadi apa sebenarnya tujuan kalian semua memanggil kami? Apa ini ada masalahnya dengan pertarungan kami melawan Kokabiel ?"
"Sebenarnya tidak juga. Aku tidak masalah kalau salah satu dari kalian membunuh salah satu jendral-ku." Balas Azazel yang meminum teh yang dibuat oleh istri sekaligus ratu dari Sirzech yang bernama Edelgard, lalu dia berkata pada Issei dengan serius "Tapi aku yakin kau paham kenapa aku menanggilmu dan teman-temanmu kemari, Sekiryuutei ?"
"Jangan bilang kalau kau memanggil kami semua karena—"
"Ya aku memanggil kalian karena kalian telah mengetahui tentang kematian Tuhan ."
.
.
- Line Break -
.
.
Situasi menjadi tegang setelah Azazel mengatakan semua itu. Raiser yang melihat dirinya dan semua anggota peeragenya dan Lucina terlihat dalam bahaya, langsung mengeluarkan Killing Intent yang lumayan besar dan kedua tangannya juga sudah berkobar dengan api yang berwarna merah crimson dan membuat hawa disana menjadi sangat panas.
"Jadi apa yang akan kau lakukan, gubernur malaikat jatuh?" Tanya Raiser yang kemudian melanjutkan "Jika kau menyakiti salah satu dari kami... Aku akan membalasmu berkali-kali lipat."
"Tenangkan dirimu, Raiser."
"Tapi Naruto-san..."
Melihat Raiser tidak bisa menahan diri-nya untuk mengeluarkan kemampuannya disana, Naruto langsung berkata "Ingat, Raiser. Saat ini kau ini bukan hanya seorang iblis. Tapi juga seorang shinobi. Seorang shinobi harus bisa mengontrol emosinya. Tenangkan dirimu sekarang juga."
"Baiklah..." Balas Raiser yang menurunkan kekuatannya yang hampir saja meledak barusan "Maafkan aku karena telah membuat acara yang tidak perlu, Azazel-dono."
"Tidak masalah. Aku mengerti perasaanmu, Raiser Phenex." Balas Azazel yang kemudian melanjutkan "Kau adalah King yang baik, Raiser Phenex."
"Arigatou..."
"Memang benar tujuan kami membawa kasian ke sini karena kalian mengetahui tentang kematian Ayah-ku yang bisa kubilang merubah banyak sistem di dunia ini, seperti anomali yang terjadi saat kemampuan cahaya dan kegelapan tergabung pada Balance Breaker yang diaktifkan oleh Yuuto Kiba." Ucap Azazel dan kemudian dia melanjutkan "Tapi rapat ini terjadi karena aku menginginkan kita semua sebagai perwakilan tiga fraksi untuk berdamai."
"Seenaknya saja kau Azazel!!! Kalau tanpa Rai-tan, Luci-tan dan semua anggota peeragenya, adikku dan Sir-tan bisa mati terbunuh oleh Kokabiel. Enak saja kau minta berdamai begitu saja." Balas Serafall dengan amarah yang masih terpancar di wajahnya, bahkan suhu disana sudah terlihat lebih dingin dari biasanya.
"Aku paham akan hal itu, Serafall. Dan aku sudah menghukum dia dengan pantas. Dia akan terkurung dalam Cocytus sampai dia mati membusuk disana. Aku sudah tidak peduli lagi." Balas Azazel dengan serius dan kemudian dia berkata pada Sirzech dan Michael "Aku ingin berdamai dengan fraksi iblis dan malaikat karena ini."
"Apa ini, Azazel?"
Sirzech dan yang lain kecuali Naruto terkejut saat melihat di komputer yang diperlihatkan Azazel memperlihatkan sebuah video tentang organisasi yang menurut mereka berbahaya karena mereka bisa melihat banyak sosok berbahaya dan kriminal disana seperti buroan rank-S fraksi iblis, Kuroka, Katarea Leviathan, Cruzerey Asmodeus, Shalba Beelzebub, beberapa manusia yang memiliki Sacred Gear tingkat Longinus dan tiga sosok dengan jaket bertudung coklat. Kemudian tatapan mereka tertuju pada sosok wanita berukuran tidak lebih dari anak SD yang memakai outfit berwarna serba hitam.
" Khaos Brigade . Organisasi jahat yang didirikan Ophis dan beranggotaan para keturunan Yondai Maou lama, fraksi pahlawan yang rumornya memiliki beberapa Sacred Gear tingkat Longinus , dan beberapa buronan dari beberapa fraksi seperti Kuroka. Aku mendapatkan ini dari salah satu ajudanku, Shemhazai."
"Karena itulah kau menginginkan beberapa pengguna Longinus akhir-akhir ini, Azazel?"
"Tepat sekali, Sirzech. Sebelum mereka diambil dan direkrut oleh Khaos Brigade ." Balas Azazel dan kemudian dia melanjutkan "Jadi bagaimana, Sirzech, Michael? Kalian setuju untuk berdamai kan?"
"Sebelum kalian menyetujui perjanjian perdamaian ini, bisa aku katakan sesuatu." Ucap Naruto dengan nada serius "Bisa kalian pastikan perjanjian damai kalian tidak akan pecah lagi seperti dulu. Aku ingat sekali setelah Tuhan mati dan Great War telah berakhir kalian berjanji untuk berdamai tapi baru beberapa puluh tahun kemudian, perjanjian itu mulai pecah kembali. Bisa kalian pastikan jika perjanjian perdamaian kalian kali ini tidak akan pecah lagi dan malah melibatkan kedua putriku di masa yang akan mendatang?"
"Naruto, aku pastikan kalau perjanjian perdamaian ketiga fraksi kali ini tidak akan bocor seperti dulu dan melibatkan putrimu. Sirzech terutama tidak akan membiarkan itu terjadi karena anak sulungmu sudah dianggap keponakannya sendiri." Balas Azazel yang kemudian dia melanjutkan "Tapi bisa aku tanya kenapa kau bisa tahu isi perjanjian perdamaian itu, Naruto? Kau tidak ada disana kan?"
"Kau salah Azazel. Aku ada disana." Balas Naruto yang kemudian melanjutkan "Aku adalah sosok bertudung hitam yang mengajarkan tentang segel yang kemudian Ayah-mu pakai untuk menyegel Ddraig , Albion , dan juga Trihexa ."
Semua mata kecuali Grayfia, kedua anaknya dan peerage dari Raiser dan Lucina melotot saat mengetahui tentang hal yang ditutup-tutupi Naruto selama beratus-ratus tahun itu. Serafall kemudian berkata "Tapi itu tidak mungkin. Kau itu adalah manusia, Naru-tan. Tidak mungkin kau bisa hidup selama itu—"
"Buka matamu, Serafall!!!" Teriak Sirzech yang kemudian dia melanjutkan "Naruto memang manusia. Tapi bukan berarti dia berumur pendek seperti manusia kebanyakan. Bahkan dia hidup dari saat era kekaisaran keji yang hancur oleh satu kelompok pembunuh bayaran yang salah satu anggotanya adalah ibunda dari Akane-chan. Bahkan aku bisa tebak, kau hidup lebih lama daripada itu kan Naruto. Era shinobi, jika aku tidak salah ingat."
"Heh, kau tidak sebodoh yang aku kira Sirzech."
"Saat kau memintaku untuk men-sahkan tempat yang akan menjadi base dari putrimu dan Raiser-kun, aku sudah mengetahui tentang rahasiamu, Uzumaki Naruto atau aku harus panggil kau Namikaze Naruto."
"Terserah kau mau memanggilku apa. Sudah lama aku tidak memakai nama klan ayahku lagipula. Aku lebih terbiasa memakai nama klan dari ibuku. Kalau begitu, aku permisi dulu."
.
.
- Line Break -
.
.
"Aku tidak pernah melihatmu merokok, Naruto-kun."
"Maaf kalau kau harus melihatku seperti ini, Grayfia." Balas Naruto yang mematikan rokok yang dia hisap dan membuangnya jauh dari hadapannya "Aku memang suka melakukan ini karena apa yang aku alami setelah Perang Dunia Shinobi Kelima yang menjadi akhir dari era shinobi. Mulai dari kematian Sasuke dan kematian teman-temanku, hancurnya semua yang aku lindungi dengan susah payah karena zaman. Aku selalu berpikiran apa kutukan ini sepadan dengan apa yang aku dapatkan."
"Tentu saja itu sepadan." Balas Grayfia yang memeluk Naruto "Tanpa kutukanmu itu, kau tidak akan pernah bisa bertemu dengan aku dan Akame-san, lalu Lucina-chan dan Akane-chan tidak akan pernah lahir. Jangan pernah lupakan itu, Naruto-kun."
"Ya, kau benar." Balas Naruto yang melepaskan pelukan Grayfia dan lalu dia memegang dagunya dan berkata "Arigatou, Grayfia..."
.
.
Cup
.
.
Duaaarrr
.
.
Saat mendengar sebuah ledakan yang ternyata terjadi di ruangan rapat tiga fraksi, Grayfia pun melepaskan ciumannya dengan Naruto dan berkata "Apa yang terjadi Naruto-kun? Kenapa terjadi ledakan di ruangan yang dipakai anggota 3 fraksi untuk rapat."
" Khaos Brigade ... Ini pasti ulah mereka. Ayo kita pergi Grayfia-chan. Anak-anak kita dalam bahaya."
Naruto dan Grayfia pun pergi dan menghabisi banyak penyihir yang menghalangi jalan mereka. Dan saat mereka sampai, mereka pun melihat Azazel melawan salah satu keturunan dari Old Satan Faction yang bernama Katarea Leviathan. Pertarungan itu dimenangkan Azazel berkat Artificial Sacred Gear miliknya yang bernama [ Downfall Dragon Spear] meskipun harus mengorbankan tangannya sendiri. Setelah Azazel mengalahkan Katarea, dia pun lengah dan hampir tewas oleh sosok yang tiba-tiba muncul dari sebuah portal dengan pedang yang mengarah ke kepalanya jika tidak berhasil ditangkis oleh Vali.
"Arigatou, Vali."
"Sama-sama Azazel." Balas Vali yang sudah mengeluarkan Balance Breaker miliknya.
Sosok bertudung yang hampir membunuh Azazel pun menatap Vali dan membuka tudungnya "Lama tidak bertemu, onii-sama..."
Vali shock saat melihat sosok yang hampir membunuh ayah angkatnya itu ternyata adalah sosok adik kandungnya yang sudah dia dan Azazel cari selama ini "Erina..."
.
.
Jleeebbb
.
.
"Vali!!! / Vali-kun!!!"
Lucina dan yang lain terkejut saat melihat Erina yang merupakan adik dari Vali dengan kejinya menusukkan pedangnya ke tubuh kakaknya dengan keji "Cough, Erina... Kenapa?"
"Kau meninggalkanku. Kau meninggalkanku di tangan si tua bangka itu." Balas Erina yang meneteskan air mata "Kau bilang kita akan membalaskan dendam kita bersama, tapi apa yang kau lakukan? Kau meninggalkanku dan membiarkan si tua bangka itu membuatku menjadi dia."
"Erina, aku..."
"Maaf, onii-sama..." Ucap Erina yang telah melepaskan tusukannya pada Vali yang terlihat kesulitan berdiri dan saat ini memfokuskan pedangnya ke arah jantung kakaknya "Matilah!!!"
Tapi Vali berhasil selamat karena Issei dengan Durandal yang dia dapatkan dari Michael dan Yuuto berhasil menahan laju pedang Erina.
"Minggir!!! Kalian tidak ada urusannya dengan ini semua. Ini urusan keluarga antara aku dan kakakku."
"Aku memang adalah rivalnya... Tapi aku juga adalah teman dan rekannya. Jadi aku tidak akan membiarkanmu membunuh Vali." Balas Issei yang menggunakan Balance Breaker -nya.
Melihat Issei yang terlihat serius, Vali yang masih merasakan rasa sakit meskipun sedang diobati oleh Asia dan Akane pun berkata "Issei!!! Yuuto!!! Kumohon!!! Jangan bunuh adikku."
"Aku tidak janji."
Issei dan Yuuto pun melawan Erina dengan pedang mereka masing-masing. Harus Yuuto akui kalau Erina adalah pendekar pedang yang kuat dan dia juga memiliki teknik sihir yang luar biasa seperti Vali tapi hal itu tidak membuat sang kaisar naga merah dan mantan Knight dari Rias Gremory itu gentar.
" Dragon Shot!!!"
Erina yang melihat itu langsung menangkis serangan Issei dengan pedangnya, meskipun pada akhirnya pedang itu hancur dan membuat dia menatap tajam Issei "Kenapa? Kenapa kalian berdua menghalangi aku untuk membunuh kakakku?"
"Aku sudah bilang padamu karena dia itu adalah rival sekaligus rekan dan juga temanku. Jadi aku tidak akan membiarkanmu membunuhnya, nona." Balas Issei yang kemudian melanjutkan "Lagipula, aktingmu hebat juga ya. Kau berkata seperti itu tapi apa kau benar-benar menginginkan kakakmu mati, Erina Lucifer?"
"Lancang sekali kau mempertanyakan tekadku, Sekiryuutei !!!"
"Kalau kau benar-benar menginginkan kakakmu mati. Kenapa kau menangis saat kau menusuk kakakmu barusan, Erina Lucifer?" Tanya Issei dan hal itu membuat tatapan Erina semakin menajam "Itu karena kau ragu. Mulutmu memang mengatakan hal itu tapi dalam lubuk hatimu yang paling dalam, kau masih menyayanginya kan?"
"Tutup mulutmu, Sekiryuutei !!!"
Erina melesat ke arah Issei dan akan menghajar wajahnya yang saat ini sudah tidak menggunakan armor Scale Mail miliknya, tapi Issei berhasil menangkap tangannya dan mengunci pergerakan tangannya "Kau tidak tahu apa yang aku rasakan, Hyoudou."
"Aku tahu." Balas Issei yang terus mengunci pergerakan tangan Erina "Kau berfikir kalau kakakmu itu meninggalkanmu tapi faktanya adalah dia selalu mencarimu sampai-sampai dia meminta bantuan Azazel dan Grigori untuk mencarimu. Bahkan saat dia sudah menjadi Queen dari Lucina-sama, dia masih menyempatkan dirinya untuk mencarimu dengan cara menghilang selama beberapa hari dan muncul dengan wajah depresi. Apa kau yakin bisa mengatasinya? Mengatasi fakta jika kau benar-benar membunuh kakak yang selama ini tetap menyayangimu?"
"I-Itu—Arrrrrrgggghhhhh!!!
Tangis Erina pun pecah dan dia pun langsung menangis di pelukan Issei yang mencoba menenangkannya, membuat dua orang menatapnya dengan kesal.
"Aku sudah tahu kalau bocah pembangkang ini tidak akan bisa menyelesaikan misi yang diberikan Rizevim-sama."
Tiba-tiba seseorang pun muncul dari portal yang sama dengan portal yang dipakai Erina dan yang membuat mereka semua terkejut termasuk Issei adalah sosok ini menggunakan Balance Breaker yang tadi dipakai Issei untuk melawan Erina.
"Siapa kau?"
Mendengar nada menusuk yang muncul dari Lucina, sosok itu pun berkata dengan sinis "Aku adalah Euclid Lucifuge. Pamanmu, keponakanku tersayang."
"Kau bohong!!!" Teriak Lucina yang kemudian melanjutkan "Aku dengar dari paman Sirzech kalau otou-sama dan okaa-sama telah membunuhmu dalam Underworld Civil War , ossan."
Mendengar keponakannya menyebut kata paman dengan penekanan, dia pun membalas "Aku hampir saja mati kalau Rizevim-sama tidak menyelamatkanku dan memberikanku kekuatan ini. Kekuatan kopian dari [ Boosted Gear]."
Tanpa aba-aba kaki dari Euclid langsung membeku dan pelakunya adalah Lucina 'Bocah ini. Pengendalian elemen es-nya sama hebatnya dengan nee-sama saat dia seumuran dengan beliau dulu.'
" Overheat!!!"
Aura panas keluar dari armor Scale Mail milik Euclid yang kemudian melelehkan es yang sudah hampir menutupi semua tubuhnya, membuat Lucina terkejut "Pengendalian elemen es-mu sama hebatnya dengan ibumu saat kau seumuran denganmu dulu, keponakanku. Tapi itu belum cukup untuk menghentikanku."
"Euclid, mau apa kau kemari?"
Mendengar itu, Euclid pun menatap Naruto yang telah datang dengan Grayfia dan bisa dilihat kalau kakaknya itu cukup terkejut saat melihat dirinya masih hidup padahal dia harusnya sudah mati oleh mereka berdua "Oh, itu kau Naruto Uzumaki. Aku hanya ingin menjemput salah satu dari cucu Rizevim-sama ini. Tapi ternyata dia memutuskan untuk menjadi sama menjijikkannya sama seperti kakaknya itu."
"Jaga mulutmu, sebelum aku membunuhmu disini. Sekiryuutei palsu?"
"Memang kau bisa apa setengah iblis?" Tantang Euclid saat melihat tatapan tajam Vali "Kau yang bisa dibilang Hakuryuukou terkuat sepanjang masa saja tidak bisa melawan adikmu dengan serius. Kau pikir kau bisa melakukan sesuatu padaku?"
"Sebelum aku pergi, aku punya sebuah kabar untukmu Naruto Uzumaki." Ucap Euclid yang kemudian melempar sebuah jam yang dia berikan untuk memperingati ulang tahun Ophis "Ophis sudah mati. Kami sudah membunuhnya dengan racun Samael ."
.
.
Crassshhh
.
.
Euclid pun terkejut saat melihat tangannya terputus saat mengenai bola hitam yang dilemparkan oleh Naruto "Pergi... Sebelum aku melesatkan itu tepat ke kepalamu, EUCLID LUCIFUGE!!!"
Melihat tatapan menusuk Naruto yang matanya sudah berubah seperti mata rubah haus darah, dia pun langsung pergi masuk ke portal hitam itu yang kemudian menutup beberapa saat kemudian.
Melihat itu, Naruto pun pergi menggunakan Hiraishin dan sampai di rumahnya dan disambut oleh wujud manusia dari Great Red "Otou-sama, aku—"
"Ini bukan salahmu Red." Balas Naruto yang kemudian melanjutkan "Apa Ophis berada di dalam?"
"Ya, dia berada di dalam." Balas Great Red yang terlihat cemas pada keadaan Ophis. Great Red memang kelihatan sering bertengkar dengan Ophis, tapi dia tahu betul seberapa besar rasa sayang dari penguasa Dimensional Gap itu pada Ophis yang merupakan sosok adiknya itu.
Naruto pun masuk ke dalam dan dia bisa melihat Ophis dalam keadaan sekarat karena kekuatannya terkikis sedikit demi sedikit karena racun Samael . Beberapa menit kemudian, peerage Raiser dan Lucina yang saat ini diikuti oleh Erina pun sampai dan mereka pada awalnya cukup terkejut saat melihat keberadaan Ophis dan Naruto pun menjelaskan semuanya termasuk hubungannya dengan Ophis. Dan hal itu membuat mereka semua berharap bahwa sang Infinity Dragon Goddess itu tidak kenapa-napa terutama Lucina dan Akane karena mereka tahu walaupun Ophis hanyalah anak yang dibuat dari chakra ayah mereka tapi tetap saja Ophis adalah sosok kakak mereka dan hal itu membuat mereka cemas pada keselematan Ophis.
.
.
- To Be Continued -
.
.
Review:
Himehyuga211:
Udah cukup protesnya? Memangnya salah Rias sifatnya gitu? Dia itu iblis, bruh. Bukan malaikat.
Shinji Kazama:
Kayaknya gak bakal ada harem antara Lavinia, Vali dan Lucina deh. Kalo ada gua bakal tambahin pair buat Issei sama Yuuto buat even the odd.
