Read My Music By GoodMornaing
Cast: Park Chanyeol x Byun Baekhyun
Genre: Romance and Drama
.
.
.
Chapter 42 : Pandora
- Happy Reading -
Paris, Prancis
Musim Semi, 2014 (Timeline: Sekarang)
Hidup sungguh menakjubkan.
Hidup juga teramat membosankan.
Tujuan akhir kehidupan adalah kematian.
Namun kematian tak akan datang kecuali kehidupan telah menunaikan tugasnya sampai akhir.
Disaat semua orang mengatakan bahwa lawan dari Hidup adalah Mati, yang mana tak salah juga. Namun apakah benar Hidup dan Mati berlawanan. Bagaimana bila ternyata setelah Mati kita Hidup lagi? Lalu setelah Hidup kita Mati lagi?
Jika konsepnya seperti itu, bukankah menjadi konyol bila kita mengakhiri kehidupan dengan lebih cepat, untuk mengejar mati secara singkat. Namun akhirnya justru diberi kehidupan lagi yang entah apakah selanjutnya bisa mati lagi atau tidak.
Atau sebaliknya, kita mengejar kehidupan dengan brutal dan ugal- ugalan. Menikmati kehidupan sepuasnya. Tak mengingat kematian sedikitpun, bahkan membayangkannya sedikitpun tidak. Dan ternyata justru dijemput kematian dengan cepat.
Lalu apakah arti Hidup itu?
Dan apakah Mati juga memiliki sebuah arti?
"Sungguh omong kosong yang membuang waktu dan membuat sakit kepala." Komentar seorang wanita cantik yang sekarang sedang menikmati segelas wine dan sebuah buku bersampul merah ditangannya.
Si wanita cantik tersebut menurunkan buku yang sedari tadi dibacanya. Kemudian mengalihkan pandangan kearah seorang pemuda tampan yang sedari tadi tak bosan- bosannya berbincang bersama sang sahabat melalui telpon.
Dengan wajah kelewat datar bahkan terkesan dingin, wanita tadi melihat ke arah jam dimeja samping tempat tidur.
Jam menunjukkan pukul 3 sore waktu setempat, yang artinya menurut zona waktu Korea Selatan sekarang sudah hampir jam 11 malam.
Kilat cantik namun kejam terlihat dari manik mata wanita cantik itu, dan sebelum seringaian terbit dibibirnya, wanita itu menutupinya dengan menyesap ringan wine ditangannya. Sambil menghitung dalam hati detik perdetik impiannya akan terkabul.
..
.
.
Semua orang didunia ini punya rahasia. Semua orang punya hal yang tak bisa diungkapkan kepada siapapun. Menyimpan sebuah rahasia merupakan sebuah sifat manusiawi. Mempunyai satu atau dua bahkan ribuan rahasia sekalipun tetap bisa dibilang sebagai hal yang wajar.
Seorang Oh Sehun ingin meyakini hal itu.
Namun Sehun tahu, diantara semua orang disekitarnya. Rahasia yang dimiliki olehnya, adalah yang paling mengerikan. Dan kata wajar sangatlah jauh dari kenyataan yang ada.
"Apa kau sudah selesai berdandan Shin Jimin, kenapa lama sekali? Sudah jam berapa ini, kau akan terlambat. Bahkan sepertinya acara resmi pelantikannya sudah selesai."
"Oh ayolah, aku menghadiri pesta paling megah abad ini. Tak mungkin aku berdandan biasa saja. Lagipula party-nya pasti baru selesai menjelang subuh nanti. Ini masih terlalu dini untuk disebut terlambat. Dan ughhh.. maaf saja, aku tak ingin mengikuti acara formal seperti pelantikan seorang CEO, aku datang ke sebuah party hanya untuk 2 hal; 1) Minuman, 2) Game diakhir pesta. Kau tahukan, game para konglomerat memiliki doorprize diluar nalar."
Sehun terkekeh mendengar ocehan dari si cerewet Jimin. Tak pernah bosan mengobrol dengan gadis mungil itu.
"Iya kau benar. Berdandanlah yang cantik. Siapa tahu salah satu Utusan Uni Emirat Arab akhirnya jatuh cinta padamu." Ejek Sehun dengan nada suara teramat menyebalkan, dan benar saja langsung terdengar nada protes tak terima dari si sahabat diseberang telepon.
"Tapi serius, berapa lama lagi kau berdandan, kapan kau berangkatnya?" Sehun bertanya sebab sudah terlampau lama mengobrol dengan sahabatnya itu.
"Mungkin sekitar 30 menit lagi." Jawab Shin Jimin dengan entengnya.
Mendengar itu Sehun langsung terbelalak, "Lama sekali, membosankan, aku tutup saja." Tanpa menunggu jawaban ataupun protesan dari Shin Jimin, dengan seenak jidatnya Sehun menutup saluran telepon mereka.
Meninggalkan Shin Jimin yang masih saja bersiap, dan masih saja belum berangkat menuju pesta pelantikan Paman-nya yang sekarang sudah naik jabatan menjadi CEO. Berlokasi di Mansion Byun.
Terdengar helaan napas pelan dari mulut Sehun. Sebelum akhirnya menoleh kearah seorang wanita cantik yang sekarang tengah meminum wine dan ternyata juga tengah memandang wajah Sehun. Membuat mata keduanya bertemu. Sehun kembali menghela napas, kali ini bahkan lebih berat dari sebelumnya.
"Kenapa kau ikut aku kesini? Kau bisa langsung ikut suami-mu ke Moskow." Sehun bertanya dengan nada suara malas-malasan khas dirinya.
"Anak muda, bahasa korea-mu perlu diperbaiki. Harusnya kau bertanya seperti ini, "Mengapa Ibu ikut aku? Kan bisa langsung ikut Ayah?" Suara merdu dengan nada bercanda yang sangat enak didengar itu keluar dari bibir si wanita cantik yang ternyata Ibu dari seorang Oh Sehun.
"Ibu apanya.." Gumam Sehun dengan nada lembut namun mencemooh dan masih dapat terdengar oleh sang ibu.
"Sevastyan Lazovsky." Si wanita memanggil nama Rusia Sehun dengan nada memperingati.
"Panggil aku Oh Sehun. Aku tak ingin memakai nama keturunan mafia itu! Kenapa timing hidupmu jelek sekali? Kenapa kau datang sekarang? Kenapa kau harus datang disaat aku sudah bahagia dengan kehidupanku?! Selama di Mansion Byun, kau tahu apa yang mereka katakan setiap ada yang menyebut namamu?" Sehun memberi jeda setelah kalimat panjangnya.
Sebelum akhirnya melanjutkan dengan nada suara jijik, "Lee Sunmi si jalang itu seharusnya dihukum mati saja."
Tanpa tersinggung sama sekali, wanita yang sudah berumur kepala empat namun masih dikaruniai wajah secantik muda dan memikat itu justru tersenyum dengan cantiknya.
Sehun memandang geram melihat wajah tersenyum wanita didepannya. Melihat Sunmi hanya memberikan flashback mengerikan diotaknya. Membuat masa kecilnya yang terbiasa membesuk narapidana dipenjara. Masa kecilnya yang harus latihan fisik, beladiri, dan segala ilmu membunuh lainnya.
Dirinya sudah diusir oleh Ayahnya.
Dirinya sudah berhasil keluar dari dunia gelap itu.
Dirinya sudah berhasil merasakan bersekolah dengan normal di Korea.
Dirinya sudah sukses dan bahagia menjadi idol sekarang.
Kenapa?!
"Kenapa kau justru keluar dari penjara sekarang Nyonya Lee Sunmi? KENAPA HARUS SEKARANG?!"
Selamat, setelah sekian lama. Pertama kalinya kita semua menyaksikan seorang Oh Sehun tak dapat mengontrol emosi.
Tawa renyah terdengar seantero President Suit tempat perdebatan antara Ibu dan Anak ini sekarang.
"Aku justru memiliki pertanyaan yang lebih banyak untukmu." Sunmi berucap sambil tertawa.
Dan bagaikan psikopat, atau mungkin memanglah seorang psikopat. Detik selanjutnya tawa renyah itu hilang tak bersisa. Berganti dengan delikan tajam dan ekspresi sedingin es, Sunmi berdiri lalu mendekati Sehun yang sekarang sudah berdiri tengah ruangan. Membuat keduanya berdiri berhadapan.
"KAU! Sevastyan Lazovsky atau Lee Sehun."
"Dengan susah payah aku tetap mempertahankanmu. Aku melahirkan-mu itu agar kau menjadi pewaris dari Ayahmu.
"Aku melahirkanmu bahkan disaat aku masih didalam penjara itu."
"Aku berjuang agar kau diterima sebagai anggota dan pewaris Ayahmu di Rusia."
"Kau! HARUSNYA berterima kasih padaku karena lahir dari rahimku lah kau bisa memiliki wajah rupawanmu itu. Karena lahir dari akulah kau bisa memiliki otak cemerlang itu. Karena perjuangan akulah kau bisa memiliki background keluarga yang seorangpun tak akan berani menatap matamu!"
"TAPI KENAPA!??! KENAPA KAU JUSTRU MENETAP DI KOREA MENJADI HOMO MENJIJIKAN!! LALU MENJADI IDOL BANCI DI AGENSI MILIK SI JALANG BYUN BAEKHYUN?!"
"AKU SUDAH MENGATUR SEGALANYA DENGAN SEMPURNA. KENAPA KAU JUSTRU MENJADI TEMAN DEKAT BYUN BAEKHYUN!! DIA ADALAH MUSUHMU BAHKAN SEBELUM KAU LAHIR. KELUARGA BYUN ADALAH MUSUH KELUARGA AYAHMU!"
"AKU SAMPAI MASUK PENJARA DEMI MEMPERTAHANKANMU. KAU TIDAK AKAN DIAKUI SEBAGAI KELUARGA AYAHMU BILA AKU TAK MENYIKSA BAEKHYUN HARI ITU!!"
"KAU SEHARUSNYA BERLUTUT BERTERIMA KASIH PADAKU. DARI MANA KAU DAPATKAN GEN SEMPURNA-MU ITU BILA TAK DARIKU DAN AYAHMU."
"KAU MEMILIKI POTENSI UNTUK MEMIMPIN SALAH SATU ORGANISASI MAFIA TERKUAT DI RUSIA, TAPI JUSTRU KAU BUANG ITU SEMUA!!"
"APA?! KAU BILANG AKU PANTAS DIHUKUM MATI?! KALAU AKU MATI SAAT ITU MAKA KAU TAK AKAN PERNAH LAHIR!"
Seperti yang semua orang tahu, seorang Sunmi yang terkenal memiliki gangguan emosi dan memiliki perilaku histeris. Dan dilihat dari ekspresi biasa Sehun yang tampak seolah melihat hal paling wajar didunia. Kita semua dapat menyimpulkan bahwa perdebatan seperti ini dan perilaku histeris Sunmi adalah hal yang biasa bagi Sehun.
Suara hentakan hak tinggi Sunmi terdengar menggema seiring dengan Sunmi yang berjalan tergesa menuju beberapa pajangan meja hotel dan tempat dimana gelas-gelas air minum disediakan.
PRANGGGG
Tak perlu menunggu waktu lama hingga suara barang-barang pecah yang dilempari Sunmi terdengar. Sungguh sifat yang tak berubah, bahkan setelah beberapa dekade berlalu.
"TIDAKKAH KAU BISA BERPIKIR SEDIKIT?! APA GUNANYA OTAKMU YANG JENIUS ITU?! KENAPA JUSTRU KAU GUNAKAN UNTUK HAL TAK BERGUNA. APA?! MENJADI IDOL?? DASAR TOLOL! KAU BILANG ITU MIMPI?!! PERSETAN DENGAN MIMPI MU!! KAU MENGHANCURKAN MIMPIKU!!" Suara teriakan Sunmi menggelegar seantero ruangan diiringi dengan hebohnya suara pecahan barang yang dilemparkan oleh mantan narapidana itu.
Sehun mendengarkan semuanya dalam diam.
Dirinya sudah teramat terbiasa dengan sifat tak waras Ibunya.
Dirinya sudah teramat terbiasa dengan kalimat- kalimat tajam dari Ibunya.
Dirinya sudah teramat bosan untuk mempertanyakan apakah benar wanita gila ini adalah Ibunya? Dan mengapakah Ayahnya teramat memanjakan Ibunya yang gila ini?
Dan semenakjubkan apa kisah cinta dan masa lalu keluarga mereka hingga melibatkan hidup seorang anak umur 3 tahun untuk disiksa dan dibunuh.
Sehun muak dengan semua obsesi ibunya pada kemewahan dan kekuasaan. Sehun tahu akan kisah dimana ibunya sangat tergila- gila untuk menjadi pemimpin dari organisasi yang menaungi kedua orang tuanya dulu. Organisasi mafia yang berbahaya dan membuat kedua orang tua Sunmi menitipkan Sunmi dipanti asuhan BB saat kecil.
Dan dalam suatu misi, yaitu membunuh Ayah Baekhyun. Kedua orang tua Sunmi justru gagal dan parahnya lagi keduanya justru mati tanpa bisa ditemukan mayatnya. Hilang tak bersisa. Tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal kepada satu- satunya anak mereka yang justru akhirnya dibesarkan dalam kandang musuh.
Lucunya, bagi seorang Sunmi bukan kematian orangtuanya yang membuatnya dendam. Sunmi lebih marah akan kenyataan dirinya dilahirkan oleh kedua orangtua yang tak berguna sehingga harus hidup di panti asuhan. Sunmi justru lebih mendendam akan ketidakadilan dunia. Dan betapa tidak beruntungnya dirinya.
Sehingga menciptakan sebuah pemikiran dikepala Sunmi, bahwa dirinya tak bisa memilih kedua orangtuanya. Namun dirinya bisa memilih siapakah Ayah dari anaknya nanti.
Sehingga di umur 19 tahun Sunmi menjadi salah satu Pelacur rumah Bordil terkenal, dan dengan suksesnya menggoda pewaris tunggal sebuah keluarga mafia. Yang mana dengan kebetulannya adalah ketua organisasi Mafia yang menaungi orangtuanya dulu. Dan pria itu yang merupakan Ayah Sehun sedang berada di Korea Selatan dengan satu misi yang sama dengan orangtua Sunmi dahulu, yaitu membunuh pewaris terakhir keluarga Byun. Misi yang sudah dilakukan banyak sindikat mafia didunia namun terus menerus gagal.
Dan dengan ajaibnya Sunmi berhasil menyiksa Baekhyun hingga koma dan hampir mati. Satu hal yang bahkan gagal dilakukan oleh Anggota Mafia, Yakuza, bahkan Pembunuh bayaran handal kelas Internasional.
Dan hadiah dari itu semua adalah.. Sunmi dinikahi dan mempunyai anak yang selanjutnya akan menjadi pewaris Geng Mafia bernama Solntsevskaya yang berlokasi markas di Rusia. Geng Mafia yang teramat ditakuti dan terkenal sebagai geng yang kerap melakukan perdagangan manusia. Namun selain itu memiliki usaha bisnis utama yaitu perdagangan heroin.
Meski setelah itu Sunmi harus bersabar menunggu dibalik jeruji besi, bertujuan agar keluarga Byun yang terkenal sungguh cerdik tak berhasil mengendus keterlibatan mereka dibalik aksi Sunmi.
Sehun menghela napas, setelah menyadarkan dirinya dari lamunan akan cerita masa lalu sang Ibu. Dirinya tersenyum getir, bahkan didalam lamunannya tak sekalipun dirinya menyebut nama sang Ayah. Jangankan menyebut namanya, membayangkan pria itu saja sudah membuat Sehun gemetar seluruh tubuh. Bajingan, pria itu bukanlah seorang Ayah, pikir Sehun.
Pria itu tak ubahnya seorang Psikopat sadis yang suka menyiksa anggota kelompoknya. Ah.. sungguh serasi sekali dengan wanita dihadapan Sehun sekarang.
Sehun berdecak malas, lalu menarik napas, bersiap memberikan ceramah panjang kepada sang ibunda.
"Nyonya Lee Sunmi yang terhormat, aku tak peduli bila kau bilang mimpiku tak berguna atau apapun itu. Namun ada satu hal yang aku tahu, bahwa hal yang kau yakini mimpi itu bukanlah mimpi. Melainkan obsesi yang dimiliki oleh orang sakit jiwa. Terima saja kenyataan bahwa kau terlahir bukan sebagai putri manis orang kaya yang memiliki kuasa kuat, melainkan kau lahir dari darah anjing suruhan seorang geng mafia yang sama tak warasnya denganmu."
"Berhenti menggantungkan mimpimu padaku. Maaf saja karena membuat usahamu dalam merayu pemimpin mafia dan mempunyai anak bersamanya, ternyata tak membuahkan hasil apapun. Saat Ayah mati nanti, kau tak akan dapat apapun selain gelar janda. Jangan harap aku melanjutkan bisnis kotor itu." Ujar Sehun akhirnya bersuara dengan panjang lebar, setelah sedari tadi berdiam diri mendengarkan seluruh kalimat maniak dari sang Ibunda.
Namun ternyata memang sikap yang salah bila kita menanggapi omongan orang gila. Justru seperti memancing masalah yang tak perlu saja. Semakin ditanggapi, semakin membuat pusing saja. Sehun yang merasa dirinya lebih waras malah merasa semakin dibuat hilang akal.
Terdengar kembali suara tawa dari bibir cantik Sunmi, setelah itu tawanya berubah menjadi kikikan mengerikan.
Lihat, dia justru tertawa. Percuma saja menceramahinya. Pikir Sehun.
"Sevastyan putraku, selama tiga tahun ini akhirnya kau bisa mendekati si cantik Tuan Muda Byun yang mempesona dan baik hati. Namun apakah mau tahu? Tuan Muda Byun Baekhyun yang kau hormati itu mempunyai seorang putra?"
Dahi Sehun mengerut.
"Omong kosong apa..." Ucapan Sehun berhenti ditengah jalan, sebab Sunmi melemparkan satu buah map berwarna hitam padanya.
"Bukalah. Itu adalah hadiah atas pembebasanku dari Ayahmu. Sungguh pria yang romantis. Kami melanjutkan misi kami yang dahulu setengah gagal karena ternyata Byun Baekhyun berhasil kembali dari kematian. Dan ternyata kali ini pewaris Byun Group sudah berpindah orang. Sungguh keluarga yang menjijikan, mereka lebih licik dan jahat daripada penjahat manapun didunia ini, namun pintar sekali bertopeng dibalik sikap sok bangsawannya. Semua orang bawah tanah sungguh mendamba keluarga itu musnah." Sunmi berucap sambil berbalik menuju sofa yang sebelumnya menjadi tempat dirinya duduk.
Pupil Sehun membesar. Disertai dengan memucatnya wajah dari pria yang sudah teramat putih tersebut. Dihadapannya sekarang, adalah dokumen rahasia tingkat internasional, yaitu biodata lengkap dari anak haram seorang Komisaris Byun Baekhyun. Dan lebih gilanya lagi, folder terakhir didalam map hitam itu adalah;
1) Rencana penculikan pewaris tunggal BB Group, Byun Baek Ha,
2) Rencana pembunuhan massal tamu Ball Party Pelantikan CEO baru BB Group, di Mansion Byun malam ini.
Dan rencana itu akan dimulai -
Sehun menatap jam terdekat. Jam menunjukkan 15:50 Waktu Paris, Prancis. "Oh fuck."
- 10 menit lagi.
Dengan berbagai umpatan keluar dari mulutnya Sehun menyambar ponselnya tergesa.
"Chanyeol hyung... cepat angkat.." Gumam Sehun setelah terdengar bunyi sambungan telepon.
"Hallo."
"CHANYEOL HYUNG!! DATANGI BAEKHYUN HYUNG SEKARANG, TANYAKAN DIMANA KEBERADAAN BAEK HA!! SEMBUNYIKAN ANAK ITU SEKARANG. DAN EVAKUASI SEMUA ORANG UNTUK KELUAR DARI MANSION BYUN. AKAN ADA SERANGAN TERORIS, MANSION BYUN SUDAH DIPASANGI BOM!! WAKTUMU 10 AH TIDAK, 9 MENIT DARI SEKARANG!!!"
Sehun berteriak sekuat tenaga, mengatakan segalanya sejelas dan secepat mungkin. Berharap Chanyeol cepat mencerna ucapannya.
"A-apa? Sehun apa yang sedang kau bicarak- BBOOOOMMMMMMMM
"HALLO?! HALLO?? HYUNG!!! HYUNGGGG!!"
.
.
.
.
..
Author Note:
Hai :)
wehehehe. Hai hai
Oh ya, Happy Birthday to Me and my birthday twin Chanyeolie
oh ya, Harap di Review ya..
