Naruto / High school DXD : bukan punya saya
Rate : M
Warning : gaje, typo, mainstream, (new) Harem, romance, humor, dll.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Rise of Evil Dragon : Re;Build
Chapter 09
tok tok!
"permisi.. "
pintu ruangan terbuka dan masuklah Rias dan juga Peerage nya, di ruangan pertemuan itu sudah ada Sona dan juga Tsubaki, Rias dan Peerage nya berdiri bersama Sona, di ruangan itu ada meja bundar yang disediakan untuk negosiasi dan di sana sudah ada empat petinggi Fraksi yang duduk, mulai dari Maou Sirzech Lucifer dan Maou Serafall Leviathan, lalu dipihak Malaikat ada Michael, dan terakhir dari Malaikat jatuh tentu saja Azazel, para petinggi Fraksi itu membawa pendamping di pertemuan itu, pihak Iblis ada kelapa Maid Grayfia Lucifuge, lalu pihak Malaikat ada Malaikat magang Shidou Irina dan yang paling mencolok adalah pendamping Malaikat jatuh, yaitu Vali sang Kaisar Naga Putih, Vali menyeringai melihat Issei di ruangan itu.
"sebelumnya aku ingin minta maaf.. karena bawahan ku sudah merepotkan kalian.. " sesal Azazel.
"Sona-tan terluka parah, dan hanya kata maaf yang keluar darimu, jika kau bisa mengatur bawahan mu, ini semua tidak akan terjadi.. " semprot Serafall, apapun yang menyangkut adiknya dia sangat sensitif.
"Serafall tolong tenang lah, kita disini untuk perjanjian perdamaian bukan menambah konflik.. " lerai Sirzech.
"tapi Sir-tan.. kau juga lihat sendiri kan, Rias-tan juga terluka saat itu, ini semua karena kelalaian dia, jika saja dia bisa mengontrol Kokabiel, Sona-tan tidak harus terluka.. " semprot Serafall lagi, Sirzech menyerah sulit sekali menenangkan Serafall, sedangkan Michael hanya bisa tertawa kecil dan Azazel hanya menguap bosan melihat tingkah Serafall.
"ma~.. aku tidak bisa selalu mengawasi bawahan ku, dan lagian Kokabiel juga sudah mati..." bela Azazel, memang dia tidak merasa ini salahnya dan melimpah kan semuanya pada Kokabiel, Azazel juga menjelaskan jika Kokabiel bertindak atas kemauan nya sendiri dan tidak ada sangkut pautnya dengan Fraksi Malaikat jatuh, meskipun Serafall marah tapi apa yang di katakan Azazel tidak salah.
"bicara tentang Kokabiel.. saat kejadian malam itu, kalian melihat fenomena di langit kan? " kali ini Michael yang berbicara, ucapan Michael itu mengejutkan seisi ruangan, memang benar malam itu ada fenomena di luar nalar, Azazel bahan melihat sendiri banyak mata di langit kota Kuoh dengan aura yang sangat mengerikan, begitu juga dengan dua Maou yang juga melihatnya ketika baru sampai di dunia manusia mereka disuguhi pemandangan langit yang dipenuhi mata, tapi itu hanya berlangsung sesaat.
"menurut kalian.. apa itu?" tanya Michael.
"entahlah itu mungkin perbuatan seseorang.. " jawab Azazel sambil melihat Sona, Michael mengikuti pandangan Azazel, Serafall dan Sirzech juga ikut melihat Sona, bahkan Rias pun melihat Sona, Sona yang di tatap seisi ruangan menjadi salah tingkah.
"Sona-tan apa yang kau sembunyikan dari kami?" tanya Serafall, Sona tidak bisa memberitahu karena dia sudah janji dengan jiwa Sacred Gear Naruto, tapi situasi saat ini apakah dia benar-benar harus jujur dan mengungkapkan nya, melihat Sona kebingungan Rias menghela nafas dan maju.
"menjawab Leviathan-sama, fenomena itu disebabkan oleh salah satu Pion Sona, Namikaze Naruto-kun.. " jawab Rias, Sona tentu saja terkejut, padahal dia sudah bilang pada Rias untuk merahasiakan tentang Naruto tapi kenapa Rias malah melanggar janji nya.
'jadi beneran dia ya.. bocah itu punya banyak rahasia' batin Azazel, sebenarnya Azazel sudah menebaknya kalau itu adalah Naruto, tapi dia masih ragu jika fenomena itu benar-benar ulah Naruto, dan saat mendengar sendiri dari Rias Gremory, Azazel jadi yakin jika Namikaze Naruto itu punya banyak sekali rahasia.
"Namikaze Naruto? hoo~ jadi dia yang membuat mu membaca buku itu Sona-tan~" goda Serafall, muka Sona memerah malu, Sirzech batuk kecil untuk memberi sinyal pada Serafall kalo sekarang masih ada rapat Fraksi, Serafall paham dan kembali memasang wajah serius.
"untuk menciptakan fenomena seperti itu.. apa kemampuan itu berasal dari Scared Gear nya, tapi jenis Sacred Gear apa itu?" tanya Sirzech sambil melihat Azazel, Michael pun ikutan melihat Azazel begitu juga dengan semua orang, karena disini yang paling paham soal Sacred Gear adalah Azazel, Azazel yang di tatap banyak orang hanya menghela nafas.
"jangan menatapku seperti itu, aku sendiri juga tidak tau jenis Sacred Gear bocah itu, yang jelas itu bukan salah satu dari Longinus, tapi sesuatu yang lebih mengerikan dari Longinus.." jawab Azazel, mendengar jawaban itu semua orang di ruangan itu terkejut, tiba-tiba muncul gauntlet merah di tangan kiri Issei.
lebih mengerikan dari Longinus? hoi Malaikat jatuh tidak ada yang seperti itu.. Longinus adalah yang tertinggi dari kasta Sacred Gear seperti diriku dan si putih disana itu..
"tidak masalah jika tidak ada yang mempercayai nya, aku sendiri pernah merasakan aura bocah itu, dan aku bisa mengatakan jika raja iblis terdahulu tidak ada apa-apa nya di banding kan Namikaze Naruto itu.. " lanjut Azazel, dan kembali semua orang di ruangan itu terkejut dengan kata-kata Azazel, bahkan sekelas raja Iblis terdahulu yang kemampuannya sangat mengerikan tidak bisa di bandingkan dengan Namikaze Naruto, sebenarnya siapa Namikaze Naruto ini, itulah yang difikirkan semua orang kecuali Sona, disisi lain Vali menyeringai saat mengetahui ada orang kuat seperti Namikaze Naruto, dia sudah tidak sabar ingin bertarung dengan Naruto.
"kesampingkan bocah itu.. mari kembali ke intinya, kita semua setuju untuk berdamai, tapi sebelum itu aku ingin mendengar pendapat dari Hakuryuuko, Sekiryuutei, dan juga Sona Sitri yang mewakili bocah itu.. " tanya Azazel.
"aku tidak masalah selama bisa bertarung dengan orang kuat.." jawab Vali, Azazel tersenyum kecil dan mengatakan pada Vali jika perdamaian tercapai dia bisa bertarung dengan banyak orang kuat, Azazel juga menyinggung soal Naruto, dan Vali pun tentu setuju.
"aku.. seperti nya aku harus memikirkan dulu, dan aku masih belum mempercayai mu.. " jawab Issei, Azazel kembali menghela nafas lelah, lalu dia menjelaskan pada Issei jika terjadi perang maka tidak akan ada waktu untuk mesum-mesuman, sebagai contoh dia tidak akan bisa meremas dada Rias lagi jika perang terjadi, mendengar itu Issei pun dengan cepat berubah pikiran dan setuju, dengan mengatakan akan meremas dada Rias, itu membuat Serafall tertawa dengan tingkah mesum Issei, Rias hanya bisa menutupi wajah nya karena malu.
"terkahir bagaimana pendapat mu Sona Sitri, kau disini mewakili Namikaze Naruto, sejujurnya aku ingin perdamaian ini, jika boleh dikatakan aku tidak ingin sampai bermusuhan dengan bocah itu.. " tegas Azazel lagi, para pemimpin Fraksi yang lain pun kembali di buat terkejut dengan pernyataan Azazel, bahkan orang kuat sekelas Azazel pun sampai berbicara seperti ini, tentu saja itu membuat Michael, Sirzech dan juga Serafall menjadi semakin penasaran dengan Namikaze Naruto, terutama Serafall yang penasaran sekali dengan sosok Namikaze Naruto.
"aku-.. "
Deg!
Tiba-tiba waktu berhenti, selain para petinggi Fraksi, Hakuryuko dan Sekiryuutei semua nya menjadi patung, tapi Rias tidak ikut mematung karena dia memegang tangan Issei, di samping itu yang aneh adalah Sona, dia juga tidak mematung karena ada sesuatu yang bercahaya di perutnya dan itu membuat Sona jadi kebal, tentu saja itu sangat mencolok karena hanya Sona sendiri yang bercahaya di ruangan itu, dan tentu saja hal itu menimbulkan pertanyaan karena hanya orang kuat sekelas Maou dan pemimpin saja yang bisa kebal dari perhentian Waktu, Rias pengecualian karena dia memegang tangan Issei yang nobate adalah Kaisar Naga merah yang kekuatan nya bahkan melampaui para petinggi jadi Rias ikut terlindungi aura Issei, sedangkan Sona hanya mengandalkan dirinya sendiri, bagaimana mungkin Sona bisa kebal, dan kenapa perutnya bercahaya? itulah yang membingungkan disini.
"S-sona-tan.. perutmu.. bersinar?" tanya Serafall, petinggi Fraksi lain terkejut karena Sona bisa kebal tapi Serafall lebih terkejut saat melihat perut Sona bercahaya terang, terjadi ledakan ledakan diluar gedung sekolah, dan ternyata itu adalah ulah dari segerombolan penyihir yang datang untuk mengacaukan perdamaian, melihat itu Maou Sirzech pun memerintah kan adiknya yaitu Rias Gremory untuk menangani budak nya yang membuat waktu berhenti, Rias mengerti lalu dia dan juga Issei di teleportasi kan ke gedung penelitian ilmu gaib untuk menyelamatkan Gasper dari tangan para penyihir yang mengendalikan nya.
"Vali.. bisa kau mengurus mereka?" tanya Azazel, Vali menyeringai dan menganguk mengerti, Vali kemudian berteleportasi keluar gadung, Vali melesat terbang melewati banyak penyihir, lalu dia merentangkan sayap mekanik nya.
"ini akan seru.. [Vanishing Dragon : Balance Breaker]"
tubuh Vali bercahaya terang dan setelah cahaya itu lenyap terlihat lah armor putih dengan hiasan crystal biru yang membalut tubuh Vali, para penyihir itu menyerang Vali, tapi serangan mereka tidak bisa menyentuh Vali, dibalik helm nya Vali menyeringai dan merentangkan tangannya, lalu muncul kilatan petir yang menyambar habis hampir seluruh penyihir, setelah itu Vali merentangkan sayap mekanik nya dan melesat menyerang sisa-sisa dari para penyihir, sedangkan disisi lain di ruang pertemuan tadi muncul lingkaran sihir dan munculah seorang wanita seksi berdada besar dan berkacamata, dia adalah keturunan dari Maou Leviathan terdahulu yaitu Katerea Leviathan, tentu saja kemunculan Katerea mengejutkan semua nya.
"sudah lama sekali.. apa kabar Serafall.. "
"Katerea..!! bagaimana bisa.. kenapa kau disini?" Serafall tentu saja terkejut dengan kehadiran Katerea, melihat raut wajah Serafall yang terkejut Katerea menyeringai, dan dengan satu ketukan tongkat ditangan nya seketika ruangan memanas.
"Lenyaplah..!!"
Booooooom!
gedung tempat pertemuan itu meledak, bahkan dampak dari ledakan itu menciptakan gelombang kejut yang menyingkirkan apapun di sekitarnya, beberapa saat setelah debu bekas ledakan menghilang terlihatlah barrier yang melindungi mereka, itu adalah barrier dari gabungan tiga petinggi Fraksi yaitu Sirzech, Michael dan Azazel, melihat barrier itu Katerea mendecih kesal, rencananya membunuh Serafall dan yang lainnya dalam satu gerakan sudah gagal.
"kalian mengganggu saja... "
"Katerea kumohon hentikan... kita bisa bicara baik-baik.. " pinta Serafall, bukannya dia takut dengan Katerea tapi Serafall tidak ingin membunuh sesama ras nya lagi, Serafall sudah membunuh banyak ras nya di perang saudara waktu itu, dan itu sangat membebani nya dia melakukan itu juga karena terpaksa, karena para Old Maou ingin memulai perang lagi yang jelas-jelas akan membawa kehancuran bagi Ras Iblis, para petinggi menghilangkan barrier.
"hahaha.. bicara katamu? aku disini bukan untuk bicara, tapi untuk mengambil kepala mu dan juga Sirzech.. " balas Katerea, dia masih sangat dendam dengan Serafall yang mengambil posisinya sebagai Maou Leviathan, Grayfia yang mendengar itu ingin maju untuk menghajar Katerea tapi di halangi oleh Sirzech, Azazel tertawa dan maju menghadapi Katerea.
"apanya yang lucu Azazel.."
"sekarang aku tau kenapa kau di buang, karena pemikiran mu itu sangat berbahaya..." jawab Azazel.
"tau apa kau.. jika waktu itu perang tidak dihentikan, ras Iblis lah yang akan menang.. kami yang akan berkuasa!" Katerea menciptakan lingkaran sihir kuning raksasa, dari lingkaran sihir itu munculah beberapa tentacle raksasa yang seperti merobek dimensi, para petinggi Fraksi terkejut dengan itu, mereka tidak percaya Katerea memangil mahluk kehancuran Shamael, meskipun itu hanya sebagian kecil dari Shamael, tapi itu sudah cukup menekan mereka.
"hahaha.. Shamael sayangku~ hancurkan mereka semua!" perintah Katerea, dan Tentacle itu pun menyerang, Azazel tidak tinggal diam, dia menghajar lima Tentacle sedangkan yang lainnya di halangi Sirzech dan juga Michael yang ikut membantu, tapi meskipun begitu ada beberapa Tentacle yang lolos dan menyerang lini belakang yang mana ada beberapa Peraage yang mematung, Serafall menghajar dua Tentacle sekaligus, tapi dua Tentacle berhasil lolos, Grayfia bergerak menghentikan salah satunya, sedangkan sisanya mengarah langsung pada Sona yang berdiri untuk melindungi Tsubaki dan juga yang lainnya yang mematung, Sona menciptakan lingkaran sihir tapi itu tidak berguna karena dia lemah, Tentacle itu berhasil menerobos menghancurkan lingkaran sihir Sona.
Boomm!!
"Sonaaaa..!"
terjadi ledakan saat Tentacle itu menghantam Sona, Serafall berteriak memanggil nya, dia ingin bergerak menyelamatkan Sona tapi Serafall sendiri juga sedang di tekan oleh Tentacle Shamael, Katerea tertawa senang melihat Serafall menangis sambil menatapnya dengan benci, Azazel juga tidak bisa berbuat apa-apa karena dia juga di tekan oleh Shamael, walaupun hanya sebagian kecil dari Shamael itu mampu menekan para petinggi fraksi, tapi itu tidak lama karena Tentacle Shamael terlihat bergetar takut.
"sayangku Shamael ada apa?"
Katerea tidak mengerti kenapa Shamael terlihat ketakutan, dan saat debu bekas ledakan itu menghilang terlihat lah Sona yang masih berdiri tanpa luka sedikitpun dan malah Tentacle Shamael yang hancur menjadi serpihan daging, mereka pun dibuat kebingungan, Sona sendiri juga bingung dengan apa yang terjadi, dia hanya berdiri dan Tentacles itu meledak sebelum menyentuhnya seperti ada penghalang yang melindunginya, perut Sona bersinar semakin terang lalu tiba-tiba meredup dan..
krak!
muncul retakan dimensi di belakang Sona, dan terlihat lah mata hitam dengan pupil semerah darah, begitu muncul langsung mengeluarkan tekanan yang bahkan melebihi Shamael, itu mempengaruhi Katerea dan para petinggi fraksi, tapi Sona sendiri tidak merasakan apapun, mata itu melirik kearah Katerea tepatnya melihat celah dimensi di belakangnya tempat dimana Tentacle Shamael keluar, Shamael terlihat sangat ketakutan dan langsung menarik Tentacle nya kembali dan menutup celah dimensi.
"sayangku.. tidak, jangan pergi.. sayangku!"
Katerea memanggil manggil Shamael tapi sayangnya tidak ada respon apapun karena Shamael sudah memutuskan ikatan dengan Katerea dan kembali bersembunyi di kehampaan ruang, sontak saja hal itu sangat mengejutkan para petinggi Fraksi, mereka tidak percaya mahluk kehancuran sekelas Shamael bisa dibuat ketakutan seperti itu, mata itu melirik ke kanan dan kekiri terlihat seperti mencari sesuatu, lalu tatapan nya fokus pada Sona yang juga menatapnya.
"ibu... "
Sona terkejut saat mendengar suara yang seperti nya berasal dari pemilik mata itu, setelah mengatakan itu celah dimensi tertutup perlahan dan akhirnya lenyap bersama dengan mata itu, semua terlihat kebingungan dengan apa yang terjadi barusan, Sona juga tidak mengerti, sebenarnya itu tadi apa? dan kenapa dia memanggil nya ibu, Tiba-tiba waktu yang berhenti kembali berjalan normal, semua yang terhenti bisa bergerak lagi termasuk tiga pasukan dari ketiga Fraksi, para penyihir bawahan Katerea pun di tekan balik, muncul lingkaran sihir di samping Sona, dari lingkaran sihir itu munculah Rias, Issei, Koneko dan juga Gasper yang sudah berhasil di selamatkan dari tangan penyihir.
"Rias-tan kau berhasil.. hebat.. " sorak senang Serafall, mendengar pujian itu Rias hanya tersenyum kecil, melihat rival nya kembali Sona pun bergerak untuk membantu memusnahkan sisa penyihir, melihat Sona bergerak Rias pun tidak tinggal diam dan ikut membantu membasmi penyihir yang masih tersisa.
"sial sial.. selalu saja begini, jika begitu akan kuhancurkan dengan tanganku sendiri!" Katerea mengeluarkan sayap Iblisnya dan melesat tebang dan bertransformasi ke betuk Iblisnya.
Swusss!
aura Katerea meluap luap hebat itu menyebabkan gelombang kejut yang lumayan kuat, Grayfia memasang barrier untuk melindungi Sona dan dan yang lainnya, Azazel mengeluarkan enam pasang sayapnya dan melesat terbang menghadap Katerea. Azazel mengeluarkan sesuatu dari balik baju nya, itu terlihat seperti pisau emas dengan hiasan kristal ungu di ujung gagang nya.
"baik waktu bermain sudah habis.. [Balance Breaker : Downfall Dragon Another Armored] "
tubuh Azazel bercahaya emas dan setelah cahaya itu lenyap terlihat lah Azazel yang mengenakan armor emas dengan hiasan cristal ungu, Katerea terkejut tapi itu tidak membuat nya takut, Katerea langsung melesat menyerang Azazel, dari ketiadaan muncul Light spears berbentuk trisula di tangan Azazel, Azazel menyerang balik dan dengan satu tebasan lengan kanan Katerea langsung putus. Katerea menjerit kesakitan.
"arrggg.. tidak peduli apapun, akan kuhancurkan kalian di mulai dari kau Azazel akan kubawa kau mati... "
dengan sihirnya Katerea membuat lengannya memanjang dan mengingat lengan kiri Azazel lalu menempel, Katerea tertawa senang dia berencana meledakan diri dengan membawa Azazel.
"mau meledakan diri kah? maaf tapi aku tidak akan ikut"
Jrass!
Azazel memotong lengan kirinya sendiri, dan itu mengejutkan Katerea, melihat Katerea lengah Azazel langsung melemparkan trisula nya dan itu tepat menembus kepala Katerea, Katerea menjerit dan tubuhnya pun lenyap, armor emas Azazel hancur dan dia mengambil kembali crystal ungu.
"maaf ya sepertinya kau harus bersamaku lebih lama lagi.. Fafnir" ucap Azazel sambil mencium crystal di tangannya, semua penyihir sudah di habisi oleh aliansi tiga Fraksi dan keadaan bisa terkendali lagi lalu..
Blaaar!!
semua yang di sana terkejut saat Azazel jatuh menghantam tanah dengan keras hingga menciptakan kubah kecil, dan pelakunya tidak lain adalah Vali dengan full Armor nya.
"aduh sepertinya aku sudah menua.. Vali.." Azazel kesusahan bangun dan melihat Vali yang melayang di langit, Azazel sudah menyadari ada yang tidak beres dengan Vali tapi dia mengabaikan nya, dia tidak percaya tebakannya benar.
"maaf Azazel.. tapi sepertinya sisi ini lebih menyenangkan!"
"Vali kau banjingan penghianat!" seru Issei, dia mengaktifkan [Boosted Gear] nya, Vali menyeringai melihat rivalnya bersemangat, Azazel mengeluarkan dua belas sayapnya dan melesat terbang menghampiri Vali.
"jadi Vali apa kau bergabung dengan organisasi itu, sebelum nya hanya tebakan ku tapi sekarang aku yakin.. kau salah satu dari mereka bukan?.. Chaos Brigade!" ucap Azazel, kata-kata Azazel itu sontak saja mengejutkan para petinggi Fraksi.
"Chaos Brigade.. bukannya itu organisasi yang berisi kriminal dari semua ras.. dengan tujuan menguasai dunia.. jadi dia adalah salah satunya.. " Serafall tidak percaya sang Kaisar Naga Putih adalah anggota nya, dunia benar-benar akan kacau.
"tidak hanya itu.. menurut informasi ku, ketua dari Organisasi itu adalah Uroboros Dragon Ophis!" timpal Azazel lagi, dan sekali lagi kata-kata Azazel mengejutkan mereka, semua tau siapa itu Ophis, sang Naga yang melambangkan ketidak terbatasan si penghancur dunia dan satu dari tiga malapetaka, bahkan dikatakan kekuatan nya melampaui apapun di dunia termasuk Tuhan(anime) sendiri dan sangat di takuti.
"kau benar.. aku memang bagian dari Chaos Brigade, tapi aku tidak tertarik untuk menguasai dunia"
"oh.. jadi apa kau kemari untuk merebut tahta mu kembali.. Vali" tanya Azazel, itu menimbulkan tanda tanya di benak semua orang, apa yang di masud Azazel dengan merebut tahta nya kembali.
"haha.. sepertinya tidak bisa disembunyikan lagi.. benar namaku adalah Vali Lucifer, keturunan dari Maou terdahulu dan seorang half-Devil.. karena ibuku adalah manusia "
jawab Vali, lalu munculah delapan sayap iblisnya, tentu saja itu sangat mengejutkan semua orang terutama Sirzech, dia tidak percaya masih ada keturunan dari Maou terdahulu yang bahkan tidak di ketahui semua orang.
"oh Kami-sama.. ini mengerikan" ucap Michael, dia tidak menyangka masih ada keturunan Maou Lucifer, tidak hanya keturunan Maou terdahulu, Vali bahkan pemilik dari [Divine Dividing] salah satu dari Longinus dengan jiwa Naga Surgawi Albion, satu dari dua Naga Surgawi yang sangat di takuti saat Great War.
"Hyoudou Issei .. takdir sunguh kejam bukan?"
"apa katamu.. " Issei tidak mengerti kenapa si penghianat itu bicara soal takdir, sedangkan itu di balik helm nya Vali menyeringai.
"sederhana.. kau tak layak jadi rivalku, sebelum jadi Iblis kau hanya manusia biasa, berbeda denganku yang terlahir dengan darah bangsawan Iblis, itu artinya tanpa Boosted Gear kau bukan apa-apa, itu sungguh lucu sampai membuatku tertawa.." ejek Vali, Issei menggenggam kuat sambil menatap marah Vali, melihat Issei marah Vali kembali menyeringai.
'ayo tambahan minyak pada Api.. ' batin senang Vali.
"oh ya saat pertarungan dengan Kokabiel, sebagai pemilik Boosted Gear kau benar-benar tidak berguna... jika kau masih lemah terus akan kuhabisi orang yang kau sayangi.. termasuk orang tua mu.. " tambah Vali.
"cukup banjingan.. ini antara kau dan aku, berani nya melibatkan orang tua ku.. tidak bisa di maafkan akan kuhabisi kau Vali.!! [Welsh Dragon Overboosted!]"
Swuss!
kekuatan besar meluap keluar dari tubuh Issei dan seketika itu pula tubuhnya di balut Armor merah dengan hiasan Cristal hijau, perubahan Issei membuat Rias, Sona dan yang lainnya terkejut dengan tekanan kekuatan yang di keluarkan Issei, Sirzech dengan cepat membuat Barrier yang melindungi dari tekanan kekuatan Issei.
"lihat Albion.. dia terpancing.. ini akan menyenangkan"
kekuatan Sacred Gear berdasarkan keinginan penguna nya, sepertinya pemilik si merah itu melampaui batasannya dengan amarah..
Sayap mekanik di punggung Vali berkedip-kedip, melihat kekuatan Issei meluap membuat Vali senang, seperti yang di harapkan dari rival nya, maka dari itu Vali pun tidak akan menahan diri lagi dan mengeluarkan aura kuat yang bahkan lebih kuat dari Issei, Issei melesat menyerang Vali, kedua aura putih dan merah saling berbentrokan, keduanya beradu kekuatan kecepatan dan ketangkasan, setiap bentrokan dari dua pemilik Naga Surgawi menyebabkan gelombang kejut di langit.
"hahah bagus bagus.. tunjukkan padaku!" Vali sangat bersemangat beradu serangan dengan Issei, Issei sangat kualahan menghindari setiap serangan Vali, beberapa kali Vali berhasil memukul Issei dan itu membuat Armor Issei retak, Issei juga berusaha membalas setiap serangan Vali, tapi tidak satupun serangannya berhasil mengenai Vali, Vali begerak cepat memukul Issei, Issei pun terpental lalu Vali kembali bergerak cepat dan menendang Issei.
"[Divine] .. "
Vali membagi kekuatan Issei dan Issei pun jatuh menghantam tanah setelah kekuatan nya di ambil, melihat Issei jatuh Rias ingin bergerak membantu tapi tangannya di cekal oleh Sirzech, Sirzech mengatakan pada Rias untuk jangan gegabah, karena kekuatan Kaisar Naga Putih bukan main Sirzech sendiri tidak yakin bisa menang, dia yakin si Vali itu masih menyembunyikan kekuatan sebenarnya, saat ini yang bisa mereka lakukan hanya mengamati.
"uhuk.. sial.. aku lupa kemampuannya adalah membagi, Ddraig lakukan sesuatu.. aku ingin menghajarnya.." Issei perlahan bangkit, sunguh mengesalkan sekali tapi ia akui si Vali itu memang kuat dan jauh lebih kuat dari dirinya, meskipun begitu dia tidak akan menyerah.
meskipun kau berkata begitu.. dengan kondisimu saat ini mustahil bisa menang.. batas waktu nya juga akan segera berakhir.. ku sarankan larilah atau kau akan mati...
"tidak aku tidak ingin lari.. si bajingan ini.. aku harus menghajarnya, apapun yang terjadi aku harus menghajarnya..!!"
hahaha seperti yang diharapkan dari sobat ku, baiklah jika kau sudah bertekad aku akan memberimu kekuatan yang akan menghancurkan dirimu sendiri jika kau tidak bisa menahannya..
"itu bukan masalah.. ayo! [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Welsh Dragon Second Change]"
Swuss!
gelombang kejut keluar dari tubuh Issei dan langsung menyapu bersih sekitar nya, bahkan Mementalkan barrier para petinggi Fraksi, muncul sayap Naga di punggung Issei dan aura nya meluap ke langit menembus barrier, Issei yang di selimuti aura kuat langsung melesat menyerang Vali.
Duak!
tidak sempat merespon kecepatan Issei, Vali terkena telak pukulan Issei dan terpental, Issei kembali menyerang Vali tapi kali ini pukulannya berhasil di tahan oleh Vali, dan sekali lagi kedua nya mulai beradu pukulan, Vali memukul memukul Issei, Issei memukul Vali saling adu kekuatan antara keduanya menyebabkan gelombang kejut di langit.
"[Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine].. "
aura issei melemah dan sekali lagi berhasil memukulnya jatuh setelah membagi kekuatan Issei, tapi itu menyebabkan over drive sayap mekanik Vali kelebihan beban dan seperti akan meledak.
Vali cepat buang energi berlebihan atau itu akan melukaimu..
"aku sudah tau Albion.. [Half Dimension!]" Vali mengarahkan tangannya ke kedung sekolah, itu membuat dimensi di sekitar kedung perlahan mulai menyusut, semua orang yang melihat itu terkejut, mata Sona melotot melihat apa yang Vali lakukan, Sona bahkan nekat keluar dari barrier dan berlari menyerang Vali, tindakan Sona mengejutkan Serafall, Rias dan yang lainnya.
"tidak hentikan.. hentikan.. itu Water Dragon!" Sona menyerang Vali dengan sihir Naga Air, tapi Naga air itu seketika lenyap saat mendekati Vali, Vali merasa terganggu saat pelepasan energinya, lalu dia menyerang balik Sona dengan sihir yang dia serap dari Sona tadi, Sona mengaktifkan barrier tapi itu percuma, karena serangan Vali lebih kuat dan berhasil menembus pertahanan Sona.
Blaar!
Sona terkena telak serangan sihir Vali bahkan itu menyebabkan tanah meledak, setelah debu menghilang terlihatlah keadaan Sona yang memprihatinkan, tubuhnya penuh luka dan seragam sekolahnya robek sana-sini, melihat itu Serafall sangat marah dan ingin menyerang Vali tapi..
Deg!
sebuah aura yang sangat kuat terasa digedung sekolah, semua yang di sana bisa merasakan nya, aura yang sangat merikan yang menembus keluar dan bahkan membuat barrier retak.
"[Dimension Break!]"
Krak! Prank!
penyusutan dimensi retak seperti kaca itu sangat mengejutkan Vali, tapi tidak hanya Vali para petinggi Fraksi dan yang lainnya pun terkejut melihat perpecahan dimensi, setelah penyusutan dimensi runtuh seperti kaca, terlihat seseorang yang berjalan keluar dari gedung sekolah, penampilannya hanya memakai celana pasien, bertelanjang dada dengan perban yang membalut dada dan juga lengan kiri nya yang buntung.
"sial.. tadi itu hampir saja.. " ucap orang itu yang ternyata adalah Natuto, sebenarnya Naruto lagi istirahat di kamar khusus yang ada di ruangan Osis, sejauh ini Naruto beristirahat dengan tenang sebelum penyusutan dimensi yang memaksa nya bangun, sebenarnya Naruto tidak ingin terlibat dengan para Fraksi, tapi tadi hampir saja membuatnya terlempar ke celah dimensi yang sangat merepotkan, jadi mau tidak mau Naruto jadi ikut terlibat.
Naruto melihat sekumpulan orang di dalam barrier dan beberapa makhluk yang tergeletak di tanah seperti Malaikat jatuh, Malaikat dan Iblis, lalu ada juga yang melayang di langit dengan balutan armor putih dan hiasan crystal biru, lalu mata Naruto melihat seseorang yang sangat familiar yang tergeletak dengan tubuh penuh luka dan seragam yang robek, mata Naruto melotot dan dengan sekejap mata dia langsung berpindah dan ternyata benar itu adalah Sona, kecepatan Naruto sangat mengejutkan semua orang, Naruto dengan pelan memapah tubuh Sona, melihat keadaan Sona yang menyedihkan membuat darah Naruto mendidih.
"siapa.. siapa yang melakukan ini..!! "
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To be Continued...
DreamXDream Log out!
