No reply for now.

Happy Reading! :D


Chapter 294: Soup for Soul (A Lot of Them)


Molf sedang sakit. Lagi.

Arie keluar bersama Glinea melakukan sesuatu. Dia pikir dia bisa menyembunyikan sakitnya sampai Arie kembali.

Dia tidak bisa. Zen melihatnya, Tumma mengetahuinya tidak lama setelah itu.

Zen telah mengantarnya ke kamarnya dengan membawa kotak tisu dan air, menyuruhnya beristirahat dan membiarkan mereka menangani semuanya. Dia punya keraguan, tapi dia sangat lelah. Ditambah sakit kepala.

Dia tidak keberatan untuk berbaring sebentar, hanya sebentar. Jadi dia membiarkan dirinya diantar ke tempat tidur, dan hanya mendengus ketika Zen bersikeras untuk menidurkannya.

Mudah-mudahan mereka tidak berlebihan. Dia punya firasat buruk meninggalkan mereka sendirian.


Tumma memakai apron abu-abu dan sedang membuat sup. Dia tidak ahli menangani orang sakit, tapi dia tau kalau sup biasanya tidak ada salahnya.

Dia hampir setengah membuat panci pertama ketika dia mendengar ratapan, dia menjulurkan kepalanya ke ruang tengah dan menemukan Ney di sofa.

"Apa yang terjadi?" Dia melintasi ruangan dan sedikit khawatir sekarang.

"Kak Molf sedang sekarat..." ratap Ney.

Tumma membungkuk dan melihat Ney membuka beberapa situs di laptop yang memuat beberapa hal medis. Dia tidak membacanya dan melirik Ney.

Jadi dia mencari gejala Molf di Google. Itu mungkin ide yang buruk.

Tumma mengakui dia tidak tau apa-apa tentang obat-obatan atau orang sakit, tapi dia cukup yakin bahwa mencari gejala di Google adalah ide yang buruk.

Ney mulai menangis tersedu-sedu.

Yah, berdebat dengan Ney hanya akan membuang-buang tenaga dan waktu. Dan Tumma masih memiliki makanan di atas kompor.

Mungkin dia akan membuat lebih banyak sup. Itu akan membantu. Mungkin.


Molf perlahan membuka matanya untuk mencari tau apa yang mengganggunya.

Marlie mengguncang tubuh dan berbalik untuk mengedipkan mata sekali padanya. Dia mengeong.

"Hai Marlie." Dia menyapa kucing coklat itu dan melepaskan satu tangan dari selimut untuk menjulurkannya ke arah si kucing.

Dia menjulurkan kepalanya ke bawah tangan pria itu, sangat ingin usapan kepala. Dia merasakan senyuman di wajahnya.

Sesuatu terjadi di luar kamarnya yang mengejutkan Marlie. Dia mengerang kesakitan dan menggerakkan lengannya menutupi matanya karena sakit kepala.

Marlie menubruk pelan kepalanya di tubuh pria itu, tampaknya sudah pulih dari keterkejutannya dan membutuhkan perhatian lebih.

Baiklah. Dia sakit. Arie dan Glinea bisa mengatasi kekacauan apapun yang terjadi di luar saat mereka sampai di rumah. Dia punya kucing untuk dihibur.


Ney masih meratap. Dia meringkuk di bawah meja di dapur. Ney sebenarnya tidak menjelaskan kenapa dia pindah, dia kebanyakan hanya membuat suara-suara tertekan dan mengulangi bahwa Molf akan mati.

Tumma mengangkat panci dari kompor dan menaruhnya di tempat lain, panci itu penuh dengan chicken noodle soup. Dia mengganti dengan panci lain tanpa repot-repot mematikan kompor di sela-sela waktu tersebut. Dia harus membuat sup.

Dia juga mungkin harus membersihkan kekacauan di ruang tengah dari benda-benda yang tumpah. Hm. Nanti. Dia masih fokus pada sup yang dibuatnya.

Lagipula, Zen sudah pergi ke kamar Duco, kalau-kalau dia mengalami mimpi buruk saat tidur siang.

"Tum-Tum...~" rengek Ney sedih.

Tumma merespon tanpa menengok. "Ya?"

"Bagaimana kalau-" Terdengar desahan tajam dan suara jelas Ney yang membenturkan kepalanya ke meja saat dia berdiri tegak. "Bagaimana kalau dia mati sebelum mereka kembali?!"

"Tidak akan. Santai saja, Ney." Tumma menepisnya.

"Tapi dia sekarat!" Ney merengek dan kembali ambruk ke lantai. "Dia akan mati dan itu semua salah kita!"

"Tidak, dia tidak akan mati." Tumma menggelengkan kepala, dia memutuskan untuk membiarkan Arie atau Glinea menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi padanya. "Itu sebabnya aku membuat sup."

"Dan sup akan mencegahnya dari kematian?" Suara Ney dipenuhi keraguan. Tumma akan memperdebatkan hal itu, tapi dia tidak ingin menyia-nyiakan waktunya.

"Yah, dia tidak akan mati sampai dia mendapatkannya." bantah Tumma. "Dan itu akan membuatnya tetap bertahan sampai Arie dan Glinie kembali."

Ney terlihat sangat tidak percaya pada Tumma, dia tidak terlalu perduli. Dia harus membuat sup.


Molf mengusap punggung Marlie, Scottish Fold itu mendekat ke arahnya dan mendengkur. Dia bisa merasakannya lebih dari sekedar mendengarnya, yang pastinya menyenangkan di kepalanya.

Ratapan di ruangan lain tidak begitu menyenangkan di kepalanya.

Mungkin dia hanya akan mencoba fokus pada Marlie. Mungkin tidur siang. Lebih baik daripada mencoba mencari tau apa yang terjadi di luar.


Saat Arie masuk ke dalam rumah, bau sup tercium dimana-mana.

"ZEN SVARTASVÄRD!" Dia berteriak menginginkan jawaban.

Kepala Tumma muncul dari dapur. "Oh, kau kembali! Bagus, kalau begitu aku bisa menyerahkan Ney padamu untuk ditangani."

"Apa maksudmu 'menyerahkan' dia?" Arie melangkah lebih jauh ke dalam ruangan.

"Dia pikir Molf sedang sekarat." Tumma masuk kembali ke dapur.

"Hah?! Kenapa?!" Glinea merasa sedikit khawatir mendengarnya.

"Dia terkena sesuatu, Ney mencarinya di Google. Dia yakin dia sedang sekarat." Tumma menghela nafas. "Beritahu dia untukku ya?"

Arie melangkah ke dapur dan langsung membeku saat dia melihat ke dalam, Glinea berjongkok untuk membujuk Ney keluar dari bawah meja.

"Arie, aku harus bilang padamu bahwa aku tidak melakukan-" Zen yang baru saja kembali dari kamar Duco kaget dengan apa yang baru saja dilihatnya dan terlalu tertegun untuk berbicara.

Arie memutuskan untuk memecah kesunyian. "Tumma."

"Ya?" Tumma melirik ke belakang sambil menyeka tangannya pada handuk yang disampirkan di bahunya.

"Kenapa ada sepuluh galon sup di dapur?!" Arie berhati-hati agar tidak berteriak. Dia tidak tau dimana Molf berada, dia juga tidak ingin mengganggu Ney dan Glinea.

"Sepupumu sakit, aku membuatkan sup."

"Sepuluh galon." ulang Arie sambil memijit pelipisnya.

"Yep." Tumma membunyikan huruf 'p' sambil mengangguk. "Kebanyakan chicken noodle, tapi aku juga punya yang French onion."

"Tumma, butuh waktu lama untuk membuatnya- Glinea dan aku pergi selama satu jam!" Arie pucat pasi.

Zen pulih dari keterkejutannya dan mulai berbicara lagi. "BAGAIMANA kau bisa melakukan ini?!"

Tumma mengabaikan pertanyaan itu. "Sebenarnya ada lebih banyak sup."

"ADA LEBIH?!" Mata mereka terbelalak, dan rahang Zen jatuh ke lantai dengan gaya kartun.

"Tapi Edward baru saja datang dan mengambil sebagian besarnya." Tumma mengangkat bahu. "Hanya ini yang tersisa."

Arie hanya mencubit pangkal hidungnya. Serius, dia tidak bisa meninggalkan rumah tanpa terjadi masalah dalam lima detik.

"Aku akan memeriksa Molf." Glinea meletakkan salah satu tangannya di bahu Zen dan menunjuk ke arah Ney dengan tangan lainnya. "Tolong tangani ini untukku?"

Zen menghela nafas dan mengangguk, dia berjongkok agar sejajar dengan adik perempuannya yang terlihat sangat menyedihkan, sementara Glinea pergi untuk memeriksa Molf.


Molf membuka mata dan berkedip saat Glinea masuk membawa nampan, ada semangkuk sup dan segelas air di atasnya.

"Ney sudah tenang, Duco masih tidur siang, dan yang lain mencoba memikirkan apa yang harus dilakukan dengan sup tambahan itu." Gadis itu menjelaskan dengan suara lembut. "Tidak ada yang mengganggumu lagi."

"Terima kasih." Dia duduk sedikit.

"Ini hanya sakit kepala." Glinea meletakkan nampan di atas meja. "Memang buruk, tapi tidak ada yang tidak bisa kamu selesaikan sendiri, dalam satu atau dua hari. Istirahat saja."

Dia mengangguk dan menerima sup yang ditawarkan kepadanya. "Terima kasih."

Dia menyesapnya. Rasanya enak, mungkin dibuat oleh Tumma.

Glinea meletakkan tangannya di kaki pria itu. "Kami akan memastikan kamu mendapat apa yang kamu butuhkan."

Dan kemudian gadis itu meninggalkannya. Dengan flu, kucing, dan semangkuk sup. Mungkin masih lebih baik daripada apa yang terjadi di ruang tengah.

Dia akan makan supnya dan tidur siang. Mereka bisa menangani sendiri kekacauan apapun yang terjadi di luar sana.


To Be Continue, bukan Turkey Bird Chicken (?)...


Di Chapter depan, kita akan melihat kenapa Edward mengambil sup-sup itu dan apa yang terjadi sebelum dia melakukannya.

Review! :D