Session Talkshow

Vyrainel : Ehem ... senang akhirnya bertemu denganmu Katarina! *peluk*

Katarina : Eeh?! Etto, kamu siapa? *kaget*

Geordo : Jangan peluk Katarina! *menjauhkan Katarina dari Vyrainel*

Vyrainel : Ah Geordo~ kamu pelit! Namaku Vyrainel, Katarina. Aku adalah author cerita ini.

Katarina : Oh, begitu. Aku panggil Rain-sama, ya! Salam kenal Rain-sama!

Sophia : Salam kenal, author-sama.

Vyrainel : Salam kenal, minna!

Mary : Ugh, sial. Sainganku yang lain ternyata adalah seorang author. Aku ga akan bisa dipasangkan dengan dia nanti.

Maria : Katarina-sama aku membawakan manisan untukmu. *menyerahkan sekotak manisan ke Katarina*

Darius : Katarina, bolehkah aku mencicipinya juga? Aku sangat menyukai manisan! *puppy eyes*

Katarina : Oh, tentu! Silakan, jangan sungkan. *senyum*

Darius : Terima kasih, Katarina. *senyum dan mengambil manisan*

Keith membaca naskah.

Keith : Kenapa ceritanya begini?! Tulis ulang! *menatap tajam Vyrainel*

Vyrainel : Aku memang mau seperti itu. *watados*

Ketika semuanya (-Katarina dan Darius yang lagi asik makan manisan) membaca naskah yang ditulis oleh Vyrainel, sontak mereka semua (-Katarina dan Darius) menatapnya dengan tajam.

Minna (-Katarina dan Darius) : TULIS ULANG! KAMI TIDAK INGIN SEPERTI ITU!

Vyrainel : Abaikan mereka semua. Pokoknya, selamat membaca para readers-ku tercinta! Ini adalah fanfic pertamaku dari seri anime, novel, dan manga Hamefura/My Next Life as a Villainess: All Routes Lead to Doom! Silakan dinikmati~ jangan lupa untuk memberikan masukan yang positif, ya! Happy reading~!


Tittle : Return of the Villainess

Chapter 01 : Awal Dari Segalanya

Disclaimer :

My Next Life as a Villainess: All Routes Lead to Doom! belong to Satoru Yamaguchi

Return of The Vilainess belong to Vyrainel

Rated : T

Genre : Fantasy, Comfort/Hurt

Cast : Katarina Claes, Keith Claes, Geordo Stuart, Alan Stuart, Mary Hunt, Nicol Ascart, Sophia Ascart, Maria Campbell, Darius Xavier (OC)

Warning : AE, AR, OOC, klise, mainstream, typo, abal, gaje, ga nyambung, etc.

Summary : Katarina Claes mendapatkan ingatannya kembali, dia terus berusaha menghindari akhir kehancuran, tetapi kekuatan plotnya terlalu kuat! Bagaimana nasibnya? Apakah dia harus menyerah dan kembali menjadi penjahat atau malah terus berjuang demi kehidupan bahagia?

.

.

.

.

.

.

Namaku Katarina Claes, aku adalah putri seorang Duke Claes yang sangat manja dan sombong. Namun, semua itu berubah ketika aku mendapatkan kembali ingatan kehidupanku yang dulu. Aku telah bereinkarnasi menjadi tokoh penjahat dari otome game Furtune Lover, di mana aku—Katarina Claes—akan menuju akhir kehancuran. Pengasingan atau dibunuh. Aku tidak mau ke dua hal itu! Maka dari itu, aku telah berusaha untuk menghindari akhir kehancuran—aku mengetahui kelemahan Geordo dan tidak membiarkan Keith sendirian serta memberinya kasih sayang.

Aku juga telah membangun hubungan baik dengan tokoh saingan dan target penangkapan yang lain—Mary, Alan, Sophia, dan Nicol.

Dalam rute Alan, saingannya adalah Mary Hunt, tunangannya.

Rute Alan :

Happy end : Protagonis membuat Alan percaya diri dan itu mengakibatkan hubungannya dengan Geordo membaik. Akhirnya protagonis dan Alan saling jatuh cinta. Menyaksikan cinta antara protagonis dan Alan, Mary Hunt—tunangannya—memberi restu kepada mereka dan mengundurkan diri dari pertunangan.

Bad end : Protagonis tidak dapat mengubah pikiran Alan, dia tetap merasa getir selama sisa hari-harinya di akademi. Akhirnya, dia menikahi tunangannya—Mary Hunt—dan hidup bahagia selamanya, meninggalkan protagonis sendirian dan patah hati.

Sedangkan dalam rute Nicol, saingannya adalah Sophia Ascart, adiknya.

Rute Nicol :

Happy end : Setelah berinteraksi secara tepat dengan Sophia dan Nicol, protagonis menjadi teman baik para Ascart, membuat Nicol menumbuhkan perasaan terhadap protagonis sebagai rasa terima kasih. Protagonis mendapatkan persetujuan Sophia, jadi dia dan Nicol menikah dan hidup bahagia selamanya.

Bad end : Protagonis tidak mendapatkan persahabatan dan kepercayaan dari para Ascart, menyebabkan Nicol dan Sophia menjauhkan diiri mereka dari interaksi sosial selamanya karena kekecewaan. Akhirnya, protagonis sendirian dan patah hati.

Karena Katarina tidak pernah muncul dalam rute Alan dan Nicol, jadi tidak ada masalah jika aku berteman dengan mereka.

Masalah utama adalah pada rute Geordo dan Keith. Dalam rute mereka—akan membawa akhir kehancuranku. Aku adalah saingan dari ke dua rute itu.

Rute Geordo :

Happy end : Katarina dicopot dari gelarnya dan diasingkan karena terus menerus melecehkan sang protagonis. Protagonis dan Geordo bertunangan lalu hidup bahagia selamanya.

Band end : Katarina menyerang protagonis dengan pisau karena cemburu pada hubungan mereka. Dengan naluri unguk melindungi protagonis, Geordo melompat membantu protagonis dan secara tidak sengaja membunuh tunangannya. Pada akhirnya, pangeran meninggalkan kerajaan dan mengasingkan diri untuk bertobat serta merenungkan kejahatannya, meninggalkan protagonis sendirian dan patah hati.

Rute Keith :

Happy end : Katarina dicopot dari gelarnya dan diasingkan karena terus-menerus melecehkan Keith dan protagonis. Mereka—protagonis dan Keith—melarikan diri bersama dan kawin lari, lalu hidup bahagia selamanya.

Bad end : Katarina menyerang protagonis dengan pisau karena ketidaksetujuan terhadap hubungan mereka. Protagonis keluar dari situ dengan luka parah. Sebagai pembalasan, Keith melompat membantu protagonis dan membunuh Katarina dengan Sihir Bumi. Akhirnya, Keith melarikan diri dari kerajaan karena telah membunuh saudari perempuan angkatnya, putri sang duke, meninggalkan sang protagonis sendirian dan patah hati.

Aku sudah berusaha keras untuk menghindari akhir kehancuranku, tetapi kenapa semuanya menjadi seperti ini!

Aku menatap kosong ke arah Geordo dan Keith, yang melindung Maria di belakang mereka.

Geordo menatapku dengan dingin. "Katarina Claes, kamu bertindak terlalu jauh! Kamu terus menerus menindas Maria, atas kejahatanmu inilah kamu tidak boleh menginjakkan kaki lagi di kerajaan Sorcié dan statusmu sebagai bangsawan akan di cabut."

Ada kekecewaan dan celaan di mata Keith, ketika dia berkata, "Kakak, kenapa kamu begitu keji? Aku salah menilaimu sejak awal!"

Me-mengapa berakhir begini? Apa yang harus kulakukan? Aku sudah sampai sejauh ini, aku sudah berusaha untuk menghindari akhir kehancuranku. Namun, kenapa?! Padahal jelas-jelas aku tidak pernah menindas Maria! Apakah semua ini karena plotnya? Aku pada akhirnya tidak bisa mengubah plotnya...

"Katarina-sama..." Maria melihatku dengan sedih. Aku cuma diam mematung, tidak bergerak sedikitpun. Tatapanku kemudian mengarah ke arah temanku yang lain—Alan, Mary, Nicol, Sophia—yang tengah menatapku seperti aku adalah penjahat kejam.

Putus asa.

Sedih.

Kecewa.

Marah.

Semua emosi itu menjadi satu. Aku menunduk, berusaha keras untuk menahan air mataku yang beranjak keluar. Pada akhirnya begini... aku tersenyum miris untuk diriku sendiri, semua usahaku selama ini sia-sia.

Akhirnya, tanpa berkata apapun, aku keluar dari tempat ini dan pergi dari kerajaan. Aku tidak mengucapkan selamat tinggal kepada teman-teman—eh, ralat, maksudku mereka dan juga tidak menatap mereka untuk terakhir kalinya.

Aku menatap langit biru yang terlihat begitu indah. Namun, aku tidak bisa melihat keindahannya. Perasaanku hampa. Ke mana aku harus pergi?

.

.

.

.

.

Tbc~

.

.

.

.

.

Next?