Setelah keberangkatan Luna meninggalkan bandara LCA. Mereka berempat Noctis, Ignis, Gladiol, Prompto termasuk Stella memutuskan segera kembali ke kerajaan Lucis dengan Noctis yang terpisah dengan Stella menggunakan kendaraan pribadi mereka. Stella diberitahu akan jamuan Makan siang seketika tiba di Kerajaan Lucis, ini pertama kalinya bagi wanita berambut pirang tersebut menginjakkan kakinya di kerajaan Lucis dimana kerajaan tersebut sangat artistik modern dengan bangunan tinggi pencakar langitnya. Bibirnya berdecak kagum seketika bola matanya mengelilingi kawasan kerajaan tersebut terutama batu kristal yang menjadi target utama yang menjadi ketertarikan bagi semua orang disana. Kerajaan Lucis sangat terbalik dengan kerajaan Tenebrae yang mengandalkan alam sebagai media utamanya. Teknologi, sihir dan kekuatan batu kristal yang memiliki daya ketertarikan sendiri yang membuat kerajaan Lucis menjadi salah satunya kerajaan yang paling ditakuti didunia. Stella mulai mengkondisikan dirinya seketika penjaga kerajaan mulai memberikan salam ke pada putri Tanebrae itu dimana nampak dari belakang terlihat Pangeran Noctis yang berjalan mengikutinya kemudian mereka melangkahkan kakinya ke arah lobby.

Lobby itu terkesan sangat dingin dan gelap namun terlihat elegan dengan paduan warna dan desain bangunan itu sendiri. Lensa matanya tak mendapati Raja Regis yang menyambutnya secara langsung karena ia berpikir mungkin beliau masih sibuk dengan konfrensinya. Tak dibutuhkan waktu yang lama Stella tiba di ruangan yang penuh dengan hidangan jamuan untuk dirinya dimana salah satu pelayan disana mempersilahkan dirinya untuk menempati kursi yang dikhususkan untuknya.

Stella diam diam mencuri pandangannya ke arah Pangeran yang terlihat dingin itu. Bola matanya membeku melihatnya seketika dia melepas jasnya, merapikan dasinya dan mengambil tempat duduk didepannya meskipun jarak antara mereka berdua tidak terlalu dekat. Stella menghentikan pandangannya seketika Noctis mempergoki dirinya terus memperhatikannya.

"Selamat datang Tuan Putri, Senang bisa menjadi orang pertama kali yang menyambut Anda di Kerajaan Lucis" dia merapikan tempat duduknya dan tersenyum simpul, kemudian melanjutkan

"Saya harap Anda menyukai Carpacio hidangan kerajaan kami. Ini terlihat sempurna seperti Anda" Stella setengah kaget seketika Noctis secara tidak langsung sudah memujinya untuk pertama kalinya dan dia tersadar iris birunya kini membeku menatapnya. Tatapan yang sangat sensasional gumam Stella. Seketika itu Noctis mengkode pelayan kerajaan untuk mengambil hidangan Tide Groupper Carpacio untuk dihidangkan langsung dihadapan Stella. Makanan yang sangat cantik dengan balutan edible flowers yang membuatnya terlihat sangat indah.

"Terima kasih Pangeran Noctis" balasnya singkat.

"Noctis, Anda tidak perlu terlalu formal dengan saya Stella" jawabnya kemudian melanjutkan.

"Bagaimana menurutmu Kesan pertama kali melihat Kerajaan Lucis?" Dia menyibukkan dirinya dengan hidanganya sembari bertanya kepada wanita berambut pirang tersebut.

"Ini mudah pangeran. Kesan saya seperti yang lainnya. Anda pasti sering mendengar pujian akan hal tersebut" Jawab Stella usai meneguk champagne yang berada di hadapannya.

"Stella, Anda mirip Luna. Apa saya tidak salah lihat?" Pertanyaan yang sangat akrab bagi diri Stella dan mengapa seorang Pangeran Noctis secara tiba-tiba menanyakan hal tersebut daripada mengajaknya untuk berbicara hal lain secara formal.

"Bukan Pangeran, sekilas kita mirip tapi kita jauh sangat berbeda" Stella tersenyum dan seketika itupun Noctis tersenyum padanya.

"Iya tidak heran kau sangat menikmati Carpacio ini" sahut Noctis. Reaksi yang sangat berbeda saat pertama kali bertemu dengannya di hadapan Luna.

"Putri Stella. Sebelumnya saya mewakili Raja Regis memohon maaf atas ketidakhadiran beliau dalam jamuan makan siang ini dan saya menyampaikan permintaan dari Ratu Tenebrae bahwa Anda beberapa bulan kedepan akan sementara tinggal disini untuk menggantikan Luna. Staff saya akan mengantarkan Anda untuk menuju ruangan Anda dan jangan sungkan untuk menganggap bahwa Ini adalah Kerajaan Anda sendiri" Noctis mulai menyelesaikan makanannya sembari meneguk minuman yang berada didepannya kemudian mulai beranjak pergi sembari mengambil jas yang tergantung disampingnya.

"Saya mengetahui perbedaan Anda yang mulia. Anda menyukai Carpaccio ini dengan wajar, begitu juga dengan saya. Berbeda dengan dia" Noctis menambahkan tersenyum simpul dihadapannya kemudian bergegas pergi meninggalkan Stella yang seketika memikirkan apa yang dimaksud dari ucapan pangeran Lucis tersebut, dan Stella baru menyadari bahwa dia hampir menghabiskan Carpaccio ini secara tidak langsung bawa penilaian Pangeran itu benar.

"i love this Carpaccio, so does he"