Terlihat seorang pria mondar-mandir dalam suatu ruangan yang hanya diterangi sorotan bulan purnama yang begitu realistis dimana refleksi cahaya tersebut menembus sela-sela gorden tinggi miliknya. Jemari pria tampan itu tak henti-hentinya menekan layar handphone miliknya dimana dia menekan tombol vidio call kepada wanita cantik yang berpose sungguh menarik di profile beranda miliknya. Bibirnya berdecak kesal mendapati kekasihnya Luna tidak menjawab panggilan vidio call darinya, dengan kasar dia melepaskan dasi yang menempel dari lehernya sembari melepas kemejanya kemudian mengalihkan pandangannya ke arah lukisan yang terpajang di samping tempat tidurnya. Lukisan itu sangat besar dan menampakkan sesosok Wanita cantik berambut pirang dengan dress putih yang melekat ditubuhnya secara sempurna menampilkan postur tubuhnya yang terkesan indah bagi seorang wanita. Pria itu melihatnya cukup lama dan menatapnya tajam. Dia tekan layar handphonenya sekali lagi beralih tertuju ke panggilan telpon manual.

"Nomer yang Anda tuju tidak dapat menerima panggilan ini, cobalah menunggu beberapa saat lagi" dia hampir melemparkan handphonenya ke arah lukisan didepannya, nafasnya tersengal-sengal dan iris birunya yang terlihat sangat menakutkan. Tak mengambil waktu lama dia mengambil botol vodka miliknya kemudian meneguknya langsung dan menghabiskannya setengah sembari tetap mengunci pandangannya ke arah lukisan tersebut.

"Wanita jalang, apa yang kau lakukan di sana"