Naruto by Masashi Kishimoto

Warning : AU ,OOC,typo,Misstypo,Little bit lime etc

.

..

...

My Future Woman

...

..

.

"Naruto-kun sedang apa kau disini" tanya gadis tersebut.

"oh ternyata shion, aku hanya kebetulan lewat sini aja kok" jawab naruto gugup.

"hm, mencurigakan, apa kau menyembunyikan sesuatu dariku naruto-kun?" tanya shion sambil mendekatkan wajahnya dengan naruto.

Karena tidak nyaman dengan posisi mereka yang terlalu dekat,maka naruto menjauhkan jaraknya dari shion.

"etto...sepertinya aku harus pergi, ada urusan mendadak sampai jumpa lagi ya" naruto langsung saja segera pergi meninggalkan shion.

"na.. naruto-kun tu..nggu" shion mencoba mengejar naruto namun karena lari naruto yang cukup cepat dia kehilangan jejaknya.

...

Sementara itu ditempat hinata.

"duh, naruto lama sekali sih masa ketoilet aja hampir setengah jam" hinata mulai kesal sambil memainkan game dihandphonenya.

Tiba-tiba naruto datang dari kejauhan sambil berlari.

"naruto-kun ada apa kenapa sampai lari-lari begitu" tanya hinata penasaran.

Tanpa basa-basi lagi naruto langsung menarik lengah hinata dan mengajaknya ketempat lain.

"hei... kita mau kemana" tanya hinata kembali.

"sudahlah yang penting ikut aku" jawab naruto.

Tiba-tiba mereka sudah sampai pada sebuah gang, disana terlihat banyak sekali bangunan bertuliskan hotel dengan ornamen-ornamen hati

"duh, kenapa sih lari-lari,memangnya kau ini dikejar anjing" tanya hinata sebel.

"begini hinata tadi aku bertemu dosen pembimbingku bisa-bisa nanti aku diomelnya lagi" naruto mencoba ngeles.

"oh begitu, aku kira ada apa,makanya sesekali seriuslah untuk kuliah naruto-kun" kata hinata lega. Perkataan hinata tadi benar-benar menyindir naruto dan tidak lama kemudia hujan mulai turun.

"naruto-kun kita harus berteduh" ujar hinata.

"iya bagaimana kalau kehotel itu " kata naruto.

Dan hinata langsung saja mengiyakan ajakan naruto tersebut.

Setelah masuk kedalamnya, mereka langsung ditawari untuk menyewa kamar hotel tersebut oleh seorang pelayan yang menunggu didepan.

"silahkan tuan dan nyonya kami masih ada dua kamar lagi lantai atas dan bawah ,silahkan pilih yang mana?" tanya pelayan tersebut.

"eh... ano aku ingin menyewa 2 kamar" jawab naruto sambil menggaruk kepalanya.

"maaf tuan kami tidak bisa menyewakan kamar untuk satu orang" tegas pelayan tersebut, "bukankah sudah jelas ini adalah hotel cinta jadi kami menyewakan kamar hanya untuk sepasang kekasih".tegas pelayan itu kembali. Tiba-tiba muka naruto dan hinata langsung memerah, dalam situasi seperti ini mereka kebingungan, bila menolak untuk menyewa mereka akan kedinginan diluar dan naruto tidak tega melihat hinata nantinya sakit.

"naruto-kun tidak apa sewa saja" tiba-tiba hinata menarik lengan baju naruto.

"eh apa kau tidak apa-apa" tanya naruto gugup.

"kenapa memangnya kau tidak mau sekamar denganku, bukankah kita sepasang kekasih" jawab hinata cemberut.

"Ba-baiklah... kalau begitu akan aku pesan" jawab naruto menuruti perkataan hinata.

Setelah mendapat kunci kamar tersebut mereka langsung saja menuju kamar yang telah dipilih yang berada dilantai atas.

Beberapa saat kemudian.

...

...

..

Kini mereka telah sampai didepan pintu kamar hotel tersebut, tidak ada pembicaraan diantara mereka, naruto langsung saja mengambil inisiatif untuk membuka pintu kamar tersebut.

"baiklah hinata kau masuk saja biar aku tunggu diluar sampai hujan reda" naruto berkata begitu karena berpikir seorang gadis seperti hinata yang berasal dari keluarga hyuuga terpandang tidak mau asal sekamar dengan lelaki yang belum menjadi suaminya.

Namun anggapan naruto ternyata salah.

"jangan tinggalkan aku sendiri didalam" hinata menarik lengan naruto dengan kedua tangannya.

"hi-hinata tapi.. kita"

"kau juga masuklah bersamaku naruto-kun" kata hinata malu-malu sambil mendorong punggung naruto masuk kedalam.

Setelah masuk kedalam kamar hotel tersebut mereka berdua terpukau sejenak melihat interior kamar hotel yang ditata simpel namun terlihat romantis, benar-benar disiapkan untuk sepasang kekasih.

"Na-naruto-kun aku ingin mandi dulu, jangan mengintip ya" tegas hinata.

"hehe tidak kok,kau bisa pegang kata-kataku"kata naruto sambil nyengir.

...

Beberapa menit kemudian.

"ah, kau sudah selesai mandi hinata" kata naruto melihat sambil melihat hinata yang tubuhnya hanya ditutupi handuk saja.

"ja-jangan lihat " kata hinata malu.

"gomen-gomen," naruto pun meminta maaf.

Setelah itu hinata segera memakai baju yang telah disediakan dalam kamar hotel tersebut.

"moh, kenapa baju disini minimalis sekali" hinata menggerutu karena tidak menemukan baju yang agak sopan, rata-rata baju yang disedikan berbahan dasar tipis dan kerap mengekspos bagian-bagian tubuh miliknya.

"hinata apa kau sudah selesai" kini posisi naruto membelakangi hinata.

"su-sudah " kata-kata hinata malu-malu.

Setelah berbalik badan naruto terkejut dan menelan ludah melihat pakaian yang dikenakan hinata.

"hi-hinata apa tidak ada pakaian lain" kata naruto pura-pura tidak liat.

"tidak ada yang ada hanya pakaian ini, kenapa memangnya kau tidak suka melihatku memakai pakaian seperti ini" tanya hinata cemberut.

"bukan begitu,aku sangat suka kok, kau terlihat cocok memakainya hehe" naruto bingung harus berkata apa.

"dasar mesum" hinata melempar bantal disampingnya dan sukses mengenai kepala naruto dan segera tidur.

"eh hinata, kau sudah tidur?" naruto bertanya dan mencoba mendekati ntah apa gerangan tiba-tiba hinata berbalik menatap naruto dan wajah mereka pun bertemu,sangat dekat,semakin dekat dan lalu tanpa disuruh hinata langsung mencium bibir kekasihnya tersebut.

"Mmmmhh..." seteleha beberapa detik hinata melepas ciumannya.

"aku mau lagi" tiba- tiba hinata mencium naruto kembali ,entah apa yang merasuki hinata sehingga menjadi seagresif itu.

Ternyata mencium naruto membuat hinata ketagihan.

"mmmchh...ah..."setelah puas bercumbu,kini tangan naruto secara tidak sadar telah meraba dada hinata dan meremasnya.

"ouch... pacarku ini benar-benar nakal" hinata mulai menggoda naruto.

Melihat reaksi hinata seperti itu, sepertinya setan dalam diri naruto sudah menguasai dirinya sepenuhnya,setelah mencium bibir hinata kini mulai turun keleher dan akhirnya menuju buah dada milik hinata.

"ouch.. naruto-kun" hinata menggila karena perlakuan naruto sambil memengangi rambut kuning kekasihnya tersebut.

.

..

...

Setelah lama bercumbu mereka pun akhirnya tertidur lelap.

Esok paginya.

Naruto terbangun dan merasa asing dengan suasana kamar tersebut dan baru sadar dia tidak berada dikamar miliknya ada hinata yang sedang tertidur dan memeluk dirinya tanpa mengenakan atasan,pantas saja dia merasa ada yang aneh menyentuh tubuhnya.

"hinata.. bangunlah" naruto mencoba membangunkan hinata.

"moh, sebentar lagi naruto-kun, aku masih ingin bermain denganmu" ntah hinata mengigau atau tidak lalu dia kembali tertidur sambil kembali memeluk naruto.

Tiba-tiba handphone milik naruto kembali mengeluarkan suara. Ternyata yang menelepon adalahs sara diikuti beberapa pesan tidak terbaca yang dikirm oleh shion.

"iya halo, " naruto langsung mengangkatnya.

"naruto-kun apa kepalamu sudah baikan " tanya sara.

"oh, tidak apa-apa sara ,aku sudah baikan kok, hehe"

"hm, kau sekarang dimana naruto-kun?" tanya sara.

"eh, aku ada dirumah teman soalnya aku malam tadi aku menginap" jawab naruto bohong.

"oh ,begitu kalau begitu sampai jumpa dikampus ya"

"iya sampai jumpa"kata naruto sambil sedikit nyengir.

"naruto-kun apa kau benar-benar tidak apa-apa?, sikapmu sedikit aneh"tanya sara kembali.

"aneh, apanya yang aneh aku selalu begini kok"

"seperti ada yang kau sembunyikan" sara mulai curiga.

"sembunyikan, itu tidak mungkin hehe"

"Ya baiklah, sampai jumpa sayangku," sara mencoba sedikit mesra kepada naruto.

"hehe iya sampai jumpa juga " balas naruto, tiba-tiba hinata terbangun.

"eh ,si tuan putri sudah bangun"

"tadi siapa yang kau telepon ?" tanya hinata.

"eh tadi itu ibuku, hehe" jawab naruto gugup.

"anoo hinata dadamu keliatan jelas" naruto menunjuk dada hinata yang terekspos tanpa sehelai benangpun.

Karena baru sadar,muka hinata langsung memerah.

BUKKKK...

"dasar mesum"lagi-lagi sebuah bantal mendarat dikepala naruto.

.

...

...

Beberapa saat kemudian setelah bersiap-siap,mereka pun segera bergegas keluar dari hotel tersebut, karena bila terlalu lama maka takutnya uang mereka tidak akan cukup untuk membanyar sewa hotel tersebut.

...

"hinata bagaimana menjelaskan kepada keluargamu kau tidak pulang semalaman?" tanya naruto.

"tenang saja, sudah kubilang dengan sakura untuk bilang kepada ayahku ,bahwa aku sedang menginap dirumahnya" jawab hinata kalem.

"sukurlah, kalau ayahmu sampai tahu yang telah terjadi malam itu aku bisa dibunuhnya" naruto menggigil membayangkan yang akan terjadi padanya.

"duh, jangan diingat lagi kejadian malam itu" ujar hinata malu-malu.

"hehe, mau melakukannya lagi " naruto mencoba menggoda hinata.

"naruto BA..BAKA..." hinata langsung memukul kecil naruto dibahunya..

"aduduh... cuman becanda kok" kata naruto sambil nyengir.

"kalau begitu antar aku apartemenmu"

"bukankah lebih baik kau langsung pulang saja hinata" tegas Naruto.

"tapi berada dirumah sebesar itu membuatku bosan, aku hanya ingin terus bersamamu" ujar hinata malu-malu.

"eh, begini kalau begitu aku berjanji akan teru menghubungimu agar kau tidak bosan" naruto mencoba meyakinkan hinata.

"baiklah kalau begitu, aku akan pulang" jawab hinata.

"nah begitu dong,itu baru pacarku" kata naruto agak gombal dan hinata pun mengeluarkan senyum yang jarang dia perlihatkan selain kepada naruto.

Setelah mengantar hinata, Naruto segera pamit untuk pulang karena sebentar lagi dia akan ada jam kuliah.

...

"Siapa anak laki-laki itu?" kata seseorang lelaki dari balik jendela.

TO BE CONTINUED

A/N : Yosh, gak terasa udah chapter 4 terima kasih buat para reader2 yang udah mau baca,review dan memberi kritik dan saran,sekali lagi terima kasih,.

Oh ya karena ceritanya bentar lagi mau tamat(rencananya sih),disini author mau adain polling nanti naruto berakhirnya gimana.

!. Naruto nikah sama hinata

2. Naruto nikah sama shion

3. Naruto nikah sama sara

4. Naruto bikin harem

5. Naruto gak dapat apa-apa alias jadi jomblo lagi =)

6. (isi sendiri)

See you in the next chapter.