Naruto by Masashi Kishimoto

Warning : AU ,OOC,typo,Misstypo,Little bit lime etc

.

..

...

My Future Woman

...

..

.

"Siapa anak laki-laki itu?" kata seseorang lelaki dari balik jendela.

"aku pulang otou-sama" terdengar suara hinata yang telah pulang dan disana telah duduk ayahandanya yang telah duduk dikursi sofa sambil meminum secangkir kopi.

"ehem, bagaimana seru menginapnya?" tanya hiashi dengan wajah serius.

"menyenangkan kok otou-sama,sakura-chan sangat baik padaku" jawab hinata dengan sedikit cengiran.

"sukurlah kalau begitu" ucap hiashi.

"kalau begitu aku mau langsung kekamar otou-sama,permisi" karena malas ditanyai hinata langsung beranjak pergi.

"tunggu hinata " ternyata hiashi tidak ingin membiarkan hinata pergi begitu saja.

"hehe kenapa lagi otou-sama" tanya hinata sambil mengepalkan tangannya.

"laki-laki yang mengantarmu tadi siapa, pacarmu ya? " tanya hiashi penasaran.

"he.. ano yang tadi itu hanya teman kuliah ku kok" jawab hinata ngeles.

"tidak usah berbohong , kau ini mudah sekali ditebak,kalau begitu lain kali aku ingin kau mengajaknya kesini aku ingin bertemu dengannya " perintah hiashi.

" ta-tapi, otou-sama kami cuma..." hinata mencoba kembali membantah.

"sudahlah aku mau mandi dulu" tiba-tiba hiashi langsung pergi tanpa menghiraukan hinata.

"dasar, otou-sama, benar-benar sulit untuk menyembunyikan sesuatu darinya" ucap hinata cemberut.

...

..

.

"APA KAU TIDUR DENGAN HINATA" shikamaru shock mendengar cerita naruto itu.

"hei... hei... bisa pelankan suaramu itu" perintah naruto.

"ya maaf, tapi itu benar-benar tidak bisa dipercaya , seorang hyuuga yang terhomat mau tidur dengan orang biasa" ejek shikamaru.

" hm.. betul juga itu terdengar mustahil , APA ORANG BIASA... kau mengejekku shika" naruto baru sadar dia telah diejek.

"jadi naruto sudah sampai mana kau dengan hinata" shikamaru bertanya dengan mode seriusnya sambil mendekatkan wajahnya kenaruto.

"anoo... itu hei... tidak usah dekat-dekat"

"apa kau sudah memasukkan *sensor* ke *sensor* hinata"

"shika aku tidak percaya kau mudah sekali mengatkan hal semacam itu" ucap naruto dengan tampang datar.

"jadi bagaiman naruto-kun kau keluar didalam atau diluar atau jangan-jangan kau sudah keluar sebelum main ya haha"

" tentu saja tidak,sialan kau shika"

"apa jangan bilang kau melewatkan kesempatan emas itu naruto"

"sebenarmya aku hampir melakukannya tapi dia menolak jadi aku tidak tega melanjutkannya"

"dasar payah dasar lemah" shikamaru kembali mengejek naruto sambil melipat kedua tangannya.

"ah... kau mau aku disangka pemerkosa"

"mana mungkin,lagi pula itu hotel cinta, yang masuk kesana sudah jelas untuk melakukan hal-hal semacam itu"

Sepertinya shikamaru ada benarnya juga, tetapi naruto tetap kepada pendiriannya,apalagi hinata bukan satu-satunya yang dia miliki saat ini.

"yah sudahlah, kalau begitu aku mau pulang dulu"

"tunggu shika"

"kenapa lagi sih"

"kau jangan lupa dengan taruhan kita ya" naruto memasang wajah seram membuat shikamaru merinding.

"hehe.. tenang saja besok akan traktir"

"sial aku kira dia sudah lupa" pikir shikamaru.

"shika tapi aku lapar sekarang"

"ya baiklah ikutlah denganku kita kekedai ramen sekarang"

"yosha, berangkat"

Kring..kring...

Tiba-tiba suara hp naruto berbunyi.

"hei, cepat jawab" perintah shika.

"iya-iya bentar" naruto langsung mengangkat panggilan tersebut yang ternyata adalah shion.

"naruto-kun sedang apa kau sekarang" tanya shion.

"aku lagi mau makan, kau sendiri sedang apa shion" naruto mencoba melayani shion sebisanya.

"aku sedang menelepon pacarku,naruto-kun boleh aku bertanya sesuatu" tiba-tiba suara shion berubah dari lembut menjadi sera.

"ta...tanya apa sayangku"

"kenapa sore kemaren saat kita bertemu kau langsung pergi begitu moh.. bikin sebel..? " tanya shion dengan nada kesal.

"anoo... waktu itu ano..." naruto mencoba memikirkan alasan yang sedikit masuk akal.

"cepat jawab!" kelihatannya shion tambah sebal dengan kelakuan naruto.

"begini waktu itu ada diskon game kesukaanku jadi kalau aku tidak buru-buru nanti keburu habis terjual he..he.." hanya alasan itu yang terpikirkan oleh naruto.

"apa hanya gara-gara itu , jadi kau mengannggap game itu lebih penting dari aku" bantah shion.

"aduh gimana ini dia masih marah" pikir naruto.

"bukan begitu maksudku shion, soalnya game itu game kesukaan jadi penjualannya sangat terbatas.. jadi..." naruto mencoba ngeles lagi.

"yasudah aku mengerti kok , semua orang punya hobi tapi setidaknya beritahu aku kalau kau ada urusan , jangan tiba-tiba pergi begitu saja, kau dan aku sudah 3 hari pacaran tapi waktu untuk bertemu saja sangat minim."

Naruto mulai berpikir untuk mengajak shion untuk kencan besok.

:"shion, bagaimana kalau besok kita kencan"

"apa, benarkah kau mau mengajakku kencan" shion pun bahagia dengan ajakan naruto tersebut.

...

..

.Shikamaru masih menunggu naruto yang sedang teleponan dengan shion.

"maaf shika agak lama"

"bagaimana apa shion sudah berhenti marah-marah"tanya shikamaru.

"tentu saja, sudah beres" balas naruto sambil mengangkat jempolnya.

"ya sukurlah, kalau begitu ayo kita pergi"

"siap komandan"

Mereka pun berbegas menuju tempat kedai ramen disekitar area itu.

.

..

...

"baiklah karena sudah kutraktir aku mau langsung pula, kau bisa pulang sendiri kan soalnya arah rumah kita berbeda"

"kau berkata seolah aku ini anak kecil" ujar naruto dengan muka kesal.

"gomen-gomen, dah... " shikamaru langsung cabut pulang kediamannya.

...

Diperjalanan pulang.

Secara tidak sengaja dia bertemu seseorang yang familiar dengan rambut merah miliknya.

"Na..naruto-kun"

"Sa-sara"

"sedang apa kau malam-malam begini " tanya naruto.

"aku mau kesupermarket sebentar ada barang yang harus dibeli" jawab shion sembari tersenyum.

"Kau sendiri sedang apa naruto-kun?"

"aku habis pergi makan ramen disekitar sini"

"ramen ya, apa itu itu makanan kesukaanmu?"

"ya bisa dibilang begitu"

"kalau begitu bagaimana kalau lain kali kita makan ramen bareng?"

"makan bareng ya, baiklah kalau begitu aku yang akan traktir"

"tidak usah naruto-kun biar aku saja yang traktir"

"kalau kau yang traktir malah jadi aneh, sudahlah biar aku yang traktir"

"tidak naruto-kun, kan aku yang mengajak jadi aku yang traktir"

"baiklah kalau begitu" akhirnya naruto pun mengalah.

"Sukurlah dia yang trakir" pikir naruto.

"ano.. sara mau aku temani" tawar naruto.

"tidak perlu naruto-kun"

"tapi ini sudah malam nanti ada apa-apa"

"kau jangan meremehkanku ya ,begini-begini aku jago taekwondo tau"

"hehe begitu ya, sukurlah aku bisa lega"

"haha..kau mengkhawatirkannku ya tenang saja lagi pula supermarketnya tidak jauh dari rumahku kok"

"memangnya dimana rumahmu sara"tanya naruto

Sara pun menjelaskan alamat rumahnya

"apa itu tidak jauh dari apartemenku, kapan-kapan aku mampir ya"ujar naruto.

"ja-jangan naruto-kun, aku tidak biasa membawa lelaki kerumahku nanti ibu bisa marah, bagaimana kalau aku saja yang keapartemenmu"

"ya boleh saja kok" mati aku bagaimana saat aku berdua dengan sara hinata dan shion datang.

Naruto mulai berpikir yang aneh-aneh.

."kalau begitu sampai jumpa lagi naruto-kun"sara pun pamit sambil melambaikan tangannya

Dibalas dengan serupa oleh naruto.

...

Malam harinya.

Setelah pulang keapartemennya naruto langsung saja menuju pulau kapuk miliknya dan segera ingin tidur.

Tidak lama setelah dia menutup matanya tiba-tiba

Kring...kring...

Suara hp nya kembali berbunyi.

"sial aku lupa mematikannya, pasti salah satu dari mereka"

Langsung saja naruto mengangkat panggilan tersebut.

"naruto-kun kau sudah tidur" tanya hinata.

"iya aku sudah tidur, kenapa menelepon tengah malam begini?" tanya naruto kembali sambil menguap.

"aku sedang tidak bisa tidur naruto-kun, maukah kau menemaki sebentar?"

"oh kau imsomnia ya baiklah akan kutemani selama 3 detik ... 3...2...1" langsung saja naruto mematikan hp miliknya.

"heh..naruto-kun hei... JANGAN DITUTUP DONK" hinata jadi sebal dengan tingkah naruto.

"NARUTO BAKA..."

"kenapa aku bisa suka sama orang bodoh seperti dia sih"

.FLASHBACK DI HOTEL

"na..naruto-kun oucch... " hinata terus mendesah karena perlakuan naruto yang bermain-main dengan buah dada miliknya.

"hinata milikmu ini besar sekali kau makan apa sih, sampai tanganku ini tidak cukup untuk memegangnya"

" ma..mana ku tau bisa sebesar ini, sejujurnya aku tidak ingin milikku ini jadi tambah besar" ucap hinata malu.

Setelah puas bermain dengan tubuh bagian atas hinata, kini naruto mencoba menuju bagian bawah tubuh hinata, pertama naruto mencoba melepaskan pakaian dalam milik hinata namun...

Tiba-tiba kaki hinata memberontak dan menendang naruto sampai terjatuh dari kasur.

"aduduh... itu sakit sekali hinata" ujar naruto memegangi pantatnya

"sebaiknya jangan lebih dari ini naruto-kun, kita akan lakukan disaat yang sudah tetap nanti"

Mendengar perkataan hinata barusan membuat naruto sadar bahwa yang telah dia lakukan itu salah.

"ya baiklah bagaimana kalau kita langsung tidur saja"ajak naruto

"naruto-kun kau mau kemana?" hinata penasaran melihat naruto yang meniggalkan kasurnya dan sepertinya lebih memilih untuk tidur disofa.

"aku akan tidur disofa hinata"

"naruto-kun, kalau kau tidur disofa aku juga akan ikut" jelas hinata dengan memaksa.

"he.. mana muat , sudah kau tidur saja disana ,aku sudah biasa tidur dimana saja kok"

"kalau begitu aku tidak akan tidur sampai kau mau tidur dikasur."

"bukankah kau bilang tadi tidak baik kita tidur bersama" tanya naruto

"maksudku kalau tidur saja kau boleh kok asal jangan macam-macam" jawab hinata.

"baiklah kalau begitu" naruto pun akhirnya harus mengalah dengan permintaan hinata.

Kini naruto telah kembali tidur dikasur yang sama milik hinata.

Hinata meletekkan kasur sebagai pembatas.

"ingat bantal guling ini adalah batasnya jangan coba-coba untuk melewatinya naruto-kun, atau kau terima akibatnya" ancam hinata.

'haha.. baiklah tenang saja kok"

Namun secara tidak sadar malah hinata sendiri yang melanggar batas, bantal guling yang sebelumnya digunakan hinata kini telah berubah menjadi naruto.

Naruto pun terbangun karena merasa ada sesuatu yang memeluknya,setelah melihat kesamping ternyata sekarang hinata telah menjadikannya bantal guling.

"dia ini" ntah harus senang atau dongkol karena dengan posisi ini,naruto bisa dengan puas mencium bau hinata yang sangat harum.

"sial dia harum sekali"

"na..naruto-kun"

Naruto pun terkejut dengan ucapan hinata , sepertinya dia sedang mengingau sambil menyebut namanya.

"maaf ya hinata aku telah menyembunyikan sesuatu darimu" ucap naruto.

END FLASHBACK

"Dia menyembunyikan apa sih, aku jadi penasaran" pikir hinata.

Ternyata pada saat itu hinata pura-pura tidur dan mendengar perkataan naruto.

...

..

.

Dak akhirnya tiba juga saatnya mereka berempat dipertemukan.

"Naruto-kun siapa mereka ini?" tanya hinata

TO BE CONTINUED

A/N : makasih buat para readers udah mau mengikuti fanfic gaje ini dari awal hingga akhir dan terima kasih sudah memberikan reviewnya, chapter depan seprtinya bakal jadi chapter terakhir nih, jadi tunggu aja ya, see you next time =)