Naruto by Masashi Kishimoto
Warning : AU ,OOC,typo,Misstypo,Little bit lime etc
.
..
...
My Future Woman
...
..
.
"kalau kau naruto-kun apakah aku juga orang pertama kau cium" tanya sara.
"eh... kalau soal itu" naruto bingung harus berbohong atau berkata jujur.
"naruto-kun, kau tidak apa-apa?" tanya sara.
"tidak apa-apa sara, masalah itu aku sebenarnya sudah pernah, maaf" naruto malah memilih untuk berkata jujur daripada harus berbohong.
"bodohnya aku, kenapa malah jujur sih, padahal aku sudah berbohong sampai sejauh ini,sekarang dia pasti akan kecewa" gerutu naruto
"jadi begitu ya, ternyata ada wanita lain sebelum diriku" ucap sara pelan.
"maaf ya sara"
"tidak apa-apa kok ,aku senang kau mau jujur padaku, lagipula semua orang kan punya masa lalu" ujar sara tersenyum.
"iya betul itu sara, itu kan cuman masa lalu , lagian sekarang aku sudah bersamamu" tiba-tiba naruto menggenggam tangan sara, langsung saja wajah sara menjadi memerah akibat perbuatan naruto.
"aku senang sekali naruto bisa bertemu denganmu" ujar sara yang sekarang sedang tersipu malu.
Beberapa menit kemudian naruto melepaskan genggamannya.
"maaf , sara "
"tidak apa naruto-kun, kau boleh melakukan apa saja yang kau mau padaku kok" sepertinya sara mulai sedikit menggoda naruto.
"apa dia bilang apa saja,termasuk *sensor* *sensor "wajah naruto pun memerah dan sekarang pikirannya pun melayang ntah kemana.
"he, aku cuman bercanda kok " perkataan sara barusan membuat naruto kecewa.
"oh cuman bercanda ya, aku rasa juga begitu hehe" naruto pun cengengesan sambil menggaruk kepalanya.
"tapi sebenarnya aku serius naruto-kun" gumam sara
...
Beberapa saat hening tanpa obrolan.
"naruto, apa kau butuh sesuatu?" cuman itu yang kepikiran sara katakan sekarang.
"eh, untuk saat ini sepertinya belum ada " jawab naruto.
"kalau begitu jangan sungkan-sungkan untuk meminta bantuanku, karena aku kan pacarmu" ujar sara malu.
"iya baiklah, terima kasih banyak sara" naruto tersenyum kepada sara.
"sara aku harap kau mau memaafkanku nantinya" sebenarnya dalam hatinya sekarang naruto sedang menangis.
...
Tidak lama kemudian cuaca diluar mulai mendung dan tidak perlu menunggu lama hujan deras pun turun membahasi seluruh kota.
"eh, sepertinya diluar sedang hujan, ngomong-ngomong sekarang ini jam berapa ya" tana naruto.
"sekarang sudah jam setengah 7 naruto-kun" jawab sara santai.
"apa , sudah selama itu ternyata?" dalam hatinya naruto terkejut.
"aku juga tidak menyangka cukup lama kita mengobrol, tapi rasanya waktu cepat berlalu" ujar sara.
"aku mau liat keluar sebentar" naruto pun pergi melihat keadaan diluar.
Setelah membuka pintu.
WUSHHHHH..., Naruto langsung basah kuyuk kena angin hujan dan langsung saja pintu itu dia tutup kembali.
"aku menyesal melihat keluar" gerutu naruto.
"naruto-kun , kau tidak apa-apa, sepertinya kau kebasahan?" tanya sara yang menghampiri naruto.
"iya keliatannya hujan diluar disertai badai haha" naruto kembali menggaruk kepalanya.
"tunggu sebentar ya aku akan bawakan handuk" sara pun bergegas mencari handuk untuk naruto.
Kini naruto kembali keruang tamu dan segera menghabisi tehnya yang sudah dingin.
"sial, bagaimana aku bisa pulang?" gerutu naruto lagi
...
Dikediaman shion.
"si naruto baka itu kenapa sih tidak juga mengangkat teleponku hari ini" shion pun ngambek dikamarnya karena seharian naruto tidak menjawab teleponnya.
...
Kembali dikediamannnya sara.
"sepertinya aku melupakan sesuatu,ternyata aku lupa mengaktifkan ponselku. Gawat aku pasti akan dimarahi shion atau hinata, tapi karena aku sudah disini lebih baik aku biarkan saja." Tanpa rasa bersalah naruto pun hanya membiarkan ponselnya dalam keadaan mati.
...
Tidak lama kemudian sara datang membawakan naruto handuk.
"ini naruto-kun " sara pun menyerahkan handuk miliknya kepada naruto.
"terima kasih sara, "
"heh... handuk ini...! harum sekali, jangan-jangan ini miliknya sara" naruto tidak menyangka sara akan memberikan handuknya.
"terim kasih sara" naruto mengembalikkan handuk tersebut.
"anoo, naruto-kun kalau kau mau, kau boleh kok menginap dirumahku soalnya ayah dan ibuku sedang pergi keluar kota" ujar sara sambil memainkan rambutnya.
"orang tuanya tidak dirumah? Jangan-jangan dia ingin..." pikir naruto mesum.
"sepertinya aku akan menerobos hujan ini saja" ujar naruto.
"heh, kenapa begitu, sebaiknya kau menginap saja naruto-kun " ujar sara memaksa.
"ta..ta-pi ..." naruto bingung harus menjawab apa.
Tiba-tiba sara mendorong naruto masuk kekamarnya.
"ano, sara kita mau kemana " tanya naruto.
"sudahlah , ikuti saja aku" jawab sara sembari tersenyum.
...
Beberapa saat kemudian.
Sara membuka pintu kamarnya dan mengajak naruto masuk kedalam.
"nah kita sudah sampai" ujar sara.
"hm, jadi aku tidur disini?" tanya naruto.
"iya kau tidur disini saja naruto-kun" jawab sara.
Naruto melihat-lihat disekelilingnya dan yang dia lihat adalah ada foto sara disana.
"jadi sara kamarmu dimana ? " tanya naruto.
"kau sudah melihatnya naruto-kun" jawab sara *blushing*
"apa, aku sudah melihatnya" naruto berpikir sejenak.
"ehhh, ja-jangan-jangan ini kamarmu ya kalau begitu kau akan tidur diruangan lain kah? " tanya naruto kembali.
"tentu saja aku juga tidur disini..." tiba-tiba sara memeluk naruto dan mendorongnya kekasur.
Kini posisi sara berada diatas naruto dan dengan posisi seperi itu naruto bisa melihat jelas wajah dan dada sara yang sudah terekspos.
"sial, aku bisa melihatnya dengan jelas" kini wajah mereka bertatapan sangat dekat tidak sampai 1 centi.
"sa...sara"
"hm..." tiba-tiba sara mencium naruto.
"ah, .. itu ciuman kedua kita" ujar sara.
"hm..." lalu sekali lagi sara kembali mencium naruto yang sepertinya belum puas.
Naruto hanya diam saja menerima perlakuan tersebut, sebagai seorang lealaki nalurinya tidak kuat untuk menolak hal seperti ini , apalagi yang melakukannya adalah seorang gadis yang cantik dan sexy seperti sara.
Namun naruto tidak mau dirinya dikuasai nafsu tersebut , dengan segera dia mendorong sara hingga menjauh darinya..
"maaf sara , sebaiknya kita tidak melakukannya, sebaiknya aku pulang saja sekarang" dengan segera naruto pergi meninggalkan sara tidak peduli walaupun diluar sana hujan.
"naruto , kenapa?" sara hanya bisa menangis ditinggalkan sendirian dikamar itu.
TO BE CONTINUED
A/N : Hm, akhirnya author-san update juga , maaf jikalau sudah terlalu lama, dikarenakan urusan dunia nyata yang padat, tapi tenang saja , meski begitu author-san bakal update semampunya, ya kalau ada waktunya, hehe ... see you next time... bye2.
